RENCANA

PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

Bidang Kehlian Program keahlian Mata Diklat Tingkat Kompetensi Sub kompetensi Alokasi waktu Pertemuan

: Teknik Mesin : Teknik Mekanik Otomotif : OPKR 50 - Elektrical : II MO 3 : Perbaikan Ringan Pada Sistem Kelistrikan : Sistem Pengapian : 2 X 45 menit :2

I. Tujuan Pemelajaran Setelah mempelajari modul ini siswa diharapkan dapat :  Melakukan pengukuran pada sistem pengapian.  Melepas, membongkar dan merakit kembali hingga berfungsi normal.  Mengidentifikasikan kerusakan pada sistem pengapian untuk menentukan perbaikan yang dikakuakan. II. Uraian Materi Pemeriksaan dan Perbaiakan pada Sistem Pengapian 1. Keselamatan kerja a. Pakailah pakaian kerja (wearpack). b. Pakailah sepatu. c. Gunakan alat sesuai dengan fungsinya. d. Hati-hati dalam melakukan pembongkaran maupun perakitan, jangan sampai ada komponen yang tertinggal. e. Jangan bersenda gurau saat praktik. 2. Alat dan bahan a. Komponen sistem pengapian b. Tool set c. Multi-meter

1

d. usahakan pegas tidak rusak karena ini merubah karakteristik pengajuan pengapian. Menarik keluar cam 4. Tahana maksimum : kurang dari 25 kΩ per kabel Jika melebihi harga maksimum. tinggi dengan tutup periksa terminalnya dan ganti kabel tegangan tinggi atau tutup distributor 2 . Feeler gauge 3. b. Melepas cam a. Pembongkaran Membongkar pegas governor Kerjakan dengan menggunakan obeng kecil. Pemeriksaan kabel tegangan tinggi Lepas kabel tegangan tinggi dengan menarik tutupnya tutup karetnya Pemeriksaan tahanan antara kabel tegangan distributor. Keluarkan penutup gemuk. Buka sekrup pada bagian atas poros governor c. Pemeriksaan a.

ukur tahanan resistor. Tahanan kumparan sekunder (dingin) :10.bila perlu. Tahana resistor (dingin) :1.5 Ω 3 .5 kΩ Pemeriksaan tahanan resistor Ukurlah dengan ohmmeter.8 mm sampai 1. b. Tahanan kumparan primer (dingin) : 1. Pemeriksaan busi Lepaskan semua busi kemudian bersihkan.1 mm. Periksa celah elektroda.7-14. c. Periksa keausan elektroda busi. kerusakan ulir dan kerusakan isolasinya. Pemeriksaan ignition coil Pemeriksaan tahanan kumparan primer Dengan menggunakan multi-meter ukurlah tahanan antara terminal positif (+) dengan terminal negatif (-).6 Ω Pemeriksaan tahan kumpran sekunder Ukurlah tahanan antara terminal positif (+) dengan tegangan tinggi. bila kurang tepat setel 0.3-1.3-1.

Keraskan sekerup pengikat dan periksa gap kembali. 4 . lihat tegangannya. d. Tegangan sekitar 12 V. Celah rubbing block : 0.Pemeriksaan sumber tegangan Dengan kunci kontak pada posisi ON. Lihat tegangannya. Tegangan : sekitar 12V.45mm Setel celah bila perlu Longgarkan kedua skrup pangikat dan gerakkan breaker point hingga diperoleh celah yang tepat. Pemeriksaan distributor Periksa breaker point Dengan menggunakan feeler gauge ukur celah antara rubbing block dengan cam. hubungkan probepositif (+) volt meter keterminal resistor (kabel hitam dan merah) dengan probe negatif (-) ke massa body. Dengan kunci kontak pda posisi start. hubungkan probe positif (+) volt meter ke terminal positif (+) ignition coil dan probe negatif (-) le massa body.

pengapian Pasang governor advacer Putar rotor berlawanan jarum jam kemudian paskan dn perhatikan bahwa rotor kembali dengan searah jarum jam. lihat gerakan vacum advancer. 5 . Periksa bahwa rotor tidak terlalu longgar.Periksa vacum advance Lepaskan selang vakum dan sambungkan pompa vakum kediaphragma. 5. Periksa governor advance Putar rotor berlawanan dengan arah jarum jam lalu lepaskan dan lihat bahwa rotor dengan cepat kembali searah dengan jarum jam. Perakitan distributor Pasang cam pada poros distributor Cam dan cam plate dibuat satu unit. Berikan kevakuman. maka pemasangan cam terbalik akan berakibt bagiab plate yang menyentuh stopper pin terbalik saat dan akan mempengaruhi maksimum.

6. Urutan pengapian 1-3-4-2 Setel dwell angel dan saat pengapian 6 .Pasang dan setel breaker point Setel celah rubbing block dengan cam 0.45 mm. Hubungkan kabel tegagan tinggi. Keraskan sedikit baut pengikatnya. Pemasangan distributor Setel silinder 1 pada TMA / kompresi Pasang distributor Luruskan tonjolan yang ada pada housing dengan alur distributor shaft coupling. Masukkan distributor dengan meluruskan tonjolan flenge dengan mur tutup kepala silinder.

III. b. 1. Meja dan kursi untuk masing-masing siswa dan guru. . . . Sarana dan prasarana selama KBM : a.Dialog ringan dan evaluasi ringan materi sebelumnya. . Penutup.Doa bersama. Ruang kelas.Tanya jawab terhadap kesulitan yang dijumpai berkaitan dengan materi. . Alat yang digunakan : Papan tulis. tugas mandiri. 2. Metode : pemahaman konsep.Penyampaian materi. Absensi kelas. IV. : Demonstrasi. Kegiatan Belajar Mengajar 1. c. diskusi dan praktek.Kesimpulan materi . penghapus.Salam pembuka dan doa bersama.Presensi siswa. 3. Pendahuluan . Step 2 Toyota Electrical. Sarana dan Sumber Belajar. : 3. Alat. . Pendekatan 2. ceramah.Salam penutup. Inti. spidol dan LCD. Sumber belajar : New Step 1 Toyota. Langkah-langkah a.Memberi informasi tentang materi yang akan disampaikan pada pertemuan yang akan datang. c. b. . 7 .

Soal 1. Cara mengukur tahanan kumparan primer dan besar tahanan yang di ijinkan : Pemeriksaan primer Dengan ukurlah menggunakan tahanan multi-meter terminal tahanan kumparan antara positif (+) dengan terminal negatif (-). Tahanan kumparan primer (dingin) : 1. Evaluasi. Bagaimana cara memeriksa breaker point dan bagiamana cara mengatasi jika celahnya terlalu besar? 5. Bagaimana cara mengukur tahanan kumparan primer dan berapa besar tahanan yang di ijinkan? 2.6 Ω 8 .3-1. Bagaimana cara mengukur tahanan resistor dan berapa besar tahanan yang di ijinkan? 4. Bagaimana cara memeriksa busi.V. Bagaiman cara mengukur tahanan kumpran sekunder dan berapa besar tahanan yang di ijinkan? 3. agar bisa mengatakan bahwa itu masih bagus? Jawaban 1.

Keraskan sekerup pengikat dan periksa gap kembali. Cara mengukur tahanan kumpran sekunder dan besar tahanan yang di ijinkan: Pemeriksaan tahan kumpran sekunder Ukurlah tahanan antara terminal positif (+) dengan tegangan tinggi.5 kΩ 3.7-14.2.3-1. Tahana resistor (dingin) :1.5 Ω 4. 9 . Cara memeriksa breaker point dan cara mengatasi jika celahnya terlalu besar: Periksa breaker point Dengan menggunakan feeler gauge ukur celah antara rubbing block dengan cam. ukur tahanan resistor. Tahanan kumparan sekunder (dingin) :10. Cara mengukur tahanan resistor dan besar tahanan yang di ijinkan Pemeriksaan tahanan resistor Ukurlah dengan ohmmeter. Celah rubbing block : 0.45mm Bila celah terlalu lebar : Longgarkan kedua skrup pangikat dan gerakkan breaker point hingga diperoleh celah yang tepat.

Mengetahui Guru Pamong Guru Praktikan 10 . bila kurang tepat setel 0. Periksa keausan elektroda busi. Semarang. Cara memeriksa busi. agar bisa mengatakan bahwa itu masih bagus Lepaskan semua busi kemudian bersihkan.1 mm. kerusakan ulir dan kerusakan isolasinya.8 mm sampai 1.5. Periksa celah elektroda.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful