Buku Kerja Mahasiswa MODUL

KESADARAN MENURUN & SESAK NAPAS

Semester Akhir Tahun Akademik 2012 – 2013
Diberikan Kepada Mahasiswa Semester VI Fakultas Kedokteran UNHAS

KEGAWATDARURATAN DAN TRAUMATOLOGI

FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS HASANUDDIN 2013

sehingga diharapkan diskusi tidak menyimpan dari tujuan. patofisiologi hipoksia. Peran tutor dalam mengarahkan tutorial sangat penting. Februari 2013 Tim Penyusun 1 . Modul ini terdiri dari dua skenario yang menunjukkan beberapa simptom klinik yang bisa ditemukan pada beberapa penyakit. Konsultasi atau kuliah pakar bisa diatur oleh mahasiswa dengan dosen yang bersangkutan. Diskusi bukan hanya difokuskan pada inti permasalahan tetapi juga akan dibicarakan semua hal yang ada hubungannya dengan hal tersebut. Informasi juga bisa diperoleh dari seorang ahli melalui kuliah atau pada pertemuan konsultasi antara kelompok mahasiswa peserta diskusi dengan ahli yang bersangkutan. Bahan untuk diskusi bisa diperoleh dari bahan bacaan yang tercantum pada akhir setiap unit. Makassar. Penyusun mengharapkan buku modul ini dapat membantu mahasiswa dalam memecahkan masalah sesak napas pada trauma maupun non trauma yang akan disajikan pada sistim selanjutnya. hiperkarbia dan asidosis yang terjadi pada sesak napas baik pada trauma maupun non trauma. dan dapat dicapai kompetensi minimal yang diharapkan. Anda diharapkan mampu menjelaskan semua aspek penilaian dan pengelolaan awal penderita sesak napas baik pada trauma maupun pada yang non-trauma.PENDAHULUAN Modul Kesadaran Menurun dan Sesak Napas ini merupakan bagian dari Sistim Gawat Darurat dan Traumatologi diberikan pada anda yang mengambil mata kuliah tersebut. Sebelum menggunakan buku ini. Modul ini membicarakan insiden. TIU untuk modul ini disajikan pada permulaan buku agar anda dapat mengerti secara menyeluruh tentang semua aspek Kesadaran Menurun dan Sesak Napas. tutor dan mahasisswa harus membaca TIU dan TIK dengan cermat.

Langkah 1 sd 5 dilakukan dalam diskusi tutorial pertama dengan fasilitasi seorang 6. Berkonsultasi pada nara sumber yang ahli pada permasalahan dimaksud untuk memperoleh pengertian yang lebih mendalam ( Tanya pakar ). Secara individu anda diharapkan mencari informasi tambahan tentang kasus tutor. Langkah 7 dilakukan dalam kelompok diskusi dengan fasilitasi tutor. slide. dan tentukan kata /kalimat kunci dalam skenario diatas. 2. Menganalisa problem-problem tersebut dengan menjawb pertanyaan-pertanyaan diatas. Diskusi kelompok ini difasilitasi oleh seorang tutor. majallah. dipimpin oleh seorang ketua dan seorang penulis yang dipilih oleh mahasiswa sendiri. Setelah membaca dengan teliti skenario diatas mahasiswa harus mendiskusikan hal tersebut pada satu kelompok diskusi yang terdiri dari 12-15 orang. Mengklarifikasi istilah yang tidak jelas dalam scenario diatas.TUGAS MAHASISWA 1. 2. 5. dengan membuat pertanyaan penting. anda diharapkan dapat memecahkan masalah yang terdapat dalam scenario ini. 3. 3. Mengikuti kuliah khusus ( kuliah pakar) dalam kelas untuk masalah yang belum jelas atau tidak ditemukan jawabannya. Anda melaporkan hasil diskusi dan sintesis informasi – informasi yang baru ditemukan. 4. melakukan curah pendapat bebas antar anggota kelompok untuk menganalisa dan atau mensintese informasi dalam menyelesaikan masalah. 5. 2 . dan internet. 4. Menentukan pembelajaran yang ingin dicapai oleh kelompok anda atas kasus diatas. Melakukan diskusi kelompok mandiri (tanpa tutor). PROSES PEMECAHAN MASALAH Dalam diskusi kelompok dengan menggunakan metode curah pendapat. diatas 7. Mengidentifikasi problem dasar scenario diatas. Ketua dan sekertaris ini sebaiknya berganti-ganti pada setiap kali diskusi. untuk mencari informasi tambahan. Melakukan aktifitas pembelajaran individual di perpustakaan dengan menggunakan buku ajar. Mengklasifikasi jawaban atas pertanyan-pertanyaan diatas. tape atau video. yaitu dengan mengikuti 7 langkah penyelesaian masalah di bawah ini: 1.

dengan proses sama dengan diskusi tutorial. Pertemuan pertama dalam kelas besar dengan tatap muka satu arah untuk penjelasan dan tanya jawab.Penjelasan Bila dari hasil evaluasi laporan kelompok ternyata masih ada informasi yang diperlukan untuk sampai pada kesimpulan akhir. Pertemuan keempat: diskusi panel dan tanya pakar. Pada pertemuan pertama buku modul dibagikan. maka proses 6 bisa diulangi. analisa dan sintese dari semua informasi. Tujuan: untuk melaporkan informasi baru yang diperoleh dari pembelajaran mandiri dan melakukan klassifikasi. bisa diselesaikan 3 . diskusi mandiri digunakan untuk membuat laporan penyajian dan laporan tertulis. Anda belajar mandiri baik sendiri-sendiri. Tujuan: untuk melaporkan hasil analisa dan sintese informasi yang ditemukan untuk menyelesaikan masalah pada skenario. Bila informasi telah cukup. dan setelah informasi dirasa cukup maka laporan dilakukan dalam diskusi akhir. Diskusi mandiri bisa dilakukan berulang-ulang diluar jadwal. Tujuan : menjelaskan tentang modul dan cara menyelesaikan modul. Pembagian tugas 2. Diskusi mandiri. Pertemuan ketiga: diskusi tutorial 2 seperti pada tutorial 1. dan membagi kelompok diskusi. yang biasanya dilakukan dalam bentuk diskusi panel dimana semua pakar duduk bersama untuk memberikan penjelasan atas hal-hal yang masih belum jelas. mahasiswa dibagi menjadi kelompok-kelompok diskusi yang terdiri dari 15-17 orang tiap kelompok. serta difasilitasi oleh tutor Tujuan : * * * Memilih ketua dan sekretaris kelompok. Tujuan: untuk mencari informasi baru yang diperlukan. dan selanjutnya dilakukan lagi langkah 7. Brain-storming untuk proses 1 – 5. 4. Bila ada masalah yang belum jelas atau kesalahan persepsi. Kedua langkah diatas bisa diulang-ulang diluar kelompok tutorial. JADWAL KEGIATAN Sebelum dilakukan pertemuan antara kelompok mahasiswa dan tutor. 5. Pertemuan kedua : diskusi tutorial 1 dipimpin oleh mahasiswa yang terpilih menjadi ketua dan penulis kelompok. 3. 1.

2. slide. 8. 5. Laporan ditulis dalam bentuk laporan penyajian dan laporan lengkap. 6.oleh para pakar yang hadir pada pertemuan ini. Aktifitas pembelajaran individual diperpustakaan dengan menggunakan buku ajar. Semua mahasiswa wajib menyalin laporan dari kelompok dan mahasiswa lain untuk dipakai sebagai salah satu bahan ujian. Kuliah khusus dalam kelas. Laporan penyajian dibuat oleh kelompok dalam bentuk sesuai urutan yang tercantum pada buku kerja. Pertemuan terakhir: laporan kasus dilakukan dalam kelas besar oleh masing-masing mahasiswa. Semua laporan akan diperiksa dan dinilai oleh pakarnya masing-masing. Catatan : Laporan penyajian kelompok dan perorangan serta semua laporan kasus masing-masing diserahkan satu rangkap ke sistem melalui ketua kelompok. 4 . 3. STRATEGI PEMBELAJARAN 1. majalah. tape atau video dan internet. 6. 4. Masing-masing mahasiwa kemudian diberi tugas untuk menuliskan laporan tentang salah satu penyakit yang memberikan gambaran seperti pada skenario yang didiskusikan pada kelompoknya. Diskusi kelompok tanpa tutor. Diskusi kelompok difasilitasi oleh tutor. Latihan di Laboratorium keterampilan Klinik . Konsultasi pada pakar.

6th edition. Seri PPDG Penanggulangan Penderita Gawat Darurat/General Emergency Life Support (GELS). 2003. Dept. Advance Trauma Life Support Program for Doctors.. Textbook of Neonatal Resuscitation. Rahardjo. Kesehatan RI. diterjemahkan dalam Buku Panduan Resusitasi Neonatus.TIME TABLE I Pertemuan I (Penjelasan) II Pertemuan Mandiri (Brain Stroming) PERTEMUAN III IV V Kuliah Mandiri Tutorial I kosultasi PengumPraktikum pulan CSL informasi Analisa & sintese VI Tutorial II (Laporan & Diskusi) VII Pertemuan Terakhir (Laporan) BAHAN BACAAN DAN SUMBER-SUMBER LAIN 1. Perinasia. Dosen pengampu: 5 . Slide 4. Kelen. 2001. 1984. 2000. Stapczynski. JS. 5th edition. John (ed). Buku ajar dan Jurnal Amcan college of surgeons. American Academy iof Pediatrics. Kattwinkel. Sumber lain : vcd... Safar. Emergency Medicine. Eddy.. Hand out atau Diktat kuliah 3. Internet. Jakarta. Number. McGraw-Hill. Peter. Dept. volume 102. 4th ed. Materi Teknis Medis Standar (ABCDE). Edisi ke 4. Tape. 2000 2. dkk. Direktorat Jenderal Pelayanan Medik. Guidelines 2000 for Cardiopulmonary Resuscitation and Emergency Cardiovascular Care. August 22. Resusitasi Jantung Paru Otak. International ed. JE. 1997. Kesehatan RI. GD. (ed). Tintinalli. USA..

Muh. SpP Dr. Dr. Hisbullah. SpAnKIC Dr. Ahmad M. SpJP. IMS Murah Manoe. A. Orthopedi Bedah Anak Bedah Toraks Bedah Saraf B.B Dr. Abdul Wahab. SpAn Dr. A. Andi Lawang. Oeke Rieuwpassa. Digestif I. SpPD. Farid Nurmantu. SpFK 6 . Asadul Islam. Dr. SpBT Dr. Ramli. Halimah P. Plastik B. Husni Tanra. SpOG(K) Dr.D Prof. SpA(K) Dr. Arif. Ph. Dalam I. SpBS Prof. Nuralim Mallapasi. SpB. SpAnKIC Dr. Idrus A.KANTOR/FLEXI/RMH/HP 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 589777/590290/0816251597 589777/5023054/0811442733 589777/5013857/0816250127 589777/5063561/08164390974 589777/335927/08152545370 589777/5036567/08152542997 589777/085242178110 586010/0816254420 0811467020 0811418564 441540/0811442630 434433/08164384040 0811410297 08124221003 315415/0811414013 453453/0811416392 872049/5016967/0816278841 08124238285 864049/08124209947 318365/0816255343 081342660437 0811444920 453534 Prof. Dr. Paturusi.NO NAMA Prof. Syafruddin Gaus. P. Idham Jaya Ganda. Anak Radiologi Farmakologi TLP. Sp. P. SpRad Dr. SpAnKIC Dr. K.BO BAGIAN Anestesiologi Anestesiologi Anestesiologi Anestesiologi Anestesiologi Anestesiologi Anestesiologi B. P. Dalam Obgin I. Sp. A. Syafri K. Bachtiar Murtala. Urologi B. SpPD. Palinrungi. Ph. Erizal. FICS Dr. DR. SpS(K) Dr. Mata THT Neurologi I. SpBU Dr. SpBA. SpBP Dr. SpTHT Prof Dr. Arifin Limoa. SpM Dr. Ali Aspar Mappahiya. Qadar Punagi. Junus Patau.D. Syamsul Hilal Salam. SpAn Dr. SpAn Dr.KKV Dr..Dr.

Buku Kerja Mahasiswa MODUL KESADARAN MENURUN Semester Akhir Tahun Akademik 2012 – 2013 Diberikan Kepada Mahasiswa Semester VI Fakultas Kedokteran UNHAS KEGAWATDARURATAN DAN TRAUMATOLOGI FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS HASANUDDIN 2013 7 .

lemah. Ditemukan jejas pada daerah pelipis kanan. nadi 100 kali/menit. KASUS II Laki-laki 48 tahun dibawa ke Puskesmas dalam keadaan tidak sadar. KASUS KASUS I Perempuan 21 tahun dibawa ke Puskesmas dalam keadaan tidak sadar.KESADARAN MENURUN KEGAWATDARURATAN DAN TRAUMATOLOGI TUJUAN PEMBELAJARAN Setelah membaca modul ini mahasiswa diharapkan dapat mengerti dan menjelaskan bagaimana cara mengenal. Menurut keterangan keluarga yang mengantar. nadi radial tidak teraba. penderita tidak mengalami trauma. Setelah diletakkan di tempat tidur dan diperiksa. 8 . Muka kelihatan pucat. Setelah diletakkan di tempat tidur dan diperiksa. penderita tidak memberi respon dan tetap mendengkur dengan irama napas 40 kali/menit. dan mengambil tindakan yang cepat dan tepat pada penderita dengan kesadaran menurun. dan perut kiri bawah. bahu kanan. Dari beberapa orang yang mengantar tidak satupun yang tinggal dan dapat memberi keterangan tentang keadaan dan apa yang terjadi pada penderita tersebut. menilai. penderita tidak memberi respon dan tetap mendengkur dengan irama napas 32 kali/menit.

Buku Kerja Mahasiswa MODUL SESAK NAPAS Semester Akhir Tahun Akademik 2012– 2013 Diberikan Kepada Mahasiswa Semester VI Fakultas Kedokteran UNHAS KEGAWATDARURATAN DAN TRAUMATOLOGI FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS HASANUDDIN 2013 9 .

pucat dan kebiruan.SESAK NAPAS KEGAWATDARURATAN DAN TRAUMATOLOGI TUJUAN PEMBELAJARAN Setelah menyelesaikan menyelesaikan modul ini. 10 . Nadi teraba cepat dan lemah. Nadi teraba cepat dan lemah. KASUS KASUS 1 Seorang laki-laki usia 25 tahun dibawa ke Puskesmas dengan keluhan sesak napas penderita terlihat. pucat dan kebiruan. mahasiswa diharapkan mampu menjelaskan pengenalan dan prinsip penanganan penderita sesak napas akibat trauma maupun sesak nafas bukan karena trauma. KASUS 2 Seorang pempuan usia 4 tahun dibawa ke Puskesmas dengan keluhan sesak napas penderita terlihat. Penderita tidak batuk dan tidak demam.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful