P. 1
MULTIPEL ALEL

MULTIPEL ALEL

|Views: 3|Likes:
Published by Candace Hill

More info:

Published by: Candace Hill on Oct 14, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PPT, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/01/2015

pdf

text

original

MULTIPLE ALLELES (ALEL GANDA

1. Terdapat sifat yang diturunkan dari generasi ke generasi berikutnya, yang disebut gen. 2. Gen mempunyai alel yang bersifat dominan dan resesif 3. Setiap sifat yang diturunkan ditentukan gen (genotip), menghasilkan suatu sifat yang tampak (fenotip) 4. Kumpulan gen yang se alel misalnya (RR atau rr) disebut Homozigot, sedangkan kumpulan gen yang tidak se alel (Rr) disebut Heterozigot

• Alel terdapat pada lokus (tempat) tertentu. • Individu dengan genotipe AA, mempunyai alel A, sedang individu aa mempunyai alel a. • Individu Aa memiliki dua macam alel, yaitu A dan a. • Lokus A dapat ditempati oleh sepasang alel, yaitu AA, Aa atau aa, bergantung kepada genotipe individu yang bersangkutan.

Jika kedua alel berbeda.• • Adanya dua alel yang berbeda dalam satu lokus menyebabkan adanya variasi sifat yang diwarisi. alel dominan diekspresikan sepenuhnya dalam penampakan organisme .

.

• Contoh Autosomal-resesif – Albinism – Cystic fibrosis – Phenylketonuria (PKU) – Sickle cell anemia .• Sifat Alel resesif muncul apabila homozigot.

• Contoh Autosomal-dominant.• Sifat alel dominant muncul pada keadaan genotip homozigot atau heterozigot. – Huntington’s Disease – Achondroplasia (dwarfism) – Polydactyly .

tidak ada vareasi • Kurang lebih 30% gen pada manusia bersifat di-allelic (dua alel).• Kurang lebih 70% mono-allelic (satu alel). terlihat dua macam bentuk vareasi • Sangat sedikit poly-allelic mempunyai lebih dari dua alel .

. sehingga lokus tersebut memiliki sederetan alel.Multiple Alleles • Pada suatu lokus tertentu dimungkinkan terdapat lebih dari dua macam alel. • Fenomena semacam ini disebut sebagai alel ganda (multiple alleles).

– Maka. X5. X3. genotipe yang muncul • X1X1. • X1X3. . yang muncul hanya sepasang (dua buah). X2. berapa pun banyaknya alel yang ada pada suatu lokus. • X1X2. • Contoh: Lokus X terdapat alel X1.• Pada individu diploid. • X2X2 dan seterusnya. X4.

Banyaknya macam genotipe = 1/2 n ( n + 1 ) n = banyaknya anggota alel ganda .• Banyaknya alel dapat digunakan untuk memprediksi jumlah vareasi genotipe individu diploid.

3 memperlihatkan konsentrasi relatif pigmen mata yang dihasilkan oleh berbagai macam genotipe homozigot pada lokus w.Alel ganda pada lalat Drosophila • Lokus w pada gen warna mata • Tingkat aktivitas pigmen mata diukur menggunakan spektrofotometer. • Tabel 2. .

0798 w w w w w w w w w w +G sat sat col +s +c +G 0.9895 12.0197 0.0044 0.0324 0.1404 0.0410 0.548 a e a e ch co col +s ch +c .6859 0.1636 0.Genotipe Konsentrasi relatif pigmen mata terhadap pigmen total Genotipe Konsentrasi relatif pigmen mata terhadap pigmen total ww ww ww w w w w co 0.

yaitu – C+  tipe liar – Cch  cincila – Ch  himalayan – C  albino .• Alel ganda pada kelinci • Alel ganda yang mengatur warna bulu.

genotipe heterozigot cchc. • Urutan dominansi c+ > cch > ch > c dengan sifat dominansi penuh. • Sebagai contoh. mempunyai bulu tipe cincila. . disebut juga agouti. ditandai oleh pigmentasi penuh • Cincila ditandai warna bulu kelabu keperak-perakan • Himalayan berwarna putih dengan ujung hitam.• Tipe liar. terutama pada anggota badan • Albino putih dengan warna mata merah.

Multiple Alleles • The example of rabbit _______ hair color. which has at least four different alleles. . (on text pg 273) is seen in these different Rex rabbits.

Alel ganda pada Kelinci .

bersifat kodominan. IB. Landsteiner menemukan lokus sistem darah ABO yang terdiri tiga alel. • Dalam keadaan heterozigot IA dan IB. yaitu IA.Golongan darah sistem ABO • Pada tahun 1900 K. sedang I0 merupakan alel resesif . dan I0.

.Golongan darah sistem ABO • Lokus ABO mengatur tipe glikolipid pada permukaan eritrosit dengan enzim yang mengatalisis pembentukan polisakarida eritrosit. • Antibodi = penangkal terhadap berbagai zat asing (antigen) yang masuk ke dalam tubuh. • Glikolipid eritrosit menjadi penentu reaksi antigenik tehadap antibodi yang terdapat di dalam serum darah.

• Pada transfusi darah kemungkinan terjadi reaksi antigen-antibodi yang mengakibatkan terjadi aglutinasi (penggumpalan) eritrosit .• Secara individual tidak akan terjadi reaksi antigen dan antibodi yang dimilikinya.

Check out the possible genotypes and phenotypes of blood below: Genotypes IAIA or IAi IBIB or IBi IA IB ii Phenotypes Type A Type B Type AB Type O .

.

. Don’t worry about details yet..Multiple alleles ABO blood groups Type A blood transfused into Type B person Type B blood transfused into Type B person OK A medical problem some blood transfusions produce lethal clumping of cells..

Kompatibilitas golongan darah sistem ABO pada transfusi darah Golongan darah Antigen Dalam eritrosit Antibodi dalam serum Eritrosit Yang digumpalkan Golongan darah donor A A anti B B dan AB A dan O B AB O B A dan B - anti A anti A dan anti B A dan AB A. dan O O . B. B. dan AB B dan O A. AB.

Landsteiner dan P. tetapi sepasang alel. • Pengelompokan sistem MN berdasarkan reaksi antigen . yaitu IM dan IN yang bersifat kodominan.Golongan darah sistem MN • K. – Golongan darah M (IMIM) – golongan darah MN (IMIN) – golongan darah N (ININ).Levine (1927) berhasil mengklasifikasi golongan darah sistem MN. . • Terdapat tiga fenotipe yang muncul dari tiga genotip.antibodi • Kontrol gen pada sistem MN tidak berupa alel ganda.

Golongan darah sistem MN Genotipe I MI M IMIN Fenotipe M MN Anti M + + Anti N + I NI N N - + .

Wiener. tetapi juga eritrosit sebagian besar orang kulit putih • Individu memperlihatkan reaksi antigen-antibodi ini disebut Rh positif (Rh+). (1940).S. • Ditemukan oleh K.Sistem darah Rh (resus). • Individu tidak ada reaksi disebut Rh negatif (Rh-). Landsteiner dan A. . • Antibodi yang dihasilkan kelinci tidak hanya menggumpalkan eritrosit kera donor. • Mereka menemukan antibodi dari kelinci yang diimunisasi dengan darah seekor kera (Macaca rhesus).

• Kecuali alel d.A. E. D. E. Fiescher mengajukan hipotesis poligen bahwa kontrol genetik untuk sistem Rh dikendalikan oleh alel ganda • Tiga loki yang mengatur sistem Rh. yaitu antigen C. d.• R. c D.R. tiap alel mempunyai antigen pada eritrosit. dan e. masing-masing sepasang alel. . sehingga ada 6 alel yaitu C. c. Race dan R. dan e.

• Lokus C ada tiga fenotipe – CC (menghasilkan antigen C) – Cc (menghasilkan antigen C dan c) – cc (menghasilkan antigen c) • Lokus E ada tiga fenotipe – EE (menghasilkan antigen E) – Ee (menghasilkan antigen E dan e) – ee (menghasilkan antigen e) .

– D. • Fenotipe D.dan dd dikatakan individu Rh+ dan Rh-. • Keseluruhan kombinasi alel pada ketiga loki 18 macam fenotipe (sembilan Rh+ dan sembilan Rh-).(menghasilkan antigen D) – dd (tidak menghasilkan antigen D).• Lokus D hanya dua macam fenotipe. .

• Bertemunya antibodi Rh (anti D) dari ibu dengan darah janin yang dikandung dapat menyebabkan reaksi aglutinasi • Kemungkinan antibodi Rh (anti D) pada ibu dapat bergerak melintasi plasenta dan menyerang eritrosit janin. • Antibodi Rh mudah melakukannya karena ukuran molekulnya yang relatif kecil .

akan memperoleh imunisasi dari anaknya yang Rh+ • Apabila wanita tersebut mengandung janin Dd secara berturut-turut.• Penyakit faktor Rh terjadi apabila seorang wanita Rh. ibu menghasilkan antibodi anti D . • Pada masa kehamilan ibu Rh.(dd) menikah dengan pria Rh+ (DD) sehingga genotipe anaknya Dd.

. • Anak berikutnya dapat mengalami gejala penyakit eritroblastosis fetalis yang dapat mengakibatkan kematian.• Biasanya pada anak pertama tidak terjadi efek yang merugikan terhadap.

Perkawinan inkompatibel. Perkawinan kompatibel. memungkinkan terjadinya reaksi antigen-antibodi antara ibu dan anak hasil perkawinan tersebut. . tidak memungkinkan terjadi reaksi antigenantibodi antara ibu dan anak hasil dari perkawinan 2.Kompatibiltas golongan darah • Kompatibiltas golongan darah antara suami dan istri dapat dibedakan menjadi dua 1.

.Polygenic Traits • Traits controlled by two or more genes • Show a wide range of phenotypes • The phenotype is produced by the interaction 1 more pair than of ________ of genes.

which means “havingmany _______ genes”. • _____ . skin color. • In humans.Polygenic Traits • These are called polygenic ___________ traits. eye _____ color.

skin color.Polygenic Traits • These are called polygenic ___________ traits. eye _____ color. • In humans. • _____ hair • and _____ color . which means “havingmany _______ genes”.

• _____ hair • and _____ color • are just a few of the many traits controlled __________ by many genes.Polygenic Traits • These are called polygenic ___________ traits. which means “havingmany _______ genes”. • In humans. . eye _____ color. skin color.

determines height the _______ of the person. __________ • The combined size of all body parts from the ______ head to foot.James Bond Height Chart Polygenic Traits • Sometimes the combination of the different genes results in continuous variation of these traits. .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->