MAKALAH PERENCANAAN PEMBANGUNAN EKONOMI

Diajukan Untuk memenuhi Tugas Mata Kuliah Pengantar Ekonomi Pembangunan

OLEH: TRI HARTANTI 1107616

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN EKONOMI FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS NEGERI PADANG 2012

KATA PENGANTAR Alhamdulillah dengan mengucapkan puji dan syukur atas kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat dan hidayah-Nya penulis dapat menyelesaikan makalah yang berjudul “Perencanaan Pembangunan Ekonomi”. Makalah ini dibuat untuk menindaklanjuti tugas yang diberikan dosen yang berkaitan dengan mata kuliah Pengantar Ekonomi Pembangunan. Terima kasih penulis ucapkan kepada semua pihak yang telah membantu penulis dalam pembuatan makalah ini, terutama kepada dosen pembimbing mata kuliah Pengantar Ekonomi Pembangunan . Akhirnya demi kesempurnaan tulisan ini, penulis dengan senang hati akan selalu membuka diri dalam menerima kritikan dan saran yang membangun. Semoga makalah ini bermanfaat bagi kita semua.

Padang, Desember 2012

Penulis

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ............................................................................................i DAFTAR ISI ..........................................................................................................ii BAB I PENDAHULUAN A. B. C. D. Latar Belakang ...........................................................................1 Rumusan Masalah.......................................................................2 Tujuan .........................................................................................2 Manfaat........................................................................................2

BAB II

PEMBAHASAN A. Pengertian Perencanaan Ekonomi………………………………....3 B. Hakekat perencanaan pembangunan……………………………...4 C. Logika perencanaan pembangunan……….……………………....6 D. Perumusan rencana dan syarat perencanaan yang berhasil….…..8 E. Macam-macam strategi pembangunan ekonomi…………………11 F. Pengawasan dalam perencanaan…………………………….…...13

BAB III

PENUTUP

A. B.

Kesimpulan..............................................................................16 Saran .......................................................................................17 DAFTAR PUSTAKA .............................................................18

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Rencana pembangunan biasanya dimulai dengan meninjau kemajuan dalam tahun-tahun yang baru berlalu terutama sejak rencana terakhir dirancangkan. Perubahan-perubahan dicatat dalam jumlah penduduk, output nasional, investasi, tabungan konsumsi, pengeluaran pemerintah, perpajakan, neraca pembayaran, dan keadaan masing-masing industri utama. Ketika rencana pembangunan yang pertama dicanangkan pada akhir perang, penekanannya adalah pada penentuan prioritas-prioritas di sektor umum. Suatu tinjauan pada pengeluaran umum masih merupakan bagian penting dari setiap rencana. Sebagian besar pekerjaan rutin pada pembangunan terdiri dari menetapkan biaya masing-masing usulan secermat mungkin, dan memperkirakan keuntungan-keuntungan yang potensial, keuangan, dan lain-lain. Objek utama bagian rencana ialah menetapkan prioritas-prioritas, memutuskan apa yang harus dimasukkan, dan apa yang akan ditangguhkan atau ditolak. Kebanyakan rencana pembanguna berisi sub-sub yang meninjau kembali masing-masing industri utama, menganalisa prospek-prospeknya dan kesulitan-kesulitannya, dan memformulasikan program-program untuk menaikkan output atau penjualan. Perhatian khusus diberikan untuk mempromosikan industri-industri baru yang diperkirakan akan mampunyai prospek baik, dengan memperhatikan perkiraan-perkiraan pasar dan sumber-sumber daya yang ada sekarang. Beberapa dari tinjauan-tinjauan ini termasuk sasaran-sasaran khusus dengan syarat-syarat kuantitatif (misalnya: investasi, lapangan kerja atau output).

B. Rumusan Masalah

1. Apakah pengertian perencanaan ekonomi? 2. Bagaimanakah hakekat perencanaan pembangunan? 3. Bagaimana logika perencanaan pembangunan? 4. Apasajakah perumusan rencana dan syarat-syarat perencanaan yang berhasil? 5. Bagaimanakah strategi-strategi pembangunan ekonomi? 6. Seperti apakah pengawasan dalam perencanaan?

C. Tujuan 1. Menjelaskan pengertian perencanaan ekonomi 2. Menjelaskan hakekat perencanaan pembangunan 3. Menguraikan logika perencanaan pembangunan 4. Menguraikan perumusan rencana dan syarat-syarat perencanaan yang berhasil 5. Menguraikan strategi-strategi pembangunan ekonomi 6. Menjelaskan pengawasan dalam perencanaan

D. Manfaat 1. Untuk memenuhi tugas mata kuliah Pengantar Ekonomi Pembangunan 2. Untuk menambah wawasan atau pengetahuan kita tentang Perencanaan Pembangunan Ekonomi

BAB II

PEMBAHASAN

A. Pengertian Perencanaan Ekonomi Di dalam perekonomian istilah perencanaan sering dikelirukan sebagai komunisme, sosialisme, atau pembangunan ekonomi. Setiap bentuk campur tangan pemerintah dalam urusan ekonomi ditafsirkan juga sebagai perencanaan. Meskipun peemerintah dapat melakukan campur tangan sekalipun tanpa membuat suatu rencana. Perencanaan adalah teknik, cara untuk mencapai tujuan, tujuan untuk mewujudkan maksud dan sasaran tertentu yang telah ditentukan sebelumnya dan telah dirumuskan dengan baik oleh Badan Perencanaan Pusat. Tujuan tersebut mungkin untuk mencapai sasaran social, politik atau militer. Karena itu, “persoalannya bukan antara rencana dan tidak ada rencana, tetapi persoalannya adalah antara berbagai macam rencana”. Menurut Ferdynand Zweig “perencanaan adalah perencanaan

perekonomian, bukan perencanaan di dalam di dalam perekonomian. Ia tidak hanya perencanaan kota, pekerjaan umum atau bagian tertentu dari perekonomian regional, tetapi perekonomian secara keseluruhan”. Jadi perencanaan tidak berarti perencanaan secara sekeping-sekeping tetapi perencanaan perekonomian secara menyeluruh. Menurut Lewis Lordwin perencanaan ekonomi merupakan “suatu rencana pengorganisasian perekonomian dimana pabrik, perusahaan, dan industri yang terpisah-pisah dianggap sebagai unit-unit terpadu dari satu system tunggal dalam rangka memanfaatkan sumber yang tersedia untuk mencapai kepuasan maksimum kebutuhan rakyat dalam waktu yang telah ditentukan”. Salah satu definisi yang paling popular adalah yang dikemukakan Dickison yang mengartikan perencanaan sebagai “pengambilan keputusan utama ekonomi tentang apa dan berapa banyak, bagaimana, bila dan dimana akan akan diproduksi, serta buat siapa akan dialokasikan, oleh

badan pengambil keputusan yang berwenang atas dasar pengamatan menyeluruh terhadap sistem perekonomian sebagai satu kesatuan”. Walaupun tidak ada kebulatan pendapat, namun perencanaan ekonomi sebagaimana dipahami oleh sebagian besar ahli ekonomi mengandung arti pengendalian dan pengaturan perekonomian dengan sengaja oleh suatu penguasa pusat untuk mencapai suatu sasaran dan tujuan tertentu di dalam jangka waktu tertentu pula. Namun perencanaan ekonomi dapat pula diartikan sebagai upayaupaya yang dilakukan secara sengaja oleh pemerintah untuk

mengkoordinasikan segenap proses pembuatan keputusan ekonomi dalam jangka panjang, serta untuk mempengaruhi, mengarahkan, dan dalam beberapa kasus tertentu, juga untuk mengendalikan tingkat dan pertumbuhan variabel-variabel ekonomi pokok dari suatu Negara (pendapatan, konsumsi, penyerapan tenaga kerja, investasi, tabungan, ekspor, impor, dan sebagainya) demi tercapainya tujuan-tujuan

pembanguna yang telah ditetapkan sebelumnya.

B. Hakekat Perencanaan Pembangunan Rencana ekonomi (economic plan) pada dasarnya adalah serangkaian target ekonomi kuantitatif yang harus dicapai dalam kurun waktu tertentu, dengan menerapkan, dengan menerapkan strategi yang tepat untuk mencapai target-target tersebut. Rencana ekonomi itu ada bersifat komprehensif (comprehensive plan) menetapkan target-target yang meliputi seluruh aspek atau sektor penting dari perekonomian nasional, sedangkan rencana ekonomi parsial (partial economic plan) hanya akan meliputi sektor-sektor ekonomi tertentu saja (sektor industri, pertanian, sektor publik, sektor luar negeri, dan sebagainya). Kemudian, proses perencanaan (planning process) dapat diartikan sebagai rangkaian kegiatan yang dilakukan oleh pemerintah, yang diawali dengan pemilihan tujuan sosial, kemudian menetapkan berbagai target ekonomi, yang disusul dengan mengorganisir suatu kerangka kerja bagi kegiatan-kegiatan implementasi, koordinasi, dan pemantauan rencana pembangunan.

Perekonomian pasar yang tidak terkontrol memang sering menyebabakan Negara yang bersangkutan mengalami dualisme ekonomi, fluktuasi hargaharga yang tidak terkendali sehingga memacu inflasi, ketidakstabilan pasar, serta tingkat penyerapan tenaga kerja (employment) yang rendah. Oleh karena itu, agar mencapai kemajuan seperti yang diinginkan, setiap Negara berkembang harus merencanakan pembangunan ekonominya secara khusus. Perencanaan pembangunan dapat dibedakan menjadi beberapa tingkatan, yakni: “rencana” yang terkait dengan ekonomi sebagai suatu keseluruhan dibagi dalam sector-sektor utama (perencanaan sektoral) dan dapat terjadi dalam wilayah-wilayah (perencanaan regional); dan “program” yang terkait dengan penentuan secara lebih detail yaitu berupa tujuan-tujuan khusus yang harus dicapai dalam berbagai sector atau wilayah; dan “proyek” merupakan komponen-komponen individual yang dapat bersama-sama menjadikan suatu program. Perumusan setiap strategi pembangunan harus

mempertimbangkan sejumlah kondisi dasar. Tahapan pengembangan jelas sangat penting artinya. Di negara-negara yang sangat miskin yang sangat bergantung kepada pertanian untuk mencukupi kebutuhan sendiri dengan ekonomi uang yang belum begitu berkembang/dikembangkan dan sumbersumber alam atau keuangannya terbatas, kecil kemungkinan untuk dapat merumuskan rencana multisektoral yang kompleks. Sebaliknya bagi negara-negara yang kaya dan makmur dengan perdagangan yang berkembang baik ekonomi, pertanian dan pertambangan, mungkin dapat diharapkan untuk memulai perubahan pada industrialisasi dengan mengembangakan ketrampilan-ketrampilan serta sumber-sumber yang diperlukan untuk realisasinya. perencanaan pembangunan daerah adalah suatu proses perencanaan pembangunan yang dimaksudkan untuk melakukan perubahan menuju arah perkembangan yang lebih baik bagi suatu komunitas masyarakat, pemerintah, dan lingkungannya dalam wilayah/daerah tertentu, dengan memanfaatkan atau mendayagunakan berbagai sumberdaya yang ada, dan

harus memiliki orientasi yang bersifat menyeluruh, lengkap, tapi tetap berpegang pada azas prioritas.

C. Logika Perencanaan Pembangunan Berbagai logika dalam perencanaan pembangunan ekonomi: 1. Kegagalan pasar Pasar-pasar di berbagai Negara-negara berkembang diliputi oleh banyak kelemahan dan kekurangan, baik itu yang menyangkut aspek-aspek structural maupun operasionalnya. Pasar komoditi dan factor-faktor produksi sering kali tidak diorganisasikan atau tidak mampu beroperasi secara memadai, dan adanya distorsi harga sering kali mencerminkan keputusan para produsen dan konsumen dalam menanggapi isyarat-isyarat dan insentif ekonomi yang sesungguhnya kurang menggambarkan biaya riil yang ditanggung masyarakat atas segenap barang, jasa, dan factor-faktor produksi yang tersedia. Menurut logika, tanpa adanya campur tangan pemerintah, maka pasar akan terus mengakibatkan misalokasi dalam penggunaan sumber daya pada saat ini dan di masa-masa yang akan datang. Alasan kegagalan pasar (market failure) ini mungkin merupakan logika yang paling sering diajukan guna membenarkan sedemikian aktifnya peranan pemerintah dalam pengelolaan berkembang. Ada tiga bentuk umum kegagalan pasar yang dapat kita cermati: pasar tidak bias berfungsi secara layak atau tidak ada pasar sama sekali, pasar yang ada menyebabkan terjadinya alokasi sumber daya yang tidak efisien, dan hasil kinerja pasar yang ada tidak sesuai dengan tujuan-tujuan sosial (ditujukan untuk rakyat banyak), selain dari tujuan yang berkaitan dengan alokasi sumber daya. perekonomian nasional di banyak Negara

2. Mobilisasi dan alokasi sumber daya

Melalui

institusi

perencanaan,

sangat

diharapkan

akan

berlangsung penyaluran factor-faktor produksi langka ke tempattempat yang paling produktif, sebaliknya, dipercaya bahawa mekanisme pasar yang kompetitif cenderung menghasilkan sedikit investasi di bidang-bidang yang kurang memperhatikan

kepentingan umum (misalnya, investasi pada produksi barang konsumsi bagi kalangan kaya), dan menghiraukan manfaatmanfaat tambahan yang dapat diraih melalui pelaksanaan programprogram investasi berjangka panjang yang terencana dan terkoordinasi.

3. Dampak perilaku atau psikologis Melalui rencana ekonomi yang tersusun rapi, pemerintah juga dapat menciptakan insentif-insentif yang dibutuhkan untuk menanggulangi hambatan-hambatankesukuan dan tradisionalisme yang terbukti sering memecah belah kekuatan dan potensi bangsa dalam rangka mengejar kemajuan-kemajuan, baik secara materiil dan sosial yang lebih besar lagi.

4. Bantuan luar negeri Ada beberapa orang sinis yang berpendapat bahwa alasan sesungguhnya mengapa Negara-negara yang sedang berkembang bertumpu pada serangkaian rencana pembangunan adalah sematamata untuk mendapatkan bantuan luar negeri yang lebih banyak lagi. Dengan mengajukan daftar belanja proyek yang tersusun rapid an Nampak serba menarik, pemerintahan Negara-negara dunia ketiga lebih berpeluang untuk mengumpulkan bantuan luar negeri dan meyakinkan para donor bahwa uang mereka akan digunakan untuk hal-hal yang benar-benar penting, dan rencana pelaksanaan pekerjaan yang cermat dan konsisten itu adalah jaminannya.

D. Perumusan Rencana Dan Syarat-Syarat Perencanaan Yang Berhasil Perumusan dan keberhasilan suatu rencana memerlukan hal-hal sebagai berikut: 1. Komisi perencanaan Ini merupakan syarat utama dalam suatu rencana yang harus diorganisasi dengan cara yang tepat. Ia harus dibagi kedalam sejumlah bagian dan subbagian di bawah para ahli seperti ahli ekonomi, ahli statistik, insinyur dan sebagainya yang handal dengan berbagai aspek perekonomian. 2. Data statistik Setiap tindakan perencanaan, sejauh ia bukan bangunan istana fantastik belaka, mensyaratkan adanya suatu survei pendahuluan tentang sumber-sumber yang ada. Survei seperti itu penting untuk pengumpulan data statistik dan informasi yang berkaitan dengan keseluruhan sumber bahan, modal dan manusia yang tersedia di Negara itu. 3. Tujuan Rencana tersebut dapat menetapkan tujuan-tujuan berikut: meningkatkan pendapatan nasional dan pendapatan per kapita, memperluas kesempatan kerja, mengurangi ketimpangan

pendapatan dan kesejahteraan dan pemusatan kekuatan ekonomi, menaikkan produksi pertanian, industrialisasi perekonomian, mencapai pembangunan wilayah berimbang, mencapai

swasembada dan sebagainya. 4. Penetapan sasaran Sasaran dan prioritas yang ditetapkan tersebut harus global dan sektoral. Sasaran global harus tegas dan mencakup setiap aspek perekonomian dan sasaran sektoral yang menyangkut masingmasing industri dan produk dalam ukuran nilai dan fisik baik bagi sector swasta maupun sektor negara. Sasaran global dan sektoral satu sama lain harus serasi dalam rangka mencapai laju pertumbuhan yang diperlukan bagi perekonomian . ini memerlukan

penentuan prioritas. Prioritas harus ditentukan atas dasar kebutuhan jangka pendek dan jangka panjang perekonomian dengan memperhatikan sumber bahan, modal dan manusia yang tersedia. 5. Mobilisasi sumber Perencanaan harus menentukan kebijaksanaan dan piranti untuk memobilisasi sumber yang dapat memenuhi pembiayaan rencana tanpa perlu mengakibatkan tekanan inflasioner dan tekanan pada neraca pembayaran. 6. Keseimbangan dalam rencana Suatu rencana harus menjamin keseimbangan yang tepat dalam perekonomian, kalau tidak, akan muncul kelangkaan atau surplus pada waktu rencana berjalan. Harus ada keseimbangan antara tabungan dan investasi, antara penawaran barang yang tersedia dan permintaan atas barang tersebut, antara kebutuhan tenaga kerja dan penyediaannya, dan antara permintaan atas barang impor dan devisa yang tersedia. 7. Administrasi yang efisien dan tidak korup Administrasi yang kuat, efisien, dan tidak korup adalah syarat mutlak keberhasilan perencanaan. Oleh sebab itu sangat

dibutuhkan staff administrasi yang cakap dengan tugas utama menyiapkan laporan kelayakan yang baik mengenai proyek yang diusulkan. Mereka harus memperoleh pengalaman dalam

perencanaan dan pelaksanaan proyek, melaksanakannya sesuai jadwal, mengubahnya dalam hal muncul halangan mendadak yang tak diharapkan, dan mengevaluasinya dari waktu ke waktu. Tanpa peraltan administrasi seperti itu, perencanaan pembangunan tidak mempunyai tempat berpijak di Negara terbelakang. 8. Kebijaksanaan pembangunan yang tepat Unsur-unsur utama kebijaksanaan pembanguna adalah sebaai berikut: penyelidikan potensi pembangunan, survei sumber

nasional, penelitian ilmiah, penelitian pasar; penyediaan prasarana secara memadai (air, tenaga, angkutan, dan perhubungan) apakah

oleh badan usaha negara atau swasta; penyediaan fasilitas latihan khusus dan juga pendidikan umum yang memadai untuk menjamin keterampilan yang diperlukan; perbaikan landasan hokum bagi kegiatan perekonomian; bantuan untuk menciptakan pasar yang lebih banyak dan lebih baik; menemukan dan membantu pengusaha yang potensial; peningkatan pemanfaatan sumber yang lebih baik. 9. Ekonomi dalam administrasi Setiap usaha harus dibuat berdampak ekonomis dalam administras, khususnya dalam pengembangan bagian-bagian kementrian dan pemerintahan. 10. Dasar pendidikan Supaya perencanaan berhasil haruslah diperhatikan standar moral dan etika rakyat. Seseorang tak dapat menharapkan suatu administrasi yang ekonomis dan berdayaguna kalau rakyat tidak mempunyai nilai etika dan moral yang tinggi. Ini tidaklah mungkin tanpa membangun lebih dulu dasar pendidikan yang kuat yang mengajarkan pengetahuan akademis maupun teknis secara berimbang. 11. Teori konsumsi Satu syarat penting perencanaan pembanguna modern adalah mempunyai teori konsumsi. Negara terbelakang tidak harus mengikuti pola konsumsi Negara maju.

12. Dukungan masyarakat Dukungan keberhasilan masyarakat rencana di merupakan dalam suatu factor penting bagi

negara

demokratis.

Perncanaan memerlukan dukungan luas dari rakyat. Perencanaan ekonomi harus diatas kepentinan golonan, tetapi pada saat yang sama, ia harus memperoleh persetujuan semua golongan. Suatu rencana harus dianggap sebagai rencana nasional bila ia disetujui

oleh wakil-wakil rakyat. perencanaan pembangunan daerah adalah suatu proses perencanaan pembangunan yang dimaksudkan untuk melakukan perubahan menuju arah perkembangan yang lebih baik bagi suatu komunitas masyarakat, pemerintah, dan lingkungannya dalam wilayah/daerah tertentu, dengan memanfaatkan atau mendayagunakan berbagai sumberdaya yang ada, dan harus memiliki orientasi yang bersifat menyeluruh, lengkap, tapi tetap berpegang pada azas prioritas.

E. Macam-Macam Strategi Pembangunan Ekonomi Strategi pembangunan ekonomi diberi batasan sebagai suatu tindakan pemilihan atas faktor-faktor (variabel) yang akan dijadikan faktor/variabel utama yang menjadi penentu jalannya proses pertumbuhan. Beberapa strategi pembangunan ekonomi adalah sebagai berikut: 1. Strategi pertumbuhan Strategi pembangunan ekonomi suatu negara akan terpusat pada upaya pembentukan modal, serta bagaimana menanamkannya secara seimbang, menyebar, terarah, dan memusat, sehingga dapat menimbulkan efek pertumbuhan ekonomi. 2. Strategi pembangunan dan pemerataan Inti dari konsep strategi ini adalah, dengan ditekannya peningkatan pembangunan melalui teknik sosial engineering, seperti halnya melalui penyusunan perencanaan induk, dan paket program terpadu.

3. Strategi ketergantungan Kemiskinan di negara-negara berkembang lebih disebabkan karena adanya ketergantungan negara tersebut dari pihak/negara lainnya. Oleh karena itu jika suatu negara ingin bebas dari kemiskinan dan keterbelakangan ekonomi, negara tersebut harus mengarahkan upaya pembangunan ekonominya pada usaha

melepaskan diri dari ketergantungan dari pihak lain. Langkah yang dapat ditempuh diantaranyanadalah; meningkatnya produksi nasional, yang disertai dengan peningkatan kemampuan dalam bidang produksi, lebih mencintai produk nasional, dan sejenisnya.

4. Strategi yang berwawasan ruang Strategi ini dikemukakan oleh Myrdall dan Hirrschman, yang mengemukakan sebab-sebab kurang mampunya daerah miskin berkembang secepat daerah yang lebih maju/kaya. Menurut mereka kurang mampunya daerah miskin berkembang secepat daerah kaya atau maju dikarenakan kemampuan/pengaruh menyebar dari kaya ke miskin (spread effects) lebih kecil daripada terjadinya aliran sumber daya dari daerah miskin ke daerah kaya (back-wash effect). Perbedaan pandangan kedua tokoh tersebut adalah, bahwa Myrdall tidak percaya bahwa keseimbangan daerah kaya dan miskin akan tercapai, sedangkan Hirschman percaya, sekalipun baru akan tercapai dalam jangka panjang.

5. Strategi pendekatan kebutuhan pokok Sasaran dari strategi ini adalah menanggulangi kemiskinan secara massal. Strategi ini selanjutnya dikembangkan oleh Organisasi Perburuhan Indonesia Sedunia (ILO) pada tahun 1975), dengan menekankan bahwa kebutuhan pokok manusia idak mungkin dapat dipenuhi jika pendapatan masih rendah akibat kemiskinan yang bersumber pada pengganguran. Oleh karena itu sebaiknya usaha-usaha diarahkan pada penciptaan lapangan kerja, peningkatan pemenuhan kebutuhan pokok, dan sejenisnya. F. Pengawasan dalam perencanaan Jenis-jenis pengawasan adalah sebagai berikut: 1. Pengawasan terhadap konsumsi Konsumsi dapat diatur dan dikendalikan melalui dua cara: dengan membatasi produksi barang-barang konsumsi langsung

melalui alokasi bahan mentah, buruh dan kuota output dan dengan membatasi kebutuhan fisik barang-barang melalui pengawasan harga dan penjatahan. Tanpa penjatahan, pengendalian harga akan menyebabkan antrian, distribusi yang tidak merata dan pasaran gelap dan dengan demikian menghancurkan tujuan diterapkannya kebijaksanaan itu sendiri. 2. Pengawasan investasi Metode pengendalian investasi yang lazim ditempuh ialah penetapan kuota, penerbitan izin dan otorisasi atas dasar prioritas. 3. Pengawasan produksi Dalam perencanaan pembangunan, produksi komoditi penting tertentu mungkin mendapatkan prioritas yang lebih tinggi daripada barang-barang konsumen tidak penting. Begitu juga, target yang lebih tinggi mungkin diletakkan pada produksi bahan baku dasar dan komponen-komponen eperti batu bara, biji besi, besi dan baja, bahan kimiawi, alat-alat kecil, semen, dan sebagainya. Hal-hal ini tidak saja memerlukan adanya pengendalian terhadap investasi, tetapi juga terhadap produksinya dalam bentuk penetapan kuota, otorisasi, dan izin. 4. Pengawasan impor Pengendalian impor di Negara terbelakang bertujuan

menggeser impor barang-barang konsumen tidak penting ke barang modal, bahan baku dan suku cadang yang dapat memperbesar laju pertumbuhan industri. Perencanaan pembangunan menghendaki agar impor barang-barang tidak penting dan barang mewah tertentu dilarang dengan mengenakan bea impor yang tinggi, sedang impor barang-barang konsumen esensial seperti pangan, bahan baku industri, komponen dan barang modal diatur melalui izin impor dan kuota impor. 5. Pengawasan ekspor Kontrol terhadap ekspor berbagai macam produk di Negara terbelakang tergantung pada kondisi penawaran di dalam negeri,

perubahan permintaan produk baik di dalam maupun di luar negeri dan kebutuhan penghematan persediaan cadangan bahan mentah penting. Akan tetapi tujuan utama pengendalian perdagangan di Negara-negara seperti itu ialah: untuk mendapatkan devisa yang lebih besar dari ekspor, untuk menjaga agar jumlah produk cukup tersedia untuk kepentingan konsumsi domestic, untuk menerapkan standar mutu, untuk memenuhi komitmen karena alokasi internasional, dan untuk memenuhi komitmen ekspor sesuai dengan perjanjian dagang, serta untuk meningkatkan ekspor ke daerah-daerah mata uang keras (hard currency). 6. Pengawasan mata uang asing Pengendalian mata uang asing merupakan suatu metode mempengaruhi neraca pembayaran secara langsung. Negara terbelakang menderita kesulitan neraca pembayaran. Penerimaan ekspornya rendah karena mereka terutama mengekspor bahan mentah dan produk murah lain yang tunduk pada fluktuasi harga internasional dan perubahan-perubahan dalam permintaan. Pada pihak lain, mereka mengimpor peralatan modal berat, mesin dan sejumlah barang-barang manufaktur sehingga memaksa mereka membayar lebih banyak kepada Negara asing. Hal ini memaksa penerapan pengendalian langsung pada pembayaran ke Negaranegara lain. Pengendalian mata uang asing dpergunakan juga untuk membatasi impor dari negara itu, sedang orang dibiarkan bebas membeli dari negara-negara yang mata uangnya banyak. Bentuk lain pengendalian mata uang asing adalah system kurs ganda. Badan pengendali mata uang asing dapat menetapkan satu atau beberapa kurs untuk nerbagai jenis transaksi internasional.kurs normal dapat dipergunakan untuk impor barang-barang penting dan kurs penalti untuk barang-barang nonessensial.

BAB III

PENUTUP

A. KESIMPULAN Perencanaan pembangunan sangat diperlukan untuk mengenyahkan kemiskinan bangsa. Perencanaan merupakan satu-satunya jalan yang terbuka bagi negara terbelakang. Untuk menaikkan pendapatan nasional dan pendapatan per kapita; untuk mengurangi ketimpangan pendapatan dan kesejahteraan; untuk meningkatkan kesempatan kerja; untuk pembangunan yang menyeluruh dan untuk mempertahankan kemerdekaan nasional yang baru saja dimenangkan. Tidak ada yang lebih besar dan benar daripada itu yaitu bahwa ide perencanaan telah menjelma menjadi kenyataan praktis dan itulah satu-satunya harapan bagi kebangkitan negara-negara terbelakang di dunia. Perencanaan pembangunan ekonomi tampaknya dilakukan karena derap dan arah pembangunan yang ada tanpa campur tangan dari luar dianggap tidak memuaskan dan lebih lanjut karena dianggap bahwa campur tangan dari luar yang tepat akan sangat meningkatkan derap pembangunan dan mengarahkannya sebagaimana mestinya. Para

perencana berusaha menghasilkan rasionalisasi. Jika mungkin dan dipandang perlu, mengurangi konsumsi, mengembangkan dan menerapkan rencana jangka panjang investasi sumber modal yang tepat dengan teknik yang semakin baik, program pendidikan dan latihan sebagai tempat meningkatkan kemampuan buruh dalam menggunakan sumber modal, dan distribusi produksi nasional yang lebih baik dalam rangka mencapai keamanan dan kedamaian masyarakat. Karenanya, perencanaan jika ditinjau dari sudut itu berarti tidak lebih daripada pengorganisasian secara lebih baik, pengorganisasian secara konsisten dan menjangkau jauh ke depan, serta pengorganisasian secara menyeluruh. Pengarahan,

pengaturan, pengawasan atas kegiatan swasta dan peningkatan bidang

kegiatan

negara

semuanya

merupakan

bagian

dari

upaya-upaya

pengorganisasian.

B. SARAN Dengan adanya perencanaan diharapkan terdapatnya suatu pengarahan kegiatan, adanya pedoman bagi pelaksanaan kegiatan-kegiatan yang ditujukan kepada pencapaian tujuan pembangunan. Dengan perencanaan maka dapat dilakukan suatu perkiraan terhadap hal-hal dalam masa pelaksanaan yang akan dilalui. Perkiraan dilakukan mengenai potensipotensi dan prospek-prospek perkembangan, tetapi juga mengenai hambatan-hambatan dan risiko-risiko yang mungkin dihadapi.

Perencanaan mengusahakan supaya ketidak pastian dapat dibatasi seminim mungkin. Perencanaan memberikan kesempatan untuk memilih berbagai alternatif tentang cara yang terbaik atau kesempatan untuk memilih kombinasi cara yang terbaik. Dengan perencanaan dapat dilakukan penyusunan skala prioritas. Memilih urutan-urutan dari segi pentingnya suatu tujuan, sasaran maupun kegiatan usahanya. Dengan adanya rencana maka akan ada suatu alat pengukur untuk mengadakan suatu pengawasan dan evaluasi. Penggunaan dan alokasi sumber-sumber pembangunan yang terbatas adanya secara lebih efisien dan efektif. Diusahakan dihindarinya keborosan-keborosan. Suatu usaha untuk mencapai output/hasil secara maksimal daripada sumber-sumber yang tersedia. Dengan perencanaan, perkembangan ekonomi yang mantap atau pertumbuhan ekonomi yang terus-menerus dapat ditingkatkan. Perencanaan juga dapat dicapai stabilitas ekonomi, menghadapi siklis konjungtur.

DAFTAR PUSTAKA

Abdul, K. (2005). Strategi Kebijakan Dan Perencanaan Pembangunan Daerah Menuju Otonomi Daerah. Jhingan, M. (2007). Ekonomi Pembangunan dan Perencanaan. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada. Lewis, W. A. (1994). Perencanaan Pembangunan. Jakarta: Rineka Cipta. Nurhadi. (n.d.). Strategi Perencanaan Pembangunan Regional Dalam Kajian Variasi Keruangan. Perencanan Ekonomi . Sari, H. H. (n.d.). Strategi Perencanaan Daerah Berbasis Partisipasi Masyarakat. Perencanaan Pembangunan . Suhendri. (2010). Analisis Potensi Unggulan dan Kebijakan Perekonomian. Ekonomi Pembangunan . Todaro, M. P. (2006). Pembangunan Ekonomi. Jakarta: Erlangga. Todaro, M. P. (2000). Pembangunan Ekonomi Di Dunia Ketiga. Jakarta: Erlangga. Todaro, M. P. (2003). Pembangunan Ekonomi Di Dunia Ketiga. Jakarta: Erlangga. Yosep, F. P. (n.d.). Kebijakan Perekonomian, Analisa Basis Ekonomi dan Perencanaan Strategi.