You are on page 1of 2

http://www.inilah.

com/read/detail/640141/as-negara-terkaya-tapi-bukan-palingbahagia/ diakses tanggal 29 Januari 2011 jam 17:56 IST Oleh: Joan Radina Setiawan Jumat, 2 Juli 2010 | 14:56 WIB TERKAIT Credit Suisse: Pendapatan Masyarakat Naik di 2011 Inilah Hasil Survei Credit Suisse di 4 negara KPK: Berantas Korupsi Perlu Gerakan Kolektif KPK Akan Dorong Polri dan Kejaksaan KPK Janji Penanganan Korupsi Bebas Intervensi INILAH.COM, New York - Amerika Serikat mungkin saja negara terkaya di bumi, namun bukan negara paling bahagia, menurut sebuah penelitian baru. AP melaporkan membandingkan kebahagiaan dari satu negara ke negara lain tidaklah sama, menurut Gallup World Poll. Ada dua kategori utama kebahagiaan, kepuasan hidup secara keseluruhan atau penikmatan hidup dari momen ke momen. Dan sementara kepuasan hidup keseluruhan dihubungkan secara kuat ke pendapatan, yang berarti negara dan individu yang lebih kaya berarti memiliki lebih banyak kebahagiaan, namun seberapa banyak sesorang menikmati hidup (dengan ukuran seperti tertawa dan tersenyum) bergantung bagaimana kebutuhan sosial dan psikologis dipenuhi. Hal ini termasuk mendapatkan dukungan sosial dan penggunaan kemampuan spesial seseorang, dan bukannya dari duduk dan mengerjakan pekerjaan yang melelahkan pikiran. AS, yang memiliki produk domestik bruto per kapita, menempati peringkat 16 untuk kesejahteraan secara keseluruhan dan No.26 untuk penikmatan hidup, yang dimaksudkan sebagai perasaan positif. Peringkat pertama untuk kesejahteraan hidup keseluruhan diduduki Denmark dan New Zealand menempati peringkat pertama untuk perasaan yang positif. Semua orang hanya mencari kepuasan dan pendapatan, kata Ed Diener dari Universitas Illinois dan Organisasi Gallup. Dan sementara mendapatkan kekayaan

memang benar akan membuat anda lebih puas dengan hidup Anda. Hal itu tidak akan berpengaruh besar pada bagaimana anda menikmati hidup." Data tersebut didapatkan dari sampel representatif sebanyak lebih dari 136.000 orang dari 132 negara pada tahun 2005 hingga 2006. Polling tersebut menggunakan survei telepon untuk wilayah yang lebih makmur, dan wawancara dari pintu ke pintu di wilayah pinggiran atau kurang berkembang. Kepuasan hidup keseluruhan dengan pendapatan personal dan nasional, membutuhkan faktor-faktor sosial sebagai bagian penting dalam kebahagiaan. Namun perasaan positif, yang hanya sedikit terkait dengan tingkat pendapatan, terkait jauh lebih erat dengan perasaan merasa dihargai, mendapat kebebasan dan dukungan sosial serta bekerja di pekerjaan yang diminati. Hal ini ditunjukkan dengan beberapa negara yang berpenghasilan menengah seperti Kosta Rika lebih bisa menikmati hidup, dan negara berpenghasilan tinggi seperti Korea Selatan nampaknya kurang menikmati hidupnya seperti yang diperkirakan. Kualitas hubungan sosial sangat mempengaruhi hal ini. Ada beberapa tempat yang mendapatkan peringkat tinggi dalam hal pendapatan dan kebahagiaan hidup, contohnya Denmark yang menempati peringkat 7 mengnai seberapa besar masyarakat di sana menikmati hidup. Sedangkan banyak negaranegara di Afrika yang mendapat poin rendah dalam kedua pengukuran kebahagiaan tersebut. [cms]