IV.

DATA PENGAMATAN DAN PENGOLAHAN
1. Data Hasil Pengamatan
A. Kalibrasi Medan Magnet (B = f(I))
B = (0.8329I) + 0.0416 mT
Sehingga, dalam rentang arus 0 hingga 2 Ampere diperoleh hasil sebagai berikut.
Arus I (A)

Medan Magnet B (mT)

0

0.0416

0.1

0.12489

0.2

0.20818

0.3

0.29147

0.4

0.37476

0.5

0.45805

0.6

0.54134

0.7

0.62463

0.8

0.70792

0.9

0.79121

1

0.8745

1.1

0.95779

1.2

1.04108

1.3

1.12437

1.4

1.20766

1.5

1.29095

1.6

1.37424

1.7

1.45753

1.8

1.54082

1.9

1.62411

2

1.7074

9 2.3 1 6.75 1.2 3.7 1.55 1.05 1.8 1.7 301 6.75 1.5 1.95 100 200 .5 1.5 100 2.1 5.7 3.4 1.25 1.6 3.5 2.9 1.9 155 4.B.5 C.3 201 5.6 2.35 302 5.2 1.4 2.65 1.95 1.7 2.3 4. Pengukuran Jari-jari Lintasan Elektron Sebagai Fungsi Tegangan r=f(Ua) Arus I (A) 1.1 1.25 1.1 1.4 4.4 150 3.3 1.9 250 4.15 200 4.8 3.5 3. Pengukuran Jari-jari Elektron Sebagai Fungsi Medan Magnet r=f(B) Tegangan Arus I Jari-Jari Tegangan Arus I Jari-Jari (V) (A) (cm) (V) (A) (cm) 1 4.1 3.2 5.5 1.25 1.3 3 1.2 Tegangan Jari-jari Arus I Tegangan Jari-jari (V) (cm) (A) (V) (cm) 100 3.1 251 5.

9 5 2.1 100 1 100 0.55 200 1.3 150 1.8 300 1.6 1. Menghitung besarnya e/m dari setiap prosedur Jari-jari Lintasan Elektron Sebagai Fungsi Tegangan (r = f(UA)) Misal.5 1 1. pada I = 1.5 250 1.8 0.5 .D.Fungsi Arus dengan Jari-jari Elektron konstan Jari-jari Tegangan r (cm) 4 Arus I (A) (V) Jari-jari Tegangan Arus I r (cm) (V) (A) 300 1.4 0.4 1.7 250 1.2 1 0. Grafik Kalibrasi Medan Magnet (B = f(I)) Grafik Kalibrasi Medan Magnet (B = f(I)) Medan Magnet B (mT) 1.08385 T r 2 = 12. Hubungan antara Fungsi tegangan. Pengolahan Data 1.25 cm2 2.8 1.04108 mT B2= 1.2 0 0 0.5 cm B = 1.5 2 Arus I (A) 2.2 150 1.2 A diketahui UA = 100 V dan r = 3.3 200 1.6 0.

5225 1.1 16.29095 1.01 1.4 19.  I = 1.66655 1.U e = 2 A2 = 1.398 x1011 251 5.7 22.477x1011 201 5.3 10.09 1.36 1.04108 1. pada UA = 100 V diketahui I = 1 A dan r = 4.330 x1011 301 6.89 1.426 x1011 150 3.66655 1.15 26.04108 1.66655 1.66655 e/m 1.08385 1.9 r2 (cm2) 8.r Dengan cara yang sama.08385 1.08385 1.377 x1011 Tegangan (Ua) 100 R e/m rata-rata  1.5 12.41 B 1.1 26.427 x1011 250 4.29095 1.49 cm2 2.3225 1.5 A 2.04108 1.U e = 2 A2 = 1.81 1.451x1011 Jari-jari Lintasan Elektron Sebagai Fungsi Medan Magnet (r = f(B)) Misal.358 x1011 302 5.418x1011 I = 1.9 34.35 40.414 x 1011 C/kg m B .29095 1.653 x1011 200 4.04108 1.r .08385 1. diperoleh hasil sebagai berikut.2 A r2 (cm2) B B^2 e/m 3.08385 1.3 cm B = 0.25 1.2.29095 B^2 1.29095 1.04108 1.506x1011 155 4.8745 mT B2= 0.66655 1.393 x1011 Tegangan (Ua) 100 R e/m rata-rata 1.506x 1011 C/kg m B .81 1.76475 T r 2 = 18.

1 400 30.5625 1.2025 1.2 400 26.37413 1.45844 1.9 400 8.52x1011 .402 x1011 1.12437 1.758 x1011 1.56 1.59 x1011 1.8 200 2.414x1011 1.747 x1011 1.0625 0.24 1.29095 1.20766 1.88854 2.29 1.5 200 6.8745 0.55 x1011 1.37413 3.24 x1011 1.26421 1.66655 1.66655 1.63773 3.49 0.5625 1.25 1.37 x1011 e/m rata-rata  Arus I (A) 2.01 1.62411 2.3225 1.62411 2.419 x1011 1.45844 1.5 400 15.744 x1011 1.91736 1.95779 0.29095 1. Arus I (A) 1 Tegangan Ua = 100 Volt Tegangan (Ua) 200 r2 (cm2) B B2 e/m 18.7 400 11.645 x1011 1.26421 1.45753 2.54082 2.12439 1.8745 0.3 200 9 1.881 x1011 1.04108 1.0625 0.54082 2.483 x1011 1.04108 1.339 x1011 1.4 200 7.37424 1.45753 2.6 400 13.538 x1011 1.76475 1.12439 2.20766 1.629 x1011 1.08385 1.172x1011 Tegangan Ua = 200 Volt Tegangan (Ua) r2 (cm2) B B2 e/m 1 400 39.9 200 2.4 400 18.3 400 22.1 200 14.416 x1011 1.63773 1.0625 1.76475 1.91736 1.95779 0.6 200 5.7 200 4.12437 1.8 400 10.25 1.2 200 10.08385 1.92 x1011 1.37424 1.743x1011 e/m rata-rata 1.88854 1.49 1.6025 1.8025 0.092 x1011 1.7025 1.25 1.

12439 1.58 x1011 1.582x1011 1.2 A .26421 1.54082 1.3 1.76475 1.9 Ua 600 500 400 300 200 600 500 400 300 200 r2 16 16 16 16 16 25 25 25 25 25 B 1.79121 B2 2.77581 1.483x1011 1.29095 1.7 1.8 1.2 1.44 x1011 1.37413 2.471x1011 1.12437 0.5 1.3 1 1.1 0.308x1011 1.278x1011 1.3326 1. maka diperoleh : D 8 8 8 8 8 10 10 10 10 10 e/m rata-rata r 4 4 4 4 4 5 5 5 5 5 I 1.91736 0.45753 1.95779 0.55 1.08385 0.408x1011 1.8745 1.66655 1. Grafik hubungan B2 terhadap 1/r2 Untuk Jari-jari Lintasan Elektron Sebagai Fungsi Tegangan (r = f(UA)) I = 1.Fungsi Arus dengan Jari-jari Elektron konstan Dengan menggunakan perhitungan seperti yang sebelumnya.12437 1.26421 0.04108 0.635x1011 1.62601 e/m 1.Hubungan antara Fungsi tegangan.476x1011 1.466x1011 3.

06 0.8 0.8 1.6 1.8 0.06 0.4 0.1 1/r^2 I = 1.12 0.08 0.Grafik B^2 terhadap 1/r^2 1.04 0.4 0.2 0 0 0.02 0.04 0.2 1 B^2 0.2 0 0 0.02 0.6 0.08 0.1 0.6 0.2 1 0.14 21/r^ Untuk Jari-jari Lintasan Elektron Sebagai Fungsi Medan Magnet (r = f(B)) Tegangan = 200 Volt .5 A B^2 Grafik B^2 terhadap 1/r^2 1.4 1.

5 B^2 2 1.5 1 0.5 0 0 0.3 0.1 0.2 0.Grafik B^2 terhadap 1/r^2 3 2.1 1/r^2 Tegangan (Ua) = 200 Volt Grafik B^2 terhadap 1/r^2 3 2.5 0.5 B^2 2 1.08 0.02 0.5 0 0 0.5 1 0.06 1/r^2 .04 0.4 0.

5 A.76x1011 maka diperoleh KSR sebesar 19. Untuk percobaan yang ketiga adalah menentukan jari-jari lintasan elektron dimana pada prosedur ketiga ini yang konstan adalah tegangan (Ua) dengan variasi 200 volt dan 100 volt. Untuk analisa grafik B2 terhadap 1/r2 dapat dikerahui bahwa ketika B2 semakin besar maka jari-jari r semakin kecil atau 1/r2 semakin besar. diketahui bahwa : 2. dimana semakin besar arus maka jari-jari semakin kecil atau bisa dikatakan arus dan jari-jari lintasan berbanding terbalik. Dari prosedur ini dapat diketahui bahwa arus sebanding dengan tegangan dimana untuk memperoleh jari-jari yang konstan bahwa semakin kecil teganagn maka semakin kecil juga arusnya. Dalam hal ini kesalahannya relatif kecil.418x1011 dan 1.712x1011 dan 1. dimana dalam percobaan ini ada dua variasi arus yaitu 1.ANALISA DATA Pada percobaan ini untuk data pertama yaitu mengenai kalibrasi medan magnet terlihat pada grafik yang dihasilkan adalah linier dimana semakin besar arus maka medan magnetnya pun sebakin besar dan itu menunjukkan bahwa arus I dan medan magnet B adalah sebanding. Pada prosedur ini dihitung juga e/m nya dan diperoleh rata-ratanya sebesar 2.6%.2 A dan 1.3% dan 13.U e = 2 A2 m B .5%.451x1011. Ada dua variasi yang di gunakan yaitu dengan jari-jari 4cm dan 5cm.4% dan 17. Untuk prosedur terakhir adalah mengetahui hubungan antara arus dan tegangan dimana pada prosedur ini jari-jari atau diameter lintasan adalah konstan. Disini terlihat bahwa semakin tinggi tegangan maka jari-jari lintasa elektron pun semakin besar. Jika dirumuskan ke dalam rumusan matematis. kemudian dihitung e/m dan diperoleh e/m rata-rata adalah 1. Untuk percobaan kedua yaitu menhitung jari-jari lintasan elektron dimana arusnya konstan. Dengan litelatur 1.52x1011 dengan Ksr yang diperoleh sebesar 23.r .

Dan jari-jari dari lintasan elektron adalah berbanding lurus dengan besarnya medan magnet serta arus. tegangan yang diberikan. dan berbanding terbalik dengan tegangan.Dimana besarnya muatan spesifik dari suatu elektron bergantung pada besarnya medan magnet homogen.U e = 2 A2 m B . Dimana muatan spesifik e/m dihitung dengan menggunakan rumus 2.r Dan diperoleh hasilnya yaitu : 1.52x1011(untuk tegangan konstan). KESIMPULAN Setelah dilakukannya praktikum ini maka diperoleh kesimpulan bahwa dapat menghitung muatan spesifik e/m melalui pembelokan berkas elektron oleh medan magnetik homogen.418x1011 dan 1.451x1011 (untuk arus konstan) serta 2.712x1011 dan 1. serta arus yang dihasilkan. .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful