LEPTOSPIROSIS

DEFINISI Penyakit zoonosis yang disebabkan oleh mikroorganisme Leptospira interogans. Bentuk yang beratnya dikenal sebagai Weil’s disease. Nama lain : mud fever, slime fever, swamo fever, autumnal fever, infectious jaundice, field fever, cane cutter fever dll. ETIOLOGI Genus leptospira, famili treponemataceae, mikroorganisme spirochaeta. Ciri : berbelit, tipis, fleksibel, p:5-15µm l: 0,1-0,2µm

Salah satu ujung organisme sering membengkak, membentuk suatu kait. Terdapat gerak rotasi aktif, tetapi tidak ditemukan adanya flagella. Yang tersering menginfeksi manusia : L.icterohaemorrhagica dengan reservoir tikus L.canicola dengan reservoir anjing L.pomona dengan reservoir sapi dan babi

EPIDEMIOLOGI • • • Disemua benua kecuali antartika, terbanyak didaerah tropis. Penyakit musiman, daerah iklim sedang masa puncak pada musim panas dan gugur, daerah tropis masa puncak pada musim hujan. International leptospirosis society menyatakan Indonesia sebagai negara dengan insidens leptospirosis tinggi dan peringkat ke-3 dunia untuk mortalitas. Vektor dari leptosipirochaeta adalah binatang piaraan (anjing, babi, lembu, kuda, kucing, marmut, kelelawar dll). Tikus merupakan vektor yang utama dari L.icterohaemorrhagica penyebab leptospirosis pada manusia.

biasanya 7-13 hari. leptospira dapat bertahan pada otak dan mata. Leptospira dapat dijumpai di air kemih sekitar 8 hari sampai bbrp minggu setelah infeksi dan sampai berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun kemudian  dapat dihilangkan dengan fagositosis dan mekanisme humoral. Ekspos yang lama pada genangan air yang terkontaminasi terhadap kulit yang utuh PATOGENESIS Leptospira masuk tubuh melalui kulit/selaput lendir  masuk aliran darah dan berkembang  menyebar secara luas ke jaringan tubuh  respon imunologi  infeksi ditekan dan terbentuk antibodi spesifik  masih bertahan pada daerah yang terisolasi secara imunologi (seperti di dalam ginjal  mencapai convoluted tubules) bertahan  urin. rata-rata 10 hari. hangat. Leptospira dapat masuk ke dalam cairan serebrospinal pada fase leptospiremia  meningitis (komplikasi terbanyak leptospira) GAMBARAN KLINIS • Masa inkubasi 2-26 hari.Di dalam tubuh binatang tersebut leptospira hidup di dalam ginjal/air kemihnya  menetap dan membentuk koloni serta berkembang biak di dalam epitel tubulus ginjal tikus  ikut mengalir dalam filtrat urine.o hanya dapat ditemukan dalam jaringan ginjal dan okuler. PH air/tanah netral  keadaan ini sering ditemukan sepanjang tahun di daerah tropis. Selain ginjal. . m. Untuk dapat berkembang biak : suhu lembab. tanah. lumpur yg terkontaminasi oleh urin binatang yang terinfeksi leptospira. Setelah fase leptospiremia 4-7 hari. PATOLOGI Fase leptospiremia  leptospira melepaskan toksin  keadaan patologi (pada beberapa organ) Derajat ringan : lesi inflamasi berupa edema dan infiltrasi sel monosit. limfosit dan sel plasma. PENULARAN • • Luka/erosi pada kulit atau selaput lendir kontak dengan air. Leptospiuria berlangsung 1-4 minggu. Derajat berat : kerusakan kapiler dengan perdarahan yang luas dan disfungsi hepatoseluler dengan retensi bile.

frontal Mata merah/fotofobia Mual/muntah Demam Bradikardia Nyeri tekan otot Px. uremia. gejala kerusakan hati dan ginjal. biasanya pasien datang dengan meningitis. makulopapular atau urtikaria. diatetesis hemoragik. Fase leptospiraemia (4-7 hari) : leptospira dalam darah dan cairan serebrospinal. sindroma syok toksis. Conjunctiva injection dan conjungtival suffusion dengan ikterus merupakan tanda patognomosis untuk leptospirosis. 2.• Fase penyakit yang khas : berlangsung tiba-tiba dengan gejala awal sakit kepala di frontal. pneumonia. demam yg tdk diketahui asalnya. 1. influenza. • • • • Demam muncul mendadak Sakit kepala bag.fisis : . • • Perdarahan berupa epistaksis. mialgia. rash pada kulit berbentuk makular. DIAGNOSIS Umumnya diagnosis awal sulit. demam mencapai 400C + menggigil dan kelemahan imun. nefritis. ikterik. Fase imun : peningkatan titer antibodi.

torak (cast) Kultur : ambil spesimen dari darah atau CCS. normal. Kultur urin diambil setelah 2-4 minggu onset penyakit. Dx. silver strain atau fluorescent antibody strain dan mikroskop lapangan gelap. leukosituria. Proteinuria. .lab: - Hepatomegali Darah lengkap : leukositosis. Serologi : paling cepat mendeteksi leptospira  PCR.Px. atau sedikit menurun diserta gambaran neutrofilia dan LED meninggi. PENGOBATAN Sampai saat ini penisilin merupakan antibiotik pilihan utama  bermanfaat jika leptospira masih di darah. Dianjurkan melakukan kulur ganda dan mengambil spesimen pada fase leptospiremia serta belum diberi antibiotik. Pasti : Ditemukannya leptospira dalam urin atau ditemukannya hasil serologi positif.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful