IMUNO TRANSPLANTASI

dr. Huriatul Masdar, M.Sc 11 Oktober 2012

Imunotransplantasi - dr. Huriatul Masdar, M.Sc

• Transfusi darah (RBC dan platelet) salah satu bentuk transplantasi  tidak perlu dilakukan pencocokan MHC donor dengan resipien  hanya mengekspresikan sedikit MHC I dan tidak ada MHC II Imunotransplantasi . M. Huriatul Masdar.Sc . • Perlu pencocokan MHC donor dan resipien agar reaksi penolakan dapat diminimalisir.TRANSPLANTASI • Pencangkokan bagian/organ tubuh ke bagian tubuh lain/inividu lain/spesies lain • Respon imun dapatan terhadap “graft” sangat menentukan keberhasilan transplantasi • Penolakan graft terjadi akibat respon dari T-cells terhadap polimorfism MHC yang sangat tinggi.dr.

JENIS TRANSPLANTASI Berdasarkan asal jaringan graft: • Autograft  graft berasal dari individu yang sama • Syngeneic graft  graft berasal dari individu yang secara genetik identik dengan host • Allograft  graft berasal dari individu yang berbeda tapi masih satu spesies.dr. human to human. • Xenograft  graft berasal dari inividu dengan spesies yang berbeda Imunotransplantasi . mice to mice.Sc . ex. Huriatul Masdar. M.

Huriatul Masdar.Sc . akan terjadi reaksi penolakan yang lebih cepat (6-8 hari) Imunotransplantasi . kembali di transplantasi dengan graft dari donor yang sama. M. dipengaruhi oleh peranan T-cells • Second set rejection  bila individu yang telah menolak graft.JENIS TRANSPLANTASI Berdasarkan reaksi penolakan yang terjadi: • First set rejection  terjadi 10-13 hari setelah transplantasi.dr.

Sc .dr. Huriatul Masdar.TRANSPLANTASI Imunotransplantasi . M.

M. Huriatul Masdar. ex. gen H-Y Imunosupresan sangat berperan dalam menentukan keberhasilan transplantasi !! Imunotransplantasi .Sc .MHC (HLA) BERPERAN PENTING DALAM TRANSPLANTASI • MHC class I lebih dominan terlibat dalam reaksi penolakan graft • Polimorfisme-nya yang sangat besar sebagai penyebab besarnya kemungkinan terjadi penolakan graft • Reaksi penolakan graft yang terjadi pada kembar identik diakibat kan oleh adanya Minor Histocompatibility Antigen.dr.

Imunotransplantasi .MEKANISME PENGENALAN ALLOANTIGEN GRAFT OLEH T-CELLS RESIPIEN 1. • Berperan dalam reaksi penolakan akut dan penghancuran graft oleh CTL Reaksi penolakan disini dapat dicegah dengan: • deplesi APC (menggunakan antibodi) • bila lokasi graft tidak memiliki aliran limfe.Sc .dr. M. • Direct Allorecognition APC yang berasal dari graft donor masuk ke aliran lime dan ke kelenjar limfe  aktivasi T-cells. Huriatul Masdar.

Sc . Huriatul Masdar.MEKANISME PENGENALAN ALLOANTIGEN GRAFT OLEH T-CELLS RESIPIEN 2. • Indirect Allorecognition Antigen/protein graft di proses dan dipresentasikan oleh APC resipien Berperan dalam reaksi penolakan graft yang terjadi melalui aktivasi makrofag yang menyebabkan kerusakan jaringan dan fibrosis Juga berperan dalam pembentukan alloantibodi terhadap graft • • Imunotransplantasi .dr. M.

Sc .Imunotransplantasi . M.dr. Huriatul Masdar.

• Reaksi penolakan graftdapat terjadi dalam hitungan menit pasca transplantasi • Sering terjadi pada transplantasi dimana organ yang ditransplantasikan memiliki konektivitas langsung dengan sirkulasi resipien • Antibodi terhadap blood group antigen (ABO) tersebut melekat pada endotel vaskuler graft sehingga mengaktivasi kerja komplemen dan pembekuan darah • Reaksi dapat dicegah dengan ABO matching dan cross-matching antara donor dan resipien termasuk kemungkinan adanya antibodi resipien yang dapat bereaksi dengan graft Imunotransplantasi .Sc .HYPERACUTE GRAFT REJECTION • Terjadi akibat telah adanya alloantibodi di tubuh resipien terhadap blood group antigen dan polimorfisme MHC meskipun transplantasi belum dilakukan. M.dr. Huriatul Masdar.

M.Sc .dr. Huriatul Masdar.HYPERACUTE GRAFTREJECTION Imunotransplantasi .

bisa bertahun-tahun pasca transplantasi • Diduga berhubungan dengan berkurangnya fungsi jaringan yang ditranplantasikan secara bertahap yang tidak terdeteksi secara klinis • Penyebabnya mungkin karena ischemia-reperfusi injuri pada saat transplantasi • Gambaran khas mikroskopis: adanya infiltrasi makrofag pada jaringan dan pembuluh darah graft serta pembentukan sikatrik (scar) Imunotransplantasi . M.Sc .CHRONIC GRAFT REJECTION • Muncul setelah jangka waktu yang lama.dr. Huriatul Masdar.

M.TRANSPLANTASI YANG TELAH DILAKUKAN Imunotransplantasi . M.dr.dr.Sc . Huriatul Masdar. Huriatul Masdar.Sc Imunotransplantasi .

M.GRAFT VERSUS HOST DISEASE (GVHD) • Sering terjadi pada transplantasi sumsum tulang dimana T-cell matang dari donor mengkontaminasi allogenik sumsum tulang dan dapat mengenal jaringan tubuh resipien sebagai benda asing • Dapat menyebabkan reaksi inflamasi hebat seperti rash.pencocokan HLA/MHC pre transplantasi .penggunaan imunosupresan . • Pencegahan: . Huriatul Masdar. Namun kemungkinan relaps juga besar Imunotransplantasi .Sc . class II maupun minor histocompatibility.membuang semua T-cells alloreaktif dari graft sebelum dicangkokan • GVHD dapat bermanfaat bagi terapi leukemia  Graft versus Leukemia Effect  allogenik sumsum tulang mengenal antigen tumor resipien.dr. diare serta gangguan hepar • Umumnya terjadi karena adanya missmatch MHC baik class I.

JANIN ADALAH BENDA ASING BAGI IBU KENAPA TIDAK TERJADI REAKSI PENOLAKAN ?? Imunotransplantasi . Huriatul Masdar.dr.Sc . M.

Huriatul Masdar.3-dioxygenase (IDO) yang dapat mendeplesi asam amino triptofan di daerah ini.dr. Sel trofoblas ini tidak mengekspresikan baik molekul MHC class I maupun class II • Trofoblas mengekspresikan protein HLA-G yang mampu berikatan dengan reseptor NK inhibitor (KIR1 dan KIR2) sehingga dapat menghambat kerja NK-cells dapat mengeliminasi trofoblas • Plasenta menghasilkan enzim Indoleamine 2. M. T-cells yang kekurangan asam amino triptofan ini akan menjadi tidak responsif • Epitel uterus dan trofoblas mensekresikan IL-10. TGF-β dan IL-4 yang dapat menekan kerja Th-1 Imunotransplantasi .MEKANISME JANIN DAPAT DITOLERIR SEBAGAI ALLOGRAFT • Adanya lapisan trofoblas pada lapisan terluar plasenta (batas antara ibu dan janin) yang mengisolasi janin dari serangan sistem imun ibunya.Sc .