P. 1
147597831-diare-asidosis

147597831-diare-asidosis

|Views: 15|Likes:

More info:

Published by: Adiwirya Aristiara Artsen on Oct 09, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as TXT, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/25/2014

pdf

text

original

ASIDOSIS METABOLIK: SALAH SATU PENYULIT DIARE AKUT PADA ANAK YANG SEHARUSNYA DAP AT DICEGAH Pidato Pengukuhan Jabatan Guru Besar Tetap dalam Bidang Ilmu Kesehatan Anak pada Fakultas Kedokteran, diucapkan di hadapan Rapat Terbuka Universitas Sumatera Ut ara Gelanggang Mahasiswa, Kampus USU, 4 Agustus 2007 Oleh: ATAN BAAS SINUHAJI UNIVERSITAS SUMATERA UTARA MEDAN 2007

serta me mberikan petunjuk dan tuntunan dalam melaksanakan tugas mulia mencerdaskan anak bangsa. memanjatkan puji syukur kepada Tuhan Yang Mah a Kuasa yang telah melimpahkan rahmat dan karunia-Nya kepada kita sekalian. Bapak dan Ibu para undangan. y ang merupakan hari bahagia bagi saya dan keluarga atas berkat yang diberikan-Nya . Bapak Ketua dan Anggota Dewan Guru Besar Universitas Sumatera Utara. saya mohon doa restu para hadirin sekalian. sehi ngga kita dapat berkumpul bersama dalam keadaan sehat-sejahtera pada hari ini. Untuk itu.Asidosis Metabolik: Salah Satu Penyulit Diare Akut pada Anak yang Seharusnya Dap at Dicegah Yang terhormat.7/KP/2006 tanggal 30 November 2006. Semoga Tuhan Yang Maha Kuasa melimpahkan kepada saya kekuatan lahir dan batin. Para De kan. Bapak/Ibu Pembantu Rektor Universitas Sumatera Utara. dan hadirin yang saya muliakan. Salam dan damai sejahtera bagi kita semua Perkenankanlah saya terlebih dahulu pa da kesempatan yang berbahagia ini. mahasiswa. Dosen dan Karyawan di lingkungan Universitas Sumatera Utara. teman sejawat. Bapak Ketu a dan Bapak/Ibu Anggota Majelis Wali Amanat Universitas Sumatera Utara. Ketua Lembaga dan Unit Kerja. Berdasarkan keputusan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor: 63 491/A2. keluarga. Bapak Rektor Universit as Sumatera Utara. dengan pengangkatan s aya dalam jabatan akademik yang tertinggi di Universitas Sumatera Utara. Bapak Ke tua dan Bapak/Ibu Anggota Senat Akademik Universitas Sumatera Utara. khususnya Menteri Pendidikan Nasional saya mengucapkan terima kasih a tas kepercayaan dan kehormatan yang diberikan kepada saya. Bapak Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia. maka terhitung tanggal 1 Desember 200 6 saya telah diangkat menjadi Guru Besar Tetap dalam Bidang Ilmu Kesehatan Anak pada Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara. 1 . Kepada Pemerintah Republik Indonesia.

2 Diare adalah suatu kead aan di mana frekuensi buang air besar ≥ 3 x per hari disertai perubahan konsistens i tinja. cairan yang tercurah ke lumen salura n cerna akan membersihkan saluran cerna dari bahan-bahan patogen (cleansing effe ct). gagal gin jal akut. Sebanyak 50-60% penderi ta ini akan meninggal bila tidak mendapatkan pertolongan. Pada saat ini diperkirakan 200-400 kejadian diare di antara 1000 penduduk per tahun. dengan dem ikian terdapat sekitar 40 juta kejadian diare pada usia ini setiap tahunnya. Seb agian besar darinya (12%) akan jatuh ke dalam dehidrasi. angka kematian diare pada semua golongan umur 54 per 100. Di satu sisi merupakan mekanisme pe rtahanan tubuh di mana dengan adanya diare. Disebut diare akut bila perjalanan penyakit berlangsung kurang dari 14 har i. gangguan keseimbangan elektrolit (hiponatremia. 2 . Seba gian besar dari penderita (60-80%) adalah anak usia di bawah 5 tahun. ini bukan d iare. Konsistensi tinja bisa lembek (loose) atau cair (watery). walau diare sudah dapat dikendalikan dengan adanya pro gram pemberantasan penyakit diare oleh pemerintah tetapi masih sering menimbulka n keresahan bagi masyarakat terutama bila terjadi Kejadian Luar Biasa.3 Bila perjalanan diare berlangsung akut terjadi penyulit seperti dehidrasi dengan segala akibatnya (renjatan. elektrolit dan basa) dan bahan makanan dari tubuh.Pidato Pengukuhan Jabatan Guru Besar Tetap Universitas Sumatera Utara Bapak Rektor dan hadirin yang saya hormati. dan lain-lain).1 Sampai dengan tahun 1 995. da n dengan segala kerendahan hati perkenankanlah saya dalam kesempatan ini di hada pan Bapak/Ibu dan hadirin sekalian menyampaikan pidato pengukuhan saya dengan ju dul: ASIDOSIS METABOLIK: SALAH SATU PENYULIT DIARE AKUT PADA ANAK YANG SEHARUSNY A DAPAT DICEGAH PENDAHULUAN Di Indonesia. Diare merupakan balada pisau bermata dua. Atas izin dan berkat karunia-Nya. Bayi-bayi muda yan g mendapat ASI (Air Susu Ibu) sering mengalami buang air besar dengan frekuensi buang air besar 5-6 x per hari tetapi dengan konsistensi tinja baik. Namun di sisi lain diare menyebabkan kehilangan cairan (air.5 per 1000 anak balita setiap tahunnya. diare akan sembuh (self l imited). Perubahan kon sistensi tinja ini karena peningkatan volume air dalam tinja.000 penduduk dan b alita sebesar 2. Bila bahan patogen ini hilang dari saluran cerna.

Sebaliknya bila diare menetap (persistent) dapat terjadi kurang kalori protein kronis. dan muntah bisa dijumpai.6–72. mual. kurang kal ori protein akut. Penyulit inilah yang menyebabkan penderita dia re akut akan meninggal. edema pulmonum dan rendahnya kadar ambang untuk terjadinya fibrilasi vent rikel menyebabkan penderita akan meninggal. Anoreksi a. Bila asidosis metabolik makin berat terjadi d epresi susunan saraf pusat yang menjurus ke arah koma dan kejang.4-5 Dari Medan dilapo rkan 6. Lapar udara pada asidosis metabolik merupak an pernafasan cepat dan dalam (pernafasan Kussmaul). hipokalemia. dan kehilangan makanan (hipoglikemia. yang bertujuan untuk menuru nkan pCO2 darah (hipokarbia) sebagai kompensasi penurunan bikarbonat darah.Asidosis Metabolik: Salah Satu Penyulit Diare Akut pada Anak yang Seharusnya Dap at Dicegah hipernatremia.13-14 Ini dimungkinkan dengan adanya sistem buffer yang di bantu mekanisme 3 . PATOGENESIS DAN PERMASALAHAN ASIDOSIS METABOLIK PADA DIARE Pada keadaan normal. Angka kematian diare dengan asidosis metabolik berk isar 10–20%.35-7.7% bayi/anak yang dirawat dengan diare akut mengalami asidosis metabol ik. gagal ja ntung. dan lain-lain. gagal tumbuh. pH darah dipertahankan dalam rentang yang sempit (7.6-9 Rentang angka yang besar ini kemungkinan karena perbedaan dasar diagnosis (klinis atau laboratorium). dan lain-lain). Hipokarbia menyebabkan vasokonstriksi pembuluh darah serebral sehingga alira n darah ke otak akan berkurang sehingga penderita kelihatan oyong– oyong. gangguan keseimbangan asam-basa (asidosis metabolik).10 MANIFESTASI KLINIS ASIDOSIS METABOLIK Lapar udara (air hunger) merupakan manifes tasi klinis utama pada penderita asidosis metabolik dan gejala ini sering salah diagnosis dengan kelainan paru-paru.45) agar sel tubuh dapa t bekerja dengan baik. Kele lahan otot pernafasan dapat terjadi bila pernafasan Kussmaul ini berlangsung ter us. Penurunan resi stensi pembuluh darah perifer dan kontraksi jantung disertai hipotensi. Demikian juga dijumpai penurun an kadar kalium cairan intraselular karena pergeseran kalium dari cairan intrase lular ke cairan ekstraselular. hipokalsemia.11-12 Afinitas hemoglobin terhadap O2 akan menurun sehingga terjadi hipoksia jaringan. dan lain-lain).

-jumlah kation harus sama dengan jumlah anion dalam satu larutan-. yang menetralisir bikarbonat. pada asidosis metabolik tidak selalu ada asidemia.Pidato Pengukuhan Jabatan Guru Besar Tetap Universitas Sumatera Utara kompensasi dan koreksi fisiologis oleh paru-paru dan ginjal. Misalnya. 16 4 . -osis dan –emia selalu disamakan.osis tidak selalu berarti ada perubahan pH dar ah.14-16 Bila pH darah meningkat dari normal disebut alkalemia dan sebaliknya pH darah menurun di sebut asidemia. Penurunan pH darah d i bawah normal yang disebabkan penurunan kadar bikarbonat darah disebut asidosis metabolik.14-16 Berdasarkan hukum elektroneutral. Bila rasio ini berubah. pH akan naik atau turun. istilah . Di samping itu ginjal akan membentuk bikarbonat baru (asidifikasi uri ne) sehingga pH urine akan asam. Dalam praktik sehari-hari kedua istilah in i. dijumpai kadar klorida dar ah normal. Dari persamaan Henderson-Hasselbalch: pH = pK + log HCO3¯ H2CO3 . Demikian juga. Keadaan ini disebut asidosis metabolik dengan anion gap (kesenjangan anion) meninggi atau asidosis metabolik normokloremia. Penurunan kadar bikarbonat darah bisa disebabka n hilangnya bikarbonat dari dalam tubuh (keluar melalui saluran cerna atau ginja l) ataupun disebabkan penumpukan asam-asam organik. Sebaliknya bila asidosis metabolik terjadi karena penurunan kadar bikarbonat plasma akibat hilangnya bika rbonat dari tubuh. Ini disebut den gan asidosis metabolik dengan anion gap (kesenjangan anion) normal ataupun asido sis metabolik hiperkloremia.11-12.11-12. akan dijumpai peninggian kadar klorida darah. Sedangkan istilah – osis (asidosis atau alkalosis) merupakan prose s yang menyebabkan perubahan kadar asam atau basa dalam darah (asidemia atau alk alemia). pada asidosis metabol ik di mana terjadi penurunan kadar bikarbonat plasma akibat penumpukan asam orga nik dalam plasma (anion yang tidak terukur meninggi). Terlihat pH dipengaruhi oleh rasio kadar bikarbonat (HCO3-) dan asam karbonat da rah (H2CO3) sedangkan kadar asam karbonat darah dipengaruhi oleh tekanan CO2 dar ah (pCO2). Sebagai kompensasi penurunan bikarbonat darah. akan dijumpai pernafa san cepat dan dalam (pernafasan Kussmaul) sehingga tekanan CO2 darah menurun (hi pokarbia). -baik endogen maupun eksogen -. Karena penumpuk an asam dapat dinetralisir oleh sistem buffer yang dibantu mekanisme kompensasi dan koreksi oleh paruparu dan ginjal.

Hal ini menyebabkan asidosis metabolik dengan anion gap mening gi. asidosis metabolik deng an anion gap normal dijumpai bila penurunan kadar bikarbonat darah murni akibat hilangnya bikarbonat melalui tinja. Pada asidosis metabolik murni.36   1.17-18 Tidak boleh dilupakan. penur unan sirkulasi ke ginjal dan hipoksia jaringan menyebabkan penumpukan asam organ ik di darah. di sampi ng kadar bikarbonat dan natrium darah diperlukan untuk membedakan kedua jenis as idosis metabolik tersebut di atas. terjadi penurunan sirkulasi ke gin jal dan jaringan yang menyebabkan gangguan pembuangan asam-asam organik oleh gin jal dan penumpukan asam laktat akibat hipoksia jaringan. terjadi peninggian kadar asam organik pada darah karena pemecahan lemak dan p rotein tubuh untuk memenuhi kebutuhan kalori. Ini terja di karena salisilat merangsang sentra pernafasan. Pada penderita diare.12 Karena itu pemeriksaan kadar klorida darah. umum nya penurunan pCO2 darah sejajar dengan penurunan kadar bikarbonat darah. Sehingga oleh orang tuanya atau petugas kesehatan diberi obat demam yang mengandung asam salisilat. pH darah jauh lebih rendah dibandingkan dengan beratnya diare.Asidosis Metabolik: Salah Satu Penyulit Diare Akut pada Anak yang Seharusnya Dap at Dicegah Anion gap (kesenjangan anion) dihitung dengan cara mengurangi kadar natrium dara h dengan jumlah bikarbonat dan klorida darah atau anion gap = Na+ .(HCO3¯ + Cl¯).54 x HCO3¯actual) + 8. 3. Pada penderita diare dan dehidrasi berat.11 5 . Keadaan ini diperberat lagi dengan memuasakan anak. Namun harus ditentukan apakah asid osis metabolik tersebut murni atau campuran.17 Untu k menentukan apakah penurunan pCO2 darah sejajar atau tidak dengan kadar bikarbo nat darah dipakai rumus: pCO2 calculated (mmHg) = (1. kadar bikarbonat dan pCO2. Pada bayi/anak diare yang mengalami anoreksi a. pCO2 d arah jauh lebih rendah dibandingkan dengan penurunan bikarbonat darah. Kemungkinan adanya keracunan salisilat pada penderita diare dengan asidosis metabolik harus dipikirkan bila:1 8-19 1. Ketiga hal ini menyebabkan timbulnya asidosis metabolik dengan anio n gap meninggi pada penderita diare. N ormalnya antara 8–16 mEq/L. Asidosis metabolik dengan a nion gap meninggi. Hasil analisis gas darah penderita asidosis metabolik menunju kkan penurunan pH. Adanya kelaparan. 2. bayi/anak denga n diare sering disertai demam.

Alkalosis juga akan menyebabkan hipokalemia dan hipokalsemia. dan pemberian b ikarbonat dapat menyebabkan penumpukan CO2 di darah (hiperkarbia) dan asidosis p aradoksal. Pemberian bikarbonat dilakukan secara pelan–p elan (per-drip) dalam masa   1 jam. Asidosis paradoksal sendiri menyebab kan depresi susunan saraf pusat. Kemungkinan ada gangguan fungsi paru-paru.11 Pemberian bikarbonat tidak boleh diberikan kalau sirkul asi ke ginjal belum membaik.Pidato Pengukuhan Jabatan Guru Besar Tetap Universitas Sumatera Utara Bila pengukuran pCO2 laboratorium (actual) dalam batas pCO2 yang dihitung (calcu lated). Risiko overshoot metabolic alkalos is juga dijumpai pada diare dengan asidosis metabolik dengan anion gap yang meni nggi (adanya asidosis laktat). penderita mengalami kombinasi asidosis meta bolik dan alkalosis respiratorik. -dengan perkataan lain ada perangsangan sentra pernafasan-. anoksia jaringan karena afinitas haemoglobin terhadap O2 meningkat. Sehi ngga bisa dijumpai paralisis otot-otot pernafasan menyebabkan penderita tiba-tib a berhenti bernafas (apnu) dan kejang tetani.11. Pemberian bikarbonat yang terlalu cepat menyeb abkan penurunan pH intraselular dan hipoksia jaringan karena overshoot metabolic alkalosis. penderita mengalami asidosis metabolik murni. Pemberian bikarbonat dalam keadaan ini akan me nyebabkan overshoot metabolic alkalosis. Di samping itu hiperkarbia menyebabkan asidosis intraselular dan anoksia jaringan (karena afinitas haemoglobin terhada p CO2 lebih tinggi dibandingkan dengan O2). bila pCO2 laboratorium (ac tual) lebih rendah dari pCO2 yang dihitung (calculated). 6 . dapat terjadi kelebihan volume cairan intravaskular (hipervolemia).9–1 mola r). Bila ada indikasi (pH dara h <7. Karena bikarbonat yang diberikan umumnya cairan hipertonik (0. Hasil pengukura n pCO2 laboratorium (actual) yang lebih tinggi dari batasbatas pCO2 yang dihitun g (calculated).2) pemberian bikarbonat 1-2 mEq/kgBB dapat dipertimbangkan. Hiperkarbia menyebabkan vasodilatasi pembuluh darah serebral sehingga terjadi peninggian tekanan intrakranial. Demikian sebaliknya.16 Dengan melakukan rehidrasi sehingga perfusi jar ingan membaik risiko ini diperkecil.16 Alkalosis akan menyebabkan penurun an sirkulasi ke serebral. penderita mengalami kombinasi antara asidosis metabolik dengan a sidosis respiratorik. yang mana tonisitas cairan ini 5–6 kali tonisitas cairan ekstraselular maka bi karbonat harus diencerkan 5–6 kali untuk mencegah pengerutan sel (bisa terjadi per darahan intrakranial).

terjadinya asidosis metabolik pada diare karena hilangnya bika rbonat melalui tinja. –yang bertujuan untuk menaikkan kadar bikarbonat darah–. Lagi pula dalam lingkungan pelaya nan kesehatan tindakan pencegahan menjadi prioritas utama. yang terpenting adalah mengkoreksi penyakit yang melatarbela kanginya dalam hal ini mengoreksi diarenya. Mengingat b ahaya/akibat yang ditimbulkan asidosis metabolik dan risiko yang ditimbulkan pem berian bikarbonat untuk menaikkan pH darah. Seperti juga penanggulangan gangguan kesei mbangan asam-basa lainnya (asidosis respiratorik. Dehidrasi juga menyebabkan gangguan perfusi ke jaringan sehingga terjadi hipoksia jaringan yang menyebabkan produksi asam lakt at. PENCEGAHAN ASIDOSIS METABOLIK PADA DIARE AKUT DENGAN TATALAKSANA DIARE AKUT YANG RASIONAL Pemberian bikarbonat. Disebut tindakan darurat karena pemb erian bikarbonat hanya untuk menaikkan pH darah ke level yang tidak berbahaya (p H > 7. dan alkal osis respiratorik). Hal lain yang juga berperan dalam hal timbulnya asidosis m etabolik pada diare adalah penumpukan asam organik di darah karena gangguan sirk ulasi ke ginjal akibat dehidrasi. Bila air. Seperti yang telah di uraikan di depan. 7 .2). bila masih ada asidosis metabolik (klinis atau labor atoris) pemberian bikarbonat dapat dipertimbangkan (pH darah < 7. Bayi/anak diare dengan demam dan diberi obat demam yang mengandung asam sa lisilat berisiko untuk terjadinya keracunan salisilat. maka sewajarnya pencegahan asidosis metabolik pada diare perlu mendapat perhatian. merupakan tindakan temporer dan darurat. alkalosis metabolik.Asidosis Metabolik: Salah Satu Penyulit Diare Akut pada Anak yang Seharusnya Dap at Dicegah Hadirin yang saya muliakan. pemuasaan anak dan kera cunan salisilat) dapat ditanggulangi tentu penyulit asidosis metabolik pada diar e dapat ditiadakan/diminimalkan.2). Karena itu adanya asidosi s metabolik pada diare. Disebu t tindakan temporer karena selama diare masih berlangsung kemungkinan penurunan bikarbonat darah masih terus terjadi. elektrolit dan basa yang hilang melalui tinja dapat diganti dan f aktor-faktor lain yang mencetuskan asidosis metabolik pada diare (gangguan sirku lasi ke ginjal dan perfusi ke jaringan akibat dehidrasi.11 Sesudah rehidrasi dilakukan sehingga sirkulasi ke ginjal dan perfusi ke jaringan telah membaik. salah satu yang harus dipikirkan adanya keracunan salisi lat. Tindakan puasa pada anak dengan diare akan menyebabkan peninggian kadar asam organik dalam darah karena pemecahan lemak dan protein tubuh untuk pemenuhan ka lori.

sitrat = 10 mM /L dan glukosa = 111 mM/L). Oralit ini mengandung natrium. Mengur angi lama dan beratnya diare dan mengurangi kekambuhan diare pada hari-hari mend atang: dengan memberikan zink dengan dosis 10– 20 mg selama 10–14 hari. menurunkan kemungkinan pemberian cairan intravena sampai 33% dan menurunkan volume tinja sampai 20%.Pidato Pengukuhan Jabatan Guru Besar Tetap Universitas Sumatera Utara WHO (2005) dalam revisi ke-4 mengenai Tatalaksana Diare Akut pada Anak menyebutk an. Pengobatan dehidrasi: bila dijumpai t anda-tanda dehidrasi. tetapi penderita tidak mengalami kekurangan cairan sehingga tidak tim bul penyulit. klorida = 65 mM/L. tujuan pengobatan diare akut pada anak adalah:4 1. WHO menganjurkan pemberian oralit untuk mengganti cairan tubuh yang hilang melalui diare. tetapi dengan dehidrasi. sitrat dan glukosa . klorida. Pemberian oralit juga be rguna untuk mengobati dehidrasi (treatment). 4. kalium = 20 mM/L. Pencegahan dehidrasi: bil a tidak dijumpai tanda-tanda dehidrasi. dan glukosa = 75 mM/L). Adanya glukosa pada oralit untuk memacu penyerapan natrium secara aktif dari l umen usus dan diikuti penyerapan air dan elektrolit lainnya secara pasif. kalium = 20 mM/L. osmolaritasnya = 245 mOsm/L (natrium = 75 mM/L. Terlihat dal am tatalaksana ini yang menjadi prioritas dalam pengobatan diare akut pada anak adalah mengganti cairan tubuh yang hilang. sitrat = 10 mM/L. 3. Oralit formula baru. Mencegah timbulnya kurang kalori protein: dengan cara m emberikan makanan selama diare berlangsung dan setelah diare berhenti. 2.20 Dala m perkembangan selanjutnya WHO mengganti oralit formula lama dengan oralit formu la baru yang osmolaritasnya lebih rendah. Jadi pemberian or alit tidak ada hubungan dengan diare. Pemberian oralit berguna untuk mencegah jangan timbul dehidrasi pada pend erita diare akut yang belum ada dehidrasi (preventive). 8 . pemberian oralit terus dilakukan selama diare masih ber langsung untuk mencegah jangan timbul dehidrasi (maintenance). kalium. Diare boleh berja lan terus. sedangkan oralit formula lama. gangguan keseimbangan elektrolit dan asidosis metabolik). karena penderita diare akut akan meni nggal akibat penyulit yang ditimbulkan kehilangan cairan tubuh (dehidrasi dengan segala akibatnya. osmolaritasnya = 31 1 mOsm/L (natrium = 90 mM/L. Keuntungan oralit formula baru ini menurunkan frekue nsi muntah sampai 30%. klorida = 80 mM/L. Pada penderita yang sudah diobati d ehidrasinya (rehidrasi).

Sesudah tercapai rehidrasi ba ru diberikan pemberian makanan walau diare masih terus berlangsung dan dilanjutk an meskipun diare sudah berhenti. anak dengan diare akut tidak boleh dipuasakan. Tujuan pemberian makanan untuk mencegah terjad inya kurang kalori protein karena anak dengan diare akan kehilangan berat badan sebanyak 1% setiap harinya. Ini berarti tiga hal yang menyebabkan asidosis metabolik pada diare akan dihindarkan. mencegah kematian karena dehidrasi. diare berat. .Asidosis Metabolik: Salah Satu Penyulit Diare Akut pada Anak yang Seharusnya Dap at Dicegah Pemberian oralit pada anak penderita diare akut sedini mungkin memberikan keuntu ngan-keuntungan seperti. . kejang.anak tidak bisa minum (tidak sadar. Lagi pula dalam keadaan normal darah aka n menjadi alkalosis setelah pemberian makanan (postprandial alkaline tide). Juga oralit yang mengandung sitrat (prek ursor basa) tersebut akan mengganti basa yang hilang melalui tinja. Pemberian makanan juga akan mengurangi pemecahan lemak dan protein tubuh sehingga pembentukan asam-asam organik akan dikurangi. Dengan perkataan lain. Karena itu bila dehidrasi dicega h dan sirkulasi ke ginjal dan perfusi ke jaringan membaik tentu penumpukan asamasam organik di darah akan dihindarkan. dan koma). 2. Distensi abdomen dan obstruksi usus paralitik. Kegagalan pemberian oralit (URO=Upaya Rehidrasi Oral) seperti: . 4. Hal ini berarti penderita harus dirawat di rumah sakit. mekanisme homeostatis tub uh (perasaan haus dan fungsi ginjal) tetap baik. Hal ini juga berarti pemberian makanan pada penderita diare akut akan mengurangi hal la in yang memperberat asidosis metabolik. di mana pemberian secara oral tidak dapat mengganti kehilangan cair an melalui diare. Bila p emberian oralit gagal harus diberikan pengganti cairan yang hilang secara intrav ena. kelainan anatomi mulut). 9 . Dehidrasi berat dengan atau tanpa renja tan.muntah terus menerus. Anuria/oliguria yang berlarut-larut.malabsorpsi glukosa.4-5 Pemberian cairan secara intravena diindikasikan pada: 1. 3. Pemberian oralit atau upaya reh idrasi oral (URO) dapat dilakukan di rumah. Pemberian makanan akan mempercepat rehabilitasi mukosa usus ya ng rusak atau terganggu.21 AS I (Air Susu Ibu) tidak boleh diberhentikan pada anak yang menderita diare. mencegah penyulit k arena dehidrasi (muntah. anoreksia. Lagi pula kebanyakan (98%) penderita diare akut di lapangan adalah tanpa dehidrasi.

3. norit).4-5 O bat antidiare dan antimuntah jangan diberikan pada anak dengan diare akut sepert i: 1. Diet: anak tidak boleh dipuasakan. disentri basiler. Bila tatalaksana ini dilakukan dengan benar. 10 . 2. hiperamonemia dan dijumpai perlemakan pada organ-organ tubuh). Dehidrasi: dicegah (begitu anak mulai diare. antimotilitas (kodein. Antibiotika diberikan hanya pada kasus kolera. Implikasinya angka kematian diare akut akan dapat ditekan lebih rendah lagi. Karena itu menghindarkan obat d emam yang mengandung asam salisilat pada penderita diare juga salah satu upaya m engurangi risiko terjadinya asidosis metabolik pada diare. karena umumnya d iare akut meninggal akibat adanya penyulit. difenoksilat. dan lain-lain). amubiasis dan g iardiasis ataupun ada penyakit penyerta (sepsis. opi um tingtur. loperamid). 2. adsorben (seperti kaolin. 3. Pemberian obat demam yang mengandung asa m salisilat sedapat mungkin dihindarkan untuk mencegah kemungkinan keracunan sal isilat yang akan memperberat asidosis metabolik. ASI (Air Susu Ibu) tidak boleh d ihentikan pada penderita diare. obat muntah (klorpromazin atau fenergan ).Pidato Pengukuhan Jabatan Guru Besar Tetap Universitas Sumatera Utara Antibiotika tidak efektif melawan sebagian besar mikroorganisme penyebab diare. obat ini juga menyebabkan perdarahan saluran cerna dan mencetuskan sindroma Reye pada anak dengan infeksi virus (anak tiba-tiba kejang dan tidak sadar. KESIMPULAN Pengobatan diare akut pada anak dapat diringkaskan dengan motto 3D ya itu: 1. Drug: penggunaan obat-obat yang lebih rasiona l. Obat demam yang aman u ntuk anak adalah golongan asetaminofen. Tidak satu pun obat ini terbukti menguntungkan dalam pengobatan diare akut ba hkan beberapa obat dapat menyebabkan kelumpuhan usus atau membuat bayi tertidur lama dan/bahkan menimbulkan kematian pada bayi. pneumonia. maka penyulit diare akut dalam h al ini asidosis metabolik dan penyulit lainnya akan dapat dicegah. oralit harus diberikan) dan diobati. atapulgit. hipoglikemia. Obat simtomatis seperti obat dem am dan kejang dapat diberikan kalau ada demam dan kejang. Di samping itu.

perkenankanlah saya sekali lagi mengucap syukur kepada Tuhan Yang Maha Pengasih yang saya kenal dalam Yesus Kristus yang telah memberikan bimbingan da n petunjuk-Nya sehingga pada hari ini saya memangku jabatan baru yang amat besar tanggung jawabnya. Bagi para akademisi merupakan tantangan untuk terus melakukan penel itian agar didapat temuan ilmiah terbaru mengenai diare yang original. 11 . Lubis.Asidosis Metabolik: Salah Satu Penyulit Diare Akut pada Anak yang Seharusnya Dap at Dicegah SARAN Mempertimbangkan diare masih merupakan problem kesehatan di Indonesia di m ana diare menempati urutan penyebab kematian anak balita nomor tiga setelah kela inan saluran nafas dan penyakit perinatal. perlu disebarluaskan tatalaksana diare yang benar ke sel uruh lapisan masyarakat. Lebih baik mengkampanyekan peningkatan penggunaan Air Sus u Ibu (ASI) dan pemakaian oralit dibandingkan dengan obat antidiare. Kepada Prof. Chairuddin P. Menghimbau agar petugas kesehatan selalu menyegarkan ilmunya mengenai tatalaksana diare aku t pada anak. bermutu t inggi. UCAPAN TERIMA KASIH Hadirin yang saya muliakan. dr. DTM&H. SpJP(K) mantan Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara beserta sel uruh anggota Senat Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara yan g telah memberi dukungan dan menyetujui pengesahan jabatan Guru Besar. Sebelum mengakhiri pidato penguk uhan ini. Media massa dan elektronik memegang peranan dalam menya mpaikan informasi ini. SpA(K) selaku Rektor dan Ketua Senat Universitas Sumatera Utara dan segenap anggota Senat Akademik da n Dewan Guru Besar Universitas Sumatera Utara yang telah menyetujui dan menerima saya bergabung di lingkungan Dewan Guru Besar. Bahri Anwar. Semoga Tuhan Yang Maha Kuasa selalu melindungi dan membalas ke baikannya. di mana penderita diare akut meningga l oleh karena penyulit. bermanfaat dan memiliki keunggulan komparatif. T. dr. saya ucap kan terima kasih. Perkenankan jugalah saya menyampaikan rasa hormat dan ucapan terima kasih kepada Prof.

Semoga Tuhan Yang Maha K uasa melimpahkan rahmat-Nya kepadanya. Izinkanlah saya menyampaikan rasa hormat dan terima kasih sert a penghargaan yang setinggi-tingginya kepada pribadi Prof. H. nama yang masyhur dan harta yang tidak habis dimakan ng engat. MSc(CTM).Pidato Pengukuhan Jabatan Guru Besar Tetap Universitas Sumatera Utara Juga saya mengucapkan terima kasih kepada Prof. Tanpa jasa beliau. Beliau jugalah yang sampai saat ini banyak membantu saya se hingga pada hari ini saya dapat berdiri di hadapan para hadirin yang saya muliak an. Dr.SpA(K) yang mengangkat saya sebagai staf pengajar tetap Departe men Ilmu Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara sewaktu b eliau menjabat Kepala Departemen Ilmu Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran Univers itas Sumatera Utara. s audara saya juga tidak berbuat kebaikan seperti beliau yang lakukan pada saya. SpA(K) mantan Kepala Departemen Ilmu Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran Universitas Su matera Utara yang mendukung dan mengusulkan kenaikan jabatan akademik saya ke je njang Guru Besar. Guslihan Dasa Tjipta. Saya sangat berhutang budi kepada dr. dr. 12 . Beliaulah yang membangunkan saya dari tidur dan mimpi buruk yang berk epanjangan. SpA(K) dan Prof. DTM&H. Sutanto. Munar Lubis. Saya banyak meniru cara berfikir beliau se hingga saya juga menyenangi ilmu-ilmu dasar kedokteran. beliau diberi kesehatan dan panjang umu r. lagi pula beliau adalah panutan saya karena kepintarannya sewaktu saya masih mahasiswa Fakultas K edokteran Universitas Sumatera Utara. Sewaktu saya terjatuh dia angkat saya. dr. Kadangkadang saya merenung. dan beli au jugalah yang pertama kali mengenalkan dunia gastroenterologi anak secara khus us kepada saya. anak-anak yang saleh. Chairuddin Panusu nan Lubis. DTM&H. Perkenankanlah saya juga mengucapkan teri ma kasih kepada teman saya Prof. Saya sungguh beruntung bekerja bersama beliau. Syahr il Pasaribu. dr. SpA(K) mantan Kepala Divisi Gastroenterologi Departemen Ilmu Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran Univ ersitas Sumatera Utara yang mengangkat saya untuk membantu beliau. tidak mungkin saya mencapai jenjang akademik tertinggi se perti ini. dr. SpA(K) yang selalu memberikan dukungan moril dan s aya merasakan kegembiraan mereka atas dikukuhkannya saya sebagai Guru Besar pada hari ini. C uma doa kepada Tuhan Yang Maha Pengasih saya panjatkan agar mengirimkan malaikat -Nya untuk melindungi beliau sekeluarga. Beliaulah yan g banyak mengenalkan dunia ilmu kesehatan anak secara umum kepada saya. A.

almarhum M. Tanpa bantuan saudara. SpA. yang memberikan rasa ketenteraman dalam diri saya semasa saya masih keci l saya ucapkan terima kasih. Juga kepada dr. Staf Divisi Gastroenterologi Anak Departemen Ilmu Kesehatan Anak Fakulta s Kedokteran Universitas Sumatera Utara. S. Juga kepada kakak saya Hj. SpA(K) Kepala Divisi Gastroenterologi Anak Departemen Ilmu Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. terlalu sering saudara mengambil alih tugas saya ketika saya tidak berada di tempat. Kepada dr. Meliala dan Agus D. sepat utnyalah saya mengucapkan terima kasih tak terhingga atas jasa-jasa mereka dalam mendidik saya. Dr. tidak mungkin saya dapat melaksanak an tugas-tugas dengan baik. Damanik. SpA. 13 . saya mengucapkan terima kasih atas kerj asama dan bantuan saudara dalam menjalankan tugas di Divisi Gastroenterologi Ana k. Syam adun R.) H. saya sampaikan ucapan terima kasih atas kerjasama yang baik. David P. Titik-titik air mata Ibu Guru itu m erupakan untaian mutiara simpati indah yang selalu saya ingat di dalam hati. Karosekal i saya mengucapkan terima kasih atas jerih payah yang diberikan agar pengukuhan ini berlangsung dengan baik. J. saya m engucapkan terima kasih atas kerjasama yang erat selama ini. Johannes H. Ter ima kasih juga saya sampaikan kepada guru matematika semasa saya Sekolah Menenga h Pertama di Kabanjahe. Saing . Rehulina br. Kepada almarhum abang ipar saya LetKol. Kepada Panitia Pelaksana Pengukuhan Guru Besar baik di tingkat Universitas Sumatera Utara. Sebagai staf pengajar yang lebih muda. saya mengucapkan terima kasih atas bantuan saudara dalam melaksanakan tug as di luar Departemen Ilmu Kesehatan Anak. Saya teringat kepada Ibu Guru saya semasa saya kelas dua Sekolah Rakyat di Kabanjahe. dr.Asidosis Metabolik: Salah Satu Penyulit Diare Akut pada Anak yang Seharusnya Dap at Dicegah Untuk Prof. yang menangis dan memeluk saya saat saya kembali bersekola h setelah ayah saya dipanggil Sang Pencipta. Dialah yang mengajarkan dasar-dasar matematika kepada saya. Juga kepada keponakan saya Ir. (Purn. Kepada Guru-Guru saya mulai dari sekolah rakyat sam pai perguruan tinggi yang namanya tidak dapat saya sebutkan satu per satu. Supriatm o. Fakultas Kedokteran maupun di tingkat Dep artemen juga saya mengucapkan terima kasih dan penghargaan atas jerih payah saud ara. Kepada seluruh staf dan PPDS Departem en Ilmu Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara yang naman ya tidak dapat saya sebut satu per satu. Agus Firmansyah.

Semoga Tuhan Yang Maha Kuasa memberikan dia keseha tan. Ibulah sebagian dari kekuatan spritualku. Tanpa disiplin dan loyalitas. bapak u capkan terima kasih kepada kalian yang mengerti sikap bapak yang keras. Nasihat dan ajar dari orang tua m erupakan karangan bunga dan kalung yang indah bagimu. Juna ( Arjuna Gitasmara Teruna Sinuhaji) dan Nia (Irene Sonia Gresia Sinuhaji). Takut ak an Tuhan merupakan permulaan dari pengetahuan. you can do it. Perbedaan antara orang sukses dan gagal bukan terletak kepada pengetahu an dan kekuatan tetapi kepada kemauan. Terima kasi h ayah atas gen baik yang diberikan kepada saya. Ibulah yang memberikan warna dalam hidu pku sehingga dunia ini terasa indah. a mpun dan sujudku kepadamu Ibu. Kepada anak-anak yang saya kasihi Ella (Ermelinne Yoanna Ellabaas Sinuhaji). Itu akan semua saya ingat Ibu. kasih sayang dan segala sesuatu Ibu berikan kep ada saya. mendidik dan melindungi saya.Pidato Pengukuhan Jabatan Guru Besar Tetap Universitas Sumatera Utara Sinuhaji yang saya anggap sebagai ibu kedua. da n takut akan Tuhan. Ibu mengaja rkan segala sesuatu kepada saya. R. Rasa hormat dan terima kasih yang tidak terhingga saya sa mpaikan kepada Ibu saya Mengket br. tidak mungkin menjadi pintar. Maafkan bapak yang kadang terasa kasar dalam mendidik kalian. Tanpa tahu terima kasih dan menghormati orang lain. saya salut atas kesabaran beliau me nghadapi saya yang emosional. Pada kesempatan ini juga saya teringat kepada ayah tercinta almarhum Nen ggang Sinuhaji yang meninggalkan saya sewaktu berumur delapan tahun. Jangan biarkan mimpimu tidak beserta denganmu ha ri esok. tidak mungkin maju. Bapak ingin kalian menjadi manusia berdisiplin dan setia. Ingat kata-kata yang bapak sering bisikkan sewaktu kalian masih kecil: If you dream it. Yang telah berkorban sebagai orang tua tunggal untuk membes arkan. Jasa Ibu sungguh tidak terkira. Ingan Manang Perangin-angin dan Persadaan br. S emoga Tuhan Yang Maha Kuasa menempatkan mereka berada di tempat yang layak di si si-Nya. yang harus kami 14 . Semoga Tuhan Maha Pengasih mene mpatkan ayah di surga. Sinu lingga atas dorongan dan kebersamaan yang diberikan semasa mereka masih hidup. tahu terima kasih dan menghormati orang lain. Jad ikan mimpimu menjadi kenyataan. Yudi (Andradessar Mesela Yudistira Sinuhaji). Keliat yang telah bersusah payah mengandung dan melahirkan saya. Kamulah berkat Tuhan yang dititipkan kepa da kami. Tidak lupa saya mengucapkan terima kasih kepada kedua mertua saya yang suda h menghadap Sang Pencipta.

Anggaplah peng angkatan saya menjadi Guru Besar ini sebagai kado ulang tahun perak perkawinan k ita. Untuk itu saya uca pkan terima kasih atas pengertian. 15 . namun berkat kesabaran dan doamu. bapak ucap kan terima kasih atas jerih payah dalam pengetikan pidato ini. kasih sayang dan kesabaran menghadapi sikap s aya yang suka meledak-ledak. istri yang tersayang Alidasary br. Saya menyadari. dan selayaknya saya sampaikan ucapan ter ima kasih kepada berbagai pihak yang tidak mungkin saya sebutkan satu per satu d alam kesempatan ini. dari lubuk hati yang paling dalam kepada para hadirin sekalian saya mengucapkan terima kasi h atas segala perhatian dan kesabaran mendengarkan pidato ini dan mohon maaf jik a terdapat kesilapan dan kata-kata yang tidak berkenan. Pada akhirnya. Selamat siang. salam sej ahtera. Peranginangin yang telah mendam pingi saya selama 25 tahun. Badai dan gelombang silih-berganti menghempas bahtera rumah tangg a kita. dan kasih karunia Tuhan menyelamatkan rumah tangga kita. Khusus kepada anak saya Arjuna. dan Tuhan memberkati. Mungkin impian masa remajamu tidak sepahit apa yang kamu rasakan. Tanpa dukungan kamu saya tidak mungkin berhasil dala m meniti karier sampai kepada jenjang Guru Besar seperti ini. masih banyak lagi. Hidup yang terus menerus bahagia bukanlah hidup yang baik. Untuk ini saya mohon maaf yang sebesar-besarnya. Memang sebagian arti hidup adalah untuk mengalami senang dan susah. Yang tidak mungki n terlupakan.Asidosis Metabolik: Salah Satu Penyulit Diare Akut pada Anak yang Seharusnya Dap at Dicegah pertanggungjawabkan di akhirat kelak. Bapak Rektor dan hadirin sekalian yang saya muliakan.

F. Columbus 1982. 5. h. Programme for the control of diarrhoeal diseases: A manual for the treat ment of diarrhoea.. Bandung. A Manual for Phys icians and other Senior Health Worker... h 54-60. 4th Rev. Sumbangan dan peran kaum profesional dalam menduku ng program penyakit saluran cerna di Era otonomi. Thaib T. Basis of Fluids therapy in diarrhea. Kumpulan Makalah Kongres Nasional II Badan Koordinasi Gastroenterologi Anak Indonesia (B KGAI).Pidato Pengukuhan Jabatan Guru Besar Tetap Universitas Sumatera Utara DAFTAR PUSTAKA 1. Achmadi U. 7. World Health Organi zation. 2. Aldy D. Harapan pemerintah mengenai peranan kaum profesio nal dalam mendukung program penyakit saluran cerna Anak di Era Otonomi. Report of the 13rd Ross Rountable.. 11-14 September 1990. Dipre sentasikan pada Kongres Nasional Ilmu Kesehatan Anak (KONIKA) VIII. Lubis G. Kumpulan Makalah Kongres Nasio nal II Badan Koordinasi Gastroenterologi Anak Indonesia (BKGAI). 8.17-27. Sinuhaji A.H. Lubis G.. 11-14 September 1990. Sutanto A. Dipresentasikan pada pertemuan ilmiah berkala VI Badan Koordinasi Gast roenterologi Anak Indonesia (BKGAI).. Kejang pada penderita muntah mencret yang dirawat di bagian Ilmu Kesehatan A nak RSPM. Gamba ran penderita gastroenteritis yang dirawat mondok di bangsal anak RSPM. h. Ross Laboratories. 6. Sutanto A. Sinuhaji A.H. 2 Rev 1990. Thaib T. 1-5.E. Geneva 2005.B. Harrison H. 4. 16 . Ujung Pandang..H.B. 3.M.. Siregar H. Ujung Pandan g. Dipresen tasikan pada Kongres Nasional Ilmu Kesehatan Anak (KONIKA) VIII. WHO/ C DD/SER/80.M. Soeparto P. Kejang pada penderita gastroenteritis. The treatment of Diarrhoea. Siregar A.. 3-5 Juli 2003. Bandung. World Health Organization. For use by physicians and other senior health workers. Sutanto A.. Napitupulu A. Ujung Pandang 12 April 1979. 3-5 Ju li 2003.

Pediatr Clin North Am 1990. Lubis M. Greenbaum L. 17 . Water and Electrolyte in Pediatrics. Pediatr Clin North Am 1990. h. Pediatr Clin North Am 1990. Tonicity and Acid Base Metabolism.E. Edisi ke-2.. Normal Ele ctrolyte Concentrations and The Maintenance of Normal Volume.B. h.J. 88-106. 1993.. Jenson H. 1-10. Dipresentasikan pada Kongres Nasional Ilmu Kesehatan Anak (KONIKA) VIII.M.B. Perubahan asam basa dan elektrolit d arah pada kasus gastroenteritis akut. h. penyunting. 15. Body Composition. 14. Dipresentasikan pada Simposium Ilmiah “Pro biotic Agents: Clinical Application in Infants and Children”. Sunoto. Disorder of Acid–Base Balance. Medan–20 Maret 2001. Kliegman R.. Introduction.D. 17.. Suharyono. 37: 425-47... Sinuh aji A. 18. The Management of Diarrheal Dehydration in In fants using Parenteral Fluids. 18: 83-90. Brown and Company. 10. 2004. Arifin Z.E. 23-55. 16. h. Pusponegoro T. edisi ke-17. penyunting. Sinuhaji A.E. Asidosis Metabolik pada Diare. Physiology. 11-14 September 1990. Phila delphia: Saunders Company. Brewer E. 12. 191-252.. Kravath R. penyunting . Finberg L... P athophysiology of Body Fluids and Fluids Therapy. Edis i ke-2.. Nelson Textbook of Pediatrics. 37: 265-86. Edisi ke-2. Kallen R. Hellenstein S.M. Water and Electrolyte in Pediatrics. Physiology. Philadelphia: WB Sa unders Company. Winter R. Dalam: Finberg L. Leighton Hill L. Pathology and Treatment. Pediatr Indones 1978. 19 82. 11. Ujung Pandang. 1993. Kravath R. Kravath R. Yoel C. Philadelphia: WB Saunders Company.electrolyte solution.E.A. Pathophysiology of H idrogen Disturbance. Hernawan.. Boston: Little.Asidosis Metabolik: Salah Satu Penyulit Diare Akut pada Anak yang Seharusnya Dap at Dicegah 9. 37: 241-56. Dalam: Behrman R. Hellenstein S. 13. Treatment of acute infantile ga stroenteritis dehydration acidosis with Ringer’s Lactate and glucose.B. Dalam: Finberg L. Pathology and Treatment. Pricipl es of Pediatric Fluid Therapy...

Dalam: Ganong WF.F. Dalam: Stockman III JA. 401-11. 21. 20. penyunting. Oral Rehydration therapy: A global p respective. 1990.Pidato Pengukuhan Jabatan Guru Besar Tetap Universitas Sumatera Utara 19. 118: s44-51. h. 18 . Boston: McGraw Hill. Regulation of Gastroint estinal function. h. Santosham M. Difficu lt Diagnosis in Pediatrics. Greenough III WB. Unexplained Acidosis. Yudkoff M. Edisi ke-1. Review of Medical Physiology. Philadelphia: Saunders Company. 483-516. J Pediatr 1991. penyunting. 2003. Ganong W. Ed isi ke-21.

5. 3. SSos 2. Keliat Alidasary br. Nama Istri 8. Yogyakarta. 1 Medan 20118 Telp. Mista r Gg. 199 0 19 . Arjuna Gitasmara Teruna Sinuhaji 4. 5. MPPD S IDAI : : : : : Tahun Tahun Tahun Tahun Tahun 1963 1966 1969 1977 1985 : Tahun 1992 III. Rumah Sakit Harapan Kita. 6. 1989 Pentaloka Pendidikan Medik Pemberantasan Diare. 3. Atan Baas Sinuhaji. 4. Kursus Epidemiologi Klinik. 5. 4. Jakarta. Irene Sonia Gresia Sinuhaji : Jl. 1988 International Course on Diarrhoeal Diseases. 2. 4. Dh aka. Karo) 2 Maret 1951 Kristen Protestan Laki-laki 9. Alamat Nenggang Sinuhaji (alm. Perangin-angin 1.Asidosis Metabolik: Salah Satu Penyulit Diare Akut pada Anak yang Seharusnya Dap at Dicegah DAFTAR RIWAYAT HIDUP I. 6. S T 3. Andradessar Mesela Yudistira Sinuhaji. Bangladesh.) Mengket br. PENDIDIKAN TAMBAHAN 1. Surabaya. 6. DATA PRIBADI 1. 1988 Kursus Endoskopi Anak. 3. (061) 4150905 II. Nama Anak : : : : : : : : : dr. Buntu II No. Nama NIP Tempat/Tanggal L ahir Agama Jenis Kelamin Nama Orang Tua Ayah Ibu 7. 1990 Pendidikan Gastroenterologi Anak FK-UI. 2. PENDIDIKAN FORMAL 1. SpA(K) 140 086 541 Tiganderket (Kab. Sekolah Rakyat Katolik Kabanjahe SMP Neg eri Kabanjahe SMA Negeri Kabanjahe Fakultas Kedokteran USU Medan Dokter Spesiali s Anak FK-USU Dokter Spesialis Anak Konsultan Bidang Gastroenterologi Anak. 2. 1990 Lokakarya En doskopi Saluran Cerna. Erme linne Yoanna Ellabaas Sinuhaji. Jakarta. Fakultas Kedokteran UGM.

Staf Pengajar Departemen Ilmu Kesehatan Anak FK-USU. Pimpinan Puskesmas Kecamatan Tembusai di Dalu-dalu. IKA FK-USU. Medan. Kursus Manajemen Terpadu Balita Sakit. 7. RIWAYAT PEKERJAAN 1. 2002 IV. Mei 1978-Mei 1981. Kepala Divisi Gastroenterologi Anak Dep. 1981-1985. Kabupa ten Kampar (Riau). Maret-Mei 1978. 8. 5. 3. 198 5–sekarang. RIWAYAT PANGKAT DAN JABATAN Tahun 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 November 1977 Novembe r 1978 April 1981 April 1985 April 1989 April 1989 Oktober 1989 Oktober 2000 Jan uari 2001 April 2001 Desember 2006 Pangkat CPNS/IIIa Penata/IIIa Penata Muda Tkt I/IIIb Penata/IIIc Penata/IIIc Penata Tkt I/IIId Penata Tkt I/IIId Penata Tkt I /IIId Penata Tkt 1/IIId Pembina/IVa Pembina/IVa Jabatan Lektor Muda Lektor Muda Lektor Madya Lektor Lektor Kepala Lektor Kepala Guru Besar 20 . Kursus Evidence Based Medicine. V. Januari-Maret 1978. 2. Pendidikan Spesialis Ilmu Kesehatan Ana k FK-USU. 1999-sekarang. 2000-2006. WHO. Staf Pengajar Sekolah Pascasarjana Magister Kedokteran Tropis USU. 1993 8. Diperbantukan pada Rumah Sakit Umum Bangkinang (Riau ). Diperbantukan pada Rumah Sakit Umum Pusat Pekanbaru (Ri au).Pidato Pengukuhan Jabatan Guru Besar Tetap Universitas Sumatera Utara 7. 1998 9. Medan. Management of Diarrhoeal Diseases: Small Hospital Course. 4. 6. Staf Pengajar Pengayaan Dasar PPDS FK-USU. 2005–sekara ng.

H. 5. Pohan. KARYA ILMIAH A. Suta nto: Gambaran Gastroenteritis di Poliklinik Anak Sakit Bagian Ilmu Kesehatan Ana k FK-USU/RS dr. Medika No. Feb 1988. Pirngadi Medan 1983. A. 3. Lubis. H. Daulay. 4.H. Arsyad dan A. Majalah Kedokt eran Nusantara Edisi Khusus No. Medika No. Sutanto: A Double Blind Trial between Metronidazole and Secnidazole in Acute Amoebic Dysentery in Children. Atan Baas Sinuhaji.H.P. 9. Vo l 26: Jan-Feb 1986. 5. Januari 1990. Pirngadi Medan.H. Atan Baas Sinuhaji: Peranan Zinc Dalam Sirkulus Diare Malnutrisi. Oktober 1986. Anggota Ikatan Dokter Indone sia (IDI) Anggota Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Anggota UKK Gastroenterolo gi IDAI 1990-1993 Anggota UKK Gastroenterologi IDAI 1993-1996 Ketua BK-PP ASI ca bang Sumatera Utara 1991-1996 Ketua BKGAI cabang Sumatera Utara 1991-sekarang An ggota Reviewer Majalah Paediatrica Indonesiana 2005-sekarang VII.Asidosis Metabolik: Salah Satu Penyulit Diare Akut pada Anak yang Seharusnya Dap at Dicegah VI.2 Th 14.R. Tarigan: Beberapa Aspek Gambaran Kesehatan di Enam Perkebunan Sumatera Utara. Hamid. Lubis. Atan Baas Sinuhaji.2. 2. M.10 Th 11. 2. Batubara. Januari 1990. C. I. Dipublikasikan dalam majalah ilmiah sebagai penulis utam a: Atan Baas Sinuhaji.M. Majalah Kedokteran Indonesia. Medika No. Metrizal dan A.10 .M. Medika No.10 Th 11. 3. Majal ah Kedokteran Nusantara Edisi Khusus No. Daulay. Paediatrica Indonesiana. F.6 Th 15.M. Ju ni 1989. E. Jufri and A. A. 6. Atan Baas Sinuhaji. 7. H. 1. T. Soeha rto dan A.R.T. C. Daulay. 2. 21 . Sutjipto dan H. Medika No. A. Sutanto: Spektrum Penyakit Saluran Cern a di Poliklinik Anak Sakit Rumah Sakit dr. RIWAYAT ORGANISASI PROFESI 1. Atan Baas Sinuhaji . Siregar: Studi Lima Tahun Talasemia di Bagian Ilmu Kesehata n Anak FK-USU/RS dr.H. 4. Atan Baas Sinuhaji: Imunisasi Morbilli. Lubis dan Sj. Sebayang.F.D.3 Th 12. Oktob er 1985. Sutanto: Pelaksanaan Pemberantasan Diare Melalui Keterpaduan Keluar ga Berencana-Kesehatan di Sumatera Utara. Atan Baas Sinuhaji: Fa ktor-Faktor yang Dipertimbangkan Dalam Pemilihan Plasma Sintetik.P. A. I. Vol 36. 6. Atan Baas Sinuhaji. H. Lubis. Safii. No. Oktober 1985. 8.R. 7. Pirngadi Medan. Maret 1986.

Sebayang. 20 Juni 1987.R. 12. A. dan A.D. Hamid. H.H.4. A. A. 2006. 39 No.P. Disajikan dalam pertemuan ilmiah sebagai penulis utama/ pembicara: Atan Baas Sin uhaji. Penatalaksanaan dan Pencegahan. 15-19 Juli 1984. Sutanto: Hepati tis pada Anak. 2006. 7. 39 No. Disampaikan pada Pendidikan Ilmu Kesehatan Anak Berkelanjutan II FK-USU. Disampaikan pada Kongres Nasional Ilmu Kesehatan Anak VI.P. Daulay.H.H. 6. Atan Baas Si nuhaji. Atan Baas Sinuhaji. 22-24 September 1983. Jufri dan A. Lubis. Metrizal dan A.M.R. C. Metrizal dan A. M edan. dan A.4. 3. Majalah Kedokteran Nusantara Vol. Sutanto: Penatalaksanaan Diare Kronik pada Anak. Pirngadi Medan 1986.D. H.H. Atan Baas Sinuhaji: Kista Duktus Koledokus. 6-8 Desember 1984. Cermin Dunia Kedokteran No. Disampaikan pada Pertemuan Ilmiah Berkala IX Badan Koordi nasi Gastroenterologi Anak Indonesia. I. Atan Baas Sinuhaji dan A. Atan Baas Sinuhaji: Intoleransi L aktosa.H. Palembang. Pirn gadi Medan Tahun 1983. Lubis dan Sj. Atan Baas Sinuhaji. Sutjipto dan H. Silitonga. Pirngadi Medan. 1992. 11. Lubis. 4. Disampaikan pada Pertemuan Ilmiah Berkala IX Badan Koordi nasi Gastroenterologi Anak Indonesia. Marbun.H. Atan Baas Sin uhaji. Sutanto: Gambaran Gastro enteritis di Poliklinik Anak Sakit Bagian Ilmu Kesehatan Anak FK-USU/RS dr. Su tanto: Uji Coba Banding Tersamar Ganda Antara Metronidazole dan Secnidazole pada Disenteri Amuba Akut. Daulay. C. Lubis. 22 . 2. H. Tarigan: Beberapa A spek Gambaran Kesehatan Anak di Enam Perkebunan Sumatera Utara.P. 1. Sutanto: Mekanisme Diare Infeksius Akut. Daulay.H. Palembang. Lubis.Pidato Pengukuhan Jabatan Guru Besar Tetap Universitas Sumatera Utara 10. Jakarta. Disampaikan pada Simposium Hepati tis Dalam Rangka Ulang Tahun ke-33 FK-USU. 11-15 September 1987.M. B.80 Edisi Khusus.T. F. Medan.M. Atan Baas S inuhaji. Disampaikan pada Kongres Nasional Ilmu Kesehatan Anak VII. Atan Baas Si nuhaji. 5. 20 Agustus 1985. Sutanto: S pektrum Penyakit Saluran Cerna di Poliklinik Anak Sakit Rumah Sakit dr. Denpasar. C. T. Yogyakarta. E. M. Siregar: Studi Lima Tahun Talasemia di Bagian Ilmu Kes ehatan Anak FK-USU/RS dr. 6-8 Desember 1984. Disampaikan pada Kongres Nasional IV P erhimpunan Hematologi dan Transfusi Darah Indonesia. A. Arsyad.H. R. Majalah Kedokteran Nusantara Vol.R. Lubis. Erma. A.

dan A. Disampaikan pada Simposium Terapi Cairan P arenteral pada Bayi dan Anak. D enpasar. 22 Nopember 199 9. Medan. M. Atan Baas Sinuhaji dan A. Disampaikan pada Pendid ikan Kedokteran Berkelanjutan Ilmu Kesehatan Anak FK-USU. Dis ajikan pada Kursus Penyegar dan Penambah Ilmu Kedokteran dalam Rangka Ulang Tahu n ke-40 FK-USU. Atan Baas Sinuhaji: Patofisi ologi dan Tatalaksana Diare Akut pada Neonatus dan Bayi. 11-14 Septembe r 1990. Sutanto: Replacemen Cairan pada Anak yang Mengalami Dehi drasi. Sutanto: Mekanisme Diare Infeksius Akut. Atan Baas Sinuhaji: Sakit Per ut pada Anak. Disampaikan pada Simposium Penatalaksaan Terapi Cairan pada Anak. 9-10 Juni 1994. Adam Malik. Sembiring. Atan Baas Sinuhaji : Indonesian Perspective on Constipation.H. 13-17 Juni 1993. 29 Juni–1 Juli 1989. Surabaya. Atan Baas Sinuhaji dan A. 10. Medan. 9. Atan Baas Sinuhaji. G. Medan. B. Medan. Sutanto: Spektrum Penyakit Saluran Cerna pada Penderita yang Dirawat Mondok di Bagian Ilmu Kesehatan Anak FK-USU/RS H. 19. Atan Baas Sinuhaji. Susanti dan A . Sutanto: Kejang pada Penderita Gastroenteritis. 12. Lubis . 11. Disampaikan pada Pertemuan Ilmiah Berkala Badan Koordinasi Gastroenterologi Anak Indonesia XI. 18-19 November 1994.H. 17. 16. 20 Agustus 1992. Thaib. Disampaikan pada Seminar Nasional Pengembangan Penelitian Penyakit Gastrointestinal dan Penyakit Hepar pada Anak. Disampaik an pada Kongres Nasional Ilmu Kesehatan Anak VIII. Ujung Pandang.Asidosis Metabolik: Salah Satu Penyulit Diare Akut pada Anak yang Seharusnya Dap at Dicegah 8.H. Disampaikan pada Kursus Penyegar dan Penambah Ilmu Kedokteran dalam Rangk a Ulang Tahun ke-37 FK-USU. Atan Baas Sinuhaji: Terapi Cairan Parent eral pada Bayi dan Anak dengan Diare. 14. Atan Baas Sinuhaji: Beberapa Uji Fungsi Usus yang Penting Dalam Mendiagnosis Penyakit Gastrointestinal pada Anak. Semarang. Atan B aas Sinuhaji: Tinjauan Etiologi Diare di Medan dan Sekitarnya. Disampaikan pada Simposium Gastroenterologi dalam Rangka Kongres Nasional Ilmu Kesehatan Anak IX.H. Bukittinggi. 13. Medan. 18. Atan Baas Sinuhaji: Prinsip Umum Pengobatan Cairan Parenteral pada Bayi dan A nak. 8 July 1997. Atan Baas Sinuhaji dan A. Disampaikan pada Pertemuan Ilmiah Berkala Badan Koordinasi Gastroenterologi Anak Indonesia XII. 23 . 17 April 1993. 19 Agustus 1989. 15. 22 April 2000. 16-20 Juni 1996. Disampaikan pada Kongres Nasional Ilmu Kesehatan Anak X.H.M. Sutanto: Pengobatan Hymenolepiasis Nana dengan Prazi quantel di Medan (Bagian kedua). T. Medan. Presented at Nutricia Workshop on Cons tipation and Chronic Diarrhoea. Jakarta.

.

21. 7 Oktober 2000. Medan. 27. 29. Lubis. Atan Baas Sinuhaji: Peranan Probiotik dalam Pencegah an dan Pengobatan Diare Akut pada Anak. Medan. Disampaikan p ada Round Table Discussion: Allergy During Childhood Prevention and Management. Atan Baas Sinuhaji. 27 Januari 2006. N.H. Atan Baas Sinuhaji: Intoleransi Laktosa. Dipublikasikan dalam maj alah ilmiah sebagai penulis pembantu: 1. 26 Oktober 2002. Medan. Disampaikan pada Simposium P eran Formula Kedelai dalam Tatalaksana Penyakit Alergi dan Saluran Cerna pada An ak. 24. Atan Baas Sinuhaj i: Asidosis Metabolik. Medan. 25: Sept. 30. Paediatrica Indonesiana. Kuala Lumpur. 28. Medan.Pidato Pengukuhan Jabatan Guru Besar Tetap Universitas Sumatera Utara 20. Disampaikan pada Simposium Seminar Gastroenterologi Kongres Nasional II Badan Koordinasi Gastroenterologi Anak Indonesia. 12-14 Juli 2004. C. Atan Baas Sinuhaji: Absorpsi Makromolekuler oleh Usus.. 24 . Atan Baas Sinuhaji: Diagnosis dan Pengobatan Hepatitis A. Lubis. Atan Baas Sinuhaji: Peranan Sinbiot ik untuk Mendukung dan Meningkatkan Fungsi Saluran Cerna. 18 Juni 2004. Disampaikan pada M ini Simposia Pencegahan dan Penatalaksanaan Hepatitis A pada Masa Kini. 1 0 Juni 2000. Atan Baas Sinuhaji: Tuberculous Peritonitis in an Indonesian Boy Eleven Year s Old.Oct. Atan Baas Sinuhaji: Pemberian Cairan Rum atan pada Bayi dan Anak. Bandung. Medan. Sutanto: Factors Influencing the Durat ion of Infantil Diarrhoea. Atan Baas Sinuhaji: Peranan Obat Anti Diare pada Tat alaksana Diare Akut. 20 March 2001. Medan. Disampaikan pada Siang Klinik Peranan Probiotik Dalam Meningkatkan Sistem Kek ebalan Tubuh Bayi. 23. Medan. Barus. 22. and A. Atan Baas Sinuhaji: Peranan Saluran Cerna Dalam Pertahanan Tubu h. 25. Iskandar Z. 1985. Meet Expert dalam Rangka Pertemuan Ilmiah Tahunan Ilmu Ke sehatan Anak II. Vol. M. Atan Baas Sinuhaji: Metabolic Acid osis in Diarrhoea. Disampaikan pada Round Table Discussion. 18 Apri l 2001. Disampaikan pada Simposium Peran Sinbiot ik pada Kesehatan Saluran Cerna Anak. 26. Presented at The 10th Asean Pediatric Federation Conference & 22nd Annual Congress of the Malaysian Paediatric Association. Presented at Probiotic Agents: Clinical Aplication in Infant and Children. Disampaikan pada Simpo sium Nutrition Support Team. 1-4 Juni 2000. T. 3-5 Juli 2003. 9 Juni 2004. Batam. Sebayang.

Sutanto: Steatocrit Value in Newborn Babies.Asidosis Metabolik: Salah Satu Penyulit Diare Akut pada Anak yang Seharusnya Dap at Dicegah 2. Kongres Nasional IV Perhimpunan Hematologi dan Trans fusi Darah Indonesia. Atan Baas Sinuhaji. Sutanto: Measles Enteritis in Infants and Children. Vol. I. Hasibuan. Paediatrica Indones iana. PERTEMUAN ILMIAH YANG DIHADIRI 1. Afif Siregar. 27: Nov. Sutanto: Refeeding pada Bayi dan Anak dengan Gastroent eritis. 4. Sri Sulastri. Margaretha. 15-19 Juli 1984. 45: March–April 2005. Medika Award 1987 (Kelompok Review). North Aceh). 35 Jan. S. Piagam Penghargaan GUBSU 1988: Operasi Kembar Siam Adi Suhendra–Adi Suhend ri. A. Hardjono: Immunization Program Among Primary Pupils (Experience in Paya B akung Village. Vol. Lubis. 31: Jan. 6. Pirngadi Hospit al. VIII. 22-24 September 1983. V ol. 1995. 1991. Kongres Nasional Ilmu Kesehatan Anak V.H. Paediatrica Indonesiana. I. A. 45: March–April 2005. Indra Tamboen.U. Susprawita Sari. and B. 2. B. Paediatrica Indonesi ana. – Feb. Iqbal. Atan Baas Sinuhaji. and A. John Usman. – Feb. J. 35: July–August. Atan Baas Sinuha ji: Efficacy of Fructooligosaccharide Versus Placebo for Treatment of Acute Diar rhea in Children: A Double Blind Randomized Clinical Trial. 5. Denpasar. 25 . 3. Abdullah. A.H.H. Sutanto: Bowel Habits in Children. B. Lubis.Z. Sutanto: Factors Influencing the Mortali ty of Children with Gastroenteritis at the Pediatric Ward of dr.H. Na vianti. Atan Baas Sinuhaji. Supriatmo. M. S. Vol. Medan. Reni Suryanti.Dec. Atan Baas Sinuhaji. Supriatmo. Chairuddin P. Judin. Pae diatrica Indonesiana. Kongres Nasional Ilmu Ke sehatan Anak VI. 3.H. N . Vol. A. PIAGAM PENGHARGAAN 1. Paediatrica Indonesiana. Paediatrica Indonesiana. 1987. A. 31: March–April 1991. Usman. 8.L. Lubis. 1995.. Medan. 7. Vol. Paediatrica Indonesiana. Vol. IX. Anggraini Erma. Muzah ar. 2. Atan Baas Sinuhaji. and A. Yogyakarta. Atan Baas Sinuhaji: Evaluation of WHO Criteria to Determine Degree of Dehydration in Children with Acute Diarrhea. 14-18 Juni 1981. Hasibuan. Atan Baas Sinuhaji.

7. Medan. 16–20 Juni 1996. Bandung. Jakarta. 15. 9. 11th Asean Pediat ric Federation Conference. Pertemuan Ilmiah Berkala BKGAI XII. 11. Ujung P andang. Kongres Nasional Perinasia VIII & Simposium Internasional. Bali. Jakarta. 12th National Congres of Child Health. 20. Kongres Nasional Anak XIII. 13. Jakarta. 4-7 Juli 1999. 12-14 Juli 2004. Surabaya. Surakarta. Kongres Nasional Ilmu Kesehatan Anak XI. 17–22 November 1986. Pertemuan Ilmiah Berkala BKGAI XIII. 18. 30 June–4 July 2002. 11-15 September 1987. Kongres Nasional Ilmu Kesehatan Anak VIII. Pediatrics Nutrition Update. 12.Pidato Pengukuhan Jabatan Guru Besar Tetap Universitas Sumatera Utara 4. 22. Pal embang. Kongres Nasional Ilmu Kesehatan Anak IX. Seminar Penanggulangan Penyakit Diare dan Pertemuan Ilm iah Berkala BKGAI ke-X. Kongres Nasional Ilmu Kese hatan Anak VII. Bandung. 2nd Asean Conference on Medi cal Sciences. 14. Semarang. 11-14 September 1990. 3–4 Mei 2006. Pertemuan Ilmi ah Tahunan Ilmu Kesehatan Anak II. 6. 26 . 5Oktob er 2003. Bukittinggi. Medan. 1-4 Juni 2000. Batam. 17. 18–20 August 2002 Kongres Nasional II BKGAI. Kuala Lumpur. 21. 19. Batam. 20-22 Februari 2004. 6–8 Desember 1984. 16. 3-5 Jul i 2003. Medan. Pediatric Challenge. Pertemuan Ilmiah Berkala BKGAI XI . 29 Juni–1 Juli 1989. 13-17 Juni 1993. Kongres N asional Ilmu Kesehatan Anak X. The 10th Asean Pediatric Federation Conference & 22nd Annual Congress of the Malaysian Paediatric Association. 5. Denpasar. 18-19 November 1 994. Pertemuan Ilmiah Berkala IX Badan Koordinasi Gastoenterologi Anak Indonesia. 10. 4–7 Juli 2005. 6-9 Desember 1995. 8.

Asidosis Metabolik: Salah Satu Penyulit Diare Akut pada Anak yang Seharusnya Dap at Dicegah 27 .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->