TEKNOLOGI BUDIDAYA IKAN NILA Rabu, 2 Maret 2011 di UPTD BPTKP UKBAT Cangkringan

A. PENDAHULUAN Permintaan dunia maupun lokal akan nila semakin naik seiring dengan pertambahan penduduk dan perbaikan kesejahteraannya. Ikan nila hidup memiliki kelebihan bisa dipajang hidup sebelum dimasak dan disajikan direstoran-retoran. Disamping itu , ikan nila merah merupakan komoditas eksport. Permintaan nila terus meningkat, namun permintaan tersebut belum dapat dipenuhi karena kemampuan produksinya masih rendah. Budidaya ikan nila jelas menguntungkan, baik sebagai usaha pendederan maupun pembesaran dengan syarat pengelolaan teknis dan ekonominya tepat. Peluang pasar sangat besar, permintaannya terus meningkat baik lokal, antar wilayah maupun eksport. Oleh karena itu, Departemen Kelautan dan Perikanan menetapakan ikan nila sebagai unggulan selain ikan yang lain. Budidaya ikan adalah usaha pemeliharaan ikan apapun jenisnya ( nila ) dalam lingkungan terkontrol maupun semi terkontrol. Masalahnya adalah ikan nila adalah jenis hibrida: bila pengelolaan induk dan pembenihannya kurang diperhatikan bisa terjadi penurunan kualitas karena inbreeding ( kawin kerabat ). Disamping itu ikan nila mudah berkembang biak sehingga populasinya cepat meningkat. Dengan demikian maka usaha budidaya ikan, bertujuan untuk dapat meningkatkan pendapatan keluarga dan menghasilkan daging ikan untuk memenuhi pasar yang berkualitas dan sehat

TEKNIK BUDIDAYA IKAN NILA 1. Pembenihan Tahapan-tahapan Budidaya Nila adalah sebagai berikut : a. Pemeliharaan Induk Induk nila diseleksi terlebih dahulu dengan tujuan untuk mendapatkan induk yang siap matang gonad. Jenis kelaminnya dapat dibedakan dengan memperhatikan sifat-sifat sekundernya. Bentuk ikan jantan relatif lebih lebar dan besar dibandingkan dengan betina. Alat kelamin betina berupa tonjolan membundar yang mempunyai dua lubang tempat pembuangan air seni dan telur. Sedangkan ikan jantan tonjolan alat kelamin lebih memanjang dan meruncing serta pada ujungnya terdapat satu lubang tempat pengeluaran air seni dan sperma. Ikan jantan yang siap memijah warna merah pada ujung sirip-sirip punggung dan ekor terlihat lebih tua dan bila perut diurut akan kelur sperma berwarna putih santan. Calon calon induk akan menjadi induk yang siap dipijahkan setelah mencapai umur 4 sampai 5 bulan dengan berat induk jantan 300 gram dan induk betina 250 gram. Setelah ikan dipijahkan akan siap kembali dipijahkan setelah 2 bulan. Masa produksi ikan nila berkisar 2 tahun. b. Pemijahan Pemijahan dapat dilakukan di kolam tanah dengan kepadatan 1 ekor per meter persegi dengan perbandingan jantan dan bertina 1 : 3 . Selama pemijahan induk diberi pakan jenis pelet terapung dengan kandungan protein 30-32% sebanyak 2-3% berat total per hari. Induk yang dalam masa pijah memiliki nafsu makan yang rendah.

Pemijahan dilakukan secara alami ( tradisional ) yaitu dengan cara induk jantan dan betina dimasukan kekolam pemijahan dan dibiarkan memijah dengan sendirinya. Sebelum memijah induk jantan akan membuat sarang berupa cekungan dengan diameter 50cm sampai dengan 60cm ( 2 kali ukuran panjang ikan ) dengan kedalaman lebih kurang 10 cm. Setelah jantan membuat sarang terjadi pemijahan disarang tersebut,induk jantan mengeluarkan sperma dan betina mengeluarkan telur, setelah dibuahi telur-telur tersebut dieram oleh induk betina didalam mulut. Aktifitas pengeluaran telur, pembuahan dan pengambilan kembali telur-telur terjadi berkali-kali selama 20-60 menit atau bahkan sampai 2 jam. Induk betina berukuran 125 – 350 gram dapat menghasilkan telur 1000 – 2600 telur. c. Panen Larva Setelah terjadi pemijahan dan penetasan pada umur 5-7 hari, maka larva akan mulai dikeluarkan dari mulut induk ikan nila betina dan mulai naik ke permukaan kolam yang terlihat bergerombol dengan dilindungi induk betina. Pemanenan larva dilakukan pada saat bergerombol di permukaan dengan cara diseser dengan waring dan dimasukan dalam ember yang sudah diisi dengan air, larva hasil tangkapan tersbut dikumpulkan didalam hapa. Kolam pemijahan setiap hari dikontrol untuk mengetahui ada tidaknya larva yang muncul kepermukaan, bila larva muncul kepermukaan maka larva segera ditangkap dan dipindahkan ke hapa penampungan. Penangkapan larva dilakukan setiap pagi, siang dan sore, diletakan di kolam dekat saluran pemasukan dengan maksud agar tercukupi kebutuhan oksigennya. Larva-larva yang telah dipanen

seperti mengeringkan. memupuk. Benh tersebut masih dapat . Pendederan dimaksudkan untuk membesarkan benih hingga ukuran yang diinginkan oleh petani Kolam pendederan benih ikan nila ini dapat menggunakan kolam untuk pembesaran atau bekas kolam pemijahan. benih ikan nila diberi pakan sebanyak tiga kali sehari berupa pelet halus dengan kandungan protein 20-30%. Benih sebaiknya dideder terlebih dahulu di kolam pendederan atau di jaring pendederan. sebelumnya perlu dilakukan pengolahan kolam. Setelah itu. Benih ikan nila yang baru dipanen atau dibeli dari pedagang tidak bisa langsung dibudidayakan. pengumpulan larva maksimal 3 hari dimaksudkan agar larva yang dideder nantinya mempunyai ukuran yang seragam. Dosisnya sebanyak 20% dari biomassa per hari. memperbaiki dasar kolam. A.dikumpulkan menjadi satu dihapa yang maksimal 3 hari sebelum di masukkan kekolam untuk dideder. Pendederan I Pendedran I merupakan pemeliharaan larva sampai berumur 20 hari dan menghasilkan benih nila dengan ukuran 2-3 cm. Petani biasa menyebut benih hasil pendederan dengan nama benih P1. dan mengairi kembali. mencangkul. merapikan pematang. Dari pendederan hingga panen umumnya menghasilkan benih dengan tingkat moralitas (kematian) 30% (tingkat hidup 70%) Selama pendederan I. Namun. kolam perlu dibiarkan selama 5 hari sebelum ditebar benih.

Pemeliharaan pendederan II dilakukan selama 30 hari dan menghasilkan benih ukuran PII dengan ukuran 3-5 cm.dibudidayakan kembali hingga didpat ukuran yang sesuai dengan keinginan petani saat enjualnya. pada pagi. Pemanen dilakukan dengan cara menangkap benih menggunakan jaring atau hapa. Selama pemeliharaan. Setelah itu. Pendederan III Kolam pendederan III digunakan untuk membesarkan benih ikan nila hasil dari pendederan II (benih p2). Pemberian pakan diberikan tiga kali sehari. lakukan pemisahan atau greding berdasarkan ukuran. Benih ini sudah siap ditebar di kolam pendederan IV . Pakannya berupa pelet halus sebesar 5% dari biomassa setiap hari. diberi pakan berupa pelet halus dengan kadar protein 20-30% sesuai dosis 10% dari biomassa. Hasil dari pendederan III berupa benih ikan nila P3 yang berukuran 5-8 cm. Untuk menjaga keseragaman. C. dan sore hari. Pendederan II Pendederan II dilakukan untuk membesarkan benih PI sebelum ditebar dikolam pembesarsan atau kolam budidaya. Pemberian pakan dilakukan sebanyak tiga kali sehari. Selain itu benih P1 bisa juga langsung di jual kepetani pembesar atau pembenih. Sisanya tetap dibiarkan dikolam untuk dibudidayakan hingga ukurannya sesuai dengan yang diinginkan B. siang. Persentase mortalitas pada pendederan II biasanya berkisar 20%. Benih PI yang didapat dari kolam pendederan I dimasukan kedalam kolam yang sudah disiapkan dengan padat tebar 75 ekor /m2. sebaiknya panen dilakukan untuk benih yang ukuran 2-3 cm saja.

Pengisian air dengan kedalaman 40-50 cm.Pemupukan menggunakan pupuk kandang dengan dosis 250-500 gram per meter persegi.Panen pendederan I dilakukan setelah dipelihara selama 21 hari kemudian dilakukan seleksi. . benih yang dihasilkan 2 ukuran yaitu ukuran 2-3 cm dan 3-5 cm Pendederan II Persiapan kolam Pendederan II sama dengan persiapan kolam pendederan I. larva ditebar pagi atau sore hari dengan kepadatan 200 ekor/meter persegi.Pakan yang diberikan.Pebaikan pematang dan pengolahan dasar kolam . Pemberian pakan harus merata untuk menghindari kompetisi. . . Pendederan Pendederan I Yang harus dipersiapkan dalam pendederan adalah: .Pengapuran menggunakan kapur tohor dengan dosis 50100gram/meter persegi cara pengapuran dengan cara ditebar merata. pakan buatan yang berupa pelet halus mulai diberikan pada 5 hari setelah tebar pertama sebanyak 20% dari berat biomass perhari yang diberikan 3 kali. . terlihat adanya kutu air dan cacing. . Indikator atau tanda-tanda telah tumbuhnya makanan alami ( plankton ) secara cukup adalah air berwarna coklat kehijauan.d. .Bila kolam sudah siap yaitu 4-5 hari sejak pengisian air.Pengeringan kolam selama 5-7 hari . Dengan cara disebar merata atau secara onggokan dipinggir pematang maupun ditengah kolam.

Ukuran hasil panen 5-8 cm dan 8-10 cm dan ini bisa dijual ( dipasarkan ) atau bisa juga dilanjutkan untuk budidaya pembesaran di Karamba Jaring Apung ( KJA ). Pembesaran di Karamba Jaring Apung. pemberian pakan diberikan sebanyak 3 kali sehari. dengan padat tebar 100-150 ekor/meter per segi. Kolam Air Deras. Pemberian pakan berupa pelet yang digiling sudah agak kasar sesuai dengan bukaan mulut dengan kandungan protein 2830% sebanyak 10-15% dari biomas ( berat total ikan ). lama pemeliharaan dalam pendederan II selama 30 hari. TEKNIK BUDIDAYA PEMBESARAN NILA Ada beberapa kegiatan budidaya ( pembesaran ) nila yang dapat dilakukan antara lain : 1. Kolam Air Tenang maupun Karamba Bambu. Ukuran hasil panen ini bisa dilanjutkan dengan pendederan ke III atau dijual sesuai dengan permintaan pasar. Lama pemeliharaan dalam pendederan ke III selama 30 hari. Ukuran benih ikan yang ditebar 3-5cm dengan padat tebar 75-100 ekor/meter persegi. Pendederan III Pendederan ke III ini persiapan kolam sama dengan Pendederan I dan II. . Pakan yang diberikan masih berupa pelet tepung dengan kandungan protein 28-30% sebanyak 10-15% dari biomas ( berat total ikan ). Setelah dipanen nanti akan mendapatkan ukuran benih ikan 3-5 cm dan 5-8 cm.Benih yang ditebar dalam pendederan ini adalah ukuran 2-3 cm yang seragam.

tetapi hanya debit air yang masuk lebih kecil dibanding dengan kolam air deras. dan mudah diisi air. Kolam dalam pengertian teknis adalah suatu perairan buatan yang luasanya terbatas. Pembesaran di Kolam Air Tenang. Usaha pembesaran ikan nila di kolam air tenang dapat dilakukan 3-4 bulan persiklus sehingga dalam 1 tahun dapat dilakukan minimal 3 siklus produksi. Kolam air tenang biasanya ditandai dengan ukurannya yang relatif luas . Pada materi ini yang akan dibahas adalah Pembesaran Ikan Nila di Kolam Air Tenang. Salah satu jenis pupuk yang bisa digunakan yaitu pupuk kandang . Pembesaran di kolam Air Deras. Pembesaran di Karamba. Letak kolam umumnya masuk kedalam tanah karena pada saat pembuatannya harus menggali tanah. bukan berarti tidak ada aliran air masuk. Pengertian tersebut seringkali rancu dengan istilah bak. Walaupun sepintas mirip. Debit air yang relatif rendah memungkinkan bagi pertumbuhan pakan alami. 4. kolam berbeda dengan bak dalam hal posisi bangunannya terhadap permukaan tanah sekitarnya. Pembesaran ikan nila di kolam air tenang memungkinkan bagi pembudidaya untuk melakukan efesiensi penggunaan pakan buatan. sedangkan bak berada di atas tanah. Oleh karena itu. TAHAPAN-TAHAPAN DALAM PEMBESARAN IKAN NILA . 3. sengaja dibuat manusia. mudah dikeringkan dan mudah dikelola.2. para pembudidaya dapat menggunakan pupuk sesaat sebelum kolam di isi air. Meskipun dikatakan kolam air tenang.

4. Bila pembudidaya menghendaki selama masa pembesaran. juga perbaikan saluran tengah/caren untuk mempermudah pemanenan ukuran lebar caren 30-50 cm. Pengelolaan kolam Pengolahan kolam terdiri dari kegiatan mencangkul/pembajakan tanah dasar kolam dan meratakannya. 2. air dimasukan kedalam kolam dan dibiarkan selama 5-7 hari untuk memberi kesempatan tumbuhnya pakan alami. Pemberian kapur dan pemupukan Kapur diperlukan untuk memberantas hama dan penyakit yang ada pada kolam. sumber pakan di bantu dengan pakan alami hasil pemupukan maka jumlah benih yang ditebar sebanyah 10 ekor/m2. Dapt juga menaikan pH air kolam. Pupuk yang baik untuk dipergunakan adalah pupuk kandang yang berasal dari kotoran ayam dengan dosis 500 – 700 gram/meter persegi. Padat Tebar Benih yang akan digunakan untuk pembesaran dikolam air tenang berukuran 20-30 gram.1. Cara pemupukan dapat dilakuklan dengan di sebar merata atau dionggokan dipinggir atau ditengan kolam. Pupuk diperlukan untuk mempercepat pertumbuhan pakan alami dalam kolam. Namun bila semua berasal dari pakan buatan maka jumlah benih yang ditebar dapat ditingkatkan menjadi 20 ekor/m2. Jumlah kapur yang diberikan adalah 50 – 150 gram/meter persgi. memperbaiki pematang dan membenahi pematang yang bocor. Penebaran Benih . 5. 3. Pengisian Air Setelah saringan dipasang.

Biasanya didekat pintu masuk air. benih yang akan ditebar perlu diadaptasikan terlebih dahulu agar suhu di dalam wadah menyerupai suhu air kolam.Sebaiknya benih yang akan ditebar terlebih dahulu disucihamakan dengan cara direndam dalam larutan kalium permanganat ( KmnO4 ) dengan konsentrasi 4-5mg/liter dalam waktu 15-30 menit agar ikan tidak terinfeksi penyakit yang mungkin terbawa dari lokasi asal benih. Penebaran benih harus dilakukan bersama-sama dengan wadahnya. dan minimal setiap 2 minggu sekali dilakukan sampling untuk mengetahui berat rata-rata ikan juga untuk menentukan jumlah pakan yang akan diberikan. pakan tambahan perlu diberikan untuk mempercepat pertumbuhan. Waktu yang baik untuk melakukan penebaran benih yaitu pada pagi atau sore hari. 6. Untuk mengurangi stres. Pemberian pakan dilakukan dengan frekuensi 3 kali perhari. Pemanenan Pemanenan dapat dilakukan secara berkala atau panen total kalau panen berkala ini hanya memanen sebagian ditangkap dengan menggunakan . Pemberian Pakan Walaupun pakan alami sudah tersedia . yaitu wadah dibuka dan dimasukan kedalam air sampai benih ikan lepas dengan sendirinya. 4% bobot biomas per hari untuk 45 hari kedua dan 3% bobot biomas per hari untuk 30 hari ahkir pemeliharaan. Pakan diberikan dengan cara disebarkan dimana ikan sering berkumpul. 7. jika berlebihan akan menyebabkan tersisanya pakan sehingga menjadi busuk dan dapat mengganggu kehidupan ikan Sebaliknya bila kurang. untuk itu jumlah pakan yang diberikan dengan kandungan protein 28 – 30% dengan dosis 5% dari bobot biomas per hari untuk 45 hari pertama. Pakan diberikan dalam jumlah yang cukup. maka menghambat pertumbuhan.

alat tangkap berupa lambit atau waring dan simpan di dalam hapa pemberokan yang sebelumnya telah dipersiapkan di tempat yang airnya mengalir bsik/bersih. 15 November 2009 di BPTKP UKBAT Cangkringan .JATIM Selasa. TEKNOLOGI BUDIDAYA IKAN NILA Bahan Pelatihan Bimbingan Teknis DISLAUTKAN SIDOARJO. Setelah itu dilakukan pemilihan terhadap ukuran ikan yang dikehendaki.

pedagang kaki lima. Hal ini menyebabkan ikan nila dapat berkembang di seluruh wilayah. untuk memenuhi kebutuhan pasar domestik maupun ekspor adalah ikan nila. Disamping areal tersebut diatas. rumah makan/restoran dan hotel. ikan beku. Peluang pasar ikan nila dapat di pasarkan dalam berbagai bentuk yaitu ikan hidup. sehingga memungkinkan untuk di budidayakan dilahan tambak. Pangsa pasar nila konsumsi tediri atas pasar lokal dan ekspor.A. kolam sungai. irisan ( fillet ) sosis. Peluang usaha untuk komoditas ikan nila terletak pada tersedianya paket teknolgi. PENDAHULUAN Salah satu usaha budidaya perikanan darat yang sangat prospektif untuk saat ini dan yang akan datang. Ikan nila mempunyai adaptasi yang tinggi. Selain itu. Peluang usaha dalam budidaya nila terdiri atas usaha Pembenihan dan Pembesaran. Ketahanan hidup dalam konsentrasi oksigen rendah sangat dimungkinkan karena :1 ). lahan alternatif berupa sawah tambak serta permintaan pasar dengan harga yang memadai. ikan segar. daging lumat ( surimi ) dll. perairan umum atau perairan darat lainnya. Haemoglobin darah mampu mengikat oksigen pada tekanan yang rendah. budidaya ikan nila dengan teknik budidaya karamba dan keramba jaring apung telah banyak diterapkan di areal waduk/danau yang tersebar di seluruh Indonesia. ikan nila tahan terhadap kekurangan oksigen dalam air yang mempunyai pH rendah maupun tinggi. 2 ). . Ikan nila dapat hidup di air tawar ataupun air payau. Pangsa pasar lokal seperti perumahan/rumah tangga. Ikan ini bernafas tepat di bawah permukaan air dengan mengalirkan air yang kaya oksigen dianjurkan minimal 3 ppm.

Pembesaran di Kolam Air Tenang. Pada materi ini yang akan dibahas adalah Pembesaran Ikan Nila di Kolam Air Tenang. 8. bukan berarti tidak ada aliran air masuk. sedangkan bak berada di atas tanah. tetapi hanya debit air yang masuk lebih kecil dibanding dengan kolam air deras. kolam berbeda dengan bak dalam hal posisi bangunannya terhadap permukaan tanah sekitarnya. Ikan yang sudah berkumpul TEKNIK BUDIDAYA PEMBESARAN NILA Ada beberapa kegiatan budidaya ( pembesaran ) nila yang dapat dilakukan antara lain : 5. sengaja dibuat manusia. Pembesaran di Karamba. Pembesaran di Karamba Jaring Apung. Kolam dalam pengertian teknis adalah suatu perairan buatan yang luasanya terbatas. 7. 6. Letak kolam umumnya masuk kedalam tanah karena pada saat pembuatannya harus menggali tanah. mudah dikeringkan dan mudah dikelola. Kolam air tenang biasanya ditandai dengan ukurannya yang relatif luas . Walaupun sepintas mirip. kalau paenen total dengan cara menyurutkan air kolam secara bertahap yaitu dengan membuka papan monk satu per satu atau memiringkan pipa berdiri secara perlahan-lahan sampai ikan terkumpul pada parit tengah yang tedalam berbentuk kolam kecil dekat dengan pembuangan air. Pengertian tersebut seringkali rancu dengan istilah bak. dan mudah diisi air. Meskipun dikatakan kolam air tenang.ikan yang dipelihara dengan cara dijaring. . Pembesaran di kolam Air Deras.

Pengelolaan kolam Pengolahan kolam terdiri dari kegiatan mencangkul/pembajakan tanah dasar kolam dan meratakannya. Dapt juga menaikan pH air kolam. Cara pemupukan dapat dilakuklan dengan di sebar merata atau dionggokan dipinggir atau ditengan kolam. Jumlah kapur yang diberikan adalah 50 – 150 gram/meter persgi. . Pupuk diperlukan untuk mempercepat pertumbuhan pakan alami dalam kolam. Debit air yang relatif rendah memungkinkan bagi pertumbuhan pakan alami. Salah satu jenis pupuk yang bisa digunakan yaitu pupuk kandang . memperbaiki pematang dan membenahi pematang yang bocor. Oleh karena itu. juga perbaikan saluran tengah/caren untuk mempermudah pemanenan ukuran lebar caren 30-50 cm.Usaha pembesaran ikan nila di kolam air tenang dapat dilakukan 3-4 bulan persiklus sehingga dalam 1 tahun dapat dilakukan minimal 3 siklus produksi. TAHAPAN-TAHAPAN DALAM PEMBESARAN IKAN NILA 4. Pemberian kapur dan pemupukan Kapur diperlukan untuk memberantas hama dan penyakit yang ada pada kolam. 5. Pupuk yang baik untuk dipergunakan adalah pupuk kandang yang berasal dari kotoran ayam dengan dosis 500 – 700 gram/meter persegi. para pembudidaya dapat menggunakan pupuk sesaat sebelum kolam di isi air. Pembesaran ikan nila di kolam air tenang memungkinkan bagi pembudidaya untuk melakukan efesiensi penggunaan pakan buatan.

5. 4. sumber pakan di bantu dengan pakan alami hasil pemupukan maka jumlah benih yang ditebar sebanyah 10 ekor/m2. Penebaran benih harus dilakukan bersama-sama dengan wadahnya. yaitu wadah dibuka dan dimasukan kedalam air sampai benih ikan lepas dengan sendirinya.6. Untuk mengurangi stres. Waktu yang baik untuk melakukan penebaran benih yaitu pada pagi atau sore hari. benih yang akan ditebar perlu diadaptasikan terlebih dahulu agar suhu di dalam wadah menyerupai suhu air kolam. untuk itu jumlah pakan yang . maka menghambat pertumbuhan. air dimasukan kedalam kolam dan dibiarkan selama 5-7 hari untuk memberi kesempatan tumbuhnya pakan alami. Penebaran Benih Sebaiknya benih yang akan ditebar terlebih dahulu disucihamakan dengan cara direndam dalam larutan kalium permanganat ( KmnO4 ) dengan konsentrasi 4-5mg/liter dalam waktu 15-30 menit agar ikan tidak terinfeksi penyakit yang mungkin terbawa dari lokasi asal benih. Pengisian Air Setelah saringan dipasang. pakan tambahan perlu diberikan untuk mempercepat pertumbuhan. 6. Pemberian Pakan Walaupun pakan alami sudah tersedia . Pakan diberikan dalam jumlah yang cukup. Padat Tebar Benih yang akan digunakan untuk pembesaran dikolam air tenang berukuran 20-30 gram. Namun bila semua berasal dari pakan buatan maka jumlah benih yang ditebar dapat ditingkatkan menjadi 20 ekor/m2. jika berlebihan akan menyebabkan tersisanya pakan sehingga menjadi busuk dan dapat mengganggu kehidupan ikan Sebaliknya bila kurang. Bila pembudidaya menghendaki selama masa pembesaran.

Pemanenan Pemanenan dapat dilakukan secara berkala atau panen total kalau panen berkala ini hanya memanen sebagian ditangkap dengan menggunakan alat tangkap berupa lambit atau waring dan simpan di dalam hapa pemberokan yang sebelumnya telah dipersiapkan di tempat yang airnya mengalir bsik/bersih. Biasanya didekat pintu masuk air. Pemberian pakan dilakukan dengan frekuensi 3 kali perhari. 7. Setelah itu dilakukan pemilihan terhadap ukuran ikan yang dikehendaki. 4% bobot biomas per hari untuk 45 hari kedua dan 3% bobot biomas per hari untuk 30 hari ahkir pemeliharaan. Pakan diberikan dengan cara disebarkan dimana ikan sering berkumpul.diberikan dengan kandungan protein 28 – 30% dengan dosis 5% dari bobot biomas per hari untuk 45 hari pertama. TEKNOLOGI BUDIDAYA IKAN MAS PENDAHULUAN Dinamika perikanan dewasa ini berkembang semakin cepat. dinamika perkembangan tersebut dapat dilihat dengan peningkatan teknologi yang . dan minimal setiap 2 minggu sekali dilakukan sampling untuk mengetahui berat rata-rata ikan juga untuk menentukan jumlah pakan yang akan diberikan.

termasuk di dalamnya permintaan terhadap ikan Mas. sehingga memungkinkan untuk di Budidayakan dilahan tambak. Kesadaran masyarakat pentingnya ikan untuk memenuhi kebutuhan pangan dengan meningkatnya pengetahuan tentang nilai gizi yang terkandung dalam tubuh ikan. Salah satu usaha Budidaya perikanan darat yang sangat propspektif untuk saat ini dan yang akan datang. . telah mendorong tingginya permintaan terhadap ikan . Ikan Mas mempunyai adaptasi yang sangat tinggi. kolam. Disamping areal tersebut diatas. Budidaya Ikan Mas dengan teknik Budidaya Karamba dan Karamba Jaring Apung telah banyak diterapkan diareal waduk/danau yang tersebar diseluruh Indonesia. Hal tersebut merupakan tuntutan untuk memenuhi permintaan ikan yang semakin tinggi oleh masyarakat. untuk memenuhi kebutuhan pasar domestik adalah ikan Mas. sungai.digunakan. Perairan umum atau perairan darat lainnya.

Dasar kolam keras tidak berlumpur. Pemijahan Syarat kolam pemijahan terbuka (cukup sinar matahari) yang masuk.BUDIDAYA IKAN MAS Tahapan-tahapan Budidaya Ikan Mas a. Cara menyimpan induk betina ada di atas dan induk jantan ada dikolam bawah. bila dipijit perutnya sperma mudah keluar dan kental. . induk yang habis dipijahkan dipisahkan jantan dan betina dan dipelihaa dalan kolam pematangan gonad. b. kecil dan cekung kedalam. Induk yang sudah matang gonad induk jantan dan betina di simpan dalam kolam yang berbeda supaya tidak terjadi pemijahan liar. Cukup kering dan mudah mendapatkan air.Pemilihan Induk Ikan Mas sudah menjadi induk atau dewasa setelah berumur untuk jantan umur 9 bulan dan untuk betina umur 12 bulan (1tahun). Untuk mempercepat matang gonad dan banyak telur yang dikandung oleh induk betina. Tempat pemijahan dapat berupa bak beton maupun kolam tanah dan atau menggunakan hapa. Yaitu dengan cara ditebar di kolam pendederan benih ( Mas. Namun untuk mendapatkan hasil telur yang baik induk ikan Mas betina berumur 2 tahun dan jantan 1. lubang pelepasan telur mengembul keluar. Induk Jantan: Lubang pelepasan sperma bulat. Nila. Adapun ciri induk Mas yang sudah siap dipijahkan : Induk betina: Perut membesar dan gembur. Dengan usaha ini induk lekas dapat segera dipijahkan lagi setelah 2-3 bulan dari pemijahan sebelumnya. Tawes) yang sudah berumur 7-10 hari dengan kepadatan 3-5 ekor setiap 500m 2.5 tahun . ini sudah dapat dipijahkan.

tetapi dapat naik turun mengikuti pasan surutnya air. Selama penetasan larva tidak . telur tidak tebuahi oleh sperma.5 m untuk panjangnya dan 0. Penetasan Telur Setelah induk-induk mulai bertelur. tinggi air kolam penetasan 50-60 cm. kakaban yang sudah berisi telur di ambil perlahan lahan dan di bersihkan lumpurnya kemudian dipindahkan ke bak penetasan dengan cara di deretkan secara melintang dan di tenggelamkan 8-10 cm di bawah permukaan air. Kolam pemijahan atau bak pemijahan yang sudah siap digunakan (sudah kering) pada pagi hari kolam atau bak tersebut diari dengan kedalaman 60 cm dan air harus selalu mengalir. Faktor yang mempengaruhi telur tidak menetas adalah . Syarat kakaban apabila akan digunakan harus kering dan bersih. Kebutuhan kakaban setiap 1 kg induk betina 5-6 kakaban. Pemasangan kakaban dilakukan pada sore hari jam 4-5 jumlah kakaban yang dipasang disesuaikan dengan jumlah induk atau berat induk betina yang dipijahkan.5 m untuk lebarnya. Kakaban yang sudah ditempeli telur-telur ikan tesebut dapat dipindahkan dibak penetasan pada pagi hari. Setelah sudah siap maka induk-induk ikan Mas dimasukna dengan perbandingan 1:1 berdasarkan berat ikan. telur yang dikeluarkan masih muda . Pemijahan ikan Mas ini berlangsung pada malam hari dan terlur akan menempel pada media yang sudah disiapkan yaitu kakaban .Media untuk menempel telur yaitu berupa kakaban yang terbuat dari ijuk dengan ukuran 1. Cara pemasangan kakaban dengan dideretkan diatas bambu pada permukaan air dan di ikat supaya tidak terapung kemana-mana . kolam penetasan yang sudah dikeringkan di airi. tinggi air penetasan di buat stabil. Setelah 48 jam (2 hari 2 malam) telur akan menetas dan setelah 96 jam (4 hari 4 malam) telur sudah menetas semua apabila ada telur yang tidak menetas akan lelihan putih dan masih menempel dikakaban . c.

Pemupukan Jenis pupuk yang dapat digunakan pupuk kandang dan pupuk hijau.Persiapan Kolam Pendederan 1. 2. Tujuan dari pemupukan adalah untuk memperbanyak jasad-jasad hidup (pakan alami) yang menjadi makanan benih ikan Mas.Pemeliharan yang dilakukan yaitu pemberian pakan berupa pakan buatan yang berupa pelet halus. 6. Bila kolam sudah siap yaitu 4-5 hari sejak pengisian air kekolam siap ditebari larva. 4. terlihat adanya kutu air dan cacing. 3. pengapuran ditebar secar merata.Pengisian air dengan kedlan 40-50cm. dosis pemupukan dengan pupuk kandang 250 – 500 gram/ m 2 dengan cara disebar merata atau secara onggokan dipinggir pematang maupun di tengah kolam. d. Sebelum dilakukan pendederan dilkukan persiapan kolam pendederan bersamaan pada waktu pelaksanaan pemijahan. indikator atau tanda-tanda telah tumbuhnya pakan alami (plankton) secara cukup adalah air berwarna coklat kehijauan.Pengapuran menggunakan kapur tohor dengan dosis 50-100 gam /m2. mulai diberikan pada hari ke 5 setelah larva ditebar .Pendederan di lakukan apabila kolam sudah siap dengan padat tebar 150200 ekor/m2 penebaran dilakukan pada pagi hari atau sore hari. 5. Tujuan pengapuran adalah untuk menetralkan pH tanah dan memberantas sisa hama dan penyakit yang ada dikolam. Perbaikan pematang dan pengolahan dasar kolam tujuan dari perbaikan pematang untuk memperbaiki koloam yang bocor sedangkan pengolahan dasar kolam untuk memperbaiki struktur tanah pengolahan dasar kolam dapat dilaukan dengan cara dibajak atau dicangkul.larva tidak diberi pakan krena larva tersebut masih ada cadangan makan kuning telur.

7. Ukuran benih ikan yang ditebar 3-5cm dengan padat tebar 75-100 ekor/m 2. pakan di berika 3 kali pemberian pakan diberikan secara merata untuk menghindari kompetisi. Pemberian pakan berupa pelet yang digiling sudah agak kasar sesuai dengan bukaan mulut dengan kandungan protein 28-30% sebanyak 10-15% dari biomas ( berat total ikan ). pemberian pakan diberikan sebanyak 3 kali sehari.Panen dilakukan setelah pemeliharan berumur 21 hari untuk diseleksi berdasarkan ukuran Pendederan II Persiapan kolam Pendederan II sama dengan persiapan kolam pendederan I.sebanyak 20% dari berat biomass per hari. Lama pemeliharaan dalam pendederan ke III selama 30 hari. Setelah dipanen nanti akan mendapatkan ukuran benih ikan 3-5 cm dan 5-8 cm. Pakan yang diberikan masih berupa pelet tepung dengan kandungan protein 28-30% sebanyak 10-15% dari biomas ( berat total ikan ). dengan padat tebar 100-150 ekor/m2. . Ukuran hasil panen 5-8 cm dan 8-10 cm dan ini bisa dijual ( dipasarkan ) atau bisa juga dilanjutkan untuk budidaya pembesaran di Karamba Jaring Apung ( KJA ). lama pemeliharaan dalam pendederan II selama 30 hari. Ukuran hasil panen ini bisa dilanjutkan dengan pendederan ke III atau dijual sesuai dengan permintaan pasar Pendederan III Pendederan ke III ini persiapan kolam sama dengan Pendederan I dan II. Benih yang ditebar dalam pendederan ini adalah ukuran 2-3 cm yang seragam. Kolam Air Deras. Kolam Air Tenang maupun Karamba Bambu.

Meskipun dikatakan kolam air tenang. Kolam air tenang biasanya ditandai dengan ukurannya yang relatif luas . bukan berarti tidak ada aliran air masuk. 3. Pada materi ini yang akan dibahas adalah Pembesaran Ikan Nila di Kolam Air Tenang. dan mudah diisi air. Usaha pembesaran ikan Mas di kolam air tenang dapat dilakukan 3-4 bulan persiklus sehingga dalam 1 tahun dapat dilakukan minimal 3 siklus produksi. 4. sedangkan bak berada di atas tanah. Oleh karena itu. sengaja dibuat manusia. Pengertian tersebut seringkali rancu dengan istilah bak. Letak kolam umumnya masuk kedalam tanah karena pada saat pembuatannya harus menggali tanah.Pembesaran di Kolam Air Tenang. tetapi hanya debit air yang masuk lebih kecil dibanding dengan kolam air deras. kolam berbeda dengan bak dalam hal posisi bangunannya terhadap permukaan tanah sekitarnya. Walaupun sepintas mirip.TEKNIK BUDIDAYA PEMBESARAN MAS Ada beberapa kegiatan budidaya ( pembesaran ) Mas yang dapat dilakukan antara lain : 1.Pembesaran di Karamba. mudah dikeringkan dan mudah dikelola. Kolam dalam pengertian teknis adalah suatu perairan buatan yang luasanya terbatas. para pembudidaya dapat menggunakan pupuk sesaat sebelum .Pembesaran di Karamba Jaring Apung. Debit air yang relatif rendah memungkinkan bagi pertumbuhan pakan alami.Pembesaran di kolam Air Deras. Pembesaran ikan Mas di kolam air tenang memungkinkan bagi pembudidaya untuk melakukan efesiensi penggunaan pakan buatan. 2.

Cara pemupukan dapat dilakuklan dengan di sebar merata atau dionggokan dipinggir atau ditengan kolam. 2. Pemberian kapur dan pemupukan Kapur diperlukan untuk memberantas hama dan penyakit yang ada pada kolam. Bila pembudidaya menghendaki selama masa pembesaran. Dapt juga menaikan pH air kolam. juga perbaikan saluran tengah/caren untuk mempermudah pemanenan ukuran lebar caren 30-50 cm. memperbaiki pematang dan membenahi pematang yang bocor. 5. sumber pakan di bantu dengan pakan alami hasil pemupukan maka jumlah benih yang ditebar sebanyah 5-10 ekor/m2. Namun bila semua berasal dari pakan buatan maka jumlah benih yang ditebar dapat ditingkatkan menjadi 20 ekor/m2. 3. TAHAPAN-TAHAPAN DALAM PEMBESARAN IKAN MAS 1. air dimasukan kedalam kolam dan dibiarkan selama 5-7 hari untuk memberi kesempatan tumbuhnya pakan alami. Padat Tebar Benih yang akan digunakan untuk pembesaran dikolam air tenang berukuran 20-30 gram.kolam di isi air. Pengisian Air Setelah saringan dipasang. 4. Pengelolaan kolam Pengolahan kolam terdiri dari kegiatan mencangkul/pembajakan tanah dasar kolam dan meratakannya. Pupuk yang baik untuk dipergunakan adalah pupuk kandang yang berasal dari kotoran ayam dengan dosis 500 – 700 gram/m2. Salah satu jenis pupuk yang bisa digunakan yaitu pupuk kandang . Penebaran Benih . Jumlah kapur yang diberikan adalah 50 – 150 gram/m2. Pupuk diperlukan untuk mempercepat pertumbuhan pakan alami dalam kolam.

pakan tambahan perlu diberikan untuk mempercepat pertumbuhan. untuk itu jumlah pakan yang diberikan dengan kandungan protein 28 – 30% dengan dosis 5% dari bobot biomas per hari untuk 45 hari pertama. Untuk mengurangi stres. 7. yaitu wadah dibuka dan dimasukan kedalam air sampai benih ikan lepas dengan sendirinya. benih yang akan ditebar perlu diadaptasikan terlebih dahulu agar suhu di dalam wadah menyerupai suhu air kolam. Biasanya didekat pintu masuk air. dan minimal setiap 2 minggu sekali dilakukan sampling untuk mengetahui berat rata-rata ikan juga untuk menentukan jumlah pakan yang akan diberikan. maka menghambat pertumbuhan. Waktu yang baik untuk melakukan penebaran benih yaitu pada pagi atau sore hari. Pemanenan Pemanenan dapat dilakukan secara berkala atau panen total kalau panen berkala ini hanya memanen sebagian ditangkap dengan menggunakan alat tangkap berupa lambit atau waring dan simpan di dalam hapa pemberokan . Pakan diberikan dalam jumlah yang cukup. Penebaran benih harus dilakukan bersama-sama dengan wadahnya. 4% bobot biomas per hari untuk 45 hari kedua dan 3% bobot biomas per hari untuk 30 hari ahkir pemeliharaan. Pemberian Pakan Walaupun pakan alami sudah tersedia . 6. Pakan diberikan dengan cara disebarkan dimana ikan sering berkumpul. Pemberian pakan dilakukan dengan frekuensi 3 kali perhari.Sebaiknya benih yang akan ditebar terlebih dahulu disucihamakan dengan cara direndam dalam larutan kalium permanganat ( KmnO4 ) dengan konsentrasi 4-5mg/liter dalam waktu 15-30 menit agar ikan tidak terinfeksi penyakit yang mungkin terbawa dari lokasi asal benih. jika berlebihan akan menyebabkan tersisanya pakan sehingga menjadi busuk dan dapat mengganggu kehidupan ikan Sebaliknya bila kurang.

TEKNOLOGI BUDIDAYA IKAN NILA Kerjasama Pertamina dengan Kelompok Tani Ikan Mino Ngudi Lestari Minggu. Permintaan nila terus meningkat. Departemen Kelautan dan Perikanan menetapakan ikan nila sebagai unggulan selain ikan yang lain. permintaannya terus meningkat baik lokal. Setelah itu dilakukan pemilihan terhadap ukuran ikan yang dikehendaki. Budidaya ikan nila jelas menguntungkan. Oleh karena itu. antar wilayah maupun eksport. 15 Mei 2011 PENDAHULUAN Permintaan dunia maupun lokal akan nila semakin naik seiring dengan pertambahan penduduk dan perbaikan kesejahteraannya. namun permintaan tersebut belum dapat dipenuhi karena kemampuan produksinya masih rendah. ikan nila merah merupakan komoditas eksport. . baik sebagai usaha pendederan maupun pembesaran dengan syarat pengelolaan teknis dan ekonominya tepat. Disamping itu . Peluang pasar sangat besar. Ikan nila hidup memiliki kelebihan bisa dipajang hidup sebelum dimasak dan disajikan direstoran-retoran.yang sebelumnya telah dipersiapkan di tempat yang airnya mengalir bsik/bersih.

Pendederan I Yang harus dipersiapkan dalam pendederan adalah: . seperti mengeringkan. mencangkul. Disamping itu ikan nila mudah berkembang biak sehingga populasinya cepat meningkat. memupuk. A. Namun. dan mengairi kembali. Pendederan dimaksudkan untuk membesarkan benih hingga ukuran yang diinginkan .Budidaya ikan adalah usaha pemeliharaan ikan apapun jenisnya ( nila ) dalam lingkungan terkontrol maupun semi terkontrol.Pengeringan kolam selama 5-7 hari dengan cara melakukan pendederan. Dengan demikian maka usaha budidaya ikan. bertujuan untuk dapat meningkatkan pendapatan keluarga dan menghasilkan daging ikan untuk memenuhi pasar yang berkualitas dan sehat PENDEDERAN BENIH NILA Benih ikan nila yang baru dipanen dari induk bisa langsung dibudidayakan oleh petani Kolam pendederan benih ikan nila ini dapat menggunakan kolam tanah atau kolam semi permanen kolam yang dasar kolam tanah sedangkan pematang tembok permanen. merapikan pematang. Masalahnya adalah ikan nila adalah jenis hibrida: bila pengelolaan induk dan pembenihannya kurang diperhatikan bisa terjadi penurunan kualitas karena inbreeding ( kawin kerabat ). sebelumnya perlu dilakukan pengolahan kolam. memperbaiki dasar pematang kolam.

Selama pendederan I.Pebaikan pematang dan pengolahan dasar kolam . Dengan cara disebar merata atau secara onggokan dipinggir pematang maupun ditengah kolam. Pemberian pakan harus merata untuk menghindari kompetisi. larva ditebar kepadatan 200 ekor/meter persegi.Pengapuran menggunakan kapur tohor dengan dosis 50100gram/meter persegi cara pengapuran dengan cara ditebar merata. lakukan pemisahan atau greding berdasarkan pagi atau sore hari dengan . Dosisnya sebanyak 20% dari biomassa per hari. . benih ikan nila diberi pakan sebanyak tiga kali sehari berupa pelet halus dengan kandungan protein 28-30%. terlihat adanya kutu air dan cacing. .Pemupukan menggunakan pupuk kandang dengan dosis 250-500 gram per meter persegi. pakan buatan yang berupa pelet halus mulai diberikan pada 5 hari setelah tebar pertama sebanyak 20% dari berat biomass perhari yang diberikan 3 kali. Pemanen dilakukan dengan cara menangkap benih menggunakan jaring atau hapa.Bila kolam sudah siap yaitu 4-5 hari sejak pengisian air.Pengisian air dengan kedalaman 40-50 cm. Benih tersebut masih dapat dibudidayakan kembali hingga didapat ukuran yang sesuai dengan keinginan petani saat menjualnya.Pakan yang diberikan. Setelah itu. Indikator atau tanda-tanda telah tumbuhnya makanan alami ( plankton ) secara cukup adalah air berwarna coklat kehijauan. Pendederan I merupakan pemeliharaan larva sampai berumur 21 hari dan menghasilkan benih nila dengan ukuran 2-3 cm. Dari pendederan hingga panen umumnya menghasilkan benih dengan tingkat moralitas (kematian) 30% (tingkat hidup 70%). ..

Persiapan kolam Pendederan II sama dengan persiapan kolam pendederan I. diberi pakan berupa pelet halus dengan kadar protein 28-30% sesuai dosis 10-15% dari biomassa. Pendederan III Pendederan ke III ini persiapan kolam sama dengan Pendederan I dan II. Lama pemeliharaan dalam pendederan ke III selama 30 hari. B. sebaiknya panen dilakukan untuk benih yang ukuran 2-3 cm saja.ukuran. Pendederan II Pendederan II dilakukan untuk membesarkan benih hasil dari pendederan I ukuran benih 2-3 cm. Ukuran hasil panen ini bisa dilanjutkan dengan pendederan ke III atau dijual sesuai dengan permintaan pasar. Ukuran hasil panen 5-8 cm dan 8-10 cm dan ini bisa dijual ( dipasarkan ) atau bisa juga dilanjutkan untuk budidaya pembesaran di Karamba Jaring Apung ( KJA ). dengan padat tebar 100-150 ekor/meter per segi. Ukuran benih ikan yang ditebar 3-5cm dengan padat tebar 75-100 ekor/meter persegi. pemberian pakan diberikan sebanyak 3 kali sehari. siang dan sore hari. Pemberian pakan diberikan tiga kali seharipagi . Sebelum ditebar dikolam kolam budidaya. Pemeliharaan pendederan II dilakukan selama 30 hari dan menghasilkan benih ukuran dengan ukuran 3-5 cm. Untuk menjaga keseragaman. . Selama pemeliharaan. Pemberian pakan berupa pelet yang digiling sudah agak kasar sesuai dengan bukaan mulut dengan kandungan protein 2830% sebanyak 10-15% dari biomas ( berat total ikan ). Persentase mortalitas pada pendederan II biasanya berkisar 20%. Kolam Air Deras. Benih yang ditebar dalam pendederan ini adalah ukuran 23 cm yang seragam. Kolam Air Tenang maupun Karamba Bambu.

Pada materi ini yang akan dibahas adalah Pembesaran Ikan Nila di Kolam Air Tenang. mudah dikeringkan dan mudah dikelola. Pembesaran di kolam Air Deras.TEKNIK BUDIDAYA PEMBESARAN NILA Ada beberapa kegiatan budidaya ( pembesaran ) nila yang dapat dilakukan antara lain : 1. Pengertian tersebut seringkali rancu dengan istilah bak. 3. Pembesaran di Kolam Air Tenang. Kolam dalam pengertian teknis adalah suatu perairan buatan yang luasanya terbatas. Pembesaran di Karamba. sedangkan bak berada di atas tanah. . kolam berbeda dengan bak dalam hal posisi bangunannya terhadap permukaan tanah sekitarnya. 4. Pembesaran di Karamba Jaring Apung. dan mudah diisi air. sengaja dibuat manusia. Letak kolam umumnya masuk kedalam tanah karena pada saat pembuatannya harus menggali tanah. 2. Walaupun sepintas mirip.

Pembesaran ikan nila di kolam air tenang memungkinkan bagi pembudidaya untuk melakukan efesiensi penggunaan pakan buatan. Jumlah kapur yang diberikan adalah 50 – 150 gram/meter persgi. juga perbaikan saluran tengah/caren untuk mempermudah pemanenan ukuran lebar caren 30-50 cm. memperbaiki pematang dan membenahi pematang yang bocor. 2.Kolam air tenang biasanya ditandai dengan ukurannya yang relatif luas . bukan berarti tidak ada aliran air masuk. Usaha pembesaran ikan nila di kolam air tenang dapat dilakukan 3-4 bulan persiklus sehingga dalam 1 tahun dapat dilakukan minimal 3 siklus produksi. Pengelolaan kolam Pengolahan kolam terdiri dari kegiatan mencangkul/pembajakan tanah dasar kolam dan meratakannya. Oleh karena itu. Salah satu jenis pupuk yang bisa digunakan yaitu pupuk kandang . tetapi hanya debit air yang masuk lebih kecil dibanding dengan kolam air deras. Pupuk yang baik untuk dipergunakan adalah pupuk kandang yang berasal dari kotoran ayam dengan dosis 500 – 700 gram/meter persegi. Dapt juga menaikan pH air kolam. Debit air yang relatif rendah memungkinkan bagi pertumbuhan pakan alami. para pembudidaya dapat menggunakan pupuk sesaat sebelum kolam di isi air. TAHAPAN-TAHAPAN DALAM PEMBESARAN IKAN NILA 1. Pupuk diperlukan untuk mempercepat pertumbuhan pakan alami dalam kolam. Meskipun dikatakan kolam air tenang. Pemberian kapur dan pemupukan Kapur diperlukan untuk memberantas hama dan penyakit yang ada pada kolam. Cara pemupukan dapat .

sumber pakan di bantu dengan pakan alami hasil pemupukan maka jumlah benih yang ditebar sebanyah 10 ekor/m2. pakan tambahan perlu diberikan untuk mempercepat pertumbuhan. jika berlebihan akan menyebabkan tersisanya pakan sehingga . Pakan diberikan dalam jumlah yang cukup. Penebaran Benih Sebaiknya benih yang akan ditebar terlebih dahulu disucihamakan dengan cara direndam dalam larutan kalium permanganat ( KmnO4 ) dengan konsentrasi 4-5mg/liter dalam waktu 15-30 menit agar ikan tidak terinfeksi penyakit yang mungkin terbawa dari lokasi asal benih. Bila pembudidaya menghendaki selama masa pembesaran. yaitu wadah dibuka dan dimasukan kedalam air sampai benih ikan lepas dengan sendirinya. Waktu yang baik untuk melakukan penebaran benih yaitu pada pagi atau sore hari.dilakuklan dengan di sebar merata atau dionggokan dipinggir atau ditengan kolam. 6.Pengisian Air Setelah saringan dipasang. Namun bila semua berasal dari pakan buatan maka jumlah benih yang ditebar dapat ditingkatkan menjadi 20 ekor/m2. Pemberian Pakan Walaupun pakan alami sudah tersedia . Padat Tebar Benih yang akan digunakan untuk pembesaran dikolam air tenang berukuran 20-30 gram. 5. benih yang akan ditebar perlu diadaptasikan terlebih dahulu agar suhu di dalam wadah menyerupai suhu air kolam. 4. Untuk mengurangi stres. 3. Penebaran benih harus dilakukan bersama-sama dengan wadahnya. air dimasukan kedalam kolam dan dibiarkan selama 5-7 hari untuk memberi kesempatan tumbuhnya pakan alami.

Setelah itu dilakukan pemilihan terhadap ukuran ikan yang dikehendaki. Biasanya didekat pintu masuk air. dan minimal setiap 2 minggu sekali dilakukan sampling untuk mengetahui berat rata-rata ikan juga untuk menentukan jumlah pakan yang akan diberikan. untuk itu jumlah pakan yang diberikan dengan kandungan protein 28 – 30% dengan dosis 5% dari bobot biomas per hari untuk 45 hari pertama. .menjadi busuk dan dapat mengganggu kehidupan ikan Sebaliknya bila kurang. maka menghambat pertumbuhan. Pemberian pakan dilakukan dengan frekuensi 3 kali perhari. Pakan diberikan dengan cara disebarkan dimana ikan sering berkumpul. 7. 4% bobot biomas per hari untuk 45 hari kedua dan 3% bobot biomas per hari untuk 30 hari ahkir pemeliharaan. Pemanenan Pemanenan dapat dilakukan secara berkala atau panen total kalau panen berkala ini hanya memanen sebagian ditangkap dengan menggunakan alat tangkap berupa lambit atau waring dan simpan di dalam hapa pemberokan yang sebelumnya telah dipersiapkan di tempat yang airnya mengalir bsik/bersih.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful