DEFINISI PSIKOLOGI SOSIAL

Definisi Psikologi Sosial adalah 1. Sheriff & Muzfer (1956) : ilmu tentang pengalaman dan perilaku individu dalam kaitannya dengan situasi stimulus sosial 2. Krechm Cructhfield, dan Ballachey (1962) : Ilmu tentang peristiwa perilaku hubungan interpersonal (antarpribadi) 3. Watson (1966) : ilmu tentang interaksi manusia 4. Dewey dan Huber (1966) : studi tentang manusia individual ketika ia berinteraksi, biasanay secara simbolik, dengan lingkungannya. 5. Jones & Gerard (1967) : subdisiplin dari psikologi yang mengkhususkan diri pada studi ilmiah tentang perilaku individual sebagai stimulus sosial 6. McDavid & Harari (1968) : studi ilmiah tentang pengalaman dan perilaku individual dalam kaitannya dengan individu, kelompok, dan kebudayaan lain. 7. Shaw & Costanzo (1970) : ilmu pengetahuan yang mempelajari perilaku individual sebagai fungsi rangsang-rangsang sosial. 8. Baron & Byrne (1994) : adalah bidang ilmiah yang mencari pengertian tentang hakikat dan sebab-sebab dari perilaku dan pikiran-pikiran individu dalam situasi sosial. Tiga wilayah studi psikologi sosial (Shaw dan Costanzo, dalam Sarwono): 1. Studi tentang pengaruh sosial terhadap proses individual, misalnya studi tentang persepsi, motivasi, proses belajar, atribusi (sifat). 2. Studi tentang proses-proses individual bersama, seperti bahasa, sikap sosial, dsb. 3. Studi tentang interaksi kelompok, misalnya kepemimpinan, komunikasi, hubungan kekuasaan, konformitas, kerjasama, persaingan, peran, dsb. Michener dan Delamater (dalam Hudaniah): wilayah kajian psikologi: 1. Pengaruh individu terhadap orang lain 2. Pengaruh kelompok pada individu 3. Pengaruh individu terhadap kelompok/orang lain 4. Pengaruh satu kelompok terhadap kelompok lain Maya Fitria

Faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku sosial dapat dikategorikan dalam 5 faktor utama (Baron & Byrne, 1994): 1. Aksi (tindakan) dan karakteristik dari orang-orang lain 2. Proses kognitif dasar, proses yang mendasari pikiran, keyakinan, ide, dan penilaian tentang orang lain yang dimiliki individu 3. Variable-variabel ekologi (lingkungan) – pengaruh secara langsung ataupun tidak langsung dari lingkungan fisik 4. Konteks kebudayaan dimana perilaku sosial terjadi 5. Aspek biologis dari warisan sifat-sifat genetic yang relevan dengan perilaku sosial. Sejarah Psikologi Sosial Prakelahiran Psikologi lahir 1879 ditandai dengan didirikannya laboratorium psikologi yang pertama di dunia, di Leipzig oleh Willhem Wundt. Sebelum itu, bibit-bibit psikologi sosial sudah mulai tumbuh. Lazarus dan Steindhal pada tahun 1860 mempelajari bahasa, tradisi dan institusi masyarakat untuk menemukan “jiwa umat manusia” ( human mind) yang berbeda dari “jiwa individual”. Masa awal Dapat dirunut dari tulisan-tulisan filsuf abad 19-an yang menaruh perhatian pada relasi antara orang dengan masyarakatnya. Misal: Hegel, Compte, Spencer, Le Bon, dan Tarde. Edward Ross : menulis tentang mob mind, customs, fashion, public opinion, dan konflik sosial. William McDougall : insting sebagai determinan utama perilaku manusia

Hubungan Psikologi Sosial dengan Disiplin Ilmu lain

Psikologi evolusioner (evolutionary psychology) Manusia, seperti halnya makhluk lain, telah mengalami proses evolusi biologis dalam sejarah keberadaannya, dan hasil dari proses ini adalah manusia sekarang memiliki sejumlah besar mekanisme psikologis yang merupakan hasil evolusi (evolved psychological mechanism) yang membantu untuk tetap hidup atau mempertahankan keberadan atau eksistensi manusia ( survival). Tiga komponen dasar evolusi: • • • Variasi : Organisme berbeda dalam banyak hal Bawaan : Beberapa variasi dapat diturunkan Seleksi : Variasi yang bisa menyesuaikan diri dengan lingkungan meningkat jumlahnya dalam populasi

(Hudaniah, 2006) PENDEKATAN PSIKOLOGI SOSIAL Psikologi Sosial adalah kerangka ilmiah yang mencoba memahami asal usul dan sebabsebab perilaku dan pemikiran individu dalam situasi social. PENDEKATAN BIOLOGIS Perilaku, pilihan, reaksi emosi, dan bahkan sikap sampai batas ditentukan oleh factorfaktor biologis • • Naluri, insting Bawaan, genetic (inheritance)

PENDEKATAN BELAJAR : Perilaku ditentukan oleh apa yang telah dipelajari sebelumnya Pavlov : Operant conditioning: Skinner : Classical conditioning Albert Bandura --- Social Learning Theory Mekanisme Belajar: 1. Asosiasi, Classical Conditioning (Skinner) 2. Reinforcement (Pavlov) 3. Imitasi (Albert Bandura) -- bisa terjadi tanpa adanya reinforcement eksternal Ciri khusus pendekatan belajar:

Teori yang menggunakan pendekatan biologis, salah satunya: Maya Fitria

perhitungan untung rugi sebuah tindakan 1. • . 3. PENDEKATAN KOGNITIF Perilaku ditentukan oleh persepsi/cara mengamati seseorang terhadap situasi sosial.- - sebab-sebab perilaku diduga terletak terutama pada pengalaman belajar individu di masa lampau pendekatan pendekatan belajar cenderung menempatkan perilaku terutama pada lingkungan eksternal dan tidak pada pengertian subjektif individu terhadap apa yang terjadi perilaku yang nyata/nampak  setelah ada pendekatan kognitif.avoidance Melibatkan perilaku yang berkaitan dengan insentif positif dan negative  mengabaikan peranan intelektualitas. Salah satu pendekatan insentif dalam psikologi sosial adalah dengan: Analisis Konflik: membahas konflik antara dua kemungkinan perilaku  apakah perilaku itu bersifat positif atau negative  sejauh mana nilai positif atau negatifnya K o n f l i k: o Approach .approach Melibatkan dua perilaku yang masing-masing berkaitan dengan insentif positif o Avoidance – avoidance Maya Fitria Memusatkan diri pada keuntungan dan kerugian relatif yang diperoleh kedua belah pihak yang berkepentingan dari berbagai kemungkinan tindakan yang disepakati. dan proses perceptual yang kompleks PENDEKATAN INSENTIF Perilaku adalah sesuatu yang ditentukan oleh insentif yang tersedia bagi bermacammacam tindakan Pendekatan insentif percaya bahwa orang bertindak untuk memperbesar keuntungan dan memperkecil kerugian Tiga versi pendekatan insentif: Yang termasuk dalam Rational decision-making theory -. Exchange Theory (Teori Pertukaran) • Menganalisis interaksi interpersonal sebagai rangkaian keputusan rasional yang dibuat orang. pikiran. Need Theory (Teori Pemuasan Kebutuhan) Bahwa individu memiliki kebutuhan atau motif spesifik tertentu dan berperilaku sedemikian rupa untuk memuaskan kebutuhan itu. Expectancy-value theory: bahwa keputusan diambil atas dasar: • • nilai dari berbagai kemungkinan keputusan derajat ekspektasi (dugaan) tentang akibat yang akan ditimbulkan oleh setiap keputusan 2. muncul pendekatan belajar-kognitif Melibatkan dua alternative yang sama-sama negatif o Approach .

dekat.teori kognitif memusatkan diri pada interpretasi dan organisasi perceptual mengenai keadaan sekarang. dkk) Berkaitan dengan bagaimana kita menginterpretasikan kausalitas.Secara spontan dan otomatis. dan keyakinannya tentang situasi sosial ke dalam bentuk yang sederhana dan bermakna Ketika seseorang mengindera suatu objek. Disonansi kognitif: sebuah keadaan internal yang tidak menyenangkan. evaluasi. Bagaimana seseorang memproses informasi sosial mengenai orang lain. dan mengkategorisasikan orang lain KOGNISI SOSIAL Analisa terhadap bagaimana seseorang menilai perilaku orang lain. SOCIAL COGNITION MEMAHAMI INFORMASI SOSIAL KOGNISI SOSIAL : suatu proses yang melibatkan persepsi. unik. tidak bersuara. jauh. ---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------Trend Pendekatan Psikologi Sosial saat ini: Pendekatan kognitif Pendekatan belajar kognitif Pendekatan multikulturalisme Pendekatan biologis: peran faktor biologis dan evolusi Prinsip-prinsip dasar dalam kategorisasi persepsi: 1. dan pengalaman masa lalu. usaha memahami alasan-alasan di balik perilaku seseorang – mengapa seseorang berperilaku tertentu pada situasi tertentu. bukan masa lalu . bersuara. Persepsi tentang mana figure (sesuatu yang terlihat lebih mencolok) dan mana ground (latar belakang) Biasanya. tidak bergerak. Cognitive dissonance theory (Leon Festinger) Berkaitan dengan bagaimana seseorang mengubah dan menyusun kembali pandangan-pandangannya mengenai dunia sehingga nampak konsisten. Maya Fitria . 2. 2. bukan pada realitas situasinya sendiri. umum. bergerak. kedekatan (closure). pikiran. Ground  rangsangan yang lembut. Beberapa teori kognitif yang penting: 1. tidak menarik. 1. Kecenderungan mengelompokkan objek berdasar beberapa prinsip sederhana seperti: kesamaan (similarity). Attribution theory (Harold Kelley. Perbedaan teori kognitif dengan teori belajar: . Bagaimana seseorang membuat atribusi Analisa – kesesatan/bias dan kesalahan umum pada cara orang memroses informasi sosial dan proses atribusi serta kesesatan/bias umum terjadi dalam atribusi.teori kognitif mencari sebab-sebab perilaku pada persepsi atau interpretasi individu terhadap situasi. figure  rangsangan yang berwarna. orang mengorganisasikan persepsi. ada kecenderungan untuk mengelompokkan dan mengkategorisasikan objek secara spontan. merupakan hasil ketika individu menyadari ketidakkonsistenan antara dua atau lebih sikap mereka atau antara sikap dan tingkah laku mereka.

orang itu hangat (warm)  identik dengan sifat-sifat seperti supel.harapan normative mengenai apa yang akan atau seharusnya terjadi Person schemas  Implicit personality theories: kategorisasi karakter/kepribadian yang mengandung sekelompok cirri-ciri sifat yang secara awam (common sense) digunakan oleh orang.Self schemas : berisi informasi tentang karakteristik yang dimiliki diri sendiri . misal ras. dsb. seseorang cenderung spontan. Stages in cognitive processing . Kenapa kategorisasi? Lebih mudah dan efisien daripada memahami atribut/ciri-ciri sifat orang lain. menyediakan sebuah kerangka untuk mengevaluasi informasi. pekerjaan.attention (ada perhatian)  contrast effect—sesuatu yang kontras akan lebih menarik perhatian . ras. memahami seoptimal mungkin dengan menggunakan kapasitas mental kita yang terbatas (making the best of our limited mental capacities ) dengan menggunakan schemas untuk mempermudah mengkategorisasikan dan memahami sekitarnya. Misal : . Schema yang ada pada memory seseorang terdiri atas: . tidak sombong. Gejala ini disebut sebagai: Cognitive misers: kecenderungan seseorang untuk ‘hemat’/’pelit’/’malas’ dalam berfikir. sulit diajak kerjasama.orang itu kaku/dingin (cold)  kesimpulan “kaku” identik dengan seperangkat sifat-sifat misal arogan.PEMROSESAN INFORMASI SOSIAL Dalam memproses informasi sosial yang datang setiap saat. kurang bisa beradaptasi dengan lingkungan dan sebagainya. Dikatakan sebagai teori kepribadian yang implicit atau common sense karena teori kepribadian yang sebenarnya dalam ilmu psikologi tidak membagi kepribadian seseorang sesederhana dua kutub tersebut. dan sebagainya.person schema : berisi informasi tentang tipikal orang dan berguna untuk mengkategorisasikan orang lain dan ingatan perilaku orang lain yang relevan dengan schema (others’schema-relevant behavior) dan berisi prototype (sejumlah ciri-ciri tentang seseorang yang dihubungkan dengan keanggotaannya dalam suatu kelompok/kategori Maya Fitria - role schemas : skema yang berisi konsep tentang norma-norma dan perilaku yang cocok atau pantas bagi orang-orang tertentu dari berbagai kategorisasi sosial/posisi/status.  membantu memahami dan mengingat beberapa kejadian. keanggotaan kelompok. dan melakukan kesimpulan-kesimpulan instant. penampilan. .membantu informasi yang tercecer . Kategorisasi atau pengelompokkan orang biasanya berdasarkan pada karakteristik yang menonjol seperti jenis kelamin. mengarahkan perhatian pada informasi yang relevan. pekerjaan atau perilaku. usia. Ada banyak tipe kepribadian dan cirri-ciri sifat yang menyertainya. ramah. – melibatkan harapan peran event schemas or scripts : berisi pengetahuan tentang tipe urutan kejadian atau situasi sosial. tidak supel.kecepatan pemrosesan . Schemas : bagan/gambaran tentang sesuatu/seseorang yang digunakan untuk proses kategorisasi. tidak berfikir panjang. gender. Keuntungan schemas .membantu ingatan .encoding (memasukkan dalam memori di otak) . dan menyediakan kategori-ketegori untuk menyimpan informasi (memory). banyak teman. usia.

akan terjadi cognitive overload: terlalu berlimpahnya stimuli perceptual (stimulus yang mengenai indera manusia) yang menerpa kita seharihari sehingga seaakan-akan terasa dibombardir. Kelley  teori untuk menjawab “mengapa?” dalam perilaku seseorang Ada tiga hal yang dapat menjadi patokan: consensus : derajat kesamaan reaksi orang lain terhadap stimulus atau peristiwa tertentu dengan orang yang sedang diobservasi .Availability heuristics : untuk meramalkan seberapa sering. Teori Atribusi Kausal. kemungkinan2 sesuatu terjadi . Misal: gambaran umum dan awam tentang orang Arab. efek tidak umum yang membedakan Tindakan yang tingkat harapan sosial (social desirability)nya rendah 2. Halo effect: kesan umum bahwa seseorang itu bagus atau jelek. Mahasiswa soshum. keyakinan masyarakat tentang komunisme. Jones dan Davis  sebuah teori yang menggambarkan bagaimana kita menggunakan informasi tentang perilaku seseorang sebagai dasar untuk menyimpulkan bahwa orang tersebut mempunyai sekumpulan sifat-sifat atau trait tertentu  memusatkan diri pada perilaku yang paling informatif perilaku yang dipilih secara bebas. dsb. 1.- retrieval (mengeluarkan dari memori)  priming effect (skema yang barusan dipakai akan lebih accessible daripada yang tidak) 3. Tipe-tipe strategi heuristics: . 4. Maya Fitria ATRIBUSI Proses/usaha untuk mengidentifikasi penyebab-penyebab perilaku orang lain dan untuk kemudian mengerti tentang sifat-sifat trait yang menetap dan disposisinya. konkrit. pengalaman-pengalaman personal. bukan disebabkan oleh kondisi tertentu memperhatikan uncommon effect. Central traits (ciri-ciri sifat yang sentral) : sekumpulan ciri sifat yang penting dalam menentukan reaksi seseorang terhadap orang yang lain. HEURIS TICS : MENTAL SHORTCUT Pemrosesan informasi sosial dengan menggunakan skema. daripada berdasarkan data statistik maupun penelitian ilmiah.  kalau tidak. seberapa byk. Madura.Anchoring heuristics : menggunakan peristiwa lain yang relatif sama sebagai frame of reference Kerugian-kerugian menggunakan heuristics: biases and errors: 1. Teori Korespondensi Inferensial (correspondence inference). Generalization fallacies (kesalahan generalisasi) : kecendurangan untuk terlalu dipengaruhi oleh gambaran umum. Belief perseverance (kekerasan hati pada keyakinan sendiri) : kecenderungan untuk terlalu keras memegang prinsip/keyakinan diri meskipun keyakinan tersebut sudah dikonfirmasi dengan logika-logika yang lain.Representativeness heuristics : mencocokkan prototype . Mempersingkat atau memotong proses mental menjadi lebih pendek dan merupakan strategi yang digunakan orang untuk keluar dari lingkungan yang kompleks. 2. Misal.

- konsistensi : derajat kesamaan reaksi seseorang terhadap suatu stimulus atau suatu peristiwa yang sama pada waktu yang berbeda distingsi : derajat perbedaan reaksi seseorang terhadap berbagai stiumulus atau peristiwa yang berbeda-beda CONTOH ATRIBUSI KAUSAL DARI KELLEY 2. Maya Fitria . dan bahasa tubuh (body language)  manusia cenderung menampilkan perilaku yang berbeda-beda berdasarkan berbagai keadaan emosional yang berbeda-beda. kontak mata. PERSEPSI SOSIAL (SOCIAL PERCEPTION) SOCIAL PERCEPTION Suatu proses yang digunakan untuk mencoba memahami orang lain melalui proses-proses penginderaan. Bahasan utamanya: Komunikasi Nonverbal Komunikasi Nonverbal: Komunikasi antarindividu tanpa melibatkan isi bahasa lisan. namun mengandalkan bahasa-bahasa nonlisan melalui ekspresi wajah.

karakter yang hangat dan simpatik  cenderung lebih persegi pergerakan tubuh/postur dalam skala besar  info penting tentang keadaan emosi dan sifat seseorang emblem : gerakan tubuh yang menyiratkan makna khusus menurut budaya tertentu . terkejut. emosi. obat-obatan  dapat mempengaruhi cara berfikir dan bertindak Nonverbal cues/tanda-tanda nonverbal  irrepressible. keterbukaan terhadap pengalaman baru (CHAPLIN. umumnya ekspresi wajah membutuhkan lebih sedikit “penerjemahan” daripada bahasa lisan Eye contact intensitas tinggi  interpretasi: bentuk rasa suka. suhu. kekerasan  ekstroversi.foto ekspresi takut & bacaan yang mensugestikan orang tsb marah  ekspresi marah Maya Fitria Touching Jabat tangan Durasi. 1973) staring  sinyal kemarahan. penyakit. kebrutalan (Bushman. 1995) body movement & posture Facial expression penelitian: 1. bahagia. sedih.karakter yang berbahaya dan mengancam  condong lebih diagonal/menyudut . Ekspresi wajah dan suasana hati dan perasaan  6 emosi dasar yang terlihat jelas dalam ekspresi wajah: marah. Universalitas ekspresi wajah  tidak secara penuh berlaku universal. kelelahan (fatigue). rasa positif lain (Carlsmith.Perubahan mood. keeratan. kekuatan. agreeableness.bukti lain: ekspresi wajah dan latar belakang situasi yang tidak konsisten  ekspresi wajah lebih akurat  hanya saja. fairness. 2000) gerakan bertubi-tubi  ketegangan emosional tarian balet: . ada perbedaan budaya dan kontekstual dalam mengartikan ekspresi wajah . takut. tidak dapat ditekan facial expression (ekspresi wajah) eye contact (kontak mata) body movement (gerak tubuh) posture (sikap badan) touching (perabaan) . jijik 2.

evaluasi diri . Kesalahan mengukur konsensus Harga diri DIRI SOSIAL (THE SOCIAL SELF) Social Self . Reaksi ini muncul di wajah segera setelah hadirnya kondisi emosi tertentu yang sulit disembunyikan INTERCHANNEL DISCREPANCIES Ketidaksesuaian antar saluran. bentuk inkonsistensi antarpetunjuk nonverbal dari berbagai saluran komunikasi yang berbeda. Social comparison.memperbaiki diri .- Mempengaruhi first impression (kesan pertama) Emotional contagion Penularan emosi lewat ekspresi-ekspresi nonverbal EKSPRESI MIKRO (microexpression) Perubahan ekspresi wajah yang berlangsung hanya sepersekian detik. dimana seseorang kesulitan mengontrol semua saluran komunikasi pada saat yang bersamaan sekaligus Konsep diri: keyakinan yang dimiliki indiidu tentang atribut (cirri-ciri sifat) yang dimilikinya  melalui pengalaman / interaksi dengan orang lain  salah satunya dengan menemukan apa yang orang lain pikirkan tentang kita  reflected appraisal Menilai diri dengan bercermin pada bagaimana orang lain menilai diri  looking-glass self (Charles Hurton Cooley)  significant others 2. dengan orang/kelompok yang relatif mempunyai kesamaan  lateral comparison (perbandingan setara)  related-attributes hypothesis Cara? 1. Interaksi sosial dan konsep diri Maya Fitria .self enhancing Dengan siapa membandingkan ?  similarity hypothesis.konsep diri timbul dari interaksi dengan orang lain .perbandingan diri untuk mengealuasi 1. Leon Festinger Ketika seseorang merasa tidak pasti mengenai kemampuan/pendapatnya. Down-ward comparison 2. info objektif tidak ada  mengealukasi diri melalui perbandingan dengan orang lain  Bagaimana perbandingan dilakukan?  kapan perbandingan dilakukan?  mempengaruhi ealuasi Motif membandingkan : .harga diri terbentuk dan mempengaruhi perilaku sosial .

self-evaluation maintenance model . ragawi .Self consistency theory vs self-enhancement theory o self-consistency theory biasanya orang lebih memilih informasi sosial yang memberikan konfirmasi mengenai konsep diri mereka. Willliam James The Known self (sense of me) : karakteristik yang kita yakini kita punyai.karakteristik yang seharusnya dipunyai misal berkaitan dengan tugas.Self-serving biases (ego defense biases) : kecenderungan seseorang untuk menafsirkan informasi yang dapat mendukung image diri yang positif (positive self-image). Gagal – faktor luar. SELF ESTEEM  the evaluative part of self concept.karakteristik yang menurut orang lain seharusnya kita punyai (ought selfothers)   self-guides Teori yang berhubungan dengan peningkatan harga diri: . orang dengan self esteem rendah lebih nyaman dengan feedback negative mengenai dirinya o self-enhancement theory sebaliknya. dan akurat. perasaan. Self awareness Private self awareness : ketika perhatian difokuskan pada aspek-aspek pribadi yang relatif tidak nampak oleh orang lain. . dan kewajiban pada orang lain (ought self) .  the self as an object of relfection .reflection  pointing out the outstanding accomplishment of others with whom they are associated in some way . tubuh. sukses – faktor internal Memelihara self esteem . persepsi. misal penampilan. diagnostic.social self : the ‘me’ yang orang lain tahu Self-schemas Skema adalah generalisasi kognitif yang mengorganisasi dan memberikan guide bagi seseorang untuk memproses informasi. komponen evaluatif dari konsep diri  evaluasi +/D. cirri-ciri sifat. bagian evaluasi dari konsep diri William james : self esteem : ratio antara kesuksekan diri dan aspirasi diri Self dicrepancies differences between one’s self concept and self guides Self concept yang kita deskripsikan sekarang itu adalah yang actual self concept Maya Fitria Tapi ada beberapa konsep self yang bisa digambarkan sebagai berikut: . Public self awareness : ketika perhatian diarahkan pada aspek-aspek DIRI yang dapat nampak oleh orang lain.karakteristik/diri yang diharapkan oleh important others misal orang tua dapat kita capai (ideal self-others) . terutama informasi yang dapat dipercaya. tanggung jawab. persepsi sosial . aksi sosial. teori ini berpendapat bahwa orang biasanya mencari informasi yang dapat meningkatkan konsep diri mereka. sikap.the self yang kita harapkan/cita-citakan (ideal self) . HARGA DIRI.spiritual self : kepribadian.comparison  downward comparison. nilai. upward comparison . misal suasana hati. Dari perspektif ini. Self bertindak sebagai sebuah skema untuk memproses informasi yang relevan dengan self. (schemas are cognitive generalizations that organize and guide the mental processing of information.material self : kepemilikan fisik.

memaksakan peran dan identitas pada orang lain.supplification.aligning actions. Katz & Stotland 1959. Rajecki 1982 : sikap mempunyai tiga komponen penting yaitu: .SELF PRESENTATION.penampilan muka (proper front) .mystification : pemeliharaan jarak sosail tertentu antara aktor dan orang lain Strategi presentasi diri: . menakut-nakuti .cognition (kognisi)  the ABC component model of attitudes Bagaimana sikap dibentuk? . Mungkin ini gila tapi… (untuk mengurangi tanggung jawab) . PENGARUH SOSIAL (SOCIAL INFLUENCE) SIKAP DAN PERSUASI (ATTITUDE AND PERSUASION) SIKAP Attitude (sikap) adalah Thurstone : evaluasi psikologis terhadap suatu objek tertentu yang mengarah pada positif atau negatif Fishbein & Ajzen : predisposisi (kecenderungan) yang dipelajari untuk merespon secara konsisten dalam cara tertentu berkenaan dengan objek tertentu.self promotion: supaya terlihat kompeten .mewujudkan idealisasi harapan orang lain tentang perannya .affect (afeksi)  perasaan positif (favorable) & perasaan negative (unfavorable) .Learning by observing others.intimidation. PRESENTASI DIRI  MANAJEMEN KESAN (Impression management): suatu proses dimana seseorang menyeleksi dan mengontrol perilaku mereka sesuai dengan situasi dimana perilaku itu dihadirkan serta memproyeksikan pada orang lain suatu image yang diinginkan . permohonan.impression construction : memilih image tertentu dimana seseorang ingin dicitrakan kemudian dia menciptakan dan mengkreasikan penampilannya sesuai dengan image yang diinginkan Goffman. Maya Fitria DEINDIVIDUASI Fenomena ‘hilangnya’ identitas individu karena melebur dalam satu kelompok atau kerumunan. kesan baik) o menciptakan atau mengukuhkan identitas diri) .exemplification. 3.Learning through reward: Instrumental conditioning. memperlihtkan kelemahan untuk mendapatkan simpati/pertolongan . perasaan. hambatan diri . mendifinisikan perilaku yang nampaknya diragukan karena sebenarnya bertentangan dengan norma budaya. memberi contoh . sikap dipelajari melalui observasi/pengamatan terhadap orang lain .altercasting. sikap dipelajari melalui reward (hadiah) . Saya tahu kamu bisa lebih baik dari ini.behavioral tendencies (kecenderungan perilaku) .keterlibatan dalam perannya . bagaimana mengelola kesan secara baik: .impression motivation o imbalan materi/sosial o meningkatkan harga diri (pujian.ingratiation : menjilat .self-handicapping.

Other measurement technique  observasi nonverbal  kontraksi facial muscles pakai electromyography (EMG) Karakteristik sikap : . kebebasan. sikap dipelajari melalui pengalaman langsung Observing our own behavior.social adjustment . kepribadian yang kemudian berinteraksi dengan faktor-faktor lingkungan kemudian menghasilkan perilaku. sikap dipelajari melalui pengamatan terhadap perilaku diri sendiri . nilai.understanding . keberanian.sikap yang dibentuk oleh pengalaman langsung lebih besar kemungkinan dan konsistensinya untuk menjadi perilaku .sikap disimpulkan dari cara-cara individu bertingkah laku . Sikap mengarah pada satu objek memberikan satu alasan untuk berperilaku mengarah pada satu objek itu dengan suatu cara tertentu Fungsi sikap: .ego defense . ketaatan Value (nilai) lebih umum dari sikap. Orang dapat mempunyai ribuan sikap tapi hanya punya beberapa nilai saja. Martin Fishbein and Icek Ajzen (1980): Prediksi sikap dan perilaku  Hubungan antara keyakinan (beliefs). sikap (attitude).- Learning through association : classical conditioning.sikap mempengaruhi perilaku.sikap dipelajari .sikap ditujukan mengarah pada objek psikologis atau kategori.Self-report measures  misal skala likert: 5 atau 7 kategori skala : sangat tidak setuju  sangat setuju Maya Fitria SIKAP DAN PERILAKU Kurt Lewin  B = f (P. nilai tidak memiliki objek tertentu. dan perilaku (behavior) .E) B : Behavior (perilaku) P : Person (orang) E : Environment (lingkungan) Attitude merupakan komponen dari P (orang) berinteraksi dengan karakterisitik personal yang lain misal motif. Tidak semua sikap dapat selalu memunculkan perilaku  . kesucian.sikap yang ada vested interest-nya (kepentingan) berkaitan dengan objek tertentu Theory of Planned Behavior. sikap dipelajari melalui asosiasi Learning by direct experience. pemenuhan hak pribadi o instrumental values : kejujuran. PENGUKURAN SIKAP .expressing values o terminal values : keadilan. dalam hal ini skema yang dimilii orang menentukan bagaimana mereka mengkategorisasikan target object dimana sikap diarahkan .

PROSES KOMUNIKASI PERSUASIF.individunya  o aktif o konsisten o self monitoring rendah o tinggi kebutuhan kognisinya SIKAP DAPAT DIUBAH?  dengan komunikasi persuasive Kelmann (1985) : proses perubahan sikap  Maya Fitria . menjaga hubungan dengan kelompok dengan cara mengikuti perilaku/sikap kelompok internalization : intrinsically rewarding and congruent with one’s value system.- compliance : kepatuhan terjadi ketika seseorang menerima pengaruh karena berharap mendapat reaksi yang positif/ favorable dari orang/kelompok yang berkuasa identification : karena konformitas. tergantung pada beberapa komponen berikut: Sikap akan memprediksi perilaku dengan ketepatan tinggi bila: . sesuai dengan sistem nilai pribadi sehingga sikap menjadi terinternalisasi di dalam diri seseorang.sikap  o cognitively accessible o berdasarkan pengalaman langsung o bagian dari seperangkat sikap yang sudah stabil .

presiden.de facto selective exposure (selective message that support the existing opinion) .Expert Power : kekuasaan berdasarkan pengetahuan/keahlian tertentu yang dipunyai seseorang . atau kedudukan.Informational Power : kekuasaan yang ada pada seseorang yang mempunyai informasi (yang orang lain tidak punya).the latitude of acceptance (rentang penerimaan)  pesan-pesan yang relevan pada audience lebih mudah diterima .power (kekuasaan) : pesan yang disampaikan oleh narasumber yang mempunyai ‘kekuasaan’ lebih mengena diterima oleh audience MESSAGE .the “sidedness” of a message (tergantung audience-nya)  keberpihakan pesan . misal waktu soeharto diturunkan dari kepresidenan .Legitimate Power : kekuasaan berdasarkan peran/kedudukan tertentu yang sah/legitimate.channel factors Maya Fitria CHANNEL FACTORS :Audio visual BAGAIMANA MEMPENGARUHI ORANG LAIN? BAGAIMANA MENGUBAH PERILAKU ORANG LAIN? SOCIAL POWER : kapasitas/kemampuan seseorang untuk mempengaruhi orang lain DASAR-DASAR KEKUASAAN SOSIAL (SOCIAL POWER): . misal dalam lobby-lobby politik .Coercive Power : kemampuan untuk memaksa orang lain untuk merubah perilaku dengan ancaman atau hukuman.Reward Power : kekuasaan didapat dengan memberikan imbalan positif (positive reinforcement).personality factors . misal dekan.Referent Power : kekuasaan berdasarkan derajat rasa suka atau dipuja atau juga rasa hormat orang/masyarakat.ordering of messages. dosen ketika di kelas.changing attitude in natural setting  dengan pengalaman langsung pada situasi yang alami. termasuk kesamaan dengan penonton (similarity to audience) dan keahlian (expertise) narasumber the boomerang effect : narasumber yang kurang disukai justru membuat orang merubah sikap menjadi oposisi dari yang diharapkan .age . misal uang.attractiveness (menarik). . pesan tidak sampai karena kredibilitas narasumber kurang . misal seorang professor. dsb. .SOURCE .kredibilitas the sleeper effect: kurangnya kredibilitas  forgotten message. misal pemanfaatan artis dalam kampanye politik atau lingkungan . pujian. misal saksi dalam persidangan dapat mempengaruhi hakim karena informasi yang dimilikinya mengenai kejahatan terdakwa.drawing a conclusion (tergantung audience-nya)  kesimpulan di akhir pesan . saksi ahli ( expert witness) dalam persidangan . Contoh lain adalah media massa. penataan urutan pesan o primacy effect  pesan yang datang pertama kali lebih ‘nyantol’ di ingatan audience o recency effect  pesan yang datang terakhir kali juga lebih mudah masuk pada ingatan audience bila pesan-pesan sebelumnya cukup banyak (‘digebrak’ di akhir) KARAKTERISTIK AUDIENCE . audience sleep on the message. sikap lebih mudah diubah .

Ya Tidak Membutuhkan kemampuan pengawasaan. Caranya individu melibatkan diri dalam persahabatan. untuk penjagaan. Sebuah teknik untuk menciptakan kepatuhan dimana seseorang mulai menawarkan sesuatu yang menarik. Prosedur untuk menciptakan kepatuhan dimana peminta memulai dari sebuah permintaan kecil. namun hubungan baik ini menciptakan perasaan untuk tidak diprotes/komplein. keterbatasan dihormati dibanding tipe lain Beberapa Teknik Dasar Proses Psikologi dalam Menciptakan Kepatuhan Nama Teknik Reciprocity (balas budi) Guilt (rasa bersalah) Bait and Switch Tactic Door in the Face Technique Foot in the Door Technique Foot in the Mouth Technique Ingratiation Arti Berbuat baik karena telah menerima perbuatan baik dari orang lain Berbuat baik karena merasa bersalah Sebuah teknik untuk menciptakan kepatuhan dimana beberapa aitem yang ditawarkan untuk dijual sudah habis atau mengatakan berkualitas rendah. apabila permintaan itu tidak dipenuhi kemudian meminta yang jauh lebih kecil. Prosedur untuk menciptakan kepatuhan dimana peminta memulai dari sebuah permintaan yang besar. setelah hubungan baik terjadi barulah strategi menciptakan kepatuhan itu dilaksanakan. kadang menciptakan justru mengarah ancaman pada ketidaksukaan Posisi. kesukaan atau hobi. sekalipun diremehkan & tidak memberikan manfaat.TIPE KEKUASAAN SOSIAL Coercive Power Legitimate Power Reward Power Expert Power Informational Power Referent Power Maya Fitria TIPE KEKUASAAN SOSIAL DAN DAMPAKNYA SUMBER TINGKAT TINGKAT KETERBATASAN KEPATUHAN PENERIMAAN PRIBADI Kekuatan. peran Ya Mungkin Hanya mempengaruhi perilaku yang relevant dg peran/posisi tsb Akses Ya Tidak Tergantung terhadap pengawasan dan imbalan positif akses thd imbalan Pengetahuan/ Ya Ya Hanya ilmu yg tidak mempengaruhi pd dipunyai orang perilaku yg relevan lain dg keahlian Informasi yg Ya Mungkin Kekuasaan tidak dipunyai terkurangi bila orang lain informasi sudah disebarkan Disukai. Kemudian menawarkan aitem lain yang harganya lebih mahal atau overstock. Menciptakan kepatuhan dengan taktik menjalin persahabatan atau kesukaan/hobi. beberapa aturan baru Lowball Procedure . Prosedur untuk menciptakan kepatuhan dimana individu membangun hubungan baik dengan target person. namun begitu target person tertarik atau menerima tawaran. Ya Ya Lebih sedikit dipuja. apabila permintan itu dipenuhi kemudian meminta lain yang lebih besar dan seterusnya hingga tujuan tercapai.

KONFORMITAS Usaha aktif untuk menolak/kontradiksi terhadap tekanan kelompok dan berperilaku oposisi atau berlawanan dengan perilaku kelompok KONFORMITAS Adalah penerimaan terhadap tekanan kelompok. dan dihargai oleh masyarakat • Informational: bukti-bukti nyata yang terjadi Dua macam pengetahuan tersebut menghasilkan dua pengaruh. pengalaman pribadi.That’s-Not-All Technique Deadline Technique Pique Technique Playing Hard to Get dikenakan. Atau bentuk-bentuk “sale” dengan waktu terbatas. yaitu: • Normative social influence : perubahan perilaku seseorang dalam rangka mendapatkan penerimaan dan restu/persetujuan/approval dari orang lain/kelompok. INDEPENDENCE Perilaku yang mengabaikan tekanan dan norma kelompok ANTI KONFORMITAS Maya Fitria MENGAPA KONFORMITAS MUNCUL? Setiap orang mempunyai dua macam informasi : . misal cara melakukan ritual keagamaan. Contoh iklan mobil harga murah. ketika seseorang berperilaku lain atau menjadi deviant akan mengakibatkan penolakan kelompok. misal cara berpakaian. bahkan ‘hanya’ pada masalah penampilan luar saja. Usaha untuk memperoleh kepatuhan dengan cara memberikan pengaruh/sugesti bahwa target person adalah orang yang istimewa dan sulit didapat dalam konteks penawaran. Sebuah teknik untuk menciptakan kepatuhan dimana target person “diangkat” bahwa waktu “beliau” sangat terbatas dan untuk itu ditawarkan berbagai alternatif yang diinginkan. Misal dalam demo. aturan berpakaian • ]Informational social influence: perubahan perilaku seseorang agar menjadi lebih akurat dan benar/correct berdasarkan informasi mengenai hal-hal yang berkembang di masyarakat. misal trend melakukan demo/isu demo. seseorang akan mendapatkan dua macam informasi: • Normative : informasi mengenai perilaku yang diharapkan. Sebuah teknik untuk menciptakan kepatuhan dimana seseorang mulai menawarkan sesuatu yang menarik dengan keuntungan tambahan.KEPRIBADIAN DAN KONFORMITAS . FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KONFORMITAS . diterima.social information : pengetahuan yang disuplai lingkungan sosial.personal information: realitas fisik. dalam hal fashion. Individu merasakan adanya tekanan untuk menyesuaikan diri dalam kelompok/kerumunan dan ada penerimaan kelompok bila berperilaku sebagaimana diharapkan kelompok. sebelum mereka komplain/mengeluh atau menarik diri atau menolak tawaran yang diajukan. Dengan mengamati lingkungan. trend fashion. dsb. pengetahuan mengenai kehidupan dan perilaku diri sendiri. trend isu global warming Pada kelompok-kelompok masyarakat yang sangat kohesif/padu. . Sebuah teknik untuk menciptakan kepatuhan dengan memusatkan pada usaha untuk mendapatkan perhatian dari target person dan juga upaya prevensi dari penolakan otomatis. berperilaku sesuai norma kelompok yang kontras dengan pilihan pribadi seseorang.

Freud. konformitas terhadap norma identitas kelompok sbg yang diciptakan oleh sesama tahanan kelompoknya Penularan Perilaku (Behavior contagion) : kesadaran diri yang berkurang dapat mengakibatkan seseorang merasa lebih bebas melakukan sesuatu yang sebelumnya (karena norma) tidak dapat dilakukan. perilaku yang dilakukan semata-mata untuk menolong/mengikuti kehendak pihak otoritas 1.- Hasil penelitian: individu yang cenderung mudah melakukan konformitas adalah individu yang konsep dirinya negatif ( negative self concept). . memegang teguh pendirian yang logis bagi mereka meskipun bukan pandangan yang popular pada masanya dan komunitasnya. orang-orang yang selalu mempertimbangkan identitas sosial dan reaksi sosial. shared responsibility Penjaga: seragam. operasi mekanik 3. rambut tertutup. Routinization Perilaku berubah bentuk menjadi rutinitas. Bertambahnya kemungkinan memancing situasi panas. Dehumanization Proses dimana kemanusiaan dan individualitas seseorang terampas SITUASI Anonimty. tidak kompromis. otoriter. memancing situasi panas. High arousal (getaran tinggi/mudah digerakkan) . teguh. dinamai dengan nomor tahanan. intelegensi rendah. immersion in group (‘tercelup’ dalam kelompok) Penjaga: tidak biasa. KONFORMITAS DAN KESADARAN DIRI (SELF AWARENESS) YANG BERKURANG Penelitian Penjara: EFEK PSIKOLOGIS Kesadaran diri publik berkurang (reduced public selfawareness) PERILAKU YG MUNCUL Disinhibition of negative behaviors (tidak ada halangan untuk melakukan perilaku negative) Berkurangnya perhatian dan pertimbangan mengenai celaan/ketidaksetujuan orang lain identitas kelompok sbg penjaga Tahanan: tidak biasa. Agentic state Ketika seseorang memandang diri mereka hanya sebagai agen dari pihak otoritas sehingga tanggung jawab berkurang 2. harga diri ( self esteem) rendah. orang dengan kesadaran diri publik tinggi (high public self awareness). Misal. lebih memperhatikan petunjukpetunjuk eksternal. Tahanan: jubah tahanan. Konformitas dan penularan perilaku (behavior contagion) mudah terjadi Dampak dari minoritas yang konsisten (the impact of a consistent minority): MINORITY INFLUENCE Minoritas yang konsisten. Maya Fitria Kesadaran diri privat berkurang (reduced private selfawareness) Kurang memperhatikan standar internal. Inhibited behavior (perilaku yg dihalangi norma)  menjadi disinhibited behavior (perilaku yang tak terhalangi norma) TEKANAN PEMEGANG OTORITAS (AUTHORITY PRESSURES) Authorization : sanksi yang diberikan pemegang otoritas membuat seseorang berkurang tanggung jawabnya. menamai diri “Petugas Koreksi”. Galileo. kepemimpinan rendah. kacamata hitam. para Nabi.

or hearing about it. menyeringai. misal agresi.Bagaimana seseorang belajar melakukan tindakan prososial? . kekerasan.orang sering merespon helpfully. SOCIAL RELATION HELPING BEHAVIOR Materi diskusi: Apa itu prosocial behavior? Bagaimana prosocial behavior terbentuk? .Apakah tindakan prososial dapat ditentukan oleh faktor biologis. Childhood socialization : sosialisasi waktu kanak-kanak 2.sharing   PERILAKU PROSOSIAL Maya Fitria . can activate thoughts related to other incidences of this behavior.  lebih lama menangisnya saat mendengar rekaman tangis bayi lain dari pada rekaman tangisannya sendiri. 9 detik. Sociobiology 1. a large number of social behaviors are partly determined by genetic factors 4.Perilaku prososial  perilaku yang ditujukan untuk membantu orang lain Altruism perilaku selfless (tanpa pamrih) yang bertujuan membantu orang lain Helping behavior  perilaku yang didesain untuk menolong orang lain LEARNING TO ACT PROSOCIALLY 1. pembunuhan. 3. to others who are in a clear and unambiguous distress state. .young children  1 tahun  try to comfort other people  18 bulan anak-anak mulai melakukan imitasi cara orang lain menangis.cooperation .sacrificing . Reinforcement from others 5.  Clark and Word (1972). Nilai PENDEKATAN BIOLOGI – is prosocial behavior biologically determined? .bystander intervention . 4.friendship . Priming effect : the process by which observing a particular kind of behavior. marting and clarks  18 jam  menangis saat mendengar bayi lain menangis. making similar behavior more likely.very young infants. keturunan misalnya? Behavior designed to help another individual .rescuing .charity . dkk (1985): identical twin  controversial and tidak dapat menjawab pertanyaan sepenuhnya. Anti social behavior: perilaku yang oleh masyarakat tidak diperkenankan untuk dilakukan. tertawa. in a rapid and impulsive manner. dsb . .helping .Rushton.altruism .

genetically based behaviors will be passes on to future generation if they increase the “genetic fitness” (reproductive success) Helping in emergency situation .Perilaku melukai dan maksud melukai .2.diffusion of responsibility dalam situasi darurat.g.Perilaku dan perasaan agresif Sebab-sebab agresi: 1. semakin banyak kehadiran penonton. Freedman dan Peplau (1991): . decide what to do and how to do it ( e.Perilaku agresif yang antisocial dan yang prososial . notice the event if yes if no no help given: unaware that help might be needed Agresi no help given: assume that no help needed Perilaku fisik atau lisan yang disengaja dengan maksud untuk menyakiti atau merugikan orang lain.audience inhibition effect orang merasa terhambat untuk menolong karena takut malu dan evaluasi negative dari penonton lain. semakin sedikit rasa tanggung jawab yang dirasakan oleh penonton .hostile aggression . factors that reduce inhibitions 2. Learned Habits 2. Jenis-jenis agresi: myers (1966) . decide whether he or she responsible for intervening if no if yes 4. interpret the event as an emergency if no if yes 3. implement action: help is given no help given: assume that someone else will help no help given: bystander doesn’t know what to do if no Maya Fitria .pluralistic ignorance penonton situasi darurat mungkin menginterpretasi situasi darurat sebagai situasi yang kurang/tidak darurat karena reaksi tenang penonton lain . direct or indirect help) if yes 5.instrumental aggression jenis-jenis agres. AGRESI Helping in emergency situation the intervention process 1. Internal Conditions 3.

4. penilaian. Kelompok teori bawaan atau bakat 2.NALURI * Psikoanalisis. dkk. seksualitas. sebal). pleasure prinsiple * K. yang selalu ingin dipenuhi. (1939) dan Miller (1941)  Agresi dipicu oleh frustrasi (frustasi: hambatan terhadap pencapaian suatu tujuan). Teori Frustasi-Agresi Baru o Burnstein dan Worchel (1962)  membedakan antara frustasi dan iritasi. crowding. norma sosial . Hal-hal yang dapat merangsang agresi . deprivasi kelompok 3. pemberian sifat-sifat (atribusi).BIOLOGI  proses faal dan teori genetika  proses tertentu di otak dan susunan syaraf pusat  hormon laki-laki (testosteron) -> pembawa sifat agresif  remaja pria. Teori Frustrasi-Agresi Klasik. .kondisi lingkungan  rasa sakit/tidak enak. jumlah testosteron menurun sejak umur 25 tahun  tikus agresif dan tidak agresif dikawinkan  50% agresif dan 50% tidak agresif Agresi dan teori lingkungan. jika suatu hambatan terhadap pencapaian tujuan dapat dimengerti alasannya o Berkowitz (1989)  frustasi yang menimbulkan emosi marah o Berkowitz (1972)  Deprivasi (kekurangan). Iritasi (gelisah.  pelampiasan dari perasaan frustasi 2. bukan destruktif . keadaan subjektif berupa perasaan kekurangan karena adanya kesenjangan antar harapan dan kenyataan  Deprivasi relatif : deprivasi yang memicu frustasi karena membandingkan dengan orang lain atau karena membandingkan dengan harapan sendiri  lain dengan deprivasi absolut. khususnya pada bagian dari kepribadian yang disebut Id. tayangan televisi. teori belajar Perilaku agresi merupakan reaksi terhadap peristiwa atau stimulus yang terjadi di lingkungan Maya Fitria 1. Lorenz (1976) Agresi  naluri hewan untuk survival  adaptif. Dollard. Teori Belajar Sosial Agresi dan teori Kognitif  kesadaran dalam membuat kategorisasi (penggolongan). 1996) o Deprivasi individu. yaitu keadaan dimana seseorang memang betul-betul kekurangan dalam suatu hal tertentu (Myers. situational factors teori-teori tentang agresi 1. Teori Kognitif Agresi dan teori bawaan/bakat. naluri seksual)  kedua naluri tsb berada dalam alam ketidaksadaran. dan pembuatan keputusan. agresi adalah satu dari dua naluri manusia  tanatos (>< eros.pengaruh kelompok . Teori Environmentalis atau lingkungan 3.

meningkatkan kontak antara orang yang berasal dari kelompok yang berbeda dapat mengembangkan pemahaman akan kesamaan di antara mereka. meningkatkan kontak dapat membantu melawan ilusi homogenitas out-group yang telah dideskripsikan lebih dulu. namun sebenarnya berbeda. walaupun stereotype sulit untuk diubah. Contact Hypothesis :Pandangan bahwa peningkatan kontak antara anggota dari berbagai kelompok sosial dapat efektif mengurangi prasangka di antara mereka. Pengalaman Awal : proses pembelajaran sosial  biar tidak fanatis. sematamata berdasarkan keanggotaan mereka dalam kelompok tersebut. chauvinis Maya Fitria 2. locus of control. namun dapat digeser bila terdapat sejumlah informasi yang tidak konsisten dengan stereotipe yang diberikan. Kedua. Extended contact hypothesis – persahabatan in-group dan out-group . Diskriminasi sudah merujuk pada aksi negatif terhadap kelompok yang menjadi sasaran prasangka. yang dikembangkan melalui pengalaman. Pertama. dan mengambil informasi. atau ketika individu menemukan sejumlah pengecualian yang cukup terhadap stereotipe yang dimilikinya Ketiga. PREJUDICE PRASANGKA Sebuah sikap (biasanya negative) terhadap anggota kelompok tertentu. Prasangka berawal dari SKEMA (SCHEMAS) yang ada dalam kognisi kita. menginterpretasi. yang mempengaruhi pengolahan informasi sosial yang baru. Teori Konflik Realistik (Realistic Conflict Theory) Pandangan bahwa prasangka itu berakar dari kompetisi langsung antar kelompok sosial untuk memperoleh sumber daya yang berharga dan terbatas Teori Identitas Sosial (Social Identity Theory) Teori yang menyatakan bahwa individu berusaha meningkatkan self-esteemnya sendiri dengan mengidentifikasikan diri dengan kelompok sosial tertentu. Memutuskan siklus prasangka 1.-  menghilangkan hambatan dari kendali internal  deindividuasi kondisi internal: pengaruh kepribadian dan kondisi fisik  tipe kepribadian. SCHEMA : kerangka fikir kognitif untuk mengorganisasi. Prejudice dan discrimination sering digunakan bergantian. Usahausaha tersebut tampaknya berhasil hanya ketika kontak-kontak tersebut terjadi di bawah kondisi tertentu.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful