1.

1 LATAR BELAKANG Di dalam ilmu biologi perikanan, hubungan panjang – berat ikan merupakan pengetahuan yang signifikan dipelajari, terutama untuk kepentingan pengelolaan perikanan. Pentingnya pengetahuan ini sehingga hubungan panjang - berat ikan dan distribusi panjangnya perlu diketahui, terutama untuk mengkonversi statistik hasil tangkapan, menduga besarnya populasi dan laju – laju mortalitasnya. Disamping itu diperlukan juga dalam mengatur perikanan, yaitu menentukan selektifitas alat tangkap agar ikan – ikan yang tertangkap hanya yang berukuran layak tangkap. Hubungan panjang – berat ikan juga sangat penting artinya di dalam ilmu dinamika populasi, misalnya dalam menghitung hasil tangkapan per rekrut ( yield per recruit, Y/R ) dan biomasanya ( biomass per recruit, B/R ). (Manik, 2009) Manik, Nurdin. 2009. Hubungan Panjang – Berat Dan Faktor Kondisi Ikan Layang ( Decapterus russelli ) Dari Perairan Sekitar Teluk Likupang Sulawesi Utara. Oseanologi Dan Limnologi Di Indonesia (2009) 35(1): 65-74 Issn 0125 – 9830 Hubungan panjang-berat beserta distribusi panjang ikan sangat perlu diketahui untuk mengkonversi secara statistik hasil tangkapan dalam berat ke jumlah ikan, untuk menduga besarnya populasi, dan untuk menduga laju kematiannya. Data hubungan panjang-berat juga diperlukan dalam manajemen perikanan yaitu untuk menentukan selektivitas alat agar ikan-ikan non-target (ikan-ikan yang ukurannya tidak dikehendaki) tidak ikut tertangkap. (Abduljabarsyah et al,2013) Abduljabarsyah, Eka Astuti, Dan Dyah Prihastuti. 2013. Hubungan Panjang-Berat Dan Faktor Kondisi Ikan Nomei (Harpodon Nehereus Ham Buch, 1822) Di Perairan Juata Laut Tarakan. Borneo University Library Menurut Mamangkey, (2002) Untuk penentuan pola pertumbuhan dilakukan penghitungan hubungan panjang berat yang digambarkan yaitu: W= a Lb Dimana : W = Berat L = Panjang a dan b = Konstanta Log w = log a + b log L Mamangkey, Jefry Jack . 2002. Hubungan Perkembangan Otolit Dengan Pertumbuhan Ikan Terbang (Cypselurus Poeciloptefns) Di Perairan Teluk Manado. Jurnal Iktiologi Lndonesia, Vol. 2. No. 1

Selandia Baru. filum Chrodata. ordo Synbranchiformes. 2009) Ponsen. Hongkong. Studi Komposisi Isi Lambung Dan Kondisi Morfometri Untuk Mengetahui Kebiasaan Makan Ikan Manyung (Arius Thalassinus) Yang Diperoleh Di Wilayah Semarang. (Mashuri et al.000. Selama musim hujan. orang menangkap mereka dengan perangkap atau hook untuk membuat makanan. Untuk pasar ekspor harga belut bisa berkisar 6 sampai 10 dolar Amerika/kg. Sumarjan Dan Zaenal Abidin. adalah salah satu ikan yang umum ditemukan terutama di Asia.-/kg. Cina Selatan ke Malaysia dan Indonesia. Nomor 1.000. Belanda. Perancis. Journal Of Marine Research. class Actinopterygii. Siripan. Jepang dan Korea. konsumsi belut Asia telah meningkat. atau musim panas. family Synbranchidae. Inggris. Belut diklasifikasikan dalam kingdom Animalia. Prayoga Nugraha. Saat ini. Dan Sri Redjeki. Harga belut untuk pasar lokal berkisar antara Rp 25. Harga belut tergolong sangat bagus untuk pasar local maupun ekspor. Volume 2.-sampai Rp 30. 2012. Harga ini bisa melambung tinggi hingga Rp 50. 2013. lebih baik hasilnya disajikan dengan gabungan dari dua metode yaitu gabungan metode frekuensi kejadian dengan metode volumetrik. (Taunay et al. Asia belut. Monopterus Albus (Zuiew). Spayol. Volume 1 No. Pengaruh Jenis Pakan Yang Berbeda Terhadap Pertumbuhan Belut Sawah (Monopterus Albus Zuieuw). spesies Monopterus albus dan nama binomial Monopterus albus (Zuiew). Italia. habitat belut Asia telah mengalami penurunan.Analisa kebiasaan makan ikan ditentukan dengan gabungan metode frekuensi kejadian dan metode volumetrik. Australia. dari India. 2009 Issn 1557-4555 Belut merupakan salah satu jenis komoditas ekspor andalan yang tak kalah dibandingkan dengan jenis ikan lainnya. 2013) Taunay./kg ketika musim kemarau karena pasokan belut semakin berkurang. 2012) Mashuri . Untuk analisa morfometri ikan menggunakan hubungan panjang dan berat ikan (W=aLb). Untuk menentukan tabiat makanan ikan. 1 . American Journal Of Animal And Veterinary Sciences 4 (2): 32-36. Supaporn Pamok And Worapol Aengwanich. Halaman 87-95 2.2009. Negara tersebut belut menjadi bahan dasar masakan papan atas.000. Sebaliknya. Permintaan belut dari Indonesia banyak diminati oleh negara Amerika Serikat. selanjutnya dievaluasi dengan indeks preponderance. Ikan ini merupakan sumber protein yang penting bagi orang-orang di bagian timur laut Thailand. Jurnal Perikanan Unram. Nual-Anong Narkkong. Comparative Hematological Values. genus Monopterus. Budidaya belut Asia dipengaruhi oleh gangguan produksi terkait dan penyakit menular.1 KLASIFIKASI & MORFOLOGI BELUT Monopterus albus (Zuiew).(Ponsen et al. Morphometric And Morphological Observation Of The Blood Cell In Capture And Culture Asian Eel. Edi Wibowo K. Tahun 2013.

Klasifikasi udang galah adalah sebagai berikut. rostrum melebar pada bagian ujungnya. GST dari M. dan logam berat) di sawah. Secara umum katergori ikan kedalam enam kelompok yaitu roverpredator (predator aktif). 1992. Malaysia dan Indonesia. Bambang Agus. Kanisius : Yogyakarta . Part C 147 (2008) 96–100 2. Li Liang. Pada bagian atas terdapat gigi seperti gergaji berjumlah 12 buah dan bagian bawah 11 buah. rawa dan kanal. M. surface-oriented fish (ikan pelagik). 2006) Wahyuningsih. bottom fish (ikan demersal). Qing.1 KLASIFIKASI & MORFOLOGI UDANG Menurut Suprapti (2004). M. Medan : Universitas Sumatera Utara M. albus dapat ditemukan di daerah tropis dan subtropis dari India ke Cina bagian selatan. 2006. bentuknya memanjang dan melengkung ke atas. albus bisa menjadi biomarker yang baik untuk menemukan pencemaran ekosistem air tawar. herbisida. Aneka Olahan Udang. 2007. Hesti Dan Alexander Barus. albus dapt digunakan sebagai indicator kontaminan lingkungan (misalnya pestisida. Daming Zhang dan Qing-Yin Zeng. Buku Ajar Iktiologi. Comparative Biochemistry and Physiology. Filum :Arthropoda Kelas : Crustacea Bangsa : Decapoda Suku : Palaemonidae Marga : Macrobrachium Spesies : Macrobrachium rosenbergii (de Man) Suprapti.(Huang et al. (wahyuningsih dan Alexander. atau patokan yang dapat dihafal adalah 12 ± 2 atas dan 11 ± 2 bawah. semua jenis udang air tawar termasuk udang galah. Bentuk tubuh ikan merupakan suatu adaptasi terhadap lingkungan hidupnya atau merupakan pola tingkah laku yang khusus. Budidaya Udang Galah Sistem Monokultur. Tao Wei. 1992) Murtidjo. Ikan ini hidup di sawah. kolam berlumpur. 2007) Huang. 2004. ikan bertubuh besar. Purification and partial characterization of glutathione transferase from the teleost Monopterus albus. Spesies ini juga dibudidayakan untuk konsumsi di Asia Tenggara.Bentuk luar ikan seringkali mengalami perubahan dari sejak larva sampai dewasa misal dari bentuk bilateral simetris pada saat masih larva berubah menjadi asimetris pada saat dewasa. Di daerah agricultureintensive.Lies. dan ikan semacam belut. lie-in-wait predator (predator tak aktif). Kanisius:Yogyakarta Ciri khas udang galah yang dapat kita kenali adalah kepalanya berbentuk kerucut. digolongkan dalam family palaemodiae.(Murtidjo.

2 . Hal ini besar kemungkinan disebabkan keadaan lingkungan yang berpengaruh terhadap pertumbuhan (Harahap dan Djamali. 2009. badan udang galah terdiri dari ruas-ruas yang ditutup dengan kulit keras. Kualitas tepung ikan secara umum lebih baik dari tepung limbah udang. Wartono Dan Lies Emmawati Hadie. Agustono Dan Yudi Cahyoko. cara pembuatan maupun adanya subalan. Muhammad. Hadi. Bagian kulit tersebut cukup keras. Rasio Konversi Pakan Dan Kelangsungan Hidup Benih Ikan Nila (Oreochromis Niloticus). Laju pertumbuhan berkaitan erat dengan pertambahan bobot yang berasal dari penggunaan protein. Pertumbuhan Ikan Terbang (Hirundichthys oxycephalus) Di Perairan Binuangeun.2 PENGERTIAN PERTUMBUHAN Pertambahan bobot atau panjang tubuh pada waktu tertentu disebut pertumbuhan. bagian badan (abdomen) dan bagian ekor yaitu biasa disebut uropoda (Hadie dan Lies. Tanti SR Dan A. Pemberian Tepung Limbah Udang Yang Difermentasi Dalam Ransum Pakan Buatan Terhadap Laju Pertumbuhan. 5 No. Pembenihan Udang Galah Usaha Industry Rumah Tangga. 1994) Hadie.. Jurnal Iktiologi Indonesia Vol.Seperti udang lain pada umumnya. lemak. namun tepung ikan menghasilkan laju pertumbuhan yang rendah. terutama pada ikan yang masih muda ketika kecepatan tersebut relatif lebih cepat dibandingkan dengan ikan yang sudah besar. Ratarata pertumbuhan ikan pada penelitian ini mengalami peningktan seiring dengan bertambahnya waktu pemeliharaan. Badan udang terdiri dari tiga bagian. yaitu bagian kepala dan dada yang bersatu membentuk satuan kepala-dada (cephalothorax). Journal Hal 14. Banten. Peningkatan laju pertumbuhan ini diduga karena tepung limbah udang yang difermentasi mengambil peranan asam amino yang dikandung oleh tepung ikan. tidak elastic dan terdiri dari zat “chitin” yang tidak dapat mengikuti pertumbuhan dagingnya. karena kecepatan pertumbuhan tersebut akan berlainan pada tahun yang berlainan juga. Kanisius : Yogyakarta 2. Protein dalam pakan yang diberikan dapat dicerna dengan baik oleh ikan serta kandungan asam amino dalam pakan tersebut dapat menunjang dalam pertumbuhan ikan nila (Hadi et al. 2005). 2009). karbohidrat dari pakan yang dikonsumsi ikan. Djamali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa laju pertumbuhan tertinggi didapat pada perlakuan pakan yang mengandung tepung limbah udang yang difermentasi sebanyak 10%. 1994. Tepung ikan yang dipakai diduga mempunyai kualitas protein dan komposisi asam amino rendah yang disebabkan oleh cara penyimpanan. Harahap. Pertumbuhan ikan juga dipengaruhi oleh ketersediaan makanan di lingkungan hidup ikan. 2005.

Hal ini menunjukan bahwa warna gelap (hijau dan biru) memperlihatkan pertumbuhan yang lebih cepat dari pada warna terang (merah) (Prakoso et al. Jurnal Iktiologi Indonesia. Jurnal Akuakultur Indonesia.. pH dan salinitas air. Fakultas Perikanan Dan Ilmu Kelautan. makanan. Pada penelitian di karamba jaring apung. Universitas Negeri Manado. Mamangkey . warna ikan juga merupakan faktor yang mempengaruhi pertumbuhan. jenis kelamin. Bogor. Namun. Faktor dalam umumnya adalah keturunan. Sedangkan jumlah pakan yang diberikan pada metode pemberian pakan sebesar 8% BBm tergantung pada pencapaian bobot ikan dan jumlah ikan. Jumlah konsumsi pakan merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi pertumbuhan ikan selain faktor lingkungan dan genetik. 2009) . 2005. P. Setiap pertambahan panjang ikan diikuti dengan pertambahan panjang otolit. Suhu air. N. Balai Riset Perikanan Budidaya Air Tawar. parasit dan penyakit dan faktor luar adalah makanan dan suhu perairan. Vitas Atmadi. Metode at satiation merupakan teknik pemberian pakan yang sesuai dengan kemampuan konsumsi atau kebutuhan ikan. M.3 FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERTUMBUHAN IKAN Laju pertumbuhan ikan nila dipengaruhi oleh berbagai faktor. Dengan mengabaikan nafsu makan ikan. pada beberapa penelitian. L. 2002. Hasanah Dan I. Pertumbuhan dalam istilah sederhana dapat diartikan sebagai pertambahan ukuran panjang atau berat dalam suatu waktu. Vol. Fenomena pertumbuhan ikan dapat diamati pada otol itnya (Mamangkey. umur.Institut Pertanian Bogor. No. Hubungan Perkembangan Otolit Dengan Pertumbuhan Ikan Terbang (Cypselurus poeciloptefns) Di Perairan Teluk Manado. Mokoginta. Fariduddin Ath-Thar. terdapat 5 kasus di mana warna hijau selalu yang terbaik dan diikuti oleh warna biru. Jurusan Budidaya Perairan. Performa Pertumbuhan Benih Nila Hasil Persilangan. 2. dan padat tebar dapat mempengaruhi pertumbuhan ikan nila.Pertumbuhan ikan adalah allometrik artinya pertambahan panjang ikan lebih cepat dibandingkan dengan pertambahan beratnya. 2.. Dan Rudhy Gustiano. 2010.(Utomo et al.B. 2002). Jefry Jack. jenis kelamin. Bogor. P.H. efektifitas perlakuan 8% BBm cenderung rendah bahkan mengakibatkan tingginya jumlah pakan yang terbuang dibandingkan dengan perlakuan at satiation. Otong Zenal Arifin.(Sari et al. Pengaruh Cara Pemberian Pakan Yang Berbeda Terhadap Konversi Pakan Dan Pertumbuhan Ikan Mas (Cyprinus Carpio) Di Keramba Jaring Apung. Pertumbuhan dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu faktor dalam dan faktor luar. 2005) Utomo. 2010) Prakoso.

No. Salah satu faktor yang mempengaruhi pertumbuhan ikan tidak optimal adalah suhu air. Hal 18. Jurnal KELAUTAN.Sari. Haryo Dan Haryono. 2009. Tarsim..(setiawan et al. 2013.1 . hal ini dikarenakan ikan dipelihara dalam ruangan yang kurang terkena sinar matahari. Kelulushidupan. Suhu yang optimal untuk pemeliharaan patin yaitu 28-32oC. 2. Suhu air selama penelitian di bawah kisaran optimal. 2007. suhu kritis bagi kehidupan ikan yaitu 35oC. Volume 1. Volume I No 2.4 PERTUMBUHAN ALLOMETRIK DAN ISOMETRIK Menurut Triajie dan Haryono (2007). Hubungan panjang berat digambarkan dalam 2 bentuk yaitu isometric dan allometrik. Agustono Dan Yudi Cahyoko. sedangkan pertumbuhan allometrik bagian tubuh berkembang dengan laju yang tidak sama atau tidak sebanding. Studi Aspek Biologi Ikan Manyung (Arius Venosus) Di Perairan Selat Madura Kabupaten Bangkalan.T. Adi. Widiana Permata. Untuk kedua pola ini berlaku persamaan: W=qLb Dimana : W : Berat ikan (gram) L : Panjang ikan (cm) q : Konstanta yang nilainya tetap(faktor kondisi) b : Nilai sebesar ± 3 Nilai q dan b didapat dengan regresi linier dari transformasi persamaan.. E-Jurnal Rekayasa Dan Teknologi Budidaya Perairan. Efisiensi Pakan Dan Retensi Protein Ikan Patin (Pangasius Hypophthalmus). Pemberian Pakan Dengan Energi Yang Berbeda Terhadap Pertumbuhan Benih Ikan Kerapu Tikus (Cromileptes Altivelis). keadaanfungsi logaritmik : logW=logq+blogL Dimana: log q : Nilai intersep b: Nilai slope Triajie. Pengaruh Penambahan Probiotik Pada Pakan Dengan Dosis Berbeda Terhadap Pertumbuhan. Jariyah Endang. dimana pada pertumbuhan isometrik bagian-bagian tubuh berkembang dengan laju sebanding. 2013) Setiawati. Adiputra Dan Siti Hudaidah. Y.

Vol 1(3) : 287-291. La Sara. dan Nego E. Harahap.1 Untuk melihat pola pertumbuhan maka dilakukan pengujian nilai b terhadap konstanta 3 dari hasil hubungan panjang berat. sehingga dikatakan bahwa ikan P. Pola Pertumbuhan dan Faktor Kondisi Ikan Kurisi (Aphareus rutilans Cuvier.1 Ikan nilem dan tawes yang dipelihara di dalam KJA di Danau Maninjau dapat memanfaatkan phytoplankton sebagai pakannya. Mashuri. 2012). ada yang bersifat allometrik positif yang menunjukkan bahwa pertumbuhan berat belut lebih cepat dari pada pertumbuhan panjangnya dan allometrik negatif yang menunjukkan pertumbuhan panjang ikan lebih cepat daripada pertumbuhan beratnya (Mashuri et al.. Syandri. fekunditas berkisar 13.September 2008.1 No. 2008). Hafrijal. ikan jantan ditemukan memilki TKG I sampai TKG IV dan Ikan betina memiliki TKG I sampai TKG V.Batarogoa. Apabila nilai b sama dengan 3 menunjukkan bahwa pertumbuhan ikan seimbang dan pertambahan panjang ikan seimbang dengan beratnya.1 No.950-880. Alamsyah. Kedua jenis ikan uji dapat tumbuh dengan baik tanpa diberi pakantambahan. Jurnal Mina Laut Indonesia Vol..ISSN 1907-9672 Hubungan panjang dan berat yang terjadi pada ikan. areolatus pada periode matang gonad pada lokasi penangkapan di Karang Kapota adalah panjang total ikan yang memijah untuk ikan betina berkisar antara 29-40 cm sedangkan ikan jantan 40-46 cm. 2012. Jurnal Natur Indonesia 6(2): 87-90 (2004) . 2004).892 butir.2008. Agustinus P. Penggunaan Ikan Nilem (Osteochilus haselti CV) dan Ikan Tawes (Puntius javanicusCV) sebagai Agen Hayati Pembersih Perairan Danau Maninjau. dan Ahmad Mustafa. areolatus jantan maupun betina bersifat allometrik negatif. nilai faktor kondisi ikan tersebut berkisar 0. Pertumbuhan demikian ialah pertumbuhan isometrik. Sedangkan apabila nilai b lebih besar atau lebih kecil dari 3 dinamakan pertumbuhan allometrik.. Studi Biologi Reproduksi Ikan Kerapu Sunu (Plectropomus areolatus) Pada Musim Tangkap. tipe pertumbuhan ikan P. 2013. dan Zaenal Abidin. Karakteristik beberapa aspek biologi reproduksi ikan P. Sumarjan.7632. Jika nilai b kurang dari 3 menunjukkan pertambahan panjangnya lebih cepat dari pertambahan beratnya dan apabila nilai b lebih besar dari 3 menunjukkan pertambahan berat lebih cepat dari pertambahan panjangnya (Harahap dan Nego. areolatus memiliki badan yang kurang pipih.. Pengaruh Jenis Pakan yang Berbeda terhadap Pertumbuhan Belut Sawah (Monopterus Albus Zuieuw). (2013). 2004.136.PACIFIC JOURNAL..Menurut Alamsyah et al. Pertumbuhan ikan nilem dan tawes yang dipelihara di dalam KJA bersifat allometrik positif yaitu pertumbuhan berat tubuh lebih cepat dari pada pertumbuhan panjang badan (Syandri. Jurnal Perikanan Unram Vol.. 1830) di Perairan Laut Maluku. Ahmad Saiful.

yang merupakan salah satu derivat penting dari pertumbuhan untuk membandingkan kondisi (fitness. Provinsi Aceh. Hubungan panjang – berat dan faktor kondisi secara sistematis mempunyai nilai praktis karena dapat digunakan untuk mengkonversi panjang ke berat atau berat ke panjang (Manik.(Mulfizar et al. Aceh Besar.Wo.2.. Zainal A.Lo. Untuk mengukur panjang dan berat mutlak ikan uji digunakan rumus yaitu Lm: Lt . Analisa hubungan panjang – berat yaitu dapat mengestimasi faktor kondisi atau sering disebut dengan index of plumpness. well-being) atau keadaan kesehatan relatif populasi ikan atau individu tertentu. sedangkan a dan b: konstanta regresi hubungan panjang-bobot. Penggunaan Ikan Nilem (Osteochilus haselti CV) dan Ikan Tawes (Puntius javanicus CV) sebagai Agen Hayati Pembersih Perairan Danau Maninjau. Untuk menghitung pertumbuhan berat mutlak (Wm) digunakan rumus Wm = Wt . dan Lo: panjang pada awal penelitian. 2004. 2004) Syandri. kesehatan. produktifitas dan kondisi fisiologis termasuk perkembangan gonad. dimana Wt: berat ikan pada akhir penelitian dan Wo: berat ikan pada awal penelitian. analisa hubungan panjang – berat dimaksudkan untuk mengukur variasi berat harapan untuk panjang tertentu dari ikan secara individual atau kelompok–kelompok individu sebagai suatu petunjuk tentang kegemukan. Muchlisin Dan Irma Dewiyanti.(Syandri. Pengukuran panjang–berat ikan bertujuan untuk mengetahui variasi berat dan panjang tertentu dari ikan secara individual atau kelompok–kelompok individu sebagai suatu petunjuk tentang kegemukan. L: panjang total ikan (cm). 2009) . dimana Lm: pertumbuhan panjang mutlak (cm). Seluruh data dianalisis secara deskriptif. kesehatan.5 HUBUNGAN PANJANG DAN BERAT Dalam biologi perikanan. misalnya dalam penentuan selektifitas alat tangkap agar ikan–ikan yang tertangkap hanya yang berukuran layak tangkap. 1(1):1-9 Untuk mengetahui hubungan bobot tubuh dengan panjang total ikan uji dilakukan pengambilan sampel pada akhir penelitian sebanyak 60 ekor. Hubungan Panjang Berat Dan Faktor Kondisi Tiga Jenis Ikan Yang Tertangkap Di Perairan Kuala Gigieng. Sumatera Barat. 2012) Mulfizar. hubungan panjang–berat ikan merupakan salah satu informasi pelengkap yang perlu diketahui dalam kaitan pengelolaan sumber daya perikanan. Untuk perhitungannya digunakan rumus yaitu W = aLb dimana W: bobot ikan uji (gram). perkembangan gonad dan sebagainya. 2012. Jurnal Depik. Hafrijal. Jurnal Natur Indonesia 6(2): 87-90 (2004) ISSN 1410-9379 Dalam hubungannya dengan pertumbuhan dan kondisi ikan. Lt: panjang pada akhir penelitian. Analisa hubungan panjang–berat juga dapat mengestimasi faktor kondisi atau sering disebut dengan index of plumpness. yang merupakan salah satu hal penting dari pertumbuhan untuk membandingkan kondisi atau keadaan kesehatan relatif populasi ikan atau individu tertentu.

5. (saputra et al.92(betina). Beberapa Aspek Biologi Ikan Kuniran (Upeneus spp) Di Perairan Demak. dengan nilai b yang relatif sama.Manik. sehingga kesimpulan yang didapat adalah pertumbuhan panjang-berat ikan Kuniran bersifat allometrik (-). Suradi Wijaya. Pola pertumbuhan ikan jantang dan betina relatif tidak berbeda. ternyata t hitung t hitung > t tabel. untuk ke tiga sumber data. Dan Prijadi Soedarsono.Lb) maka dapat memperkirakan berat ikan pada panjang tertentu dan sebaliknya. 2009. 1 . Jurnal Saintek Perikanan Vol. 1. dan Gabriela Ari Sulistyawati.6 1 . 2009. No.94 (jantan) dan 2. Manfaat dari informasi panjang berat antara lain adalah bahwa melalui persamaan matematik tersebut (W = a. Hubungan Panjang – Berat Dan Faktor Kondisi Ikan Layang ( Decapterus Russelli ) Dari Perairan Sekitar Teluk Likupang Sulawesi Utara. Nurdin. yaitu 2. 2009) Saputra. Oseanologi Dan Limnologi Di Indonesia (2009) 35(1): 65-74 Issn 0125 – 9830 Berdasarkan pengujian terhadap nilai b dengan t-test. 2009.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful