BAB II PEMBAHASAN 2.

1 Pengertian Bentang Alam

Bentang alam adalah suatu unit geomorfologis yang dikategorikan berdasarkan karateristik seperti elevasi, kelandaian, orientasi, stratifikasi, paparan batuan, dan jenis tanah. (Wikipedia)

2.2 Pengertian Bentang Alam Fluvial

Bentang

alam

fluvial

adalah

satuan

geomorfologi

yang

pembentukannya erat hubungannya dengan proses fluviatil. Proses fluviatil adalah semua proses yang terjadi di alam baik fisika, maupun kimia yang mengakibatkan adanya perubahan bentuk permukaan bumi, yang disebabkan oleh aksi air permukaan, baik yang merupakan air yang mengalir secara terpadu (sungai), maupun air yang tidak terkonsentrasi ( sheet water). Proses fluviatil akan menghasilkan suatu bentang alam yang khas sebagai akibat tingkah laku air yang mengalir di permukaan. Bentang alam yang dibentuk dapat terjadi karena proses erosi maupun karena proses sedimentasi yang dilakukan oleh air permukaan. Proses fluviatil ini bervariasi intensitasnya. Perlu diketahui bahwa air permukaan merupakan salah satu mata rantai dari siklus hidrologi. Adanya air permukaan sangat dikontrol oleh adanya air hujan, sedangkan besar kecilnya jumlah air permukaan dipengaruhi oleh beberapa faktor, yaitu : a.Nilai curah hujan

3

yaitu terjadinya reaksi terhadap batuan yang dilaluinya.Jumlah vegetasi c. yaitu erosi yang arahnya mendatar dan dominan terjadi pada bagian hilir sungai. yaitu : 1) Quarrying.3. yaitu pendongkelan batuan yang dilaluinya. erosi dapat dibedakan menjadi : 1) Erosi vertikal. Berdasarkan arahnya. Erosi yang berlangsung terus hingga suatu saat akan mencapai batas dimana 4 . misalnya pada daerah cut off slope pada Meander.Iklim 2. yaitu penggerusan dasar sungai akibat adanya ulakan sungai. 3 Proses-Proses Fluvial Macam-macam proses fluvial antara lain adalah : 2. menyebabkan sungai bertambah lebar . 3) Scouring. 2) Abrasi. yaitu penggerusan terhadap batuan yang dilewatinya.Kelerengan d. 2) Erosi lateral.Jenis Litologi e. 4) Korosi. erosi yang arahnya tegak dan cenderung terjadi pada daerah bagian hulu dari sungai menyebabkan terjadinya pendalaman lembah sungai.b.1 Proses erosi Erosi yang dilakukan oleh air dapat dilakukan dengan berbagai cara.

b. 2. 5 . yaitu : 1) Mekanisme bed load : pada proses material-material tersebut terangkut sepanjang dasar sungai. Sungai mengangkut material hasil erosinya secara umum melalui 2 mekanisme. yaitu mekanisme bed load dan suspended load. Erosi memiliki tujuan akhir meratakan sehingga mendekati ultimate base level. antara lain : a. Intensitas erosi pada suatu sungai berbanding lurus dengan kecepatan aliran sungai tersebut. Erosi akan lebih efektif bila media yang bersangkutan mengangkut bermacam-macam material. Dalam membahas transportasi sungai dikenal istilah : 1) stream capacity : jumlah beban maksimum yang mampu diangkat oleh aliran sungai 2) stream competance : ukuran maksimum beban yang mampu diangkut oleh aliran sungai. rawa.Rolling : material terangkut dengan cara menggelinding di dasar sungai. dibedakan menjadi beberapa cara.Traction : material yang diangkut terseret di dasar sungai.air sungai sudah tidak mampu mengerosi lagi dikarenakan sudah mencapai erosion base level. Proses Transportasi Proses perpindahan / pengangkutan material oleh suatu tubuh air yang dinamis yang diakibatkan oleh tenaga kinetis yang ada pada sungai sebagai efek dari gaya gravitasi. dan sejenisnya. 3) Erosion base level ini dapat dibagi menjadi ultimate base level yang base levelnya berupa permukaan air laut temporary base level yang base levelnya lokal seperti permukaan air danau.

dibedakan menjadi : a. 2) Mekanisme suspended load : material-material terangkut dengan cara melayang dalam tubuh sungai. Satu sungai atau lebih beserta anak sungai dan cabangnya dapat membentuk suatu pola atau sistem tertentu yang dikenal sebagai pola pengaliran / pola penyaluran (drainage pattern). Pola pengaliran dapat dibedakan menjadi beberapa macam. Proses sedimentasi Proses sedimentasi terjadi ketika sungai tidak mampu lagi mengangkut material yang dibawanya.c. sungai. Tiap-tiap macam pola pengaliran dapat bervariasi. danau. larut dalam air dan membentuk larutan kimia.Saltation : material terangkut dengan cara menggelinding pada dasar sungai. sehingga semakin ke arah hillir ukuran butir material yang diendapkan semakin halus. Macam-macam pola penyaluran : 6 . Apabila tenaga angkut semakin berkurang. 3. 2. meliputi laut. b. dan variasi tersebut antara lain disebabkan oleh adanya struktur dan variasi batuan dimana pola pengaliran itu terdapat.4 Pola Penyaluran Bentuk-bentuk tubuh air disebut pengaliran / penyaluran (drainage). rawa dan sejenisnya. Suspension : material diangkut secara melayang dan bercampur dengan air sehingga menyebabkan sungai menjadi keruh. Solution : material terangkut. maka material yang berukuran kasar akan diendapkan terlebih dahulu baru kemudian diendapkan material yang lebih halus. Ukuran material yang diendapkan berbanding lurus dengan besarnya energi pengangkut.

adalah pola pengaliran dimana sungai atau anak sungainya mempunyai penyebaran yang melingkar. Umumnya terbentuk pada batuan sedimen berselang-seling antara yang mempunyai resistensi rendah dan tinggi. Annular.a. d. Pola ini merupakan perkembangan dari pola radier. Sering dijumpai pada daerah kubah berstadia dewasa. Sungai utamanya biasanya memanjang searah dengan jurus perlapisan batuan. Rectanguler : pola pengaliran dimana anak-anak sungainya membentuk sudut tegak lurus dengan sungai utamanya. dengan anak-anak sungai dan cabang-cabangnya mempunyai arah yang tidak beraturan. umumnya pada daerah patahan yang bersistem (teratur). Trellis. Radial. atau hampir datar. adalah bentuk seperti daun dengan anak-anak sungai sejajar. Kontrol struktur tidak dominan di pola ini. Pola 7 . adalah pola pengaliran yang mempunyai pola memusat atau menyebar dengan 1 titik pusat yang dikontrol oleh kemiringan lerengnya. a. pembentukan sungai utama lebih disebabkan oleh kontrol struktrur dan pembentukan anak sungai lebih disebabkan oleh kontrol litologi. Umumnya berkembang pada batuan yang resistensinya seragam. daerah batuan beku masif. Jadi secara umum . b. Dendritik : pola pengaliran dengan bentuk seperti pohon. c. daerah metamorf yang kompleks. batuan sedimen datar. namun biasanya pola aliran ini akan terdapat pada daerah punggungan suatu antiklin. daerah lipatan. Anak-anak sungai akan dominan terbentuk dari erosi pada batuan sedimen yang mempunyai resistensi rendah.

kadang nampak di permukaan bumi. curah hujan. daerah hulu ataupun dari daerah yang lebih tinggi letaknya. Contorted. 2. adalah pola pengaliran dimana arah alirannya berbalik / berbalik arah. jenis batuan. b. Hasil erosi diendapkan oleh air ke tempat yang lebih rendah atau mengikuti aliran sungai. dan dataran lembah sungai. Dataran banjir (Flood Plain) 8 . Pola pengaliran ini berkembang pada daerah karst atau daerah batugamping. kadang tidak nampak.5 Bentukan Bentang Alam Fluvial 1.penyaluran ini melingkar mengikuti jurus perlapisan batuannya. yang dikenal sebagai sungai bawah tanah. Potensi air tanah daerah ini ditentukan oleh jenis dan tekstur batuan. daerah antar gunung. Dataran alluvial menempati daerah pantai. daerah alluvial ini tertutup oleh bahan hasil rombakan dari daerah sekitarnya. topografi. yang semuanya akan mempercepat proses pelapukan dan erosi. Multi basinal atau sink hole adalah pola pengaliran yang tidak sempurna. angin. suhu. Kontrol struktur yang bekerja berupa pola lipatan yang tidak beraturan yang memungkinkan terbentuknya suatu tikungan atau belokan pada lapisan sedimen yang ada. Dataran alluvial (Alluvial Plain) Dataran alluvial merupakan dataran yang terbentuk akibat proses-proses geomorfologi yang lebih didominasi oleh tenaga eksogen antara lain iklim. 2.

Umumnya Endapan dataran banjir ini didominasi oleh endapan suspensi seperti lanau dan lumpur. dan lumpur. dapat ditemukan di Kecamatan kretek Kab.Dataran banjir berupa dataran yang luas yang berada pada kiri kanan sungai yang terbentuk oleh sedimen akibat limpasan banjir sungai tersebut. Di Indonesia. Umumnya berupa pasir. berkisar antara 1 dan 2 cm lapisan lanau-lempung per periode banjir (Reineck dan Singh. Dataran banjir merupakan bagian terendah dari floodplain. lanau. Endapan dataran banjir (floodplain) biasanya terbentuk selama proses penggenangan (inundations). Endapannya mengisi daerah relatif datar pada sisi luar sungai dan kadangkadang mengandung sisa tumbuhan serta terbioturbasikan oleh organismeorganisme. Gambar 2. 1980). tetapi umumnya berbentuk memanjang (elongate).1 Dataran Banjir 9 . Kecepatan pengendapannya pada umumnya sangat rendah. meskipun kadang-kadang muncul batupasir halus yang terendapkan oleh arus yang lebih kuat pada saat puncak banjir. yang merupakan dataran banjir dari sungai Opak. Ukuran dan bentuk dari dataran banjir ini sangat tergantung dari sejarah perkembangan banji. Bantul.

Tanggul yang terbentuk akibat banjir sungai di wilayah dataran rendah yang berperan menahan air hasil limpasan banjir sehingga terbentuk genangan yang dapat kembali lagi ke sungai. Tanggul alam sungai (Natural Levee) Tanggul alam merupakan akumulasi sedimen berupa igir/tanggul memanjang dan membatasi alur sungai. Tanggul alam terdapat pada daerah dekat dengan muara sungai atau zona lower dari sungai Gambar 2. Tanggul alam memiliki struktur berlapis karena terbentuk oleh endapan sedimen saat banjir meluap melampaui tanggul sungai. Sebaliknya menjauhi alur sungai kearah dataran banjir lereng tanggul berangsur-angsur berkurang besarnya dari miring hingga landai. Hal ini menunjukkan bahwa tinggi muka air sungai pernah menapai permukaan tanggul tersebut pada saat terjadi banjir besar.3. 2 Tanggul alam 10 . sehingga akhirnya membentuk tanggul alam. Tinggi maksimum suatu tanggul terdapat pada bagian tepi dalam tanggul yang berbatasan dengan alur sungai dengan lereng yang curam.

Biasanya pada daerah kipas aluvial terdapat air tanah yang melimpah. berbentuk seperti kipas. yang dikenal sebagai kipas aluvial. Rawa belakang (Backswamps) Backswamp atau Rawa belakang adalah bagian dari dataran banjir dimana simpanan tanah liat menetap setelah banjir. Gambar 2. biasanya terdapat pada suatu dataran di depan suatu gawir. Ketika air tumpah ke dataran banjir. berupa suatu onggokan material lepas.4. Backswamps biasanya terletak di belakang sungai alam sebuah tanggul. maka akan terjadi perubahan gradien kecepatan yang drastis. sehingga terjadi pengendapan material yang cepat.3 Contoh Kipas Aluvial di Cina 11 . dan masuk ke dataran rendah. Hal ini dikarenakan umumnya kipas aluvial terdiri dari perselingan pasir dan lempung sehingga merupakan lapisan pembawa air yang baik. Kipas alluvial (Alluvial Fan) Bila suatu sungai dengan muatan sedimen yang besar mengalir dari bukit atau pegunungan. Kemudian kembali rawa-rawa yang terletak agak jauh dari saluran sungai di dataran banjir tersebut. material terberat tetes keluar pertama dan materi terbaik dilakukan jarak yang lebih besar 5.

Kelerengan umumnya miring kea rah aliran menuju lengkung luar. proses erosi sungai meander dan aliran overbank sangat berperan dalam pembentukan dan perkembangan dataran banjir. Proses deposisi. proses migrasi saluran. Teras sungai Teras sungai dapat dimanfaatkan untuk mengetahui proses.proses yang telah terjadi di masa lalu. Gosong sungai (point bar) Merupakan kenampakan morfologik yang umum pada sungai yang sedang mengalami meandering dan pada saat yang bersamaan pengendapan point bar merupakan proses sedimentasi yang terjadi di dalam alur sungai tersebut.6.4 Bentang Alam Point Bar 12 . Gambar 2. Bentuk dan ukuran sedimentasi bervariasi tergantung pada besarnya alur sungai serta berkembang pada bagian lengkung dalam (inner band) alur sungai. Faktor yang mempengaruhi proses pembentukan dan perkembangan teras sungai adalah perubahan base level of erosion dan perubahan iklim 7. teras sungai merupakan satu morfologi yang sering dijumpai pada sungai. Tekstur dari material point bar tergantung pada keadaan sedimen yang terangkut pada saat banjir terjadi.

13 . Daerah yang rata menyebabkan aliran dengan mudah belok karena adanya benda yang merintangi aliran sungai utama Gambar 2.8. Sungai teranyam umumnya terdapat pada daerah datar dengan energi arus alirannya lemah dan batuan di sekitarnya lunak. Sungai teranyam (Braided Stream) Sungai teranyam merupakan bentukan asal proses fluvial berupa sungai yang saling terpisah membentuk seperti anyaman kemudian bergabung kembali pada bagian yang lain oleh adanya gosong sungai. aliran sungai melintasinya dengan tidak teratur sebab adanya pembelokan aliran Pembelokan ini terjadi karena ada batuan yang menghalangi sehingga alirannya membelok dan terus melakukan penggerusan ke batuan yang lebih lemah. daerah alirannya disebut sebagai Meander Belt. Sungai tipe ini bercirikan debit air dan pengendapan sedimen tinggi. Meander ini terbentuk apabila pada suatu sungai yang berstadia dewasa/tua mempunyai dataran banjir yang cukup luas. Sungai meander dan Enteranched meander Bentukan pada dataran banjir sungai yang berbentuk kelokan karena pengikisan tebing sungai.5 Sungai Teranyam 9.

lapisan sedimen. seperti danau atau laut maka kecepatan aliranya menjadi lambat. Pembetukan delta memenuhi beberapa syarat. Pada saat aliran air mendekati muara. Setelah sekian lama . pantai harus dangkal.6 Meander 10. akan terbentuk lapisan .Gambar 2. Akhirnya lapian lapisan sedimen membentuk dataran yang luas pada bagian sungai yang mendekati muaranya dan membentuk delta. arus panjang di sepanjang pantai tidak terlalu kuat. sedimen yang dibawa oleh sungai harus banyak ketika akan masuk laut atau danau. 14 . Pertama. Delta dan macamnya Delta adalah bentang alam hasil sedimentasi sungai pada bagian hilir setelah masuk pada daerah base level. Akibatnya. terjadi pengendapan sedimen oleh air sungai. Pasir akan diendapkan sedangkan tanah liat dan lumpur akan tetap terangkut oleh aliran air. Ketiga . Kedua.

Di Australia sebuah bentukan danau oxbow disebut Billabong yang berasal dari bahasa asli. Danau oxbow terbentuk seperti di bawah ini : 1. Di dalam putaran sungai perjalanan lebih lambat menyebabkan pengendapan lumpur 2. Tanpa arus untuk memindahkan air bersama. Danau oxbow terbentu dari waktu ke waktu dari erosi dan pengendapan dari tanah yang terdapat di sungai. Bentukan Fluvial tersebut disebut dengan danau oxbow dengan bentuk lengkungan yang khas. Sementara itu air di tepi luar cenderung menyebabkan pengendapan lumpur 3. 15 .11. Danau oxbow (Oxbow Lake) Danau Oxbow merupakan bentukan berbentuk U dari sebuah aliran sungai yang terbentuk ketika sebuah meander/kelokan sungai dengan sungai utama terpotong dan membentuk danau. Kemudian meander akan dihapus dari sungai say ini dan bentukan tapal kuda danau oxbow terbentuk. Sementara itu air di tepi luar cenderung mengalir cepat yang mengikis tepian membentuk meander yang lebih luas 4. sedimen menumpuk di sepanjang tepian dan menisci danau. Seiring waktu putaran meander melebar sampai bagian lehernya lenyap sama sekali 5.

Lembah Terkubur (Burried Valley) Lembah terkubur adalah sebuah aliran sungai kuno atau lembah sungai yang telah diisi dengan sedimen glacial atau terkonsolidasi.7 Pembentukan Danau Oxbow 12. Stream Captured Merupakan fenomena geomorfologi yang terjadi ketika aliran atau system drainase sungai atau DAS dialihakan dari tempatnya sebaliknya aliran yang baru berasal dari aliran sungai tetangganya 13.Gambar 2. Pembentukannya terjadi akibat longsoran material di tebing sungai dalam jumlah material yang besar kemudian lembah sungai tertutup. Lembah terkubur banyak terdapat di daerah sungai bagian upper atau middle yang memiliki kestabilan lereng yang rendah dan lembah sungai relative dalam. 16 .

Pembentukannya berasal dari sedimentasi oleh material di daerah pasang surut yang dalam waktu tertentu mengalami perubahan pada arah aliran arus dominan. Pembentukannya dari sedimentasi material yang terangkut oleh arus sungai kemudian terendapkan yang merupakan proses bentukan alami. Tanggul sungai berfungsi untuk mencegah banjir ketika debit air berlebih. Struktur silangsiur ini banyak terdapat pada daerah estuary sehingga bentukanyya dipengaruhi oleh air atau pada daerah gumuk pasir yang dipengaruhi oleh angin. 17 . yang khas. Struktur silangsiur (Crossbraided Structure) Crossbraided Structure merupakan bentukan proses perubahan arah aliran akibat adanya pola perlapisan batuan.14. Gambar 2.. Tanggul sungai (Levee Ridge) Tanggul sungai merupakan bentukan dari proses fluvial yaitu sebuah bentukan berupa gundukan yang terdapat di sepanjang tepian sungai.8 Struktur Silang-Siur 15. Pembentuk struktur silangsiur dapat berupa air ataupun angin.

9 Lembah Ditinggalkan (Abandon Valley) 18 .16. Ketika meander terbentuk. Proses pembentukannya akibat proses erosi dan sedimentasi terutama pada sungai bermeander. Gambar 2. Lembah ditinggalkan (Abandon Valley) Lembah ditinggalkan merupakan benukan fluvial berupa lembah sungai yang tidak dialiri oleh air lagi. Dalam waktu yang lama air yang menggenang hilang membentuk lembah yang ditinggalkan. Bentukan ini banyak terdapat pada dataran alluvial dengan struktur batuan yang relatif homogen. kemudian aliran semakin intensif terbentuk danau tapal kuda.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful