You are on page 1of 82

3

PENGUMPULAN, PENGAWETAN & TRANSFORMASI ZAT ORGANIK DALAM SEDIMEN


Arie Noor Rakhman

Kuliah Geologi Minyak Bumi

LINGKUNGAN PENGENDAPAN ZAT ORGANIK

Kuliah Geologi Minyak Bumi

Proses pembentukan minyak bumi terdiri dari tiga tingkat, yaitu


1. Pembentukan sendiri, terdiri dari: - pengumpulan zat organik dalam sedimen - pengawetan zat organik dalam sedimen - transformasi zat organik menjadi minyak bumi. 2. Migrasi minyak bumi yang terbentuk dan tersebar di dalam lapisansedimen terperangkap. 3. Akumulasi tetes minyak yang tersebar dalam lapisan sedimen hingga berkumpil menjadi akumulasi komersial.
Kuliah Geologi Minyak Bumi 3

Pembentukan sendiri
Pembentukan minyakbumi memerlukan lingkungan pengendapan dengan kriteria:
Teronggoknya zat organik Dapat memberikan kadar zat organik yang tinggi Adanya kesempatan untuk mengawetkannya

Kuliah Geologi Minyak Bumi

Contoh organik matter: The Silurian 443 to 417 Million Years Ago

Kuliah Geologi Minyak Bumi

Syarat lingkungan pengendapan


Lingkungan pengendapan dimana kehidupan berkembang secara baik zat organik terkumpul dengan banyak sekali Pengendapan sedimen yang berlangsung sedemikian cepatnya, terutama yang halus, sehingga zat organik yang telah terkumpul dapat diawetkan dan tidak hilang oleh pembusukan ataupun oksidasi. Lingkungan berada dalam keadaan reduksi, dimana tidak terdapat sirkulasi air yang cepat sehingga oksigen tidak ada zat organik terawetkan
Kuliah Geologi Minyak Bumi 6

Akumulasi Sedimen

Kuliah Geologi Minyak Bumi

Karakter Lingkungan Pengendapan


Lingkungan pengendapan zat organik: Daerah Pantai dan Mulut Sungai Daerah Munculnya Arus Laut Dalam Lingkungan Sedimentasi Cepat

Kuliah Geologi Minyak Bumi

Lingkungan Pengendapan

Kuliah Geologi Minyak Bumi

Daerah Pantai dan Mulut Sungai

Kuliah Geologi Minyak Bumi

10

Kuliah Geologi Minyak Bumi

11

Daerah Pantai dan Mulut Sungai


Moore (1969): Kehidupan yang berlangsung dengan subur dan pengendapan yang cepat, terutama terdapat di daerah pantai dan mulut sungai. Perairan pantai biasanya memproduksi 50 kali lebih banyak zat organik daripada laut terbuka, terutama daerah muara. Terjadi pengembangan organisme yang sangat cepat, yang kemudian juga mati secara cepat dan dengan demikian teronggoklah zat organik tersebut.
Kuliah Geologi Minyak Bumi 12

Daerah Munculnya Arus Laut Dalam

Kuliah Geologi Minyak Bumi

13

Lingkungan Batimetri

Kuliah Geologi Minyak Bumi

14

Zona Batimetri

Kuliah Geologi Minyak Bumi

15

Arus laut dapat terjadi di samudera luas yang bergerak melintasi samudera (ocean currents), maupun terjadi di perairan pesisir (coastal currents).

Kuliah Geologi Minyak Bumi

16

Faktor utama yang mengendalikan gerakan massa air laut di kedalaman samudera adalah densitas air laut perbedaan temperatur dan salinitas air laut (sirkulasi termohalin (thermohaline circulation). Perbedaan densitas diantara dua massa air laut yang berdampingan menyebabkan gerakan vertikal air laut gerakan massa air laut-dalam (deep-water masses) yang bergerak melintasi samudera secara perlahan mempengaruhi sirkulasi permukaan.

Kuliah Geologi Minyak Bumi

17

Daerah Munculnya Arus Laut Dalam


Daerah yang sangat kaya zat organik pemunculan air dari dasar laut ke permukaan (upwelling currents) Aliran membawa air dingin dari kedalaman yang sangat besar naik ke permukaan membawa banyak zat makanan (sumber zat organik: jasad mati) pengembangan yang cepat dari organisme blooming Blooming air laut berubah warna biru, merah, hijau
Kuliah Geologi Minyak Bumi 18

Blooming
Beberapa contoh lokasi blooming:
Pantai Barat USA (Washington) diatomea berkembang cepat terakumulasi masa yang sangat besar beberapa hari Lautan Jepang (Agustus & September) permukaan seperti minyak yang sangat luas pertumbuhan yang sangat cepat dari diatomea pelagik Laut Azof (September & Desember) ganggang berkembang cepat memberi warna coklat tua, berbau rawa-rawa

Kuliah Geologi Minyak Bumi

19

Blooming Alga

Kuliah Geologi Minyak Bumi

20

Pengaruh lain Blooming


Plankton berkembang secara cepat menghasilkan zat beracun mematikan banyak ikan bangkai ikan tenggelam di dasar laut, terkumpul di pantai Lokasi: Pantai Selatan Pulau Jawa, Pantai Barat Afrika Brongersma-Sanders (1951): fenomena tsb sering terjadi di daerah arus dalam yang muncul ke permukaan yang mengakibatkan terjadinya produksi organik yang abnormal tinggi, terutama plankton.

Kuliah Geologi Minyak Bumi

21

Saprofel
Blooming produksi organik yang abnormal tinggi jaringan yang mati jatuh pada dasar laut membentuk suatu zat saprofel. Zat saprofel: suatu zat organik yang setengah membusuk dan terutama terdiri dari sisa-sisa binatang dan tumbuh-tumbuhan laut yang terakumulasi pada dasar laut Ciri saprofel terbentuk di cekungan yang anaerob
Kuliah Geologi Minyak Bumi 22

Black Sea Sediments Contact: Holger Lueschen, Institut fr Chemie und Biologie des Meeres, 26111 Oldenburg, Germany e-mail: h.lueschen@icbm.de

Kuliah Geologi Minyak Bumi

23

Photograph of typical dark coloured sapropel surrounded by light brown (above) and grey pelagic sediment (below) for core ABC26. Sapropel S1 is the most recent eastern Mediterranean sapropel formed between 6 and 9 ky BP). MB = the Mn-Marker Bed, which is the Mn-enrichment that marks the top of the original sapropel

Kuliah Geologi Minyak Bumi

24

Lingkungan Sedimentasi Cepat

Kuliah Geologi Minyak Bumi

25

Lingkungan Sedimentasi Cepat


Ditinjau dari segi sedimentasi yang sangat cepat, maka sebetulnya daerah pantai dan daerah deltalah yang cocok untuk pengumpulan zat organik. Sedimen yang dibawa dari dataran mula-mula diendapkan di mulut sungai, dalam bentuk delta dan oleh arus sepanjang pantai (longshorecurrents) disebarkan di sepanjang pantai. Palung dapat dikatakan sebagai tempat sedimentasi yang paling cepat, sistem aliran turbid
Kuliah Geologi Minyak Bumi 26

Geosinklin
Ideogeosincline cekungan sedimen yang karena penurunan daripada dasarnya, sedimentasi relatif agak cepat sehingga diendapkan sedimen yang sangat tebal (Umbgrove, 1935) = Miogeosyncline (Marshall Kay, 1950) pengisian material oleh delta yang maju secara cepat (mengisi lautan dangkal) Pengendapan sedimen palung dalam oleh arus turbid geosincline yang sebenarnya
Kuliah Geologi Minyak Bumi 27

LINGKUNGAN PENGAWETAN ZAT ORGANIK

Kuliah Geologi Minyak Bumi

28

Cekungan Euxinic
Kondisi untuk terjadinya pengawetan zat organik ialah tidak banyak adanya oksigen. Cekungan terbatas dengan sirkulasi fluida yang kurang sehingga oksidasi tidak akan terjadi Cekungan dengan ambang di bawah alas gelombang pada mulutnya terhadap laut terbuka sehingga tidak terjadi sirkulasi udara sama sekali segala sesuatu menjadi berbau busuk, Di bagian atasnya terjadi sirkulasi udara dan berkembang organisme.
Kuliah Geologi Minyak Bumi 29

Sedimentasi Cekungan

Kuliah Geologi Minyak Bumi

30

Penampang cekungan euxinic


Ambang
Laut Terbuka
Kehidupan organisme subur - Zona sirkulasi zat asam

Alas gelombang efektif

hujan zat organik

Daerah reduksi kuat H2S Endapan lumpur hitam bau busuk (Sapropel)

Kuliah Geologi Minyak Bumi

31

Cekungan Euxinic
Zat yang berbau busuk membentuk sediemn berwarna hitam & sangat kaya akan zat organik dan membentuk saprofel Saprofel dibentuk karena reduksi kuat yang membentuk H2S dan sewaktu-waktu muncul pada permukaan untuk membunuh kehidupan yang terdapat di permukaan laut akan menambah zat organik yang terakumulasi di dasar cekungan. Keberadaan H2S sering terjadi pirit authigenesa dalam serpih hitam
Kuliah Geologi Minyak Bumi 32

Cekungan Euxinic
Contoh cekungan yang terbatas Laut Hitam, Fyord di Norwegia, Laut Merah, Teluk Gorontalo Pengumpulan zat organik yang sedemikian banyak dan dalam kondisi reduksi kuat pembentukan kerogen sumber minyakbumi berasosiasi pembentukan evaporit
Kuliah Geologi Minyak Bumi 33

Kuliah Geologi Minyak Bumi

34

Kuliah Geologi Minyak Bumi

35

Lingkungan Terumbu

Kuliah Geologi Minyak Bumi

36

Lingkungan Pengumpul Zat Organik


Kadar zat organik dalam suatu terumbu koral dapat berkisar 4 8% dari masa total. Terumbu adalah suatu masa gamping yang dibangun oleh organisme yang mengeluarkan kapus dan biasanya bersifat koloni yang berkerangka Kerangka yang dibentuk potensial bertahan terhadap gelombang barrier
Kuliah Geologi Minyak Bumi 37

Organisme Terumbu

Kuliah Geologi Minyak Bumi

38

Lingkungan terumbu pembentuk minyakbumi


1. Di belakang terumbu, dalam laguna cekungan tertutup 2. Di muka terumbu, dalam lingkungan dasar yang euxinic 3. Sumber zat organik di dalam terumbu itu sendiri (in situ) bioherm atau terumbu koral, sebagai tempat ideal untuk pertumbuhan, kematian, serta akumulasi berbagai jenis organisme
Kuliah Geologi Minyak Bumi 39

Lingkungan pengendapan batuan karbonat

Kuliah Geologi Minyak Bumi

40

Prospek Minyakbumi pada Terumbu


Keberadaan organisme yang melimpah pada terumbu belum menjamin tersedianya zat organik yang cukup untuk dapat terbentuknya minyakbumi Terumbu merupakan daerah dengan sirkulasi udara yang baik binatang pemakan bangkai dapat hidup subur menghalangi proses pengawetan zat organik yang mati Keberadaan bakteri aerob menghabiskan zat organik yang disisakan oleh binatang pemakan bangkai
Kuliah Geologi Minyak Bumi 41

Lingkungan Darat: Danau

Kuliah Geologi Minyak Bumi

42

Sedimen danau kaya zat organik


Danau Porchantrain, Louisiana, USA kadar organik 40% Danau Maracaibo, Venezuela kaya minyakbumi Cekungan Uinta, Colorado & Utah Formasi Green River (Eosen) 80% kaya zat organik membentuk kerogen destilasi destruktif menghasilkan minyakbumi
Kuliah Geologi Minyak Bumi 43

Faktor Pengontrol
Sedimentasi sangat cepat membentuk delta sungai Di tengah danau terdapat suatu daerah anaerob yang sangat dalam sedimen berwarna hitam, ketebalan beberapa inchi, sangat berbau hidrogensulfida berlapis makin ke tengah danau, kadar organik meningkat (<<5%) pola mengikuti penyebaran kekurangan oksigen dipengaruhi kecepatan sedimentasi yang lebih besar
Kuliah Geologi Minyak Bumi 44

Sapropels are bottom sediments of fresh water lakes (lake silt). In general terms sapropel is caustobiolith, same as combustible natural resources: solid (coal), liquid (petrol) and gaseous (methane) all of them originated from remains of vegitative and animal origin.

Kuliah Geologi Minyak Bumi

45

Mekanisme pembentukan
Di lapisan atasnya terdapat air yang relatif lebih tawar organisme berkembang dengan baik Organisme mati mengendap ke dalam daerah anaerob yang tidak dihuni pemakan bangkai penguraian dilakukan bakteri anaerob secara lambat kerogen Kerogen mungkin tidak dianggap mempunyai hubungan dengan minyakbumi namun kenyataan: Cekungan Uinta kaya minyakbumi
Kuliah Geologi Minyak Bumi 46

Resume Lingkungan Danau


Terdapatnya pengumpulan serta pengawetan zat organik secara banyak disebabkan oleh:
Kecepatan sedimentasi yang sangat tinggi Keadaan anaerob

Danau airtawar dapat menghasilkan batuan induk minyakbumi minyakbumi dengan kadar lilin tinggi terutama didapatkan dalam urutan stratigrafi tertentu (sebagai endapan danau)
Kuliah Geologi Minyak Bumi 47

Cekungan di daerah Kutub ?


Dari 140 danau sub-glacial di bumi, Vostok adalah yang terbesar dan terdalam, dengan kedalaman maksimum 1000 meter (2.950 ft). Di bawah Rusia Vostok Station, 13.000 kaki di bawah permukaan lapisan es Antartika pusat, danau ini mungkin danau yang paling murni di Bumi.

Suhu rata-rata air -3 C dan alasan mengapa danau ini masih cair di bawah titik beku adalah adanya pengaruh tekanan tinggi dari berat es di atasnya. Para ilmuwan juga menemukan bahwa inti es mungkin berumur 420.000 tahun, yang berarti bahwa danau tersebut terselimuti selama lebih dari 500.000.
Kuliah Geologi Minyak Bumi 48

ULASAN

Kuliah Geologi Minyak Bumi

49

Ulasan
1. Lingkungan pembentukan zat induk minyakbumi sangat beraneka macam lingkungan lautan maupun lingkungan darat 2. Syarat lingkungan yang baik untuk terdapatnya kehidupan dan pertumbuhan yang banyak dan juga pengawetan zat organik a. Banyaknya cahaya matahari b. Adanya cukup zat makanan c. Pengawetan oleh pengukuran yang cepat dalam sedimen halus
Kuliah Geologi Minyak Bumi 50

Ulasan
3. Lokasi lingkungan pembentukan minyakbumi misalnya di daerah dekat pantai dan di dalam cekungan daratan 4. Di antara lingkungan tersebut terdapat situasi dimana yang satu lebih menguntungkan daripada yang lain:
a. Sungai besar yang membawa zat makanan dari dataran dan sedimen halus dari laut menghasilkan delta yang sangat baik untuk pertumbuhan dan pengawetan zat organik
Kuliah Geologi Minyak Bumi 51

Ulasan
b. Cekungan yang setengah tertutup dengan suatu ambang, merupakan daerah yang sangat baik untuk pengumpulan dan pengawetan zat organik c. Suatu kasus istimewa dari cekungan evaporit yang terhalang dari laut terbuka dimana kebanyakan cadangan minyakbumi rupanya berasosiasi secara genetika d. Cadangan minyakbumi yang besar didapatkan dalam reservoir karbonat yang menyerupai terumbu yang juga sebagian berasal dari lingkungan yang setengah tertutup e. Danau dataran merupakan suatu keadaan yang tidak jauh berbeda dengan keadaan yang telah dikemukakan di atas.
Kuliah Geologi Minyak Bumi 52

Ulasan
5. Pada umumnya, sedimen apapun selalu ada zat organik, dengan demikian secara potensial segala macam sedimen mempunyai potensi sebagai sumber minyakbumi

Kuliah Geologi Minyak Bumi

53

KADAR ZAT ORGANIK DALAM SEDIMEN DAN BATUAN SEDIMEN

Kuliah Geologi Minyak Bumi

54

Sedimen Resen
Apakah zat organik yang terkandung dalam sedimen Resen ataupun dalam batuan sedimen cukup banyak dan cukup berarti untuk terbentuknya akumulasi minyakbumi? Penyelidikan Parker Trask (1926, 1939) lebih dari 35.000 contoh sedimen Resen dari beberapa tempat di laut ataupun estuari dan nernagai macam lingkungan pengendapan di seluruh dunia, diperoleh hasil:
Kuliah Geologi Minyak Bumi 55

Parker Trask (1926, 1939)


1. Kadar organik sedimen sangat dipengaruhi oleh konfigurasi laut. Endapan dalam cekungan tertutup mengandung lebih banyak zat organik daripada punggungan serta lereng-lereng yang ada di dekatnya 2. Kadar organik sedimen meningkat dengan halusnya tekstur. Lempung mengandung kira-kira 2X lebih banyak zat organik daripada lanau dan selanjutnya lanau mengandung 2X lebih banyak zat organik daripada pasir halus.
Kuliah Geologi Minyak Bumi 56

Parker Trask (1926, 1939)


3. Kadar organik sedimen halus dapat berkisar besar sekali dalam jarak beberapa kilometer saja, tanpa memperlihatkan perubahan mikroskopik dalam tekstur endapannya. 4. Kadar organik sedimen laut yang khas, bervariasi secara kasar dengan jumlah plakton yang terdapat pada permukaan air laut. Tetapi dalam endapan lingkungan dangkal dan estuari kadarnya sangat tergantung pada tumbuh-tumbuhan dan zat organik berasal dari persediaan plakton yang terbawa dan tersangkut di situ.
Kuliah Geologi Minyak Bumi 57

Parker Trask (1926, 1939)


5. Sedimen dekat pantai mengandung lebih banyak zat organik daripada endapan samudra terbuka. 6. Kadar organik di daerah pemunculan airlaut-dalam ke permukaan sangatlah besar. 7. Zat organik yang terdapat dalam batuan sedimen terutama adalah pirobitumina atau kerogen. Kerogen adalah suatu zat kompleks yang tahan berupa senyawa hidrokarbon yang juga mengandung oksigen (Hunt, dkk. , 1958; Phillipi, 1957).
Kuliah Geologi Minyak Bumi 58

Penyelidikan lainnya
Litologi berpengaruh terhadap kadar zat organik. Semua jenis batuan sedimen mengandung zat organik, yang paling banyak yaitu: di dalam batuan serpih dan gamping (Hunt & Jamieson, 1958). Makin gelap warna batuan sedimen terutama batuan serpih, kadar zat organiknya makin tinggi (Patnode, 1941)
Kuliah Geologi Minyak Bumi 59

Penyelidikan lainnya
Tidak ditemukan adanya suatu stadium peralihan antara zat organik dengan minyakbumi. Kerogen tidaklah dapat dianggap sebagai zat peralihan karena kerogen hanya dapat terurai menjadi minyakbumi pada temperatur yang sangat tinggi (Parker Trask, 1932)

Kuliah Geologi Minyak Bumi

60

PROSES TRANSFORMASI ZAT ORGANIK - MINYAKBUMI

Kuliah Geologi Minyak Bumi

61

Pertanyaan:
Kalau kita percaya bahwa zat organik merupakan sumber minyakbumi, timbullah pertanyaan bagaimana proses perubahannya terjadi? Melihat perbedaan azasi antara zat organik dan minyakbumi, proses ini meliputi: 1. HIDROGENISASI. Darimana asal hidrogen untuk proses ini ? 2. DEKARBOXILASI ATAU DEOXIGENASI. Ke mana larinya karboxil atau oksigen? 3. PERUBAHAN OKSIGEN. Perubahan ini merupakan perubahan dari tingkatan termodinamika energi tinggi ke energi rendah
Kuliah Geologi Minyak Bumi 62

Proses Transformasi
Ada beberapa pendapat mengenai proses transformasi zat organik minyakbumi: 1. Degradasi Termal 2. Reaksi Katalis 3. Radioaktivitas 4. Aktivitas Bakteri (Mikrobiokimia) 5. Tanpa suatu proses tertentu
Kuliah Geologi Minyak Bumi 63

1. DEGRADASI TERMAL
Kalau sedimen menjalani penimbunan dan pembebanan, maka tekanan dan temperatur akan meningkat Pengaruh tekanan tidak seberapa besar. Temperatur merupakan faktor penting. Percobaan pemanasan kerogen berhasil membentuk minyakbumi, dengan temperatur sangat tinggi (400 C)
Kuliah Geologi Minyak Bumi 64

DEGRADASI TERMAL
Proses transformasi merupakan degradasi termal yang mencakup dekarboxilasi Diperhitungkan bahwa faktor temperatur tinggi dapat diganti dengan faktor waktu persamaan Arrhenius: temperatur 50-180 dekarboxilasi memerlukan 1 juta tahun Proses cracking untuk membentuk hidrokarbon molekul rendah memerlukan 100 juta tahun pada temperatur 100 160 Teori degradasi termal banyak dianut para ahli geokimia diterima lebih luas dan diterapkan langsung dalam explorasi
Kuliah Geologi Minyak Bumi 65

Evolusi termal material organik


Proses perubahan material organik menjadi kerogen dan kemudian minyak dan gas bumi terbagi dalam tiga tahapan yaitu: Diagenesis, Katagenesis dan Metagenesis.
Kuliah Geologi Minyak Bumi 66

Diagenesis
Proses diagenesis material organik yang diakibatkan oleh proses biologis lebih dominan terjadi dalam sedimen yang baru terendapkan (recently deposited) dan biasa terjadi pada kedalaman hingga 2 km serta temperatur maksimal 75 C

Kuliah Geologi Minyak Bumi

67

Katagenesis
Pada proses diagenesis, yang terjadi adalah proses kondesasi pembentukan makromolekul yang kompleks (kerogen) dari bahan pembentuknya yang lebih sederhana. Sebaliknya pada proses katagenesis ini makromolekul yang kompleks terurai menjadi molekul yang lebih sederhana yang lebih kaya akan hidrogen. Fasa yang kaya akan hidrogen ini bersifat mobile dan dapat bermigrasi keluar dari batuan sumber.

Kuliah Geologi Minyak Bumi

68

Perbedaan lain dengan diagenesis adalah proses katagenesis ini merupakan proses fisik yang dipengaruhi oleh tekanan dan temperatur. Katagenesis terjadi pada rentang kedalaman 3-4 km dengan kisaran temperatur sekitar 50150 C dan tekanan sebesar 300 sampai 1500 bar.
Kuliah Geologi Minyak Bumi 69

Pada pengaruh lingkungan ini, kerogen akan semakin terkompaksi (memadat) dan molekulnya mengatur ulang menjadi lebih rapat dan teratur. Pada proses ini atom-atom O, N dan S dalam bentuk gugus fungsi karbonil, karboksil, ester dan amina juga tereliminasi dari molekul kerogen. Secara keseluruhan, kerogen mengalami penurunan rasio H/C yang lebih besar dibanding penurunan rasio O/C akibat pembebasan hidrokarbon, sebagaimana terlihat pada diagram van Krevelen.
Kuliah Geologi Minyak Bumi 70

Diagram van Krevelen. Tanda panah menunjukkan arah evolusi komposisi material organik selama proses diagenesis dan pematangan termal (katagenesis dan metagenesis)

Kuliah Geologi Minyak Bumi

71

Pembentukan hidrokarbon sebagai fungsi terhadap kedalaman dan temperatur. Komposisi hidrokarbon yang terbentuk terlihat pada grafik di sebelah kanan

Kuliah Geologi Minyak Bumi

72

Metagenesis
Pada temperatur yang lebih tinggi proses pembentukan minyak telah berhenti dan ikatan C-C terputus dalam proses yang disebut cracking. Pada proses ini, molekul yang terbentuk dari pemutusan hidrokarbon tersebut adalah CH4 (metana) atau gas kering (dry gas) dan residual kerogen (C, grafit) seperti terlihat pada gambar di bawah. Proses ini terjadi pada temperatur di atas 150 C.
Kuliah Geologi Minyak Bumi 73

Proses pematangan kerogen hingga pembentukan metana dan residual kerogen

Kuliah Geologi Minyak Bumi

74

Sumber Pustaka
Durand, B., A history of organic geochemistry, Oil & Gas Science and Technology, vol. 58 no. 2, p.203 231 (2003) Hunt, J. M., et.al., Early developments in organic geochemistry, Organic Geochemistry vol.33, p.10251062 (2002) White, W. M., Geochemistry (1998) Tissot, B. P., Welte, D. H., Petroleum formation and occurrence, New York Springer Verlag (1984)

Kuliah Geologi Minyak Bumi

75

2. REAKSI KATALIS
Sesuai dengan yang berlangsung di dalam kilang minyak, cracking terjadi pada temperatur rendah danberjalan lebih cepat apabila menggunakan lempung sebagai katalisator (asam silikat) Pemodelan Brooks, 1954 Pemodelan disanggah Landes (1959): kontak langsung tidak terjadi antara zat-zat bersangkutan, dikarenakan adanya selaput air yang menghalangi.
Kuliah Geologi Minyak Bumi 76

Cracking
Cracking adalah penguraian molekul-molekul senyawa hidrokarbon yang besar menjadi molekulmolekul senyawa hidrokarbon yang kecil. Contoh cracking ini adalah pengolahan minyak solar atau minyak tanah menjadi bensin. Proses ini terutama ditujukan untuk memperbaiki kualitas dan perolehan fraksi gasolin (bensin). Kualitas gasolin sangat ditentukan oleh sifat anti knock (ketukan) yang dinyatakan dalam bilangan oktan.
Kuliah Geologi Minyak Bumi 77

Kuliah Geologi Minyak Bumi

78

3. REAKSI RADIOAKTIVITAS
Sumber radioaktif cukup banyak terdapat dalam formasi: U, Th dan K40 Terutama paling banyak: K40 Serpih biasanya mengandung lebih banyak zat radioaktif, terutama serpih hitam. Hal ini diterapkan pada log radioaktivitas Perlu disebandingkan dengan metode lain: adanya serpih hitam yang tak kaya minyak, akan tetapi mengandung banyak pirobitumina; serpih hitam kaya zat radioaktif.
Kuliah Geologi Minyak Bumi 79

4. AKTIVITAS BAKTERI (MIKROBIOKIMIA)


Bakteri mempunyai potensi besar dalam proses pembengtukan hidrokarbon minyakbumi dan memegang peranan besar dari sejak matinya zat organik sampai pada waktu diagenesa (Zobell, 1945) Bakteri menimbulkan dan mengintensifkan lingkungan yang mereduksi, sehingga setidaktidaknya menyiapkan milieu terbentuknya minyakbumi (Welte, 1964) Bakteri diketahui ditemukan pada kedalaman ribuan meter di bawah permukaan.
Kuliah Geologi Minyak Bumi 80

5. TANPA SESUATU PROSES TERTENTU


1. Organisme membentuk hidrokarbon sebagai bagian dari proses metabolisme dalam siklus hidupnya yang normal (Levorsen, 1958). 2. Hidrokarbon ini jika terkumpul akan cukup banyak menjadi cadangan minyakbumi juga minyakbumi dari rembesan dari zaman-zaman yang lampau mungkin diendapkan kembali, dan menambah cadangan yang telah ada (Meinschein, 1959, 1961 & Baker, 1969).
Kuliah Geologi Minyak Bumi 81

3. Zat-zat yang menyerupai minyakbumi telah ada dalam zat organik dan hanya membutuhkan sedikit modifikasi untuk berubah menjadi minyakbumi Catatan kerja: HAL ITU HANYA MERUPAKAN SEBAGIAN SAJA DARI CARA PEMBENTUKAN MINYAKBUMI
Kuliah Geologi Minyak Bumi 82