BAB I PENDAHULUAN

Proses – proses pembentukan endapan mineral – mineral baik yang memiliki nilai ekonomis,maupun yang tidak bernilai ekonomis sangat perlu diketahui dan dipelajari mengenai proses pembentukan , keterdapatan serta pemanfaatan dari mineral – mineral tersebut. Mineral yang bersifat ekonomis dapat diketahui bagaimana keberadaan dan keterdapatannya dengan memperhatikan asosiasi mineralnya yang biasanya tidak bernilai ekonomis. Secara umumnya proses pembentukan endapan mineral baik jenis endapan logam maupun non logam dapat terbentuk karena proses mineralisasi yang diakibatkan oleh aktivitas magma ,dan endapan mineral ekonomis selain karena aktifitas magma ,juga dapat dihasilkan dari proses alterasi yaitu mineral hasil ubahan dari mineral yang telah ada karena suatu faktor. Menurut M Bateman maka proses pembentukan mineral dapat dibagi atas beberapa proses yang menghasilkan jenis mineral tertentu baik yang bernilai ekonomis maupun mineral yang hanya bersifat sebagai gangue mineral : Proses Magmatis. Proses ini sebagian besar berasal dari magma primer yang bersifat ultra basa lalu mengalami pendinginan dan pembekuan membentuk mineral-mineral silikat dan bijih. Pada temperatur tinggi > 600oC stadium likwido magmatis mulai membentuk mineral-mineral baik logam maupun non logam. Asosiasi mineral yang terbentuk sesuai dengan temperatur pendinginan pada saat itu. 1. Early magmatis yang terbagi atas : a) b) c) Disseminated, contoh endapannya Intan Segregasi, contoh endapan chromit Injeksi, contoh magmatik Kiruna

2. Late magmatis yang terbagi atas : a) b) c) d) Residual liquid segregation, contohnya Magmatis Taberg Residual liquid injection ,contohnya magmatik Adirondack Immiscible liquid segregation, contohnya sulfida Insizwa Immiscible liquid injection, contohnya Vlackfontein, Afrika Selatan.

2) Pegmatisme, Setelah proses pembentukan magmatisme, larutan sisa magma (larutan pegmatisme) yang terdiri dari cairan dan gas. Stadium endapan ini ± 600-450oC berupa larutan magma sisa. Asosiasi batuan umumnya berupa granit. 3) Pneumatolisis,Setelah temperatur mulai turun ± 550 – 450oC akumulasi gas mulai membentuk mineral sampai pada temperatur 450oC volume unsur volatilnya makin menurun karena membentuk jebakan pneumatolitis dan tinngal larutan sisa magma yang makin encer. Unsur volatil akan bergerak menerobos batuan beku yang telah ada dan batuan samping disekitarnya kemudian akan membentuk mineral baik karena proses sublimasi maupun karena reaksi unsur volatile tersebut dengan batuan yang diterobosnya sehingga terbentuk endapan mineral yang disebut endapan pneumatolitis. 4) Proses hydrotermal, merupakn proses pembentukan mineral yang terjadi oleh pengaruh temperatut dan tekanan yang santa rendah ,dan larutan magma yang terbentuk ini merupakan unsur volatil yang sangat encer yang terbentuk setelah tiga tahapan sebelumnya.

BAB II ISI

A. Endapan Pegmatit
Pegmatit adalah suatu endapan dari batuan beku yang biasanya bersifat granitic dan memiliki ukuran kristal yang sangat kasar (>2,5 cm). Pegmatit terbentuk ketika tahap kristalisasi akhir, dengan kandungan air cukup tinggi dan pertumbuhan kristal yang relatif cepat pada bagian atas suatu komplek struktur. Pegmatit kadang mempunyai kensentrasi beberapa rare elements (lithium, boron, fluorine, tantalum, niobium, REE dan uranium) yang bernilai ekonomis.Pegmatit adalah sumber utama dari beryllium, lithium, cesium, tantalum, muscovite dan feldspar. Pegmatit juga merupakan sumber minor dari Uranium, Yttrium, REE, Tin dan Tungsten. Miarolitik pegmatite adalah sumber penting dari gemston seperti beryl (emerald), topaz dan tourmaline. Pegmatit terdapat pada batuan berumur Archean sampai Kenozoik. Pegmatit pada Prakambrium terdapat pada tatanan tektonik yang berasosiasi dengan metamorfisme amfibolit, sedangkan pada umur yang lebih muda berasosiasi dengan intrusi di sepanjang jalur tektonik. Pegmatit bisa terbentuk dari metamorfisme regional yang menyebabkan batuan menuju fase granitization, yang menghasilkan produk akhir berupa granit dan pegmatite. Selain itu, pegmatit juga dapat terbentuk dari aktifitas magma, yaitu ketika magma terbentuk sehingga terjadi diferensiasi yang mengakibatkan kandungan volatile tinggi dan terinjeksikan pada batuan sekitar sehingga terbentuk pegmatite. Material yang diinjeksikan pada sistem tertutup (sistem kimia) sehingga terbentuk pegmatite sederhana yang mengandung albit, kuarsa, mikroklin dan muskovit. Ketika ada interaksi dengan dapur magma sehingga terjadi pergantian, maka akan terbentuk pegmatite kompleks yang membawa rare minerals. Umumnya pegmatite muncul berupa dike atau vein. Zonasi Endapan Pegmatit (berdasarkan mineralogi dan tekstur) berdasarkan Cameron, dkk 1949 dalam Guilbert, 1986. 1. Border zone, tipis, terdiri dari mineral feldspar, kuarsa, muskovit, aksesoris (garnet, tourmaline, beryl) 2. Wall zone, umum hadir dengan mineral yang hampir sama dengan border zone tetapi lebih intensif dan kasal, muncul mineral logam 3. Intermediete zone : dapat mengandung mineral bijih yang ekonomis (Be, Nb, Ta, Sn, Li, U), variasi mineral cukup banyak (berylniobite-tentalite-perthite-cessiterite-uranite-gems), ukuran butir kasar

4. Core zone, didominasi kuarsa Contoh endapan pegmatit yang ada di dunia adalah pegmatite dike dalam quartz-biotite schist di Northwest Territories, Canada dan Elba granitic pegmatit di Laut Tyrrhenian, Italia.
Proses Pegmatisme, Setelah proses pembentukan magmatis, larutan sisa magma (larutan pegmatisme) yang terdiri dari cairan dan gas. Stadium endapan ini berkisar antara 600˚C sampai 450˚C berupa larutan magma sisa. Asosiasi batuan umumnya Granit.

pegmatit ini terbentuk dari cairan silikat sisa proses kristalisasi fraksional yang kaya akan kandungan alkali, alumunium, mengandung air, dan zat volatil. Cairannya tidak selalu berbentuk cair disebabkan karena konsentrasi volatil. Apabila mencukupi, tekanan volatil akan menginjeksi cairan di sepanjang permukaan lemah pada batuan yang merupakan bagian dari batuan beku intrusi yang sama, ataupun batuan lain yang sudah terbentuk lebih awal. Kebanyakan pegmatit yang dijumpai berasosiasi dengan batuan plutonik, umumnya granit. Pegmatit granit terutama tersusun oleh kuarsa dan feldspar alkali, serta sejumlah muskovit dan biotit. Dengan demikian, komposisinya mirip dengan granit, namun berbeda dalam tekstur. Pegmatit bertekstur khusus, yaitu berbutir sangat kasar, dan berbentuk tabular.

B. Injeksi Mineral Beberapa deposit bijih magmatic terbentuk dalam grup ini. Mineral bijih kemungkinan terbentuk karena diferensiasi kristalisasi, lebih dulu atau bersamaan dengan mineral batuan silikat yang berasosiasi dengan mineral bijih tersebut. Mineral-mineral yang

terbentuktidak terakumulasi pada tempatnya terendap, tapi diinjeksikan dan terkonsentrasi pada batuan samping. Contoh deposit seperti ini adalah dike titanoferous magnetit di Cumberland, dan pipa platinum di Afrika Selatan.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful