PETUNJUK PRAKTIKUM

MATA KULIAH
PENGOLAHAN AIR MINUM






Laboratorium Pemulihan Air
Jurusan Teknik Lingkungan – Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan
Institut Teknologi Sepuluh Nopember
2010
 
 
 

KATA PENGANTAR

Petunjuk Praktikum ini dimaksudkan untuk pegangan bagi mahasiswa yang melakukan
percobaan/praktikum sebagai bagian dari Mata Kuliah Pengolahan Air Minum pada Program
Sarjana Teknik Lingkungan FTSP – ITS. Pada mata kuliah ini, mahasiswa dituntut untuk mampu
menganalisis proses yang terjadi dalam proses pengolahan air minum. Beberapa proses dalam
pengolahan air minum membutuhkan perhitungan-perhitungan yang nantinya akan menjadi dasar
dalam perancangan bangunan pengolahan air minum.
Petunjuk Praktikum ini berisi prosedur percobaan untuk topik:
- Aerasi
- Sedimentasi (mencakup juga koagulasi-flokulasi)
- Filtrasi
Selain dari petunjuk paktikum ini, diharapkan mahasiswa juga mencari literatur yang
relevan untuk melengkapi atau sebagai pembanding. Semoga Petunjuk Praktikum ini bisa
membantu mahasiswa dalam mempermudah pemahaman akan proses pengolahan air minum.

Surabaya, Maret 2010

Ali Masduqi
 
P a g e  | 1 
 

AERASI

Tujuan:
1. Mahasiswa dapat mengamati proses aerasi untuk meningkatkan kadar oksigen terlarut
dalam air (DO)
2. Mahasiswa mampu menghitung koefisien transfer oksigen

Peralatan:
1. Kompresor atau tabung gas oksigen
2. Bak air berkapasitas +10 liter
3. Instrumen pengukur kadar DO
4. Termometer

Bahan:
1. Sampel air; gunakan air kran atau air permukaan
2. Natrium sulfit
3. Bahan-bahan yang diperlukan untuk menganalisis DO

Prosedur:
1. Siapkan +10 liter air sampel pada sebuah bak air
2. Ukur kadar DO dalam air sampel tersebut
3. Bila kadar DO masih lebih dari 1 mg/l, turunkan kadar DO hingga mendekati nol
dengan cara menambahkan natrium sulfit (secara teoritis, 7,9 ppm Na2SO3
diperlukan untuk menghilangkan 1 mg O2/l)
4. Lakukan aerasi dengan metoda diffused-aeration menggunakan kompresor atau
tabung gas. Udara (gas) dari tabung didifusikan ke dalam air. Ukur debit udara yang
dialirkan melalui pipa (selang).
5. Ukur DO pada sampel air pada menit ke-0, 3, 6, 10, 15, 20, 30, 40, 50, dan 60
6. Selama proses aerasi, temperatur air harus diukur
 
P a g e  | 2 
 
 

Analisis:
1. J elaskan proses yang terjadi selama percobaan
2. Hitunglah koefisien transfer oksigen dari percobaan aerasi
3. Buatlah analisis atas hasil percobaan aerasi ini dan tunjukkan aplikasi dari hasil
percobaan Anda

 
P a g e  | 3 
 

SEDIMENTASI
Tujuan:
1. Mahasiswa mampu membedakan sedimentasi type I dan sedimentasi type II
2. Mahasiswa mampu menghitung efisiensi pengendapan
3. Mahasiswa mampu menentukan over flow rate dan waktu pengendapan berdasarkan
perhitungan hasil percobaan sedimentasi

Peralatan:
1. Colum test single port
2. Colum test multiple port
3. Instrumen pengukur kekeruhan, turbidimeter atau spektrofotometer
4. Instrumen pengadukan (boleh menggunakan pengaduk mekanik atau gelembung
udara)
5. Termometer

Bahan:
1. Sampel air; gunakan air sungai dengan kekeruhan lebih dari 200 NTU dan tambahkan
endapan sungai secukupnya, volume air sekitar 100 liter
2. Tawas
3. Bahan-bahan yang diperlukan untuk menganalisis kekeruhan

Prosedur:
A. Penentuan dosis tawas optimum
1. Siapkan +10 liter air sungai dalam bak, aduk hingga merata bersama endapan.
2. Biarkan mengendap selama 30 menit.
3. Ambil air beserta solid yang tidak mengendap dan tempatkan pada enam glass (untuk
jar tes)

4. Lakukan jar test menggunakan koagulan tawas (prosedur jar test; lihat praktikum
Mata Kuliah Teknik Analisis Pencemar Lingkungan)

 
P a g e  | 4 
 
B. Sedimentasi type I
1. Siapkan air sungai yang telah diaduk merata beserta endapannya dan masukkan ke
dalam column settling test hingga batas tertentu.
2. Biarkan mengendap selama 120 menit. Di antara waktu pengendapan tersebut lakukan
pengambilan sampel pada sampling point pada menit ke-0, 10, 20, 30, 40, 50, 60, 75,
90, 105, dan 120.
3. Periksa kekeruhan air sampel tersebut.
4. Selama proses sedimentasi, temperatur air harus diukur.
 
C. Sedimentasi type II
1. Percobaan ini merupakan lanjutan dari percobaan sedimentasi type I.
2. Buang lumpur yang mengendap pada percobaan sedimentasi type I, tambahkan air
hingga tinggi air mencapai batas tertentu.
3. Tambahkan koagulan dengan dosis sesuai dengan hasil jar test
4. Aduk air beserta koagulan dengan menggunakan gelembung udara atau pengaduk
mekanis. Pengadukan cepat dilakukan selama tidak lebih dari satu menit
5. Pengadukan diperlambat dengan waktu sekitar 15 – 20 menit.
6. Setelah pengadukan lambat selesai, biarkan mengendap selama kurang lebih 90 menit.
Di antara waktu pengendapan tersebut lakukan pengambilan sampel pada beberapa
sampling point pada menit ke-0, 10, 20, 30, 40, 50, 60, 75, dan 90.
7. Periksa kekeruhan air sampel tersebut
8. Selama proses sedimentasi, temperatur air harus diukur
 
P a g e  | 5 
 
Sampling point
Sampling point
Sampling point
Sampling point
 
Analisis:
1. J elaskan proses yang terjadi selama percobaan
2. Hitunglah efisiensi pengendapan yang terjadi
3. Hitunglah over flow rate dan waktu detensi (pengendapan) dari percobaan yang telah
Anda lakukan
4. Buatlah analisis atas hasil percobaan sedimentasi ini dan tunjukkan aplikasi dari hasil
percobaan Anda


 
P a g e  | 6 
 

FILTRASI

Tujuan:
1. Mahasiswa dapat mengamati proses filtrasi untuk mengurangi tingkat kekeruhan
2. Mahasiswa mampu menghitung terjadinya headloss akibat aliran air melewati media
berbutir

Peralatan:
1. Bak filter dilengkapi dengan media pasir dan piezometric
2. Bak penampung air baku dan/atau pompa air
3. Instrumen pengukur kekeruhan, turbidimeter atau spektrofotometer
4. Termometer
5. Penggaris

Bahan:
1. Sampel air; gunakan air kran atau air permukaan dengan kekeruhan sekitar 5 – 10
NTU
2. Bahan-bahan yang diperlukan untuk menganalisis kekeruhan

Prosedur:
1. Siapkan media filter di dalam bak filter
2. Siapkan +100 liter air sampel pada sebuah bak air
3. Ukur kekeruhan air sampel tersebut
4. Alirkan air ke dalam bak dan media filter dengan pompa atau perbedaan ketinggian.
5. Amati terjadinya penyaringan partikel di atas atau di dalam media.
6. Amati ketinggian air di beberapa tabung piezometrik yang diletakkan pada bak yang
terisi media filter.
7. Pengamatan dilakukan kurang lebih selama 60 menit. Amati perubahan ketinggian air
di setiap piezometrik.
8. Selama proses filtrasi, temperatur air harus diukur.
9. Ukur juga specific gravity pasir dalam keadaan kering
 
P a g e  | 7 
 
Piezometrik
IN
OUT
 
Analisis:
1. J elaskan proses yang terjadi selama percobaan
2. Hitunglah efisiensi penyaringan oleh media filter
3. Hitunglah rate filtrasi dan headloss akibat aliran air melalui media filter, buat grafik
hubungan antara waktu filtrasi dengan rate filtrasi dan headloss
4. Buatlah analisis atas hasil percobaan filtrasi ini dan tunjukkan aplikasi dari hasil
percobaan Anda