P. 1
askep SLE

askep SLE

|Views: 42|Likes:
Published by Danny Safdinand

More info:

Published by: Danny Safdinand on Oct 18, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/27/2014

pdf

text

original

II. RENCANA ASUHAN KEPERAWATAN 1.

Diagnosa keperawatan : Nyeri berhubungan dengan inflamasi dan peningkatan aktivtas penyakit, kerusakan jaringan, keterbatasan mobolitas atau tingkat toleransi yang rendah. Sasaran : perbaikan dalam tingkat kenyamanan; penyertaaan penatalaksanaan nyeri dalam kehidupan sehari-hari. Intervensi : a. Laksanakan sejumlah tindakan yang memberikan kenyamanan : kompres panas atau dingin; masase, perubahan posisi, istirahat; kasur busa, bantal penyangga, bidai; teknik relaksasi, aktivitas yang mengalihkan perhatian. b. Berikan preparat antiinflamasi, analgesik dan antireuatik kerja lambat seperti yang dianjurkan. c. Sesuaikan jadwal pengobatan untuk memenuhi kebutuhan pasien terhadap penatalaksanaan nyeri. d. Dorong pasien untuk mengutarakan perasaannya tentang rasa nyeri serta sifat kronik penyakitnya. e. Jelaskan patofisiologi nyeri dan membantu pasien untuk menyadari bahwa rasa nyeri sering membawanya kepada metode terapi yang belum terbukti manfaatnya. f. Bantu dalam mengenali nyeri kehidupan seseorang yang membawa pasien untuk memakai metode terapi yang belum terbukti manfaatnya. g. Lakukan penilaian terhadap perubahan subjektif pada rasa nyeri. 2. Diagnosa keperawatan : Keletihan berhubungan dengan peningkatan aktivitas penyakit, rasa nyeri, tidur/aktivitas yang tidak memadai, dekondisioning, nutrisi yang tidak memadai dan depresi/stres emosional. Sasaran : mengikutsertakan tindakan sebagai bagian dari aktivitas hidup sehari-hari yang diperlukan untuk mengubah.

d. Dorong nutrisi adekuat termasuk sumber zat besi dari makanan dan suplemen. Sasaran : mendapatkan dan mempertahankan mobolitas fungsional yang optimal. 3. Diagnosa keperawatan : Kerusakan mobilitas fisik berhubungan dengan penurunan rentang gerak. Berikan penjelasan tentang keletihan :    Hubungan antara aktivias penyakit dan keletihan. rasa nyeri pada saat bergerak. mendelegasikan pekerjaan. Intervensi : a. keterbatasan daya tahan fisik. Dorongverbalisasi yang berkenaan dengan keterbatasan dalam mobilitas. Fasilitasi pengembangan jadwal aktivitas/istirahat yang tepat. Rujuk dan dorong program kondisioning. artikuler dan emosional.  Menjelaskan pentingnya istirahat untuk mengurangi stres sistemik. kurangnya atau tidak tepatnya pemakaian alatalat ambulasi.  Menjelaskan cara menggunkaann teknik-teknik untuk menghemat tenaga ( pengaturan kecepatan bekerja. Kaji kebutuhan akan konsultasi terapi okupasi/fisioterapi :   Menekankan kisaran gerak pada sendi yang sakit Meningkatkan pemakaian alat bantu. kelemahan otot. Mengembangkan dan mempertahankan tindakan rutin untuk tidur (mandi air hangt dan teknik relaksasi yang memudahkan tidur). menentukan prioritas pekerjaan)  Kenali faktor-faktor fisik dan emosional yang dapat menyebabkan kelelahan.Intervensi : a. e. b. Dorong kepatuhan pasien terhadap program terapinya. . b. c. Menjelaskan tindakan untuk memberikan kenyamanan.

Bantu pasien untuk mengenali defisit perawatan mandiri dan faktor-faktor yang mempengaruhi kemampuan pasien untuk melaksanakan aktivitas peraawtan mandiri. Kembangkan rencana berdasarkan persepsi pasien dan prioritas mengenai cara bagaimana menetapkan dan mencapai tujuan untuk memenuhi kebutuhan perawatan mandiri dengan mengikutsertakan konsep-konsep perlindungan sendi. c. Menguatkan kembali pemakaian alat bantu dengan benar Membiarkan pasien mengendalikan waktu dalam pelaksanaan aktivitas perawatan mandiri. . Intervensi : a. Konsultasi dengan lembaga pelayanan kesehatan lainnya kalau pasien yang sudah mencapai tingkat maksimal perawatan mandiri masih memiliki beberapa kekurangan. b. khususnya yang berkenaan dengan keamanan. Memberikan kesempatan istirahat sesudah melakukan aktivitas. 4. penghematan tenaga dan penyederhanaan kerja. c. Bantu pasien mengenali rintangan dalam lingkungannya d. Dorong kemandiriaqn dalam mobilitas dan membantu jika diperluklan :    Memberikan waktu yang cukup untuk melakukan aktivitas. e. Diagnosa keperawatan : kurang perawatan diri Sasaran : mendapatkan kemampuan untuk melaksanakan perawatan mandiri tanpa tergantung orang lain atau dengan memanfaatkan berbagai sumber daya. Inisiatif untuk melakukan rujukan pada institusi kesehatan masyarakat. Menggunakan postur/pengaturan posisi tubuh yang tepat menurut individu.  Menjajaki berbagai cara pasien untuk melaksanakan tugas-tugas yang sulit atau untuk menyusun daftar bantuan dari orang lain. Menguatkan kembali prinsip-prinsip perlindungan sendi dan penyederhanaan kerja.    Menyediakan alat bantu yang tepat.

Dorong verbalisasi perasaan. Diagnosa keperawatan : Gangguan citra tubuh berhubungan dengan perubahan dan ketergantungan fisik serta psikologis yang diakibatkan oleh penyakit kronik. Intervensi : a.    Membantu menilai situasi sekarang dan mengenali masalahnya. Diagnosa keperawatan : koping tidak efektif berhubungan dengan gaya hidup aktual atau yang dirasakan dan perubahan peranan pasien.5. Buatlah rencana unutk penatalaksanaan gejala dan membuat daftar dukungan dan teman-teman untuk meningkatkan fungsi harian. Sasaran : mencapai rekonsiliasi antara konsep diri dan perubahan fisik serta psikologik yang ditimbulkan oleh penyait SLE. . Bantu pasien untuk mengenali unsur-unsur pegnemdalian gejala penyakit dan penanganannya. Kenali bagian-bagian kehidupan yang dipengaruhi oleh penyakit dan jawab pertanyaan serta hilangkan mitos yang mungkin terdapat. Intervensi : a. 6. b. Membantu mengenali mekanisme koping yang efektif. Sasaran : penggunaan koping yang efektif dalam menghadapi keterbatasan aktual atau yang dirasakan dan perubahan peranan. b. Membantu mengenali mekanisme koping pada masa lalu. persepsi dan rasa takut.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->