RESUME

Identitas: An. Y/ Laki-laki/ usia 8 tahun/ BB 22,5 kg Anamnesa: Demam (+) hari ke-5 Batuk berdahak (+) dan pilek (+) hari ke-5 BAB cair (+) hari ke-4, 3x/hari, warna kuning, ampas lebih banyak daripada air. Ruam pada kulit (+) hari ke-4 Riwayat imunisasi campak (-) Pemeriksaan Fisik: Composmentis Tanda vital: Nadi: 104 kali per menit, Suhu: 38,1o C, Frekuensi Nafas: 28 kali per menit. Ruam makula-papular eritematous pada wajah,leher, ekstremitas, dan badan (+) Pemeriksaan Penunjang: Darah rutin : Leukosit 8.000 Hb : 11 gr/dl Diagnosa Banding: 1. Morbili 2. Rubella Diagnosa Kerja Sementara: Morbili Diagnosa Komplikasi: Diagnosa Lain: -

Usul Pemeriksaan : Pemeriksaan antibodi immunoglobulin G (IgG) and M (IgM) untuk morbili Usul Penatalaksanaan: Prognosa: Bonam IVFD RL 22 tpm (makro) Vitamin A 200.000 IU Paracetamol syrup 3 x ½ tab Gliseril guaiakolat 25 mg Epedrin 3 mg 3 x 1 pulv .

Karena terlibatnya bronkus pada setiap penyakit tidak sama. Sifat batuk dimulai dari batuk nonproduktif (kering) kemudian setelah timbul peradangan menjadi batuk produktif.PEMBAHASAN Anamnesis Demam Droplet Infection (virus masuk) ↓ Virus memasuki aliran darah ↓ Sampai dan mempengaruhi termostat dalam hipotalamus ↓ Titik setel termostat meningkat ↓ Suhu tubuh meningkat ↓ Hipertermia BAB cair Hiperplasi jaringan limfoid terutama pada ↓ usus buntu → mukosa usus teriritasi ↓ kecepatan sekresi bertambah ↓ pergerakan usus meningkat → diare Batuk berdahak Batuk berdahak terjadi karena adanya iritasi pada bronkus. mungkin saja batuk baru ada setelah penyakit berkembang berminggu-minggu sampai berbulan-bulan peradangan dimulai. Batuk pada morbili terjadi sebagai manifestasi klinis akibat virus dalam jumlah banyak masuk kembali ke pembuluh darah. Batuk ini bertujuan untuk membuang produk-produk radang keluar. . pada focus infeksi di saluran nafas yang sebelumnya telah mengalami nekrosis akibat viremia pertama.

Ig G yang berfungsi menghambat pertumbuhan kuman.Ruam pada kulit Pada pasien yang menderita morbili. lysozyne. terjadi peningkatan suhu yang menandakan terjadinya reaksi inflamasi. Konjungtivitis Konjungtiva berhubungan dengan dunia luar kemungkinan konjungtiva terinfeksi dengan mikro organisme sangat besar. Tear film mengandung beta lysine. focus infeksi juga bisa terdapat pada saluran lakrimalis. virus campak menginfeksi jaringan getah bening lokal. Pemeriksaan Penunjang Pemeriksaan penunjang yang telah dilakukan : . kemungkinan dibawa oleh makrofag paru. Pemeriksaan Fisik Tanda vital Berdasarkan tanda vital yang didapatkan. Pada pasien morbili. terutama viremia terkait sel menyebar virus ke berbagai organ. Pada kulit terjadi ploriferasi sel-sel endotel kalpiler di dalam korium. Setelah amplifikasi virus campak di kelenjar getah bening regional. Apabila ada kuman pathogen yang dapat menembus pertahanan tersebut sehingga terjadi infeksi konjungtiva yang disebut konjungtivitis. setelah 2-4 hari. kemudian terjadi eksudasi serum dan kadang-kadang eritrosit dalam epidermis yang kemudian menimbulkan rash/ ruam kulit. Ig A. Pertahanan konjungtiva terutama oleh karena adanya tear film. pada permukaan konjungtiva yang berfungsi melarutkan kotoran dan bahan-bahan yang toksik kemudian mengalirkan melalui saluran lakrimalis ke meatus nasi inferior. viremia pada tempat tersebut dapat mengakibatkan peradangan yang memunculkan konjunctivitis.

Pemeriksaan rutin : Darah Pemeriksaan ini untuk mengetahui apakah terdapat tanda-tanda terjadinya infeksi serta untuk mengetahui jumlah komponen darah guna menunjang diagnosis. ringan. Stadium erupsi • Coryza dan batuk-batuk bertambah. • Timbul enantema • Terjadinya eritema yang berbentuk makula papula disertai dengan menaiknya suhu tubuh. oleh hingga kering fotofobia demam sedang. Diagnosa Banding 1. dan Rubella Gejala klinis: • Nyeri pada mata Manifestasi Klinis pada gerakan mata lateral dan ke atas (keluhan sangat mengganggu) • Konjungtivitis • Sakit tenggorokan • Sakit kepala • Demam yang tidak terlalu konjungtivitis • Menjelang akhir stadium kataral dan 24 jam sebelum timbul enantema. Stadium kataral (prodormal) • ditandai ringan batuk coryza. timbul bercak koplik b. Eritema timbul dibelakang dibagian atas telinga lateral tinggi • Menggigil • Anoreksia • Mual • Pembengkakan kelenjar getah bening auricularis posterior dan terutama kelenjar getah bening suboccipital • Tanda Forchheimer (suatu enanthem diamati pada 20% pasien dengan rubella selama tengkuk. sepanjang rambut . Morbili 2. Rubella Morbili a.

. terdiri dari petechiae pinpoint atau yang lebih besar yang biasanya terjadi pada palatum mole) • Gejala utama infeksi virus rubella adalah munculnya ruam(exanthem) pada wajah yang menyebar ke batang tubuh dananggota badan dan biasanya memudar setelah tiga hari (itu sebabnya sering disebut • sebagai campak tiga hari) Adanya rubella-specific immunoglobulin M (IgM) antibody atau rubellaspecific IgG antibody yang meningkat 4 kali didaerah leher belakang c.periode prodromal. Stadium konvalesensi • Suhu menjadi • Erupsi berwarna menurun normal sampai kecuali bila ada komplikasi berkurang lebih tua yang meninggalkan bekas yang (hiperpigmentasi) bisa hilang sendiri • Pemeriksaan darah lengkap menunjukkan leukopenia dengan limfosit osis relatif dan trombositopenia Data Laboratorium Diagnosa Kerja Sementara : Morbili Diagnosa Komplikasi: Usul Penatalaksanaan IVFD RL Penderita harus mendapat cairan yang cukup. Cairan harus mengandung elektrolit dan kalori yang optimal. dan bawah • Terdapat kelenjar disudut pembesaran getah bening dan mandibula bagian belakang terdapat pada beberapa pasien selama fase awal exanthem. baik secara oral maupun parenteral.

BB: 22. . jadi diberikan IVFD RL 22 tetes per menit (makro) Vitamin A 100. Parasetamol adalah drivat p-aminofenol yang mempunyai sifat antipiretik / analgesik. Parasetamol menghambat produksi prostaglandin (senyawa penyebab inflamasi).000 IU Suplemen pada morbiditas vitamin A telah dikaitkan dengan untuk penurunan sekitar 50% membantumencegah penyakit yang anak yang A terlepas dan mortalitas dan muncul kerusakan mata dan kebutaan. yang dapat berubah menjadi berbagai senyawa pro-inflamasi. Paracetamol syrup 3 x 1/2 tab Terapi simptomatik dapat diberikan dengan pertimbangan untuk perbaikan keadaan umum penderita. Karena kekurangan parah dari didiagnosis penyakit dengan campak vitamin A berhubungan harus dengan campak. tetapi karena mudah didapati. WHO merekomendasikan semua menerima suplemen vitamin dari negara mereka tinggal.5). Telah dibuktikan bahwa parasetamol mampu mengurangi bentuk teroksidasi enzim siklooksigenase (COX). Paracetamol utamanya digunakan untuk menurunkan panas badan yang disebabkan oleh karena infeksi atau sebab yang lainnya. paracetamol juga dapat digunakan untuk meringankan gejala nyeri dengan intensitas ringan sampai sedang. Sebagaimana diketahui bahwa enzim siklooksigenase ini berperan pada metabolisme asam arakidonat menjadi prostaglandin H2. yakni antipiretik (penurun panas) untuk kenyamanan penderita terutama anak. Disamping itu. overdosis obat baik sengaja atau tidak sengaja sering terjadi. berdasarkan usia mereka. Ia aman dalam dosis standar. namun parasetamol hanya sedikit memiliki khasiat anti inflamasi. sehingga menghambatnya untuk membentuk senyawa penyebab inflamasi (4. Mekanisme kerja yang sebenarnya dari parasetamol masih menjadi bahan perdebatan.5 kg . Obat ini mempunyai nama generik acetaminophen. suatu molekul yang tidak stabil.

Mekanisme kerjanya berdasarkan stimulasi mukosa lambung dan selanjutnya secara reflek merangsang sekresi kelenjar saluran nafas lewat N. dan memperbaiki pernafasan.Kemungkinan lain mekanisme kerja parasetamol ialah bahwa parasetamol menghambat enzim siklooksigenase seperti halnya aspirin. namun malah bekerja di sistem syaraf pusat untuk menurunkan temperatur tubuh. namun hal tersebut terjadi pada kondisi inflamasi. menciiutkan mukosa yang membengkak.6 mg/kgBB/hari Prognosa: Bonam . Pada kondisi ini oksidasi parasetamol juga tinggi. dimana terdapat konsentrasi peroksida yang tinggi. Hal ini menyebabkan parasetamol tidak memiliki khasiat langsung pada tempat inflamasi. Efek sentral lebih kuat dengan efek bronchodilatasi lebih ringan dan bertahan lebih lama (4 jam). Dapat meningkatkan reflek batuk dan memudahkan untuk membuang sputum. Dosis: 10-15 mg/KgBB/kali GG (Gliseril guaiakolat) GG memiliki aktivitas sebagai ekspektoran dengan meningkatkan volume dan mengurangi kekentalan sputum yang terdapat di trakhea dan bronki. sehingga menurunkan viskositas dan mempermudah pengeluaran dahak. dimana kondisinya tidak oksidatif. sehingga menghambat aksi anti inflamasi. Dosis : 4mg/kgBB/kali Efedrin Merupakan obat dekongestan ini merupakan golongan simpatomimetik yang beraksi pada reseptor adrenergic pada mukosa hidung untuk menyebabkan vasokonstriksi. Vagus.8-1. Dosis : 0.