Perkembangan Antara Mikroorganisme Plak dengan Gingivitis Kesehatan gingiva dan periodontal adalah penting dan kebersihan mulut

yang optimal adalah penting untuk mencapainya. Kebersihan mulut berkaitan dengan gigi, jaringan periodontal, dan lain-lain jaringan mulut lunak dan keras. Kesehatan bagian-bagian ini biasanya berasosiasi dengan faktor predisposisi dan variabel mikroorganisme yang sama. Walaupun bukan semua gingivitis akan menyebabkan penyakit periodontal yang destruktif, tetapi jelas bahwa kebanyakan penyakit periodontal berawal dari gingivitis. Pencegahan penyakit periodontal berhubungan dengan pencegahan gingivitis, gingivitis dapat juga melemahkan kesehatan pada umumnya. Etiologi gingivitis pada permulaan abad ke dua puluh berkaitan dengan banyak faktor, termasuk karies dan trauma gigi, pernafasan mulut, dan defisiensi vitamin C. Tahap kebersihan mulut dihubungkan dengan makanan lunak atau lengket. Observasi secara klinis dan penelitian secara epidemik telah menunjukkan suatu hubungan yang kuat antara plak gigi dengan keparahan penyakit periodontal. Penyakit periodontal dan karies gigi selalu dikenal sebagai patologi gigi paling utama dan penyakit yang paling prevalen pada manusia. Walaupun penyakit periodontal kurang prevalen pada anak dibanding dewasa, namun penyakit periodontal adalah progresif dan pencegahan yang sesuai harus dimulai sejak usia dini. Profesi harus berkerja lebih keras dalam memberi pendidikan kebersihan mulut sejak usia dini. Metode yang paling baik untuk mencegah penyakit gingiva dan periodontal adalah dengan menjaga kebersihan mulut. Keuntungan menyikat gigi sebagai tindakan pencegahan penyakit gigi, termasuk gingivitis, adalah sesuatu yang harus dijelaskan dengan tepat, penyakit periodontal sukar dihilangkan secara tuntas walaupun pada mereka yang menyikat gigi dengan teratur. Tidak ada pembersihan gigi secara alami terutama pada daerah servikal dan proksimal karena plak akan selalu berakumulasi. Plak hanya dapat disingkirkan dengan baik secara metode mekanis. Metode paling umum dan efektif untuk membersihkan gigi adalah sikat gigi, namun menyingkirkan plak interdental masih dirasakan sulit. Kegagalan menyingkirkan plak akan menyebabkan gingivitis, suatu penelitian telah menunjukkan bahwa penyingkiran plak selama 3 minggu dapat mengobati gingivitis. Penyingkiran plak gigi adalah penting bagi pencegahan penyakit periodontal dan juga karies. Penyingkiran plak secara mekanis dalam jangka waktu tidak melebihi 48 jam cukup untuk pencegahan gingivitis. Saran yang dianjurkan adalah menyingkirkan semua plak segera setelah makanan atau minuman yang mengandung sukrosa. Penyingkiran plak secara supragingiva setiap hari akan mencegah pembentukan plak supragingiva guna mencegah penyakit berlanjut dan membantu penyembuhan jaringan periodontal.

diantara permukaan interproksimal terutama daerah kontak dan sekeliling restorasi yang berlebih dan kasar. Pembentukan lesi karies secara klinis merupakan hubungan yang berkomplikasi satu sama lain diantara beberapa faktor dalam lingkungan mulut dan jaringan keras gigi. Mikroorganisme yang dikaitkan dengan etiologi pembentukan karies bersifat asidogenik dan asidurik. diantara permukaan interproksimal terutama daerah kontak dan sekeliling restorasi yang berlebih dan kasar.dan (PO3)4-. bila diinokulasi ke marmut bebas mikroorganisme dengan diet sukrosa tinggi. karena merupakan tempat awal terjadinya karies. Plak mikroorganisme menyebabkan fermentasi karbohidrat dari makanan danminuman kearah pembentukan ion-ion asam pada permukaan gigi. Oleh karena itu. Pembentukan karies dimulai dengan fermentasi mikroorganisme dari karbohidrat. Mikroorganisme tertentu yang diisolasi dari plak gigi manusia. terutama sukrosa . Prevalensi karies lesi berkavitas dan tidak berkavitas berbeda diantara negara. membentuk biofilm yaitu plak gigi.Host : anatomi dan posisi gigi . Ketidakefektifan buffer saliva menyebabkan plak menjadi tebal.Perkembangan Antara Mikroorganisme Plak dengan Karies Adalah penting untuk menambah pengetahuan yang lebih baru tentang prevalensi dan insidens karies berkavitas dan tidak berkavitas. pada negara maju dijumpai lebih tinggi dibandingkan negara berkembang.Mikroorganisme asidogenik yang mengkolonisasi permukaan gigi . Akibatnya pH menjadi turun ke tahap kritis yaitu 5. Kuantitas plak yang terbentuk pada permukaan gigi bersih dipengaruhi interaksi faktor etiologi.5 yang menyebabkan larutnya permukaan mineral gigi. Ketidakefektifan buffer saliva menyebabkan plak menjadi tebal. faktor resiko internal dan eksternal serta faktor protektif. menunjukkan terjadinya penyebaran bakteri yang cepat. Plak yang tebal biasanya pada pit dan fisur yang dalam.Waktu : jumlah waktu yang menyebabkan terbentuknya plak. Prosedur oral higiene mekanikal tidak minuman kearah pembentukan ionion asam pada permukaan gigi. bila pH berlanjut menurun (H + bertambah) maka medium berair akan kehilangan OH. H+ akan diambil oleh buffer dalam plak dan saliva. karies gigi dianggap sebagai penyakit infeksi yang dapat menjalar. mikroorganisme dapat berkolonisasi pada permukaan gigi dan bersaing dengan spesies yang kurang membahayakan. Plak yang tebal biasanya pada pit dan fisur yang dalam. Faktor penyebab karies adalah : .Diet : asupan karbohidrat terfermentasi. berlanjut ke formasi beberapa asam organik dan penurunan pH. Mulanya. Faktor faktor tersebut . Prosedur oral higiene mekanikal tidak efektif dalam menyingkirkan plak dari tempat ini. yang bereaksi dengan H+ untuk membentuk H2O dan (HPO2)4-. Untuk memulai lesi karies di enamel.

kadar kebasahan dan tensi permukaan gigi. Laktobasili akan bereaksi cepat terhadap diet karbohidrat dan frekuensi asupan. Streptokokus mutans adalah sebagai inisiasi dan diikuti laktobasili dalam menghasilkan plak kariogenik. kualitas flora mikroorganisme oral. Beberapa spesies laktobasili juga dianggap sebagai patogen karies utama disamping Streptokokus mutans dan Streptokokus sobrinus. Walaupun korelasi antara karies atau jumlah Streptokokus mutans pada ibu dan anak mereka dapat dijelaskan sebagai faktor genetik. anatomi dan morfologi permukaan gigi. .adalah : Populasi mikroorganisme oral total. Jumlah laktobasili yang masih tinggi pada lesi kavitas karies yang telah disingkirkan mengindikasikan diet karbohidrat tinggi. Mikroorganisme paling utama tersebut adalah Streptokokus mutans. karena ia dapat beradhesi dan mengkolonisasi permukaan gigi. Beberapa penelitian telah menunjukkan bahwa tahap kolonisasi Streptokokus mutans pada anak adalah berkorelasi dengan saliva yang berisi Streptokokus mutans pada ibunya. kebiasaan oral higiene individu. Termasuk ke dalam patogen utama adalah mikroorganisme berhubungan dengan karies manusia dan juga menyebabkan karies pada binatang percobaan. mobilitas lidah dan bibir. tahap erupsi dari gigi. derajat inflamasi gingiva dan volume eksudat gingiva. Banyak pendapat terhadap hipotesis plak spesifik. ada juga pendapat lain yang menyatakan bahwa tahap kolonisasi atau penyakit pada anak adalah tergantung pada tahap Streptokokus mutans pada ibunya waktu terjadi transmisi. Di sini dijumpai hasil yang sama yaitu ibu dengan Streptokokus mutans tinggi akan mempunyai anak dengan jumlah mikroorganisme tinggi. Laktobasili juga mengindikasikan mikroorganisme lainnya seperti Streptokokus mutans. Laktobasili adalah asidogenik dan juga lebih asidurik dibanding Streptokokus mutans. disamping juga memberi efek asidogenik karena bersifat asidurik. penggunaan fluor dan lain-lain produk preventif. asupan karbohidrat terfermentasi. Streptokokus mutans berkorelasi kuat sebagai etiologi lesi enamel dan permukaan akar permulaan. Laktobasilus lebih tergantung pada permukaan beretensi bagi pengkolonisasian yang berat. seperti agen kontrol plak kimia. tekanan pengunyahan dan abrasi dari makanan. sekresi saliva dan lainlain properti saliva.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful