NAIK-NAIK KE PUNCAK GUNUNG

KELOMPOK 5
Abdul Aziz M. Irvan Noorrahman Rizky Giovani Rachmi Afrianty Andriyani Yeri Estu Risunang
Dwi Fitri Handayani Firni Dwi Sari Monaliza Pragita Ayu Rizky Amalia Sunarti Intan Komala Sari

 Anatomi

dan Fisiologi Sistem Pernapasan Proses Bernapas

 Mekanisme  Faktor

Internal dan Eksternal yang

Mempengaruhi Pernapasan

Sistem Pernapasan Atas Hidung, cavum nasi, sinus paranasalis, faring Sistem Pernapasan Bawah Laring, trakea, bronkus, bronkiolus, alveoli

dan cartilago septi nasi . dan pars nasalis ossis frontalis Bagian Bawah dibentuk oleh: Cartilago nasi superior. inferior. Processus frontalis ossis maxillaries. dan di medial oleh septum nasi Bagian Atas Dibentuk oleh: Os. Nasale.     Mempunyai ujung yang bebas Dilekatkan ke dahi melalui radix nasi Setiap nares (lubang hidung) dibatasi di lateral oleh ala nasi.

recessus sphenoethmoidalis. kecuali vestibulum (dilapisi kulit yang mengalami modifikasi). Berfungsi menghangatkan. Membrana Mucosa olfactorius. melembabkan dan membersihkan udara inspirasi . Terbagi atas: 1. melapisi permukaan atas concha nasalis superior.  Dari nares sampai choane Membrana mucosa melapisi cavum nasi. dan atap cavum nasi. Membrana Mucosa respiratorius. septum nasi. melapisi bagian bawah cavum nasi. olfactorius) 2. Berfungsi menerima rangsangan pembau (n.

ramus nasopalatinus. saraf ini naik ke atas melalui lamina cribrosa dan mencapai bulbus olfactorius Saraf-saraf ensasi umum berasal dari : n. Ethmoidalis Bagian posterior cavum nasi : ramus nasalis. trigeminus (divisi opthalmica dan maxillaris) Bagian anterior cavum nasi : n.olfaktorius. ramus palatinus ganglion pterygopalatinum .    N.

Cabang terpenting : a. Sphenopalatina beranastomosis dengan cabang septalis a. labialis superior (merupakan cabang dari a. sphenopalatina a.facialis daerah vestibulum)  sering terjadi epistaxis .   Terutama dari cabang-cabang a. maxillaris.

sphenoidale. os. Rongga-rongga yang terdapat di dalam os.ethmoidale Nama Sinus Sinus maxillaris Sinus frontalis Sinus sphenoidalis Sinus ethmoidalis Kelompok anterior Kelpompok media Kelompok posterior Tempat Drainase Meatus nasi medius melalui hiatus semilunaris Meatus nasi medius melalui infundibulum Recessus sphenoethmoidalis Infundibulum dan ke dalam meatus nasi media Meatus nasi media Meatus nasi superior .frontale.maxilla. os. os.

.

.

    Organ khusus yang mempunyai sfingter (aditus laryngis dan rima glottidis) pelindung pada pintu masuk jalan napas Berfungsi dalam pembentukan suara Kerangka laring dibentuk oleh beberapa cartilago yang dihubungkan oleh membrana dan ligamentum. serta digerakkan otot Laring dilapisi oleh membrana mucosa .

berbentuk cincin cartilago utuh.      Cartilago thyroidea. Cartilago arytenoidea. terdiri atas 2 lamina cartilago hyalin dan bertemu di garis tengah pada jakun (Adam’s apple) Cartilago cricoidea. cartilago elastis terletak di belakang radix linguae . Epiglotis. Cartilago cuneiformis. 2 buah dan berbentuk piramid Cartilago corniculata. cartilago kecil.

mylohyoideus. m.digastricus. Elevator m.stylohyoideus.omohyoideus  . m.sternothyroideus.sternohyoideus. m.geniohyoideus Depresor m. m. m.

cabang n.laryngeus reccurens (membrana mucosa di bawah plica vocalis) Saraf motorik semua otot-otot intrinsik laring berasal dari n.vagus )  .laryngeus internus. Saraf sensorik n. kecuali m.laryngeus reccurens.cricothyroideus dipersarafi ramus laryngeus externus (cabang n.laryngeus superior.vagus (membrana mucosa di atas plica vocalis) n. cabang n. cabang n.laryngeus superior.

thyroidea inferior  . Suplai arteri ke setengah bagian atas laring: ramus laryngeus superior a.thyroidea superior Suplai arteri ke setengah bagian bawah laring: ramus laryngeus inferior a.

TRAKEA .5.

diameter 2. carina (bifurcatio trakea) turun setinggi v ertebra thoracalis VI .     Panjang 13 cm.5 cm Dari pinggir bawah cartilago cricoidea (vertebra cervicalis VI) sampai angulus sterni (vertebra thoracalis IV dan V) Dinding fibroelastic yang tertanam dalam cartilago hyalin berbentuk C untuk mempertahankan agar lumen trakea tetap terbuka Memiliki otot trakealis (otot polos di ujung posterior cartilago) Pada saat inspirasi dalam.

yaitu n.vagus.  Cabang n.laryngeus reccurens Truncus sympathicus .

alveolus . Bronchiolus.6. Broncus.

Bronchus Lobaris medius dan inferior (Setelah masuk hilum pulmo) Dextra   Lebih sempit. panjang (5 cm) dan horizontal Terdiri 2 lobus 1.5 cm).  Lebih lebar. Bronchus Lobaris Superior (Sebelum masuk hilum pulmo) 2. dan vertikal Terdiri 3 lobus 1. Bronchus Lobaris Superior dan Inferior (setelah masuk hilum pulmo) Sinistra . pendek (2.

  Apex paru dari articulatio sterno clavicularis sampai ke titik yang jaraknya 2.5 cm di atas batas lateral dari 1/3 bagian medial clavicula Paru dilekatkan ke mediastinum melalui radix pulmo .

Obliq 2. Horizontal  Hanya fissura obliq Dextra Sinistra .  Sedikit Lebih besar Terbagi atas 2 fissura: 1.

pulmonalis   Plexus pulmonalis (serabut aferen dan eferen saraf otonom) yang dibentuk dari cabang truncus symphaticus Serabut parasimpatis dari n.bronchiales cabang aorta descendens (memperdarahi bronchi. jaringan ikat paru.  a. pleura visceralis) a.vagus .

.

intercostales superior interna Mm. intercostales superior externa Mm. levator costarum Mm. Serratus posterior superior   Ekspirasi Mm.   Inspirasi Mm. vagus . Serratus posterior inferior   Truncus sympathicus Truncus parasympathicus N.

Jenis Respirasi Respirasi Interna (seluler) • Proses metabolisme intrasel berlangsung di dalam mitokondria • Menggunakan O2 dan menghasilkan CO2 selama penyerapan energi dari molekul nutrien Respirasi Eksterna • Seluruh rangkaian kejadian yang terlibat dalam pertukaran O2 dan CO2 antara lingkungan eksterna dan sel tubuh .

Mekanisme Pernapasan • Tekanan yang ditimbulkan oleh berat udara di atmosfer terhadap benda-benda di permukaan bumi (760 mmHg) Tekanan atmosfer Tekanan intra pulmonal • Tekanan didalam alveolus karena berhubungan dengan atmosfer melalui saluran pernapasan (760 mmHg) Tekanan intrapleura • Tekanan yang terjadi di luar paru di dalam rongga toraks (756 mmH) .

Perubahan tekanan pada ekspirasi dan inspirasi .

Intercostalis Eksterna Volume thorax membesar Tekanan Intra Pleura Menurun Paru Mengembang Tekanan Intra Pulmonal Menurun Udara Keluar .PROSES INSPIRASI Kontraksi diaphragma dan M.

PROSES EKSPIRASI Relaksasi Otot Inspirasi Volume thorax mengecil Tekanan Intra Pleura Meningkat Volume Paru Mengecil Tekanan Intra Pulmonal Meningkat Udara Keluar .

 Kontrol saraf pernafasan melibatkan 3 komponen : ◦ Faktor yang bertanggung jawab atas inspirasi dan ekspirasi ◦ Faktor yang mengatur kekuatan ventilasi ◦ Faktor yang memodifikasi aktivitas pernafasan untuk memenuhi kebutuhan lain .

 Pusat Kontrol Pernapasan ◦ Kontrol pernafasan primer => pusat pernafasan medula dan pons ◦ Terdiri dari neuron inspirasi dan neuron ekspirasi ◦ Ada 2 kelompok  Kelompok respirasi dorsal  Kelompok respirasi ventral .

 Pusat pneumatik ◦ Mengirim impuls ke DRG yang membantu “mematikan” neuron I ◦ Lebih dominan dari pada pusat apnustik ◦ Tanpa pneumatik => inspirasi berkepanjangan yang mendadak berhenti  Pusat apnustik ◦ Mencegah neuron Inspirasi dari proses switch off ◦ Apnusis pola bernafas abnormal ◦ Dapat terjadi pada kerusakan otak jenis tertentu .

rangsangan kimia :  kemoreseptor perifer : glomus karotikum dan glomus aortikum  peka terhadap peningkatan pCO2 dan penurunan pO2/pH darah kemoreseptor sentral : di bagian ventral medua oblongata dekat pusat repirasi  peka terhadap peningkatan kadar ion H (penurunan pH) dalam cairan otak  .1.

namun kurang peka Merangsang lemah PCO2 di darah arteri ( H+ di CES otak) H+ di darah arteri Merangsang karena penting untuk keseimbangan asam basa .FAKTOR KIMIAWI PO2 di Darah arteri KEMORESEPTOR SENTRAL Secara langsung menekan kemoreseptor sentral dan pusat respirasi (jika < 60mmHg) Merangsang kuat kemoreseptor sentral dan pusat respirasi (jika > 70-80mmHg) Tidak berpengaruh. karena tidak dapat menembus BBB KEMORESEPTOR PERIFER Merangsang jika < 60mmHg.

Polusi Ketinggian Lingkungan Panas Dingin .

kedalaman pernafasan meningkat .Tinggi daratan K E T I N G G I A N Rendah PO2 Sedikit O2 dihirup Laju pernapasan. denyut jantung.

Respon terhadap panas Pembuluh darah perifer berdilatasi P A N A S Curah jantung meningkat Kebutuhan O2 meningkat .

Lingkungan yang dingin Konstriksi pembuluh darah perifer D I N G I N Menurunkan kegiatan jantung Meningkatkan tekanan darah Mengurangi kebutuhan akan O2 .

     kecepatan pernafasan terganggu bernafas menjadi lebih menyesakkan kecepatan pernafasan menurun jumlah oksigen yang dihisap menurun lemas .

◦ Meningkatkan suplai O2 dalam tubuh Merokok dan pekerjaan tertentu pada tempat yang berdebu ◦ predisposisi penyakit paru .  Aktifitas & latihan fisik ◦ meningkatkan laju dan kedalaman pernafasan ◦ Meningkatkan denyut jantung .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful