TUGAS MANDIRI 1 SISTEM OPERASI “operasi bilangan biner & operasi logika”

Nama : Nurfadillah NIM : 1104923/2011 Group : 3ED1

FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS NEGERI PADANG 2013

1).

Arithmatic Binary with sub sub subject are: a. operasi penjumlahan biner b. operasi pengurangan biner c. operasi perkalian biner d. operasi pembagian biner beserta contoh! JAWAB:

Sistem bilangan
System bilangan (number system) adalah suatu cara untuk mewakili besaran dari suatu item fisik. Sistem bilanan yang banyak dipergunakan oleh manusia adalah system biilangan desimal, yaitu sisitem bilangan yang menggunakan 10 macam symbol untuk mewakili suatu besaran.Sistem ini banyak digunakan karena manusia mempunyai sepuluh jari untuk dapat membantu perhitungan. Lain halnya dengan komputer, logika di komputer diwakili oleh bentuk elemen dua keadaan yaitu off (tidak ada arus) dan on (ada arus). Konsep inilah yang dipakai dalam sistem bilangan binary yang mempunyai dua macam nilai untuk mewakili suatu besaran nilai. Selain system bilangan biner, komputer juga menggunakan system bilangan octal dan hexadesimal.

Bilangan Biner Sistem bilangan desimal kurang serasi digunakan pada sistem digital karena sulit untuk mendesain rangkaian elektronik sedemikian rupa sehingga dapat bekerja dengan 10 level tegangan yang berbeda ( 0 – 9 ). Sebaliknya akan lebih mudah mendesain rangkaian elektronik yang beroperasi dengan hanya menggunakan 2 level tegangan saja. Untuk alasan ini hampir semua sistem digital menggunakan sistem bilangan biner ( dasar 2 ) sebagai dasar operasinya. Pada sistem biner hanya digunakan dua simbol / nilai digit yang mungkin yakni : 0 dan 1.

Semua ketentuan – ketentuan yang berlaku pada sistem cesimal juga berlaku pada sistem biner. Perhatikan ilustrasi bilangan biner : 1011,101 25 24 23 22 21 20 2-1 2-2 2-3 2-4

1

1

1

0

1

1 .

1

0

1

1

MSB

TB

LSB

Setiap digit biner dinamakan BIT, sedang BIT paling kiri dinamakan Most Significant Bit ( MSB ) dan BIT paling kanan dinamakan Least significant Bit ( LSB ). Untuk membedakan bilangan pada sistem yang berbeda cara penulisannya menggunakan subskrib. Sebagai contoh bilangan ( 9 ) 10 menyatakan desimal sedang ( 1001 )2 menyatakan bilangan biner. Sistem bilangan binary menggunakan 2 macam symbol bilangan berbasis 2digit angka, yaitu 0 dan 1. Contoh bilangan 1001 dapat diartikan :

1001 1x20 =1 0x21 =0 0x22 =0 1x23 =8 10 (10) Operasi aritmetika pada bilangan Biner : a. Penjumlahan 1. Dasar penujmlahan biner adalah : 0+0=0 0+1=1 1+0=1 1+1=0 dengan carry of 1, yaitu 1 + 1 = 2, karena digit terbesar ninari 1, maka harus dikurangi dengan 2 (basis), jadi 2 – 2 = 0 dengan carry of 1

contoh :

1111 10100 + 100011 atau dengan langkah : 1+0 1+0 =1 =1

1+1 1+1+1

= 0 dengan carry of 1 =0

1

+1 1

= 0 dengan carry of 1

1 0

0

0

1

Contoh 2 .Ikuti tabel berikut : + 0 1 Contoh : ( 1011 )2 + ( 1011 )2 = ( ---------------)2 Untuk memudahkan hitungan dibuat bersusun : 0 0 1 1 1 10

1001 1011 --------- + 1 0100 ( hasil )

b. Pengurangan Bilangan biner dikurangkan dengan cara yang sama dengan

pengurangan bilangan desimal. Dasar pengurangan untuk masingmasing digit bilangan biner adalah :

0-0=0 1-0=1 1-1=0 0–1=1 kirinya). Contoh : 11101 1011 10010 dengan langkah – langkah : 1–1 0–1 1–0–1 1–1 1–0 =0 dengan borrow of 1, (pijam 1 dari posisi sebelah

= 1 dengan borrow of 1

=0 =0 =1 1 0 0 1 0

Contoh 2. Perhatikan tabel berikut :

0 1

0 0 1

1 1 0 bit didepannya.

Hasil : 1 namun pinjam :1 dari Contoh : ( 1001 )2 - ( 11 )2 = ( ---------------)2 Dibuat secara bersusun berikut :

1001 11 ------------ 1 10

c. Perkalian Dilakukan sama dengan cara perkalian pada bilangan desimal. Dasar perkalian bilangan biner adalah : 0x0=0 1x0=0 0x1=0 1x1=1 contoh Desimal Biner

14 12 x 28 14

1110 1100 x 0000 0000 1110 + 1110 10101000 +

168

Contoh 2 .Perhatikan tabel berikut :

X 0 1 Contoh :

0 0 0

1 0 1

( 101 )2 x ( 11 )2 = ( ----------- )2

101 11 ------------ x 101 101 ------------- + 1 111

d. pembagian Pembagian biner dilakukan juga dengan cara yang sama dengan bilangan desimal. Pembagian biner 0 tidak mempunyai arti, sehingga dasar pemagian biner adalah : 0:1=0 1:1=1 Desimal 5 / 125 \ 25 10 25 25 0 Biner 101 / 1111101 \ 11001 101 101 101 0101 101 0

Contoh 2 : ( 1101 )2 : ( 11 )2 = ( ----------)2 Penyelesaiannya ditempuh jalan : 11

Pembagi

11 1101 11

11 11

00 ( habis dibagi )

2). Logic operasi of binary, with sub subject are:

a. Operasi logic OR b. Operasi logic AND c. Operasi logic NOT d. Operasi logic NOR e. Operasi logic NAND f. Operasi logic EX-OR

g. Operasi logic EX-NOR JAWAB:

Gerbang Logika

Gerbang logika adalah suatu perangkat yang masukan dan keluarannya hanya mengenal dua keadaan logika, yaitu logika nol (logika rendah) dan logika satu (logika tinggi).

a. Gerbang OR
Gerbang OR mempunyai dua masukan atau lebih dan hanya mempunyai satu keluaran. Keluaran gerbang OR akan berlogika tinggi bila salah satu atau semua dari masukan berlogika tinggi, dan berlogika rendah bila semua masukannya bernilai rendah.

b. Gerbang AND
Gerbang AND mempunyai dua masukan atau lebih dan hanya mempunyai satu keluaran. Keluaran gerbang AND berlogika tinggi bila semua masukannya bernilai tinggi.

c. Gerbang NOT (Inverter)
Gerbang NOT merupakan gerbang pembalik (Inverter) dengan satu masukan dan satu keluaran, dimana keluarannya selalu kebalikan dari masukan, bila masukan berlogika tinggi, maka keluarannya berlogika rendah.

d. Gerbang NOR
Gerbang NOR (NOT-OR). Keluaran logika NOR akan berlogika tinggi bila semua masukannya berlogika rendah dan akan berlogika rendah bila salah satu atau semua masukannya berlogika tinggi

e. Gerbang NAND
Gerbang NAND (NOT-AND). Keluaran logika NAND akan berlogika tinggi bila salah satu atau semua masukannya berlogika rendah dan akan berlogika rendah bila semua inputannya berlogika tinggi.

f. Gerbang XOR
Gerbang XOR (Exclusif OR) akan menghasilkan keluaran berlogika rendah jika semua masukan berlogika sama, dan menghasilkan keluaran yang berlogika tinggi bila masukannya mempunyai logika yang berbeda.

g. Gerbang XNOR
Gerbang XNOR (Exclusif NOR akan menghasilkan keluaran berlogika tinggi jika semua masukan berlogika sama, dan menghasilkan keluaran yang berlogika rendah bila masukannya mempunyai logika yang berbeda.

3)

Menjelaskan eksekusi program pada gambar 1.4

Jawab: Step 1 : Beberapa alamat pada memori, pertama lokasi alamat 300 yang berisi 1940 Di CPU register ,PC yang berisi 300 merupakan alamat instruksi pertama.Kemudian isi dari alamat tadi (1940) dimuatkan kedalam instruksi register(IR) yang merupakan siklus fecth. Step 2 : Di CPU register,PC dinaikkan ke lokasi 301(5941),kemudian 4 bit pertama (1940) dalam IR mengidendikasikan bahwa bahwa AC akan dimuatkan atau diisi.kemudian alamat 940 yang berisi alamat 4 bit (0003)dieksekusi ke AC (0003).ini merupakan siklus excecute. Step 3 : Di CPU register,pada PC 301,yang berisi (5941) dimuatkan kedalam IR , yang mana insruksi berikutnya akan dibaca. Ini merupakan siklus fecth. Step4 : PC dinaikkan ke lokasi 302(2941).kemudian isi AC yang lama (0003) dan lokasi pada 941 ditambahkan (3+2=5)lalu hasil tersebut disimpan di AC(0005). Step 5 : Di CPU register,pada PC 302,yang berisi (2941) dimuatkan kedalam IR , yang mana insruksi berikutnya akan dibaca. Ini merupakan siklus fecth. Step 6: Di CPU register,PC dinaikkan ke lokasi 303, Isi AC (0005) akan disimpan pada lokasi 941 .