You are on page 1of 26

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI TINGKAT ADOPSI PROGRAM PENGUATAN KAPASITAS KELOMPOK SERTA DAMPAKNYA TERHADAP DINAMIKA KELOMPOK TANI

(Kasus Program Peningkatan Pendapatan Petani Kecil Di Kabupaten Sumedang)


RINGKASAN HASIL PENELITIAN

Oleh : . NPM. ..

PROGRAM . UNIVERSITAS .. BANDUNG LOGO 2009

LATAR BELAKANG

LOGO

Penelitian bermula dari fenomena pembelajaran kelompok yang berupa program penguatan kapasitas kelompok di Kabupaten Sumedang. Hasil pengamatan diperoleh gambaran bahwa dari 592 KUK, hanya tumbuh 247 KPK.

Kondisi tersebut disebabkan tingkat adopsi program penguatan kapasitas kelompok oleh KPKKPK belum sesuai harapan.
Upaya pemecahan masalah merupakan hal yang penting. Memperjelas aplikasi teori difusi inovasi dalam pemberdayaan petani.

Perumusan Masalah

LOGO

Berdasarkan latar belakang, maka dapat diidentifikasi masalah penelitian, yaitu tingkat adopsi program penguatan kepasitas kelompok dalam mendinamiskan kelompok tani oleh petani kecil.
Dari uraian dapat dirumuskan rumusan masalah penelitian, yaitu: Bagaimana karakteristik individu petani kecil anggota KPK. Bagaimana pengaruh parsial dan simultan karakteristik petani kecil, sifat inovasi, faktor pendukung, dan kebijakan pemerintah tentang pembelajaran program P4K terhadap tingkat adopsi petani kecil terhadap program penguatan kapasitas kelompok. Bagaimana pengaruh tingkat adopsi petani kecil dalam program penguatan kapasitas kelompok terhadap dinamika kelompok tani.

Mendeskripsikan dan menjelaskan (mengeksplanasi) karakteristik individu petani kecil anggota KPK. Mendeskripsikan dan menjelaskan (mengeksplanasi) pengaruh parsial dan simultan karakteristik petani kecil, sifat inovasi, faktor pendukung dan kebijakan pemerintah tentang pembelajaran program P4K terhadap tingkat adopsi petani kecil terhadap program penguatan kapasitas kelompok.

Mendeskripsikan dan menjelaskan (mengeksplanasi) pengaruh tingkat adopsi petani kecil dalam program penguatan kapasitas kelompok terhadap dinamika kelompok tani.

Mempelajari :
Karakteristik individu petani kecil anggota KPK. Pengaruh parsial dan simultan karakteristik petani kecil, sifat inovasi, faktor pendukung dan kebijakan pemerintah tentang pembelajaran program P4K terhadap tingkat adopsi petani kecil terhadap program penguatan kapasitas kelompok. Pengaruh tingkat adopsi petani kecil dalam program penguatan kapasitas kelompok terhadap dinamika kelompok tani.

(a) Mengisi kekosongan penelitian difusi inovasi sosial dalam mendinamiskan kelompok petani kecil. (b) Temuan-temuan dalam penelitian ini dapat menjadi suatu ilmu pengetahuan untuk memperkuat ilmu komunikasi pertanian.

(c) Hasil penelitian ini dapat dikembangkan dan digunakan oleh peneliti lainnya guna penelitian lanjutan.
(d) Kemungkinan menggunakan variabel-variabel adopsi inovasi dalam penyempurnaan pemberdayaan petani kecil.

www.themegallery.com

(a)Menyempurnakan metode pemberdayaan terhadap petani kecil, khususnya penguatan kapasitas kelompok model P4K. (b)Membuat kebijakan dalam menyusun perencanaan program pengentasan kemiskinan.

COMPANY LOGO

Grand Theory Teori sistem sosial dari Talcott Parsons (Johnson, 1986)

Model Kerangka Teori


-

Middle Rank Theory 1. Teori perubahan sosial dari sudut pandang komunikasi (Rogers dan Shoemaker, 1989) 2. Model komunikasi konvergen (Schramm, 1973)

Applied Theory dan Supporting Theory 1. 2. 3. Teori Difusi Inovasi dalam Komunikasi Konvergen Teori Pemberdayaan Teori Andragogi

Karakteristik Individu Umur Pendidikan formal Pengetahuan Luas pemilikan lahan Pengalaman lamanya menjadi petani Pendapatan Kepercayaan Kepuasan Kebutuhan Penyesuaian diri Kekosmopolitan Partisipasi Sifat kewirausahaan Kesetaraan jender Kesejateraan

Sifat Inovasi - Kerumitan - Keuntungan relatif - Kompatibilitas - Triabilitas - Observabilitas

Faktor Pendukung - Tipe keputusan inovasi - Saluran komunikasi - Ciri-ciri sistem sosial - Umpan balik - Kepemimpinan Ketua KPK (persyaratan/hal yang dikerjakan)

Kebijakan Pemerintah tentang Pembelajaran Program P4K - Pendampingan oleh penyuluh - Pendampingan oleh petugas dari lembaga keuangan mikro

Tingkat Adopsi Petani Kecil terhadap Penguatan Kapasitas Kelompok Mengenal potensi diri (Y 1) Membangun cita-cita/harapan kelompok (Y2) Dinamika dan kerjasama kelompok (Y3) Kebiasaan menabung dan pengelolaan ekonomi rumah tangga (Y4) Pencatatan kelompok (Y5) Pengembangan usaha kelompok (Y6) Graduasi KPK (Y7)

Tingkat Dinamika KPK Dasar Berkelompok Visi, Misi Kelomok Pengorganisasian Kelompok Desakan Kelompok Pengembangan dan Pemeliharaan Kelompok Perubahan Sosial Ekonomi

Company Logo

Company name

Secara parsial maupun simultan karakteristik petani kecil, sifat inovasi, faktor pendukung dan kebijakan pemerintah tentang pembelajaran program P4K akan berpengaruh terhadap tingkat adopsi petani kecil terhadap program penguatan kapasitas kelompok. Tingkat adopsi petani kecil dalam penguatan kapasitas kelompok akan berpengaruh terhadap dinamika kelompok tani.

Kelompok Petani Kecil (KPK) dan respondennya adalah petani kecil anggota KPK.
Lokasi penelitian dipilih berdasarkan pertimbangan: melanjutkan program P4K, konsisten menggunakan metodologi penguatan kapasitas kelompok, hasil pembinaan tersedia dalam berbagai status.

Waktu penelitian selama 23 (dua puluh tiga) bulan, mulai bulan April 2007 sampai dengan Mei 2009.

Metode Penelitian
Metode survey karena mengambil suatu generalisasi dari suatu pengamatan. Dalam penelitian ini akan dijelaskan pertama deskripsi suatu variabel (deskriptive), dan kedua pengaruh antar variabel yang diamati (verifikatif). Sedangkan hipotesis penelitian dikaji dengan menggunakan Structural Equation Modelling (SEM).

LOGO

Disproportionate stratified random sampling. Ukuran sampel digunakan rumus Cohen and Cohen (1983)

Deskripsi Sampel Penelitian


Populasi (Jumlah KPK) 128 117 245 Sampel KPK 44 40 84 Jumlah Anggota yang mewakili KPK (Responden) 176 160 336

No.

Status KPK

1. Tumbuh 2. Pemula Jumlah

Jenis dan Sumber Data


Data primer : petani kecil, Penyuluh Pertanian, Kepala Desa, Kepala Bapeda, Kepala Kantor Penyuluhan Pertanian, Pimpinan Cabang BRI dan DPRD. Data sekunder : Kantor Penyuluh Pertanian Kabupaten Sumedang, BPS Propinsi Jawa Barat, Balai Besar Diklat Agribisnis Hortikultura (BBDAH) Lembang dan Badan Pengembangan SDM Pertanian Departemen Pertanian serta instansi terkait lainnya.

www.themegallery.com

Prosedur Pengumpulan Data

Melakukan observasi Melakukan wawancara Melaksanakan wawancara mendalam (indepth study).

1. Uji Validitas ~ Korelasi Product Moment ~ Nilai korelasi item-item t hitung > t tabel (2,0017), artinya instrumen valid 2. Uji Reliabilitas ~ Alpha Cronbach

~ mendekati 1 ( > 0,7), artinya instrumen reliabel


3. Rancangan Pengujian Hipotesis (SEM) ~ Theoritical Base Model ~ Structural and Measurement Equation ~ Memilih tipe matrik input ~ Memeriksa hasil kecocokan model ~ Spesifikasi Model

Hasil
Temuan Empirik
Pengaruh (%) VARIABEL Langsung KPK Pemula Karakteristik Petani Kecil Sifat Inovasi Faktor Pendukung Kebijakan Pemerintah tentang Pembelajaran Program P4k Jumlah 4,623 9,303 10,890 7,290 KPK Tumbuh 5,760 10,498 12,532 7,290 Tidak Langsung KPK Pemula 7,864 10,341 11,185 9,973 KPK Tumbuh 9,802 12,337 13,107 9,955 Jumlah KPK Pemula 12,986 19,644 22,075 16,763 70,968 KPK Tumbuh 15,562 22,834 25,639 17,245 81,280

Kontribusi pengaruh langsung tingkat adopsi terhadap tingkat dinamika KPK : 17,64% (KPK Pemula) dan 21,16% (KPK Tumbuh)
www.themegallery.com Company Logo

Logo

Strategi Penguatan Kapasitas Kelompok

Logo

Strategi Penguatan Kapasitas Kelompok


Strategi jangka pendek, yaitu perlakuan terhadap variabel yang memberikan pengaruh terbesar. Melalui kegiatan Kursus Penguatan Kapasitas Kelompok, Pelatihan Teknik Pendampingan, dan meningkatkan keterlibatan Tomas dalam pembinaan.

Memperjelas teori difusi inovasi (Rogers dan Shoemaker, 1986; Schramm, 1973; Rogers dan Kincaid, 1981; Rogers dan Adhikarya, 1978) pada aplikasi pemberdayaan petani kecil, khususnya pada pembelajaran kelompok (variabel baru adalah kepemimpinan Ketua Kelompok, kebijakan, dan beberapa dimensi pada karakteristik adopter)
Menghasilkan model hubungan kausalitas antara faktor-faktor yang berpengaruh terhadap adopsi petani kecil dalam penguatan kapasitas kelompok

Karakteristik Petani Kecil, yang meliputi pengetahuan, pengalaman lamanya menjadi petani, pendapatan, kepercayaan, kepuasan, kebutuhan, penyesuaian diri, kekosmopolitan, partisipasi, sifat wirausaha,kesetaraan jender, dan kesejahteraan

Penyempurnaan indikator petani calon binaan berdasarkan umur produktif, pendidikan formal,dan kepemilikan lahan, serta unsure-unsur keberfungsian sosial

Sifat Inovasi, yang meliputi tingkat kerumitan, keuntungan relative, kom patibilitas, triabilitas dan observabilitas

Pengembangan modul pembelajaran berdasarkan ELC Pelaksanaan Kursus Penguatan Kapasitas Kelompok

Faktor Pendukung, yang meliputi tipe keputusan inovasi, saluran komunikasi, cirri-ciri system social, umpan balik dan kepemimpinan ketua KPK

Pengembangan komunikasi partisipatif antara Pembina dan client. Mengikutsertakan tokoh masyarakat dalam program P4K melalui keikutsertaan dalam pendampingan.

Tingkat Adopsi Petani Kecil dalam Penguatan Kapasitas Kelompok

Kebijakan Pemerintah tentang Pembelajaran Program P4K, yang meliputi pendampingan oleh Penyuluh Pertanian, dan Petugas dari Lembaga Keuangan

Integrasi program sejenis Pelatihan Teknik Pendampingan bagi Penyuluh Pertanian dan Petugas terkait.

Kesimpulan
Karakteristik petani kecil pada KPK status Tumbuh lebih baik dari pada status Pemula, bervariasi dalam status kelompok, serta belum menggambarkan keberfungsian sosial secara utuh. Ternyata secara parsial dan simultan karakteristik petani kecil, sifat inovasi, faktor pendukung serta kebijakan pemerintah tentang pembelajaran program P4K berpengaruh secara nyata terhadap adopsi penguatan kapasitas kelompok baik pada status Tumbuh maupun Pemula. Ternyata tingkat adopsi penguatan kapasitas kelompok berpengaruh secara nyata terhadap dinamika kelompok baik pada status Tumbuh maupun Pemula

1 Model kausalitas yang dibangun atas kajian empiris


dan teoritis dapat dijadikan dasar dalam penelitian lanjutan.

2 Indikator kemiskinan disempurnakan dengan


mengelaborasi keberfungsian sosial, serta pelaksanaannya terintegrasi dengan sektor lainnya

3 Model pembelajaran kelompok disempurnakan


dengan menggunakan ELC secara utuh.

4 Mengintensifkan komunikasi pembina dengan petani


kecil serta mengoptimalkan Kursus Kepemimpinan.

5 Mendayagunakan pembina yang memahami prinsip


pembelajaran orang dewasa.