You are on page 1of 5

Tugas Rekayasa Lingkungan

Alvina Safitri / 115060700111053

KASUS PENCEMARAN LIMBAH INDUSTRI PENGOLAH KARET PT BUMI NUSA MAKMUR Sekitar bulan Oktober 2011, karena tak tahan dengan bau menyengat limbah pabrik, ratusan warga dari tiga desa di Mojokerto, Jawa Timur mendatangi sebuah pabrik pengolahan karet dan menutup paksa saluran pembuangan limbahnya. Menurut warga mereka sudah melaporkannya ke pihak pabrik namun tak mendapat tanggapan. Bahkan akibat pembuangan limbah itu, sumur-sumur warga ikut tercemar dan tidak bisa digunakan lagi. Dari tiga desa yakni Desa Medali,

Sumolawang dan Kenanten, Mojokerto mendatangi pabrik pengolah karet milik PT Bumi Nusa Makmur yang berlokasi di desa Medali. Mereka langsung melakukan aksi penutupan paksa saluran pembuangan limbah cair pabrik secara permanen, sehingga saluran tempat pembuangan limbah cair tidak dapat digunakan lagi untuk membuang limbah pabrik. Aksi yang dilakukan ini sebagai bentuk kekesalan warga terhadap pabrik yang tidak mengindahkan keluhan warga. Berulang kali warga meminta pabrik untuk segera menutup saluran limbah namun tak pernah ditanggapi. Menurut warga, selain mengeluarkan bau yang tidak sedap, limbah cair pabrik karet juga telah mencemari sumur-sumur warga. Bahkan area persawahan yang berada disekitar lokasi pabrik karet saat ini juga sudah tercemar limbah.

Kasus tersebut dapat diduga bahwa adanya pelanggaran yang telah dilakukan oleh pabrik pengolahan karet milik PT Bumi Nusa Makmur dengan melakukan pembuangan limbah tidak pada tempatnya. Hal ini menyebabkan adanya pencemaran limbah di sekitar daerah dimana tempat industri tersebut dilakukan. Berdasarkan dari dugaan tersebut, perlu adanya tindakan berupa pengawasan terhadap pencemaran lingkungan hidup yang diakibatkan oleh limbah dari pabrik pengolahan karet milik PT Bumi Nusa Makmur oleh pihak yang berwenang.

Pengawasan terhadap kasus pencemaran limbah industri pengolah karet PT Bumi Nusa Makmur dilakukan oleh tim pengendalian pencemaran dan kerusakan lingkungan hidup dari Badan Lingkungan Hidup Kabupaten Mojokerto meliputi 3 macam kegiatan, yaitu: 1. Peninjauan Lapangan Tim pengendalian pencemaran dan kerusakan lingkungan hidup dari Badan Lingkungan Hidup Kabupaten Mojokerto memeriksa peralatan industri yang digunakan pengolah karet PT Bumi Nusa Makmur, diantaranya adalah peralatan yang digunakan dalam memproduksi atau mengolah karet mentah dan perlatan untuk instalansi yang digunakan untuk pengendalian pencemaran atau perusakan lingkungan hidup. Dari hasil tinjauan lapangan Badan Lingkungan Hidup Kabupaten Mojokerto ke PT Bumi Nusa Makmur terdapat beberapa temuan sebagai berikut: a. Dalam aktivitas produksinya PT Bumi Nusa Makmur menghasilkan limbah cair, limbah udara dan gas berupa bau.

1

PT Bumi Nusa Makmur belum melengkapi cerobong dengan lubang sampling serta kelengkapan sampling yang lain sesuai dengan peraturan yang berlaku. Hasil pemeriksaan sampel limbah industri pengolah karet PT Bumi Nusa Makmur dilaboratorium milik Badan Lingkungan Hidup Kabupaten Mojokerto adalah sebagai berikut: 3. Alvina Safitri / 115060700111053 b. Setelah proses pemeriksaan selesai. PT Bumi Nusa Makmur belum melengkapi cerobong dengan lubang sampling serta kelengkapan sampling yang lain sesuai dengan peraturan yang berlaku. tim pengendalian pencemaran dan kerusakan lingkungan hidup dari Badan Lingkungan Hidup Kabupaten Mojokerto telah melakukan pemeriksaan terhadap saluran pembuangan limbah. Memeriksa Instalasi Pada tahap ini. d. 2. Pengambilan Sampel Limbah Pada tahap ini tim pengendalian pencemaran dan kerusakan lingkungan hidup dari Badan Lingkungan Hidup Kabupaten Mojokerto mengambil sampel limbah industri pengolah karet PT Bumi Nusa Makmur untuk diperiksa di laboratorium yang ada di Badan Lingkungan Hidup Kabupaten Mojokerto. baik limbah cair maupun limbah udara yang dihasilkan oleh proses produksi industri pengolah karet PT Bumi Nusa Makmur dengan melihat langsung bagaimana proses saluran pembuangan limbah cair dan udara. 2 .Tugas Rekayasa Lingkungan dan boiler. Sejak awal produksi pada tahun 2010 sampai bulan oktober 2011 PT Bumi Nusa Makmur belum pernah melakukan pengujian limbah cair. Badan Lingkungan Hidup Kabupaten Mojokerto menemukan sebab terjadinya pencemaran limbah cair dan udara adalah sebagai berikut : a. limbah padat dan udara yang dihasilkan dari sisa hasil proses produksi ke laboratorium lingkungan yang ditunjuk Gubernur Jawa Timur sebagaimana Peraturan Daerah Kabupaten Mojokerto Nomor 24 tahun 2006 tentang Pengendalian Pencemaran Lingkungan. Sumber pencemaran udara yang dihasilkan berasal dari cerobong asap pada proses oven c.

Selain itu. TSS dan Amonia limbah cair yang dihasilkan dari hasil produksi pengolahan karet PT Bumi Nusa Makmur melebihi baku mutu limbah cair. TANGGAPAN DAN SOLUSI Dari pemerikasaan tersebut dapat ditarik suatu kesimpulan bahwa kegiatan industri PT Bumi Nusa Makmur telah mencemari lingkungan baik udara maupun air. Hal tersebut dibuktikan dengan adanya bau menyengat dari hasil limbah industri serta dari hasil pemerikasaan limbah untuk parameter COD. Jika kondisi tersebut tidak segera ditangani maka penyakit semakin meradang. Kasus pencemaran lingkungan ini terjadi akibat kurangnya kesadaran dari pihak industri terhadap lingkungan sekitar sehingga pembuangan limbah dilakukan tidak sesuai prosedur serta penegakan hukum oleh pihak yang berwenang juga masih kurang tegas mengenai pengawasan terhadap kegiatan industri berkaitan dengan izin pembangunan pabrik hingga pembuangan limbah pabrik.Tugas Rekayasa Lingkungan Alvina Safitri / 115060700111053 b. Menurut Departemen Kesehatan. Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) milik PT Bumi Nusa Makmur belum sesuai dengan kaidah teknis sehingga limbah tidak terolah dengan baik. Pengaruh hidrokarbon aromatic pada kesehatan manusia dapat terlihat pada tabel dibawah ini. polusi air juga membahayakan biota air maupun penduduk sekitar. HC diudara akan bereaksi dengan bahan-bahan lain dan akan membentuk ikatan baru yang disebut plycyclic aromatic hidrocarbon (PAH) yang banyak dijumpai di daerah industri dan padat lalulintas. kegiatan industri pemrosesan karet berpotensi menimbulkan cemaran dalam bentuk HC (Hidrokarbon). Ditemukan adanya rembesan air dari bak penampungan air limbah yang keluar lokasi perusahaan. Pencemaran oleh industri PT Bumi Nusa Makmur dapat merugikan penduduk sekitar dan menimbulkan dampak negatif bagi lingkungan. c. bahkan dapat merenggut korban jiwa. terjadinya 3 . dampak tersebut dapat berupa: terganggunya kehidupan organisme air karena berkurangnya kandungan oksigen. Terjadi kerusakan pada sarana pengendali pencemaran udara sehingga asap yang keluar dari cerobong oven menimbulkan bau yang menyengat dan meresahkan masyarakat di sekitar industri pengolah karet PT Bumi Nusa Makmur. Dampak dari polusi udara yang ditimbulkan akibat limbah yang dikeluarkan dapat berpengaruh pada sistem pernapasan dan pembuluh darah. Bila PAH ini masuk dalam paru-paru akan menimbulkan luka dan merangsang terbentuknya sel-sel kanker. d.

serta mengacu pada peraturan lingkungan hidup untuk pembuangan limbah dilakukan sesuai prosedur yaitu tidak melebihi baku mutu yang sudah ditetapkan agar tidak membahayakan lingkungan sekitar.Bumi Nusa Makmur melakukan upaya untuk mengolah air limbahnya dengan jalan membuat kolam pengendapan sebanyak 4 buah dan penetralisir sebanyak 2 buah. Seharusnya pembangunan pabrik dilakukan jauh dari pemukiman penduduk. kematian biota kuno seperti: plankton. Pihak pabrik juga perlu memperbaiki kekurangankekurangan yang dimiliki dari hasil evaluasi yang dilakukan dari pantauan Badan Lingkungan Hidup Kabupaten Mojokerto mengenai kegiatan industri pabrik terhadap lingkungan hidup.Tugas Rekayasa Lingkungan Alvina Safitri / 115060700111053 ledakan ganggang dan tumbuhan air.Bumi Nusa Makmur telah merubah ketinggian cerobong udara yang semula 10 meter dengan diameter 50 cm. Untuk penetralisir ditambahkan kaporit dan tawas. c. Dalam jangka panjang mengakibatkan kanker dan kelahiran cacat. Sebagai upaya awal sebelum dilakukan perbaikan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) yang sesuai dengan kaidah teknis. dalam kasus ini adalah Badan Lingkungan Hidup Kabupaten Mojokerto yang secara berkala memantau kegiatan industri yang dilakukan oleh PT Bumi Nusa Makmur. serta dapat mengakibatkan mutasi sel kanker dan leukemia. Selain itu. ikan bahkan burung. PT. ketinggiannya menjadi 12 meter dengan diameter 90 cm b. perlu juga adanya pemantauan oleh pihak terkait. dan menyebabkan perubahan ekologi. 4 . Hasil pengujian limbah cair dari industri PT. perlu adanya seleksi yang ketat mengenai pembangunan pabrik. Perusahaan telah memasang filter pengendali pencemaran udara pada cerobong udara. down stream dan dalam ruang produksi perusahaan semuanya memenuhi baku mutu. kedua belah pihak perlu menjalin kerjasama untuk menjaga lingkungan agar tidak tercemar lagi. Upaya PT Bumi Nusa Makmur terhadap kasus pencemaran akibat kegiatan industri berpacu pada Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor 03 Tahun 2010 Tentang Baku Mutu Air Limbah Bagi Kawasan Industri adalah sebagai berikut: Pengendalian Pencemaran Udara a. Pengendalian pencemaran air a. PT. Jika pabrik ada di kawasan pemukiman penduduk. Hasil pengujian kualitas udara ambien di tiga titik lokasi yaitu up stream. menunjukan efektifitas peningkatan kinerja IPAL dari yang semula 3 parameter yang tidak memenuhi baku mutu menjadi 1 parameter saja yang tidak memenuhi baku mutu yaitu ammonia (NH3-N). pendangkalan dasar perairan. tersumbatnya penyaring reservoir. Untuk tindakan preventif di masa yang akan datang. maka perlu dipantau secara berkala megenai ketersediaan proses saluran pembuangan limbah cair dan udara.Bumi Nusa Makmur yang diujikan pada laboratorium Kualitas Air Jasa Tirta I Mojokerto.

Tugas Rekayasa Lingkungan  Alvina Safitri / 115060700111053 REFERENSI Nizar. (https://www. (Online). Parameter Pencemar Udara dan Dampaknya Terhadap Kesehatan.blogspot.PDF.53217764.go. Yelinda. (www. 2013.com/2013/04/dampak-pencemaran-air. diakses 28 (http://yelindalesmana.bmk.pdf&ei=cLZHUriHOIHTrQekIDgCg&usg=AFQjCNGiggBkfWBLEqrroEsom9hmRfuWjw&bvm=bv. Jurnal Ilmiah. September 2013)   Departemen Kesehatan.ac.id/downloads/Udara.ub.com/url?sa=t&rct=j&q=&esrc=s&source=web&cd=2&cad=rja&ved=0C C0QFjAB&url=http%3A%2F%2Fhukum.html. diakses 29 September 2013) Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor 03 Tahun 2010 Tentang Baku Mutu Air Limbah Bagi Kawasan Industri 5 .id%2Fwpcontent%2Fuploads%2F2013%2F01%2FJurnal-Syamsul-Nizar0910113194.d. diakses 29 September 2013). Dampak Pencemaran Air. 2013.  Lesmana. (Online). Pengawasan Terhadap Pencemaran Lingkungan Oleh Badan Lingkungan Hidup Kabupaten Mojokerto Terkait Kasus Pencemaran Limbah Industri Pengolah Karet PT Bumi Nusa Makmur.depkes. Syamsul.google.