Sediaan Semi Solid

SEDIAAN SEMI SOLID

SEDIAAN SEMI SOLID Sediaan setengah padat pada umumnya hanya digunakan sebagai obat luar.  Di samping itu bentuk sediaan setengah padat juga dapat digunakan untuk sediaan kosmetika. dioleskan pada kulit untuk keperluan terapi atau berfungsi sebagai pelindung kulit.  .

SEDIAAN SEMI SOLID Salep  Krim  Gel  Pasta  Linimentum  .

PASTA Konsistensinya agak kaku/agak padat dibandingkan salep.. SALEP  Konsistensinya lembek seperti mentega dan berlemak.. mengandung bagian padat 20 – 50% dan terdispersi dalam basis berlemak . Bahan obat harus larut atau terdispersi homogen dalam dasar salep yang cocok.  Dasar salep yang cocok harus disesuaikan dengan sifat obat dan tujuan pemakaian . Mengandung 70-90% dasar salep..SEDIAAN SEMI SOLID.

 Umumnya berbentuk emulsi minyak dalam air atau dispersi mikrokristal asam-asam lemak  atau alkohol berantai panjang dalam air. GEL  Konsistensinya lembek. jernih atau bening. mengandung tidak kurang dari 60% air serta memiliki konsistensi yang lebih lunak dan mengkilat. berupa suspensi zat aktif yang terdispersi dalam zat pembawanya dibantu dengan adanya zat pembentuk gel .KRIM  jenis salep yang dapat dicuci.

mengandung analgetikum dan zat yang umumnya melemaskan otot atau menghangatkan .LINIMENTUM o Sediaan cair atau kental.

PEMILIHAN DASAR SALEP Banyak faktor berpengaruh dalam pemilihan dasar salep :  sifat dasar obat. stabilitas. dan aksi terapi (obat yang terhidrolisis cepat lebih stabil dalam basis hidrokarbon dibandingkan basis berair)  karakteristik umum kulit pasien (kering atau berminyak)  daerah kulit yang akan diterapi (berambut atau gundul)  jenis lesi yang terjadi (kering atau serous)  efek kimia bahan pembawa terhadap obat dan obat terhadap bahan pembawa  aksi bahan pembawa pada kulit .

. kelembaban yang ada dalam kamar) Lunak : krn salep banyak digunakan untuk kulit teriritasi. stabil pada suhu kamar.KUALITAS DASAR SALEP    Stabil : salep harus stabil selama masih digunakan untuk pengobatan (bebas inkompatibilitas. inflamasi shg semua zat keadaan halus dan seluruh produk harus lunak dan homogen Mudah dipakai : salep yang sulit dipakai salep yang sangat kaku (keras) atau sangat encer.

mampu melepaskan obat pada daerah yang diobati. mudah dicuci sesuai yang diperlukan. Terdistribusi merata : obat harus terdistribusi merata melalui dasar salep . dasar salep tidak boleh merusak atau menghambat aksi terapi obat.KUALITAS DASAR SALEP   Dasar salep yang cocok : dasar salep harus dapat bercampur secara fisika dan kimia dengan obat yang dikandungnya. dapat membentuk lapisan film penutup.

DASAR SALEP Dasar salep hidrokarbon  Dasar salep dapat dicuci dengan air  Dasar salep serap  Dasar salep yg dpt larut dalam air  .

A.  Sifat dasar salep ini : Bertahan lama pada kulit Sukar dicuci Tidak mengering Dapat menyerap air dalam jumlah kecil  Example : vaselin. DASAR SALEP HIDROKARBON (dasar salep berlemak = oleagenous base)  Tujuan pemakaian : untuk emolient (melunakkan kulit) dan untuk pelindung/pengobatan pada permukaan kulit. parafin  .

B. DASAR SALEP SERAB (ABSORBSI) Dasar salep ini dapat menyerap air dengan membentuk emulsi tipe A/M  Example : adeps lanae. cera. unguentum simplek  . kolesterol.

 Contoh : vanishing cream. Hydrophilic ointment. DASAR SALEP YANG DAPAT DICUCI DENGAN AIR (EMULSION BASE) Dasar salep ini merupakan emulsi tipe m/a. karena itu sering dipakai dalam kosmetik. cold cream. mudah tercuci dengan air. Emulsifying ointment dan emulsifying wax  .C. lanolin. vanishing cream.

DASAR SALEP YANG DAPAT LARUT DALAM AIR (WATER SOLUBLE BASE) Dasar salep ini tidak mengadung bahan berlemak.  Contoh : PEG atau campurannya.D. mudah melunak dengan penambahan air.  . sehingga larutan air tidak efektif dicampurkan kedalam dasar salep ini. Dasar salep ini lebih baik dicampurkan ke dalam bahan yang tidak berair atau bahan padat.

maka salep harus diaduk dampai dingin . 3. bila perlu dengan pemanasan. Bahan obat yang tidak larut dalam dasar salep dan air. Jika salep dibuat dengan peleburan. baru dicampurkan dengan dasar salep. dengan ketentuan air yang ditambahkan guna melarutkan obat tersebut harus dapat diserap oleh dasar salep.ATURAN PEMBUATAN SALEP 1. 4. dan banyaknya air yang ditambahkan dikurangi dari dasar salep. Bahan obat yang dapat larut dalam dasar salep (lemak atau campuran lemak) dilarutkan ke dalam dasar salep. dilarutkan dulu dalam air. Bahan obat yang dapat larut dalam air. dijadikan serbuk 100. 2.

Ungt......CONTOH. larut dlm vaselin flavum So cara pembuatannya : ????????  ...champoratum Ket : Kelarutan champora : larut dalam lemak......... R/ Camphora 1 vaselin flavum 9 S...

Rosae 1 Adeps lanae 3 vaselin ad 30 Cat : kelarutan procain HCl . larut dalam air  .R/ Procain HCl 0.100 Aq.

da la Cat : Zinci oxida kurang larut dalam vaselin albi  .R/ Zinci Oxydi 1 Vaselin albi 9 mf.

 R/ cholesteroli 3 stearylalcoholi 3 cerae albi 8 vaselin ad 100 mf da la .

karena jumlah lemaknya (dasar salepny) lebih sedikit maka supaya homogen perlu dilelehkan terlebih dahulu. Exp : R/ Zinc oxydi 25 Amilum Tritici 25 vaselin flavum 50 mf da ung S.PEMBUATAN PASTA Terdiri dari 50% zat padat (serbuk). e  . u.

Berapa adep lanae yang ditambahkan dalam resep tersebut ?  C.. Secara garis besar cara pembuataan salep terbagi menjadi 4 aturan dasar. 1... Bagaimana cara pembuatan salep tersebut? . Jelaskanlah aturan dalam pembuatan salep tersebut ? 2....EVALUASI.  A. R/ Champora 1 Oil cocos 1 Adeps Lanae ad 18 mf da ung Keterangan kelarutan champora lebih mudah larut dalam minyak lemak. Adep lanae termasuk dalam dasar salep jenis apa ?  B..

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful