BAB II TINJAUAN PUSTAKA

2.1. Bahan Tambahan Makanan (BTM) 2.1.1. Definisi Bahan Tambahan Makanan (BTM) Pengertian bahan tambahan pangan secara umum adalah bahan yang biasanya tidak digunakan sebagai makanan dan biasanya bukan merupakan komponen khas makanan, mempunyai atau tidak mempunyai nilai gizi, yang dengan sengaja ditambahkan kedalam makanan untuk maksud teknologi pada pembuatan, pengolahan penyiapan, perlakuan, pengepakan, pengemasan, dan penyimpanan (Cahyadi, 2006). Peraturan pemerintah nomor 28 tahun 2004 tentang keamanan, mutu, dan gizi pangan pada bab 1 pasal 1 menyebutkan, yang dimaksud dengan bahan tambahan pangan adalah bahan yang ditambahkan kedalam makanan untuk mempengaruhi sifat atau bentuk pangan atau produk pangan. Menurut FAO di dalam Furia (1980), bahan tambahan pangan adalah senyawa yang sengaja ditambahkan kedalam makanan dengan jumlah dan ukuran tertentu dan terlibat dalam proses pengolahan, pengemasan, dan atau penyimpanan. Bahan ini berfungsi untuk memperbaiki warna, bentuk, cita rasa, dan tekstur, serta memperpanjang masa simpan, dan bukan merupakan bahan (ingredient) utama. Menurut Codex, bahan tambahan pangan adalah bahan yang tidak lazim dikonsumsi sebagai makanan, yang dicampurkan secara sengaja pada proses pengolahan

Universitas Sumatera Utara

makanan. Bahan ini ada yang memiliki nilai gizi dan ada yang tidak (Saparinto, 2006). Pemakaian Bahan Tambahan Pangan di Indonesia diatur oleh Departemen Kesehatan. Sementara, pengawasannya dilakukan oleh Direktorat Pengawasa Obat dan Makanan (Dirjen POM). 2.1.2. Jenis Bahan Tambahan Pangan Tujuan penggunaan bahan tambahan pangan adalah dapat meningkatkan atau mempertahankan nilai gizi dan kualitas daya simpan, membuat bahan pangan lebih mudah dihidangkan, serta mempermudah preparasi bahan pangan. Pada umumnya bahan tambahan pangan dapat dibagi menjadi dua golongan besar, yaitu sebagai berikut: 1. Bahan tambahan pangan yang ditambahkan dengan sengaja kedalam makanan, dengan mengetahui komposisi bahan tersebut dan maksud penambahan itu dapat mempertahankan kesegaran, cita rasa dan membantu pengolahan, sebagai contoh pengawet, pewarna dan pengeras. 2. Bahan tambahan pangan yang tidak sengaja ditambahkan, yaitu bahan yang tidak mempunyai fungsi dalam makanan tersebut, terdapat secara tidak sengaja, baik dalam jumlah sedikit atau cukup banyak akibat perlakuan selama proses produksi, pengolahan, dan pengemasan. Bahan ini dapat pula merupakan residu atau kontaminan dari bahan yang sengaja ditambahkan untuk tujuan produksi bahan mentah atau penanganannya yang masih terus terbawa kedalam makanan yang akan dikonsumsi. Contoh bahan tambahan pangan dalam golongan ini Jenderal

Universitas Sumatera Utara

adalah residu pestisida (termasuk insektisida, herbisida, fungisida, dan rodentisida), antibiotik, dan hidrokarbon aromatic polisiklis. Bahan tambahan pangan yang digunakan hanya dapat dibenarkan apabila: 1. Dimaksudkan untuk mencapai masing-masing tujuan penggunaan dalam pengolahan; 2. Tidak digunakan untuk menyembunyikan penggunaan bahan yang salah atau yang tidak memenuhi persyaratan; 3. Tidak digunakan untuk menyembunyikan cara kerja yang bertentangan dengan cara produksi yang baik untuk pangan; 4. Tidak digunakan untuk menyembunyikan kerusakan bahan pangan. Penggunaan bahan tambahan pangan sebaiknya dengan dosis dibawah ambang batas yang telah ditentukan. Jenis BTP ada 2 yaitu GRAS (Generally Recognized as Safe), zat ini aman dan tidak berefek toksik misalnya gula (glukosa). Sedangkan jenis lainnya yaitu ADI (Acceptable Daily Intake), jenis ini selalu ditetapkan batas penggunaan hariannya (daily intake) demi menjaga/ melindungi kesehatan konsumen. Di Indonesia telah disusun peraturan tentang Bahan Tambahan Pangan yang diizinkan ditambahkan dan yang dilarang (disebut Bahan Tambahan Kimia) oleh Depertemen Kesehatan diatur dengan Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 1168/MenKes/Per/X/1999.

Universitas Sumatera Utara

5. Natrium Tetraborat (Boraks) Formalin (Formaldehyd) Minyak nabati yang dibrominasi (Brominated Vegetable Oils) Kloramfenikol (Chlorampenicol) Kalium Klorat (Pottasium Chlorate) Dietilpirokarbonat (Diethylpyrocarbonate) Universitas Sumatera Utara . 5. 4.3. 7. 722/Menkes/Per/IX/1988 diantaranya sebagai berikut: 1. Stabilizer. 3. 4. 6. Fungsi Bahan Tambahan Pangan Beberapa Bahan Tambahan yang diizinkan digunakan dalam makanan menurut Permenkes RI No. dan Pengental (Emulsifier. 2. Antioksidan (Antioxidant) Antikempal (Anticaking Agent) Pengatur Keasaman (Acidity Regulator) Pemanis Buatan (Artificial Sweeterner) Pemutih dan Pematang Telur (Flour Treatment Agent) Pengemulsi. Penguat Rasa (Flavour. 6. 722/Menkes/Per/IX/1988 diantaranya sebagai berikut: 1.1. 3. Flavour Enhancer) 11. Thickener) Pengawet (Preservative) Pengeras (Firming Agent) Pewarna (Colour) 10. 2. 8. menurut Permenkes RI No. Penyedap Rasa dan Aroma. 9.2. Pemantap. Sekuestran (Sequestrant) Beberapa bahan Tambahan yang dilarang digunakan dalam makanan.

722/Menkes/Per/IX/1988.2. Dulcin.2. memperbaiki sifat-sifat fisik.7. Zat Pemanis 2. 4-ethoxyphenyl urea) Asam Salisilat dan garamnya (Salilicylic Acid and its salt) Sedangkan menurut Peraturan Menteri Kesehatan RI No. Hubungan Struktur dan Rasa Manis Faktor-faktor yang perlu diperhatikan untuk mengetahui hubungan struktur kimia bahan pemanis dengan rasa manis adalah (Cahyadi.1. mengembangkan jenis minuman dan makanan dengan jumlah kalori terkontrol. 2. methanyl yellow (pewarna kuning). mengurangi kerusakan gigi. 2. Pengertian Zat Pemanis Pemanis merupakan senyawa kimia yang sering ditambahkan dan digunakan untuk keperluan produk olahan pangan. 2006). sebagai pengawet. Nitrofuranzon (Nitrofuranzone) P-Phenetilkarbamida (p-Phenethycarbamide. dulsin (pemanis sintesis). 2006): Universitas Sumatera Utara . industri. selain bahan tambahan diatas masih ada bahan tambahan kimia yang dilarang seperti rhodamin B (pewarna merah). serta minuman dan makanan kesehatan. dan kalsium bromat (pengeras).2. 9. Pemanis berfungsi untuk meningkatkan cita rasa dan aroma. memperbaiki sifat-sifat kimia sekaligus merupakan sumber kalori bagi tubuh.2. 8. mengontrol program pemeliharaan dan penurunan berat badan. dan sebagai bahan substitusi pemanis utama (Cahyadi.

Masingmasing pemanis berbeda kemampuannya untuk merangsang indra perasa. Salah satu dipeptida seperti aspartam memiliki rasa manis dengan mutu yang serupa dengan kelompok gula dan tidak memiliki rasa ikutan. Intensitas rasa manis Intensitas rasa manis menunjukkan kekuatan atau tingkat dasar kemanisan suatu bahan pemanis. Rasa pahit tersebut diduga terkait dengan struktur molekulnya. Beberapa contoh jenis rasa manis suatu pemanis sintesis relatif terhadap sukrosa dan dapat dilihat dalam tabel dibawah ini. Intensitas rasa manis berkaitan dengan nilai relatif rasa manis dalam yang sama maupun yang berbeda antara masing-masing bahan pemanis. Bahan alami yang mendekati rasa manis. Mutu rasa manis Faktor ini sangat bergantung dari sifat kimia bahan pemanis dan kemurniannya. Sedangkan pada sakarin dan siklamat menimbulkan rasa ikutan pahit yang semakin terasa dengan bertambah bahan pemanis. Kekuatan rasa manis yang ditimbulkan oleh bahan pemanis dipengaruhi oleh beberapa faktor diantaranya adalah suhu dan sifat mediumnya (cair atau padat). Universitas Sumatera Utara . Harga intensitas rasa manis biasanya diukur dengan membandingkannya dengan kemanisan sukrosa 10%. Dari uji sensoris menunjukkan tingkat mutu rasa manis yang berbeda antara bahan pemanis satu dengan yang lainnya.1. 2. karena dengan pemurnian yang bagaimanapun tidak dapat menghilangkan rasa pahit. kelompok gula yang banyak dipakai sebagai dasar pembuatan bahan pemanis sintesis adalah asam-asam amino.

Na-Siklamat 15-31 3. 2006) : 2.2. bahan Universitas Sumatera Utara .3. Sakarin 240-350 5. Dari berbagai pemanis tidak sempurna dapat menimbulakan rasa nikmat yang dikehendaki. Dulsin 70-350 4. Pemanis mempunyai harga toleransi yang berbeda antara kelompok masyarakat bahkan antarindividu. Pada pemanis sintesis seperti sakarin malah tidak dapat menimbulkan rasa nikmat malah memberikan rasa yang tidak menyenangkan. Pemanis Alami Pemanis alam biasanya berasal dari tanaman. tetapi pemanis yang berlebihan akan terasa tidak enak. Tanaman penghasil pemanis yang utama adalah tebu (Saccharum officanarum L) dan bit (Beta vulgaris L).100 3. Tetapi penggunaan campuran sakarin dan siklamat pada bahan pangan dapat menimbulkan rasa manis dan tanpa menimbulkan rasa pahit.Tabel 2. Kenikmatan rasa manis Bahan pemanis ditambahkan dengan tujuan untuk memperbaiki rasa dan bau bahan pangan sehingga rasa manis yang timbul dapat meningkatkan kelezatan. Jenis Zat Pemanis Dilihat dari sumber pemanis dapat dikelompokkan menjadi pemanis alami dan pemanis buatan/ sintesis (Cahyadi. 1-n-propoksi-2-amino-nitrobenzen 4.1.2. Sukrosa 1 2. Aspartam 250 6. Meskipun rasa manis yang tepat sangat disukai. Intensitas Beberapa Pemanis Dibandingkan dengan Sukrosa 10% Pemanis Kemanisan Relatif 1.1.3. 2.

Beberapa bahan pemanis alam yang sering digunakan adalah: Gula umumnya digunakan sebagai padanan kata untuk sakarosa.3. Senyawa ini dikenal sebagai sumber nutrisi serta dibentuk oleh tumbuhan. Alasannya. Kristal berwarna kuning kecoklatan mengandung berbagai caramel. 2007). tetapi tidak memiliki nilai gizi (Yuliarti. Gula ini kurang manis karena adanya air dalam Kristal. Gula batu putih memiliki rekahan-rekahan kecil yang memantulkan cahay. pemanis buatan dan juga bahan kimia lain sesuai peraturan penggunaannya harus dibatasi. gula batu diperoleh dari Kristal bening berukuran besar bewarna putih atau kuning kecoklatan. Kristal bening dan putih dibuat dari larutan gula jenuh yang mengalami kristalisasi secara lambut. Sukrosa atau gula dapur diperoleh dari gula tebu atau gula bit 2.2. Rumus kimia sukrosa: C12H22O11 merupakan suatu disakarida yang dibentuk dari monomer-monomernya yang berupa unit glukosa dan fruktosa. Gula batu: Gula batu tidak semanis gula granulasi biasa. Beberapa jenis gula dan berbagai produk terkait: Gula Granulasi (Gula Pasir): kristal-kristal gula berukuran kecil yang pada umumnya dijumpai dan digunakan di rumah (gula pasir). Pemanis Buatan Pemanis buatan (sintesis) merupakan bahan tambahan yang dapat memberikan rasa manis dalam makanan. Secara kimiawi gula identik dengan karbohidrat. Sekalipun penggunaanya diizinkan. tidak oleh organisme lain seperti tumbuhan. meskipun pemanis Universitas Sumatera Utara .2.pemanis yang dihasilkan dari kedua tanaman tersebut terkenal sebagai gula alam atau sukrosa.

200 mg/kg (Na-sakarin) g. ADI merupakan jumlah maksimal pemanis buatan dalam mg/kg berat badan yang dapat dikonsumsi tiap hari selama hidup tanpa menimbulkan efek yang merugikan kesehatan (Yuliarti.2. tetap saja dalam batas-batas tertentu akan menimbulkan bahaya bagi kesehatan manusia maupun hewan yang mengkonsumsinya. Es lilin asam siklamat kalsium) e. Jam dan jeli f. Permen b. Saus c. Minuman ringan i. 300 mg/kg (Na-sakarin) d. Permen sebagai asam siklamat dan c.buatan tersebut aman dikonsumsi dalam kadar kecil. Saus b. 3 g/kg dihitung sebagai asam siklamat e. 1168/Menkes/Per/X/1999 Universitas Sumatera Utara . 300 mg/kg (Na-sakarin) f. Es lilin e. Tabel 2. Minuman yoghurt h. Minuman ringan g. 3 g/kg dihitung sebagai f. Pembatasan tersebut kita kenal dengan ADI (Acceptable Daily Intake) atau asupan harian yang dapat diterima. roti 300 g/kg Makanan lain 120 g/kg Sumber: PerMenkes RI No. 200 mg/kg (Na-sakarin) e. Minuman ringan asam siklamat fermentasi d. 1g/kg dihitung sebagai garam d. Daftar pemanis sintesis yang diizinkan di Indonesia Nama ADI Jenis Bahan Makanan Batas Maksimal Penggunaan Pemanis Sintesis Sakarin 0-2. 100mg/kg (Na-sakarin) c. 50mg/kg (sakarin) Natrium) b. 500mg/kg dihitung sebagai asam siklamat Sorbitol Kismis 5g/kg Jam dan jeli. 3 g/kg dihitung sebagai asam siklamat f. Permen karet a. Es krim dan sejenisnya d. 300 mg/kg (Na-sakarin) i. 50 mg/kg (Na-sakarin) fermentasi Siklamat Makanan berkalori rendah (garam a. Permen karet a. 300 mg/kg (Na-sakarin) h. Minuman yoghurt c. 500mg/kg dihitung natrium b.5 Makanan berkalori rendah (Garam mg a. 2007).

Sakarin 100 mg/kg (permen). (300-700 x manis gula) jam. 3 (30-80 x manis gula) mg/kg (saus. 200 mg/kg (es krim. pengaruhnya terhadap metabolisme. gula darah. es lilin.Tabel 2. minuman ringan. antara lain nilai kalori. 2 g/kg (es krim. tingkat kemanisan. Pemanis Buatan yang Direkomendasikan Departemen Kesehatan RI No.3. yoghurt) Penetapan jenis pemanis yang diijinkan dan batas ADI di Indonesia lebih mengacu peraturan yang dikeluarkan oleh US Food and Drug Administration (FDA) atau Codex Alimentarius Commission (CAC). Universitas Sumatera Utara . yoghurt) 2. 2008). jam. sifat toksik. jeli). Oleh sebab itu selain ketentuan mengenai penggunaan pemanis buatan juga harus disertai dengan batasan jumlah maksimum penggunannya (Ambarsari. jeli). Beberapa hasil penelitian menunjukkan bahwa bila dikonsumsi berlebihan atau secara berkelanjutan beberapa jenis pemanis membawa efek samping yang membahayakan kesehatan manusia. es lilin. Siklamat 1 g/kg (permen). Banyak aspek yang dijadikan pertimbangan dalam menentukan jenis pemanis buatan yang diijinkan untuk digunakan dalam produk makanan. Nama Batas Maksimum Penggunaan 1. 300 mg/kg (saus. dan organ tubuh manusia. Pertimbangannya adalah bahwa kategori pangan sistem CAC telah dikenal dan digunakan sebagai acuan oleh banyak negara dalam komunikasi perdagangannya. minuman ringan.

Acesulfa 0 200 15 -Relatif lebih stabil dibandingkan me-K jenis pemanis lainnya. Siklamat 0 300 0-11 -Dalam dosis tinggi dapat menyebabkan tumor kandung kemih.Dapat dicerna oleh enzim pencernaan dan diserap oleh usus. namun tidak tahan panas . Sukralosa 0 300 0-15 . bersifat non glikemik dan non kariogenik.Tidak dapat dicerna dan langsung dikeluarkan oleh tubuh tanpa perubahan. Aspartam 0. . * dibandingkan dengan sukrosa Sumber: SNI 01-6993-2004 BPOM (2004) Universitas Sumatera Utara .Tabel 2.34 . Sakarin 0 300 5 -Timbul reaksi dermatologis bagi anak. . -Dapat menimbulkan gangguan tidur dan migrain bagi yang sensitif. Beberapa Jenis Pemanis Buatan Pengganti Sukrosa yang Diijinkan Penggunaannya di Indonesia: Jenis Jumlah Tingkat ADI Sifat Bahan Kalori Kemanisan* (mg/kg Pemanis (kKal/g) berat badan) Alitam 1. Neotam 0 7000 0-2 -Terurai secara cepat dan dibuang sempurna tanpa akumulasi oleh tubuh melalui metabolism normal.Tidak dapat dicerna.4 180 50 -Stabil pada kondisi kering.4.Penggunaannya bersama pemanis lain bersifat sinergis.Stabil pada kondisi panas . hati dan limpa.4 2000 0. paru.Berbahaya bagi penderita fenilketonuria karena dapat menyebabkan resiko penurunan fungsi otak. -Berpotensi memacu pertumbuhan tumor dan bersifat karsinogenik.anak yang alergi terhadap sulfa.

sakarin juga mempunyai rasa pahit yang disebabkan oleh kemurnian yang rendah dari proses sintesis. Sakarin Sakarin ditemukan dengan tidak sengaja oleh Fahbelrg dan Remses pada tahun 1897. Produk makanan dan minuman yang biasanya menggunakan sakarin diantaranya adalah minuman ringan (soft drinks).3 dihidro-3- oksobenzisulfonasol. dan harganya relatif murah. Sakarin adalah zat pemanis buatan yang dibuat dari garam natrium dari asam sakarin berbentuk bubuk kristal putih. non karsinogenik. benzosulfimida atau o-sulfobenzimida.3. selain itu sakarin banyak digunakan untuk mengganti sukrosa bagi penderita diabetes mellitus atau untuk bahan pangan yang berkalori rendah (BPOM. selai. nilai kalori rendah. gelatin rendah kalori. 2008). tetapi sejak tahun 1900 digunakan sebagai pemanis.18 disintesis dari toluen biasanya tersedia sebagai garam natrium. 2006). Intensitas rasa manis garam natrium sakarin cukup tinggi. Selain itu sakarin digunakan sebagai bahan Universitas Sumatera Utara . sykose.2. tidak berbau dan sangat manis. Di samping rasa manis. saccarinol. permen. Sakarin secara luas digunakan sebagai pengganti gula karena mempunyai sifat yang stabil. Nama lain dari sakarin adalah 2. saxin. yaitu kira-kira 200-700 kali sukrosa 10%. hermesetas (Cahyadi. bumbu salad. garantose. dan hasil olahan lain tanpa gula. Ketika pertama kali ditemukan sakarin digunakan sebagai antiseptik dan pengawet. Sedangkan nama dagangnya adalah glucide. Sakarin dengan rumus C7H5NO3S dan berat molekul 183. sakarol. saccarinose.

karena adanya penjelasan bahwa tikus-tikus yang dicoba di Canada diberikan sakarin dengan dosis yang sangat tinggi.tambahan pada produk kesehatan mulut seperti pasta gigi dan obat pencuci (penyegar) mulut. pemerintah Indonesia mengeluarkan peraturan melalui Menteri Kesehatan RI No. Beberapa penelitian mengenai dampak konsumsi sakarin terhadap tubuh manusia masih menunjukkan hasil yang konvensional. Natrium-sakarin didalam tubuh tidak mengalami metabolisme sehingga diekskresikan melalui urin tanpa perubahan kimia. Akan tetapi hal ini menimbulkan kontroversi. Sejak itu sakarin dilarang digunakan di Canada. Pada tahun 1977 Canada’s Health Protection Branch melaporkan bahwa sakarin bertanggung jawab terjadinya kanker kantong kemih. 722/Menkes/Per/IX/1988 tentang bahan tambahan pangan. 208/Menkes/Per/IV/1985 tentang pemanis buatan dan No. yaitu kira-kira ekuivalen dengan 800 kaleng diet soda per hari (Yuliarti. Universitas Sumatera Utara . Hasil penelitian National Academy of Science tahun 1968 menyatakan bahwa konsumsi sakarin oleh orang dewasa sebanyak 1 gram atau lebih rendah tidak menyebabkan terjadinya gangguan kesehatan. kecuali sebagai pemanis yang dijual di apotek dengan mencantumkan label peringatan. bahwa pada pangan dan minuman olahan khusus yaitu berkalori rendah dan untuk penderita penyakit diabetes mellitus kadar maksimum sakarin yang diperbolehkan adalah 300 mg/kg (Cahyadi. Kontroversi ini masih berlangsung sampai kini. 2007). 2006). Tetapi ada penelitian lain yang menyebutkan bahwa sakarin dalam dosis tinggi dapat menyebabkan kanker pada hewan percobaan.

Kanker kantung kemih 2. Kanker otak 14. Kebotakan 13. Insomnia Iritasi Asma Hipertensi Diare Sakit perut 10.Pemanis buatan banyak menimbulkan bahaya bagi kesehatan manusia. Migrain dan sakit kepala 2. Alergi 11. Impotensi dang gangguan seksual 12. Kehilangan daya ingat 3. 8. Aspartam Aspartam ditemukan secara kebetulan oleh James Schulter pada tahun 1965. Bingung 4.4. 5. 2006). 6. 9. Aspartam atau Aspartil fenilalanin metil ester (APM) dengan rumus kimia C14H18N2O5 atau 3-amino-N(α-carbomethoxy-phenethyl)succinamic acid. seperti: 1. N-L-α- Universitas Sumatera Utara . ketika mensintesis obat-obat untuk bisul dan borok. 7. Aspartam adalah senyawa metal ester dipeptida yaitu L-aspartil-L-alanin-metilester dengan rumus C14H16N2O5 memiliki daya kemanisan 100-200 kali sukrosa (Cahyadi.

2008).aspartyl-L-phenylalanine-1-methyl ester merupakan senyawa yang tidak berbau. sedikit larut dalam air. Sejak tahun 1981 telah diizinkan untuk dipasarkan. Aspartam tersusun oleh asam amino sehingga didalam tubuh akan mengalami metabolisme seperti halnya asam amino pada umumnya. Bagi penderita penyakit keturunan yang berhubungan dengan kelemahan mental (phenil keton urea/PKU) dilarang untuk mengkonsumsi aspartam karena adanya fenilalanin yang tidak dapat dimetabolisme oleh penyakit tersebut. aspartam kurang menguntungkan karena penyimpanan dalam waktu lama akan mengakibatkan turunnya rasa manis. Pada penggunaan dalam minuman ringan. Selain itu. Aspartam yang dikenal dengan nama dagang equal. berbentuk tepung kristal berwarna putih. dan berasa manis. aspartam tidak tahan panas sehingga tidak baik digunakan dalam bahan pangan yang diolah melalui pemanasan (Cahyadi. Aspartam memiliki tingkat kemanisan relatif sebesar 60 sampai dengan 220 kali tingkat kemanisan sukrosa dengan nilai kalori sebesar 0. Kombinasi penggunaan aspartam dengan pemanis buatan lain dianjurkan terutama untuk produk-produk panggang dalam mempertegas cita-rasa buah (BPOM. merupakan salah satu bahan tambahan pangan telah melalui berbagai uji yang mendalam dan menyeluruh aman bagi penderita diabetes mellitus. 2006).4 kkal/g atau setara dengan 1. 2006).67 kJ/g. Kelebihan fenilalanin dalam tubuh penderita PKU diduga dapat menyebabkan kerusakan otak dan pada akhirnya dapat mengakibatkan cacat mental (Cahyadi. Universitas Sumatera Utara .

FDA menyatakan bahwa siklamat tidak bersifat karsinogenik. Rupanya.A. Kombinasi penggunaan siklamat dengan sakarin dan atau acesulfame-K bersifat sinergis. 722 Tahun 1988 tidak menyebutkan jumlah aspartam yang boleh ditambahkan kedalam bahan pangan. dan limpa. Informasi yang dikumpulkan oleh CCC (Calorie Control Council) menyebutkan bahwa konsumsi siklamat tidak menyebabkan kanker dan non mutagenik.Konsumsi harian yang aman (acceptable daily intake) untuk orang dewasa adalah 40 mg/kg berat badan. Meskipun FDA. Pemberian siklamat dengan dosis yang sangat tinggi pada tikus percobaan dapat menyebabkan tumor kandung kemih. pada tahun 1950. Secara umum. Siklamat atau cyclohexylsulfamic acid (C6H13NO3S) sebagai pemanis buatan digunakan dalam bentuk garam kalsium. Peraturan Menkes No. Dilanjutkan dengan pengujian dalam keamanan untuk senyawa yang muncul ditemukan pada tahun 1967 bahwa siklamat dapat merubah usus ke cyclohexylamine dimana dapat menimbulkan karsinogenik. Universitas Sumatera Utara . hati. garam siklamat berbentuk kristal putih. Pada tahun 1984. 1980). serta menyebabkan kerusakan genetik dan atropi testikular.5. Hal ini berarti bahwa aspartam masih dianggap aman untuk dikonsumsi. paru. dan mudah larut dalam air dan etanol. serta berasa manis. tidak berbau. tidak berwarna. hanya beberapa individu yang memiliki kemampuan untuk merubah siklamat ke cyclohexylamine (Deman. Siklamat Siklamat pertama kali ditemukan tahun 1939 dan diperbolehkan untuk digunakan kedalam makanan di U. dan kompatibel dengan pencitarasa dan bahan pengawet. 2. kalium.S. dan natrium siklamat.

Tidak seperti sakarin. 722/Menkes/Per/IX/88. Sampai saat ini hasil penelitian mengenai dampak siklamat terhadap kesehatan masih diperdebatkan ( Sitorus. yaitu terjadinya pengecilan testicular dan kerusakan kromosom. Siklamat bersifat tahan panas. kadar maksimum asam siklamat yang diperbolehkan dalam pangan dan minuman berkalori Universitas Sumatera Utara . 2008).JECFA dan CAC menyatakan bahwa siklamat aman untuk dikonsumsi. 2009). namun Kanada dan USA tidak mengizinkan penggunaan siklamat sebagai bahan tambahan pangan (BPOM. Penelitian yang baru menunjukkan bahwa siklamat dapat menyebabkan atropi. Dalam industri pangan natrium siklamat dipakai sebagai bahan pemanis yang tidak mempunyai nilai gizi (non-nutritive) untuk pengganti sukrosa. Bersifat mudah larut dalam air dan intensitas kemanisannya ± 30 kali kemanisan sukrosa. Menurut peraturan Menteri Kesehatan RI No. yaitu sikloheksiamin bersifat karsinogenik. Penelitian yang dilakukan oleh para ahli Academy of science pada tahun 1985 melaporkan bahwa siklamat maupun turunannya (sikloheksiamin) tidak bersifat karsinogenik. siklamat berasa manis tanpa rasa ikutan yang kurang disenangi. Hasil metabolisme siklamat. tetapi diduga sebagai tumor promoter. sehingga sering digunakan dalam pangan yang diproses dalam suhu tinggi misalnya pangan dalam kaleng (BPOM. 2004). Hasil penelitian bahwa tikus yang diberikan siklamat dan sakarin dapat menimbulkan kanker kantong kemih. Oleh karena itu. ekskresinya melalui urin dapat merangsang pertumbuhan tumor. Meskipun memiliki tingkat kemanisan yang tinggi dan rasanya enak (tanpa rasa pahit) tetapi siklamat dapat membahayakan kesehatan.

Sorbitol atau D-Sorbitol atau D-Glucitol atau D-Sorbite adalah monosakarida poliol (1. Sorbitol secara komersial dibuat dari glukosa dengan hidrogenasi dalam tekanan tinggi maupun reduksi elektrolit (Cahyadi. 2006). Kandungan kalorinya 3.940 K. Tujuh puluh persen dari jumlah sorbitol yang masuk ke dalam tubuh akan diubah menjadi CO2 tanpa menunjukkan adanya kenaikan glukosa dalam darah sehingga sangat baik untuk penderita diabetes. serta kemudahan mendapatkannya dengan harga yang relatif murah dibandingkan dengan gula alam. Kalori setiap gram sama dengan kalori gula tebu yaitu 3.rendah dan untuk penderita diabetes mellitus adalah 3g/kg bahan pangan dan minuman.3. Dan menurut WHO. Kemanisannya hanya 0. Sorbitol bersifat larut polar seperti air dan alkohol.2. Adanya peraturan bahwa penggunaan siklamat dan sakarin masih diperbolehkan.6.4. D-glucitol. sorbit atau sorbol mempunyai berat molekul 182. Sorbitol berupa senyawa yang berbentuk granul atau kristal dan berwarna putih dengan titik leleh berkisar antara 89° sampai dengan 101°C. Hal tersebut menyebabkan produsen pangan dan minuman terdorong untuk menggunakan kedua jenis pemanis buatan tersebut di dalam produk.5 atau 1 molekul H2O.17.994 K. Sorbitol Universitas Sumatera Utara . 2.5 kali gula tebu. L-gulitol. Sorbitol Bahan pemanis ini dikenal sebagai D-Sorbitol. Kristal sorbitol mengandung 0. batas konsumsi harian siklamat yang aman (ADI) adalah 11 mg/kg berat badan. higroskopis dan berasa manis.5.6 dan Hexanehexol) dengan rumus kimia C6H14O6.

Patennya dimiliki oleh Hoechst AG. sehingga aman dikonsumsi manusia. Jerman. Universitas Sumatera Utara . 2.7 kali tingkat kemanisan sukrosa dengan nilai kalori sebesar 2. 2004).memiliki tingkat kemanisan relatif sama dengan 0. Meskipun demikian. Asesulfam-K (Acesulfame Potassium) Acesulfame-K ditemukan seorang kimiawan Karl Clauss tahun 1967.6 kkal/g atau setara dengan 10. Dia menemukan rasa manis secara tidak sengaja ketika menjilatkan jarinya untuk mengambil kertas di laboratorium. 2008). US CFR memberi penegasan bahwa produk pangan yang diyakini memberikan konsumsi sorbitol lebih dari 50 g per hari. beberapa orang merasakan adanya aftertaste yang pahit hampir seperti sakarin. pengental (thickener). Penggunaannya pada suhu tinggi tidak ikut berperan dalam reaksi pencoklatan (BPOM. humektan. 2006). dan sebagian digolongkan sebagai GMP/CPPB (BPOM. Acesulfame-K rasanya manis.000 mg/kg produk. JECFA menyatakan sorbitol merupakan bahan tambahan pangan yang aman untuk dikonsumsi manusia.5 sampai dengan 0. tetapi sebagian lain tidak merasakannya (Cahyadi. Fungsi lainnya yaitu bahan pengisi (filler/bulking agent). CAC mengatur maksimum penggunaan sorbitol pada berbagai produk pangan berkisar antara 500 sampai dengan 200. perlu mencantumkan pada label pernyataan: “konsumsi berlebihan dapat mengakibatkan efek laksatif “. Sorbitol termasuk dalam golongan GRAS.7.87 kJ/g. tidak menyebabkan karies gigi dan sangat bermanfaat sebagai pengganti gula bagi penderita diabetes dan diet rendah kalori. mencegah terbentuknya kristal pada sirup.

2. 2008). 2. Sedangkan FSANZ mengatur maksimum penggunaan asesulfam-K pada berbagai produk pangan berkisar antara 200 sampai dengan 3. bersifat non glikemik dan non karsinogenik.Asesulfam-K dengan rumus kimia C4H4KNO4S atau garam kalium dari 6methyl-1.2di-oxide merupakan senyawa yang tidak berbau. Fungsi lainnya yaitu penegas cita rasa (flavor enhancer) terutama cita rasa buah (BPOM. Kombinasi penggunaan asesulfam-K dengan asam aspartat dan natrium siklamat bersifat sinergis dalam mempertegas rasa manis gula. 2008). 2008). Beberapa kajian memperlihatkan bahwa asesulfam-K tidak dapat dicerna.000 mg/kg produk (BPOM.8. Sementara CFR mengatur maksimum penggunaan asesulfam-K pada berbagai produk pangan dalam GMP atau CPPB.3-oxathiazin-4(3H)-one-2. berbentuk tepung kristal berwarna putih. CAC mengatur maksimum penggunaan asesulfam-K pada berbagai produk pangan berkisar antara 200 sampai dengan 1. Isomalt (Isomalt) Isomalt merupakan campuran equimolar dari 6-O-α-D-Glucopyranosyl-D glucitol (GPG) (GPG-C12H24O11) dan 1-O-α-D-Glucopyranosyl-D-mannitol Universitas Sumatera Utara .4-dihydro-6-methyl-1.2-dioxide atau garam Kalium dari 3. sehingga JECFA menyatakan aman untuk dikonsumsi manusia sebagai pemanis buatan dengan ADI sebanyak 15 mg/kg berat badan (BPOM. mudah larut dalam air dan berasa manis dengan tingkat kemanisan relatif sebesar 200 kali tingkat kemanisan sukrosa tetapi tidak berkalori.3-oxathiazin-4-one-2.000 mg/kg produk.2.

4. Alitam memiliki tingkat kemanisan relatif sebesar 2.65 kali tingkat kemanisan sukrosa.2. kopi. D-alanin. 2.9. sehingga aman dikonsumsi manusia. dan berasa manis dengan tingkat kemanisan relatif sebesar 0.2.000 mg/kg produk dan sebagian besar digolongkan sebagai GMP/CPPB (BPOM RI. hidrat dan merupakan senyawa yang disintesis dari asam amino L-asam aspartat.2. Alitam Alitam dengan rumus kimia C14H25N3O4S. JECFA menyatakan isomalt merupakan bahan tambahan pangan yang aman untuk dikonsumsi manusia. Isomalt termasuk dalam golongan GRAS (Generally Recognized As Safe).2H2O) mengandung gluko-manitol dan glukosorbitol dibuat dari sukrosa melalui dua tahap proses enzimatik. Perubahan molekuler yang terjadi dalam proses tersebut menyebabkan isomalt lebih stabil secara kimiawi dan enzimatik dibandingkan dengan sukrosa.(GPM) dihydrate (GPM-C12H24O11. pencita rasa buah.5 H2O atau L-α-Aspartil-N[2. dan tidak menyebabkan peningkatan kadar gula dalam darah bagi penderita diabetes tipe I dan II. Nilai kalori isomalt sebesar 2 kkal/g atau setara dengan 8. 2008). CAC mengatur maksimum penggunaan Isomalt pada berbagai produk pangan berkisar antara 30.4.45 sampai dengan 0. dan coklat (flavor enhancer) (BPOM RI. 2008). Isomalt berbentuk kristal berwarna putih. tidak berbau.4 kkal/g Universitas Sumatera Utara . dan senyawa amida yang disintesis dari 2.000 kali tingkat kemanisan sukrosa dengan nilai kalori 1.36 kJ/kg. tidak menyebabkan karies gigi.4-tetrametil-3-trietanil]-D-alanin amida.4-tetra metiltienanilamin.000 sampai dengan 500. Fungsi lainnya yaitu bahan pengisi (filler).

atau setara dengan 5. 2008). atau terkonjugasi dengan asam glukoronat.10. Meksiko. New Zealand. Sedangkan JECFA merekomendasikan bahwa alitam tidak bersifat karsinogen dan tidak memperlihatkan sifat toksik terhadap organ reproduksi. Sedangkan sisa alitam yang dikonsumsi yaitu sebanyak 7 sampai dengan 22% dikeluarkan melalui feses. CCC menyebutkan alitam aman dikonsumsi manusia. Asam aspartat hasil hidrolisis selanjutnya dimetabolisme oleh tubuh dan alanin amida dikeluarkan melalui urin sebagai isomer sulfoksida. Beberapa negara seperti Australia. dan RRC telah mengijinkan penggunaan alitam sebagai pemanis untuk berbagai produk pangan (BPOM RI. 2008). Laktitol (Lactitol) Laktitol dengan rumus kimia C12H24O11 atau 4-O-ß-D-Galactopyranosil-Dglucitol dihasilkan dengan mereduksi glukosa dari disakarida laktosa.34 mg/kg berat badan(BPOM RI.85 kJ/g. Alitam dapat dicerna oleh enzim dalam saluran pencernaan dan diserap oleh usus berkisar antara 78 sampai dengan 93 % dan dihidrolisis menjadi asam aspartat dan alanin amida. Sementara ADI untuk alitam adalah sebanyak 0. Oleh karena itu. CAC mengatur maksimum penggunaan alitam pada berbagai produk pangan berkisar antara 40 sampai dengan 300 mg /kg produk. Universitas Sumatera Utara . 2. Konsentrasi yang tidak menimbulkan efek negatif pada hewan (level of no adverse effect) adalah sebanyak 100 mg/kg berat badan. Laktitol tidak dihidrolisis dengan laktase tetapi dihidrolisis atau diserap di dalam usus kecil. 2008). sulfon. Penggunaannya dengan pemanis buatan lainnya bersifat sinergis (BPOM RI.

Laktitol dimetabolisme oleh bakteri dalam usus besar dan diubah menjadi biomassa. dan suhu leleh. basa. Hasil evaluasi Scientific Committee for Food of European Union pada tahun 1984 menyatakan bahwa konsumsi laktitol sebanyak 20 g/hari dapat mengakibatkan efek laksatif (BPOM RI. Laktitol berasa manis seperti gula tanpa purna rasa (aftertaste) dengan tingkat kemanisan relatif sebesar 0.4-D glucitol termasuk golongan poliol yang dibuat dengan cara hidrogenasi maltosa yang diperoleh dari hidrolisis pati. 2. dan tidak menyebabkan peningkatan kadar glukosa dan insulin dalam darah bagi penderita diabetes. 2008).000 sampai dengan 30. serta stabilitas yang tinggi. sehingga aman dikonsumsi manusia.4 kali tingkat kemanisan sukrosa. Laktitol termasuk dalam golongan GRAS. Maltitol berbentuk kristal anhydrous dengan tingkat higroskopisitas rendah. Nilai kalori laktitol sebesar 2 kkal/g atau setara dengan 8. tidak bersifat higroskopis dan memiliki kelarutan serupa glukosa. 2008). tidak menyebabkan karies gigi. Asam-asam organik selanjutnya dimetabolisme menghasilkan kalori. Maltitol (Maltitol) Maltitol dengan rumus kimia C12H14O11 atau α-D-Glucopyranosyl-1.11. dan pada kondisi suhu tinggi. karbondioksida (CO2) dan sejumlah kecil gas hidrogen (H2). CAC mengatur maksimum penggunaan laktitol pada berbagai produk pangan berkisar antara 10.3 sampai dengan 0.36 kJ/g (BPOM RI. Dengan Universitas Sumatera Utara . 2008). asam-asam organik. JECFA menyatakan laktitol merupakan bahan tambahan pangan yang aman untuk dikonsumsi manusia. Laktitol stabil dalam kondisi asam.000 mg/kg produk dan sebagian digolongkan sebagai GMP/CPPB (BPOM RI.

pembentuk tekstur.2. sekuestran. 2008). Manitol (Mannitol) Manitol dengan rumus kimia C6H14O6 atau D-mannitol. dan pengental (thickener) (BPOM RI. tidak berbau. Nilai kalori manitol sebesar 1. Manitol berasa manis dengan tingkat kemanisan relatif sebesar 0.000 sampai dengan 300. 1.4. sehingga aman dikonsumsi manusia. dan es krim.7 kali tingkat kemanisan sukrosa. 2008).hexane hexol merupakan monosakarida poliol dengan nama kimiawi Manitol berbentuk kristal berwarna putih. sangat sukar larut di dalam alkohol dan tidak larut hampir dalam semua pelarut organik.5 sampai dengan 0.karakteristik tersebut maltitol dimungkinkan bisa sebagai pengganti sukrosa dalam pelapisan coklat bermutu tinggi. tidak menyebabkan karies gigi. 2.3. roti coklat. penstabil (stabilizer).6.000 mg/kg produk dan sebagian digolongkan sebagai GMP / CPPB (BPOM RI.12.1 kkal/g atau setara dengan 8. Maltitol termasuk dalam golongan GRAS. pengeras (firming agent). Fungsi lainnya yaitu anti kempal (anticaking agent).69 kJ/g. Nilai kalori laktitol sebesar 2.9 kali tingkat kemanisan sukrosa. CAC mengatur maksimum penggunaan maltitol pada berbagai produk pangan berkisar antara 50.78 kJ/g.5. Maltitol berasa manis seperti gula dengan tingkat kemanisan relatif sebesar 0. larut dalam air. pembuatan kembang gula.6 kkal/g atau 6. penegas cita Universitas Sumatera Utara . humektan. dan tidak menyebabkan peningkatan kadar glukosa dan insulin dalam darah bagi penderita diabetes. Fungsi lainnya yaitu pencita rasa (flavor enhancer). JECFA menyatakan maltitol merupakan bahan tambahan pangan yang aman untuk dikonsumsi manusia.

dan tidak menyebabkan peningkatan kadar glukosa dan insulin dalam darah bagi penderita diabetes. 2. Universitas Sumatera Utara . 2008). Fungsi lainnya yaitu penegas cita rasa (flavor enhancer) terutama cita rasa buah (BPOM RI. pendebu (dusting agent). berbentuk tepung kristal berwarna putih. CAC mengatur maksimum penggunaan manitol pada berbagai produk pangan sebanyak 60.000 sampai dengan 13.13. penstabil (stabilizer). sehingga aman dikonsumsi manusia. dan sakarin. Neotam (Neotame) Neotam dengan rumus kimia C20H30N2O5 atau L-phenylalanine. Penggunaan neotam dalam produk pangan dapat secara tunggal maupun kombinasi dengan pemanis lain seperti aspartam. garam asesulfam. Konsumsi manitol sebanyak 20 g/hari akan mengakibatkan efek laksatif (BPOM RI. siklamat. 2008). Neotam termasuk pemanis non-nutritif yaitu tidak memiliki nilai kalori.000 mg/kg produk dan sebagian digolongkan sebagai GMP/CPPB (BPOM RI. pembentuk tekstur. JECFA menyatakan manitol merupakan bahan tambahan pangan yang aman untuk dikonsumsi manusia. penegas cita-rasa yang unik dan memiliki tingkat kelarutan dalam air sama dengan aspartam serta berasa manis dengan tingkat kemanisan relatif sebesar 7. 2008). N-[N-(3. pembasah atau pelumas. Manitol termasuk dalam golongan GRAS. 2008).000 kali tingkat kemanisan sukrosa. dan pengental (thickener) (BPOM RI.. tidak menyebabkan karies gigi.rasa (flavor enhancer).3dimethylbutyl)-L-α-aspartyl]-L-phenylalanine 1-methyl ester merupakan senyawa yang bersih. sukralosa.

5 dan Pentahydroxipentane) yang secara alami terdapat dalam beberapa buah dan sayur. dan berasa manis. 2. FDA dan FSANZ telah menyetujui penggunaan neotam sebagai pemanis dan pencita rasa. atau karsinogenik dan tidak berpengaruh terhadap sistem reproduksi. Penggunaan neotam dalam berbagai produk pangan antara lain sebanyak 2 sampai dengan 50 mg/kg produk untuk minuman ringan. Silitol berupa senyawa yang berbentuk bubuk kristal berwarna putih. penderita diabetes memperlihatkan bahwa neotam aman dikonsumsi manusia.600 mg/kg produk untuk permen karet (BPOM RI. sebanyak 6 sampai dengan 130 mg/kg produk untuk produk roti. sebanyak 800 sampai dengan 4000 mg/kg produk untuk sediaan.Kajian digestive memperlihatkan bahwa neotam terurai secara cepat dan dibuang sempurna tanpa akumulasi oleh tubuh melalui metabolisme normal. wanita hamil. teratogenik. sebanyak 5 sampai dengan 50 mg/kg produk untuk produk susu). 4. 2008).03 kJ/g (BPOM RI. Kajian JECFA pada bulan Juni tahun 2003 di Roma. 2. Silitol (Xylitol) Silitol dengan rumus kimia C5H12O5 adalah monosakarida poliol (1. 2008).14. Universitas Sumatera Utara . dan sebanyak 10 sampai dengan 1. 3. 2008). tidak berbau. Hasil kajian komprehensif penggunaan neotam pada binatang dan manusia termasuk anak-anak. Selanjutnya neotam tidak bersifat mutagenik. Silitol memiliki tingkat kemanisan relatif sama dengan tingkat kemanisan sukrosa dengan nilai kalori sebesar 2. Italia menyatakan bahwa ADI untuk neotam adalah sebanyak 0 sampai dengan 2 mg/kg berat badan (BPOM RI.4 kkal/g atau setara dengan 10.

tidak berbau. 2. dan merangsang aliran ludah dalam pembersihan dan pencegahan kerusakan gigi. dan sebagian digolongkan sebagai GMP/CPPB (BPOM RI. 1 - trichlorogalactosucrose dengan rumus kimia C12H19Cl3O8 merupakan senyawa berbentuk kristal berwarna putih. tidak menyebabkan karies gigi.000 mg/kg produk. methanol dan alcohol. Sukralosa tidak digunakan sebagai sumber energi oleh tubuh karena tidak terurai sebagaimana halnya dengan sukrosa. Selanjutnya sukralosa tidak pula berpengaruh terhadap perubahan genetik. dan kanker.6. sedikit larut dalam etil asetat. menurunkan akumulasi plak pada gigi. sehingga aman dikonsumsi manusia. 2008). Hal tersebut menempatkan sukralosa dalam golongan GRAS. 2008).ß-Dfructofuranosyl -4-chloro-4-deoxy-α-D-galactopyranoside atau ′.6′ 4. reproduksi pria dan wanita serta Universitas Sumatera Utara . JECFA menyatakan silitol merupakan bahan tambahan pangan yang aman untuk dikonsumsi manusia.Silitol termasuk dalam golongan GRAS. Sukralosa teruji tidak menyebabkan karies gigi. dan langsung dikeluarkan oleh tubuh tanpa perubahan. cacat bawaan. serta berasa manis tanpa purna rasa yang tidak diinginkan. CAC mengatur maksimum penggunaan silitol pada berbagai produk pangan berkisar antara 10. Sukralosa (Sucralose) Sukralosa adalah triklorodisakarida yaitu 1. perubahan genetik.dideoxy. metabolisme karbohidrat. Sukralosa memiliki tingkat kemanisan relatif sebesar 600 kali tingkat kemanisan sukrosa dengan tanpa nilai kalori (BPOM RI.15. mudah larut dalam air.6-Dichloro.000 sampai dengan 30. Sukralosa tidak dapat dicerna.1. sehingga aman dikonsumsi wanita hamil dan menyusui serta anakanak segala usia.

2. maka sukralosa sangat bermanfaat sebagai pengganti gula bagi penderita diabetes baik tipe I maupun II (BPOM RI. 2010).000 mg/kg produk (BPOM RI. 2007): 1. JECFA menyatakan sukralosa merupakan bahan tambahan pangan yang aman untuk dikonsumsi manusia dengan ADI sebanyak 10 sampai dengan 15 mg/kg berat badan. Pemanis sintesis merupakan salah satu bahan pangan untuk mengurangi masukan kalori.terhadap sistem kekebalan. Sebagai pangan pada penderita diabetes mellitus karena tidak menimbulkan kelebihan gula darah. Beberapa obat mempunyai rasa yang tidak menyenangkan. Pemanis lebih sering digunakan Universitas Sumatera Utara . Pada penderita diabetes mellitus disarankan menggunakan pemanis sintesis untuk menghindari bahaya gula. oleh karena itu untuk menutupi rasa yang tidak enak dari obat tersebur biasanya dibuat tablet yang bersalut. Oleh karena itu. CAC mengatur maksimum penggunaan sukralosa pada berbagai produk pangan berkisar antara 120 sampai dengan 5. Memenuhi kebutuhan kalori rendah untuk penderita kegemukan. 2008). 2. Sebagai penyalut obat. Kegemukan merupakan salah satu faktor penyakit jantung yang merupakan penyebab utama kematian.16. 3. Tujuan Penggunaan Pemanis Sintesis Pemanis ditambahkan kedalam bahan pangan mempunyai beberapa tujuan diantaranya sebagai berikut ( Yuliarti. Untuk orang yang kurang aktif secara fisik disarankan untuk mengurangi masukan kalori perharinya.

2006). termasuk industri rokok. pemanis sintesis dipergunakan dengan tujuan untuk menekan biaya produksi karena pemanis sintesis ini selain mempunyai tingkat rasa manis yang lebih tinggi juga harganya relatif murah dibandingkan dengan gula yang diproduksi dialam. Namun demikian. saat ini penggunaannya semakin meluas pada berbagai produk pangan secara umum. Pada pangan seperti permen lebih sering ditambahkan pemanis sintesis karena bahan permen ini mempunyai rasa manis yang lebih tinggi dari gula.17. Dampak Pemanis Buatan Terhadap Kesehatan Penggunaan pemanis buatan yang semula hanya ditujukan pada produk-produk khusus bagi penderita diabetes. Menghindari kerusakan gigi. Beberapa pemanis buatan bahkan tersedia untuk dapat langsung digunakan atau ditambahkan langsung oleh konsumen kedalam makanan atau minuman sebagai pengganti gula.untuk menyalut obat karena umumnya bersifat higroskopis dan tidak menggumpal. 2. Universitas Sumatera Utara . pencegahan kerusakan gigi. minuman. pemakaian dalam jumlah sedikit saja sudah menimbulkan rasa manis yang diperlukan sehingga tidak merusak gigi. tidak selamanya penggunaan pemanis buatan tersebut aman bagi kesehatan (Cahyadi. dan bagi penderita diabetes dinyatakan dapat mengontrol peningkatan kadar glukosa dalam darah. Propaganda mengenai penggunaan pemanis buatan umumnya dikaitkan dengan isu-isu kesehatan seperti: pengaturan berat badan. Pada industri pangan. 5. 4.

yaitu jumlah yang dapat dikonsumsi tanpa menimbulkan resiko. Sejalan dengan itu di negara-negara Eropa. 2007). Menurut Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI tentang persyaratan penggunaan bahan tambahan pangan pemanis buatan dalam produk pangan menyebutkan bahwa pemanis buatan tidak diizinkan penggunaanya pada produk pangan olahan tertentu untuk dikonsumsi oleh kelompok tertentu meliputi bayi. Amerika dan juga di Indonesia telah ditetapkan standar penggunaan pemanis buatan pada produk makanan. serta produk-produk suplemen kesehatan (Yuliarti. Universitas Sumatera Utara . permen karet. Karena diperoleh melalui proses sintetis dapat dipastikan bahan tersebut mengandung senyawa-senyawa sintetis. Oleh karena itu Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization/ WHO) telah menetapkan batas-batas yang disebut Acceptable Daily Intake (ADI) atau kebutuhan per orang per hari. permen/kembang gula. Hasil penelitian menunjukkan bahwa beberapa jenis pemanis buatan berpotensi menyebabkan tumor dan bersifat karsinogenik.Pemanis buatan diperoleh secara sintetis melalui reaksi-reaksi kimia di laboratorium maupun skala industri. Penggunaan pemanis buatan perlu diwaspadai karena dalam takaran yang berlebih dapat menimbulkan efek samping yang merugikan kesehatan manusia. Kajian ini dilakukan untuk mengevaluasi penerapan standar penggunaan jenis pemanis buatan dan batas maksimum penggunaannya pada beberapa produk pangan seperti minuman (beverages). balita. ibu menyusui dalam upaya memelihara dan meningkatkan kualitas kesehatannya. ibu hamil.

salah satu cara untuk mengobatinya dengan membatasi pemasukan fenilalanin. namun ditolak.000 orang memiliki kelainan tersebut. Kisahnya bermula ketika di tahun 1870. si ahli foto bernama Thomas Adams ini mendapatkan sepotong karet yang biasa dikunyah oleh orang-orang dari suku Indian Meksiko. Permen karet ini pertama kali ditemukan oleh seorang berkebangsaan Amerika Serikat bernama Thomas Adams. 2007). Diperkirakan 1 dalam 15. karena asam fenilpiruvat yang dibentuk dari fenilalanin akan menumpuk dalam otak (Yuliarti. Akhirnya Adams mengunyah saja meniru orang Indian itu. Permen Karet Permen karet terbuat dari bahan alami atau sintetis getah sebagai ramuan utamanya memiliki gizi dan rasa pokok.Penggunaan aspartam bagi orang yang menderita penyakit turunan yang dikenal sebagai fenilketonuria perlu mendapat perhatian khusus. Orang yang menderita fenilketonuria tidak mampu memetabolisme fenilalanin.18. Usaha Adams sia-sia belaka. seperti gula dan zat pengharum. Ternyata bahan yang kenyal itu tidak dapat digunakan seperti karet biasa. pada tahun 1872. 1986). dimana akan berangsur-angsur hilang oleh kunyahan (Belitz dan Grosch. Berlebihnya jumlah fenilalanin pada penderita fenilketonuria dapat menyebabkan terjadinya keterbelakangan mental. Selanjutnya Thomas Adams mencoba menjual penemuannya itu ke sebuah perusahaan. Dari situ Adams mencoba Universitas Sumatera Utara . bukan menghilangkannya karena fenilalanin merupakan asam amino esensial yang penting untuk kehidupan. Dua tahun lamanya (1870-1872) ia mencoba melakukan penelitian apakah bahan yang kenyal itu bisa digunakan seperti karet biasa. 2.

18. dapat membersihkan sisa-sisa makanan pada permukaan gigi. 3.memproduksi sendiri. 2. dll (Belitz dan Grosch. Permen karet yang sifatnya melekat erat. Aroma dan pembawa rasa terbuat dari sukrosa. antara lain: 1. hasil penelitian seorang ahli di Amerika. Dasar permen karet tersebut adalah campuran getah dari pohon karet yang tumbuh di hutan tropis atau perkebunan. yang akhirnya perusahaan permen karet Adams cukup terkenal dan terus berkembang hingga menjadi sebuah perusahaan permen karet terkenal di Amerika Serikat (Damayanti. peppermint. Mengunyah permen karet menyebabkan rongga mulut berulang-ulang melakukan gerakan mengigit.1. 1986). Manfaat Mengunyah Permen Karet Manfaat Mengunyah Permen Karet (Damayanti. hal ini memperlancar aliran darah dibagian wajah dan juga melatih otot-otot untuk mengunyah dan menggigit. air gula atau pengganti pemanis lainnya dan kotoran minyak seperti spearmint. 2. 2004). mengunyah permen karet setiap hari selama 15 menit dapat bermanfaat bagi kesehatan. Permen karet memaparkan kedalam potongan bujur atau membentuk butir dimana bersalut gula atau manisan. Universitas Sumatera Utara . Sering mengunyah permen karet dapat meningkatkan produksi air liur yang dapat membersihkan rongga mulut dan gigi dengan lebih baik. Dapat menyegarkan bau mulut. gula. sehingga mengurangi resiko terbentuknya plak-plak gigi. 2004).

3.2. namun tidak dapat difermentasi menjadi asam sehingga aman untuk gigi. susunan syaraf pusat dan ginjal. 2004): 1. Oleh karena itu orang yang menggunakan tambalan gigi dengan bahan air raksa sebaiknya jangan mengunyah permen karet. Kerugian Mengunyah Permen Karet Kerugian mengunyah permen karet antara lain (Damayanti. Universitas Sumatera Utara .2. Permen karet mengandung gula. bakteri didalam mulut akan merubah gula menjadi asam yang akan mengurai kalsium gigi (email gigi) sehingga menyebabkan kerusakan pada gigi.18. Riset di Swiss menunjukkan. karena dengan mengunyah permen karet dapat mengurai senyawa air raksa tersebut. para ahli mengajurkan agar memilih permen karet xylitol sebagai pengganti gula. Para ahli menyarankan agar anak-anak tidak mengunyah permen karet lebih dari 3-4 kali sehari dan tidak melampaui 10-15 menit. sering mengunyah permen karet dapat merusak bahan tambalan gigi. karena xylitol memiliki rasa dan nilai gizi yang sama dengan gula. 2. sehingga dapat mempengaruhi kualitas tidur mereka. Anak-anak yang mengunyah permen karet dalam waktu lama kemungkinan besar akan mempunyai kebiasaan menggertakkan gigi pada saat tidur karena otot-otot mulut dalam keadaan tegang. dan gula dapat tertinggal di dalam rongga mulut dalam waktu lama. yang efeknya dapat meningkatkan jumlah kandungan air raksa dalam darah dan air kemih yang dapat menyebabkan hal negatif terhadap otak.

karena otot-otot rahang mungkin terlalu terlatih sehingga sangat cepat pertumbuhannya. Remaja yang sering mengunyah permen karet dapat beresiko memiliki bentuk wajah segi empat.4. Universitas Sumatera Utara .

Kerangka konsep penelitian Universitas Sumatera Utara .19. 1168/Menkes /Per/X/1999 Gambar 1.2. Kerangka Konsep Penelitian jenis dan kadar pemanis buatan pada permen karet dapat dijelaskan melalui kerangka konsep dibawah ini: Siklamat Uji Kuantitatif Permen Karet Pemeriksaan Pemanis buatan Sakarin Tidak Memenuhi Syarat Uji Kualitatif Memenuhi Syarat Permenkes RI No.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful