BAB I PENDAHULUAN Reproduksi adalah kemampuan makhluk hidup untuk menghasilkan keturunan yang baru.

Tujuannya adalah untuk mempertahankan jenisnya dan melestarikan jenis agar tidak punah. Sistem reproduksi pada manusia akan mulai berfungsi ketika seseorang mencapai kedewasaan (pubertas) atau masa akil balik.. Pada seorang pria testisnya telah mampu menghasilkan sel kelamin jantan (sperma) dan hormon testosteron. Sedangkan seorang wanita ovariumnya telah mampu menghasilkan sel telur (ovum) dan hormon wanita yaitu estrogen. Begitu pentingnya masalah sexualitas dalam kehidupan manusia sehingga ada pendapat ahli yang extrim menyatakan bahwa semua tingkah laku manusia pada hakekatnya dimotifasi dan didorong oleh sex. Maka tidaklah mengherankan bahwa ada pendapat peneliti lain mengatakan bahwa kebanyakan gangguan kepribadian, gangguan tingkah laku terjadi oleh adanya gangguan pola perkembangan kehidupan psikosexualnya.

Epididimis Saluran yang baru keluar dari testis disebut epididimis. Genitalia interna 1. Testis Berbentuk lonjong dengan ukuran sebesar buah zaitun dan terletak didalam skrotum berfungsi untuk menghasilkan sperma dan membuat testosteron (hormon seks utama). Vas deferens tersebut masuk di daerah lipat paha yang berjalan diantara serabut-serabut otot untuk masuk ke dalam rongga panggul. mendorong sperma menuju duktus deferens dan uretra. Saluran ini berjalan berkelok-kelok membentuk suatu gumpalan memanjang menempel di belakang testis.BAB II PEMBAHASAN SISTEM REPRODUKSI PRIA DAN WANITA A. 2. Vas Deferens Saluran vas deferens keluar dari epididimis berjalan lurus meninggalkan kantung buah pelir (testis) untuk menuju rongga panggul. Otot kremaster pada diding skrotum akan mengendur atau mengencang sehingga testis mengantung lebih jauh dari tubuh b. Umur spermatozoa dalam epididimis kira-kira 1 bulan. Berfungsi sebagai pengontrol suhu untuk testis agar sperma terbentuk secara normal testis harus memiliki suhu sedikit lebih rendah dari dari suhu tubuh . Penis Terdiri dari tiga bagian : akar (menempel pada dinding perut). Sel-sel sperma yang telah masak akan ditampung dalam saluran tersebut. Lubang uretra terdapat diujung glands penis dasar penis disebut korona . otot polos epididimis berkontraksi. SISTEM REPRODUKSI PRIA a. Skrotum Kantong kulit berbentuk tipis yang mengelilingi dan melindungi testis. badan (bagian tengah penis). Fungsi epididimis ialah sebagai tempat penyimpanan dan pematangan spermatozoa. Genetalia externa 1. glands penis (ujung bentuk seperti kerucut ) . 2. Di dalam rongga panggul kedua vas deferens kanan-kiri saling . Sewaktu orgasme dan terjadi ejakulasi. 3.

dan zat gizi lainnya yang dibutuhkan oleh sperma untuk membuahi ovum. b. Prostaglandin membutuhkan proses pembuahan yang bereaksi dengan mukus serviks dan membuat lebih reseptif (menerima) terhadap gerakan sperma untuk menggerakkan sperma sampai mencapai ke ujung atas tuba fallopi dalam waktu 5 menit.mendekat di belakang kantong kemih kemudian menembus kelenjar prostat (glandula prostata) untuk bermuara dalam uretra (saluran air kemih). terletak pada diafragma urogenital di bawah kelenjar prostat. Terdapat 3 kelenjar tambahan. Jadi. Setelah itu vas deferens mengeluarkan sperma dan menamabah semen yang diejakulasi. Selama pengisian kelenjar prostat berkontraksi sejalan dengan kontraksi vas deferens sehingga cairan encer dapat dikeluarkan untuk menambah lebih banyak jumlah semen. dan fibrinogen. Menghasilkan cairan basa berwarna putih susu. Kelenjar Tambahan Kelenjar tambahan berfungsi untuk mengsekresi cairan yang diperlukan sebagai media berenangnya sperma. prostaglandin. . mempertahankan kehidupan sperma. Kelenjar Prostat Kelenjar prostat menghasilkan cairan encer yang mengandung ion sitrat. c. 4. dan profibrinosilin. Sifat yang sedikit basa dari cairan prostat memungkinkan untuk keberhasilan fertilisasi (gumpalan) ovum karena cairan vas deferens sedikit asam. uretra-penis selain mengalirkan air kemih juga mengalirkan sel-sel mani. yaitu : a. Vesikula Seminalis Epitel sekretorik menyekresi bahan mukus yang mengandung fruktosa. Cairan ini berfungsi untuk menetralkan sifat asam pada saluran vasa eferentia dan cairan pada vagina sehingga sperma dapat bergerak dengan aktif. menghasilkan air mani (semen). Selanjutnya sel-sel mani dapat mengalir melalui uretra dalam penis. Cairan ini akan bergabung dengan sperma di saat ejakulasi. panjangnya 2-5cm. fruktosa. penghasil cairan pelicin. asam sitrat. Kelenjar Cowperi (Bulbouretralis) Ada sepasang. dan menetralisir asam. Cairan prostat menetralisir sifat asam dari cairan lain setelah ejakulasi. enzim pembeku. salurannya bermuara di uretra spongiosa. ion phosphat.

Semen Cairan semen berasal dari vas deferens dan merupakan cairan yang terakhir diejakulasi. Terdapat pembukaan kecil. terletak di prostat. Air mani yang normal memiliki beberapa kriteria. panjang duktus deferens 50-60cm berjalan bersama pembuluh darah dan saraf dalam funikulus spermatikus melalui kanalis inguinalis memanjang pada bagian akhir berbentuk kumparan disebut ampula duktus deferentis. antara lain: a) b) c) d) Berupa cairan yang sedikit kental.5. Walaupun sperma dapat hidup beberapa minggu dalam duktus genitalia pria setelah sperma diejakulasi ke dalam semen. Semen berfungsi untuk mendorong sperma keluar dari duktus ejakulatorius dan uretra. sekitar 1. Jumlah sperma 50-100 juta per cc. Pars prostatica. Pars membranosa. kemudian duktus ini berjalan masuk ke dalam rongga perut kemudian ke kandung kemih.5 cm dan di lateral terdapat kelenjar bulbouretralis. akan tetapi jangka hidup sperma maksimal 24-48 jam. terletak dalam osteum fesika seminalis berlanjut sebagai duktus ejakulotorius yang menembus prostat. 3. d. dinamakan sesuai dengan letaknya: 1. Uretra pada pria dibagi menjadi 4 bagian. Lebih dari 60 persen sperma bergerak aktif. dimana terletak muara vas deferens. Berfungsi sebagai saluran pengeluaran air mani. Volume 3-5 cc. warna putih kadang-kadang kekuningan. Uretra Uretra adalah saluran yang menghubungkan kantung kemih ke lingkungan luar tubuh. e) Jumlah sperma yang normal harus lebih besar dari 70 persen. Enzim pembeku dari cairan prostat menyebabkan fibrinogen dari cairan vesikula semenalis membentuk kuagulum yang lemah. Cairan dari vesikula seminalis membuat semen lebih kental. . terletak sebelum kelenjar prostat. 6. Pars pra-prostatica. Duktus seminalis Merupakan kelanjutan dari epididimis ke kanalis inguinalis. 2. dan bermuara di prostat. Panjang uretra sekitar 20 cm dan berakhir pada akhir penis. di belakang kandung kemih akhirnya bergabung dengan saluran vesika seminalis dan selanjutnya membentuk ejakulatorius. bila dibawah 20 juta per cc menunjukkan infertilisasi (tak dapat menghasilkan keturunan).

Spermatogonesis Spermatogonia terus-menerus membelah untuk memperbanyak diri. sebagian dari spermatogonia berdiferensiasi melalui tahap-tahap perkembangan tertentu untuk membentuk sperma. setelah spermatid mulai memanjang menjadi sperma. Badan sperma banyak mengandung mitokondria yang berfungsi sebagai penghasil energi untuk pergerakan sperma. Namun. akan terlihat bentuk yang terdiri dari kepala dan ekor. Setelah melewati beberapa minggu. Pada ekor sperma terdapat badan sperma yang terletak di bagian tengah sperma. Pada bagian membran permukaan di ujung kepala sperma terdapat selubung tebal yang disebut akrosom. c. Setiap spermatid akan berdiferensiasi menjadi spermatozoa (sperma). sekitar 15 cm dan melintas di corpus spongiosum penis. Akrosom mengandung enzim hialuronidase dan proteinase yang berfungsi untuk menembus lapisan pelindung ovum. Spermatid merupakan calon sperma yang belum memiliki ekor dan bersifat haploid (n atau mengandung 23 kromosom yang tidak berpasangan). Kemudian. Spermatogenia tipe A membelah secara mitosis menjadi spermatogonia tipe B. Kepala sperma terdiri dari sel berinti tebal dengan hanya sedikit sitoplasma. Ketika spermatid dibentuk pertama kali. . berkumpul di tepi membran epitel germinal yang disebut spermatogonia tipe A. setelah beberapa kali membelah. spermatid memiliki bentuk seperti sel-sel epitel. Spermatosit sekunder kemudian membelah lagi secara meiosis membentuk empat buah spermatid. Pars spongiosa/cavernosa.Pada tahap pertama spermatogenesis. spermatogonia yang bersifat diploid (2n atau mengandung 23 kromosom berpasangan). sel-sel ini akhirnya menjadi spermatosit primer yang masih bersifat diploid. setiap spermatosit primer membelah secara meiosis membentuk dua buah spermatosit sekunder yang bersifat haploid. Proses perubahan spermatid menjadi sperma disebut spermiasi. Semua tahap spermatogenesis terjadi karena adanya pengaruh sel-sel sertoli yang memiliki fungsi khusus untuk menyediakan makanan dan mengatur proses spermatogenesis.4.

. a. LH berfungsi menstimulasi sel-sel Leydig untuk mensekresi testoteron c. estrogen dan hormon pertumbuhan.d. b. terutama pembelahan meiosis untuk membentuk spermatosit sekunder.sel sertoli juga mensekresi suatu protein pengikat androgen yang mengikat testoteron dan estrogen serta membawa keduanya ke dalam cairan pada tubulus seminiferus. FSH (Follicle Stimulating Hormone). Hormon pada Pria Proses spermatogenesis distimulasi oleh sejumlah hormon. Tanpa stimulasi ini. LH (Luteinizing Hormone). Testoteron Testoteron disekresi oleh sel-sel Leydig yang terdapat di antara tubulus seminiferus. e. yaitu estoteron. d. Kedua hormon ini tersedia untuk pematangan sperma. FSH (Follicle Stimulating Hormone) FSH juga disekresi oleh sel-sel kelenjar hipofisis anterior dan berfungsi menstimulasi sel-sel sertoli. Sel. Hormon pertumbuhan secara khusus meningkatkan pembelahan awal pada spermatogenesis. Estrogen Estrogen dibentuk oleh sel-sel sertoli ketika distimulasi oleh FSH. Hormon ini penting bagi tahap pembelahan sel-sel germinal untuk membentuk sperma. LH (Luteinizing Hormone) LH disekresi oleh kelenjar hipofisis anterior. Hormon Pertumbuhan Hormon pertumbuhan diperlukan untuk mengatur fungsi metabolisme testis. pengubahan spermatid menjadi sperma (spermiasi) tidak akan terjadi.

permukaan ovarium licin. Saat lahir ovarium wanita normal mengandung sangat banyak ovum primordial (primitif). yang mengikat ovarium ke uterus. Ovarium yang berbentuk oval ini memiliki konsistensi yang padat dan sedikit kenyal. dan fungsi wanita normal. dan lapisan mukosa di bagian dalam. di bawah dan di belakang tuba fallopii. Sebelum menarche. Setelah maturitas seksual. tuba ini memanjang ke arah lateral. SISTEM REPRODUKSI WANITA 1. B. pada palpasi overium dapat digerakkan.B. satu atau lebih ovum matur dan mengalami ovulasi. Dua fungsi dari ovarium adalah untuk ovulasi dan mmemproduksi hormone. Tuba memiliki panjang sekitar 10 cm dengan diameter 0. Ovarium Sebuah ovarium terletak di setiap sisi uterus. Diantara interval selama masa usia subur (umumnya setiap bulan).6 cm. Ukuran dan bentuk setiap ovarium menyerupai sebuah almon berukuran besar. mencapai ujung bebas ligament lebar dan berlekuk-lekuk mengelilingi setiap ovarium. Saat ovulasi. Lapisan mukosa terdiri dari sel-sel kolumnar. Ovarium memiliki asal yang sama (homolog) dengan testis pria. progesterone. yang memisahkan ovarium dari sisi dinding pelvis lateral setinggi Krista iliaka anterosuperior. ukuran ovarium dapat menjadi dua kali lipat untuk sementara. luka parut akibat ovulasi dan rupture folikel yang berulang membuat permukaan nodular menjadi kasar. Ovarium juga merupakan tempat utama produksi hormone seks steroid (estrogen. beberapa diantaranya bersilia . ANATOMI DAN FISIOLOGI ORGAN GENITELIA INTERNA WANITA A. yaitu bagian mesovarium ligament lebar uterus. Tuba Fallopii Sepasang tuba fallopii melekat pada fundus uterus. lapisan otot tipis di bagian tengah. Setiap tuba mempunyai lapisan peritoneum bagian luar. Dua ligament mengikat ovarium pada tempatnya. dan ligamentum ovarii proprium. perkembangan. dan adrogen) dalam jumlah yang dibutuhkan untuk pertumbuhan.

lalu memasuki cincin inguinal pada dua sisi dan mengikat osteum dari tulang pelvis dengan kuat. berat uterus matang sekitar 30-40 gr sedangkan pada wanita yang pernah melahirkan. Tuba fallopii merupakan jalan bagi ovum. dan teraba padat. Uterus Uterus merupakan organ brdinding tebal. tetapi terutama oleh peristaltic lapisan otot. Ligament uterosakral Ligament uterosakral melekat pada uterus di bagian posterior setinggi serviks dan behubungan dengan tulang sacrum. yaitu : 1. muscular. Kerusakan-kerusakan pada ligament ini. Ovum didorong disepanjang tuba. diantaranya uterus lebih banyak mengandung rongga selama fase sekresi siklus menstruasi. Fungsi dari ligament cardinal dan uterosakral adalah sebagai penopang yang kuat pada dasar pelvis wanita. Ligament rotundum Ligament rotundum melekat ke kornu uterus pada bagian anterior insersi tuba fallopii. 2. Tonjolan-tonjolan infundibulum yang menyerupai jari (fimbria) menarik ovum ke dalam tuba dengan gerakan seperti gelombang. Ligament cardinal Ligament ini menghubungkan uterus ke dinding abdomen anterior setinggi serviks. Struktur yang menyerupai tali ini melewati pelvis. berat uterusnya adalah 75-100 gr. pipih. Sel-sek kolumnar mensekresi nutrient untuk menyokong ovum selama berada di dalam tuba. Pada wanita yang belum melahirkan. sebagian oleh silia.dan beberapa yang lain mengeluarkan secret. 3. uterus normal memiliki bentuk simetris. Lapisan mukosa paling tipis saat menstruasi. licin. Setiap tuba dan lapisan mukosanya menyatu dengan mukosa uterus dan vagina. dapat menyebabkan . Ligamin ini memberikan stabilitas bagian atas uterus. Derajat kepadatan tergantung dari beberapa factor. C. Uterus diikat pada pelvis oleh tiga set ligamen jaringan ikat. cekung yang mirip buah pir terbalik yang terletak antara kandung kemih dan rectum pada pelvis wanita. Aktivitas peristaltic tuba fallopii dan fungsi sekresi lapisan mukosa yang terbesar adalah pada saat ovulasi. Estrogen dan prostaglandin mempengaruhi gerakan peristaltic. lebih lunak selama masa hamil. nyeri bila ditekan. dan lebih padat setelah menopause. termasuk akibat tegangan saat melahirkan.

miometrium. kerja sfingter untuk mencegah regurgitasi darah . Miometrium yang tebal tersusun atas lapisan-lapisan serabut otot polos yang membentang ke tiga arah (longitudinal. tebal endometrium menjadi 5 mm. 2. Tiga fungsi dari uterus adalah siklus menstruasi dengan peremajaan endometrium. yaitu lapisan permukaan padat. dan lapisan dalam padat yang menghubungkan endometrium dengan miometrium. Istmus Merupakan bagian konstriksi yang menghubungkan korpus dengan serviks yang dikenal sebagai segmen uterus bawah pada masa hamil. dan oblik). Mendekati akhir siklus endometrium. Selama menstruasi dan sesudah melahirkan. Endometrium yang banyak mengandung pembuluh darah adalah suatu lapisan membrane mukosa yang terdiri dari tiga lapisan. yaitu : 1.prolaps uterus dan dasar pelvis ke dalam vagina bahkan melewati vagina dan mencapai vulva. D. uterus dibagi menjadi tiga bagian. Dinding uterus Dinding uterus terdiri dari tiga lapisan. Sedangkan pada lapisan dalam. Pada lapisan miometrium tengah yang tebal. Segera setelah aliran menstruasi berkahir. yaitu endometrium. dan paling tipis di serviks. semakin menipis ke arah istmus. Serabut longitudinal membentuk lapisan luar miometrium yang paling banyak ditemukan di fundus. sehingga lapisan ini cocok untuk mendorong bayi pada persalinan. Korpus Korpus merupakan bagian utama yang mengelilingi kavum uteri. transversa. Miometrium paling tebal di fundus. terjadi kontraksi yang memicu kerja hemostatis. lapisan tengah jaringan ikat yang berongga. dan sebagian lapisan luar peritoneum parietalis. kehamilan. Fundus Merupakan tonjolan bulat di bagian atas yang terletak di atas insersi tuba fallopii. tebal endometrium 0.5 mm. 3. Berdasarkan fungsi dan anatomisnya. lapisan permukaan yang padat dan lapisan tengah yang berongga tanggal. sesaat sebelum menstruasi mulai lagi. dan persalinan.

Cedera pada sfingter ini dapat memperlemah ostium interna dan menyebabkan ostium interna serviks inkompeten. maak serabut otot polos disebut sebagai ikatan hidup. suatu struktur tubular yang terletak di depan rectum dan di belakng kandung kemih dan uretra yang memanjang dari introitus (muara eksterna di vestibulum di antara labia minor / vulva) sampai serviks. tertarik ke atas.5 cm. insiden infeksi vagina meningkat. Kerja sfingter di sekitar ostium serviks interna membantu mepertahankan isi uterus selama hamil. b. Untuk menjadi lebih tipis. penyemporotan cairan ke vagina dalam lingkaran normal tidak diperlukan dan tidak dianjurkan. Saat wanita berdiri. Karena tonjolan serviks ke bagian atas vagina. membuka serviks. Cairan yang terus mengalir dari vagina mempertahnakan kebersihan relative vagina. Vagina Vagina. panjang dinding anterior vagina hanya sekitar 7. E. vagina condong ke arah belakang dank e atas. Apabila pH naik > 5. . kecuali seperempat permukaan anterior bagian bawah. Peritoneum parietalis. suatu membrane serosa yang melapisi seluruh korpus uteri. Miometrium bekerja sebagau suatu kesatuan yang utuh. sedangkan panjang dinding posterior sekitar 9 cm. Struktur miometrium yang memberi kekuatan dan elastisitas merupakan contoh adaptasi dari fungsi : a.menstruasi dari tuba fallopii selama menstruasi. fundus harus berkontraksi dengan dorongan paling besar. Cairan vagina berasal dari traktus genitalia atas dan bawah. Kontraksi serabut otot polos yang saling menjalin dan mengelilingi pembuluh darah ini mengontrol kehilangan darah setelah aborsi atau persalinan. dan mendorong janin ke luar uterus. Vagina merupakan suatu tuba berdinding tipis yang dapat melipat dan mampu meregang secara luas. dimana terdapat kandung kemih dan serviks. Interaksi antara laktobasilus vagina dan glikogen memeprtahankan keasaman. Karena kemampuannya untuk menutup (irigasi) pembuluh darah yang berada di antara serabut tersebut. Oleh karena itu. Cairan sedikit asam.

ovulasi terjadi pada hari ke-14 terhitung sejak hari pertama menstruasi. Siklus menstruasi dikelompokkan menjadi empat fase. arteri vaginalis. Siklus menstruasi sekitar 28 hari. peran hormon dalam perkembangan oogenesis dan perkembangan reproduksi jauh lebih kompleks dibandingkan pada pria. 2. Daerah G (G-spot)adalah daerah di dinding vagina anterior di bawah uretra yang didefinisikan oleh Graefenberg sebagai bagian analog dengan kelenjar prostat pria. a. patokannya adalah adanya peristiwa yang sangat penting. Ovulasi terjadi pada pertengahan siklus (½ n) menstruasi. Vagina merupakan sejumlah kecil sensasi ketika individu terangsang secara seksual dan melakukan koitus dan hanya menimbulkan sedikit nyeri pada tahap kedua persalinan. fase pra-ovulasi. Menstruasi terjadi jika ovum tidak dibuahi oleh sperma.Sejumlah besar suplai darah ke vagina berasal dari cabang-cabang desenden arteri uterus.Siklus menstruasi Menstruasi (haid) adalah pendarahan secara periodik dan siklik dari uterus yang disertai pelepasan endometrium. Untuk periode atau siklus hari pertama menstruasi. yang berkaitan dengan adanya kerjasama antara hipotalamus dan ovarium. . Vagina relative tidak sensitive. Pelepasan ovum yang berupa oosit sekunder dari ovarium disebut ovulasi. yaitu ovulasi. Selama bangkitan seksual. Fungsi dari vagina adalah sebagai organ untuk koitus dan jalan lahir. fase pasca. fase ovulasi. Hasil kerjasama tersebut akan memacu pengeluaran hormon-hormon yang mempengaruhi mekanisme siklus menstruasi. daerah G dapat distimulasi sampai timbul orgasme yang disretai ejakulasi cairan yang sifatnya sama dengan cairan prostat ke dalam uretra. yaitu fase menstruasi. hal ini dikarenakan persarafan pada vagina minimal dan tidak ada ujung saraf khusus. Hormon pada Wanita Pada wanita. Salah satu peran hormon pada wanita dalam proses reproduksi adalah dalam siklus menstruasi.ovulasi. dan arteri pudenda interna. Untuk mempermudah penjelasan mengenai siklus menstruasi.

Fase menstruasi Fase menstruasi terjadi bila ovum tidak dibuahi oleh sperma. Penurunan konsentrasi FSH menyebabkan hipofisis melepaskan LH. hipotalamus mengeluarkan hormon gonadotropin. 4. Pendarahan ini biasanya berlangsung selama lima hari. folikel de Graaf yang ditinggalkan oleh oosit sekunder karena pengaruh LH dan FSH akan berkerut dan berubah menjadi korpus luteum. 2. Folikel primer dan oosit primer akan tumbuh sampai hari ke-14 hingga folikel menjadi matang atau disebut folikel de Graaf dengan ovum di dalamnya. sehingga korpus luteum akan menghentikan produksi hormon estrogen dan progesteron. Peningkatan kadar estrogen selama fase pra-ovulasi menyebabkan reaksi umpan balik negatif atau penghambatan terhadap pelepasan FSH lebih lanjut dari hipofisis. 3. Turunnya kadar estrogen dan progesteron menyebabkan lepasnya ovum dari dinding uterus yang menebal (endometrium). Gonadotropin merangsang hipofisis untuk mengeluarkan FSH. Lendir yang bersifat basa berguna untuk menetralkan sifat asam pada serviks agar lebih mendukung lingkungan hidup sperma. Fase pra-ovulasi Pada fase pra-ovulasi atau akhir siklus menstruasi. folikel juga melepaskan hormon estrogen. Pada saat inilah disebut ovulasi. Adanya estrogen menyebabkan pembentukan kembali (proliferasi) sel-sel penyusun dinding dalam uterus dan endometrium. yaitu saat terjadi pelepasan oosit sekunder dari folikel de Graaf dan siap dibuahi oleh sperma. Adanya FSH merangsang pembentukan folikel primer di dalam ovarium yang mengelilingi satu oosit primer. Fase ovulasi Pada saat mendekati fase ovulasi atau mendekati hari ke-14 terjadi perubahan produksi hormon. sehingga dindingnya menjadi tipis. Korpus luteum tetap memproduksi estrogen (namun tidak sebanyak folikel de Graaf .1. Umunya ovulasi terjadi pada hari ke14. Peluruhan pada endometrium yang mengandung pembuluh darah menyebabkan terjadinya pendarahan pada fase menstruasi. LH merangsang pelepasan oosit sekunder dari folikel de Graaf. Fase pasca-ovulasi Pada fase pasca-ovulasi. Peningkatan konsentrasi estrogen selama pertumbuhan folikel juga mempengaruhi serviks untuk mengeluarkan lendir yang bersifta basa. Lepasnya ovum tersebut menyebabkan endometrium sobek atau meluruh. Selama pertumbuhannya. Volume darah yang dikeluarkan rata-rata sekitar 50mL.

Pada kondisi ini. 2. Akrosin Protease yang dapat menghancurkan glikoprotein pada zona pelusida. pertama-tama sperma harus menembus berlapis-lapis sel granulosa yang melekat di sisi luar oosit sekunder yang disebut korona radiata. Kemudian. Progesteron mendukung kerja estrogen dengan menebalkan dinding dalam uterus atau endometrium dan menumbuhkan pembuluh-pembuluh darah pada endometrium. sehingga konsentrasi estrogen dan progesteron akan menurun. . sebelum sperma dapat memasuki oosit sekunder. sperma juga harus menembus lapisan sesudah korona radiata. bila sekitar hari ke-26 tidak terjadi pembuahan. hipofisis menjadi aktif untuk melepaskan FSH dan selanjutnya LH. Proses pasca-ovulasi ini berlangsung dari hari ke-15 sampai hari ke-28. yaitu zona pelusida. Namun. bagian kromosom mengeluarkan: 1. Hialuronidase Enzim yang dapat melarutkan senyawa hialuronid pada korona radiata. Sperma dapat menembus oosit sekunder karena baik sperma maupun oosit sekunder saling mengeluarkan enzim dan atau senyawa tertentu. korpus luteum akan berubah menjadi korpus albikan. berupa glikoprotein yang membungkus oosit sekunder. Zona pelusida merupakan lapisan di sebelah dalam korona radiata. Progesteron juga merangsang sekresi lendir pada vagina dan pertumbuhan kelenjar susu pada payudara. Korpus albikan memiliki kemampuan produksi estrogen dan progesteron yang rendah. Fertilisasi Fertilisasi atau pembuahan terjadi saat oosit sekunder yang mengandung ovum dibuahi oleh sperma. sehingga fase pasca-ovulasi akan tersambung kembali dengan fase menstruasi berikutnya. Keseluruhan fungsi progesteron (juga estrogen) tersebut berguna untuk menyiapkan penanaman (implantasi) zigot pada uterus bila terjadi pembuahan atau kehamilan. Namun. yaitu progesteron.memproduksi estrogen) dan hormon lainnya. b. sehingga terjadi aktivitas yang saling mendukung. Pada sperma. Fertilisasi umumnya terjadi segera setelah oosit sekunder memasuki oviduk.

Oosit sekunder juga mengeluarkan senyawa tertentu. Sebaliknya. c.3.Segera setelah sperma memasuki oosit sekunder. Kemudian. inti sperma yang mengandung 23 kromosom (haploid) dengan ovum yang mengandung 23 kromosom (haploid) akan bersatu menghasilkan zigot dengan 23 pasang kromosom (2n) atau 46 kromosom. ekor sperma akan berdegenerasi. Antifertilizin Antigen terhadap oosit sekunder sehingga sperma dapat melekat pada oosit sekunder. b. Pada saat satu sperma menembus oosit sekunder. Mengumpulkan sperma di sekeliling oosit sekunder. Adanya penetrasi sperma juga merangsang penyelesaian meiosis II pada inti oosit sekunder . sel-sel granulosit di bagian korteks oosit sekunder mengeluarkan senyawa tertentu yang menyebabkan zona pelusida tidak dapat ditembus oleh sperma lainnya. sehingga dari seluruh proses meiosis I sampai penyelesaian meiosis II dihasilkan tiga badan polar dan satu ovum yang disebut inti oosit sekunder. Mengaktifkan sperma agar bergerak lebih cepat. Menarik sperma secara kemotaksis positif. . yaitu fertilizin yang tersusun dari glikoprotein dengan fungsi : a. inti (nukleus) pada kepala sperma akan membesar.

kematangan sel sperma di tandai dengan mimpi basah pada usia pubertas Pada system reproduksi wanita memiliki vagina dan ovarium untuk menghasilkan ovum. Apabila terjadi pertemuan antara sel sperma dan sel ovum akan terjadi kehamilan yang akan berkembang menjadi janin. Pada reproduksi pria memiliki penis dan kelenjar testis untuk menghasilkan sperma. KESIMPULAN Sistem reproduksi pria dan wanita berbeda. Kematangan sel telur atu ovum ditandai menarche pada usia antara 13-16 tahun.BAB III PENUTUP A. .

Galaxy Puspa Mega. Jakarta. 2004.Sains : Biologi SMP 3. Biologi 2. 2006. 2007. 320. 98. 354-359. Jakarta.349. Ilmu Pengetahuan Alam 3. 86-93. 96. Yudhistira. Biologi 2. Galaxy Puspa Mega.1997. Tim Biologi SMU. 348. Tim IPA SMP/MTs.20. Jakarta Saktiyono. . 15-18. Jakarta. Esis-Penerbit Erlangga.DAFTAR PUSTAKA Kadaryanto et al.339-344.14.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful