BAB I PENGANTAR GEOGRAFI HEWAN TUMBUHAN

Standar Kompetensi Mahasiswa mampu memahami pengertian Geografi Hewan Tumbuhan

Kompentensi Dasar:   Pemahaman Pendekatan Ekologi Pemahaman Pendekatan Historis-Geografis

Mengapa organisme-organisme hidup di suatu tempat? mengapa belalang berbintik hanya hidup di padang rumput dan semak-semak di lahan gundul? Mengapa Burung Ouzel hidup di Norwegia, Swedia, Kepulauan Inggris dan daerah pegunungan di Eropa bagian tengah, Turki dan Asia Barat-daya, tetapi tidak (mampu) hidup di wilayah peralihan? Mengapa Tapir hanya hidup di Amerika Selatan dan di Asia Tenggara? Mengapa Burung Beo hanya hidup di New Zealand? Merupakan partanyaan-pertanyaan yang muncul dari para ahli geografi hewan tumbuhan (biogeografi).

Dua jenis penjelasan dapat digunakan untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut. Yang pertama, penjelasan ekologis dan kedua yaitu penjelasan historis-geografis.

Ekologi Penjelasan ekologis persebaran organisme-organisme melibatkan

gagasan/pemikiran yang berbeda-beda yang saling berkaitan. Yang pertama, gagasan/pemikiran terkait populasi, yang menjadi subjek kajian Geografi Hewan Tumbuhan Analitik (analytical biogeography). Dimana setiap spesies memiliki karakteristik penyebaran sejarah dan kehidupan, sebagainya. tingkat reproduksi, perilaku, cara-cara

Karakteristik

tersebut

mempengaruhi

tanggapan/reaksi populasi terhadap sebuah lingkungan dimana dia hidup.

Gagasan/Pemikiran kedua berkaitan dengan tanggapan biologis terhadap sebuah lingkungan dan merupakan subjek kajian dari Geografi Hewan Tumbuhan Ekologis (ecological biogeography). Suatu populasi menanggapi kondisi lingkungan fisiknya (lingkungan abiotik) dan lingkungan hidupnya (lingkungan biotik). Faktor-faktor lingkungan abiotik mencakup faktor-faktor fisik seperti suhu, penyinaran, tanah, geologi, topografi, pembakaran, keadaan air dan kondisi udara saat ini; dan begitu juga faktor-faktor kimia seperti tingkat oksigen, konsentrasi garam, keberadaan toksin serta keasaman. Faktor dalam lingkungan biotik mencakup spesies yang berkompetisi, parasit, penyakit, predator dan manusia. Singkatnya, setiap spesies (harus) mampu menoleransi faktor-faktor lingkungan. Dirinya hanya akan dapat hidup jika faktor-faktor tersebut berada pada batas-batas yang dapat ditoleransi.

Belalang Berbintik Padang Rumput Serangga ini (arphia conspersa) tersebar dari Alaska dan Kanada bagian utara hingga ke Meksiko bagian utara, dan dari Kalifornia sampai Great Plains. Belalang tersebut hidup di elevasi kurang dari 1.000 m untuk bagian utara dari pada ketinggian 4.000 m dibagian selatan. Dalam rentang (wilayah) garis lintang dan ketinggian yang sangat luas, pola persebarannya sangat tidak menentu, memperlihatkan kecenderungan ke arah habitat-habitat tertentu. Dirinya memerlukan padang rumput yang luas dengan rumput pendek, atau hutan dan semak-semak terbuka, dengan tanah terdapat lubang-lubang kecil. Rumput berdaun pendek memberi sumber makanan baginya. Dirinya juga memerlukan padang terbuka untuk melakukan ritual bercumbu. Hutan lebat, padang rumput dengan daun yang tinggi, atau semak belukar yang kering tidak mampu memberi kebutuhan ekologis serta perilakunya. Padang rumput di tepi jalan dan wilayah tua cocok serta mampu mewakili untuk kolonialisasi secara berlahan. Padang rumput dengan rumput yang sedang juga cocok dan mendukung bagi perkembangan populasi yang besar.

Komunikasi visual dan akustik (suara) berperan dalam menjaga agar mereka tetap berkelompok. Burung Ouzel Perpaduan antara penjelasan ekologi dan historis barangkali dapat menjelaskan biogeografi dari sebagian besar spesies.Bahkan dalam habitat yang sesuai sekalipun. burung Ouzel menyebar keluar ke arah Eropa. yang kondisinya lebih dingin daripada sekarang. vagilitas1 yang rendah dari belalang (atau mudah untuk tersebar) juga mampu membatasi persebarannya. terbang spontan dalam wilayah yang terbatas. walaupun dirinya sangat suka dengan kondisi yang dingin. Kemampuan yang rendah (kekurangmampuan) untuk menyebar merupakan akibat dari perilaku sosialnya yang kompleks. setidak-tidaknya di daerah gunung.000 tahun terakhir. wilayah pokok (habitatnya) nya barangkali berada di pegunungan Alpen dan Balkan. sementara para pejantan yang pada umumnya berbentuk pendek. kebanyakan burung Ouzel bermigrasi ke iklim yang lebih sedikit keras/hangat selama musim dingin. Selama zaman es akhir. yang diberi nama ilmiah secara kurang pantas dengan sebutan Turdus torquatus. sedangkan populasi di Pegunungan Alpin bergerak ke arah ketinggian yang lebih rendah. yaitu tempat-tempat dengan lintang tinggi dan ketinggian yang tinggi. Bahkan. serta hidup di pegunungan Alpen yang kondisinya sama dengan zona iklim dingin di pegunungan-pegunungan. Keduanya bersama-sama membentuk kelompok populasi yang saling menyatu secara erat dalam wilayah habitat yang sesuai/cocok. Populasi yang berada di Eropa Utara bergerak ke arah Mediterania. burung Ouzel telah meninggalkan habitat aslinya yang pertama. Dengan kondisi iklim menghangat selama 10. Burung Ouzel suka dengan iklim dingin. 1 Kesenangan untuk menyebar . hidup dalam zona iklim sedang yang dingin. Para betina lebih suka menetap. daripada disebabkan oleh ketidakmampuannya terbang secara baik. bertahan hanya pada wilayahwilayah yang masih relatif dingin. Dari sana. Burung Ouzel atau „burung hitam dari gunung‟.

Penelitian kasus berikut ini menggambarkan dua proses mendasar biogeografis tersebut. Tapir-tapir yang selamat di garis perbatasan daerah tropis terhadap persebarannya berkembangbiak menjadi spesies yang sekarang ini ada. Gagasan pertama berkaitan dengan asal muasal (center of origin) dan penyebaran dari satu tempat ke tempat lain. Mereka hidup di Amerika Utara dan Eurasia. jika mereka mampu serta ingin melakukannya. yang barangkali terkena dampak perubahan iklim. Fosil tertua ditemukan di Eropa. Tapir yang ada di Amerika Utara serta tanah kelahirannya Eurasia menjadi punah.SEJARAH Penjelasan historis geografis persebaran organisme melibatkan dua gagasan mendasar. menjadi terpecahpecah dan memunculkan persoalan bagi ahli geografi hewan tumbuhan. Persebarannya pada saat ini. Terdapat empat spesies yang masih hidup. Tapir yang pergi ke timurlaut. pendekatan tersebut berpendapat bahwa spesies berasal dari sebuah tempat tertentu dan kemudian menyebar ke bagian dunia lainnya. Gagasan kedua mempertimbangkan arti penting perubahan geologis dan iklim yang kemudian memisahkan sebuah populasi menjadi dua atau kelompok-kelompok yang lebih terisolasi. yang merupakan tempat asal usul mereka. Kesimpulan logisnya adalah bahwa tapir berkembang di Eropa. dan kemudian menyebar ke timur dan barat. kemudian. Bagaimana bisa spesies yang begitu berdekatan secara keluarga dapat hidup di dunia yang jauh terpisah secara geografis? Penemuan fosil tapir membantu menjawab teka-teki tersebut. salah satunya berada di Asia Tenggara dan tiga lainnya berada di Amerika Tengah dan Selatan. Para anggota keluarga tapir pernah/suatu waktu tersebar luas dibanding pada saat ini. (sedangkan) Tapir yang memilih rute penyebaran ke arah tenggara bergerak sampai ke Asia Tenggara. tapi . Penjelasan tersebut masuk akal. Sesudah itu. dengan demikian. mencapai Amerika Utara dan Amerika Selatan. Tapirs Tapir merupakan keluarga dekat dari Kuda dan Badak. keduanya merupakan subjek dari kajian biogeografi historis. Mereka membentuk sebuah keluarga---Tapiridae.

Pada akhir periode Tersier. serangga dan bahkan daging bangkai sebagai makanan. Perubahan proto-kaka Pulau Selatan mencapai pada tingkat yang sangat jauh sehingga menjadi spesies baru. bergantung pada semak belukar pegunungan. Kaka dan kea . Terdapat dua spesies---kaka (nestor meridionalis) dan kea (N. notabilis). Penjelasan tersebut selalu membuka kemungkinan bahwa para ahli yang lain akan mengumpulkan (fosil) tapir yang lebih tua yang tersesisa di suatu tempat yang lain.bukan berarti tidak dapat dibantah.Kea. perbaikan kondisi iklim memicu tumbuhnya sebagian hutan Pulau Selatan. Mereka tidak menggunakan pohon sebagai tempat berternak tapi beralih ke celah-celah batuan. Setelah Zaman Es. Kemudian. Mereka bahkan berkembang menjadi kaka modern. Burung Nestor Beo Burung beo (Nestorinae) merupakan endemic New Zealand. Akibatnya. Proto-kaka yang hidup di Pulau Selatan menyesuaikan diri pada perubahan tersebut dengan menjadi „burung beo gunung‟. proto-kaka menjadi beradaptasi dengan kehidupan hutan. Ketidalengkapan rekaman fosil yang diperoleh para ahli geografi hewan tumbuhan historis serta petunjuk yang ada membuat mereka tidak yakin sepenuhnya mampu menjawab setiap hipotesis yang ada. bagian utara dan selatan New Zealand terpisah. kaka Pulau Selatan menjadi sebuah sub spesies. ketika New Zeland masih menjadi sebuah kepualuan tunggal yang diselimuti hutan. Mereka berkeluarga dekat dan barangkali merupakan keturunan dari seekor „proto -kaka‟ yang mencapai New Zealand selama Periode Tersier. Pulau Utara tetap dipenuhi hutan dan proto-kaka terus bertahan sebagai burung beo hutan. Kaka kemudian menyebar melewati Selat Cook dan berkoloni di Pulau Selatan. Interaksi antara populasi kaka Pulau Utara dan Selatan sulit terjadi [karena] terpisah dengan laut yang berjarak 26 km. secara khusus memakan bahan sayuran dan bersarang di lubang-lubang pohon. Pulau Selatan secara bertahap kehilangan hutannya dikarenakan munculnya gunung dan perubahan iklim.

Ahli Geografi Hewan Tumbuhan Ekologis tertarik pada pengaruh faktor-faktor lingkungan dalam memaksa/mendesak wilayah spesies. dan peran terhadap perubahan lingkungan dalam menciptakan perbedaan/rentang spesies. Latihan Soal 1. Apa yang disebut sebagai Geografi Hewan Tumbuhan Historis-geografis? Bacaan Lanjutan . penyebaran serta peristiwa vicariance. Sebagian Ahli geografi hewan tumbuhan historis tertarik untuk mencari asal-muasal dan jalur/rute penyebaran bermacam kelompok makhluk hidup. RINGKASAN Ekologi (termasuk perilaku). Kea tidak pernah berkoloni di Pulau Utara.sekarang tidak mampu melakukan perkawinan antar kerabat (interbreeding) sehingga mereka melanjutkan hidup secara berdampingan di Pulau Selatan. kemungkinan karena sedikit habitat yang sesuai di sana. Biogeografi burung beo dengan demikian meliputi adaptasi terhadap perubahan kondisi lingkungan. tapi para ahli geografi hewan tumbuhan cenderung mekhususkan dirinya pada aspek-aspek ekologis (Ecological Biogeography) atau aspek historis (Historical Biogegraphy). Kebanyakan persebaran spesies dihasilkan dari kombinasi antara semua faktor tersebut. sejarah dan geografi menentukan persebaran makhluk hidup. yang lain lebih berminat untuk menafsirkan sejarah geografi hewan tumbuhan melalui peristiwa vicariance (pergeseran-pemisahan). Apa yang disebut sebagai Geografi Hewan Tumbuhan Ekologis? 2.

untuk menciptakan sebuah organisme/makhluk hidup. Genome dan Lungkang Gen Informasi genetik memberikan sebuah cetak biru. Dalam prokaryote (bakteria dan cyanobacteria). yang sebelumnya akan membahas lebih dulu garis besar dari sifat [kotak] penyimpan materi-materi genetik. jika bisa disebut demikian. Debat yang terjadi sebagian besar berfokus pada arti penting relatif sumber-sumber berbagai perubahan. kromosom tercipta dari DNA dan protein. Karyotype merupakan suatu jumlah. sebagai contoh. Sifat spesiasi dan penyebabnya masih diperdebatkan secara sengit. deoxyribonucleic acid (DNA) membentuk struktur bergulung yang disebut nucleoid. PERBEDAAN SPESIES DAN KEPUNAHAN SPESIES Standar Kompetensi Mahasiswa mampu memahami proses penciptaan spesies baru. Gen. Dalam uekaryotes (semua organisme lainnya). Unsur utamanya ada pada [kotak] penyimpanan informasi genetik yang dapat bermutasi.BAB II SPESIASI. Informasi genetik tersimpan dalam kromosom di dalam sel. munculnya perbedaan-perbedaan spesies serta kepunahan spesies. Apakah isolasi geografis merupakan kekuatan penggerak utama atau perbedadan ekologisnya? Bab ini akan menyelidiki penyebab-penyebab perubahan tersebut. Genome merupakan informasi genetik total yang tersimpan dalam sebuah organisme (atau organel atau sel). Kompetensi Dasar:    Pemahaman bagaimana spesies muncul Pemahaman bagaimana munculnya variasi spesies Pemahaman mengapa spesies punah INFORMASI GENETIKA: DASAR PERUBAHAN EVOLUSI Spesies baru muncul melalui proses spesiasi. ukuran dan bentuk dari sebuah kromosom dalam sel .

Teknik biologi molekuler menyediakan „sejarah‟ tersebut agar dapat dibuka dan telah memungkinkan cabang baru ilmu geografi hewan tumbuhan---phylogeography--muncul. mtDNA „merekam‟ peristiwa-peristawa demografi saat ini: pendeknya. atau harimau. DNA ditemukan dalam mitokondria maupun di dalam nucleid sel. tikus kecil (titmouse). dirinya merupakan sebuah tempat penyimpanan dari sejarah phylogenetik. walaupun peran/sumbangan dari subjek cabang tersebut dalam geografi hewan tumbuhan masih diperdebatkan. dua allele yang ada pada lokus pengatur warna mata: satu allele menentukan warna biru dan lainnya mata warna coklat. gen tertentu dalam mtDNA berada dalam semua takson. dengan dua varian genetik berlainan merupakan spesies polymorphic serta memperlihatkan polymorphisme. Pada umumnya. Suatu gen merupakan sepotong informasi genetik tertentu---sebuah unit warisan yang melintas/tertinggal dari generasi ke generasi melalui gamet (telur dan sperma). DNA mitokondria (mtDNA) merupakan molekul melingkar. kondisi tersebut merupakan homozygous . Allele dalam satu gen dapat identik atau mungkin berbeda dalam lokus yang sama di sebuah genotype. yang tertutup. Gen terdiri dari panjang DNA yang berada pada tempat khusus atau lokus di kromosom. Spesies. Karyotype manusia memiliki 46 kromosom. kura-kura darat. Sebagai contoh.tubuh yang tersusun dalam cara standar. meskipun jarang yang lebih dari sepuluh. setidak-tidaknya. (Mitokondria adalah organel yang sangat penting sehingga merupakan tempat bagi pernafasan sel dan menghasilkan molekul yang kaya akan energi dari triphosphate adenosine (ATP). Dimana/apabila dua allele diperoleh dari kedua orang tua adalah identik. yang [saling] berbeda dalam satu dasar/basis atau lebih. Karena perubahan di dalam mtDNA terjadi sekitar lima hingga sepuluh kali lebih cepat daripada DNA nulcear/nucleus. dalam manusia. Allele yang bermacam-macama/banyak bisa terdapat dalam satu lokus. Sebagian gen memiliki bentuk alternatif/lain atau alleles pada lokus yang sama. mereka adalah katak.

. 2 Tanaman yang memiliki susunan daun lima lembar. Panmistic population. populasi cinquefoil Hansen2 (Potentilla glandulosa hanseni) hidup pada ketinggian yang berbeda memiliki genotype yang sama tapi phenotype-nya berbeda. di Kalifornia. dengan kata lain. Deme adalah populasi lokal dari individu-individu yang melakukan perkawinan antar kerabat (interbreeding)---walaupun dirinya dapat juga sebuah populasi dari individu-individu yang bereproduksi secara seksual. Komunitas reproduktif merupakan komunitas yang terdiri dari individu-individu yang bereproduksi secara seksual (berlawanan dengan yang aseksual) serta melakukan perkawinan satu dengan lainnya. Hal tersebut berkebalikan dengan phenotype-nya. Sebagai contoh. dimana hanya dalam suatu homozygot yang membuat kondisi allele dapat terdesak [sehingga] mempenguruhi phenotype. perkawinannya terjadi secara acak. kondisinya adalah heterozygous dan individunya disebut heterozygot. dan cara hidup. Dominan allele [allele dominan] mempengaruhi phenotype dalam suatu heterozygot dan homozygot. keseluruhan dari karakteristik/ciri-ciri-nya.dan individu tersebut disebut homozygot. jumlah keseluruhan dari semua gen-nya. Genotype merupakan genetik yang menyusun suatu individu. Amerika Serikat. merupakan komunitas reproduktif yang paling kecil. sedangkan dimana/apabila mereka berbeda. Phenotype suatu makhluk hidup berubah sepanjang hidupnya. Lungkang gen (gene pool) merupakan keseluruhan gen atau genotype dari semua individu dalam „komunitas reproduktif‟ pada waktu tertentu. Dalam populasi perkawinan secara acak. homozygosity [yang rata- rata/seimbang] merupakan ukuran dari diversitas/keberagaman gen. dan lingkungan yang menentukan penotype aktual mana yang dapat berkembang. dimana dirinya membentuk fisiologi. tapi genotype nya masih sama. kecuali kalau terjadi mutasi. Genotype menentukan susunan dari penotype mana yang dapat berkembang.

Sebagai tambahan. Asiatik. Hal ini berarti bahwa batas-batas antara spesies lebih kabur daripada yang pernah diperkirakan. mempunyai persebaran yang terpisah-pisah). merupakan [hasil/proses] pembuahan antar telur (interfertile) dengan bermacam/berbagai antar golongan/kelas (intergrades) dalam zona koneksi. daripada melihat keterputusan yang mempengaruhi semua gen pada suatu waktu. Ras/bangsa [secara] ekologis memiliki perbedaan genotype dan penotype. Sebelum tahun 1990-an. African dan sebagainya.Spesies merupakan komunitas reproduktif yang paling inklusif. dimana sering disebut sebagai sub-spesies. Spesies [yang mengarah] pada ras geografis serta ras ekologis adalah polytypic (mengandung beberapa tipe). adalah masa dimana pemikiran arus utama teori evolusi beranggapan bahwa keterputusan genetik (genetic discountinities) antar spesies berlaku mutlak karena mekanisme isolasi mencegah reproduksi organisme secara seksual pada spesies yang berbeda untuk melakukan perkawinan antar kerabat (interbreeding). serta hidup bersamasama (memiliki persebaran simpatrik). Tiap ras geografis hidup secara berdampingan dan bisa jadi berkelaskelas/tergolong-golong satu sama lain. Polytipisme merupakan variabilitas antar populasi atau kelompok dan sering . Polynesian. Mereka melihat spesiasi sebagai proses dimana kelompok organisme secara bertahap berbeda secara geneologis. Sebagai contoh adalah spesies manusia yang ditandai oleh bermacam ras/bangsa geografis---Indian Amerika. melalui penelitian mengungkapkan terjadi perpindahan gen antar spesies lalat buah yang bertalian secara dekat. European. misalnya. sebagian ahli biologi sekarang merasa bahwa isolasi reproduktif secara total bukanlah definisi yang pas dari suatu spesies. sebuah pandangan yang mendapat dukungan. Sebagian spesies memperlihatkan variasi geografis yang sangat mencolok dalam membentuk dan mempengaruhi perbedaan ras/bangsa secara geografis dan ras/bangsa secara ekologis. atau di sisi lain hidup secara terpisa (sehingga. Banyak ahli biologi yang sekarang mempertanyakan pandangan ini dan mulai meragukan kenyataan tentang spesies sebagai entitas yang terisolasi secara penuh.

ditunjukan/diperlihatkan oleh beberapa ras atau sub spesies. Biasanya. sehingga menghasilkan penyimpangan genetik. Perubahan [potensial] dalam lungkang gen muncul dari beberapa proses: mutasi (yang menciptakan alel baru dan mengubah kromosom). serta variasi geografis. Adakalanya. Perubahan gen Evolusi terjadi pada populasi. tidak pada individu. Pada umumnya. informasi yang tertulis dalam rangkaian DNA bereproduksi secara bebas selama [proses] penggandaan/pengkopian/replikasi (replication). yang dapat muncul dari proses mutasi gen dan perubahan kromosom. aliran gen (gen flow). penyimpangan genetik (genetic drift). atau jumlah atau susunan gen dalam kromosom. penyimpangan genetik merupakan [faktor] yang [sedikit] berpengaruh terhadap perubahan genetik dengan dampak yang sangat kecil terhadap/bagi populasi besar. Penyimpangan genetik (Genetic drift) Kemungkinan perubahan dalam frekuensi allele. Mutasi gen melibatkan perubahan rangkaian DNA dari gen dan penyampaian/lewatnya/berlalunya rangkaian nucleotida baru hingga ke anak cucu. polymorpisme dapat memberi penyimpan genetik bahan mentah dari polytypisme yang berkembang. Dirinya tidaklah sama dengan polymorpisme. Evolusi memerlukan perubahan DNA. Mutasi kromosom (atau penyelewengan) meliputi perubahan sejumlah kromosom. Mutasi Mutasi merupakan perubahan dalam materi-materi bawaan. terjadi ketika populasi perkawinan antar kerabat (interbreeding) bertukar materi genetik. „kesalahan‟ terjadi sehingga rangkaian nucleotide dalam molekul DNA orang tua dan anak berbeda. seleksi alam (natural selection). . Penyimpangan genetik memiliki dampak besar pada populasi [dgn jumlah] kecil yang dihasilkan oleh beberapa individu yang berkoloni pada habitat baru (populasi pendiri). yang merupakan variabilitas dalam populasi. Akan tetapi.

Seleksi menguji [pondasi] genetik individu.melalui sisa populasi yang terdampar dalam tempat perlindungan. Seleksi progresif atau terarah mengendalikan perubahan [yang] tidak terarah dalam komposisi genetik suatu populasi. melalui tubrukan populasi yang menyebabkan bottlenecks/leher botol populasi (penurunan mendadak bermacam-macam genetik). Argumennya adalah bahwa seleksi alam yang berlainan. Penyimpangan genetik dimungkinkan dalam skala besar ketika beberapa individu memonopoli perkembangbiakan. hingga spesiasi terjadi secara sempurna [disempurnakan]. Seleksi Alam Menurut perkembangan/pemikiran paling mutakhir dari sebagian ahli biologi. stabil (stabilizing) ataupun memecah/mengacau /mengganggu (disruptive). dapat mempengaruhi aliran gen. Seleksi tersebut dapat terjadi secara terarah (directional). Aliran gen (gene flow) Aliran gen merupakan pergerakan informasi genetik antara bagian yang berbeda dari populasi perkawinan antar kerabat (interbreeding). seleksi alam merupakan pengendali utama [proses] spesiasi dan barangkali lebih kuat pengaruhnya daripada[dibanding] allopatry (isolasi geografis populasi). Sebagai contoh adalah rusa jantan merah yang mengejar [wilayah] betinanya (harem). dimana penyetelsecara-halus phenotype terhadap lingkungan lokal terjadi. menyokong/mendukung individu- . dan melalui penambalan meta-populasi dengan aliran gen antar-potongan (inter-patch) yang terbatas. bertindak secara langsung pada phenotype dan secara tidak langsung pada genotype. mengarahkan pada perbedaan lanjutan. dan sebagainya. aliran gen yang rendah membawa pada perbedaan genetik dalam bagian populasi yang berbeda. Aliran gen yang tinggi memelihara/menjaga lungkang gen [untuk tetap] “bergerak secara baik”.

Tanggapan gengat merica terhadap polusi industri [telah] dijelaskan/dipahami sebagai [proses] seleksi terarah/progresif. keadaan yang barangkali berlangsung selama berabad-abad. memindahkan beberapa ecotype kadal ke wilayah ujicoba yang sangat luas. seleksi membuang kombinasi allele yang tidak sesuai (weed out the ill-adapted combination of alleles) dan memperbaikinya melalui karakter menengah/biasa/antara (intermediate character). atau ketika lingkungan berubah dan [kemudian] populasi mengikuti perubahan tersebut. yang memunculkan daya tarik perubahan lingkungan. Seleksi progresif dapat terjadi ketika suatu populasi beradaptasi pada lingkungan baru. Seleksi variasi atau memecah berlaku pada tipe ekstrim dalam populasi polymorphic 3 dan menyingkirkan tipe menengah/biasa/antara. Perubahan ukuran rusa berekor putih (Odocoileus virginianus) selama jaman Holosen. Tanggapan melanic (gelap) terhadap gengat mrica (Biston betularia) ketika/pada saat berhadapan dengan jelaga industri menggambarkan kasus pertama [adaptasi pada lingkungan baru]. Tingkat ketahanan dan ketidak-tahanan tergantung pada derajat kesamaan antara kondisi ekologis tempat uji coba/uji eksperimen [dilakukan] dan [dengan] habitat aslinya. memberi contoh tipe kedua dari seleksi progresif/terarah. seleksi stabil membuang mutan melanic yang ganjil. Thorpe (1991) meyakini bahwa mereka mampu menunjukkan proses seleksi 3 melalui populasi alami yang Mereka direkayasa/dimanipulasi pada/dari Kadal Dominica (Anolis oculatus). akan tetapi populasi ngengat juga menunjukan seleksi stabil. suatu ras yang beradaptasi pada kondisi ekologi lokal . Adaptasi stabil ada di mana-mana dan barangkali [merupakan] cara paling umum dari [proses] seleksi. dan mengamati kadal tersebut selama dua bulan. Dalam kasus ini.individu yang memiliki ciri lebih baik yang dianugerahi [dengan] sebuah gen atau atau seperangkat gen. Sebelum industrialisasi mengubah lingkungan ngengat. Seleksi stabil terjadi ketika populasi beradaptasi dengan baik pada lingkungan yang stabil. Anita Malhotra dan Roger S.

bentuk warna putih memiliki aktivitas mencapai puncak di pagi hari dan akhir sore hari. dirinya mengacu pada cara hidup spesies berkaitan dengan lingkungan dan spesies lainnya yang saling berinteraksi (Dictionary of Physical Geography). 6 Timberline. Situasi ketiga terjadi pada saat populasi tanaman bertemu [dengan] dua zona ekologis yang berbeda. pemandangan. Hal ini muncul dalam kasus tananaman Cemara kayuputih (Pinus albicaulis). penyinaran dan jenis tanahnya. . 5 Treeline. Di alam [liar]. Situasi pertama dimana polymorph [yang] terbedakan dengan baik memiliki keunggulan seleksi yang lebih kuat daripada tipe polimorphic yang kurang dapat dibedakan secara baik. Pada lereng gunung ke atas hingga timberline6 (batas garis 4 Relung. dan bentuk kuning memiliki puncak aktivitas sekitar tengah hari. Di daerah Kalifornia. Dalam lingkungan seperti ini. Timberline dapat diartikan secara tegas atau dipakai dalam menanggapi kendala iklim melalui suhu yang lebih rendah dan pencahayaan yang lebih banyak. seperti dalam spesies dimorphic yang berkembang secara seksual.sehingga/jadi/demikian mendorong polymorpisme. bisa diartikan sebagai keadaan dimana spesies dapat hidup secara baik ( Oxford). homoseks dan sebagainya). sebuah spesies pegunungantinggi yang hidup dan dekat diatas treeline5 (batas wilayah tumbuh) di Kaliforinia Siera Nevada. Batas ketinggian tersebut bergantung pada faktor-faktor seperti letak lintang. dimana jantan dan betina yang memiliki karakter seksual sekunder yang berbeda memiliki kesempatan lebih baik untuk melakukan perkawinan dan bereproduksi daripada tipe biasa (inter-seks. batas ketinggian dimana tumbuhan untuk bisa tumbuh. karakteristik adaptif yang berbeda dapat muncul dalam dua setengah [dari] jumlah populasi dan [meskipun] tetap melakukan perkawinan antar kerabat (inter-breeding). Seleksi memecah di bawah/dalam kondisi uji eksperimen terjadi pada lalat buah biasa ( Drosophila melanogaster). betina dari spesies yang memiliki polymorphic pada warna sayap. setidak-tidaknya tiga kondisi dapat menyebabkan seleksi memecah. menandakan bahwa tipe polymorphic memiliki suhu dan kecenderungan kelembaban yang berbeda-beda. dimana populasi polymorphic menempati habitat yang heterogen. Tipe polymorphic dapat dispesilisasikan pada subrelung4 yang berbeda dalam suatu habitat. dengan satu gen mengendalikan bentuk kuning dan putih. garis tepi atas ketinggian atau garis tepi kutub dimana tumbuhan bisa tumbuh. Hal ini dapat terjadi dalam kupu-kupu sulfur (Colias eurytheme). Kondisi kedua.

dirinya tumbuh sedikit. Populasi arboreal dan elfinwood berdampingan dan [terjadi] penyerbukan-campuran [dengan media] angin. Cline morfologis (berkenaan dengan bentuk) dapat berkembang sangat cepat. frekwensi perubahan tipe polymorphic-nya terjadi sedikit demi sedikit.tumbuh). Populasi besar dan kontinu. [menyebar] secara horisontal dan berbentuk elfinwood (pohon kerdil). Gradasi bentuk sepanjang gradien iklim disebut cline7. seperti populasi manusia dan populasi berbagai tumbuhan hutan dan rumput-rumput biasa. di atas timberline (batas garis tumbuh). Variasi geografis dan ekologis Phenotype dan genotype dari bermacam spesies menunjukan variasi geografis dan ekologis. seperti dapat disaksikan melalui kehadiran sebagian individu biasa/antara (intermediate). termasuk iklim. Pada tahun 1952. atau sebagian ciri-ciri lainnya. gradasi dalam tingkat perbedaan fisiologis dalam suatu spesies yang dihasilkan dari adaptasi pada perbedaan kondisi lingkungan. dan khususnya terhadap perubahan geografis yang terjadi secara bertahap dalam iklim di sepanjang daratan/benua-benua. memiliki populasi lokal polymorphic di dalamnya dengan ciri keseimbangan tipe polymorphic yang dibentuk oleh/dari aliran gen dan berbagai macam seleksi. populasi tumbuh seperti/sebagai/selama berdirinya [batang] pohon. berdasar pada pigmentasi. Dalam gerak populasinya. ukuran tubuh dan sebagainya yang telah menghasilkan/menciptakan suatu ketetapan hukumhukum biogeografi (lihat kotak). Frekwensi allele pada golongan Banyak spesies beradaptasi pada kondisi lingkungan lokal mereka. Adaptasi yang demikian sering ditunjukan dalam penotype sebagai suatu perubahan terukur dalam besaran. . Dua jenis variasi geografis yang muncul: variasi geografis kontinu dan variasi geografis terpisah/terputus. darah manusia menunjukan pola ini. warna. melalui proses seleksi alam. burung pipit rumah (Passer 7 Cline. Mengamati cline. Cline dihasilkan dari perkembangan populasi lokal yang menoleransi kondisi lokal. biasanya.

Ras geografis terpisah (disjunct) berkembang dimana suatu populasi terputus. tanamanya memiliki persebaran geografis yang terpisah ( disjunct) dan [memiliki] empat ras geografis yang berlainan. Sekarang ini. terdiri kumpulan [yang] menyerupai pulau. telah menunjukan variasi clinal dalam morfologi/bentuk kerangka. Hutan tersebut terdapat di elevasi paling tinggi dan sedang pada daerah pegunungan yang terpisahkan berkilo-kilometer dataran rendah yang tidak berhutan. Akibatnya. dan Great Plain bagian utara. dan yang paling besar di Plato Meksiko. Sebuah cline dalam burung pipit rumah telah berkembang di Amerika Utara menyerupai cline yang ditemukan di Eropa. meskipun terdapat aliran gen. Kelinci liar Eropa (Oryctolagus cuniculus). Burung murai Amerika (Turdus migratorius) menunjukan [proses] variasi geografis yang [hampir] sama dalam ukuran dan bentuk dengan [apa yang terjadi pada] burung pipit rumah: berbentuk kecil di Amerika bagian tenggara dan sepanjang pantai Kalifornia bagian tengah. Lima tahun kemudian. Pegunungan Rocky.domesticus) diperkenalkan di Amerika serikat bagian timur [yang berasal] dari Inggris. sub populasi yang terpisah secara keruangan. diperkenalkan di daerah Australia timur sekitar lebih dari satu abad yang lalu. Kecepatan evolusi klinal yang diungkapkan dalam contoh di sini. burung pipit tersebut telah mengembangkan variasi geografis dalam ukuran dan warna. Bermacam bentuk ras ekologis termasuk ras ketinggian (altitude) dalam spesies . telah ditiru menggunakan teori populasi genetika yang menunjukan. dan [berukuran] besar di Pegunungan Rocky dan yang berkaitan/berhubungan dengan dataran tinggi. Sebagai contoh. dan yang lain [tempat]. Perbedaan dalam ras ekologis menciptakan tiga pola variasi intra-spesies. bahwa cline dapat berkembang di dalam beberapa generasi. gilia bunga halus/fineflower gilia (Gilia leptantha) hidup di hutan cemara pegunungan terbuka di Kalifornia bagian selatan. burung pipit yang paling kecil berada di sepanjang pantai Kalifornia bagian tengah dan Meksiko bagian tenggara.

dan ras musiman dalam makhluk hidup yang terpisahan oleh sistem keturunan. atau dapat terlihat/dari pasangannya. Terdapat suatu ambang batas dimana evolusi mikro/microevolution (evolusi melalui adaptasi dalam spesies) menjadi evolusi makro/macroevolution (evolusi spesies dan taxa yang lebih tinggi). MUNCULNYA SPESIES: SPESIASI Proses spesiasi Spesiasi merupakan suatu penciptaan spesies baru. Bermacam mekanisme dapat mendorong populasi melewati ambang batas spesiasi (speciation threshold). Mekanisme ini merupakan dasar dari teori klasik spesiasi allopatrik („tempat lain‟ atau terpisah secara geografis) seperti yang diajukan oleh Ernest Mayr (1942) . tiap [proses] darinya dikaitkan/dicapai dengan model/teori spesiasi yang berbeda-beda: spesiasi alopatrik. dan spesiasi simpatrik (gambar). memotong hubungan genetik antara satu anggota antarkerabat populasi yang sedang/masih berkembang. Ahli biologi evolusi berpendapat ada bermacam tipe spesiasi. dua populasi bersaudara bisajadi akan berkembang menjadi spesies yang berbeda. Spesiasi memerlukan mekanisme untuk menghasilkan spesies baru kedalam kehidupan dan mekanisme-mekanisme untuk mempertahankannya dan membangunnya ke dalam unit-unit terpadu pada/dari individu-individu yang melakukan perkawinan antar kerabat (interbreeding) sehingga [mampu] memelihara/mempertahankan tingkat/kadar/derajat isolasi dan individualitasnya. Spesiasi Alopatrik Isolasi geografi mengurangi/menurunkan atau menghentikan aliran gen. spesiasi peripatrik. ras rumah (host) dalam serangga. spesiasi stasipatrik. genotip yang baik dapat menjadi kurang subur. Jika isolasi terjadi dalam waktu yang lama. atau tersisihkan oleh lingkungan. Segera setelah/sesudah ambang batas tersebut dilewati. proses evolusi bertindak untuk menguatkan keutuhan spesies (species’ integrity) dan penyesuaian spesies baru kepada relung-nya: aliran gen (gene flow) dapat mengekang/mengendalikan variasi.gunung.

kelompok individu pendiri (atau bahkan betina tunggal yang hamil) berkoloni pada wilayah baru. Pertama. alopatrik ketat/sempurna disertai leher botol populasi/rintangan populasi. dan kepunahan populasi [tingkat] menengah/lanjutan dalam suatu rantai ras: 1. seperti barisan pegunungan. Kedua. dan perubahan genetik mempengaruhi populasi yang terpisah tersebut pada tingkat dimana jika mereka kembali bertemu. rintangan geografis. mekanisme isolasi genetik akan mencegah/menghalangi proses reproduksinya kembali terjadi. bahkan walaupun hanya dengan beberapa jarak induk. Akan tetapi. semenjak tahun 1970-an berikutnya. Mayr berpendapat bahwa populasi pendiri akan membawa sampel/contoh kecil allele yang ada di populasi orang tua. Sekitar 10 hingga 100 koloni pendiri dapat membawa sebagian besar allele yang terdapat pada populasi orang tua. menyediakan baginya heterozygous pada tingkat 10-15 persen dari lukus gen dirinya dan memberi jantan heterozygous yang sama (secara lebih besar dari alel yang berbeda) untuk membuahinya. populasi asli memperluas persebarannya ke wilayah baru dan yang tidak didiami. Mayr mengenalkan tiga jenis spesiasi alopatrik: alopatrik ketat/sempurna tanpa leher botol/rintangan populasi. seperti ketika burung menyebarang samudera untuk berkoloni di sebuah pulau. Bahkan koloni dengan satu betina hamil. dia menyebut ini sebagai efek pendiri (founder effect). dan koloni tersebut pasti akan menekan lebih dulu melalui leher botol genetik. membentuk dan memecah populasi menjadi dua. mulai terungkap bahwa leher botol genetik tidak terjadi seketat seperti apa sebelumnya diduga. Tidak dapat disangkal.yang menyebutnya dengan istilah spesiasi geografis (geographical speciation) serta melihat/memandang bahwa pemisahan geografis sebagai faktor penggerak/penentunya. koloni yang baru berdiri pada . Alopatrik ketat tanpa rintangan populasi terjadi dalam tiga tahapan. 2. Teori tersebut termasuk kasus dimana spesies memperluas persebaran mereka dengan melintasi rintangan yang ada. dapat membawa dalam jumlah besar variabilitas genetik. Dalam alopatrik ketat dengan/melalui rintangan populasi.

). adalah merupakan contoh peristiwa persebaran dan pendudukan (founder). proses persebaran geografis sebuah taxon yang terbelah menjadi bagian yang tepisah oleh terpciptanya pembatas fisik. barangkali juga merupakan sesuatu yang mirip dengan keluarga paling dekatnya yaitu kura-kura Chaco (G. Anggota rantai tersebut berubah secara bertahap tapi pada akhirnya anggota tersebut menjadi simpatris di Eropa baratlaut tanpa [proses] hybridasi. Spesies ini merupakan sebuah anggota penyambung dari rantai sub-spesies Larus yang mengelilingi iklim dingin di utara. banksiana) berkembang dari populasi keturunan yang sama dimana pada saat Es Laurentian hancur terbelah sekitar 500. Pinus Pantai Amerika utara bagian barat (Pinus Concorta) dan jack pinus Amerika utara bagian timur (P. Dua spesies Cemara Amerika utara juga menggambarkan [proses] spesiasi vicariance. Kolonisasi kepulauan Galapagos dari Amerika utara dengan nenek moyang kura-kura besar/raksasa yang ada sekarang ini (Geochelone spp. mutasi gen akan memperbaiki tingkat polimorpism. Kura-kura besar semua sama di kepulauan Galapagos— G. membutuhkan 8 Vicariance. (http://en. atau serbuan sejumlah air. barangkali dengan alel baru dengan frekwensi alel baru. mereka kemudian tetap terisolasi dan tidak pernah bertemu kembali.wikipedia. seperti pengangkatan gunung.org/wiki/Vicariance) .000 tahun yang lalu.awalnya akan lebih homozygoes dan kurang polymorphic dibanding populasi orang tua. chilensis). Pada saat populasi terisolasi dan menjadi berbeda. Jika koloni tersebut dapat bertahan. Lima sub spesies berada di Isabela dan sisanya berada di pulau yang berbeda-beda. Dua spesies burung Camar eropa---burung camar laut pemakan ikan (Larus argentatus) dan Camar kecil berpunggung-hitam (L. 3. Peristiwa vicariance8 dan persebaran-melalui-tindakan/peristiwa pendiri dapat menggerakan spesiasi alopatrik (gambar). elphantopus---tetapi disana terdapat 11 sub-spesies yang hidup dan 4 spesies yang punah. fuscus)--menunjukkan kepunahan populasi pada populasi tengah-nya dalam suatu rantai spesies (Gambar). Dalam kasus ini.

Dua populasi dapat melakukan perkawinan silang. Spesiasi peripatrik terjadi dalam populasi dimana tepi (garis lingkaran) [wilayah] spesies yang terisolasi dan [kemudian] berkembang secara berbeda untuk membentuk/menciptakan spesies baru. cline dapat mengurangi/memperlemah aliran gen. Contoh yang sangat menarik dari spesiasi peripatrik adalah burung pekakak surga (Tanysipera) dari Papua Newguinie (Mayr 1942). kemudian spesiasi terjadi. Jika kontak terjadi. kemudian tiga kemungkinan bisa saja terjadi: (1) populasi tidak melakukan perkawinan antar kerabat. sehingga populasi tersebut muncul dan perbedaan mencair. Spesiasi Parapatrik Spesiasi parapatrik (berbatasan) merupakan hasil dari evolusi berlainan/berbeda dalam dua populasi yang hidup terpisah satu sama lain secara geografis.waktu yang lama bagi isolasi reproduksi agar dapat terjadi dan sulit untuk diketahui kapan dua populasi tersebut menjadi spesies yang berbeda. Populasi pendiri dengan jumlah kecil seringkali terlibat/termasuk/ikut. Hal ini terjadi pada Kaka dan Kea di Kepulauan Selandia Baru. Spesiasi Peripatrik Spesiasi peripatrik merupakan sub-bagian dari spesiasi alopatrik. Perbedaan terjadi karena adaptasi lokal menciptakan gradien atau clines. atau gagal untuk menghasilkan keturunan yang subur. terutama . hidup pada/di Pulau Utama—Papua Newguinea. dan mekanisme isolasi merupakan karakter yang berkembang untuk memperbanyak isolasi reproduktif. isolasi reproduktif terjadi secara sempurna. kemudian lenyap secara cepat. menghasilkan hibrida cocok yang subur. (3) Dua populasi dapat melakukan perkawinan antar kerabat secara meluas. barangkali dikarenakan oleh hilangnya penghalang. tapi perkawinan silang bisa jadi kurang cocok dibanding perkawinan dalam populasi. galatea galatea). Spesies utama. pekakak surga biasa (T. Sesekali terbentuk. Wilayah sekitar pantai dan kepulauan tersebut merupakan rumah bagi pasukan ras [burung pekakak surga] yang memiliki perbedaan bentuk (Gambar).

Sebuah zona hibridasi memisahkan tikus rumah utara yang berwarna menonjol-terang (Mus Musculus) di Eropa utara dan tikus rumah barat yang berwarna menonjol-gelap (M.jika spesies tersebut kurang mampu menyebar. mendukung penotip pada spesies yang mampu menghindar dari kompetisi yang keras dan membuang tipe tengah/biasa. Seleksi persaingan (competitive selection). Contohnya adalah spesies utama tikus rumah di Eropa (Hunt dan Selander 1973). Beberapa proses muncul untuk mendukung spesiasi simpatrik. Sesekali terbentuk. Seleksi habitat pada serangga telah mendukung spesiasi simpatrik dan tercatat terdapat bermacam keberagaman yang ada dari kelompok tersebut. seleksi alami reproduktif/perkembangbiakan melalui seleksi habitat atau perkawinan asertif positif (penotip berbeda memilih untuk kawin dengan sesama jenis mereka). dalam sebagian kasus. dan seleksi cenderung menyingkirkan tipe hibrida dan meningkatkan/menambah tipe asli/sejati yang mengembara dan mendapatkan dirinya pada tujuan yang salah dari cline tersebut. Spesiasi simpatrik Spesiasi simpatrik terjadi dalam wilayah geografi tunggal dan spesies baru yang saling tumpang tindih dan tidak terjadi/terdapat pemisahan keruangan terhadap populasi induk. variasi seleksi pembelah. Zona hibrida asli mungkin berkembang. Genotip yang berbeda berkembang dan bertahan ketika terjadi kontak satu sama lain. Seleksi membelah mendukung penotip ekstrem dan menyingkirkan mendorong penotip isolasi menengah/biasa. sesegera setelah isolasi perkembangbiakan terjadi. akan menghilang untuk meninggalkan/mewariskan dua spesies yang saling berdekatan/berbatasan. Walaupun pernah dianggap tidak biasa terjadi. . penelitian terbaru mengatakan bahwa spesiasi parapatrik dan simpatrik barangkali adalah proses yang dominan pada evolusi. domesticus) di Eropa barat.

atau (2) penyusunan ulang materi genetik pada kromosom (pembalikan) atau pemindahan sebagian materi genetik ke kromosom lainnya (perpindahan). Sehingga. tumbuh di wilayah tepi sungai yang lebih kering. Pada mulanya. Bunga iris biru besar (Iris giganticaerulea) tumbuh dalam padang rumput basah. Kemudian. fulva). domesticus. Secara mengejutkan. Dua spesies tersebut berkawin silang. bunga Iris tembaga (I.Dua [jenis] bunga iris yang tumbuh di Amerika selatan nampak merupakan hasil dari spesiasi simpatrik. tikus tembakau. Polyploidy menggandakan atau lebih unsur kromosom normal. Spesiasi simpatrik nampaknya telah terjadi dalam sebagian populasi tikus rumah bagian barat (M. semua populasi menunjukkan tidak terdapat perbedaan bentuk (morfologi) dan genetik lainnya melainkan perbedaan pada karyotype mereka dan semuanya termasuk ke dalam M. Perubahan kromosom terjadi melalui: (1) perubahan dalam jumlah kromosom. Spesiasi stasipatrik Spesiasi stasipatrik terjadi dalam persebaran spesies yang memperlihatkan perubahan kromosom. ketidakmampuan hasil perkawinan (hibrid) untuk bertahan menghalangi aliran gen diantara kedua spesies tersebut. dan polyploidsi sering lebih besar dan lebih produktif daripada nenek moyang mereka. Polyplody jarang terjadi pada binatang tapi nampak menjadi sumber utama spesiasi simpatrik dalam tanaman: 43 persen spesies dikotil dan 58 persen spesies monokotil adalah polyploids. dirinya diklasifikasikan sebagai spesies baru dan dianggap M. . poschiavinus. tapi hibridasinya tidak mampu tumbuh di tempat basah maupun kering karena bentuk biasa dan aslinya pada akhirnya mati. sementara keluarga dekatnya. domesticus) (lihat gambar). Di Eropa. spesimen dari daerah pegunungan lainnya di Switzerland dan Itali (begitu juga dari Afrika utara dan Amerika selatan) juga tidak memiliki karyotope non-standar. karyotipe normal pada spesies tersebut mengandung 20 set/kumpulan kromosom yang telah ditemukan pertama kali di Switzerland tengggara di Valle di Poschiavo.

dan daerah Samaria. Populasi tikus pondok tersebut terdiri dari spesies dengan empat kromosom baru yang identik secara morfologis (dengan jumlah kromosom diploid 2n = 52. juga menyumbang/memperbesar pada penggunaan energi secara optimal. sejumlah energi harian yang diperlukan binatang pada saat sedang istirahat. dan Negev utara yang hangat dan kering (2n = 60). Secara ekologis.Tikus [pondok] bawah tanah dari Spalax ehrenbergi yang hidup secara rumit di Israel memberi contoh yang mencolok dari semua spesies adaptif dalam menanggapi [kondisi] iklim (Nevo 1986). Tikus pondok menunjukan beberapa adaptasi pada tingkat fisioligisnya. bisa jadi dikarenakan disana hanya terdapat sedikit resiko [kondisi yang] terlalu panas dalam iklim yang berbeda: individu-individu besar hidup dalam Dataran Tinggi Golan. Dataran Tinggi Golan yang lebih kering dan dingin (2n = 54). Ukuran mereka bervariasi bergantung pada muatan panas. pengaturan suhu tubuh. variasi kombinasi fisiologi dalam laju metabolisme basal. generasi yang tidak menggigil apabila terkena panas. ukuran teritori berkorelasi negatif. [pegunungan] Yudea. atau mata eksternal. 58. dan jumlah populasi berkorelasi 9 BMR. Ukuran tubuh lebih kecil dan warna bulu agak jenuh berhubungan dengan 2n : 60 membantu untuk mengurangi suhu yang sangat panas di wilayah stepa yang mendekati daerah gurun Negev. Laju metabolisme basal (BMR)9 menurun dengan drastis ke arah gurun. dan yang kecil berada di Negev bagian utara. dan laju jantung dan pernapasan. Semua spesies beradaptasi terhadap ecotype bawah tanah: mereka [berbentuk] silinder kecil dengan anggota badan pendek dan tidak memiliki ekor. dan keduanya antara dan dalam spesies. . 54. Spesies empat kromosom berkembang dan menjalani pemisahan ekologis dalam wilayah iklim yang berbeda: Gunung Galilea dingin dan basah (2n = 52). telinga. Hal ini untuk mengurangai [kebutuhan] air dan [menghadapi] peluang terjadinya kondisi yang terlalu panas. Warna bulu tikus pondok tersebut berentang dari gelap [yang hidup] di tanah [berwarna] hitam tua dan tanah merah di utara. hingga terang [yang hidup] di tanah yang lebih lebih terang di bagian utara. daerah Mediterania tengah di Israel yang hangat dan basah (2n = 58). Secara umum. muncul untuk beradaptasi pada tingkat iklim-menengah dan iklim mikro. dan 60).

dan kemampuan berenang yang berbeda-beda muncul untuk mengatasi banjir di musim dingin. ekologis. fisiologis.positif. Ringkasnya. pola aktivitas dan seleksi habitat muncul untuk mengoptimalkan keseimbangan energi. terhadap produktivitas dan ketersediaan sumberdaya. Garis keturunan dan Klade . serta spesiasi ekologis berkaitan erat ke arah selatan dengan meningkatnya tekanan [tingkat] kegersangannya. dan perilakunya. semuanya sejajar dengan asal-asul iklim dari spesies yang berbeda tersebut. Semuanya beradaptasi terhadap iklim. Berdasarkan perilaku. yang ditetapkan melalui rezim suhu serta kelembabannya. memberikan sistem adaptasi yang berbeda sehingga dapat dilihat secara genetik. spesies yang baru terbentuk terisolasi secara reproduktif pada derajat yang berlainan.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful