1.

1 Pengertian Psikolinguistik Psikolinguistik mempelajari faktor-faktor psikologis dan neurobiologis yang memungkinkan manusia mendapatkan, menggunakan, dan memahami bahasa (wikipedia). Selain itu, Garnham (1985:1) menyatakan bahwa psikolinguistik adalah kajian tentang mekanisme- mekanisme mental yang menjadikan manusia menggunakan bahasa. Di sisi lain, Aitchison(1998:1) berpendapat psikolinguistik adalah studi tentang bahasa dan minda. Tidak hanya itu, Harley (2001:1) menyebut psikolinguistik sebagai suatu studi tentang proses-proses mental dalam pemakaian bahasa. Dilanjutkan dengan pernyataan Clark dan Clark (1977:4) yang menyatakan psikolinguistik berkaitan dengan tiga hal utama yaitu komprehensi, produksi dan pemerolehan bahasa. Kemudian, psikolinguistik juga dapat dikatakan sebagai proses-proses psikologi yang berlangsung jika seseorang mengucapkan kalimat-kalimat yang didengarnya pada waktu berkomunikasi, dan bagaimana kemampuan bahasa itu diperoleh oleh manusia (Slobin, 1974; Meller, 1964; Slama Cazahu, 1973). Levelt (Marat, 1983: 1) mengemukakan bahwa Psikolinguistik adalah suatu studi mengenai penggunaan dan perolehan bahasa oleh manusia. Seirama dengan hal itu, Aitchison (Dardjowidojo, 2003: 7) berpendapat bahwa psikolinguistik adalah studi tentang bahasa dan minda. Sejalan dengan pendapat di atas, Field (2003: 2) mengemukakanpsycholinguistics explores the relationship between the human mind and language ‘psikolinguistik membahas hubungan antara otak manusia dengan bahasa’. Kridalaksana (1982:140) pun berpendapat sama dengan menyatakan bahwa psikolinguistik adalah ilmu yang mempelajari hubungan antara bahasa dengan perilaku dan akal budi manusia serta kemampuan berbahasa dapat diperoleh. Jadi, dapat disimpulkan psikolinguistik adalah suatu cabang ilmu linguistik interdisipliner yang mengkaji proses-proses mental manusia dikaitkan dengan perilaku bahasa seseorang.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful