STRATEGI PERUBAHAN SOSIAL

   

Tim Presentasi Inggar Saputra Jaenal Arif Ikhsan Dani Irawan

FACTORS INFLUENCING STRATEGY DEVELOPMENT


Goals : Mutuality of Goals Between change agency and change target Change Target : Appraisal of change target system by change agent Resources : Change target, change agency and other’s resources available for initiating change Constraints and Opportunities: Constraints and opportunities associated with change agency

Goals : Change Target :Is there a felt need  Resources : Constraints and Opportunities :Constraints and opportunities associated with change target

Goals : Magnitude of change Intended  Change Target :What motivates felt need  Resources :Resources for sustaining change  Constraints and Opportunities :

Goals :Timetable  Change Target :Can Change target system be segmented  Resources :  Constraints and Opportunities :Constraints and opportunities inherent in goals’s being pursued

Goals :Selection of strategy and tactics  Change Target :  Resources :Conversion of resources into social energy  Constraints and Opportunities :

Goals :  Change Target :Sources and nature of anticipated resistance  Resources :  Constraints and Opportunities :Constraints and opportunities inherent in strategies and tactics being pursued

T GROUP

Salah satu alat yang paling efektif yang tersedia untuk mendorong perubahan setdakanya dalamjangka pendek pada sebuah individu adalah T Group

PENGERTIAN T GROUP

T Group adalah pengalaman kelompok dirancang untuk memberikan kesempatan maksimum yang mungkin bagi individu untuk mengekspos perilaku mereka, memberi dan menerima umpan balik, bereksperimen dengan perilaku baru, dan mengembangkan kesadaran abadi dan penerimaan diri dan orang lain. Kelompok T, ketika efektif, juga menyediakan individu dengan kesempatan untuk mempelajari sifat fungsi kelompok yang efektif. Mereka mampu belajar bagaimana mengembangkan sebuah kelompok yang mencapai tujuan tertentu dengan biaya manusia minimum yang mungkin.

LANJUTAN ….
T Group menjadi pengalaman belajar yang paling mendekati nilai-nilai laboratorium mengenai penggunaan kepemimpinan. hadiah, hukuman, dan informasi dalam pengembangan kelompok efektifitas.  Hal ini pada kelompok T yang kita belajar bagaimana untuk mendiagnosa perilakunya sendiri, untuk mengembangkan perilaku kepemimpinan yang efektif dan norma untuk pengambilan keputusan yang benar-benar melindungi "wild duck"

PANDANGAN AHLI

1. 2.

3.

Dalam pandangan Kelman, sangat penting untuk membedakan antara dua fase perubahan perilaku.Pertama adalah fase di mana seseorang dibujuk untuk mengadopsi perilaku baru, yang kedua adalah fase di mana perilaku baru ditransfer ke situasi di luar yang di mana itu pertama kali diperoleh. Kelman (1958,1961) telah menunjukkan bahwa perilaku orang dapat diubah dengan cara tiga proses yang berbeda tergantung pada mana yang orientasi motivasional pengaruh agen mengarahkan dirinya dan metode yang dia gunakan. Tiga proses tersebut adalah : Complience Identification Internalization

PROPAGANDA
Propaganda merupakan salah satu strategi ajakan (persuasive strategy) yang cukup populer.  Berasal dari bahasa Latin yaitu propagare, yang berarti seorang tukang kebun mereproduksi tanaman baru yang akan tumbuh kemudian atau bisa diartikan dengan mengembangkan/ memekarkan.  Dalam kamus Oxford, Propaganda adalah sebuah perkumpulan atau rencana untuk menyebarkan doktrin atau perbuatan.

PENGERTIAN PROPAGANDA

Leonard W. Doob, sebagai pakar opini publik, menyatakan bahwa propaganda merupakan usaha-usaha yang dilakukan oleh individu-individu yang berkepentingan untuk mengontrol sikap kelompok termasuk dengan cara menggunakan sugesti, sehingga berakibat menjadi kontrol terhadap kegiatan kelompok tersebut. Untuk dunia pendidikan, Doob menyarankan bahwa objektivitas karya ilmiah sangat dibutuhkan pada saat itu, sedangkan propaganda adalah usaha untuk mengontrol sikap manusia. Jozef Goebbels, Menteri Propaganda Nazi di zaman Hitler, mengatakan: "Sebarkan kebohongan berulang-ulang kepada publik. Kebohongan yang diulang-ulang, akan membuat publik menjadi percaya." Tentang kebohongan ini, Goebbels juga mengajarkan bahwa kebohongan yang paling besar ialah kebenaran yang diubah sedikit saja

SEJARAH PROPAGANDA

Propaganda sudah ada sejak awal terdokumentasinya sejarah manusia. Inskrpsi Behistun (515 SM) yang menggambarkan kenaikan Darius I ke tahta Persia merupakan contoh propaganda awal. Arthashastra yang ditulis oleh Chanakya (350 - 283 SM), profesor di Universitas Takshashila, membahas propaganda secara detail, termasuk cara menyebarkan propaganda dan pemakaiannya dalam peperangan. Muridnya, Chandragupta Maurya (340 - 293 SM), menggunakan cara-cara ini untuk mendirikan dan menjadi pemimpin Kekaisaran Maurya.[4] Tulisan karya penulis Romawi Kuno seperti Livy (59 SM - 17 M) dianggap propaganda pro-Romawi yang hebat. Contoh lain adalah The War of the Irish with the Foreigners abad ke-12, oleh para Dál gCais yang menggambarkan mereka sebagai penguasa sejati Irlandia. Pada abad ke-17 Gereja Katolik Roma mendirikan the congregation de propaganda (sebuah usaha untuk mempropagandakan kepercayaan tersebut).

Pada abad 21, propaganda mengalami pergeseran makna menjadi sebuah isu yang jahat, kebohongan dan berdasarkan kepentingan sekelompok orang untuk memanipulasi. Propaganda kadang menyampaikan pesan yang benar, namun seringkali menyesatkan dimana umumnya isi propaganda hanya menyampaikan fakta-fakta pilihan yang dapat menghasilkan pengaruh tertentu, atau lebih menghasilkan reaksi emosional daripada reaksi rasional. Tujuannya adalah untuk mengubah pikiran kognitif narasi subjek dalam kelompok sasaran untuk kepentingan tertentu.

KOMPONEN PROPAGANDA


  

Pihak yang menyebarkan pesan, berupa komunikator, atau orang yang dilembagakan/lembaga yang menyampaikan pesan dengan isi dan tujuan tertentu. Komunikan atau target penerima pesan yang diharapkan menerima pesan dan kemudian melakukan sesuatu sesuai pola yang ditentukan oleh komunikator. Pesan tertentu yang telah dirumuskan sedemikian rupa agar mencapai tujuannya dengan efektif. Sarana atau medium yang tepat dan sesuai atau serasi dengan situasi dari komunikan. Kebijaksanaan atau politik propaganda yang menentukan isi dan tujuan yang hendak dicapai. Dilakukan secara terus menerus.

LANJUTAN
 

  

Terdapat proses penyampaian gagasan, ide/kepercayaan, atau doktrin. Mempunyai tujuan untuk mengubah opini, sikap, dan perilaku individu/kelompok, dengan teknik-teknik memengaruhi. Kondisi dan situasi yang memungkinkan dilakukannya kegiatan propaganda yang bersangkutan. Menggunakan cara sistematis prosedural dan perencanaan. Dirancang sebagai sebuah program dengan tujuan yang kongkrit untuk memengaruhi dan mendorong komunikan melakukan sesuatu yang sesuai dengan keinginan atau pola yang ditentukan oleh komunikator

METODE PROPAGANDA

Metode Koersif, sebuah komunikasi dengan cara menimbulkan rasa ketakutan bagi komunikan agar secara tidak sadar bertindak sesuai keinginan komunikator Metode Persuasif, sebuah komunikasi dengan cara menimbulkan rasa kemauan secara sukarela bagi komunikan agar secara tidak sadar dengan seketika dapat bertindak sesuai dengan keinginan komunikator Metode pervasif, sebuah komunikasi dengan cara menyebarluaskan pesan serta dilakukan secara terus menerus/berulang-ulang kepada komunikan sehingga melakukan imitasi atau menjadi bagian dari yang diinginkan oleh komunikator

TEKNIK-TEKNIK PROPAGANDA
 The

use of Stereotypes (Penggunaan bahasa Klise)  The Subtitution of Names (Penggantian nama)  Selection (Seleksi)  Downright Lying  Repetition (pengulangan)  Assertion (Statement)  Pinpointing the Enemy  The Appeal to Authority

PENGGUNAAN DI DUNIA PERIKLANAN

Seorang pengiklan tidak hanya mencari kondisi dan merubah keyakinan, sikap dan perilaku orang lain. Seorang

pengiklan minimal berkeinginan untuk mempengaruhi dan membujuk orang lain untuk mempercayai dan berlaku sesuatu yang tidak akan dipercayai dan dilakukan oleh orang lain. Setiap orang memiliki keyakinan yang berbeda. Milton Rokeach membagi keyakinan/ kepercayaan menjadi 5 jenis, yaitu :

Keyakinan Jenis A (Primitive belief)

 

Diyakini 100% oleh umum, sangat mendasar/pokok, tidak perlu sangkalan. Kepercayaan ini menolak perubahan.

Keyakinan Jenis B (Primitive Belief)

  

 

Kepercayaan yang menolak perubahan. Tidak memiliki pendukung dan kesepahaman tapi terbangun dari pengalaman personal yang mendalam. Tidak dapat dibantah dan kita mempercayainya tanpa memperhatikan siapa saja yang mempercayainya juga. Kepercayaan Jenis B biasanya terkait dengan konsep diri. Ada yang positif (B+) dan ada yang negatif (B-). Yang positif terkait apa yang biasanya/bisa membuat kita nyaman, dan yang negatif terkait apa yang membuat kita takut. Contoh : (B+) Tidak peduli apa kata orang, kita mempercayai bahwa kita harus menjadi orang yang pintar, orang yang rasional, mampu dan berkompeten, baik dan murah hati. Kepercayaan ini yang membuat kita tetap memiliki cita-cita dan ambisi untuk lebih baik, lebih besar, lebih bijaksana dan lebih mulia dari sekarang. (B-) Mirip dengan B+, hanya dalam ranah keyakinan negatif. Seperti Phobia, tertekan, obsesi, emosional, dll.

LANJUTAN ....

Keyakinan Jenis C (authority Belief)

  

Keyakinan yang dibangun oleh otoritas yang ada diatas kita , seperti keluarga, guru, sekolah, pemimpin agama, ilmuwan, dll. Contoh: Tidak seorangpun tau dengan pasti akan kebenaran terkait "apakah Tuhan ada atau tidak ?", "Apakah komunis baik atau tidak ?", dll.

Keyakinan Jenis D (belief we derive from authorities we identify with)

   

Keyakinan yang diturunkan dari otoritas yang dipercaya. Contoh: Orang Katolik taat memiliki kepercayaan terkait kontrol kelahiran dan perceraian karena kepercayaan tersebut datang dari otoritas yang ia percayai. Contoh lain: kita percaya bahwa Planet Jupiter memiliki 12 satelit bukan karena kita pernah melihatnya, tetapi sekolah mengajarkannya.

Keyakinan Jenis E (inconsequential belief)

Kepercayaan tak bertalian/ ngawur.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful