LAPORAN KASUS

ASMA ATTACK
Oleh: Ayu Sahfitri, S.Ked Pembimbing: dr. Yudi Fadillah, Sp.Pd Bagian Ilmu Penyakit Dalam RS Muhammadiyah Palembang

30 WIB :- . Bukit Besar : 30 Mei 2012 pukul 07.I. IDENTITAS • • • • • • • • Nama Umur Jenis kelamin Agama Bangsa Alamat MRS Tanggal MedRec : Pasya : 3 Tahun : Laki-Laki : Islam : Indonesia : Asrama Brimob.

00 kembali sesak  NaCl 4cc sesak hilang Pukul 05. demam (+) tinggi. Batuk berdahak terutama pada malam hari. riwayat atopi (+) . nyeri dada (-) diberikan Nebulisasi Ventolin 1 amp + NaCl 4cc+ sanmol  demam & sesak hilang Pukul 00. Bersamaan demam timbul sesak nafas. nyeri menelan (+). pilek dengan sekret warna Putih. ANAMNESIS (Alloanamnesis) RPP Kisaran 1 hari yang lalu. Os mengalami batuk pilek (+).II. Menggigil (-).00 sesak ventolin 1 amp + NaCl 4cc Os dibawa ke RS RPD Riwayat penyakit dengan gejala yang sama (+) sejak usia 2 Thn.

RPK Riwayat atopi (+) dari ibu Kakak perempuan os sering mengalami penyakit dengan gejala yang sama spt os Riwayat Kelahiran normal Riwayat Makanan Asupan nutrisi baik Riwayat Perkembangan Sesuai usia .

50C : 18 kg : 99 cm : BB/TB= 18/15 x 100%= 120% Kesan: BB berlebih .Riwayat Imunisasi Imunisasi dasar os lengkap Riwayat sosek Sosek menengah keatas PF Keadaan Umum Kesadaran Nadi Tekanan Darah RR Suhu Badan Berat Badan Tinggi Badan Status Gizi : Tampak Sakit Sedang : Kompos Mentis : 110x/menit : 90/60 mmHg : 29x/menit : 36.

Barrel Chest (-) Palpasi : Stem Fremitus (-) Perkusi : Sonor di kedua lapang paru. Retraksi (+) subcostal. sclera ikterik (-/-). edema palpebra (-/-) Telinga : sekret (-/-) Hidung : NCH (-). Ronki Basah Kasar (+).Pemeriksaan Khusus Kepala Rambut : Hitam dan tidak mudah dicabut Mata : anemis (-/-). tonsil T1/T1 hiperemis. Sekret (+) jernih Tenggorok : dinding faring hiperemis (+). sianosis (-) Leher : Pembesaran KGB (-) Thoraks Paru-Paru Inspeksi : Simetris. palatum molle tidak membengkak Gigi dan Mulut: mukosa bibir kering (-). Auskultasi : Vesikuler (+) meningkat . Wheezing (+) ekspirasi memanjang (+) . detritus (-).

Nyeri tekan (-) Perkusi : timpani Auskultasi : Bising usus (+) normal Ekstrimitas : akral dingin (-).200 /ul Diffcount= 5/7/3/56/22/4 CRP (+) . hepar dan lien tidak teraba. murmur (-). CRT < 3 detik PEMERIKSAAN PENUNJANG Hb= 11.Jantung Inspeksi : Iktus cordis (-) Palpasi : Thrill (-) Perkusi : Batas jantung jelas Auskultasi : BJ I/II Normal.9 g/dl Leukosit= 15. sianosis (-). gallop (-) Abdomen Inspeksi : datar Palpasi : lemas.

Differential Diagnosa Asma Bronkial + Faringitis Akut Bronkiolitis akut + Faringitis Akut Diagnosa Kerja Asma Bronkial + Faringitis Akut .

TATALAKSANA IVFD D5 ¼ NS gtt 14x/menit Drip aminofilin 1 x 180 mg dalam D5 Inj. Aminofilin 1 x 90 mg iv Inj. Dexamethason 3 x 5 mg Erytromicin syr 3 x 1 cth Nebulisasi Ventolin 1 Ampul + NaCl 4 cc 2-3x/hari .

Cor : ves (+)N. sianosis (-). faring hiperemis (+) Thorak : simetris.OBSERVASI S: sesak nafas (-) O: ku: tampak sakit sedang Sens: CM TD= 100/70 mmHg. RBK (-). Retraksi (-). Wheezing (-) ekspirasi memanjang (-) Abdomen : dbn Ekstrimitas: dbn A: Asma Bronkial + Faringitis Akut dengan perbaikan P: IUFD D5 ¼ NS gtt 14x/mnt Inj. HR= 110x/mnt. T= 36. RR= 29x/mnt. sclera ikterik (-). Dexamethason 3 x 5 mg Erytromicin syr 3 x 1 cth Nebu ventolin 1 ampul + NaCl 4 cc 3x/hari tiap 8 jam/hari Rencana OS pulang .50C Kepala : conjungtiva anemis (-).

BAB II TINJAUAN PUSTAKA Ekstrinsik Asma Bronkial Gabungan .

steroid PEF/FEV1<60%. Serangan Lama serangan Asma episodik jarang < 1x/bln <1minggu Asma episodik sering >1x/bln ≥ 1 minggu Asma persisten Sering Hampir sepanjang tahun tidak ada remisi Intensitas serangan Diantara serangan Tidur dan aktivitas Biasanya ringan Tanpa gejala Tidak terganggu Biasanya sedang Biasanya berat Sering ada gejala Gejala siang & malam Sering terganggu Sangat terganggu Pem. Variabilitas 20-30% Variabilitas > 50% .fisis diluar serangan Obat anti inflamasi Uji faal paru Variabilitas faal paru (bila ada serangan) Normal (tidak ditemukan kelainan) Tidak perlu PEF/FEV1>80% Variabilitas >15% Mungkin terganggu (ada kelainan) Perlu.Klasifikasi Klinis Asma Paramater klinis Frek. non steroid PEF/FEV1 6080% Variabilitas > 30% Tidak pernah normal Perlu.

Patogenesis Etiologi Ekstrinsik/ Alergic Intrinsik/non Alergic Gabungan Jalur Imunologis Hipersensitivitas type 1 Syaraf otonom (n.vagus) Pelepasan Neuropeptide Obstruksi saluran nafas Edema lokal sekresi mukus kental dlm lumen bronkiolus Spasme otot polos bronkiolus .

. yaitu: Penyuluhan kepada pasien Penilaian derajat beratnya asma Pencegahan dan pengendalian faktor pencetus serangan Perencanaan obat-obat jangka panjang Merencanakan pengobatan asma akut (serangan asma) Berobat secara teratur • Komplikasi • Pnemothoraks. bronchitis. fraktur iga. gagal nafas.Tatalaksana Pengobatan asma menurut GINA (Gobal Initiative For Asthma) • • • • • • • Ada 6 komponen dalam pengobatan asma.

aktivitas (episodik) Ada. ibu dan kakak pr os) Sesak nafas Ada. tertinggi 3-6 bulan menjelang dewasa sama tapi menopause pr >>lk Ada. Usia 3 thn Semua usia. insiden lk:>>pr . Batuk pilek Batuk pilek+riwayat atopi Sesak nafas menyerang pada malam dan dini hari saat cuaca dingin Rhinitis alergi dan asma . Dipengaruhi cuaca. <14th <2 thn.(os srg sesak sjk usia 2 thn. Tidak dipengaruhi cuaca (satu episodik) Riwayat atopi ada Mungkin ada .ANALISIS KASUS Parameter Anamnesis Usia Jenis kelamin Asma bronkial Bronkiolitis akut Kasus Laki-laki. berkaitan dengan atopi Ada.

parameter Pem.fisik Wheezing & ekspirasi memanjang Retraksi sub costal Asma bronkial Ada Bronkiiolitis akut Ada kasus Ada Ada Ada ada Pem penunjang Spirometri Eosinofil meningkat Biakan /deteksi antigen sekresi nasofaring Eosinofil meningkat .

TERIMA KASIH .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful