P. 1
Khotbah Jum'At

Khotbah Jum'At

|Views: 1,118|Likes:
Published by Adam Astrada
Khotbah-khotbah Jum'at ada di sini, lengkap dengan do'anya....
Khotbah-khotbah Jum'at ada di sini, lengkap dengan do'anya....

More info:

Published by: Adam Astrada on Jul 20, 2009
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/11/2014

pdf

text

original

Taqwa Kepada Allah Subhannahu wa Ta'ala

ْ‫إِ ّ الْحمْدَ لِلهِ نَحمدهُ وََنستَعين ُ وََنستغْفرهْ وََن ُوذُ ِالِ مِنْ شرورِ أَْنفسنَا ومِن‬ َ ِ ُ ْ ُُ ‫ن َ ّ ْ َ ُ ْ ِ ُْه َْ ِ ُ ع ب‬ ْ‫سيئَاتِ َأعمَاِلَا، مَنْ َيهْدهِ ا ُ فَلَ ُض ّ َل ُ ومَنْ ُضْللْ فَلَ هَادِيَ َل ُ. وََأشهَدُ َأن‬ ْ ‫ه‬ ِ ‫ِ ل م ِل ه َ ي‬ ‫ْ ن‬ َّ .ُ ‫لَ إَِلهَ إِ ّ ا ُ وَحدهُ لَ شرِيْكَ َل ُ وََأشهَدُ َأ ّ ُح ّدًا عبْد ُ ورَسوُْل‬ ‫ه ْ ن م َم َ ُه َ ُ ه‬ َ َْ ‫ل ل‬ ‫يَا أَّهاَ اّذِْينَ ءَامنُوا اّت ُوا الَ ح ّ ُتقَاِتهِ وَلَ َتموُْ ّ إِ ّ وََنتُمْ مسْلموْنَ. يَا أَّيهَا‬ ُ ِ ّ ‫ُ تن ل أ‬ ‫َق‬ ‫َ ق‬ ‫ي ل‬ ‫الّا ُ اّتقوْا رَّكمُ اّذِيْ خلقَكُمْ ّنْ َنفْسٍ وَاحِدةٍ وَخلَقَ منهَا زوْجهَا وََب ّ منهمَا‬ ُ ِْ ‫َ َ ِْ َ َ ث‬ ‫ََ م‬ ‫نس ُ ب ُ ل‬ ْ‫رِجَالً كثيرًا وَِنسَآءً وَاّت ُوا الَ اّذِيْ َتسَآءَُلونَ ِبهِ وَْالرْحَامَ ِإ ّ الَ كَانَ عَليكُم‬ َْ ‫ن‬ َ ْ ‫ل‬ ‫ق‬ ْ َِ ْ‫رَقيبًا. يَا أَّيهَا اّذيْنَ ءَامنُوا اّتقُوا الَ وَقوُْلوْا قوْلً سدِيْ ًا. ُصْلِحْ َلكُمْ َأعمَالَكم‬ ُ ْ ‫ُ َ َ د ي‬ َ ِ‫ل‬ ِْ .‫وََيغفرْ لَكُمْ ُُنوْبَكُمْ ومَنْ يُطعِ الَ ورَسوَْل ُ فقَدْ َازَ فوزًا عَظيمًا‬ ِْ ْ َ ‫َ ُ ه َ ف‬ ِ َ ‫ذ‬ ِْ ‫َأ ّا َبعْ ُ؛ فَإ ّ أَصدَقَ الْحدِيثِ كتَابُ الَ، وَخيرَ اْلهَدْيِ هَدْ ُ ُح ّدٍ صَ ّى ال‬ ‫ي م َم ل‬ َْ ِ َ ْ ‫م د ِن‬ ‫ة ُل‬ ّ ‫عَليهِ وَسَ ّمَ وَشرَ ال ُورِ ُحْدََاُتهَا وك ّ ُحْدََثةٍ ِبدع ٌ وَك ّ ِبدعةٍ ضَلََل ٌ وَك‬ َ ْ ‫ْ َة ُل‬ ‫َ ْ ل ّ ُم م ث َ ُل م‬ .ِ‫ضَلََلةٍ فِيْ الّار‬ ‫ن‬
Hadirin ... Jama'ah Jum'ah Yang dimuliakan Allah Allah Subhannahu wa Ta'ala Maha Pencipta, Maha Pengasih, Maha Penyayang, Maha Kuasa, Maha Pengatur semesta, Maha Pemberi rizqi bagi setiap manusia, binatang dan makhluk lainnya. Oleh sebab itu Allahlah satu-satunya sembahan yang benar yang harus diibadahi oleh hambaNya. Manusia diciptakan oleh Allah Subhannahu wa Ta'ala tidak lain agar manusia itu beribadah hanya kepada Allah semata. Artinya: “Dan Aku (Allah) tidak menciptakan jin dan manu-sia melainkan supaya mereka menyembahKu”. Tetapi manfaat ibadah itu justru untuk kepentingan mereka yang beribadah itu sendiri dalam membentuk pribadinya menjadi orang yang bertaqwa. Artinya: “Hai manusia, sembahlah Tuhanmu Yang telah menciptakanmu dan orang-orang yang sebelummu, agar kamu bertaqwa”. (QS. Al-Baqarah: 21) Hadirin ... jama'ah Jum'ah yang dimuliakan Allah Para sahabat dan salafus shalih yang memahami betul tuntunan Al-Qur’an dan mengikuti jejak sunnah Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam, mereka mempunyai perhatian yang besar terhadap TAQWA ini, mereka terus mencari hakikatnya, saling bertanya satu sama lain, serta mereka berusaha keras untuk mencapai derajat TAQWA ini. Imam Ibnu Katsir menyebutkan dalam Tafsirnya bahwa: Umar Ibnul Khathab Radhiallaahu anhu. Bertanya kepada Ubai Ibnu Ka’ab Radhiallaahu anhu, tentang TAQWA ini, maka berkatalah Ubai kepada Umar: “Pernahkah engkau melewati jalan yang penuh duri?” “Ya, Pernah”. Jawab Umar. Ubai bertanya lagi: “Apa yang anda lakukan saat itu?”. Umar menjawab: “Saya akan berjalan dengan sungguh-sungguh dan berhati-hati sekali agar tak terkena dengan duri itu”. Lalu Ubai berkata: “Itulah TAQWA”. Dari riwayat ini bisa kita ambil ibrahnya, bahwa TAQWA itu adalah kepekaan batin, kelembutan perasaan, rasa khauf kepada Allah terus menerus, hingga ia selalu waspada dan hati-hati agar tidak terkena duri syahwat dan duri syubhat di jalanan. Ia menghindari perbuatan syirik sejauh1

jauhnya, juga menghindari perbuatan syirik sejauh-jauhnya, juga menghindari semua maksiat dan dosa, yang kecil maupun yang besar. Serta ia juga berusaha keras sekuat tenaga mentaati dan melaksanakan perintah-perintah Allah Subhannahu wa Ta'ala, lahir dan batin dengan hati yang khudlu’ dan merendahkan diri di hadapan Allah Subhannahu wa Ta'ala. Hadirin ... jama’ah Jum’ah yang dimuliakan Allah Di antara ciri-ciri orang yang bertaqwa kepada Allah itu adalah: 1. Gemar menginfaqkan harta bendanya di jalan Allah, baik dalam waktu sempit maupun lapang. 2. Mampu menahan diri dari sifat marah. 3. Selalu memaafkan orang lain yang telah membuat salah kepadanya (tidak pendendam). 4. Tatkala terjerumus pada perbuatan keji dan dosa atau mendzalimi diri sendiri, ia segera ingat kepada Allah, lalu bertaubat dan beristighfar, memohon ampun kepadaNya atas dosa yang telah dilakukan. 5. Tidak meneruskan perbuatan keji itu lagi, dengan kesadaran dan sepengetahuan dirinya. Ciri-ciri orang yang bertaqwa ini, bisa kita lihat pada firman Allah: Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada Surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertaqwa, (yaitu) orang-orang yang menginfaqkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang, Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan. Dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri, mereka ingat akan Allah, lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain dari pada Allah? Dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu, sedang mereka mengetahui. Hadirin ... jamaah Jum’ah yang dimuliakan Allah Betapa pentingnya nilai TAQWA, hingga merupakan bekal yang terbaik dalam menjalani kehidupan di dunia dan betapa tinggi derajat TAQWA, hingga manusia yang paling mulia di sisi Allah adalah orang yang paling taqwa di antara mereka. Dan banyak sekali buah yang akan dipetik, hasil yang akan diperoleh dan nikmat yang akan diraih oleh orang yang bertaqwa di antaranya adalah: 1. Ia akan memperoleh Al-Furqon, yaitu kemampuan uantuk membedakan antara yang hak dan yang batil, halal dan haram, antara yang sunnah dengan bid’ah. Serta kesalahankesalahannya dihapus dan dosa-dosanya diampuni. Hai orang-orang yang beriman, jika kamu bertaqwa kepada Allah niscaya Dia akan memberikan kepadamu furqaan dan menghapuskan segala kesalahan-kesalahanmu dan mengampuni (dosa-dosa)mu. Dan Allah mempunyai karunia yang besar. (QS. Al-Anfal: 29) 2. Ia akan memperoleh jalan keluar dari segala macam problema yang dihadapinya, diberi rizki tanpa diduga dan dimudahkan semua urusannya. Barangsiapa yang bertaqwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar. Dan memberinya rizki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. (QS. At-Thalaq: 2-3) Dan barangsiapa yang bertaqwa kepada Allah niscaya Allah menjadikan baginya kemudahan dalam urusannya. (QS. At-Thalaq: 4) 3. Amalan-amalan baiknya diterima oleh Allah hingga menjadi berat timbangannya di hari kiamat kelak, mudah peng-hisabannya dan ia menerima kitab catatan amalnya dengan tangan kanan. Berkatalah Habil (kepada saudaranya Qobil): “Sesungguhnya Allah hanya menerima (korban) dari orang-orang yang taqwa”. (QS. Al-Maidah: 27) 4. Serta Allah akan memasukkan ke dalam Surga, kekal di dalamnya serta hidup dalam keridloanNya. Untuk orang-orang yang bertaqwa (kepada Allah), pada sisi Tuhan mereka ada Surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya. Dan (mereka dikaruniai) istri-istri yang disucikan serta keridloan Allah. Dan Allah Maha Melihat akan hamba-hambaNya. (QS. Ali Imran: 15)
2

‫‪Jadi dengan TAQWA kepada Allah kemuliaan hidup dapat dicapai, kebaikan dunia dapat‬‬ ‫.‪diperoleh dan kebaikan akhirat dengan segala kenikmatannya dapat dirasakan‬‬

‫بَارَكَ الُ ِليْ وَلَكمْ فِي اْلقرْآنِ اْلعظيْمِ، وََنفعنِيْ وَإِّاكمْ ِبمَا فيهِ مِنَ اْليَاتِ‬ ‫ِْ‬ ‫ََ ي ُ‬ ‫َِ‬ ‫ُ‬ ‫ُ‬ ‫وَال ّكرِ الْحكيْمِ. أَقوْ ُ قوْلِيْ هذَا وَأَستغفرُ الَ اْلعَظيْمَ لِيْ وَلَكُمْ وَِلسَاِئرِ‬ ‫ِ‬ ‫َْ ْ ِ‬ ‫ذْ َِ ُ لَ َ‬ ‫اْلمسْليمْنَ مِنْ ك ّ ذَنْبٍ. فَاستغفروْهُ، إِّن ُ هوَ اْلغفوْ ُ ال ّحيْ ُ.‬ ‫ه ُ َُ ر ر ِ م‬ ‫َْ ْ ِ ُ‬ ‫ُل‬ ‫ُ ِِ‬
‫‪Khutbah Kedua‬‬

‫اَلْحمْ ُ لِلهِ حمْدًا كثيرًا كمَا َأمرَ فَاْنتهوْا ع ّا َنهَى عن ُ وَحَذرَ. َأشهَدُ َأنْ لَ إَِلهَ‬ ‫َ ْه ّ ْ‬ ‫َ د ّ َ َِ ْ َ َ َ ُ َم‬ ‫إِ ّ ا ُ، اَْلوَاحِ ُ اْلق ّا ُ، وََأشهَدُ َأ ّ ُح ّدًا عبْدهُ ورَسوُْل ُ. قَالَ الُ َتعَالَى ِفْي‬ ‫د َه ر ْ ن م َم َ ُ َ ُ ه‬ ‫ل ل‬ ‫كتَاِبهِ اْلكرِيْمِ: ِإ ّ الَ ومَلَئِكت ُ ُصَلوْنَ علَى النبِ ّ، يَاأَّهاَ اّذِْينَ ءَامنوْا صَلوْا‬ ‫َُ ّ‬ ‫ن َ ََه ي ّ َ ّ ي ي ل‬ ‫َ‬ ‫ِ‬ ‫عَليهِ وَسَلموْا َتسْليمًا.‬ ‫ِْ‬ ‫َْ ّ ُ‬ ‫اَلله ّ ص ّ عَلَى ُح ّدٍ عبْدِكَ ورَسوِْلكَ كمَا صَليْتَ عَلَى إِْبرَاهيْمَ. وَبَارِكْ عَلَى‬ ‫ِ‬ ‫َ ّ‬ ‫َ ُ‬ ‫م َم َ‬ ‫ّ ُم َل‬ ‫ُح ّدٍ وعَلَى آلِ ُح ّدٍ كمَا بَارَكتَ عَلَى إِْبرَاهيْمَ وعَلَى آلِ إِْبرَاهيْمَ، ِإّكَ‬ ‫ِ ن‬ ‫ِ َ‬ ‫ْ‬ ‫م َم َ‬ ‫م َم َ‬ ‫حميْ ٌ مَجي ٌ. اَللهُ ّ اغفرْ لِلمسْلميْنَ وَاْلمسْلمَاتِ، وَاْلمؤمنيْنَ وَاْلمؤمنَاتِ‬ ‫ُ ِْ‬ ‫ُ ْ ِِ‬ ‫ُ ِ‬ ‫َ ِ د ِ ْد ّ م ْ ِ ْ ُ ِ ِ‬ ‫اْلحيَاءِ منهُمْ وَاْلموَاتِ. اَللهُ ّ إِّا َنسْأَُلكَ اْلهُدَى وَالتقَى وَاْلعفَافَ وَاْلغنَى. رّبنَا‬ ‫ِ َ‬ ‫َ‬ ‫ّ‬ ‫ّم ن‬ ‫َْ‬ ‫َ ْ ِْ‬ ‫هَبْ َلَا مِنْ َأزوَاجنَا وذ ّّاِتنَا قرةَ َأعُنٍ وَاجعَلنَا لِلمتقيَ ِإ َامًا. رَّبنَا لَ ُتزِغْ ُلوَْبَا‬ ‫قُ ن‬ ‫ْ ْ ْ ُّ ِ م‬ ‫ْ ِ َ ُري ُ ّ ْي‬ ‫ن‬ ‫َبعْدَ ِإذْ هَدَْيتنَا وهَبْ َلنَا مِن ّدنْكَ رَحمةً إِّكَ أَنتَ اْلو ّا ُ. رّبنَا آِتنَا فِي ال ّْنيَا‬ ‫د‬ ‫َه ب َ‬ ‫َْ ن‬ ‫لُ‬ ‫َ َ‬ ‫حسنةً وَفِي الخرةِ حسنةً وَقَا عَذَابَ الّارِ.‬ ‫ن‬ ‫ِ َ َ ََ ِن‬ ‫َ ََ‬ ‫عبَادَ الِ، ِإ ّ الَ يَأمرُكُمْ بِاْلعدْلِ وَْالِحسَانِ وَِيتَآئِ ذِي اْلقرْبَى وََينهَى عَنِ‬ ‫ْ‬ ‫ُ‬ ‫إ‬ ‫ْ‬ ‫َ‬ ‫ن ُْ‬ ‫ِ‬ ‫اْلفَحشَآءِ وَاْل ُنكرِ وَاْلبغيِ َيعِظكُمْ َلعَ ّكُمْ تَذكروْنَ. فَاذْكرُوا الَ اْلعظيْمَ َيذْكركُمْ‬ ‫ُْ‬ ‫َِ‬ ‫ُ‬ ‫َ ُّ‬ ‫ل‬ ‫م َ َْ ُ‬ ‫ْ‬ ‫وَاسْأُلوهُ مِنْ فَضْلهِ ُيعطِكمْ وَلَذكرُ الِ َأكب ُ.‬ ‫َْر‬ ‫ِ ْ ُ ِْ‬ ‫َْ‬
‫‪Akibat Memakan Harta Riba‬‬

‫إِ ّ الْحمْدَ لِلهِ نَحمدهُ وََنستَعين ُ وََنستغْفر ُ، وََن ُوذُ بِالِ مِنْ شرورِ أَْنفسنَا ومِنْ‬ ‫ُُ ْ ُ ِ َ‬ ‫ن َ ّ ْ َ ُ ْ ِ ُْه َْ ِ ُه ع‬ ‫سيئَاتِ َأعمَاِلَا، مَنْ َيهْدِ الُ فَلَ ُض ّ َل ُ ومَنْ ُضْللْ فَلَ هَادِيَ َل ُ. أَشهَ ُ أَ ّ لَ‬ ‫ه ْد ن‬ ‫م ِل ه َ ي ِ‬ ‫ْ ن‬ ‫َّ‬ ‫ّ م َل‬ ‫إَِلهَ إِ ّ ا ُ وَحْدهُ لَ شرِيْكَ َل ُ وَأَشهَ ُ أَ ّ ُح ّدًا عبْد ُ ورَسوُْلهُ. اَللهُ ّ ص ّ‬ ‫ه ْ د ن م َم َ ُه َ ُ‬ ‫َ‬ ‫ل ل َ‬
‫3‬

ْ‫وَسَ ّمْ عَلَى َنبينَا ورَسوِْلنَا ُح ّدٍ صَ ّى ا ُ عَليهِ وَسَ ّمَ وعَلَى آِلهِ وَأَصْحَاِبهِ ومَن‬ َ َ ‫ِّ َ ُ م َم ل ل َ ْ ل‬ ‫ل‬ ‫َتبعهُمْ ِبإِحسَانٍ إِلَى َيومِ ال ّيْنِ، َأ ّا َبعْ ُ؛‬ ‫ْ د م د‬ ْ َِ ،َ‫فَإ ّ أَصدَقَ الْحدِيْثِ كتَابُ الِ وَخيرَ اْلهَديِ هَدْ ُ ُح ّدٍ صَ ّى ا ُ عَليهِ وَسَ ّم‬ ‫ي م َم ل ل َ ْ ل‬ َْ ِ َ ْ ‫ِن‬ .ٍ‫وَش ّ المورِ ُحَدََاُتهَا، وَك ّ ُحْدَثةٍ بِدع ٌ وك ّ بِدعةٍ ضَلَلة‬ َ ْ ‫ُل م َ ْ َة َ ُل‬ ‫َر ُ ُ ْ م ث‬ َ‫فيَا عبَادَ الِ، ُأوْصيْكُمْ وَِإّايَ ِبتقوَى الِ فقَدْ َازَ اْلمؤمنوْنَ اْلمتقوْنَ، حيْ ُ قَال‬ ‫َث‬ ُ ُّ ُِ ْ ُ ‫َ ف‬ َْ ‫ي‬ ِ ِ َ :ِ‫َتبَارَكَ وََتعَالَى فِيْ كتَاِبهِ اْلعزِْيز‬ َ ِ .َ‫يَاأَّهاَ اّذِيْنَ ءَامنُوا اّتقُوا الَ حَ ّ ُتقَاِتهِ وَلَ َتموُْ ّ إِ ّ وَأَنتمْ مسْلموْن‬ ُ ِ ّ ُ ‫ُ تن ل‬ ‫ق‬ َ ‫ي ل‬ ‫ِْ َ َ ث‬ ّ َ‫يَاأَّيهَا الّاسُ اّتقوْا رَّكُ ُ اّذِيْ خَلقَكمْ ّنْ َنفسٍ وَاحدةٍ وَخَلَقَ منهَا زوْجهَا وَب‬ َِ ْ ‫َ ُ م‬ ‫ُ ب م ل‬ ‫ن‬ َ‫منهُمَا رِجَالً كثيرًا وَِنسَآءً وَاّتقُوا الَ اّذِيْ َتسَآءَُلونَ ِبهِ وَاْلرحَامَ ِإ ّ الَ كَان‬ ‫َْ ن‬ ْ ‫ل‬ ْ َِ ِْ .‫عَليْكُمْ رَقيبًا‬ ِْ َ ْ‫يَاأَّيهَا اّذِيْنَ ءَامنُوا اّتقُوا الَ وَقوُْلوْا قوْلً سَدِْيدًا. ُصلِحْ لَكمْ َأعمَالَكُمْ وََيغفِر‬ ْ ْ ُ ْ ‫ي‬ َ ُ َ ‫ل‬ .‫لَكمْ ُُنوْبَكمْ ومَنْ ُيطِعِ الَ ورَسوَْلهُ فقَدْ فَازَ فوزًا عظيمًا‬ ِْ َ ْ َ َ ُ َ َ ُ ‫ُ ذ‬ ‫وَقَالَ عَليهِ ال ّل ُ وَال ّل ُ: اِّقِ الَ حي ُ مَا كنْتَ وََأْتبِعِ السيئَةَ الْحسَنةَ َتمْحهَا‬ ُ َ َ ّّ ُ ‫َ ْث‬ ‫َ ْ ص َة س َم ت‬ .ٍ‫وَخَاِلقِ الّاسَ بَ ُ ُقٍ حسَن‬ َ ‫ن خل‬
Kaum muslimin seiman dan seaqidah Tepatnya ketika Allah Subhannahu wa Ta'ala memberikan mukjizat kepada hamba dan kekasihNya, Nabi Muhammad Shalallaahu alaihi wasalam berupa Isra’ Mi’raj, pada saat itu pula Allah Ta'ala perlihatkan berbagai kejadian kepada beliau yang kelak akan memimpin jaga raya ini. Di antaranya Rasulullah n melihat adanya beberapa orang yang tengah disiksa di Neraka, perut mereka besar bagaikan rumah yang sebelumnya tidak pernah disaksikan Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam. Kemudian Allah Ta’ala tempatkan orang-orang tersebut di sebuah jalan yang tengah dilalui kaumnya Fir’aun yang mereka adalah golongan paling berat menerima siksa dan adzab Allah di hari Kiamat. Para pengikut Fir’aun ini melintasi orang-orang yang sedang disiksa api dalam Neraka tadi. Melintas bagaikan kumpulan onta yang sangat kehausan, menginjak orang-orang tersebut yang tidak mampu bergerak dan pindah dari tempatnya disebabkan perutnya yang sangat besar seperti rumah. Akhirnya Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam bertanya kepada malaikat Jibril yang menyertainya, “Wahai Jibril, siapakah orangorang yang diinjak-injak tadi?” Jibril menjawab, “Mereka itulah orang-orang yang makan harta riba.” (lihat Sirah Nabawiyah, Ibnu Hisyam, 2/252). Dalam syariat Islam, riba diartikan dengan bertambahnya harta pokok tanpa adanya transaksi jual beli sehingga menjadikan hartanya itu bertambah dan berkembang dengan sistem riba. Maka setiap pinjaman yang diganti atau dibayar dengan nilai yang harganya lebih besar, atau dengan barang yang dipinjamkannya itu menjadikan keuntungan seseorang bertambah dan terus mengalir, maka perbuatan ini adalah riba yang jelas-jelas diharamkan oleh Allah Subhannahu wa Ta'ala dan RasulNya Shalallaahu alaihi wasalam, dan telah menjadi ijma’ kaum muslimin atas keharamannya.
4

Allah Subhannahu wa Ta'ala berfirman: “Allah menghilangkan berkah riba dan menyuburkan shadaqah, dan Allah tidak menyukai setiap orang yang tetap dalam kekafiran dan selalu berbuat dosa”. (QS. Al-Baqarah: 270). Barang-barang haram yang tiada terhitung banyaknya sampai menyusahkan dan memberatkan mereka ketika harus cepat-cepat berjalan pada hari Pembalasan. Setiap kali akan bangkit berdiri, mereka jatuh kembali, padahal mereka ingin berjalan bergegas-gegas bersama kumpulan manusia lainnya namun tiada sanggup melakukannya akibat maksiat dan perbuatan dosa yang mereka pikul. Maha Besar Allah yang telah berfirman: “Orang-orang yang memakan (mengambil) riba tidak dapat berdiri kecuali seperti berdirinya orang yang kemasukan syetan lantaran tekanan penyakit gila. Keadaan mereka yang demikian itu adalah disebabkan mereka berkata (berpendapat): Sesungguhnya jual beli itu sama dengan riba, padahal Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba”. (QS. Al-Baqarah: 275). Dalam menafsirkan ayat ini, sahabat Ibnu “Abbas Radhiallaahu anhu berkata: “Orang yang memakan riba akan dibangkitkan pada hari kiamat dalam keadaan gila lagi tercekik”. (Lihat Tafsir Ibnu Katsir, 1/40). Imam Qatadah juga berkata: “Sesungguhnya orang-orang yang memakan harta riba akan dibangkitkan pada hari Kiamat dalam keadaan gila sebagai tanda bagi mereka agar diketahui para penghuni padang mahsyar lainnya kalau orang itu adalah orang yang makan harta riba.” (Lihat Al-Kaba’ir, Imam AdzDzahabi, hal. 53). Dalam Shahih Al-Bukhari dikisahkan, bahwasanya Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam bermimpi didatangi dua orang laki-laki yang membawanya pergi sampai menjumpai sebuah sungai penuh darah yang di dalamnya ada seorang laki-laki dan di pinggir sungai tersebut ada seseorang yang di tangannya banyak bebatuan sambil menghadap ke pada orang yang berada di dalam sungai tadi. Apabila orang yang berada di dalam sungai hendak keluar, maka mulutnya diisi batu oleh orang tersebut sehingga menjadikan dia kembali ke tempatnya semula di dalam sungai. Akhirnya Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam bertanya kepada dua orang yang membawanya pergi, maka dikatakan kepada beliau: “Orang yang engkau saksikan di dalam sungai tadi adalah orang yang memakan harta riba.” (Fathul Bari, 3/321-322). Kaum muslimin sidang Jum’at yang berbahagia… inilah siksa yang Allah berikan kepada orangorang yang suka makan riba, bahkan dalam riwayat yang shahih, sahabat Jabir Radhiallaahu anhu mengatakan:

.ٌ ‫ آكلَ ال َّا وموْكِل ُ وَ َاِتب ُ وَشَاهِدْيهِ، وَقَالَ: هُمْ سوَا‬n ِ‫َلعَنَ رَسولُ ال‬ ‫َ ء‬ َ ‫ِ رب َ ُ َه ك َه‬ ُْ
Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam melaknat orang yang memakan riba, yang memberi makan riba, penulisnya dan kedua orang yang memberikan persaksian, dan beliau bersabda: “Mereka itu sama”. (HR. Muslim, no. 1598). Semaraknya praktek riba selama ini tidak lepas dari propaganda musuh-musuh Islam yang menjadikan umat Islam lebih senang untuk menyimpan uangnya di bank-bank, lebih-lebih dengan semaraknya kasus-kasus pencurian dan perampokan serta berbagai adegan kekerasan yang semakin merajalela. Bahkan sistem simpan pinjam dengan bunga pun sudah dianggap biasa dan menjadi satu hal yang mustahil bila harus dilepaskan dari perbankan. Umat tidak lagi memperhatikan mana yang halal dan mana yang haram. Riba dianggap sama dengan jual beli yang diperbolehkan menurut syari’at Islam. Kini kita saksikan, gara-gara bunga berapa banyak orang yang semula hidup bahagia pada akhirnya menderita tercekik dengan bunga yang ada. Musibah dan bencana telah meresahkan masyarakat, karena Allah yang menurunkan hukumNya atas manusia telah mengizinkan malapetaka atas suatu kaum jika kemaksiatan dan kedurhakaan telah merejalela di dalamnya. Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan Imam Abu Ya’la dan isnadnya jayyid, bahwasannya Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam bersabda:

.ِ‫مَا ظهَرَ فيْ قومٍ ال َّى وَال ّبَا إِ ّ أَحَلوْا بِأَْنفسهِمْ عقَابَ ال‬ ِ ِ ُ ّ ‫َ ِ َ ْ زن ر ل‬
5

“Tidaklah perbuatan zina dan riba itu nampak pada suatu kaum, kecuali telah mereka halalkan sendiri siksa Allah atas diri mereka.” (Lihat Majma’Az-Zawaid, Imam Al-Haitsami, 4/131). Dan dari bencana yang ditimbulkan karena memakan riba tidak saja hanya sampai di sini, bahkan telah menjadikan hubungan seorang hamba dengan Rabbnya semakin dangkal yang tidak lain dikarenakan perutnya yang telah dipadati benda-benda haram. Sehingga nasi yang dimakannya menjadi haram, pakaian yang dikenakannya menjadi haram, motor yang dikendarainya pun haram, dan barang-barang perkakas di rumahnya pun menjadi haram, bahkan ASI yang diminum oleh si kecil pun menjadi haram. Kalau sudah seperti ini, bagaimana mungkin do’a yang dipanjatkan kepada Allah akan dikabulkan jika seluruh harta dan makanan yang ada dirumahnya ternyata bersumber dari hasil praktek riba. Sebenarnya praktek riba pada awal mulanya adalah perilaku dan tabi’at orang-orang Yahudi dalam mencari nafkah dan mata pencaharian hidup mereka. Dengan sekuat tenaga mereka berusaha untuk menularkan penyakit ini ke dalam tubuh umat Islam melalui bank-bank yang telah banyak tersebar. Mereka jadikan umat ini khawatir untuk menyimpan uang di rumahnya sendiri seiring disajikannya adegan-adegan kekerasan yang menakutkan masyarakat lewat jalur televisi dan media-media massa lainnya, sehingga umatpun bergegas mendepositokan uangnya di bank-bank milik mereka yang mengakibatkan keuntungan yang besar lagi berlipat ganda bagi mereka, menghimpun dana demi melancarkan rencana-rencana jahat zionis dan acara-acara kristiani lainnya. Mereka banyak membantai umat Islam, namun diam-diam tanpa disadari di antara kita telah ada yang membantu mereka membantai saudara-saudara kita semuslim dengan mendepositokan uang kita di bank-bank mereka. Dalam firmanNya Allah Subhannahu wa Ta'ala menegaskan: “Dan disebabkan mereka (orang-orang Yahudi) memakan riba, padahal sesungguhnya mereka telah dilarang daripadanya, dan karena mereka memakan harta orang lain dengan jalan yang bathil. Kami telah menyediakan untuk orang-orang kafir di antara mereka siksa yang pedih”. (QS. An-Nisa’: 161). Lalu pantaskah bila umat Islam mengikuti pola hidup suatu kaum yang Allah pernah mengutuknya menjadi kera dan babi, sedangkan Allah Subhannahu wa Ta'ala berfirman: “Hai orang-orang yang beriman, jika kamu mengikuti sebagian dari orang-orang yang diberi AlKitab (Yahudi dan Nashrani), niscaya mereka akan mengembalikan kamu menjadi kafir sesudah kamu beriman.” (QS. Ali Imran: 100). Semoga Allah senantiasa menunjukkan kita kepada jalanNya yang lurus, yang telah ditempuh oleh para pendahulu kita dari generasi salafush-shalih.

ِ‫بَارَكَ الُ ِليْ وَلَكمْ فِي اْلقرْآنِ اْلعظيْمِ، وََنفعنِيْ وَإِّاكمْ ِبمَا فيهِ مِنَ اْليَات‬ ِْ ُ ‫ََ ي‬ َِ ُ ُ .ْ‫وَال ّكرِ الْحكيْمِ. أَقوْ ُ قوْلِيْ هذَا وَأَستغفرُ الَ اْلعَظيْمَ لِيْ وَلَكُم‬ ِ ِ ْ َْ َ َ‫ذْ َِ ُ ل‬
Khutbah Kedua

ْ‫إِ ّ الْحمْدَ لِلهِ نَحمدهُ وََنستَعين ُ وََنستغْفر ُ، وََن ُوذُ بِالِ مِنْ شرورِ أَْنفسنَا ومِن‬ َ ِ ُ ْ ُُ ‫ن َ ّ ْ َ ُ ْ ِ ُْه َْ ِ ُه ع‬ َ‫سيئَاتِ َأعمَاِلَا، مَنْ َيهْدهِ ا ُ فَلَ ُض ّ َل ُ ومَنْ ُضْللْ فَلَ هَادِيَ َل ُ. أَشهَ ُ أَ ّ ل‬ ‫ه ْد ن‬ ِ ‫ِ ل م ِل ه َ ي‬ ‫ْ ن‬ َّ ‫ّ م َل‬ ّ ‫إَِلهَ إِ ّ ا ُ وَحْدهُ لَ شرِيْكَ َل ُ وَأَشهَ ُ أَ ّ ُح ّدًا عبْد ُ ورَسوُْلهُ. اَللهُ ّ ص‬ ُ َ ‫ه ْ د ن م َم َ ُه‬ َ َ ‫ل ل‬ ْ‫وَسَ ّمْ عَلَى َنبينَا ورَسوِْلنَا ُح ّدٍ صَ ّى ا ُ عَليهَ وَسَ ّمَ وعَلَى آِلهِ وَأَصْحَاِبهِ ومَن‬ َ َ ‫ِّ َ ُ م َم ل ل َ ْ ل‬ ‫ل‬ ‫َتبعهُمْ ِبإِحسَانٍ إِلَى َيومِ ال ّيْنِ، َأ ّا َبعْ ُ؛‬ ‫ْ د م د‬ ْ َِ
6

،َ‫فَإ ّ أَصدَقَ الْحدِيْثِ كتَابُ الِ وَخيرَ اْلهَديِ هَدْ ُ ُح ّدٍ ص ّ ا ُ عَليهِ وَس ّم‬ ‫ي م َم َل ل َ ْ َل‬ َْ ِ َ ْ ‫ِن‬ .ٌ ‫وَش ّ المورِ ُحَدََاُتهَا، وَك ّ ُحْدَثةٍ بِدع ٌ وك ّ بِدعةٍ ضَلَل‬ ‫ة‬ َ ْ ‫ُل م َ ْ َة َ ُل‬ ‫َر ُ ُ ْ م ث‬
Dalam khutbah kedua ini, setelah kita menyadari realitas yang ada, marilah kita sering-sering beristighfar kepada Allah, karena tidak ada obat penyembuh dari kesalahan dan kedurhakaan yang telah kita lakukan kecuali hanya dengan mengakui segala dosa kita lalu beristighfar memohon ampun kepada Allah dan untuk tidak mengulanginya kembali sambil beramal shalih menjalankan ketaatan unukNya, sebagaimana yang dikatakan Nabi Hud Alaihissalam kepada kaumnya: “Hai kaumku, mohonlah ampun kepada Rabbmu lalu bertaubatlah kepadaNya, niscaya Dia menurunkan hujan yang sangat deras atasmu dan Dia akan menambahkan kekuatan kepada kekuatanmu, dan janganlah kamu berpaling dengan berbuat dosa.” (QS. Hud: 52). Pada penutup khutbah ini, marilah kita memunajatkan do’a kepada Allah sebagai bukti bahwasanya kita ini fakir di hadapan Allah Subhannahu wa Ta'ala .

ِ‫اَلْحمْ ُ لِلهِ رَ ّ اْلعَاَلميْنَ وَال ّل ُ وَال ّل ُ عَلَى رسوْلِ الِ ُح ّدٍ صَ ّى ا ُ عَليه‬ ْ َ ‫م َم ل ل‬ َُ ‫ص َة س َم‬ ِ ‫َد ّ ب‬ ِ‫وَسَ ّمَ وعَلَى آِلهِ وَأَصْحَاِبهِ َأجمعيْنَ. اَللهُ ّ اغفرْ َلنَا وَِللمؤْمنيْنَ وَاْلمؤْمنَات‬ ِ ُ ِِ ُ ْ ِْ ‫ّ م‬ َِ ْ َ ‫ل‬ .ِ‫وَاْلمسْلميْنَ وَاْلمسْلمَاتِ اْلَحَاءِ منهُمْ وَاْلموَاتِ، يَا ُجيْبَ الدعوَات‬ َّ ِ‫م‬ َْ ْ ِ ‫ْي‬ ِ ُ ِِ ُ ً‫اَلله ّ لَ تَدَعْ َلَا ذَْنبًا إِ ّ غفرَْت ُ وَلَ ه ّا إِ ّ ف ّجت ُ وَلَ دَْينًا ِإ ّ قَضيت ُ وَلَ حَاجة‬ َ ‫ل َ َْه‬ ‫َم ل َر َْه‬ ‫ل ََ ه‬ ‫ن‬ ‫ّ ُم‬ .َ‫مِنْ حوَائِجِ ال ّْنيَا وَاْلخرةِ إِ ّ قَضيتهَا يَا َأرْحمَ ال ّاحميْن‬ ِِ ‫َ ر‬ َْ َ ‫ِ َ ل‬ ‫د‬ َ َ‫رَّبنَا اغفرْ َلَا وَلِخوَاِننَا اّذِيْنَ سبقوْنَا بِاْلْيمَانِ ولَ تَجعلْ فِيْ ُلوِْبنَا غِ ّ ّ ّذيْن‬ ِ ‫ل لل‬ ُ‫ق‬ َْ َ ِ ُ ََ ‫ل‬ ْ ‫ِْ ن‬ ‫ءَامنوْا رَّبنَا إِّكَ رءُوْ ٌ ّحيْ ٌ. رَّبنَا آِتنَا فِي ال ّْنيَا حسنةً وَفِي الخرةِ حسنةً وَقنَا‬ ِ ََ َ َ ِ ََ َ ‫د‬ ‫ن َ فر ِم‬ َُ .ِ‫عَذَابَ الّار‬ ‫ن‬ ‫وَصَ ّى ا ُ عَلَى َنبينَا ُح ّدٍ صَ ّى ا ُ عَليهِ وَس ّمَ، سبْحَانَ رَّكَ رَ ّ اْلعزةِ ع ّا‬ ‫ب ب ِ ّ َم‬ ُ ‫ِّ م َم ل ل َ ْ َل‬ ‫ل ل‬ .َ‫يَصفوْنَ، وَسَل ٌ عَلَى اْلمرْسَلينَ وَالْحمْ ُ لِ رَ ّ العَاَلميْن‬ ِ ‫َد ب‬ ِْ ُ ‫َم‬ ُِ

7

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->