KLASIFIKASI VIRUS

Virus adalah parasit berukuran mikroskopik yang menginfeksi sel organisme biologis. Virus hanya dapat bereproduksi di dalam material hidup dengan menginvasi dan memanfaatkan sel makhluk hidup karena virus tidak memiliki perlengkapan selular untuk bereproduksi sendiri. Dalam sel inang, virus merupakan parasit obligat dan di luar inangnya menjadi tak berdaya. Biasanya virus mengandung sejumlah kecil asam nukleat yang diselubungi semacam bahan pelindung yang terdiri atas protein, lipid, glikoprotein, atau kombinasi ketiganya. Genom virus menyandi baik protein yang digunakan untuk memuat bahan genetik maupun protein yang dibutuhkan dalam daur hidupnya. Istilah virus biasanya merujuk pada partikel-partikel yang menginfeksi sel-sel eukariota (organisme multisel dan banyak jenis organisme sel tunggal), sementara istilah bakteriofag atau fag digunakan untuk jenis yang menyerang jenis-jenis sel prokariota (bakteri dan organisme lain yang tidak berinti sel).

Gambar 1: Virus dan Morfologi Virus

Klasifikasi virus Menurut klasifikasi Bergey, virus termasuk ke dalam divisio Protophyta, kelas Mikrotatobiotes dan ordo Virales (Virus). Pada tahun 1976 ICTV (International Commite on Taxonomy of Virus) mempublikasikan bahwa virus diklasifikasikan

Partikel virus matur dengan cara pertunasan dari membrane sel inang. jumlah kapsomer dan dan adanya selaput (envelope) c. beruntai tunggal atau ganda b. Kalsifikasi Virus Berdasarkan kandungan Asam Nukleatnya Berdasarkan asam nukleatnya. virus diklasifikasikan menjadi dua antara lain: a. Kepekaan terhadap zat kimia dan keadaan fisik.struktur dan komposisi tubuh. dkk (2005) sifat dasar yang digunakan dalam klasifikasi virus adalah : a. dan neurominidase yang penting untuk pelepasan partikel virus tertentu (misal influenza) dari sel-sel yang membentuknya d. Mereka mempunyai amplop yang mengandung lipid dan sensitive terhadap ether. Adanya enzim-enzim spesifik terutama polimerase RNA dan DNA yang penting dalam proses replikasi gen. Ukuran dan morfologi.7-11. RNA positif-sense berukuran 9.8 kb. Jenis asam nukleat. Gejala-gejala yang ditimbulkannya 1. . yakni berdasarkan kandungan asam. Ukuran amplop virion sebesar 50-70 nm. genom untai tunggal. baik virus toga maupun virus rubella termasuk dalam kelompok ini. yaitu virus yang asam nukleatnya berupa RNA  Togavirus (penyebab demam kuning dan ensefalitis) Beberapa arbovirus utama yang pathogen terhadap manusia disebut virus alfa. Contohnya virus enchepalitis equine timur. termasuk tipe simetris. Sifat-sifat imunologik f. DNA atau RNA. Pada dasarnya virus dibedakan atas dua golongan yaitu virus DNA dan virus RNA. terutama eter e. Ribovirus (virus RNA). Virus rubella tidak mempunyai vector anthropoda. Patologi h. Menurut Jawetz. Cara-cara penyebaran alamiah g.

 Reovirus Ukuran medium (60-80 nm). Genus Coltivirus termasuk virus demam sengkenit. non amplop dan mempunyai tangkup berbentuk icosahedral. Ukuran segmen RNA secara individual anta 680-3900 bp. Genom linier . menginfeksi beberapa binatang. 2005). rampbut pendek. Virion tidak mempunyai amplop. Colorado adalah virus manusia ( Jawetz. Reovirus yang secara antigen sama. RNA untai tunggal ukuran 7. menjuntai dari permukaan virion. dan primata( Jawetz. postif sense. Genom linier untai ganda. Virus pathogen terhadap manusia yang penting adalah Virus Nowarlk. Astrovirus Ukuran sama dengan piconavirus (28-30 nm) tetapi partikelnya mungkin menunjukkan gambaran garis luar seperti bentuk bintang tertentu pada permukaannya. 2005).9 kb.  Arbovirus Suatu kelompok ekologik virus (bukan family virus) mempunyai sifatsifat fisik dan kimia yang berbeda-beda. agen lainnya menginfeksi tikus. 2005). Semua virus ini (lebih dari 350) mempunyai siklus kompleks melibatkan arthropoda sebagai vektor yang .7 kb. pemisahan kembali segmen genom terjadi secara cepat. dkk. dkk. Partikel kelihatnnya mempunyai depresi bentuk piala pada permukaannya. Genom RNA untai tunggal berukuran 7.2-7. virus ini menyebabkan gastroenteritis akut epidemic dan Hepatitis E virus. dkk. Reovirus manusia termasuk rotavirus yang mempunyai gambaran bentuk roda gigi tertentu menyebabkan gastroenteritis. resisten terhadap ether. positifsense. Agen ini mungkin penyebab gastroenteritis pada manusia dan binatang( Jawetz. Partikel mempunyai 2 atau 3 mantel protein dan saluran memanjang dari permukaan sampai inti. singa laut.  Calcivirus Ukuran sama dengan piconavirus tetapi agak sedikit lebih besar (27-38 nm). Replikasi terjadi di dalam sitoplasma.4-7. RNA bersegmen berukuran total 16-27 kbp.

ensefalitis dan lainnya. nukleokapsid heliks dengan diameter 10-20 nm. Virus ini mempunyai rentang inang yang pendek. Coronavirus dari binatang secara cepat menyebabkan infeksi persisten yang meliputi hepatitis virus pada tikus dan virus bronchitis ungags yang infeksius( Jawetz.  Flavivirus Diameter amplop virus 45-60 nm.  Arenavirus (penyebab meningitis) . Bunya-. mengandung RNA untai tunggal. Patogen manusia diantaranya virus dengue.memindahkan virus ke inang bertulang belakang (vertebrata) dengan cara menggigit. burung dan ular serta menggunakan nyamuk dan sengkenit (ticks) sebagai vektor. Torovirus yang menyebabkan gastroenteritis adalah sebuah genus yang berbeda/tersendiri. positif-sense. Coronavirus pada manusia menyebabkan penyakit infeksi saluran pernapasan atas akut yang disebut colds (salesma). Virus Hepatitis C tidak mempunyai vektor( Jawetz. Replikasi virus rupanya tidak melukai arthropoda yang diinfeksinya. dkk. RNA untai tunggal berukuran 2030 kb. 2005). Nukleokapsid coronavirus tumbuh di dalam sitoplasma dan matang melalui pertunasan kemudian masuk ke dalam vesikel sitoplasmik. ukuran 80-220 nm. Rhabdo-. Arbovirus menginfeksi manusia. Termasuk dalam kelompok arbovirus adalah yellow fever dan virus dengue. dkk.5 kb (pestivirus). Arbovirus mempunyai bermacam-macam family virus yang meliputi Reo-. Coronavirus mirip orthomyxovirus tetapi mempunyai proyeksi permukaan berbentuk daun bunga yang tersusun dalam rumabi-rumbai seperti corona matahari (lingkaran cahaya seputar matahari).5 kb ( hepatitis C ) sampai 10. Ukuran genom bervariasi dari 9. partikel berisi genom positif-sense tak bersegmen. mamalia. 2005). Virion matur mengumpul di dalam cisterna reticulum endoplasma. dan Arenavirus( Jawetz.  Coronavirus Virus mempunyai amplop (terbungkus). dkk.7kb (flavivirus) dam ada yang sampai 12. kebanyakan dari mereka ditularkan melalui arthropoda yang menghisap darah. Toga-. 2005). yellow fever.

Replikasinya unik.ukuran amplop virus antara 50-300 nm. RNA sirkuler untai tunggal negative-sense dan ambisense dengan ukuran total 1014 kb. yang memberikan gambaran partikel berpasir. Rangkaian virion terjadi dengan cara pertunasan pada membrane plasma. DNA ini bersikulasi dan bersatu ke dalam kromosom DNA inang. Salah satu contohnya adalah virus demam Lassa dari Amerika. Genom RNA untai tunggal dan positif-sense yaitu dapat melayani sebagai suatu mRNA. positif – sense.4 kb. Replikasi terjadi di dalam sitoplasma dengan perakitan melalui pertunasan pada membrane plasma. virus beramplop ( diameter 80 -100 nm) berasal dari genom yang berisi 2 RNA linier. rhinovirus bersifat labil terhadapa asam dan mempunyai densitas kuat. Retrovbirus . Entervirus bersifat stabil terhadap asam dan densitasnya rendah. Kelompok virus yang menginfeksi manusia adalah enterovirus (polio-coxsackie dan echovirus serta virus yang tidak tergolongkan).  Picornavirus (penyebab polio) Berukuran kecil (28-30 nm). Partikel berisi nukleokapsid helix didalam kapsid ichosahedral. Picornavirus menginfeksi binatang termasuk penyakit kaki dan mulut pada sapid an ensefalomyocarditis pada tikus. Virion menyatu dengan ribosom sel inang selama maturasi. Virus ini memerlukan kondisi penyimpanan yang maksimum pada laboratorium. Setiap monomer RNA berukuran 7 – 11 kb. Inang tetap terinfreksi secara kronis. untai tunggal dari polaritas yang sama sebagai mRNA virus. rhinovirus (lebih dari 100 serotipe yang menyebabkan influenza (common cold) dan hepatovirus (hepatitis A). Virion berisi suatu enzim reversetranskriptase yang menghasilkan tiruan DNA dari genom RNA. ukuran 7. Genom bersegmen. Semua arenavirus yang patogenik terhadap manusia menyebabkan infeksi kronis pada binatang pengerat (rodensia).2-8. Virus kemudian direplikasi dari turunan DNA provirus yang terintegrasi.  Retrovirus Berbentuk spheris ( berbentuk bola) . virus ini resisten dengan ether. tangkup berbentukkubus.

ada juga provirus endogen yang dihasilkan dari infeksi kuno dari sel germ yanhg ditularkan sebagai warisan gen pada kebanyakan spesies. bersegmen untai tunggal negatif sense berukuran total 10-13. Genom terbuat dari RNA segmen lipat tiga. Semua Orhomyxovirus adalah virus influenza yang menginfeksi manusia atau binatang. virus seperti busa pada primate dan lentivirus (virus immunodefisiensi pada manusia: visna dari domba). Selama replikasi. Retrovirus menyebabkan AIDS dan memungkinkan identifikasi onkogen seluler. Segmen setiap nukleotida berkisar antara 900-2350 nm. Partikelnya bisa bulat atau serabut (filamentosa). Sifat genom virus yang bersegmen memungkinkan pemisaham genetik secara cepat ketika . Hantavirus tidak ditularkan oleh Arthropoda tetapi oleh Rodensia atau binatang pengerat yang mengalami infeksi persisten. Partikel beramplop dengan ukuran 80-120 nm.  Orthomyxovirus Ukuran medium 80-120 nm. Genom RNA linier. nukleokapsid terangkai di dalam nukleus. Virus menjadi matang melalui pertunasan pada membran sel. virus terbungkus (beramplop). Virus ini ditularkan kepada vertebrata oleh Arthropoda atau Arbovirus.tersebar luas. sirkuler. Partikel virion berisi tiga nuklokapsod sirkuler.5 nm dengan panjang 200-3000 nm. bentuk tangkup heliks dengan diameter kira-kira 2. melalui aerosol dari ekskret yang terkontaminasi. sementara hemaaglutinin dan neurominidase terkumpul di dalam sitoplasma. secara keseluruhan berukuran 11-21 kb. dengan proyeksi permukaan yang mengandung aktivitas hemaaglutinin atau neuroaminidase.6 kb. Replikasi terjadi di dalam sitoplasma dan amplop diperoleh melalui pertunasan ke dalam golgi. Jenis ini menyebabkan demam berdarah dan nefropati dan juga menyebabkan sindrom paru-paru berat.  Bunyavirus Berbentuk bualat atau pleomorfik. Termasuk dalam kelompok ini yaitu virus leukemia dan sarcoma pada manusia dan binmatang. untai tunggal dengan negatif sense atau ambisense. Nukleoprotein heliks internal berukuran 9-15 nm. menunjukkan tangkup berbentuk heliks.

5 kb. dengan ukuran 8.  Filovirus Berbentuk pleomorfik terbungkus (beramplop) dan mungkin bisa tampak sangat panjang mirip dengan benang. negatif sense.virus influenza menginfiltrasi sel yang sakit. terbungkus (beramplop) dengan ukuran 75x180 nm. dan RNA linier. Genom RNA linier. parainfluenza. tidak bersegmen. Paramyxovirus lebih stabil secara genetik. Genom RNA linier. negatif sense. dan sinsitium pernapasan. Partikel pleumorfik. berukuran 16-20 kb.  Bornavirus Terbungkus (beramplop).  Paramyxovirus Sama dengan Orthomyxovirus. Virus rabies termasuk salah satu dari kelompok ini. Berbeda dengan virus influenza. Virus penyakit borna bersifat neurotropik dan dapat menyebabkan gangguan neuropsikiatri pada menusia. Virus yang menginfeksi manusia meliputi virus-virus mumps ata (gondong). Penularan dari spesies lain menjelaskan timbulnya strain pandemi virus influenza A baru pada manusia . untai tunggal dan tidak bersegmen dengan ukuran 13-16 kb. Virus ini mempunyai rentang inang yang sempit. untai tunggal. Baik nukleokapsid maupun hemaaglutinin dibentuk di dalam sitoplasma. Ciri khasnya adalah lebar 80 nm . untai tunggal tidak bersegmen. Virus ini mempunyai rentang inang yang luas. Bungkus (amplop) mempunya rambut berukuran 10 nm. namun sedikit lebih besar (150-300 nm). Nukleokapsid internal berukuran 13-18 nm. Virus ini unik di antara virus-virus yang mempunyai RNA negatif sense yaitu replikasi dan transkripsi genom viral terjadi di dalam nukleus. measles (campak). virus berbentuk spheris (0-125 nm). negatif sense. agaknya dapat memelihara angka variasi natural yang tinggi di antara virus influenza.510. Partikelpartikelnya dibentuk melalui pertunasan dari membran sel.  Rhabdhovirus Virion berbentuk mirip dengan peluru yaitu datar pada satu sisi dan sisi lainnya bulat.

dan panjang kira-kira 1000 nm.  Virus – virus yang lain Informasi tidak cukup untuk memungkinkan klasifikasi. Virus ini memerlukan kondisi penyimpanan maksimum (biosafety derajat 4) untuk penanganannya. Genom RNA linier. terdiri dari kira – kira 360 nukleotid yang mengisi struktur basa berpasangan seperti tongkat yang tinggi. penyakit yang membinasakan tanaman yang disebabkan oleh viroid terjadi dengan mekanisme yang tidak diketahui. Viroid melakukan replikasi secara keseluruhan dengan mekanisme baru. Viroid tanaman memiliki molekul RNA untai tunggal. negatif sense. viroid telah dideteksi hanya pada tanaman dan tidak seorangpun yang dapat menunjukan viroid ada pada manusia atau binatang. Viroid adalah agen yang tidak sesuai sebagai definisi virus klasik. meliputi gangguan neurologic degenerative seperti penyakit kuru atau Creutzfeldt-Jakob atau scrapie of sheep serta pada beberapa virus gastroenteritis  Viroids ( menyerupai virus ) Agen infeksius kecil yang menyebabkan penyakit tanaman. yaitu RNA viroid tidak mengkodekan beberapa hasil protein. sirkuler tertutup secara kovalen. Ini dipakai terhadap agen yang menimbulkan beberapa penyakit virus yang lambat atau tidak sesuai dengan adat kebiasaannya .000 – 120. Sampai hari ini. . Virus Ebola dan Marburg menyebabkan demam berdarah berat di Afrika. Bungkus (amplop) berisi peplomer besar.1 kb. untai tunggal dengan ukuran 19.000 ). Asam nukleatnya tanpa mantel protein ( BM 70.

yaitu virus yang asam nukleatnya berupa DNA. fifth disease dan kematian janin ( Jawetz. DNA nya untai tunggal dengan ukuran 5. Deoksiribovirus (virus DNA). Genom linier. dkk. Replikasi hanya terjadi pada sel yang aktif membelah. Genomnya sirkuler dengan DNA untai ganda berukuran 5 kbp . stabil terhadap panas. virus ini resisten terhadap eter dengan tangkup berbentuk kubus dan mempunyai 72 kapsomer. sehingga memerlukan replikasi di dalam sel erithroid immatur dan menyebabkan efek yang berat yaitu meliputi krisis aplastik. 2005). Beberapa parvovirus melakuakn replikasi secara autonom tetapi virus satelit adenoassosiated tidak sempurna. non amplop.Gambar 2: Virus – Virus RNA b. ukuran partikelnya kira-kira 18-26 nm.  Parvovirus Virus ini sangat kecil.6 kb. Partikelpartikelnya mempunyai tangkup berbentuk kubus. Kapsid mengumpul di dalam nukleus sel yang diinfeksi. dengan 32 kapsomer tetapi tidak mempunyai amplop.  Papovavirus Ukurannya kecil (45-55 nm).

Virus ini mempuyai siklus pertumbuhan yang lambat. Sedikitnya 47 jenis yang menginfeksi manusia khusunya di dalam membran mukosa dan beberapa jenis dapat selalu ada di dalam jaringan limfoid. Genomnya linier denagn DNA untai ganda berukuran 36-38 kbp. menstimulasi sintesa DNA sel dan replikasinya dalam nukleus. Beberapa adenovirus menyebabkan penyakit pernafasan akut. konjungtivitas dan gastroentritis. dkk. Kebanyakan spesies binatang memberi tempat perlindungan satu atau lebih polimavirus dan pappilomavirus.(polivirus) atau 8 kbp ( papilomavirus). virus non amplop dengan tangkup berbentuk kubus dan mempunyai 252 kapsomer. Papovavirus manusia yang diketahui adalah virus papiloma (kutil) jumlahnya lebih dari 70 jenis dan virus diisolasi dari jatingan otak pasien leukoensefalofati multifokal progresif atau dari urin penerima transplantasi yang menderita imunosupresi. Diameter nukleokapsidnya sebesar 100 nm dengan tangkup berbentuk kubus dan mempunyai 162 kapsomer serta dikelilingi oleh amplop yang mengandung protein. Replikasi terjadi di dalam nukleus. Virion megandung lebih dari 30 protein. Genom linier dengan DNA untai ganda berukuran 124-235 kbp. 2005). 2005). Beberapa adenovirus menyebabkan tumor pada hamster baru lahir dan serotif yang mnenginfeksi binatang ( Jawetz. Pappilomavirus merupakan faktor penyebab kanker genital pada manusia ( Jawetz.  Adenovirus Berukuran medium (80-110 nm). Semua contoh pembelahan menghasilkan mRNA.  Virus Herves Merupakan keluarga virus besar dengan diameter sebesar 150-200 nm. biasanya di dalam sel ganglia laten mungkin bisa berlangsung disepanjang . Virus papova menyebabkan infeksi kronis yang bersifat laten pada inang alamiahnya dan semua dapat menginduksi tumor pada beberapa jenis binatang. dkk. Infeksi laten mungkin bisa berlangsung sepanjang hidup inang. Serabut-serabut menonjol dari puncak kapsomer. Munculnya deretan termian dan internal yang berulang merupakan hasil dalam pembentukan beberapa isomer dari genom DNA.

sedangkan lainnya bisa patogen terhadap binatang dan juga bisa menginfeksi manusia ( Jawetz. tertutup secara kovalen. Protein permukaan secara karakteristik banyak dihasilkan selama proses replikasi virus yang terjadi di hati kemudian masuk mengikuti aliran darah. cytomegalovirus. Partikel virus Pox mengandung kurang lebih 100 protein. virus varicella zooster (ruam saraf dan cacar air/chiken pox). Ada tiga virus yang dapat menginfeksi mamalia ( manusia. virus Epstein Barr ( mononukleusis infeksius dan penyebab neoplasma manusia). Semua virus pox cenderung dapat menyebabkan lesi kulit. . DNA virus dalam partikel mengandung celah untai tunggal yang besar. Hepadvirus menyebabkan hepatitis akut dan kronis yaitu infeksi persisten yang menimbulkan risiko tinggi terhadap perkembangan kanker hati. Virus herpes yang lain bisa terjadi pada beberapa binatang ( Jawetz. tupai tanah) dan lainnya menginfeksi bebek ( Jawetz. Virion yang membawa DNA polimerase bisa membuat molekul untai ganda yang penuh. mempunyai molekul DNA untai ganda sirkuler berukuran 3. dkk. Replikasi berperan dalam perbaikan celah untai tunggal dalam DNA. virus herpes manusia 6 dan 7 ( T limpotrofik) dan virus herpes manusia 8 (penyebab sarkoma kaposi). seperti pada DNAdependen RNA polimerase. termasuk beberapa aktivitas enzimatiknya. DNA untai ganda berukuran 130-375 kbp.2 kbp. Virus herpes manusia meliputi herpes simplek tipe 1 dan 2. Keseluruhan proses replikasi terjadi di dalam sitoplasma sel. biasanya di dalam sel gangglia atau di dalamsel limfoblastoid.  Virus Vox Ukurannya besar berbentuk batu bata atau bulat telur.hidup inang. 2005). woodchuck. 2005). transkripsi RNA dan reversi transkripsi RNA untuk membuat genom DNA. Ada beberapa yang patogen manusia.  Hepadnavirus Berukuran kecil (40-48 nm). 2005). dkk. Genom linier. panjang 220-450 nm X lebar 140-260 nm X tebal 140-260 nm. dkk. Struktur partikelnya komplek dengan amplop yang mengadung lipid.

Contoh poxvirus (virus cacar) yang mempunyai selubung yang menyelubungi asam nukleat.Gambar 3: Virus –Virus DNA 2. Virus bentuk kompleks : Struktur yang amat kompleks dan pada umumnya lebih lengkap dibanding dengan virus lainnya. c. mempunyai selubung yang tersusun dari lipoprotein atau glikoprotein. . misal virus influenza dan TMV. paramyxovirus. rhabdovirus. Contoh virus polio dan adenovirus. Virus berselubung. Berdasarkan Keberadaan Selubung yang Melapisi Nukleokapsid. b. dan retrovirus. Contoh poxvirus. togavirus. nukleokapsidnya tidak kaku. Berdasarkan Keberadaan Selubung yang Melapisi Nukleokapsid virus dibedakan menjadi dua: a. dan memiliki satu sumbu rotasi. 3. orthomyxovirus. Pada bagian atas terlihat RNA virus dengan kapsomer. herpesvirus. berbentuk heliks. Virus bentuk helikal: menyerupai batang panjang. Ikosahedral : bentuk tata ruang yang dibatasi oleh 20 segitiga sama sisi dengan sumbu rotasi ganda. Klasifikasi Virus Berdasarkan Bentuk Dasarnya a.

Papovaviruses. Picornaviruses. c. Berdasarkan Sel Inangnya Berdasarkan sel inangnya. dan Reoviruses. a. d. Virus dengan 72 kapsomer. contoh rabies. contoh picornavirus. Virus yang menyerang manusia. Virus yang menyerang bakteri. b. 4. d. a. Virus dengan 252 kapsomer. contoh herpesvirus. contoh parvovirus 5. Virus yang menyerang tumbuhan. contoh adenovirus. Nukleokapsid tidak diselubungi oleh lapisan yang lain. virus diklasifikasikan sebagai berikut. c. . Virus telanjang. e. Virus dengan 162 kapsomer.b. b. Virus dengan 60 kapsomer. Contoh Adenoviruses. contoh HIV. Berdasarkan Jumlah Kapsomernya Berdasarkan jumlah kapsomernya virus diklasifikasikan sebagai berikut. Virus yang menyerang hewan. contoh TMV. Virus dengan 32 kapsomer. contoh papovavirus. contoh virus T.

penerjemah : Nani Widorini . & Adelberg’s . Melnick. Jakarta : Salemba Medika . Mikrobiologi Kedokteran .DAFTAR PUSTAKA Jawetz. 2005 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful