You are on page 1of 9

I. ANATOMI LAMBUNG Gaster dimulai dari gastroesophageal junction dan berakhir pada duodenum.

Gaster memiliki 3 bagian, yang paling atas adalah kardia, pada bagian tengah yang terbesar adalah korpus, dan bagian distalnya adalah antrum yang berakhir pada pylorus (gambar 1). Kardia terutama terdiri dari sel-sel mucin, sedangkan fundus terdiri dari sel-sel mukoid, sel chief, dan parietal. Pylorus terdiri dari sel-sel mucus dan endokrin. Berbagai buku anatomi menyebutkan, pylorus dibagi kembali menjadi pyloric antrum, pyloric canal, dan pyloric sphincter. Antrum adalah saluran yang menuju pyloric canal. Perut dibagi menjadi bagian-bagian oleh garis-garis yang imajiner: Sebuah garis horizontal lolos dari orificium cardiac sampai ke kurvatura mayor, memisahkan fundus dari corpus. Garis oblique dimulai pada angular notch, dan melintasi perut kira-kira tegak lurus kurvatura mayor, sehingga memisahkan corpus dari antrum pyloric. Garis oblique meluas ke superior dari intermedius sulkus dari kurvatura mayor ke kurvatura minor, memisahkan antrum pyloric dari kanal pylorus.

Gambar 1. Struktur anatomi gaster

Secara diagnostik, gaster terdiri dari 5 lapisan yaitu dari dalam lumen berturut-turut tunika mukosa, submukosa, muskularis, subserosa, dan serosa. Peritoneum dari omentum mayor melapisi permukaan anterior gaster dan sebagian dari omentum minor menutupi bagian permukaan posterior gaster. Pada gastroesofageal junction bisa hanya sedikit atau tidak ada sama sekali lapisan serosanya. Secara topografis, bagian kanan fasies gaster anterior terletak dekat hepar, lobus kiri dan dinding abdomen anterior. Bagian kiri gaster terletak di dekat lien, kelenjar adrenal, bagian superior ginjal kiri, bagian ventral pankreas, dan colon transversum. Pembuluh darah gaster berasal dari arteri coeliaca, yang kemudian bercabang menjadi A. Gastrica sinistra yang akan memperdarahi bagian atas gaster. Sedangkan cabang lainnya dari A. Coeliaca adalah A. Hepatica communis bercabang menjadi A. Gastrika dekstra dan gastroepiploika (gambar 2).

Gambar 2. Vaskularisasi Gaster Aliran drainase limfatik primer adalah sepanjang A. coeliaca. Sedangkan aliran lainnya adalah sepanjang hilus lienalis, kelompok kelenjar supra-pankreas, porta hepatis dan area gastroduodenal. Sistem drainase limfatik ini dapat menjelaskan pola metastasis pada kelenjar getah bening (gambar 3)

Gambar 3. Persarafan Gaster

II.

ANATOMI USUS Usus halus adalah sebuah struktur tubuler yang memanjang dari pylorus sampai sekum.

Estimasi panjang dari struktur ini bervariasi berdasarkan pandangan radiologis, bedah dan otopsi. Usus halus terdiri dari 3 segmen: duodenum (25 cm), jejunum dan ileum (6-7m). Duodenum adalah struktur paling proksimal, terletak retroperitoneal dan menempel pada kepala dan batas inferior dari korpus pancreas. Duodenum berbatasan dengan lambung pada pylorus, dan dengan jejunum pada ligamentum Treitz. Jejunum dan ileum terletak dalam cavitas peritoneal, dan dipisahkan dari retroperitoneum oleh mesenterium yang lebar. Tidak ada batas anatomis jelas yang membatasi jejunum dari ileum; 40% segmen jejunoileal proksimal dinyatakan sebagai jejunum dan 60% distal sebagai ileum. Ileum dibedakan dari sekum oleh valvula ileosekal (valvula Bauhini). Usus halus mengandung lipatan mukosa yang dikenal dengan plika sirkularis atau valvula conniventes yang terlihat pada inspeksi. Lipatan ini juga dapat terlihat secara radiografis dan membantu untuk membedakan usus halus dengan colon, yang tidak mengandung lipatan ini, pada radiografi abdominal. Lipatan ini lebih jelas pada usus halus proksimal daripada di bagian distal. Bentuk lain yang bisa ditemukan pada inspeksi di mana lebih jelas pada bagian proksimal daripada distal termasuk diameter lebih besar, dinding lebih tebal, mesenterium yang lebih sedikit mengandung lemak, dan vasa recta yang lebih panjang. Pada pemeriksaan makroskopis dari mukosa usus halus juga menampakkan adanya agregasi dari folikel-folikel limfoid. Folikelfolikel ini, terletak di ileum, adalah yang paling jelas dan disebut peyers patches.

Gambar 1. Anatomi usus halus

Gambar 2. Jejunum dengan ileum. Jejunum relative berdiameter lebih besar, berdinding lebih tebal, plika circulars lebih jelas, mesenterium lebih tidak berlemak, dan vasa recta lebih panjang bila dibandingkan dengan ileum.

Gambar 3. Usus halus terdiri dari empat lapisan: Serosa, Muskularis propia, Submukosa, Mukosa.

USUS BESAR Usus besar berawal dari ileosekal valve ke anus. Usus besar dibedakan secara anatomis dan fungsional ke dalam colon, rectum, dan anal canal. Dinding dari colon dan rectum terdiri dari 5 lapisan: mukosa, submukosa, otot sirkular (dalam), otot longitudinal (luar), dan serosa. Dalam colon, otot longitudinal yang di luar dipisahkan ke dalam 3 taenia coli, di mana menyatu di appendiks (proksimal) dan rectum (distal). Pada distal rectum, bagian otot dalam bersatu untuk membentuk sfingter ani internal. Colon dimulai dari sambungan (junction) ileum terminal dan sekum dan memanjang 3-5 kaki sampai rectum. Rectosigmoid junction dapat ditemukan pada level promontorium sacral dan dideskripsikan sebagai satu titik di mana taenia coli bersatu untuk membentuk lapisan otot longitudinal (luar) rectum. Sekum adalah bagian colon yang paling lebar (7,5-8,5 cm) dan memiliki dinding otot yang paling tipis. Maka, sekum adalah bagian colon yang paling mudah terkena perforasi, dan paling sedikit menjadi obstruksi. Colon ascenden biasanya menempel

pada retroperitoneum. Fleksura hepatica menandakan transisi menjadi colon transversum. Colon transversum terletak intraperitoneal, dapat bermobilisasi, tetapi terfiksasi oleh ligamentum gastrocolica dan mesenterium colon. Omentum mayor menempel pada batas anterior/superior con transeversum. Fleksura lienalis menandakan batas transisi colon transversum menjadi colon descenden. Penempelan antara fleksura lienalis dan lien (ligamentum lienocolica) dapat pendek dan padat, membuat mobilisasi dari fleksura ini pada saat colektomi menjadi sulit. Colon descenden juga menempel pada retroperitoneum. Colon sigmoid adalah bagian paling sempit dan dapat bergerak bebas. Walaupun colon sigmoid terletak di kuadran kiri bawah, redundansi dan mobilisasi dapat membuat bagian dari colon sigmoid berpindah ke kuadran kanan bawah. Mobilisasi ini menjelaskan mengapa volvulus paling sering terjadi di colon sigmoid dan mengapa penyakit-penyakit yang melibatkan colon sigmoid, sperti diverculitis, dapat menimbulkan gejala nyeri di perut bagian kanan. Diameter yang sempit dari colon sigmoid menyebabkan segmen ini adalah yang paling rentan terhadap obstruksi.

Gambar 4. Usus besar

DAFTAR PUSTAKA 1. Moore, Keith L.and Arthur F Dalley. Clinically Oriented Anatomy.4 th edition. Lippincot Williams& Wilkins.1999: 226,231,236. 2. Acosta, Jose, etc. Sabiston Textbook of Surgery:18 th edition. Elevesier 2008.