You are on page 1of 3

FOOTBALL DIPLOMACY1

Hardian Saputra2

Tidak bisa dipungkiri bahwa pada era globalisasi yang modern saat ini, peranan diplomasi jalur pertama (first-track diplomcy) dimana para diplomat resmi pemerintah menjadi aktor utama sudah tidak terlalu vital. Siapapun bisa menjadi penghubung antar negara, baik hanya sekedar channel informasi maupun sebagai representasi yang membawa image dan pencitraan negara. Walaupun memang dengan level yang berbeda, bukan berarti tidak bisa memberi imbas yang signifikan. Dengan arus informasi yang sangat deras dan bisa dijangkau oleh siapapun dengan bebas, sebuah ide sederhana bisa memobilisasi masyarakat dengan jumlah yang luar biasa, dan tentu hal ini tidak bisa diabaikan begitu saja oleh pemerintah. Keterlibatan publik sebagai jalur diplomasi alternatif atau sebagai diplomasi jalur kedua- dikenal dengan istilah diplomasi publik. Diplomasi publik dimaknai sebagai proses komunikasi pemerintah terhadap publik mancanegara yang bertujuan untuk memberikan pemahaman atas negara, sikap, institusi, budaya, kepentingan nasional, dan kebijakankebijakan yang diambil oleh negaranya.3 Lebih lanjut, diplomasi publik mampu mempengaruhi perumusan kebijakan luar negeri negara lain dengan mempengaruhi opini publik di negara tersebut. Seperti dijelaskan oleh Davidson (1974) dan Merritt (1980): efforts by the govenrment of one nation to influence public or elite opinion in a second

1 2

Paper ini dibuat untuk memenuhi persyaratan mengikuti Diskusi Lab. HI UMM 2013/2014 semester ganjil. Mahasiswa HI UMM angkatan 2010. NIM: 201010360311078. 3 Jay Wang, 2006, Public Diplomacy and Global Business, dikutip dari Citra Hennida, 2010, Diplomasi Publik dalam Politik Luar Negeri, Jurnal Masyarakat Kebudayaan Dan Politik Volume 22, Nomor 1: 17-23, Surabaya: Universitas Airlangga.

nation for the purpose of turning the foreign policy of the target nation to its advantage.4 Dengan demikian, relevansi diplomasi publik saat ini telah diperhitungkan, sebagai metode yang mampu memberi pengaruh bagi hubungan antar negara. Sebagai diplomasi non-official atau jalur kedua, diplomasi publik kemudian dikategorikan sebagai bagian dari Multi-Track Diplomation, yang dicetuskan oleh John Mcdonald, duta besar dari Amerika Serikat. Dalam penjelasannya mengenai ide tersebut, John memberikan sebuah diagram sederhana mengenai jalur-jalur yang bisa dipakai dalam berdiplomasi. Jalur pertama sudah diisi dengan pengelompokan besar diplomasi, yakni diplomasi resmi yang dilakukan oleh wakil pemerintah. Sedangkan jalur dua hingga jalur ke sembilan ditempati diplomasi tidak resmi, yang bisa dilakukan oleh bermacam-macam aktor dan berbagai bentuk interaksi. Terlihat bahwa dimana segala kegiatan yang dilakukan oleh masyarakat sipil, yang mampu mengakomodir kepentingan-kepentingan negara baik secara langsung ataupun tidak- di negara lain bisa dimasukan ke dalam Multi-Track Diplomacy. Contohnya adalah pertukaran pelajar dan staf ahli ataupun profesional, negosiasi bisnis internasional, pertunjukkan seni budaya, dan berbagai kerjasama lainnya, termasuk kegiatan olahraga.5 Disinilah sepakbola akan memainkan peranannya sebagai salah satu bagian dari diplomasi. Sepakbola, merupakan permainan olahraga nomor satu di dunia, dikarenakan popularitasnya yang sangat mengglobal. Seperti pada berbagai cabang olahraga lainnya, sepakbola sangat menjunjung tinggi nilai sportivitas dan fair play, dan juga sangat lantang menyuarakan anti-diskriminasi dan anti-rasisme. Tentu di setiap pertandingan olahraga yang mempertemukan perwakilan antar negara, gengsi yang diemban oleh para pemain akan jauh
4

Dikutip dari Stacy Michelle Glassgold, 2004, Public Diplomacy: The Evolution of Literature , California: University of South California. Hal: 15. 5 2011, Tracks of Diplomacy, http://glossary.usip.org/resource/tracks-diplomacy, diakses pada 15 April 2013, 19:48 WIB.

lebih besar, karena membawa nama besar negara masing-masing. Negara bisa dikenal dunia luas dan masyarakat umum hanya melalui tim sepakbolanya, seperti Kamerun, Ghana, Brazil, Argentina yang notabene bukan negara kaya dan maju. Kemudian, disetiap pertandingan antar tim yang melewati teritori negara, baik itu antar tim nasional maupun antar klub sepakbola domestik masing-masing negara, sudah pasti akan terjalin sebuah interaksi antar warga negara. Tidak sekedar interaksi permainan di atas lapangan saja, tetapi juga diluar lapangan, yang biasanya diwakili oleh para supporter maupun official pertandingan. Perlu disadari bahwa perwakilan ini bisa datang dari berbagai kalangan, dari masyarakat umum hingga pemimpin negara yang datang sebagai supporter. Maka, jelaslah bahwa secara tidak langsung olahraga sepakbola bisa menjadi wakil negaranya dalam panggung diplomasi, yang kemudian bisa disebut football diplomacy. Dalam beberapa fenomena hubungan internasional, football diplomacy sendiri telah menunjukkan diri sebagai jalur diplomasi tidak langsung yang cukup efektif, baik sebagai diplomasi yang ingin disebarkan secara luas kepada seluruh negara kawasan maupun internasional, atau spesifik dalam hubungan bilateral dua negara. Football diplomacy bisa berperan sebagai peredam konflik dan penormalisasi hubungan negara, maupun sebagai stimulus untuk meningkatkan intimasi negara-negara yang sebelumnya sudah dekat. Seperti contoh adalah pada kasus hubungan bilateral antara Turki Armenia dan juga Thailand Kamboja, dimana kedua negara telah memiliki akar konflik yang cukup panjang dan rumit, yang berujung pada ketegangan yang cukup buruk. Ataupun seperti Spanyol-Portugal dan Indonesia-Argentina, yang telah membangun hubungan bilateral yang cukup baik. Sepakbola memiliki peranan dalam berbagai kasus interaksi tersebut, tidak secara langsung dan juga tidak terlalu besar, akan tetapi cukup efektif dalam memperlancar proses diplomasi antar negara tersebut. Peranan yang memang sesuai dengan pemahaman akan keberadaan dan relevansi diplomasi publik atau multi-track diplomacy saat ini.