STUDI KOMPARATIF PRESTASI BELAJAR ANTARA METODE KERJA KELOMPOK DI SMK BINA KARYA TEKNIK DENGAN METODE CERAMAH

DI SMK KARYA GUNA PADA MATA PELAJARAN GAMBAR TEKNIK LISTRIK

Rangga Nugroho Alumni Angkatan 2012 Universitas Negeri Jakarta Program Studi Pendidikan Teknik Elektro dan Supervise Field di PT Gama Sentausa Abadi Aris Sunawar Dosen Universitas Negeri Jakarta Program Studi Pendidikan Teknik Elektro Suyitno Dosen Universitas Negeri Jakarta Program Studi Pendidikan Teknik Elektro Eva Indriani Mahasiswi Universitas Negeri Jakarta Program Studi Pendidikan Teknik Elektronika Noreg 5215111734 The purpose of this study was to determine the difference method of learning achievement in the vocational group work techniques with Bina Karya lecture method in order to work SMK Jakarta on the subjects of electrical engineering drawings. On the Based on the obtained results the following conclussions, There was no difference in learning achievement between group workings methods with the lecture method. That which obtained tcount 0.9723 and 2.045 compared with 5 % for 2.045 ). Kata kunci: Prestasi belajar, Gambar teknik listrik, Metode Kerja kelompok, Metode Ceramah. Kegiatan belajar-mengajar merupakan Tim Dosen FIP IKIP Malang (1981:130) Sekolah merupakan lembaga pendidikan formal sosial. yang mempunyai dua aspek penting, yaitu aspek individual dan aspek Kegiatan belajar-mengajar secara formal dilakukan di sekolah. Mengutip pendapat
Studi Komparatif Prestasi Belajar Antara Metode Kerja Kelompok dengan Metode Ceramah (Rangga Nugroho)

tcount smaller so the results were accepted and rejected ( 0.9723 <

it can be concluded

kegiatan inti dan utama dalam sebuah proses pendidikan.

1

Pendidikan

sekolah

bertugas

tantangan di dunia kerja di masa yang akan datang. Mata pelajaran Gambar teknik dibagi menjadi teori dan praktik. Dalam proses pembelajaran teori diharapkan siswa dapat memahami fungsi pada alat gambar teknik dan menerapkan standarisasi gambar dan teknik normalisasi

mempengaruhi dan menciptakan kondisi yang memungkinkan pribadi anak didik secara optimal, dan pendidikan sekolah bertugas mendidik agar anak didiknya dapat mengabdikan diri kepada tujuan dengan mengenai masyarakat. Winkel mendefinisikan bahwa Sebagai upaya pemecahan maka proses sekolah pendidikan perlu pada disesuaikan tertentu tiap jenjang

ketenagalistrikan dan membaca gambar instalasi ketenagalistrikan. Dalam proses pembelajaran praktik diharapkan siswa dapat memahami dan menggambarkan suatu garis pada gambar dan simbolsimbol gambar teknik listrik.

proposisi-proposisi

psikologi dan perkembangan anak didik, pada jenjang mana mereka berada dan tujuan apa yang diharapkan (1986 : 20). Sekolah Menengah Kejuruan (SMK)

merupakan salah satu jenjang pendidikan yang ditempuh oleh anak Indonesia dalam mengikuti kegiatan pembelajaran secara formal. SMK merupakan jenjang tahap yang strategis dan kritis bagi perkembangan dan masa depan anak Indonesia. Pada tahap tersebut, anak Indonesia bersiap untuk memasuki dunia kerja yang penuh tantangan dan kompetisi. Ganbar teknik merupakan mata pelajaran dasar kompetensi kejuruan yang wajib dipelajari siswa. Mata pelajaran gambar teknik diharapkan mampu memberi bekal kepada siswa untuk dapat menghadapi

Dalam proses pembelajaran banyak siswa yang menganggap bahwa pelajaran Gambar teknik merupakan pelajaran yang sulit. Guru yang luas diharapkan. Untuk mencapai tujuan belajar di sekolah proses belajar – mengajar di kelas tidak cukup dengan di proses ditatanya dalam belajar program kurikulum. mengajar pengajaran Pengelolaan harus memiliki pandangan dan mampu membimbing

siswanya untuk mencapai tujuan yang

sepenuhnya diserahkan pada kemampuan guru. Tidak jarang guru yang kurang mampu melakukan pengelolaan proses belajar mengajar karena kurang memiliki wawasan yang jelas mengenai dasar dan
Pevote, Vol.7, No.12, April 2012 : 1-11

10

hakekat

proses

belajar-mengajar

serta

Banyak definisi tentang belajar yang dikemukakan perumusannya demikian oleh para ahli, dan yang berbeda-beda. Namun

penerapannya dalam kelas, khususnya dalam pelajaran Gambar teknik listrik. Hal ini sangat berpengaruh terhadap keberhasilan proses belajar-mengajar. Mengingat hal tesebut perlu dicarikan suatu pendekatan menjadi yang suatu dapat bentuk dikembangkan

pengertian-pengertian

dikemukakan oleh para ahli mempunyai kesamaan dalam satu hal yaitu, bahwa belajar merupakan suatu proses pembentukan atau perubahan tingkah laku pada diri sesorang. Pembentukan atau perubahan tingkah laku dapat terjadi dalam bentuk pengetahuan, pengertian, kebiasaan, sikap, dan apresiasi seseorang terhadap sesuatu. Seseorang yang telah mengalami peristiwa belajar akan memiliki sesuatu yang sebelumnya tidak dimiliki dan dikuasainya.

metode belajar-mengajar yang efektif dan efisien. Metode yang efektif dan efisien akan tercipta bila metode dapat menunjang prestasi belajar siswa yang memadai dan siswa dapat menguasai materi tersebut. Kadar prestasi belajar siswa sangat tergantung kepada apa yang dipelajari bagi dirinya sendiri. Penguasaan materi pelajaran sedikit

Dalam kaitannya dengan belajar sebagai proses perubahan tingkah laku, maka belajar juga akan menimbulkan hasil dimana tampak sifat-sifat dan tanda-tanda perilaku baru setelah pengalaman belajar

banyak dipengaruhi oleh peran serta aktifitas siswa sendiri dalam keseluruhan proses belajar-mengajar. Fokus permasalahan membuat agar sekarang iklim kegiatan adalah kegiatan siswa

berlangsung.

Hasil

belajar

disebut

bagaimana

kemampuan. Di sekolah kemampuan yang timbul setelah belajar biasa disebut sebagai prestasi belajar. Prestasi belajar dapat diamati melalui suatu alat ukur atau tes mengenai sejumlah pelajaran yang telah diberikan. Nasution (1996:17) mendefinisikan

belajar-mengajar

cukup tinggi dan berhasil baik, serta bermanfaat bagi siswa, kehidupan, dan lingkungannya untuk waktu sekarang dan yang akan datang. KAJIAN TEORI

prestasi belajar adalah kesempurnaan yang dicapai sesorang dalam berfikir, merasa
Studi Komparatif Prestasi Belajar Antara Metode Kerja Kelompok dengan Metode Ceramah (Rangga Nugroho)

1

dan berbuat. Sedangkan menurut Winkel (1996:17) mengartikan definisi prestasi belajar adalah suatu bukti keberhasilan atau kemampuan seseorang siswa dalam melakukan kegiatan belajarnya sesuai dengan bobot yang dicapainya. Prestasi seseorang belajar siswa yang ataupun dalam dicapai siswi oleh akan

a. Siswa dapat memahami tentang prinsipprinsip penggunaan alat gambar. b. Siswa dapat memahami dan mengenal alat-alat gambar teknik. c. Siswa dapat memahami dan mengenal macam-macam alat gambar. d. Siswa dapat memahami dan mengenal standarisasi gambar teknik listrik. e. Siswa dapat memahami dan mengenal simbol-simbol dalam gambar teknik listrik.

memberikan gambaran tentang tingkat keberhasilan siswa menyerap sejumlah materi pelajaran yang tersusun dalam tiga tingkatan kemampuan yaitu pengetahuan, keterampilan, dan sikap. Gambar teknik listrik merupakan mata pelajaran pokok dan wajib di SMK. Gambar teknik listrik adalah salah satu materi pokok dan penting bagi siswa dalam melangkah ke arah penguasaan kelistrikan. Pelajaran Gambar teknik listrik pada kelas X pada semester 1 pada garis besarnya dibagi dalam tiga materi pokok, yaitu mengoperasikan peralatan gambar, Perlu dicarikan suatu pendekatan dalam proses belajar-mengajar yang lebih menekankan pada aspek belajarnya untuk mengacu keberhasilan siswa agar tercapai nilai yang diinginkan khususnya pada mata pelajaran Gambar teknik listrik. menggambar dengan standarisasi gambar teknik listrik dan membaca simbol-simbol gambar teknik listrik. Pada akhirnya tujuan dari hasil belajar gambar teknik listrik yang terpenting adalah sebagai berikut: Keberhasilan mendapatkan gaya belajar, belajar nilai dan siswa yang faktor untuk optimis lain yang

A. Hakikat Metode Kerja Kelompok

bergantung pada motivasi, situasi, kondisi, mempengaruhinya.

Pevote, Vol.7, No.12, April 2012 : 1-11

10

Pendekatan merupakan

proses alternatif

kerja

kelompok dapat

yang disusun melalui tujuan instruksional yang telah ditetapkan. Setiap kelompok menghimpun pengalaman, pengetahuan, dan kemampuan dalam akan rangka kepemimpinan memecahkan mereka

yang

dikembangakan menjadi suatu metode belajar mengajar yang dapat menunjang terciptanya kondisi belajar dan peningkatan hasil belajar.

masalah. Guru memberi petunjuk atau membantu jika di butuhkan.

Metode kerja kelompok dipandang sebagai kesatuan terpadu untuk mencapai satu tujuan pelajaran tertentu dengan cara bergotong royong. Dari keterangan di atas dapatlah dikatakan bahwa kerja kelompok dibentuk karena anggotanya mempunyai tujuan yang sama, yaitu untuk mencapai tujuan belajar. Dengan kegiatan belajar bersama siswa Metode kerja kelompok mempunyai ciri dan mengarah kepada tujuan melaui kerja sama secara rasional untuk memecahkan masalah belajar perorangan dari setiap anggota kelompoknya. Ciri kelompok yang berupa kesatuan kerjasama, dari beberapa dan pertukaran individu, Dalam proses belajar mengajar Gambar teknik listrik kegiatan tsb memang sangat menarik karena melibatkan partisipasi aktif para siswa. Manfaat pengajaran melalui kerja kelompok sebenarnya merupakan suatu cara untuk dan meningkatkan siswa pengetahuan Proses yang mendasari kegiatan ialah guru tidak lagi memberikan peranan yang dominan. Kelas dibagi dalam beberapa kelompok guna menjelajajahi, berfikir, dan berbuat untuk memecahkan masalah secara kooperatif. Masalah yang akan dibahas mungkin dilontarkan oleh guru atau siswa
Studi Komparatif Prestasi Belajar Antara Metode Kerja Kelompok dengan Metode Ceramah (Rangga Nugroho)

dapat lebih mudah mencapai suatu jalan keluar dibandingkan dengan usaha sendiri.

pendapat berfungsi sebagai alat untuk mencapai tujuan belajar.

pemahaman

tentang pengertian dan dan manfaat ganbar teknik listrik.

B. Hakikat Metode Ceramah

1

Metode mengajar dengan ceramah sudah umum dan paling banyak digunakan dalam proses belajar mengajar di sekolah. Dalam proses kegiatan belajarnya peranan guru sangatlah dominan, sedangkan siswa hanya mendengarkan dengan teliti dan mencatat pokok-pokok penting dari materi yang disampaikan guru. Sebagaimana dikatakan Metodik, Kurikulum Tim Didaktik, IKIP Surabaya

menyampaikan materi secara faktual dan mengingatkan kembali secara tepat, akan tetapi tidak menonjol untuk pengertian secara komprehensif kembali yang ditunda. Dalam pelajaran Gambar teknik listrik melalui metode ceramah guru. masih Dalam menghendaki peranan dan pengingatan

penyampaian materi, guru menjelaskan tentang beberapa fungsi alat gambar teknik listrik, bermacam-macam fungsi garis, dan standarisasi garis menurut ISO alalu dituliskannya materi pada papan tulis serta siswa menyalinnya dan pada akhirnya diadakan tanya jawab dan latihan. Metode ceramah dapat diberikan bila tujuan yang ingin materi. dicapai berupa dari penguasaan Keuntungan

(1981:41) bahwa Rumusan dasar dari metode ceramah adalah penerangan dan penuturan secara lisan oleh guru terhadap kelas. Dalam pengajaran kemampuan guru dalam mengajar penguasaan, gurupun pengaturan, dan penyampaian sangat dibutuhkan. Semangat mempengaruhi berhasilnya proses belajar mengajar. Guru harus dapat membina komunikasi tentang bagaimana menariknya dan pentingnya mata pelajaran yang disampaikan. Peranan guru masih dominan walau

metode ceramah dapat menjangkau materi yang diajarkan dengan cepat dan dalam jumlah yang siswa banyak. Dan adapun kelemahan metode ceramah yaitu kurang melibatkan partisipasi siswa dalam pencapaian pengetahuan. Secara mental siswa kurang dilibatkan dalam kegiatan semacam, sehingga siswa tidak mampu mengembangkan suatu materi gambar teknik listrik. METODOLOGI PENELITIAN

sesekali guru menyelingi teknik bertanya yang dirancang untuk memeriksa apakah siswa memahami pelajaran atau tidak. Guru juga memperkenankan siswa untuk mengajukan pertanyaan namun tidak mendorong komunikasi antar siswa. Dalam pelajaran gambar teknik listrik, proses belajar mengajar melalui metode ceramah memang sangat baik untuk

Pevote, Vol.7, No.12, April 2012 : 1-11

10

Penelitian ini dilaksanakan di SMK Karya Guna Jakarta dan SMK Bina Karya Teknik Bekasi Jurusan Teknik Instalasi Teknik Tenaga Listrik tahun ajaran 2011/2012. Adapun waktu penelitian dilaksanakan dalam jangka waktu 6 bulan. Penelitian ini menggunakan metode dalam bentuk penelitian penelitian untuk komparatif, melihat yaitu perbedaan

kelompok untuk eksperimen 1(satu) dan satu kelompok lagi untuk eksperimen 2 (dua). Instrumen yang penelitian yang untuk digunakan mengukur

dalam penelitian adalah Pre-Test yaitu tes digunakan pencapaian seseorang setelah mempelajari sesuatu. Tes yang digunakan berupa tes objektif bentuk multiple choice lima option. Jumlah item keseluruhan adalah 30. Setiap item memounyai bobot nilai 1. Dengan demikian jumlah nilai maksimum untuk keseluruhan tes adalah 30. Suatu tes sebagai instrumen penelitian dikatakan valid apabila instrumen tersebut mengukur apa yang akan diukur dan yang sampel instrumen dapat pula dikatakan reliable apabila dilakukan pengulangan untuk melakukan hal yang sama. Instrumen tersebut akan mempunyai hasil yang sama atau ajeg. 1. Validitas Instrumen Validitas berasal dari kata validity yang mempunyai arti sejauh mana ketepatan dan kecermatan suatu alat ukur dalam melakukan fungsi ukurnya. Dalam penelitian, peneliti menggunakan uji validitas isi. Variabel dikembangkan menjadi butir-butir pertanyaan yang telah

pengaruh antara variabel yang diteliti melalui perlakuan. Yang dijadikan variabel bebas dalam penelitian adalah metode kerja kelompok dan metode ceramah tanya jawab, sedangkan yang dijadikan variabel terikat adalah prestasi belajar siswa pada mata pelajaran gambar teknik listrik. Teknik dalam pengambilan kelas atau sampel

dilakukan dengan cara random siswa di pemilihan dilakukan dengan mengundi siswa-siswa. Setiap anggota dalam kelas yang terpilih melalui undian merupakan sampel yang diperlukan dalam penelitian. Jumlah kelas X pada jurusan Teknik Instalasi Tenaga Listrik SMK Karya Guna berjumlah 30 orang dan jumlah kelas X pada jurusan berjumlah 30 Teknik Instalasi Tenaga orang. Sampel yang Listrik SMK Bina Karya Teknik Bekasi dilakukan sebanyak 2 (dua) kelompok yang ditarik melalui undian tadi, satu

Studi Komparatif Prestasi Belajar Antara Metode Kerja Kelompok dengan Metode Ceramah (Rangga Nugroho)

1

terlebih dahulu dikonsultasikan kepada dosen pembimbing selanjutnya dinilai kevalidannya oleh guru yang Dalam aplikasinya, reliabilitas dinyatakan oleh koefisien reliabel yang angkanya berada dalam rentang 0 sampai dengan 1,00. Semakin tinggi koefisien reliabelitas mendekati 1,00 berarti semakin tinggi 2. Realibilitas Instrumen reliabilitas. Sebaliknya koefisien yang makin rendah mendekati 0 berarti semakin rendahnya reliabilitas. Realibilitas merupakan terjemahan dari kata realibility yang berasal dari kata rely dan ability, pengukuran yang mempunyai realibilitas tinggi disebut sebagai pengukuran yang reliabel. bersangkutan. Namun dikarenakan guru tersebut hanya 1 orang, maka peneliti juga melakukan validilitas butir soal.

Hasil Penelitian
A. Deskripsi Data

Tabel 1 Distribusi Frekuensi Data siswa SMK Karya Guna No 1 2 3 4 5 6 Kelas Interval (Ki) 60 - 64 65 - 69 70 - 74 75 - 79 80 - 84 85 - 89 Jumlah Frekuensi Absolut (f) 8 3 4 4 8 3 30 Frekuensi Kumulatif (Fkum) 8 11 15 19 27 30

Keterangan :
Pevote, Vol.7, No.12, April 2012 : 1-11

10

Sampel yang digunakan adalah kelas X SMK Karya Guna. Sampel berjumlah 30 orang. Nilai minimal = 60, nilai maksimal = 88; banyak kelas = 5; interval kelas = 6. Gambar 1 Histogram Variabel Siswa SMK Karya Guna

Tabel 2 Distribusi Frekuensi Data siswa SMK Bina Karya Teknik No 1 2 3 4 5 6 Kelas Interval (Ki) 64 - 68 69-73 74-78 79-83 84-88 89-93 Jumlah Frekuensi Absolut (f) 4 7 4 6 8 1 30 Frekuensi Kumulatif (Fkum) 4 11 15 21 29 30

Keterangan : Sampel yang digunakan adalah kelas X SMK Bina Karya Teknik. Sampel berjumlah 30 orang. Nilai minimal = 65, nilai maksimal =86; banyak kelas = 6; interval kelas = 2.

Studi Komparatif Prestasi Belajar Antara Metode Kerja Kelompok dengan Metode Ceramah (Rangga Nugroho)

1

Gambar 2. Histogram Variabel Siswa SMK Bina Karya Teknik

B. Hasil Pengujian Persyaratan Analisis

diperoleh dari sampel kelas X SMK Karya Guna dengan maksimum atau , sedangkan Jadi < dapat

Sebelum dilakukan pengujian terhadap hipotesis, pengujian meiputi: Uji- t 1. Hasil Pengujian Normalitas Perhitungan dilakukan dengan terlebih persyratan Perhitungan dahulu dilakukan yang hipotesis

= = .

0.119 0,161.

normalitas, Dengan demikian

Pengujian Homogenitas, dan Pengujian

disimpulkan bahwa sampel untuk siswa kelas X SMK Karya Guna berasal dari populasi yang berdistribusi normal. Untuk sampel siswa kelas X SMK Bina Karya Tehnik diperoleh hasil

menggunakan uji liliefors dengan taraf signifikansi α = 0, 05. Hasil perhitungan

Pevote, Vol.7, No.12, April 2012 : 1-11

10

perhitungan untuk

maksimum atau

dan karena

<

maka

= 0,121, sedangkan = 0,161. Jadi < . Dengan

diterima. Artinya sampel siswa kelas X SMK Karya Guna dan siswa kelas X SMK Bina Karya Teknik tersebut berdistribusi homogen.

demikian dapat disimpulkan bahwa sampel untuk siswa kelas X SMK Bina Karya Teknik berasal dari populasi yang berdistribusi normal. C. Hasil Pengujian Hipotesis Penelitian

Dari

perhitungan, baku

diperoleh gabungan

nilai sebesar

simpangan

16,02, untuk perhitungan uji t nilai 2. Hasil Pengujian Homogenitas = 0,9723. Sedangkan nilai = 2,045. Berdasarkan kriteria pengujian Pengujian homogenitas sampel yang dilakukan terhadap siswa kelas X SMK Karya Guna dengan siswa kelas X SMK Bina Karya Teknik dilakukan dengan uji-t dengan taraf nyata α = 0,05. Hasil perhitungan menunjukkan = 1,09 dan kriteria tolak jika = 1,86. Dari < , hipotesis nol yang digunakan, karena < , maka diterima dan

ditolak. Sehingga dapat disimpulkan tidak terdapat hasil belajar mata

pelajaran gambar teknik listrik pada siswa kelas X SMK Karya Guna dengan siswa kelas X SMK Bina Karya Teknik.

D. Pembahasan Hasil Penelitian

Studi Komparatif Prestasi Belajar Antara Metode Kerja Kelompok dengan Metode Ceramah (Rangga Nugroho)

1

Berdasarkan data yang diperoleh dan dilanjutkan hipootesis, dengan hasil penelitian pengujian sebagai

Berdasarkan data yang diperoleh dan dilanjutkan hipootesis, dengan hasil penelitian pengujian sebagai

berikut : nilai rata-rata siswa kelas X SMK Karya Guna sebesar 73,86 dan nilai rata-rata siswa kelas X SMK Bina Karya Teknik sebesar 78,13. Jadi nilai rata-rata siswa kelas X SMK Bina Karya Teknik > siswa kelas X SMK Bina Karya Teknik. Uji normalitas diperoleh menunjukkan berdistribusi < bahwa normal. yang populasi Pada < data Pada siswa uji uji

berikut : nilai rata-rata siswa kelas X SMK Karya Guna sebesar 73,86 dan nilai rata-rata siswa kelas X SMK Bina Karya Teknik sebesar 78,13. Jadi nilai rata-rata siswa kelas X SMK Bina Karya Teknik > siswa kelas X SMK Bina Karya Teknik. Uji normalitas diperoleh menunjukkan berdistribusi < bahwa normal. yang populasi Pada < data Pada siswa uji uji

homogenitas diperoleh yang berarti bahwa homogen. <

homogenitas diperoleh yang berarti bahwa homogen. <

berdistribusi

berdistribusi

hipotesis terdapat

berarti

hipotesis terdapat

berarti

diterima yang menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan yang signifikan pada hasil belajar mata pelajaran gambar teknik listrik dengan siswa yang menggunakan metode ceramah dengan siswa yang menggunakan metode kerja kelompok.

diterima yang menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan yang signifikan pada hasil belajar mata pelajaran gambar teknik listrik dengan siswa yang menggunakan metode ceramah dengan siswa yang menggunakan metode kerja kelompok

E. Pembahasan Hasil Penelitian

KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan
Pevote, Vol.7, No.12, April 2012 : 1-11

10

Penelitian bertujuan untuk mengetahui perbedaan antara metode belajar kelompok dengan metode ceramah terhadap hasil belajar siswa berdasarkan penafsiran dan pengujian hipotesis, maka penelitian menyimpulkan bahwa:

1.

Guru dalam melaksanakan kegiatan belajar mengajar hendaknya menggunakan metode yang tepat sesuai dengan materi pelajaran yang akan di pelajari mahasiswa, sehingga siswa dapat mencapai hasil belajar yang optimal .

2. 1. Hasil belajar gambar teknik listrik siswa yang menggunakan metode kerja kelompok mempunyai hasil belajar yang sama dengan hasil belajar gambar teknik listrik yang menggunakan metode ceramah.

Hendaknya

siswa

benar

benar aktif dalam belajar agar guru dapat membimbing ke arah tersebut, sehingga proses belajar mengajar dapat optimal. 2. Dalam metode kerja kelompok, siswa lebih aktif dalam siswa proses untuk belajar dapat mengajar dan dapat juga menambah motivasi mengeluarkan pikiran, pengetahuan dan pandangan siswa dalam suatu objek dalam menggunakan metode ceramah siswa akan mendapatkan fasilitas belajar secara hirarki dengan beberapa konsep yang diberikan oleh guru. 3. Dari semua metode belajar yang baik

2. Kesimpulan di atas memberi suatu pengertian bahwa penggunaan metode yang tepat mempunyai peranan penting dalam usaha meningkatkan hasil belajar siswa.

SARAN

diasumsikan dapat mencapai tujuan mengajar secara baik pula. Oleh karena tidak ada metode mengajar terbaik untuk seluruh situasi, maka seorang guru dalam rangka pengajaran setidaknya menimbang sejumlah situasi sebelum menentukan metode mengajar tertentu.

Berdasarkan kepada penelitian yang telah dicapai maka adanya beberapa saran agar proses mengajar bisa jauh lenih baik dan efisien, adapun beberapa saran sebagai :

Studi Komparatif Prestasi Belajar Antara Metode Kerja Kelompok dengan Metode Ceramah (Rangga Nugroho)

1

RUJUKAN PUSTAKA Tim Didaktik, Metodik, Kurikulum IKIP. 1981. Pengantar Didaktik, Metodik, Kurikulum PBM. Jakarta : Rajawali. Tim Pengantar Dosen FIP IKIP. 1989.

Dasar-dasar

Pendidikan. Pendidikan,

Malang: Fakultas I lmu IKIP Malang.

W. S. Winkel. 1986. Psikologi Pendidikan dan Evaluasi Pengajaran. Jakarta : Gramedia.

Pevote, Vol.7, No.12, April 2012 : 1-11

10

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful