Sel Volta I. Tujuan Dasar teori : Mengamati terjadinya reaksi sel pada sel volta.

:

Elektrokimia adalah disiplin ilmu kimia yang mempelajari tentang perubahan zat yang menghasilkan arus listrik atau perubahan kimia yang disebabkan oleh arus listrik. Terdapat dua macam sel elektrokimia. Sel elektrolisis dan sel volta (sel Galvani). Dalam sel volta, energi kimia diubah menjadi energi listrik atau reaksi redoks menghasilkan arus listrik. Reaksi redoks berlangsung pada elektroda-elektroda. Elektroda tempat terjadi reaksi oksidasi disebut anoda sedangkan elektroda tempat terjadi reaksi reduksi disebut katoda. Reaksi yang terjadi di anoda atau katoda masingmasing merupakan setengah reaksi. Dalam menyetarakan reaksi redoks, kita dapat memecahkan reaksi itu menjadi dua bagian yaitu setengah reaksi oksidasi dan setengah reaksi reduksi. Pada reaksi redoks, zat-zat yang direaksikan dicampur dalam satu wadah sehingga terjadi reaksi yang disertai pelepasan atau penyerapan kalor. Jika reaksi oksidasi dapat dipisahkan dari reaksi reduksi, kemudian elektronnya dapat dialirkan melalui kawat di hubungan luar maka akan terjadi aliran elektron atau arus listrik. Hal ini yang terjadi pada elektrodaelektroda sel volta. Jika diibaratkan batang zink yang di celupkan pada larutan ZnSO 4 (agar Zn berubah menjadi Zn2+ dan melepaskan elektron, reaksi oksidasi) merupakan anoda bermuatan negatif dan batang tembaga yang dicelupkan pada larutan CuSO4 (agar elektronelektron dari batang Cu diikat oleh Cu2+, reaksi reduksi) merupakan katoda bermuatan positif. Namun karena larutan dan ion dari batang akan bermuatan sama akan terjadi tolak menolak dan berakibat reaksi berhenti. Maka dari itu dilakukan dengan memasang jembatan garam. Jembatan garam berbentuk pipa U yang berisi campuran agar-agar dari suatu elektrolit. Cara kerja jembatan garam yaitu dengan pertukaran ionion yang berlawanan dari jembatan garam dengan ion-ion muatan larutan. Maka larutan di tiap bejana menjadi netral. Dengan demikian , reaksi oksidasi dan reaksi reduksi dapat berlangsung lagi dan aliran elektron berjalan terus. Arus listrik yang terjadi pada sel volta disebabkan karena elektron-elektron mengalir dari elektroda negatif ke elektroda positif. Hal itu disebabkan adanya perbedaan potensial antara kedua elektroda. Harga mutlak suatu elektroda tidak dapat diukur. Oleh karena itu, diperlukan elektroda hidrogen sebagai elektroda standar. Tiap unsur memiliki harga potensial reduksi dan oksidasi masing-masing. Nilai (positif/negatif) suatu potensial reduksi (Eº) berbanding terbalik dengan harga potensial oksidasinya. Penjumlahan Eº reaksi redoks dua unsur yang berbeda akan menentukan berlangsung atau tidaknya suatu reaksi redoks. Jika penjumlahan bertanda positif maka reaksi akan berlangsung. Hal ini juga dapat dilihat dengan menjepit kedua logam dengan voltmeter.

II. Alat & bahan : a. Alat 1. Voltmeter 2. Gelas kimia 500 ml 3. Tabung U 4. Botol semprot

b. Bahan 1. Logam Cu 2. Logm Al 3. Logam Zn 4. Logam Pb 5. Sel agar-agar 6. Larutan CuSO4 7. Larutan Al2(SO4)3 8. Larutan ZnSO4 9. Larutan PbSO4 10. Air

1M 1M 1M 1M

III. Langkah kerja : Percobaan 1 1. Masukan 100 ml larutan CuSO4 1M ke dalam gelas kimia. 2. Masukan 100ml larutan ZnSO4 1M ke dalam gelas kimia yang lain. 3. Celupkan jembatan garam (tabung U yang sudah diisi dengan sel agar-agar) pada gelas kimia kedua larutan. 4. Tempatkan logam Cu pada (penjepit voltmeter) katoda dan logam Zn pada (penjepit voltmeter) anoda. 5. Masukan kedua logam ke dalam larutannya serta dihubungkan dengan voltmeter. Baca pengukuran arus listrik yand dihasilkan. Percobaan 2 1. Tanpa mengubah model percobaan 1, tempatkan logam Cu pada anoda dan logam Zn pada katoda. 2. Baca pengukuran voltmeter. Kemudian cuci jembatan garam. Percobaan 3 1. Masukan 100 ml larutan Al2(SO4)3 1M ke dalam gelas kimia. 2. Masukan 100ml larutan PbSO4 1M ke dalam gelas kimia yang lain. 3. Celupkan jembatan garam (tabung U yang sudah diisi dengan sel agar-agar) pada gelas kimia kedua larutan. 4. Tempatkan logam Al pada (penjepit voltmeter) katoda dan logam Pb pada (penjepit voltmeter) anoda. 5. Masukan kedua logam ke dalam larutannya serta dihubungkan dengan voltmeter. Baca pengukuran arus listrik yand dihasilkan. Percobaan 4 1. Tanpa mengubah model percobaan 3, tempatkan logam Al pada anoda dan logam Pb pada katoda. 2. Baca pengukuran voltmeter. Kemudian cuci jembatan garam. Percobaan 5 1. Masukan 100 ml larutan CuSO4 1M ke dalam gelas kimia. 2. Masukan 100ml larutan Al2(SO4)3 1M ke dalam gelas kimia yang lain. 3. Celupkan jembatan garam (tabung U yang sudah diisi dengan sel agar-agar) pada gelas kimia kedua larutan. 4. Tempatkan logam Cu pada (penjepit voltmeter) katoda dan logam Al pada (penjepit voltmeter) anoda. 5. Masukan kedua logam ke dalam larutannya serta dihubungkan dengan voltmeter. Baca pengukuran arus listrik yand dihasilkan. Percobaan 6

Kemudian cuci jembatan garam. 2.→ 2Pb Eº = . Data Pengamatan : Percobaan ke. tempatkan logam Cu pada anoda dan logam Al pada katoda. Percobaan 7 1. Percobaan 2 Anoda (oksidasi) Katoda (reduksi) : Zn → Zn2+ + 2e. Tempatkan logam Pb pada (penjepit voltmeter) katoda dan logam Zn pada (penjepit voltmeter) anoda.Eº = + 1. 5.4 Volt : Cu → Cu2+ + 2e2+ : Zn + 2e → Zn Eº = . 4.0. Baca pengukuran voltmeter. Tanpa mengubah model percobaan 5. Tanpa mengubah model percobaan 7. Masukan kedua logam ke dalam larutannya serta dihubungkan dengan voltmeter.Eº = + 0.76 V + Eº = . Masukan 100ml larutan ZnSO4 1M ke dalam gelas kimia yang lain. Kemudian bereskan peralatan praktikum.0.76 2+ : Cu + 2e → Cu Eº = + 0.13 V + Eº = + 1.53 V .34 Eº = + 1.) Logam Zn Logam Cu Logam Pb Logam Al Logam Al Logam Cu Logam Zn Logam Pb Hasil pembacaan voltmeter + 0.34 V Eº = .0. Baca pengukuran arus listrik yand dihasilkan. Percobaan 8 1. 2.2 Volt + 0. Masukan 100 ml larutan PbSO4 1M ke dalam gelas kimia. Baca pengukuran voltmeter.1.10 V Reaksi redoks tidak berlangsung. 2.66 V : 3Pb2+ + 6e. Pembahasan : Percobaan 1 Anoda (oksidasi) Katoda (reduksi) Penempatan Anoda ( .84 Volt + 0. tempatkan logam Pb pada anoda dan logam Zn pada katoda. V V + V Percobaan 3 Anoda (oksidasi) Katoda (reduksi) : 2Al → 2Al3+ + 6e. IV.10 Reaksi redoks berlangsung.08 Volt + 0. Celupkan jembatan garam (tabung U yang sudah diisi dengan sel agar-agar) pada gelas kimia kedua larutan.1.Penempatan Katoda ( + ) 1 Logam Cu 2 Logam Zn 3 Logam Al 4 Logam Pb 5 Logam Cu 6 Logam Al 7 Logam Pb 8 Logam Zn V. 3.

00 Reaksi redoks tidak berlangsung. Percobaan 4 Anoda (oksidasi) Katoda (reduksi) : 2Pb → 3Pb2+ + 6e. 2. Kesimpulan 1. Jembatan garam berfungsi untuk tetap menjaga sirkulasi ion-ion positif dan negatif terus berpindah antar larutan.Eº = + 0. Percobaan 5 Anoda (oksidasi) Katoda (reduksi) : 3Cu → 3Cu2+ + 6e.76 : Pb2+ + 2e. 4.13 Eº = + 0. .2.34 Eº = + 2.0. menjadi kutub (-).→ Pb Eº = .→ 2Al Eº = . Percobaan 6 Anoda (oksidasi) Katoda (reduksi) : 2Al → 2Al3+ + 6e.47 Reaksi redoks berlangsung V V + V V V + V V V + V V V + V A. Percobaan 8 Anoda (oksidasi) Katoda (reduksi) : Zn → Zn2+ + 2e.34 : 2Al3+ + 6e. I.0.53 V Reaksi redoks tidak berlangsung.13 2+ : Zn + 2e → Zn Eº = .1.Eº = + 0.Eº = + 1. Percobaan 7 Anoda (oksidasi) Katoda (reduksi) : Pb → Pb2+ + 2e.1. menjadi kutub (+).66 Eº = .00 Reaksi redoks berlangsung.Tujuan: Mengetahui sifat larutan garam III. disebut Sel Volta.0.1.Reaksi redoks berlangsung.76 Eº = . Pada batang yang terjadi reduksi/pelepasan elektron. 5.63 Reaksi redoks tidak berlangsung.Eº = .→ 2Al Eº = .Judul: Sifat larutan garam II.66 2+ : 3Cu + 6e → 3Cu Eº = + 0. Pada batang yang terjadi oksidasi/pelepasan elektron.Dasar teori: Garam terbentuk dari reaksi antara asam dan basa. Reaksi redoks hanya dapat berlangsung jika ada perbedaan potensial positif di antara kedua setengah reaksi reduksi dan setengah oksidasi.13 V : 2Al3+ + 6e.Eº = + 0.66 V+ Eº = .0. Rangkaian logam beserta larutan dimana pada logam akan terjadi pelepasa/pengikatan elektron. 3.

Plat tetes b. Kertas lakmus merah dan biru 2. Larutan yang merubah warna lakmus biru menjadi warna merah dan warna merah tetap menjadi merah adalah NH4Cl.Asam + basa → garam + air Garam mudah larut dalam air dan dapat bersifat asam basa atau netral. Larutan: . 2. basa. Sementara garam yang berasal dari asam lemah dan basa lemat dapat bersifat asam. Larutan ini dikelompokan ke dalam larutan garam yang bersifat asam karena larutan garam ini terbentuk dari asam kuat dan basa lemah yaitu NH4OH + HCl → NH4Cl + H2O Larutan yang tidak merubah warna lakmus sama sekali.NH4Cl . 4.HCOOK . Pipet tetes c.BaCl2 . Na2SO4. VII.KI . KI.Langkah kerja: 1.NaCl .CH3COONH4 . Na2CO3. lakmus merah tetap berwarna merah dan lakmus biru tetap berwarna biru adalah: CH3COONH4. IV.MgCl2 . Garam yang berasal dari asam lemah dan basa kuat bersifat basa. Pembahasan: Larutan yang merubah warna lakmus merah menjadi biru dan warna biru tetap menjadi biru adalah: HCOOK. atau netral tergantung pada besar nilai Kbnya.Na2CO3 . . NaCl. Teteskanlah masing-masing larutan yang akan diuji ke dalam plat tetes dengan menggunakan pipet tetes. 3.Mg2SO4 V.Alat dan bahan: 1.Na2SO4 . CH3COONa. Garam yang berasal dari asam kuat dan basa lemah bersifat asam.Pb(NO3)2 . Larutan ini dikelompokan ke dalam larutan garam yang bersifat basa karena larutan garam ini terbentuk dari asam lemah dan basa kuat. Ujilah masing-masing larutan dengan mencelupkan kertas lakmus merah dan kertas lakmus biru ke dalam masing-masing larutan. Catat hasilnya pada tabel hasil pengamatan.CH3COONa . Amatilah perubahan yang terjadi pada kertas lakmus. Bahan-bahan yang diperlukan a. Alat-alat yang diperlukan a. Garam yang berasal dari asam kuat dan basa kuat bersifat netral.

Laju reaksi dipengaruhi oleh konsentrasi pereaksi bukan oleh konsentrasi reaksi. CH3COONa. MgCl2. Dasar teori : Reaksi terjadi karena adanya tumbukan antara partikel-partikel zat yang bereaksi. Penentuan penggolongan sifat larutan garam dapat dilakukan dengan kertas lakmus maupun dilihat dari reaksi kimianya. NaCl. 3. Na2SO4. Larutan garam yang termasuk dalam larutan garam asam adalah NH4Cl. Mg2SO4. Kesimpulan: Dari percobaan di atas dapat disimpulkan: 1. Larutan garam yang termasuk dalam larutan garam basa adalah HCOOK. 2. Harga khas untuk setiap reaksi dan hanya dipengaruhi oleh suhu x = orde reaksi terhadap zat A y = orde raksi terhadap zat B x + y = orde reaksi Orde reaksi adalah jumlah pangkat konsentrasi pereaksi dalam rumus laju reaksi. laju reaksi makin kecil”. Makin kecil konsenterasi pereaksi. BaCl2. Biasanya orde reaksi dinyatakan dalam bilangan bulat sederhana. PENGARUH KONSENTRASI TERHADAP LAJU REAKSI I. Pb(NO3)2. BaCl2. KI. Pb(NO3)2. ”Makin besar konsenterasi pereaksi. laju reaksi makin besar. 4. Laju reaksi adalah berkurangnya jumlah reaktan atau bertambahnya jumlah produk dalam satuan waktu. Tujuan : Mengamati pengaruh konsenterasi terhadap laju reaksi untuk pualam dengan asam klorida. tetapi kadang-kadang dapat berupa bilangan pecahan . Larutan garam yang termasuk dalam larutan garam netral adalah CH3COONH4. Tumbukan yang terjadi harus mempunyai energi yang cukup untuk memutuskan ikatan-ikatan pada zat yang bereaksi. pA + qB  rC +sD Persamaan laju reaksi (hukum laju reaksi) menyatakan hubungan antara konsentrasi pereaksi dengan laju reaksi.MgCl2. Larutan ini dikelompokan ke dalam larutan garam yang bersifat netral karena larutan garam ini terbentuk dari asam kuat dan basa kuat maupun basa lemah dan basa lemah (harga Kb sama) seperti pada larutan CH3COONH4 terbentuk dari reaksi CH3COOH + NH4OH → CH3COONH4 + H2O VIII. Na2CO3.: x y v = k[A] [B] Di mana: v = laju reaksi k = ketetapan laju reaksi. Mg2SO4.

Pembahasan : CaCo3 (s) + 2HCl (aq)  CaCl2 (aq) + H2O(l) + CO2(g) Berdasarkan data pengamatan. 2M. larutan asam klorida 1M. laju reaksi makin kecil”. Data Pengamatan : Larutan HCl (mol/L) Waktu reaksi (detik) 1M 2M 3M 24 19 15 V. dimulai dari dijatuhkannya pualam ke tabung reaksi dari balon. Begitu pula sebaliknya. 2 M. Lakukan hal yang sama seperti langkah 4. dan 3M. Tutup masing-masing mulut tabung dengan balon yang sudah diisi pualam. Pada tabung reaksi berisi larutan asam klorida 1M. Inilah yang dimaksud dengan. Langkah kerja : 1. ketika memakai larutan HCl dengan konsetrasi 3 M dibutuhkan waktu yang lebih singkat dibanding dengan memakai konsentrasi 2 M maupun 1 M. laju reaksi makin besar. 2. Tuangkan 1 gram pualam ke dalam tiap balon karet. ketika memakai larutan HCl dengan konsetrasi 1 M dibutuhkan waktu yang lebih lama dibanding dengan memakai konsentrasi 2 M maupun 3 M.II. Isi 3 tabung reaksi dengan masing-masing. mulailah menghitung waktu yang diperlukan sampai balon berdiri tegak. Makin kecil konsenterasi pereaksi. 2. untuk tabung reaksi yang berisi larutan asam klorida 2 M dan 3 M. 4. 3 M 25 mL Alat dan Bahan Tabung reaksi Scapula Stopwatch Balon karet Pualam Larutan asam klorida III. IV. . ”Makin besar konsenterasi pereaksi. 1 2 3 4 5 6 : Ukuran/Satuan 250 mL Jumlah 1 1 1 3 1 gram 1 M. Alat & bahan No. 3.

4 Waktu Reaksi (detik) 128 64 32 ? v = k[A]x[B]y *waktu berbanding terbalik dengan kecepatan . digunakan 10 gram pualam (Mr = 100) dan larutan HCl 3 M berlebihan. dan pemberian katalisator juga mempengaruhi laju reaksi. luas permukaan sentuh. Berapa volume gas CO2 yang dihasilkan? M = = x 3 = x = x V= x = L 2.Selain kadar (nilai) konsentrasi mempengaruhi laju reaksi.1 0.1 0. Pertanyaan : 1.2 0.2 B 0. Dalam percobaan diatas.1 0.1 0. Diketahui suatu reaksi A + B  hasil Percobaan 1 2 3 4 Konsentrasi Awal (M) A 0.2 0. suhu.

Orde reaksi = x + y = (-1) + (-2) = -3 d.4]2 v = 266 m/s A.2]2 k= = 8000 e. Ketetapan laju reaksi (k) v = k[A]x[B]y 32 = k [0. Orde reaksi terhadap zat A  = = = = = x x=1 b. Kesimpulan .2][0.1]1[0. Orde reaksi terhadap zat B  = = = = ¼= y y=2 c.a. Waktu untuk percobaan ke-4 v = k[A]x[B]y v = 8000 [0.

Laju reaksi adalah berkurangnya jumlah reaktan atau bertambahnya jumlah produk dalam satuan waktu. PENGARUH LUAS PERMUKAAN SENTUH TERHADAP LAJU REAKSI I. IV. Dengan diketahuinya nilai molarits suatu zat. Alat & bahan No. Bantulah pelarutan dengan mengaduk kedua air dengan kecepatan aduk yang sama. Oleh karena semakin luas permukaan sentuhan. 2. Laju reaksi selain dipengaruhi oleh konsentrasi pereaksi juga dipengaruhi luas permukaan sentuh zat. Semakin luas permukaan sentuhan zat yang bereaksi (semakin halus zat yang bereaksi) semakin cepat reaksi berlangsung. berarti semkin banyak frekuensi tumbukan yang terjadi sehingga makin cepat reaksi berlangsung. 4. Tuangkan gula serbuk ke wadah1. Langkah kerja : 1. 3. juga dapat menentukan nilai orde pereaksi. Data Pengamatan Bentuk gula : Waktu yang diperlukan untuk larut . Mulailah menghitung waktu yang diperlukan gula (serbuk dan pasir) untuk larut. Tumbukan yang terjadi harus mempunyai energi yang cukup untuk memutuskan ikatan-ikatan pada zat yang bereaksi. 1 2 3 4 5 6 : Jumlah 2 2 1 Alat dan Bahan Wadah air Sendok Stopwatch Gula serbuk Gula pasir Air III. Tuangkan gula pasir ke wadah2. II. Dasar teori : Mengamati pengaruh luas permukaan sentuhan terhadap laju reaksi : Reaksi terjadi karena adanya tumbukan antara partikel-partikel zat yang bereaksi.Kecepatan laju reaksi berbanding lurus dengan nilai konsentrasi pereaksi. Tujuan gula dengan air.

semakin cepat reaksi berlangsung karena semakin tinggi suhu maka kecepatan gerakan molekul semakin bertambah sehingga jumlah tumbukan juga bertambah. Laju reaksi adalah berkurangnya jumlah reaktan atau bertambahnya jumlah produk dalam satuan waktu. Pada umumnya setiap kenaikan 10°C maka laju reaksi naik dua kali lebih besar dari semula. Pembahasan : 1. Tumbukan yang terjadi harus mempunyai energi yang cukup untuk memutuskan ikatan-ikatan pada zat yang bereaksi. Alat dan Bahan vt = (∆v) vo Ukuran/Satuan Jumlah . Semakin tinggi suhu dalam suatu reaksi. A. Dasar teori : Reaksi terjadi karena adanya tumbukan antara partikel-partikel zat yang bereaksi.Serbuk Pasir V. Laju reaksi adalah berkurangnya jumlah reaktan atau bertambahnya jumlah produk dalam satuan waktu. luas permukaan sentuh zat. gula serbuk yang memiliki luas permukaan sentuh lebih besar dapat larut dalam waktu yang lebih cepat dibanding dengan gula pasir yang memiliki luas permukaan sentuh sempit. Tujuan : Mengamati pengaruh suhu terhadap laju reaksi larutan natrium tiosulfat dengan asam klorida. Laju reaksi selain dipengaruhi oleh konsentrasi pereaksi. yang secara matematika dapat dihitung dengan rumus: Di mana: vt = laju reaksi pada suhu akhir vo = laju reaksi awal ∆v = kenaikan laju reaksi (kostanta) t = suhu akhir to = suhu awal ∆t = tiap kenaikan suhu II.5 menit 3. Makin luas luas permukaan sentuhnya.5 menit Berdasarkan data pengamatan. juga dipengaruhi suhu zat pereaksi. PENGARUH SUHU TERHADAP LAJU REAKSI I. Begitu pula dengan laju reaksinya. makin singkat waktu reaksinya. Kesimpulan Luas permukaan sentuh zat berbanding lurus dengan laju reaksi. Sedangkan orde reaksi adalah jumlah pangkat konsentrasi dari zat yang bereaksi (reaktan). Alat & bahan : No. Sementara energi pengaktifan adalah energi minimal yang diperlukan untuk berlangsungnya suatu reaksi.

6. Ulangi langkah 5-6 dengan mengganti 25 mL larutan Na2S2O3 yang sudah dipanaskan 10°C di atas percobaan pertama. Ukur 25mL larutan HCl 0. 2. Sekali lagi langkah 5-6 dengan mengganti 25 mL larutan Na2S2O3 yang sudah dipanaskan 20°C di atas percobaan pertama. 4. IV. Letakkan gelas kimia tersebut di atas kertas bertanda silang.5 47. Langkah kerja : 1.5 Waktu yang diperlukan sejak penambahan HCl sampai tanda silang tertutup 56 detik 16 detik 6 detik . 3. Tambahkan 5 mL larutan HCl 2 M ke dalam larutan Na2S2O3 dan segera jalankan stopwatch.1 2 3 4 5 6 7 8 9 Gelas kimia Silinder ukur Stopwatch Termometer Alat pembakar spirtus Kaki tiga + kasa Sehelai kertas dan alat tulis Larutan natrium tiosulfat (Na2S2O3) Larutan asam klorida (HCl) 0. Catat waktunya! 7. Hentikan stopwatch bila tanda silang tidak terlihat lagi (tertutup).5 37. Ukurlah suhu larutan dan catat dalam tabel pengamatan! 5. Buatlah tanda silang pada sehelai kertas. 8.2 M 2M -20C s/d 100°C 3 1 1 1 1 1 1 set 25 mL 5 mL III.2 M lalu masukkan ke dalam gelas kimia. Data Pengamatan : Percobaan 1 2 3 Suhu percobaan ( °C) 27.

dan dipengaruhi suhu zat pereaksi. Laju reaksi selain dipengaruhi oleh konsentrasi pereaksi. waktu lebih cepat 10 detik. Cara kerja katalisator yaitu menurunkan energi pengaktifan sehingga pada suhu yang sama akan memperbesar harga tetapan laju reaksi (k).1 M 0. tetapi tidak mengalami perubahan yang kekal dalam reaksi. Kesimpulan Semakin tinggi temperatur. Lalu selisih waktu yang dibutuhkan juga 10 detik. Makin tinggi suhu zat. II. akibatnya laju reaksi bertambah. Pembahasan : Selisih suhu dari percobaan sebelumnya sampai ke percobaan berikutnya (misal dari percobaan 2 dengna percobaan 3) adalah 10°C. Ini berarti tiap kenaikan 10°C. waktu reaksi makin cepat. Laju reaksi adalah berkurangnya jumlah reaktan atau bertambahnya jumlah produk dalam satuan waktu. PENGARUH KATALISATOR TERHADAP LAJU REAKSI I. Dasar teori : Reaksi terjadi karena adanya tumbukan antara partikel-partikel zat yang bereaksi. Langkah kerja . Tumbukan yang terjadi harus mempunyai energi yang cukup untuk memutuskan ikatan-ikatan pada zat yang bereaksi.1 M 30 mL 20 tetes 20 tetes Alat dan Bahan Gelas kimia Selinder ukur Pipet tetes Larutan H2O2 Larutan FeCl3 Larutan NaCl : III. 1 2 3 4 5 6 : Ukuran/Satuan Jumlah 3 2 3 5% 0. Katalisator adalah zat yang dapat mempercepat reaksi (bukan pereaksi). A. Tujuan : Mengamati pengaruh katalisator terhadap laju reaksi pada penguraian hidrogen peroksida. Alat & bahan No. juga faktor penambahan katalisator dalam suatu reaksi. semakin cepat laju reaksi.V. luas permukaan sentuh zat.

Salah satu bentuk katalis heterogen adalah autokatalis. Amati perbedaan kecepatan timbulnya gelembung pada gelas kimia kedua dan ketiga! IV.1. Judul II. Katalis menurunkan energi pengaktifan. : Larutan adalah campuran yang homogen antara zat terlarut dan zat pelarut. Pada gelas kimia ketiga ditambahkan 20 tetes larutan FeCl3 0. di mana jika energi pengaktifan kecil maka akan banyak tumbukan yang berhasil. larutan yang dapat menghantarkan arus listrik (elektrolit) dan larutan yang tidak dapat menghantarkan arus listrik (non-elektrolit).1 M. Katalis terbagi atas 2 jenis: Katalisator homogen (yang dapat bercampur secara homogen dengan zat pereaksinya karena berwujud sama). Amati kecepatan timbulnya gelembung pada ketiga gelas kimia tersebut! Catat hasil pengamatan! 2. Dasar teori : Larutan elektrolit dan larutan tidak elektrolit. Data Pengamatan : Percobaan 1 2 3 Larutan H2O2 H2O2 + NaCl H2O2 + FeCl3 Pengamatan Tidak ada gelembung Ada gelembung Ada gelembung kecil (banyak) V.1 M. terbagi menjadi dua kelompok. Terbukti dari data pengamatan dihasilkanya gelmbung-gelembung gas atas dicampurnya katalisator dengan H2O2. Pada gelas kimia pertama tidak ditambahkan apa-apa. Masukkan masing-masing 30 mL larutan H2O2 5% ke dalam tiga gelas kimia. di mana zat hasil reaksi bertindak sebagai katalis. Dari semua larutan. I. Pada gelas kimia kedua ditambahkan 20 tetes larutan NaCl 0. sehingga reaksi lebih cepat terjadi. Kesimpulan Penambahan katalis pada reaksi kima mempercepat laju reaksi. A. Makin . Larutan dapat menghantarkan arus listrik (elektrolit) karena adanya zat terlarut yang dapat terurai menjadi ion-ion yang bergerak bebas. dan Katalis heterogen (yang tidak dapat bercampur karena wujudnya berbeda dengan zat pereaksinya). Pembahasan : Senyawa NaCl dan FeCl3 bertindak sebagai katalisator dalam reaksi dengan H2O2. Begitu pula sebaliknya. : Untuk mengetahui hantaran listrik dalam berbagai larutan. Tujuan III.

Makin banyak zat-zat yang terurai menjadi ion-ion. dan tak lupa catat massanya. b. dengan cara yang sama. Dari semua larutan.5 M ke dalam salah satu kaki tabung Y terbalik. Reaksi antara larutan KI dengan larutan Pb(CH3COO)2 a. Catat massanya! c. Masukkan air suling ke dalam gelas kimia dan uji daya hantarnya. V. Timbang kembali gelas kimia beserta tabung berisi larutan itu. . Tujuan III. Masukkan 5 mL larutan KI 0. maka akan semakin kuat sifat elektrolitnya. d. kemudian timbanglah gelas itu beserta isinya. Catat apakah lampu menyala dan apakah timbul gelembung pada elektroda. Larutan dapat menghantarkan arus listrik (elektrolit) karena adanya zat terlarut yang dapat terurai menjadi ion-ion yang bergerak bebas. larutan yang dapat menghantarkan arus listrik (elektrolit) dan larutan yang tidak dapat menghantarkan arus listrik (non-elektrolit). maka akan semakin kuat sifat elektrolitnya. Kesimpulan : Larutan yang tidak menimbulkan lampu menyala dan gelembung tidak ada (muncul) disebut larutan non-elektrolit. terbagi menjadi dua kelompok. yaitu larutan memiliki potensial listrik kuat dan mampu mengubah zat terlarut menjadi gas I. Kemudian. 3. . Miringkan tabung Y terbalik sehingga larutan pada kedua kakinya bercampur. Susunlah alat penguji elektrolit sehingga berfungsi dengan baik. Bersihkan elektroda dengan air. Bandingkan massa tabung beserta isinya sebelum dan sesudah reaksi. Langkah kerja : Membuat alat penguji elektrolit: 1. lalu keringkan. yang berarti larutan tidak menghantarkan arus listrik. Larutan yang menimbulkan lampu menyala (terang) dan muncul banyak gelembung disebut larutan elektrolit kuat. Judul II. Larutan yang menimbulkan lampu menyala redup dan muncul sedikit gelembung disebut larutan elektrolit lemah. yang berarti ada potensial listrik lemah dan mampu mengubah zat terlarut menjadi gas. 2. Perhatikan reaksi yang terjadi. Masukkan tabung Y terbalik ke dalam sebuah gelas kimia 300 mL dengan hati-hati. Lakukan percobaan yang sama dengan menggunakan larutan CuSO4 dan larutan KI. Susun baterai 9 volt. : Larutan adalah campuran yang homogen antara zat terlarut dan zat pelarut. ujilah daya hantar larutan lain yang tersedia. 2. lalu diselotip/dibungkus agar tidak goyang. VIII. Tiap kutub 1.banyak zat-zat yang terurai menjadi ion-ion. dan 5 mL larutan Pb(CH 3COO)2 ke dalam kaki yang satu lagi. Dasar teori : Hukum kekekalan massa. : Menyelidiki berlakunya hukum kekekalan massa.

Tambahkan air sampai batas garis. Bahan 1. Gula (NaCl) . Pindahkan larutan ke dalam botol penampung dan beri label ”NaOH 1 M”. Neraca digital 11. Kemolaran/molaritas merupakan slah satu cara yang digunakan untuk menyatakan konsentrasi dalam perhitungan kimia. III. Judul II. Silinder ukur 2. Kaca arloji 8. Kemolaran ditulis dengan notasi M. Spatula baja 5. G = n x Mr. Pipet tetes 7. Membuat 100 mL NaOH 1 M a. lalu timbang sekali lagi. M = n/V. Masukan NaOH pada gelas kimia. Magnetic stirrer V. Ambil 20 mL larutan HCl 4 M dan masukkan ke dalam sebuah gelas kimia lain. Kesimpulan I. Glukosa 2. Reaksi antara pualam dengan larutan HCl a. B. Kemudian kedua gelas dimasukkan kembali ke dalam gelas kimia 500 mL tadi. Larutan 1 molar (M) adalah larutan yang mengandung 1 mol zat terlarut dalam 1 liter larutan. Alat & bahan : Alat 1. c. Corong kaca 4. Masukan larutan NaOH pada labu takar. Masukkan kira-kira 5 gram serbuk pualam ke dalam satu gelas kimia 100 mL. Langkah kerja : 1. NaOH 3. c.VIII. Dasar teori : Dalam satuan internasional satuan untuk molekul adalah mol. Gelas kimia 3. d. IV. Dalam membuat larutan dengan konsentrasi tertentu perlu adanya penambahan zat pelarut (air) dalam jumlah tertentu. Masukkan kedua gelas kimia itu ke dalam gelas kimia 500 mL. : Membuat larutan dengan konsentrasi tertentu. b. Labu takar 250 mL 9. Tujuan 3. Pengaduk kaca 6. Botol semprot 10. massa 1 mol molekul sama dengan massa molekul relatif (Mr) tersebut dalam gram. lalu timbang. Timbang 4 gram NaOH b. tak lupa catat massanya! : Jumlah total massa zat sebelum reaksi memiliki massa yang sama setelah reaksi : Molaritas larutan. Kemudian. biasanya dinyatakan dengan lambang n. Tuangkan larutan HCl ke dalam gelas berisi serbuk pualam dan biarkan hingga reaksi berhenti.

5 x 10-2 Kemudian cari massa C6H12O6 yang dibutuhkan.5 VI.2... O = 16.5 = 1/10 = 0. 250 mL larutan glukosa 0. Langkah kerja : . V = n/M = 0. Perubahan entalpi (∆H) adalah besarnya energi yang dibebaskan atau yang diperlukan dalam suatu reaksi.. glukosa yang akan ditimbang.5 = 1/5 L = 200 mL Sehingga jmlah air yang ditambahkan adalah.85 gram.5 Cari jumlah mol. Ternyata besarnya entalpi suatu zat tidak dapat diukur karena yang dapat diukur adalah perubahan entalpi (∆H).5 mL PENENTUAN PERUBAHAN ENTALPI REAKSI I.. Larutan NaCl 0. Maka.85/58.12) + (1... Alat & bahan No. Na = 23. 1 2 3 4 5 6 Alat dan Bahan Bejana plastik Gelas ukur Termometer Larutan NaOH Larutan HCl Larutan H2SO4 III. Dicari massa molekul realtif C6H12O6 (gula).5 M dengan 5. Cl = 35. H = 1.100°C 1M 1M 1M 1 1 1 50 mL 50 mL 50 mL II. Secara matematika dapat ditulis sebagai berikut: ∆H = Hp . a. Maka.HR Di mana: ∆H = perubahan entalpi Hp = entalpi produk (zat hasil reaksi) HR = entalpi reaktan (zat pereaksi) : Ukuran/Satuan Jumlah 250 mL 100 mL 0° .1 = n/0.1 Lanjuti mencari volume larutan yang dihasilkan.5 gram Untuk membuat larutan NaCl 0.16) = 72 + 12 + 96 = 180 Cari jumlah mol C6H12O6. Mr NaCl = 23 + 35. Massa molekul relatif NaCl. M = n/V → 0.5 M jika tersedia 5. n = G/Mr = 5.1 M.85 fram NaCl Diketahui Ar C = 12. Mr C6H12O6 = (6. Tujuan : Menentukan perubahan entalpi pada reaksi antar larutan natrium hidroksida dengan larutan asam klorida yang menghasilkan satu mol air. Dasar teori : Entalpi adalah besarnya energi yang dimiliki suatu zat pada tekanan tetap.5 = 58.1/0. Pembahasan : Untuk membuat 250 mL glukosa 0..85 = 194..1M b.5 x 10-2 x 180 = 4. dibutuhkan air sebesar. G = n x Mr = 2. Vair = Vlarutan – massa NaCl = 200 – 5.12) + (6.25 L → n = 2. Lakukan dengan cara yang sama untuk membuat larutan .

2. Data Pengamatan : = 27°C = 29°C = 28°C = 33°C = : 5°C Suhu larutan NaOH 1M Suhu larutan H2SO4 1M = 27°C = 29°C = Suhu larutan NaOH 1M Suhu larutan HCl 1M Suhu rata-rata (suhu awal) Suhu akhir Kenaikan suhu V. Tuangkan H2SO4 ke dalam bejana plastik yang berisi larutan NaOH.05 . berdasarkan hasil penghitungan dengan rumus n = n=MxV MxV =1x (50mL) = 1 x 0. Masukkan 50 mL larutan NaOH 1M ke dalam bejana plastik dan masukkan 50mL larutan H2SO4 1M ke dalam gelas ukur. Pembahasan Suhu rata-rata (suhu awal) 28°C A. Catatlah suhu yang tetap itu (suhu akhir). IV. 3. B. Suhu akan naik kemudian menjadi tetap dan selanjutnya turun. tentukan suhu rata-rata (suhu awal). Perubahan entalpi larutan NaOH dan larutan HCl 1. Ukur suhu kedua larutan tersebut. Suhu akan naik kemudian menjadi tetap dan selanjutnya turun. 3. Jika suhu kedua larutan berbeda. Tuangkan HCl ke dalam bejana plastik yang berisi larutan NaOH. Jika suhu kedua larutan berbeda. Masukkan 50 mL larutan NaOH 1M ke dalam bejana plastik dan masukkan 50mL larutan HCl 1M ke dalam gelas ukur. Termometer harus dibersihkan dan dikeringkan sebelum dipindahkan dari suatu larutan ke larutan yang lain. tentukan suhu rata-rata (suhu awal). Ukur suhu kedua larutan tersebut. Perubahan entalpi larutan NaOH dan larutan HCl 1. Termometer harus dibersihkan dan dikeringkan sebelum dipindahkan dari suatu larutan ke larutan yang lain.A. Jumlah mol NaOH di dalam 50mL larutan NaOH 1 M sama dengan jumlah mol HCl di dalam 50mL larutan HCl 1M. 2.05L n = 0. aduk dengan termometer dan perhatikan suhu yang ditunjukkan oleh termometer. Perubahan entalpi larutan NaOH dan larutan H2SO4 1. aduk dengan termometer dan perhatikan suhu yang ditunjukkan oleh termometer. Catatlah suhu yang tetap itu (suhu akhir).

.5 KJ B. Persamaan termokimia untuk reaksinya NaOH(l) + HCl(aq)  H2O(g) + NaCl(aq) ∆H = .1.2. berdasarkan hasil penghitungan dengan rumus n = M x V 2. Perubahan entalpi (∆H) per mol H2O yang terbentuk dalam reaksi adalah.05L Disetarakan sehingga menjadi.1.05 + H(g) 3. Perubahan entalpi (∆H) per mol H2O yang terbentuk dalam reaksi adalah. Persamaan reaksi yang terjadi adalah sebagai berikut: NaOH(l) + H2SO4 (aq)  H2O(g) + NaSO4(aq) + n=MxV =1x (50mL) H(g) = 1 x 0.5 KJ 4. Persamaan reaksi yang terjadi adalah sebagai berikut: NaOH(l) + HCl(aq)  H2O(g) + NaCl(aq) Disetarakan sehingga menjadi. NaOH(l) + H2SO4 (aq)  H2O(g) + NaSO4(aq) n = 0. Perubahan entalpi larutan NaOH dan larutan H2SO4 1. Jumlah mol NaOH di dalam 50mL larutan NaOH 1 M sama dengan jumlah mol H2SO4 di dalam 50mL larutan H2SO4 1M. NaOH(l) + HCl(aq)  H2O(g) + NaCl(aq) 3. Q = m x C x ∆t = (massa NaOH + massa HCl) x 4. maka ∆H = .5 KJ Karena reaksi termasuk eksoterm (terjadi kenaikan temperatur).2J/g°C x 5°C = (50mL + 50mL) x 21J/g = 100g x 21J/g Q = 2100 J ∆H = = = 15000 J = 1.

4 KJ 4.50.2J/g = 100g x 25.4 KJ Untuk mengetahui entalpi suatu zat hanya bisa ditentukan dari perubahan entalpi yang terjadi bila zat tersebut bereaksi dengan zat lain atau zat tersebut terurai menjadi zat lain.4 KJ Karena reaksi termasuk eksoterm (terjadi kenaikan temperatur).2J/g Q = 2520 J ∆H = = = 50400 J = 50. Persamaan termokimia untuk reaksinya NaOH(l) + H2SO4 (aq)  H2O(g) + NaSO4(aq) + H(g) ∆H = .2J/g°C x 6°C = (50mL + 50mL) x 25. . maka ∆H = .Q = m x C x ∆t = (massa NaOH + massa HCl) x 4.50.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful