ILMU KESEHATAN MASYARAKAT MILLENIUM DEVELOPMENT GOLD’S 2015 MENINGKATKAN KESEJAHTERAAN IBU

Disusun oleh: 1. Desi meliana 2. Maulia Isnaini 3. Reni Sitoresmi

PRODI DIV KEBIDANAN SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN AISYAH PRINGSEWU LAMPUNG 2011

Teman-Teman yang sudah memberikan masukan dan juga saran yang berguna untuk laporan ini Akhir kata. antara lain kepada: 1. 2. Untuk itu penulis mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun. Ibu Elva Meyta SST. Penulis mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang membantu dalam proses menyusun laporan ini. selaku pembimbing sekaligus Dosen Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat. Penulis menyadari bahwa penyusunan makalah ini masih jauh dari sempurna baik dari segi pengumpulan materi dan teknik penulisan. penulis menyadari bahwa penyusunan makalah ini masih jauh dari sempurna baik dari segi pengumpulan materi dan teknik penulisan.KATA PENGANTAR Puji syukur kehadirat Allah SWT atas berkat rahmat dan karunia Nya lah penulis dapat menyelesaikan tugas makalah Ilmu Kesehatan Masyarakat ini tepat pada waktunya. Untuk itu penulis mengharapkan kritik dan saran yang sifatnya membangun. Mei 2011 Penulis ii . penuis berharap semoga makalah ini bermanfaat bagi mahasiswa kebidanan. Pringsewu .

. 11 b............................. Program MDGS ............................................................................ 10 B...... iii BAB I PENDAHULUAN A. 5 d........................................................................ 8 g........... ii DAFTAR ISI ..... MDGS .................. Meningkatkan Kesejahteraan Ibu .. Misi........................................................................ Indikator Keberhasilan MDGS ....................................... 14 DAFTAR PUSTAKA iii ................................................................................. 9 i................ 1 B............................................... Latar Belakang Meningkatkan Kesejahteraan Ibu ................... 6 e.. dan Sasaran Serta Kebijakan MDGS ....... Strategi MDGS ........... 3 c..... Rencana MDGS ... Visi........................... i KATA PENGANTAR ............................. Mendorong kesetaraan gender dan pemberdayaan Perempuan .............................................................. Problem Mendasar Pemberdayaan Perempuan .......... 12 BAB III PENUTUP A... Saran ... 3 a......................... Targetnya ............... 14 B.... Millenium Development Golds 2015 ......... 8 h........................................... Peran Bidan Tergantung Target ................................................DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL ........ Tujuan....................................................................................... Arah......................................................................... 11 a................ 2 BAB II PEMBAHASAN A............... 7 f................................... Apa itu MDGS 2015 ....... 3 b........ Kesimpulan ................................................................................ Latar Belakang Millenium Development Golds 2015 ........................................................................

Sejumlah kebijakan dan program nasional pemberdayaan masyarakat. jaminan sosial dan jaminan kesehatan. menghentikan penularan HIV/AIDS dan penyakit menular lainnya.BAB I PENDAHULUAN A.tukan sejauh mana program MDGs dapat terlaksana dan mencapai target yang ditetapkan. mencukupi kebutuhan pendidikan dasar. antara lain : (i) (ii) (iii) (iv) (v) (vi) mengurangi setengah dari total jumlah orang miskin dan kelaparan. Di Indonesia. Tujuan pembangunan milenium yang disepakati anggota PBB 2015 mencakup delapan komponen besar. pemerataan pendidikan dasar. (vii) menghentikan perusakan lingkungan dan mendorong pembangunan berkelanjutan. dan peningkatan kesehatan lingkungan telah diluncurkan. selain keterba. mengurangi 3/4 rasio kematian ibu akibat melahirkan. Tingkat kesiapan dan partisipasi pemerintah daerah akan sangat menen. menghapuskan ketidaksetaraan gender. Tapi kendala pencapaiannya memang tidak kecil. penguatan keluarga. 1 . mengurangi 2/3 angka kematian balita. kesiapan dan partisipasi pemerintah daerah masih potensial menjadi faktor penghambat. Latar Belakang Millenium Development Golds 2015 Pemerintah telah menunjukkan komitmen untuk mencapai target yang ditetapkan dalam Millenium Development Goals/MDGs 2015. (viii) Membangun kemitraan global untuk pembangunan Tujuan kedelapan ialah mengenai peran negara maju untuk membantu negaranegara berkembang melaksanakan ketujuh target MDGs. Delapan tujuan khusus negara berkembang.tasan pembiayaan.

B.1%. Latar Belakang Meningkatkan Kesejahteraan Ibu Dalam konstruksi budaya patriarkhi yang masih kental saat ini. Kebijakan yang berjalan terbukti masih jauh dari kepekaan jender. Dampak dari ketimpangan jender dapat dilihat dari data BPS tahun 2000. 2 . Selain termiskinkan oleh kebijakan. Namun pemerintah belum peka atas masalah ini. dimana perbedaan kemampuan membaca menulis antara laki-laki dan perempuan masih tinggi berbanding 56.mereka juga termiskinkan oleh stereotip dan kultur yang masih memandang mereka sebagai subordinat laki-laki sehingga termarjinalkan dari segala akses sumber daya. kelompok perempuan masuk ke dalam kelompok termiskin dari masyarakat miskin.9% : 88. sehingga melahirkan ketidakadilan bagi perempuan.

Millenium Development Golds 2015 a. dan mengurangi hingga separuh jumlah orang yang tidak memiliki akses air bersih pada tahun 2015. sebagai satu paket tujuan terukur untuk pembangunan dan pengentasan kemiskinan. Apa itu MDGS Millennium Development Goals atau disingkat dalam bahasa Inggris MDGs) adalah delapan tujuan yang diupayakan untuk dicapai pada tahun 2015 merupakan tantangan tantangan utama dalam pembangunan diseluruh dunia. Penandatanganan deklarasi ini merupakan komitmen dari pemimpin-pemimpin dunia untuk mengurangi lebih dari separuh orang-orang yang menderita akibat kelaparan. Deklarasi berisi sebagai komitmen negara masing-masing dan komunitas internasional untuk mencapai 8 buah sasaran pembangunan dalam Milenium ini (MDG).BAB II PEMBAHASAN A. 3 . bersama-sama dengan 189 negara lain. Pada September 2000. menjamin semua anak untuk menyelesaikan pendidikan dasarnya. Pemerintah Indonesia. mengentaskan kesenjangan jender pada semua tingkat pendidikan. mengurangi kematian anak balita hingga 2/3 . berkumpul untuk menghadiri Pertemuan Puncak Milenium di New York dan menandatangani Deklarasi Milenium. Tantangan-tantangan ini sendiri diambil dari seluruh tindakan dan target yang dijabarkan dalam Deklarasi Milenium yang diadopsi oleh 189 negara dan ditandatangani oleh 147 kepala pemerintahan dan kepala negara pada saat Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Milenium di New York pada bulan September 2000.

dan tidak diskriminatif Target 12: Mengatasi persoalan khusus dari negara-negara paling tertinggal. dapat diprediksi. Target 3 : Pada 2015. Hal ini termasuk akses bebas tariff dan bebas kuota untuk produk utang eksport untuk mereka. pembebasan negara berutang penghapusan utang bilateral resmi dan memberikan ODA 4 . berbasis peraturan. Target 10: Meningkatkan secara signifikan kehidupan masyarakat yang hidup di daerah kumuh. meningkatkan besar. akan dapat menyelesaikan pendidikan dasar Target 4 : Mengurangi hingga dua pertiga-nya . Target 11: Mengembangkan sistem keuangan dan perdagangan yang terbuka. tingkat kematian anak dibawah usia 5 tahun Target 5 : Menurunkan ¾-nya Tingkat Kematian Ibu di Indonesia Target 6 : Menghentikan dan mulai menurunkan kecenderungan penyebaran HIV/AIDS di Indonesia Target 7 : Menghentikan dan menurunkan kecenderungan penyebaran Malaria dan penyakit menular lain di Indonesia Target 8 : Mengintergrasikan prinsip pembangunan berkelanjutan kedalam kebijakan dan program pemerintah Indonesia. semua anak Indonesia.b. baik laki-laki maupun prempuan. Targetnya Target 1 : Menurunkan hingga setengahnya Penduduk yang hidup dibawah garis kemiskinan ekstrim hingga 50% Target 2 : Mengurangi Jumlah penduduk yang menderita kelaparan hingga setengahnya. serat mengembalikan sumberdaya yang hilang Target 9 : Mengurangi hingga setengahnya proporsi masyarakat Indonesia yang tidak memiliki akses terhadap air minum yang aman dan sanitasi dasar.

prefentif. Meningkatkan pelayanan kes yang merata. dan promotif. Visi. Misi MDGS Visi dari MDGs 2015 adalah yaitu sehat 20015 dengan upaya peningkatan derajat kesehatan lewat berbagai upaya kesehatan mencapkup kuratif. Meningkatkan pengebangan dan pendayagunaan SDM kesehatan yang merata dan bermutu 5 . swasta dan masyarakat madani dalam pembanguinan kesehatan melalui kerjasama nasional dan global 2. Sedangkan Misi dari MDGs itu sendiri yaitu : 1. Meningkatkan pemberdayaan masyarakat. rehabilitatif. terutama teknologi informasi dan komunikasi. Target 15: Bekerja sama dengan negara berkembang mengembangkan pekerjaan yang layak dan produktif untuk kaum muda Target 16: Bekerjasama dengan Perusahaan Farmasi. c. Meningkatkan pembiayaan pembangunan kesehatan terutama untuk mewujudkan jaminan sosial kesehatan nasional 4.yang lebih besar kepada Negara yang berkomitmen menghapuskan kemiskinan. Target 13: Mengatasi kebutuhan khusus di negara-negara daratan dan kepulauan kecil Target 14: Menangani hutang negara berkembang melalui upaya nasional maupun Internasional agar pengelolaan hutang berkesinambungan dalam jangka panjang. memberikan akses untuk penyediaan obat-obatan penting dengan harga terjangkau di negara berkembang Target 17: Bekerjasama dengan swasta dalam memanfaatkan teknologi baru. bermutu dan berkeadilan sserta berbasis bukti dengan mengutamakan pada upaya promotif dan prefantif 3.

Menjamin kelestarian lingkungan berkelanjutan. Meningkatkan menejemen kesehatan yang akuntabel. Meningkatkan kesehatan ibu. Penghapusan kemiskinan 2. Arah. transparan.5. Pemerintah dibantu Indonesia dengan melaksanakannya dibawah koordinasi Bappenas Kelompok Kerja PBB dan telah menyelesaikan laporan MDG pertamanya yang ditulis dalam bahasa Indonesia dan kemudian diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris untuk menunjukkan rasa kepemilikan pemerintah Indonesia atas laporan tersebut. 3. Meningkatkan ketersediaan. Membangun kemitraan global untuk pembangunan Sasaran serta Kebijakan MDGS Setiap negara yang berkomitmen dan menandatangani perjanjian diharapkan membuat laporan MDGs. berdaya guna dan berhasil guna untuk memantapkan desentrlisasi kesehatan yang bertanggung jawab d. 4. Tujuan dan Sasaran MDGS Indonesia sebagai salah satu Negara yang ikut mengadopsi kesepakatan MDGs juga menetapkan target-target pencapaian tujuan MDGs di tahun 2015 sebagai berikut : 1. 6. 7. Laporan Sasaran Pembangunan Milenium ini menjabarkan upaya awal pemerintah untuk menginventarisasi situasi pembangunan manusia yang 6 . 8. malaria dan penyakit menular lainnya. Kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan. Pencapaian pendidikan dasar untuk semua. pemerataan dan keterjangkauan obat dan alat kesehatan serta menjamin keaamanan khasiat kemanfaatan dan mutu kesediaan farmasi alat kesehatan dan makanan 6. Penurunan angka kematian anak: 5. Memerangi HIV/AIDS.

Dengan tujuan utama mengurangi jumlah orang dengan pendapatan dibawah upah minimum regional antara tahun 1990 dan 2015. namun tidak dapat dipungkiri. Laporan ini menunjukkan bahwa Indonesia berada dalam jalur untuk mencapai tujuan tersebut. sekaligus mengidenifikasi dan meninjau kembali kebijakan-kebijakan dan program-program pemerintah yang dibutuhkan untuk memenuhi sasaran-sasaran ini. Strategi MDGS Setiap negara deklarator mempunyai kewajiban melaporkan progres pencapaian MDG setiap tahun. e.terkait dengan pencapaian sasaran MDGs. bahwa data dari berbagai sumber lain tetap sangat diperlukan. dan menganalisa kemajuan seiring dengan upaya menjadikan pencapaian-pencapaian ini menjadi kenyataan. mengukur. pencapaiannya lintas provinsi tidak seimbang. Hampir sebagian besar indikator untuk mengevaluasi pencapaian tujuan MDG ini dapat diperoleh dari data-data Badan Pusat Statistik (BPS). 7 . Namun.

Kedua. MDGs adalah tujuan dan tanggung jawab dari semua negara yang berpartisipasi dalam KTT Milenium. g. tujuh dari delapan tujuan telah dikuantitatifkan sebagai target dengan waktu pencapaian yang jelas.MDG mempunyai 8 (delapan) tujuan dengan 18 target. mulai dari mengurangi kemiskinan. tujuan-tujuan dalam MDGs saling terkait satu dengan yang lain. baik pada rakyatnya maupun secara bersama antar pemerintahan. Program MDGS Beberapa hal penting yang perlu mendapat perhatian berkaitan dengan MDGs adalah sebagai berikut: Pertama. Rencana MDGS Jakarta. Setiap negara yang mendeklarasikan MDG ini wajib membuat laporan tahunan. meningkatkan kesehatan ibu serta memastikan kelestarian lingkungan hidup. penuntasan pendidikan dasar baik untuk anak laki-laki maupun anak perempuan. menurunkan angka kematian balita. MDGs bukan tujuan PBB. mengatakan pemerintah saat ini sudah 8 . Erna Witoelar. 30/5/2007 (Kominfo-Newsroom) – Ketua delegasi United Nation untuk Asia dalam bidang kampaye Millennum Development Goals (MDGs). Pengurangan maupun penuntasan berbagai kondisi tadi menggunakan landasan tahun 1990 sebagai tahun pijakan dan tahun 2015 sebagai tahun akhir tercapainya semua tujuan tadi f. hingga memungkinkan pengukuran dan pelaporan kemajuan secara obyektif dengan indikator yang sebagian besar secara internasional dapat diperbandingkan. Ketiga. sekalipun PBB merupakan lembaga yang aktif terlibat dalam promosi global untuk merealisasikannya.

agar ke depan pemerintah tidak hanya berupaya melibatkan partisipasi masyarakat dalam melaksanakan MDGs. asuransi bagi masyarakat miskin dan pendidikan gratis di daerah. ia mengaku belum tahu pasti. seperti pengentasan kemiskinan dan membuka lapangan pekerjaan dalam rangka mengurangi angka pengangguran. ada juga langkah mundur yang dilakukan pemerintah saat ini. yaitu bencana nasional yang terus melanda Indonesia. Ada indikator keberhasilan langkah maju yang sudah dilaksanakan pemerintah untuk MDGs.mempunyai komitmen yang tinggi dalam merealisasikan 8 poin MDGs yang telah ditargetkan pada 2015. Dia juga menyampaikan harapannya. Program-program MDGs seperti pendidikan. kemiskinan. 9 . Ia sendiri menyatakan keyakinannya bahwa pemerintah Indonesia bisa merealisasikan 8 poin konsep MDGs pada tahun 2015 mendatang yang sudah disepakati negara-negara berkembang di dunia. Rabu (30/5) dalam acara peluncuran program Yappika Life. h. seperti program nasional pemberdayaan masyarakat. Indikator Keberhasilan MDGS Upaya Pemerintah Indonesia merealisasikan Sasaran Pembangunan Milenium pada tahun 2015 akan sulit karena pada saat yang sama pemerintah juga harus menanggung beban pembayaran utang yang sangat besar. Mungkin untuk tahun ini banyak langkah mundurnya dan untuk persentasinya. Namun di samping ada langkah maju. Pernyataan itu disampaikan Erna Witoelar kepada Kominfo-Newsroom di Jakarta. akan tetapi bisa membuat iklim pada masyarakat untuk menumbuhkan semangat inisiatif untuk merealisasikan MDGs.

Merujuk data Direktorat Jenderal Pengelolaan Utang Departemen Keuangan.70 triliun. Indonesia akan gagal mencapai tujuan MDGs. baru menurun drastis (2016) menjadi Rp66. Bersama-sama.7 triliun (2009) hingga Rp81. kesetaraan gender. 10 . sektor swasta dan komunitas donor.kelaparan. media. tanpa upaya negosiasi pengurangan jumlah pembayaran utang Luar Negeri. per 31 Agustus 2008. Untuk mencapai tujuan MDG tahun 2015 diperlukan koordinasi. utamanya pemerintah (nasional dan lokal). masyarakat sipil. dan pemberdayaan perempuan membutuhkan biaya yang cukup besar. kerjasama serta komitmen dari seluruh pemangku kepentingan. karena pada saat ini kelompok perempuan masih masuk dalam kelompok termiskin dalam kelompok masyarakat. Selain miskin oleh kebijakan mereka yang juga termiskin oleh stereotip dan kultur yang masih memandang rendah kaum perempuan. beban pembayaran utang Indonesia terbesar akan terjadi pada tahun 2009-2015 dengan jumlah berkisar dari Rp97. lingkungan hidup.Pemerintah Indonesia tetap memegang komitmenya untuk melaporkan kemajuan pencapaian MDGs. Jumlah pembayaran utang Indonesia. akademia.54 triliun (2015) rentang waktu yang sama untuk pencapaian MDGs. Peran Bidan Dalam Meningkatkan Kesejahteraan Ibu Peran bidang dalam meningkatkan kesejahteraan ibu salah satunya adalah mendorong kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan. kesehatan. i. kelompok ini akan memastikan kemajuan-kemajuan yang telah dicapai tersebar merata di seluruh Indonesia.

Dampak dari ketimpangan jender dapat dilihat dari data BPS tahun 2000. Kesenjangan tingkat melek aksara laki-laki dan perempuan juga semakil kecil. Kebijakan yang berjalan terbukti masih jauh dari kepekaan jender.9% : 88. Data Susenas dalam laporan per 25 agustus tahun 2005.B. kelompok perempuan masuk ke dalam kelompok termiskin dari masyarakat miskin. Mendorong kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan Dalam konstruksi budaya patriarkhi yang masih kental saat ini.1%.4. Meningkatkan Kesejahteraan Ibu a. sehingga melahirkan ketidakadilan bagi perempuan.6% : 39. dimana perbedaan kemampuan membaca menulis antara lakilaki dan perempuan masih tinggi berbanding 56. Namun rasio APM perempuan terhadap laki-laki untuk jenjang SMP/MTs tahun 2004 sebesar 103. Namun pemerintah belum peka atas masalah ini. Ketimpangan ini secara tidak langsung telah memberikan konstribusi terhadap timpangnya perbandingan laki-laki perempuan yang bekerja pada sektor informal dengan perbandingan 29.9 persen pada tahun 1990 menjadi 99. yang ditunjukkan oleh meningkatnya rasio angka melek aksara penduduk perempuan terhadap penduduk laki-laki usia 15-24 tahun dari 97. Adanya rasio Angka Partisipasi Kasar (APK) perempuan terhadap laki-laki tampak.1 pada tahun 2003.mereka juga termiskinkan oleh stereotip dan kultur yang masih memandang mereka sebagai subordinat laki-laki sehingga termarjinalkan dari segala akses sumber daya.7 persen pada tahun 2004. untuk jenjang SD/MI rasio Angka Partisipasi Murni (APM) perempuan terhadap laki-laki selalu di sekitar angka 100. Partisipasi sejajar antara laki-laki dan perempuan dalam kehidupan publik merupakan salah satu prinsip mendasar yang diamanatkan di dalam konvensi Penghapusan Segala Bentuk 13 diskriminasi terhadap Perempuan (CEDAW). partisipasi perempuan pada jenjang SMP/MTs lebih tinggi dibandingkan laki-laki dengan rasio sebesar 103. Selain termiskinkan oleh kebijakan.2%. 11 .

Namun yang menjadi perhatian adalah sejauh mana pemerintah telah memberikan kebijakan terhadap kementerian dalam memberikan kewengan penuh untuk meningkatkan penanganan lintas bidang dan sektor dengan desain kebijakan nasional yang menempatkan isu perempuan sebagai arus utama sehingga keberadaan kementerian PP bukan hanya sebagai pelengkap atau hanya sekedar hiasan saja. angka kekerasan terhadap perempuan yang dilaporkan setiap tahun. Pening katan Kualitas Hidup dan Perlindungan Perempuan.2 untuk kelompok termiskin dan sebesar 99. Kebijakan 2005 yang – diberikan untuk oleh isu pemerintahan perempuan masa sangat kepemimpinan 2009 menyedihkan. maka tingkat kesenjangan melek aksara penduduk laki-laki dan perempuan menjadi semakin lebar dengan rasio melek aksara perempuan terhadap laki-laki sebesar 92. Anggaran untuk Kualitas Hidup dan Perlindungan untuk Perempuan. Hal ini disebabkan karena kendala struktural dan persoalan birokrasi yang dianggap menjadi penghalang besar. menunjukkan rasio melek aksara perempuan terhadap laki-laki sebesar 99. Problem Mendasar Pemberdayaan Perempuan Pelaksanaan pengarusutamaan gender masih sulit dilaksanaan walupun telah memiliki Instruksi Presiden nomor 9 tahun 2000. 12 . Data tahun 2004. b. hal ini terlihat adanya beberapa problem mendasar yang muncul.02% dari total APBN.Apabila kelompok penduduk usia diperluas menjadi 15 tahun ke atas. Kebijakan untuk meningkatkan pemberdayaan perempuan setengah hati diimplementasikan. Menempatkan isu perempuan dalam kementerian khusus adalah bentuk memarjinalkan perempuan yang cara penyelesaiannya menjadi parsial. antaralain: Pemerintah Setengah Hati Terhadap Isu Perempuan.9 untuk kelompok terkaya.3 persen.Terlihat dalam 5 tahun anggaran untuk KPP hanya berputar antara 0. Berdasarkan temuan komnas perempuan.

dan itu pun hanya diimplementasikan dalam program seputar pelatihan dan sosialisasi bukannya pada sebuah intervensi pada sebuah kebijakan. Disisi lain adalah lemahnya sistem koordinasi internal maupun eksternal di tubuh KPP sehingga memberikan kendala dalam mengimplementasikan visi pemberdayaan perempuan. Peran kementerian PP yang bergerak dalam isu perempuan memang perlu dievaluasi. Data Tidak Berbicara.Menunjukkan jumlah kasus terakhir adalah 34. kekerasan dalam komunitas 23% (termasuk kasus buruh migran dan trafiking).1% dan 2% lainnya sulit dikategorikan jenisnya. diantaranya adalah kekerasan dalam rumah tangga (KDRT). sehingga terdapat duplikasi program yang berjalan dan target yang tak terukur merupakan cermin kegagalan kinerja KPP dalam menjalankan fungsinya. Data tersebut merupaka komplasi dari 258 lembaga di 32 propinsi dan rata-rata menangani sekitar 40 hingga 95 kasus kekerasan. Berdasarkan jenisnya. dan mengalami kenaikan dari tahun-tahun sebelumnya. kekerasan negara 0. 13 . Koordinasi Instansi Lemah. 2.665 (2007). 1. Jika dicermati. memang belum ada keseriusan dari pemerintah khususnya KPP untuk dapat meningkatkan perlindungan terhadap perempuan terlihat kebijakan anggaran yang hanya dialokasikan seputar 160 . hal ini berdampak terhadap pelaksanaan program selama 5 tahun berjalan yang hanya berputar pada tataran sosialisasi saja.200 miyar. jumlah kekerasan dalam rumah tangga adalah 74% kasus (tertinggi. Lemahnya data di tingkat nasional dan daerah.

1% dan 2% lainnya sulit dikategorikan jenisnya. utamanya pemerintah (nasional dan lokal).Terlihat dalam 5 tahun anggaran untuk KPP hanya berputar antara 0. Berdasarkan jenisnya. akademia. B. Kebijakan yang diberikan oleh pemerintahan masa kepemimpinan 2005 – 2009 untuk isu perempuan sangat menyedihkan. Kesimpulan Millennium Development Goals atau disingkat dalam bahasa Inggris MDGs) adalah delapan tujuan yang diupayakan untuk dicapai pada tahun 2015 merupakan tantangan tantangan utama dalam pembangunan diseluruh dunia. sektor swasta dan komunitas donor. Data tersebut merupaka komplasi dari 258 lembaga di 32 propinsi dan rata-rata menangani sekitar 40 hingga 95 kasus kekerasan. Saran Untuk mencapai tujuan MDGS tahun 2015 diperlukan koordinasi. Anggaran untuk Kualitas Hidup dan Perlindungan untuk Perempuan.665 (2007). Menunjukkan jumlah kasus terakhir adalah 34. hal ini terlihat adanya beberapa problem mendasar yang muncul. kelompok ini akan memastikan kemajuankemajuan yang telah dicapai tersebar merata di seluruh Indonesia. 14 . Bersama-sama. Kebijakan untuk meningkatkan pemberdayaan perempuan setengah hatidiimplementasikan. diantaranya adalah kekerasan dalam rumah tangga (KDRT). jumlah kekerasan dalam rumah tangga adalah 74% kasus (tertinggi. kekerasan dalam komunitas 23% (termasuk kasus buruh migran dan trafiking). media. kerjasama serta komitmen dari seluruh pemangku kepentingan. Berdasarkan temuan komnas perempuan. angka kekerasan terhadap perempuan yang dilaporkan setiap tahun. kekerasan negara 0.Pemerintah Indonesia tetap memegang komitmenya untuk melaporkan kemajuan pencapaian MDGs.02% dari total APBN.BAB III PENUTUP A. dan mengalami kenaikan dari tahun-tahun sebelumnya. masyarakat sipil. antaralain: Pemerintah Setengah Hati Terhadap Isu Perempuan.

Kapita Selekta Kedokteran edisi III jilid I.com http://www.com http:// www. Sinopsis Obstetri. Indonesia mencapai target MDGS tahun 2015. 1998. Rustam.com http://www. 1998.com http://www. http://www.com http://www.sasaran pembangunan milenium. dkk.medicalstore. Jakarta : EGC.MDGsIndonesiaexpo&forum2011. Jakarta : Media Aesculapius.DAFTAR PUSTAKA Mansjoer.com http://www. Manuba.net [update : Januari 2008]. arif. Mochtar. Ida Bagus Gde. Ilmu Kebidanan Penyakit Kandungan dan Keluarga Berencana .MDG dan data pengukur. 2001. 15 . Jakarta : EGC.Tujuan pembangunan millenium.Siaksoft.memerangi HIV/AIDS Jawa Timur.com http://www.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful