PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK UMBI DAUN DEWA (Gynura pseudochina) TERHADAP AKTIVITAS FAGOSITOSIS MAKROFAG MENCIT C3H YANG

DIINOKULASI SEL ADENOKARSINOMA MAMMA

ARTIKEL KARYA TULIS ILMIAH

Disusun untuk memenuhi tugas dan melengkapi persyaratan dalam menempuh Program Pendidikan Sarjana Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro

oleh : LUSIANA BATUBARA NIM : G2A002106

FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS DIPONEGORO SEMARANG 2006

HALAMAN PENGESAHAN ARTIKEL KARYA TULIS ILMIAH

PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK UMBI DAUN DEWA (Gynura pseudochina) TERHADAP AKTIVITAS FAGOSITOSIS MAKROFAG MENCIT C3H YANG DIINOKULASI SEL ADENOKARSINOMA MAMMA

Disusun oleh : LUSIANA BATUBARA NIM : G2A002106

Telah diseminarkan pada tanggal 29 Juli 2006 dan telah diperbaiki sesuai dengan saran-saran yang diberikan oleh tim penguji KTI Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro.

Semarang, 9 Agustus 2006 Ketua Penguji Penguji

dr. Tri Indah Winarni, M.Si Med NIP. 132 163 892

dr. Pudjadi, SU__ NIP. 130 530 278

Pembimbing

dr. Neni Susilaningsih, M.Si NIP. 131 832 243 Pengaruh Pemberian Ekstrak Umbi Daun Dewa (Gynura pseudochina) terhadap Aktivitas Fagositosis Makrofag Mencit C3H yang Diinokulasi Sel Adenokarsinoma Mamma Lusiana Batubara1 Neni Susilaningsih2 ABSTRAK Latar Belakang : Di Indonesia, insidensi kanker payudara berada pada urutan tertinggi kedua setelah kanker serviks. Banyak masyarakat yang memanfaatkan tanaman Daun Dewa sebagai terapi kanker payudara. Terapi ini bertujuan meningkatkan ketahanan tubuh, terutama imunitas seluler yang melibatkan makrofag. Tujuan : Untuk mengetahui pengaruh pemberian ekstrak umbi Daun Dewa terhadap aktivitas fagositosis

123 mg. Metode : Jenis penelitian eksperimental dengan desain the post test only control group. each mice was terminated then the peritoneal macrophages were isolated for examinating the macrophages phagocytosis activity. K+ and P3 (p=0. yang diinokulasi sel kanker lalu diberi ekstrak umbi Daun Dewa dengan dosis berturut-turut: 0. mencit diterminasi lalu dilakukan isolasi makrofag peritoneal dan pemeriksaan terhadap aktivitas fagositosis makrofag. K+ dan P2 (p=0.492 mg pada mencit C3H yang diinokulasi sel adenokarsinoma mamma dapat meningkatkan aktivitas fagositosis makrofag dibanding dengan kelompok kontrol positif. especially cellular immunity which involves macrophages.492 mg Gynura pseudochina’s tuber extract in C3H mice inoculated with adenocarcinoma mammae cell can increase macrophages phagocytosis activity than the positive control group.001).makrofag mencit C3H yang diinokulasi sel adenokarsinoma mamma. fagositosis makrofag.246 mg. The object of the study were 25 female C3H mice. K+ (diinokulasi sel kanker). Methods : This study was an experimental laboratory research with the post test only control group design. dibagi 5 kelompok: K.004). and P3. This treatment has an aim to increase immune system. breast cancer’s prevalence is the second grade after cervix cancer. P2.004). 0. serta kelompok P1. which inoculated with cancer then each of it were administered with 0.000).(p=0. K+ (inoculated with cancer). devided into 5 groups: K.492 mg. Keywords : Adenocarcinoma mammae. serta antara P1 dan P2 (p=0.013). Conclutions : The administering of 0. Kata kunci : Adenokarsinoma mamma. also between P1 and P2 (p=0.492 mg of Gynura pseudochina’s tuber extract.246 mg and 0.246 mg and 0.(p=0. Kesimpulan : Pemberian ekstrak umbi Daun Dewa dengan dosis 0.123 mg. Objectives : To observe the influence of Gynura pseudochina’s tuber extract on macrophages phagocytosis activity of C3H mice inoculated with adenocarcinoma mamae cell. Macrophages phagocytosis.001). Result : The comparation of groups that have significant outcome are: K+ and K. . After three weeks.013). K+ dan P3 (p=0.246 mg dan 0. Gynura pseudochina’s tuber.(tidak diberi perlakuan). Hasil : Hasil uji statistik antar kelompok didapatkan perbedaan yang bermakna antara K+ dan K. P1. Many people use Gynura pseudochina as a treatment for breast cancer. 1 2 Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro Staf Pengajar Bagian Histologi Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro The Influence of Gynura pseudochina’s Tuber Extract on Macrophages Phagocytosis Activity of C3H Mice Inoculated with Adenocarcinoma Mammae Cell Lusiana Batubara1 Neni Susilaningsih2 ABSTRACT Backgrounds : In Indonesia. Sampel 25 ekor mencit C3H betina. Setelah tiga minggu. K+ and P2 (p=0. 0.000). dan 0. umbi Daun Dewa. P2 dan P3.(were not given a treatment).

hal ini dikarenakan penyakit ini seringkali berakibat fatal dan menyebabkan kematian. dan alasan lainnya.9 Fungsi Makrofag sebagai sel efektor dibuktikan melalui penelitian invitro yang menunjukkan bahwa Makrofag teraktivasi dapat membunuh banyak sel tumor. baik dengan pengobatan modern maupun dengan pengobatan alternatif. sel Natural Killer (NK). minyak asiri.4. . melihat kawan atau kerabat penderita kanker yang tetap menderita setelah diradiasi atau kemoterapi. Daun dan umbi tanaman Daun Dewa mengandung saponin. Pada akhirnya. sehingga mekanisme imunologi tubuh akan bereaksi baik secara humoral maupun seluler. radioterapi.2 Di Semarang pada tahun 2001.7 Beberapa komponen yang berperan dalam mekanisme efektor melawan sel kanker yaitu: Limfosit T. banyak pasien enggan melakukan terapi medis ini karena ketidakmampuan biaya. Pengobatan modern dilakukan dengan kemoterapi.4 Namun dalam pelaksanaannya. dan terapi pembedahan. lebih efisien dari pada kemampuannya untuk membunuh sel normal. Insidensi kanker payudara di kebanyakan negara meningkat 1-2% tiap tahun.5 Terapi biologik dengan menggunakan tanaman obat tradisional bertujuan meningkatkan daya tahan tubuh lewat pendekatan sistem imun. menimbulkan penderitaan yang besar dan biaya pengobatan yang sangat tinggi. cara pengobatan ini mengalami banyak tantangan dan hambatan.6 Sel kanker dapat dikenali oleh tubuh sebagai bahan asing.9. sehingga mulai tahun 2000 kira-kira 1 juta wanita tiap tahun mendapat penyakit ini.3 Berbagai jenis terapi telah diupayakan untuk menolong penderita kanker payudara. salah satunya dengan memanfaatkan tanaman obat.8. dan Makrofag.10 Salah satu tanaman obat yang dikenal dan dipakai masyarakat untuk mengobati penyakit kanker adalah Daun Dewa (Gynura pseudochina). Antibodi. ditemukan kasus kanker payudara sebanyak 769 kasus dan insidensi ini berada pada urutan tertinggi kedua setelah kanker mulut rahim.1 Salah satu kanker yang sering ditemukan adalah kanker payudara.1 2 Student of Medical Faculty of Diponegoro University Lecturer in Department of Histology Medical Faculty of Diponegoro University PENDAHULUAN Kanker termasuk penyakit yang sangat ditakuti. rasa takut dioperasi. mereka mencoba mencari pengobatan alternatif.

12 Beberapa penelitian mengenai khasiat Daun Dewa sebagai anti kanker telah dilakukan. METODE PENELITIAN Penelitian ini dilakukan di laboratorium Histologi dan laboratorium Bioteknologi Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro selama kurang lebih 6 (enam) bulan. sehingga pemanfaatan tanaman Daun Dewa ini dapat dimaksimalkan dan dapat pula menjadi sumber acuan yang dapat digunakan untuk penelitian selanjutnya. Histologi dan Farmakologi. terbukti dengan adanya jumlah nodul dalam kelompok perlakuan yang lebih sedikit dibandingkan dengan kelompok kontrol.11.11. Penelitian ini merupakan jenis penelitian eksperimental dengan pendekatan the post test only control group design yang menggunakan binatang coba sebagai objek penelitian.13 Berdasarkan teori-teori di atas. Disiplin ilmu yang terkait adalah Bidang Imunologi.13 Penelitian serupa dilakukan juga terhadap ekstrak heksan Daun Dewa yang diberikan secara intraneoplasma pada mencit yang diinduksi dengan benzena(a)piren. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi tentang pengaruh ekstrak umbi Daun Dewa dalam memodulasi sistem imun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak Daun Dewa dapat menghambat pertumbuhan kanker yang didukung oleh data histopatologi adanya nekrosis dari sel-sel kanker tersebut. yaitu 81% mencit betina yang dikawinkan. berat sekitar 20 gram dan sehat (bergerak aktif). karena mencit tersebut .alkaloid dan flavonoida.12 Juga telah dilakukan uji aktivitas biologis ekstrak etanol Daun Dewa dengan menggunakan sel vero sebagai sel normal dan sel mieloma sebagai sel kanker. khususnya aktivitas fagositosis makrofag pada mencit C3H yang diinokulasi sel adenokarsinoma mamma. Mencit strain C3H dipilih karena memiliki insiden tumor kelenjar susu yang tinggi. antara lain : Ekstrak etanol Daun Dewa mampu menghambat pertumbuhan tumor paru mencit karena benzena(a)piren sebesar 23%.11. dan hasilnya menunjukkan bahwa ekstrak etanol Daun Dewa mampu menghambat pertumbuhan sel kanker tersebut. Sampel penelitian diperoleh dari Laboratorium Biologi Fakultas MIPA Universitas Negeri Semarang dengan kriteria inklusi mencit strain C3H betina. umur 6 bulan. maka timbul rumusan masalah : Apakah ekstrak umbi Daun Dewa berpengaruh terhadap aktivitas fagositosis makrofag mencit C3H yang diinokulasi sel adenokarsinoma mamma? Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian ekstrak umbi Daun Dewa terhadap aktivitas fagositosis makrofag mencit C3H yang diinokulasi sel adenokarsinoma mamma.

123 mg/ekor. Kelompok V (P3) : diinokulasi sel kanker. yaitu jumlah sampel minimal 5 ekor tiap kelompok. Sampel yang memenuhi kriteria inklusi diambil secara acak lalu diadaptasi di laboratorium dengan diberi ransum pakan standard selama 1 minggu secara ad libitum.15 Data diolah dengan program komputer SPSS 13. HASIL PENELITIAN Aktivitas fagositosis makrofag yang dihitung dalam bentuk indeks fagositosis makrofag dianalisa dengan program SPSS 13. setelah timbul benjolan kemudian diberi ekstrak umbi Daun Dewa 0.05. Kelompok IV (P2) : diinokulasi sel kanker. Hasil indeks fagositosis makrofag masing-masing kelompok dapat dilihat pada tabel 1 dan gambar 1 : . yaitu : Kelompok I (K-) Kelompok II (K+) Kelompok III (P1) : : tidak diberi perlakuan diinokulasi sel kanker : diinokulasi sel kanker. Selanjutnya dilakukan isolasi makrofag peritoneal dan dilakukan pemeriksaan terhadap aktivitas fagositosis makrofag.mengandung virus tumor kelenjar susu (MTV) yang dapat dipindahkan pada keturunannya melalui air susu mencit. kemudian seluruh mencit dibunuh satu persatu sesuai kelompok masing-masing dengan cara dislokasi tulang leher. Mencit dibagi dalam 5 kelompok perlakuan. Data yang dikumpulkan adalah data primer hasil pemeriksaan aktivitas fagositosis makrofag yang dinyatakan dengan indeks fagositosis yaitu prosentase sel yang menfagosit latex yang dihitung pada 200 sel makrofag kali jumlah rata-rata partikel latex pada sel makrofag yang positif. setelah timbul benjolan kemudian diberi ekstrak umbi Daun Dewa 0.246 mg/ekor. sehingga jumlah sampel 25 ekor mencit C3H betina.0 for windows.492 mg/ekor. setelah timbul benjolan kemudian diberi ekstrak umbi Daun Dewa 0. 25 ekor mencit tersebut kemudian dibagi menjadi 5 kelompok masing-masing terdiri dari 5 ekor mencit. Penentuan besar sampel penelitian berdasarkan ketentuan WHO14. Ekstrak umbi Daun Dewa diberikan dengan sonde lambung setiap hari selama tiga minggu.0 for windows dengan taraf signifikansi 0.

40 K- K+ P1 P2 P3 Kelompok Gambar 1. Data Perhitungan Indeks Fagositosis Makrofag Kelompok KK+ P1 P2 P3 N 5 5 5 5 5 Rerata 0.079 1.Tabel 1. Grafik Box-plot Indeks Fagositosis Makrofag Dari tabel 1 dan gambar 1 dapat dilihat bahwa rata-rata indeks fagositosis makrofag pada kelompok K+ .88 0.80 0.60 25 0.071 0.45 0.70 Simpang Baku 0.00 Indeks Fagositosis 0.74 0.58 0.204 0.126 0.074 0.

dengan rata-rata paling tinggi pada kelompok P2.000 0.(p=0.000 (p<0. Hasil dari uji statistik ini dapat dilihat pada tabel 2. lalu diikuti dengan kelompok P3 dan P1. kelompok K+ dan kelompok P2 (p=0. didapatkan perbedaan yang bermakna antara kelompok P1 dan kelompok P2 (p=0. Untuk mengetahui perbedaan masing-masing kelompok dilanjutkan dengan uji statistik Post Hoc.05).000 0.7 Penderita kanker juga dapat mengalami supresi imun. aktivasi . kemotaksis. sedangkan antara kelompok P1 dan kelompok P3 (p=1.05). Pada kelompok perlakuan.Wilk.013).538) tidak terdapat perbedaan yang bermakna. serta kelompok P2 dan kelompok P3 (p=0.001). yang disebabkan oleh terjadinya gangguan pada respon inflamasi.001* P1 0. Dari uji ini didapatkan perbedaan yang bermakna antara kelima kelompok tersebut dengan nilai p=0.182 P2 1.lebih rendah dari pada kelompok K. P2.05 : terdapat perbedaan yang bermakna Data pada tabel 2 menunjukkan terdapat perbedaan yang bermakna antara indeks fagositosis makrofag pada kelompok K+ dan kelompok K.538 p<0. PEMBAHASAN Tubuh mempunyai kemampuan immunosurveillance terhadap semua sel kanker maupun sel yang bermutasi untuk mencegah perkembangan sel kanker tersebut. sehingga terjadilah kanker. Data tersebut diuji normalitasnya dengan uji normalitas Shapiro. P3) lebih tinggi dari kelompok K+. Karena distribusi data ini normal. dan didapatkan distribusi data yang normal (p>0. namun terkadang terjadi immunological escape yaitu sel kanker luput dari pengawasan sistem imun. maka selanjutnya dilakukan uji beda menggunakan uji statistik parametrik Anova. Nilai p hasil uji statistik Post Hoc KKK+ P1 P2 P3 * K+ 0.389 0.004).013* P3 1.004* 1.000).000* 0.000) serta kelompok K+ dan kelompok P3 (p=0.dan rata-rata indeks fagositosis makrofag dari kelompok perlakuan (P1. Tabel 2.000 0.

alkaloid dan flavonoida.16 Hal inilah yang kemungkinan menyebabkan terjadinya penurunan aktivitas fagositosis makrofag yang bermakna (p=0.246 mg/ekor (p=0. Hal ini kemungkinan disebabkan oleh dua faktor.492 mg/ekor (p=0.12 Flavonoid dapat mempengaruhi sistem imun dengan memberikan sinyal intraseluler atau rangsangan untuk mengaktifkan kerja sel imun lebih baik. dosis efektif dari umbi Daun Dewa tersebut sudah didapatkan pada 0. sedangkan antara kelompok P2 dan kelompok P3 tidak terdapat perbedaan yang bermakna (p=0. Pemberian ekstrak umbi Daun Dewa pada kelompok P1 dengan dosis 0. Hal ini mungkin disebabkan karena dosis yang diberikan masih terlalu kecil.123 mg/ekor tidak menunjukkan perbedaan yang bermakna jika dibandingkan dengan kelompok K+ (p=0. SARAN . sehingga belum dapat meningkatkan aktivitas fagositosis makrofag secara efektif.492 mg pada mencit C3H yang diinokulasi sel adenokarsinoma mamma dapat meningkatkan aktivitas fagositosis makrofag dibanding dengan kelompok kontrol positif.19 KESIMPULAN Pemberian ekstrak umbi Daun Dewa (Gynura pseudochina) dengan dosis 0. Faktor pertama.000) dan kelompok P3.11. sistem imun memiliki mekanisme homeostasis yang menjaga agar tidak terjadi peningkatan respon imun yang berlebihan yang dapat menyerang jaringan tubuhnya sendiri.246 mg dan 0.001) pada kelompok yang diinokulasi sel kanker (K+) dibandingkan dengan kelompok yang tidak diberi perlakuan apapun (K-). minyak asiri. GM-CSF yang dapat mengaktivasi makrofag.18 Perbandingan antar kelompok perlakuan yang menunjukkan perbedaan yang bermakna hanya terjadi antara kelompok P1 dan kelompok P2 (p=0.17 Hal ini juga telah dibuktikan oleh Jiao.538).182).246 mg/ekor. dengan dosis 0.004). sehingga penambahan dosis lebih lanjut tidak memberikan efek yang berarti.komplemen serta penghambatan pada aktivasi makrofag untuk memfagosit sel kanker akibat adanya Prostaglandin E2 yang diproduksi oleh sel kanker tersebut. TNF.7. et. Daun dan umbi tanaman Daun Dewa mengandung saponin.013). Peningkatan aktivitas fagositosis makrofag yang bermakna jika dibandingkan dengan kelompok K+ baru terlihat pada pemberian ekstrak umbi Daun Dewa pada kelompok P2. dengan dosis 0. Faktor kedua.al yang menyatakan bahwa flavonoid dapat meningkatkan IL-2 dan proliferasi limfosit yang menghasilkan IFN-γ.

Sardjito. Media Medika Indonesia 2003. Kepala bagian dan staf bagian Histologi dan Laboratorium Biotekhnologi FK UNDIP. Sarjadi. 467-9. Bosman FT. Maat S. 2. 1999: 233-8.tripod. Saputra K. Onkologi. UCAPAN TERIMA KASIH Penulis memanjatkan puji syukur kepada Bapa di surga atas kasih setiaNya yang terus menyertai penulis dalam mengerjakan karya tulis ilmiah ini sampai selesai. 2000: . Dharmana E. Ramuan tradisional untuk pengobatan kanker. Yogyakarta: Panitia Kanker RSUP Dr.1. Azhar TN. 3. Terapi biologi untuk kanker. Surabaya: Airlangga University Press. Soedoko R. 4. Perlu dilakukan uji toksisitas pada pemberian ekstrak umbi Daun Dewa. ayu dan lina) atas kerja sama dan dukungannya dalam pengerjaan penelitian ini. Cancer registration in Indonesia. M. Edisi 5. Pengaruh pemberian ekstrak Phyllanthus niruri Linn pada sel mononuklear terhadap viabilitas sel adenokarsinoma mamma mencit C3H.htm. 3. Tjahjono. Semua pihak yang telah membantu pelaksanaan penelitian ini. 38: 101-6. sabiq. 6. Neni Susilaningsih. 5. Sumarny R.Si atas bimbingannya sejak penyusunan proposal hingga terselesaikannya penelitian dan pembuatan artikel karya tulis ilmiah ini. DAFTAR PUSTAKA 1. 2: 21-24. 2003: 1-10. Teman-teman satu kelompok penelitian (lala. Velde CJH. Wagener DJTh. IACR Supplement 2001. Available from URL:http://rudyct.012/rossumarny. penulis juga mengucapkan terima kasih yang setulusnya kepada : 1. 2. Jakarta: Penebar Swadaya. Chodidjah. 4. Trihartini P. sehingga dapat diketahui batas keamanan penggunaan tanaman ini. Paradigma pengobatan kanker. 2. Perlu dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai perbedaan pengaruh pemberian ekstrak umbi Daun Dewa terhadap aktivitas fagositosis makrofag dengan cara preventif dan kuratif. dr. Dalimartha S. Asian Pasific Journal Cancer Prev.com/sem2.

3. 10. 2000. 16. 17. 1993: 73-89. 15. Jakarta: Penebar Swadaya. 132: 55-60. Edisi 4. 2005: 391-410. Fakultas Farmasi UGM. 12. Jawahiri.pdf/16_imunologikanker. Halim B. Al-sarireh B. Shevach EM. Eremin B. New York: John Wiley & Sons. Jakarta: Balai Penerbit Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. Bandung: Penerbit Angkasa. Regional Office for the Western Pacific Manila. Lichtman AH. Maryani H.karyasari. 1993: 35. Wen J. Khasiat dan manfaat Daun dewa dan Sambung nyawa. Available from URL:http://members. Jiao Y. Influence of flavonoid of Astragalus membranaceus’s stam and leaves on the function of cell mediated immunity in mice.nih.uk/budiw/index. Jakarta: Agromedia Pustaka. Abbas AK. Yux. 8. Inc. 7.ncbi. Subowo. World Health Organization. 6th ed. . Available from URL:http://www. Available from URL:http://www.com/files/cdk/files/16_imunologikanker. Imunologi kanker.nlm. 2001: 147-153. Cermin Dunia Kedokteran 2001. 1991: 14. 11. 14.6. immune suppression and progressive tumor growth. Coligan JE. 2001: 208-23.fcgi?cmd=retrieve&db=PubMed&List_uids=10815374&dop t=abstract. Budiarso.1-4. Kamal Z. Stober W. Pengaruh radiasi netron cepat dan jenis pelarut terhadap waktu relaksasi serta spektrum UV VIS senyawa dalam daun dewa.nlm. Suharmiati. 13.2-14. 19.gov/pubmed. Imunologi: Diagnosis dan prosedur laboratorium.kalbefarma. Available from URL:http://www.6.nih. Roitt I.html. Yazid M. Daun dewa: budi daya dan pemanfaatan untuk obat. Research guidelines for evaluating the safety and afficacy of herbal medicines. Margulies DH.com. Available from URL:http://www. Edinburgh. Heilongjiang University. Immunology. Tumor associated macrophages (TAMs): Disordered function. Kresno SB. IT.. Memadukan tanaman obat dan kedokteran. Brostoff J.lycos.ncbi. Wibowo ENT.gov/entrez/oeury. Male D. Current protocols in immunology. Dewatri A.co. volume 2. Winarto WP. Sahil MF. 289-303. Philadelphia: Elsevier Saunders Company. 5th ed. Edinburgh: Mosby. 9. Imunologi klinik. Cellular and molecular immunology. Kruisbeek AM. 2003: 1-12. Nurwijayadi. 2003: 1-10.php?cat=13. 18.

). Setelah kering didapatkan crude total sebanyak 1. Larutan ekstrak umbi Daun Dewa yang sudah jadi dipindahkan kedalam labu rotary evaporator dan dilakukan destilasi vakum hingga menjadi pekat dengan suhu 40o C. 2. LAMPIRAN 2 : PERHITUNGAN DOSIS EKSTRAK UMBI DAUN DEWA (Gynura pseudochina) Faktor konversi dosis pada manusia yang beratnya 70 kg ke mencit yang berat badannya 20 gram adalah : 0. .com/VPC/vivi.20 Perhitungan : Umbi Daun Dewa (Gynura pseudochina) 6-9 gram. LAMPIRAN 1 : CARA PEMBUATAN EKSTRAK UMBI DAUN DEWA (Gynura pseudochina) (dilakukan di Laboratorium Kimia Organik Fakultas MIPA Universitas Diponegoro) Bahan : Umbi Daun Dewa (Gynura pseudochina) segar sebanyak ± 1 kg. Kemudian dilakukan ekstraksi dengan pelarut ethanol hingga larutan menjadi bening (tiap sampel dilakukan 8-10 kali sirkulasi). (Umbi didapatkan dari tempat penjualan tanaman obat tradisional di Jogjakarta) Cara Pembuatan : 1.20. Dalimartha S. Bahan umbi Daun Dewa dimasukkan dalam alat soklet sedikit demi sedikit sesuai dengan kapasitas alat 50 gr. 3. Larutan yang sudah pekat tersebut dikeringkan dalam oven pada suhu 40o C selama 1 jam untuk menghilangkan alkoholnya.3 gram ekstrak umbi Daun Dewa.0026 (Laurence & Bacharach.5 gram (7500 mg).htm. 1964) Dosis umbi Daun Dewa (Gynura pseudochina) ditentukan berdasarkan dosis yang dianjurkan pada manusia yaitu 6-9 gram umbi segar. diambil dosis rata-ratanya 7. Daun dewa (Gynura pseudo-china DC. URL:http://www. 4.mahkotadewa.23 % dari 1 kg umbi Daun Dewa yaitu kurang lebih 12.

23 % = 0. dan 40 mg.123 mg Kelompok perlakuan 2 (P2) diberi dosis = 20 mg x 1.0026 x 7500 mg = 19.3 x 100 % = 1.492 mg . maka: Prosentase = 12.23 % = 0.3 gram. pemberian dosis ekstrak umbi Daun Dewa (Gynura pseudochina) untuk mencit adalah : Kelompok perlakuan 1 (P1) diberi dosis = 10 mg x 1. Hasil ekstrak 1 kg umbi Daun Dewa (Gynura pseudochina) sebesar: 12.246 mg Kelompok perlakuan 3 (P3) diberi dosis = 40 mg x 1.23 % = 0. Umbi daun dewa (Gynura pseudochina) disiapkan dalam 3 besaran dosis kelipatan 2 untuk tiap kelompok.0026 Dosis umbi Daun Dewa (Gynura pseudochina) untuk mencit 20 gram adalah = 0.5 mg (dibulatkan menjadi 20 mg) diambil sebagai dosis tengah.23 % 1000 Jadi.Faktor konversi = 0. 20mg. yaitu 10mg.

* * * 919. 1P 2P 3P .K kopmol+ eK c i t s i t a t S K 243. 015. 0 %0. N tn 0ecreP %0. . 978. 002. lato5 T 0. fd 5 5 5 5 5 882. 002. 719.ripahS 002.e 0P 01 5 %0. 062.001 N tn ec 5 % 0r.001 % N tn ec 5 % 0r.e 0P 01 5 %0. 222.001 5 %0.001 ytilamroN fo stseT a gaF skednI o3 m -K vonrimS-vorog4 2lo . 303.gi7 S 01.* 412.001 5 %0. 518.gi7 S c i t s i t a t S 50. fd 5 5 5 5 5 W o.001 5 %0. * kli5 7-8 .a rewol a si sihT cifingiS srofeilliL .001 sesaC gnissiM0 %0. 002. 0 %0. 0 %0. .LAMPIRAN 3 : HASIL UJI STATISTIK Explore Kelompok yrammuS gnissecorP esaC gaF skednI -K kopmol+ eK K 1P 2P 3P dila5 V %0.001 5 %0. 525.

.

432.dtS muminiM mumixaM egnaR egnaR elitrauqretnI ssenwekS sisotruK 0247.812.2 27130. 701. 46302. dnuoB rewoL dnuoB reppU 319. 0057. 9753. 75. 12.828. 94.dtS 9798. 90. 1435. 51. 6007. 9431.2 14530. 61.20288. 1926. 88. 29070. 000. 141. 0004. 600. citsitat S 1 685r .2 11330. dnuoB rewoL dnuoB reppU 319. 0017. 31. 0009.orrE .10485. 71. 0585. 0095. 1294. 55.20896. dnuoB rewoL dnuoB reppU 319. 000. 3344. 000.1 44.dtS muminiM mumixaM egnaR egnaR elitrauqretnI ssenwekS sisotruK 3P naeM ecnedifnoC %59 naeM rof lavretnI naeM demmirT %5 naideM ecnairaV noitaiveD . 500. 31.2 Oneway . 7147. 93. 56.sevitpircseD aF skednI -K naeM kopmol e K e c nedifnoC %59 naeM rof lavretnI naeM demmirT %5 naideM ecnairaV noitaiveD .dtS muminiM mumixaM egnaR egnaR elitrauqretnI ssenwekS sisotruK +K naeM ecnedifnoC %59 naeM rof lavretnI naeM demmirT %5 naideM ecnairaV noitaiveD . 52. 61650. 16.20644. 862. 9576.2 70190. 72.1 3388. 000.458. 85521. 500. 140. 14. 000. 30470. dnuoB rewoL dnuoB reppU 319.dtS muminiM mumixaM egnaR egnaR elitrauqretnI ssenwekS sisotruK 2P naeM ecnedifnoC %59 naeM rof lavretnI naeM demmirT %5 naideM ecnairaV noitaiveD . 66. 81970.1370.dtS muminiM mumixaM egnaR egnaR elitrauqretnI ssenwekS sisotruK 1P naeM ecnedifnoC %59 naeM rof lavretnI naeM demmirT %5 naideM ecnairaV noitaiveD . 7995. 610.2 dnuoB rewoL dnuoB reppU 319. 189. 3697. 840. 87.

1 citsitatS 4 1fd 2fd 02 441.giS Oneway moH fo tseT dni_snart eneve 1L 39. 4 era fd uq S 0 2naeM 42 631.9 F 000. 061.moH fo tseT F skednI eneve 0L 19.1 citsitatS 4 1fd 2fd 02 441. . 838.giS AVONA F skednI neewteB rG nihtiW latoT fo muS245.giS moH fo tseT dni_snart eneve 1L 39. .3 citsitatS 4 1fd 2fd 02 710. . . 510. serauqS 692.giS .

66092.* 40640. 8620. 000.40640. * 40640.13691. 13691. 4563. 40640.3121. 5932.oB reppU 0742. rewoL 434 0 . 88320. 4563. 5143. 14811. 5143.1150. 1150. 53490. 400.1 3121. 40640.40640. 8050. 88320. 8534.87101. 281.1961.* 40640. 91022. 400.40640.* effid naem ehT LAMPIRAN 4 : FOTO AKTIVITAS FAGOSITOSIS MAKROFAG MENCIT C3H . 19770.5932. ) J I ( r o r r E .8050.1 1961. 000.1 1322. 000. 0742. 40640.0570. 8534. 835. 000. 000. 40640. 40640. 310. 4713. 4713. * 40640. 100. 62271.6362. d t S d .1 3760. * 40640. 983.14811. -K pmoleK )I( +K 1P 2P 3P +K kopmoleK 1 )J ( P 2P 3P -K 1P 2P 3P -K +K 2P 3P -K +K 1P 3P -K +K 1P 2P . 6362. 000. * 40640. 53490.1 7512.7470. 1720.u . 281.* 40640.1720.ifnoC %59 0570.19770.40640. 84070. 000.7512.40640.Post Hoc Test snosirapmoC elpitluM nednepeD inorrefnoB naeM n e d ecnereff9 iD 1022. 310.5541. 835.1322. 983. 5541.1 7470. 40640. 000.3760. 66092.40640. g n i S u o B d n 87101.8620.4340. 84070.* 40640. lavretnI ec 1 0 0 . 62271.

Kelompok kontrol + (Pembesaran 400x) Panah merah : Makrofag memfagosit lateks .

Kelompok P2 (Pembesaran 1000x) Panah merah : Makrofag memfagosit lateks Panah hitam : Lateks .

Kelompok P3 (Pembesaran 1000x) Panah merah : Makrofag memfagosit lateks Panah hitam : Lateks .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful