RESONANSI ELASTISITAS GAS

(REG)

I. Tujuan Percobaan
Menentukan perbandingan kapasitas panas Cp dan Cv gas ( konstanta γ ).

II. Tinjauan Pustaka
Gas Ideal
Yang disebut gas ideal ialah gas yang memenuhi hukum Boyle-Gay
Lusac :

PV = nRT.

Bila tekanan tidak terlalu tinggi dan suhunya tidak terlalu rendah maka
bisa dikatakan gas ideal. Sistem yang terdiri dari gas ideal dengan keadaan
tekanan, volum dan temperatur konstan maka keadaan ini dikatakan keadaan
seimbang. Tetapi keadaan sistem dapat berubah dari satu keadaan ke keadaan
yang lain, yang disebut proses. Proses yang berkaitan dengan percobaan ini
antara lain:
a. Proses isokhorik
Proses ini berlangsung pada keadaan volume yang sama. Gas yang
mengalami proses isokhorik memenuhi :
dQ =dU + p.dV = dU + 0 = dU
Yaitu kalor yang masuk dalam suatu system menjelam sebagai
penambahan energi dalam system tersebut. Dengan besaran kapasitas
∂U 

 ∂T V


kalor pada volum tetap yaitu: Cv = 

b. Proses isobarik
Proses ini berlangsung pada tekanan yang konstan, usaha yang terjadi pada
proses ini yaitu W = p(Vu – Vc), sehingga:
dQ =dU + p.dV = dU + p(Vu – Vc)
Dengan besaran kapasitas kalor pada volum tetap yaitu:
Cp =

dU
 n.R 
+ P.
 = C v + n.R
dT
 P 

c. Proses adiabatic
proses yang terjadi dimana tidak ada kalor yang keluar atau masuk system.
Sehingga ΔQ = 0, maka untuk proses demikian persamaannya menjadi :
0 = ΔW + ΔU
jika selama proses berlangsung, keadaan sistem tidak berbeda jauh dari
suatu kesetimbangan, proses itu dinamakan proses adiabatik kuasi-statik.
[1]
Proses adiabatik Kuasi-statik
Pada gas ideal seperti telah disebutkan diatas proses adiabatiknya
merupakan kuasistatik, maka tekanan, volume dan temperaturnya berubah dengan
cara yang diberikan oleh hubungan antara P dan V, T dan V, atau P dan T.
dQ = Cp dT- V dP
dQ = Cv dT + P
Karena dalam proses adiabatis dQ = 0, maka
V dP = Cv T
Dan

P dV = -Cv dT

Dengan membagi persamaan pertama dengan yang kedua, didapatkan
C p dV
dP
=−
P
Cv V

dan dengan menyatakan nisbah kapasitas kalor dengan lambang γ, maka
dP
dV
= −γ
P
V

Persamaan ini tidak dapat diintregasikan sebelum kita tahu sifat daraiγ.
Dapat dilihat bahwa untuk γ tetap yaitu untuk gas monoatomik sedangkan untuk
gas diatomic dan poliatomik γ da[pat berubah menurut temperatur, tetapi untuk
merubah γ diperlukan temperature yang sangat besar. Sehingga, untuk proses yang
menyangkut perubahan temperatur yang tidak begitu besar, kita bisa mengabaikan
perubahan kecil dalam γ. Jadi dengan menganggap γ tetap, kemudian melakukan
integrasi , didapatkan:
ln P = - γ ln V + ln tetapan
Atau

P Vγ = tetap.

Gambar 1 berikut adalah gambaran percobaannya: y kedudukan setimbang y = posistif y=o y = negatif Volum setimbang = V Tekanan setimbang = P P = Po + mg/A Gambar 1 Andaikan simpangan bola dari kedudukan setimbang pada setiap saat adalah y. Jadi dengan mengebaikan gesekan. Simpangan positif kecil akan menyebabkan pertambahan . tekanan gas sedikit lebih besar daripada tekanan atmosfer Po. [2] Metoda Rüchardt untuk mengukur γ Metoda yang baik untuk mengukur γ yang dikembangkan oleh Rüchardt dalam tahun 1929. Pada bejana itu dipasang tabung gelas dengan berpenampang sama berluas A.Persamaan ini berlaku untuk semua keadaan setimbang yang dilalui oleh gas selama proses adiabatic kuasistatik tetapi tidak dapat berlaku untuk proses adiabatic biasa atau yang terjadi pada gas sejati. Gas ditempatkan dalam bejana besar bervolum V. ia bergetar dengan perioda T. Menggunakan mekanika dasar. didapat : P = Po + mg/A Jika bola dipindahkan sedikit ke bawah. Karena gas agak tertekan oleh bola baja yang ada dalam kedudukan kesetimbangan. Kedalam lubang itu dimasukan bola logam bermasa m yang tepat menutupi lubang tapi masih bisa bergerak bebas sehingga berlaku seperti piston. kemudian ia dilepaskan. yang nilainya positif bila bola di atas kedudukan setimbang dan negatif bila di bawahnya. Gesekan akan menyebabkan bola pada akhirnya berhenti.

Hal ini merupakan persyaratan untuk gerak selaras sederhana. bisa dianggap perubahan P dan V menunjukan adiabat kuasistatik hampiran. Jadi. sehingga dapat dinyatakan sebagai dP.volume yang sangat kecil dibandingkan dengan volume setimbang V. Hipotesis . jadi F merupakan gaya pemulih. Karena perubahan nya sangat kecil. Karena bola bergetar cukup cepat. ini menyatakan hukum Hooke. dengan: dV = yA Dengan cara yang sama . dan dapat dituliskan : P Vγ = tetap P γ Vγ-1 dV + Vγ dP = 0.γP A2 y / A Persamaan ini mengungkapkan bahwa gaya pemulihnya berbanding lurus dengan simpangan dan arahnya berlawanan. perubahan P dan V berlangsung secara adiabat. sehingga F menjadi negatif. keadaan yang dilaui gas dapat dianggap mendekati keadaan setimbang. atau dP = F/A bila y positif. dP negatif. simpangan positif kecil menimbulkan penurunan tekanan yang angat kecil dibandingkan dengan tekanan setimbang P. dengan perioda τ sebagai berikut: τ = 2π m −F / y τ = 2π mV γPA 2 dan γ = 4π 2 mV A 2 Pτ 2 [2] III. Gaya resultan F yang bereaksi pada bola sama dengan A dP jika mengabaikan gesekan. sehingga dapat dinyatakan sebagai dV. didapatkan F = . Dengan substitusi dV dan dP. dengan dP merupakan kuantitas yang negatif.

Dugaan sementara dalam percobaan ini adalah besarya konstanta kapasitas panas γ akan dipengaruhi oleh massa piston. maka ketika volum dan massa diperbesar kemungkinan γ juga akan semakin besar. m yang akan ditentukan dalam percobaan dengan metode Richartd. maka gas akan bergerak secara periodik. volum dan tekanan gas. v. Konstanta pembanding antara kapasitas kalor pada tekanan tetap dan kapasitas kalor pada volum tetap yaitu γ dapat ditentukan dengan besaran T. Perubahan tersebut mungkin disebabkan frekuensi yang berubah akibat perubaha volum dan massa tadi. berdasarkan persamaan massa dan volum berbanding lurus dengan γ . Gas memiliki sifat termometrik yang baik. massa dan tekanan gas tersebut. Metode Eksperimen 5. Hal inilah yang akan dibuktikandalam percobaan.sehingga sistem ini dapat di anggap sebagai Hukum Hooke. Kerangka Pemikiran Suatu gas ideal yang mengalami proses kuasi statik dalam suatu sistem yang adibatik dapat mengalami resonansi ketika atau dimuaikan. Sehingga dengan mengatur v dan m. V. Ketika menggunakan variasi volum dan massa piston yang berbeda-beda apakah akan menghasilkan γ yang berbeda pula. frekuensi. maka kita dapat mengukur frekuensi getaran dan menghitung periode T.dengan meletakkan piston yang digerakkan oleh medan magnet listrik. dimana gas berperan sebagai pegas. salah satunya kapasitas kalor gas yang berbeda untuk keadaan tertentu. Alat – Alat Percobaan . IV.1. Periode dan frekuensi getaran dapat berubah sesuai dengan perubahan volum.

Persiapan.1. Piston magnetic. Sebagai alat yang digunakan untuk membuat gas berresonansi. Prosedur Percobaan 1. Amperemeter dan kabel-kabel penghubung. Rangkaian peralatan Gambar 2 2. Pembersih tabung dan piston magnetic. Osiloskop RC. . tempat memasukan piston dan udara ( gas ). 2. Sebagai penghasil medan magnet untuk mengosilasi piston magnetik 4. 7. Sebagai Alat untuk melakukan percobaan REG. Sebagai alat untuk mengatur besar frekuensi getaran pada kumparan 5. Tabung gelas berskala dilengkapi pemegang tabung. 3. kran pembuka/penutup tabung dan statif. Untuk membersihkan tabung dan piston. Sebagai alat untuk menghubungkan ragkaian 6. Beberapa jenis gas dan peralatan untuk memasukan gas ke dalam tabung.2. 5. Kumparan dan pemegangnya.

Membersihkan kran pembuka/penutup tabung dan olesi dengan silikon gel sehingga mudah diputar. Meletakan kumparan sedemikian sehingga ujung bawah piston bersesuai dengan ujung atas kumparan. dan d untuk variasi posisi piston yang berbeda. f. Pengamatan dan pengukuran Metode 1 a. b. Melakukan minimal 3 kali percobaan untuk masing-masing volume. Memposisikan piston magnetikpada skala 70. 3. c. e. Membersihkan tabung gelas dan piston magnetik menggunakan peralatan yang tersedia. Menghidupkan osilator RC. b. Hasil Eksperimen . Melakukan langkah a.b. Memasukan satu buah piston magnetik ke dalam tabung dengan hati-hati (posisi kedua kran pembuka/penutup tabung dalam kondisi terbuka).d. f untuk dengan jumlah piston yang berbeda. d. kemudian tutuplah kedua kran tersbut. c. Melakukan percobaan b s. Merangkaikan peralatan percobaan sesuai dengan gambar (1). dan aturlah frekuensi sehingga diperoleh osilasi dengan amplitudo yang maksimum. VI.a. Mencatat harga frekuensi tersebut. Metode 2 Melakukan langkah-langkah pada metode 1 untuk posisi tabung horizontal. menggunakan alat pendorong. g. c.

9 10.7 29.1 27 23.9 30.1 23.8 19.5 23.5 29.922 17.005 cm Jari-jari dalam tabung = 0.2 28.852 2 8.4 24.8 20.7 25.5 18 20 18.9 16.72 1+2 3 skala 70 60 50 40 30 20 70 60 50 40 30 20 70 60 50 40 30 20 65 55 45 35 25 Buka-Tutup f1 (Hz) f2(Hz) 10.2 31.8 19.9 24.105 Pa Diameter dalam tabung = 1.3 18.7 14.922 ± 0.006 8.6 22.871 ± 0.006 t±Δt (cm) 2 ± 0.8 12.7 25 24.2 22.1 24 22.6 19.009 8.6 24.4 30 13.3 19.05 2 ± 0.05 cm Piston massa 1 8.6 18.1 23.2 14.3 31.Data Pengamatan Piston 1 2 3 4 M±ΔM (gr) 8.6 26.8 15.5 18.8 23.4 22.5 30.3 25.3 29.5 Tutup-Tutup f1(Hz) f2(Hz) 15.2 22.5 47 43.871 4 8.027.918 ± 0.692 ± 0.05 Tekanan Udara P = 1.8 19.6 13.5 13.9 28.6 29.8 24.1 18.8 22.4 24.5 24.7 19 18.8 20.2 22.5 15.05 2 ± 0.8 13.5 27.2 28.9 17.4 24.9 25.4 18.5 28.3 28.2 29.1 22.7 .4 20.2 16.9 17.8 20.2 23.1 14.9 14.2 12 15.05 2 ± 0.4 29.004 8.4 30.852 ± 0.005 cm Tinggi tabung = 52 ± 0.1 14.385± 0.1 15 22.8 20.

65x70).9 13.6 22.4 15.64 1+2+3 1 26.1 17.9 16.78 2+3 9 17.909E-05 2.5 19.2 19 28.9 18.6 15.9 16. maka untuk skala 70 adalah: V tab = 3.932E-05 1.375E-05 4.10-5 m3 dengan cara yang sama didapat untuk masing-masing skala : Untuk silinder dengan kran tertutup-terbuka skala 70 60 50 40 30 20 volume (m3) 6.8 15.353E-05 5.2 19.398E-05 3.3 Perhitungan  Menghitung volume untuk masing-masing skala Rumus : V tab = πr2t Jika 1 skala bernilai 0.6 16 12.6 19.5 17.955E-05 skala 65 55 45 35 25 Volume (m3) 6.864E-05 4.3 19.71 2+3+4 1 65 55 45 35 25 65 55 45 35 25 65 55 45 35 25 65 55 45 35 25 14.5 14.443E-05 Untuk silinder dengan kran tertutup-tertutup .3 19.842E-05 5.8 19.7 15.2 19.4 18 14.7 12.8 17.2 15.8 18.4 15.3 17 14.9 20 11.5 14.421E-05 2.5 16.10-2 m)2 x (0.77 1+4 4 26.8 18.5 16.2 20.2 25.2 18 14 18.65 cm.1 14.1 10.3 17.6 14.2 15.6 29.3 16 29.7 13 13.7 13.5 15.887E-05 3.3 19.2 14.17.9 20.3 15 16 17.353.1 11.2 10.5 22.2 17.2 20.2 23.10-2 m = 6.2 12.4 13.7 12.1 17.8 11.1 17 17.14 x (0.6 16.5 27.7 17.692.8 18.3 18.

45 13.piston 1.842E-05 5.398E-05 3.819E-05 3.2 =12.353E-05 5.909E-05 2.473E-05 f ∑f n Untuk buka-tutup Piston 1 skala 70 adalah: f  = 10.08032 s T dengan cara yang sama maka didapat : Untuk silinder dengan kran tertutup-terbuka f piston 1 (Hz skala f1 (Hz) f2(Hz) ) T (s) 0.45 = 0.421E-05 2.631E-05 3.55 2 0.1 12.375E-05 4.0738 0.398E-05 3.609E-05 4.654E-05 2.563E-05 8.646E-06 1.797E-05 4.887E-05 3.443E-05 6.541E-05 2.00545 .955E-05 6.45 Hz 2 menghitung nilai perioda T Rumus: T = 1/ f Untuk buka-tutup piston 1 skala 70 adalah: 1 = 12. (2+3) dan (1+4) (1+2+3) dan (2+3+4)  volume1 (m3) 6.639E-06 1. 2 dan 4 (1+2).766E-06 1.443E-05 skala 70 60 50 40 30 20 65 55 45 35 25 65 55 45 35 25 Menghitung nilai frekuensi rata-rata Rumus: f = volume2 (m3) 6.353E-05 5.00645 0.7 +14.842E-05 2.932E-05 1.7 12 14.774E-05 5.375E-05 4.0803 T2 (s2) 70 60 10.519E-05 3.2 15.586E-05 5.421E-05 2.496E-05 4.864E-05 4.

8 19 18.0012 0.35 4 0.7 7 0.3 25.0447 0.4 18.15 28.3 22.1 14.75 9 0.00246 0.1 18.0732 0.2 15.0336 0.00156 20 29.8 19.35 5 0.0634 0.8 7 0.6 3 0.00724 60 13.35 9 0.9 10.8 25.00537 50 20.0534 2 4 1+2 50 15 22.00264 40 20.8 19.5 5 0.0463 0.5 29.00403 45 35 16.0476 0.0675 0.5 17.8 14.75 1 0.0346 0.8 19.2 20.0516 0.002 20 19.9 21.0394 0.0.8 23.8 19.4 24.0531 0.4 25.0514 0.00181 30 20.8 28.4 30 29.9 14.00193 30 22.00227 50 14.00286 40 24.5 7 0.05 5 0.6 19.0439 0.0689 0.00344 30 20 65 15.0496 0.8 15.45 1 0.00214 55 13.0395 0.0425 0.65 6 0.00457 60 22.9 30.0586 0.6 11.3 3 0.75 6 0.2 22.00156 70 12.4 24.00476 40 14.3 18.8 20.5 13.2 21 2 0.00283 0.0851 0.8 13.00267 .6 22.2 22.7 8 0.2 28.00113 70 13.7 20.

00411 65 55 12.5 16.4 15.2 20.0664 0.00549 0.1 17.00549 55 13.5 22.2 21.9 5 0.0022 65 11.7 11.00834 55 10.4 12.00731 45 13 12.15 8 0.1 14.7 4 0.6 7 0.6 20.7 15.75 3 0.0578 0.3 5 0.4 15.00482 45 35 25 19.0694 0.0634 0.1 16 17.0641 0.8 15 14.00463 55 23.25 16.1 19.5 15.2 15.3 18.45 7 0.2 13.0558 0.00253 25 22.00403 9 .3 13.5 7 0.3 16.0472 0.9 17.95 2 0.0913 0.9 19.00666 0.0740 0.6 15.00356 45 35 13.0680 0.0062 35 25 13.0524 0.00276 35 19.15 2 0.00334 0.4 4 0.0502 0.5 21.0597 0.0469 0.05 9 0.0854 0.00294 65 10.7 10.1 20.75 5 0.8 19.7 3 0.00273 65 14.6 16 13.8 17.2 19.7 7 0.2 15.0740 0.0522 2+3 1+4 1+2+3 2+3+4 25 18.0787 0.5 19.0542 0.9 12.00441 0.7 12.8 17.0816 0.6 12.00312 0.2 11.00224 45 17.2 14.8 0.05 15.

4 22.2 19 19.1 24 24.001866 40 23.5 17.0340 0.001058 70 29.05 8 0.2 28.001659 40 22.5 43.0373 0.00344 60 27.001826 0.3 23.95 4 0.0345 0.05 23.9 26.001193 60 50 29.05 5 0.4 23.0420 0.001185 0.0433 0.0407 0.0412 0.6 18.0418 0.2 28.9 24.9 4 0.55 1 0.022 0.15 2 0.2 30.001765 20 70 60 29.45 27.5 23.1 29.7 28.001318 50 23.45 4 0.0427 0.25 4 0.0432 0.4 45.0.5 23.001882 30 24.1 23.7 25.8 2 0.0445 0.000484 0.3 47 28.001751 20 30.0523 25 19.1 6 0.0586 T2 (s2) 70 15.4 24.0325 0.8 1 0.001392 50 25.0404 0.6 22.4 24.001984 30 23.75 2 0.001157 0.3 31.55 3 0.00274 Untuk silinder dengan kran tertutup-tertutup f piston 1 2 4 (Hz skala f1 (Hz) f2(Hz) ) T (s) 0.7 24.6 24.0363 0.1 29.0017 40 30 24.1 25 22.5 22.5 23.0344 0.001632 .8 23.9 27 29.75 4 0.

0444 0.0526 0.0062 55 18.0578 0.55 3 0.001932 55 17.7 19.7 15.6 22.5 14.25 4 0.9 17.003019 45 17.1 17 2 0.0787 0.3 3 0.0439 0.2 17.9 16.0516 0.0551 0.5 18.002671 65 28.4 12.15 1 0.0546 0.0534 0.7 8 0.003341 25 19.00346 35 14.0549 0.75 6 0.8 29.7 4 0.8 7 0.0515 0.001975 0.003036 45 17.002657 65 55 17.9 19.003564 0.0343 0.6 26.6 18 18.3 19.15 4 0.9 22.001054 65 18.001177 55 45 35 18.0615 0.9 16.4 5 0.0.2 31.004628 0.0526 0.1 17 17.5 18.3 4 0.0597 0.2 16.55 8 0.002986 45 35 14.2 5 0.9 18.8 18.003247 25 18 20 19 3 0.5 29.4 30.3 19 16.00286 35 18.5 18 16.00277 65 14 11.0588 0.75 17.9 16.5 18.004136 1 .0569 0.35 8 0.00277 0.5 19.3 14.003787 25 20 18.7 27.8 14.3 19.5 17.0680 0.0324 1+2 2+3 1+4 1+2+3 20 30.0643 0.

00156 0.887E-05 3.0558 0.955E-05 6.852 8.7 14.842E-05 5.78549 3.10 −5 m 3 102700Pa (0.27093 3.59798 2.0673 0.00724 0.871 8.0.002 0.0692 0.2 17.00227 γ 1.004535 0.3 15.88863 1.864E-05 4.0.9 7 0.00286 0.887E-05 3.04871 2.00113 0.2 14.00342 65 29.692.5944 dengan cara yang sama didapatkan nilai γ yaitu : piston skala 70 60 50 40 30 1 20 70 60 50 40 30 2 20 4 70 60 Massa 8.84.932E-05 1.852.0366 0.5 14.3 25.20211 1.00645 0.932E-05 1.001342 55 18.5944 1.6 15.61879 2.00537 0.864E-05 T2 0.00181 0.00193 0.842E-05 5.85 14.91897 .00545 0.955E-05 6.004789 25 15.3 3 0.00264 0.0584 2+3+4  25 16 18.45 4 0.922 volume 6.909E-05 2.10 −3 kgx 6.6463 2.4232 1.00457 0.003121 45 35 15.00156 0.8 17 17.0647 0.3 27.004189 Menghitung nilai γ berdasarkan percobaan Untuk silinder dengan kran tertutup-terbuka Rumus: γ = 4mV Pr 4 T 2 Untuk buka-tutup Piston 1 skala 70 γ = 4 x8.2 14.909E-05 2.45 2 0.5693 3.10 −2 m) 4 .1 8 0.842E-05 5.24607 2.00645s 2 = 1.82784 2.864E-05 4.

00356 0.00283 0.955E-05 6.692.26912 .421E-05 2.00294 0.443E-05 6.398E-05 3.932E-05 1.00441 0.00463 0.10 −3 kg .00276 0.09076 2.0062 0.44677 3.36506 4.82252 4.421E-05 2.72223 1.398E-05 3.641 26.723 17.00482 0.00344s   ( 6.84 + 0.00666 0.34943 3.398E-05 3.00214 0.375E-05 4.375E-05 4.421E-05 2.375E-05 4.677 )10  = 0.398E-05 3.04406 Untuk silinder dengan kran tertutup-tertutup Rumus:  4m  γ = 4 2  Pr T   V1 V2     V1 + V2  Piston 1 skala 65    ( 6.00273 0.0.01404 4.00549 0.711 4.00476 0.353E-05 5.00224 0.00344 0.443E-05 6.26533 4.443E-05 6.00411 0. γ = −2 4 2  -5  102700Pa (0.80407 2.353E-05 5.10 m) .1+2 2+3 1+4 1+2+3 2+3+4 50 40 30 20 65 55 45 35 25 65 55 45 35 25 65 55 45 35 25 65 55 45 35 25 65 55 45 35 25 17.00253 0.375E-05 4.375E-05 4.00731 0.3297 3.51095 3.51956 3.887E-05 3.84231 4.0022 0.443E-05 0.421E-05 2.353E-05 5.92233 4.14782 7.774 26.2099 2.00246 0.84981 4.85556 2.49532 3.00403 0.789 17.00403 0.00274 1.909E-05 2.00267 0.82102 2.00312 0.557 1.398E-05 3.09304 3.677 )10 -5  4 x8.00549 0.353E-05 5.852.421E-05 2.353E-05 5.00334 0.47405 8.67935 3.25426 3.443E-05 6.0012 0.69734 4.3251 6.69067 4.84x0.00834 0.

00105 1.654E-05 5 1.609E-05 6 0.00163 30 20 2.609E-05 4 1.909E-05 3.586E-05 5 0.0017 1.07944 skala 70 20 20 massa 8.00105 2.00139 60 5.42199 0.955E-05 5.631E-05 8 1.5571 .00175 30 2.864E-05 1.609E-05 2 1.563E-05 7 1.64044 0.842E-05 6.88386 0.00182 40 3.955E-05 5.887E-05 2.00048 70 6.00131 60 50 5.26912 0.922 1.871 8.932E-05 4.00176 30 2.654E-05 2 1.5499 1.909E-05 3.dengan cara yang sama didapatkan nilai γ untuk masing-masing skala dan posisi piston yaitu : piston 1 2 4 volum1 volum2 6.864E-05 1.00115 1.00344 0.66029 0.766E-06 γ T2 0.563E-05 2 1.05643 0.50223 0.631E-05 9 0.932E-05 4.887E-05 2.654E-05 4.766E-06 4 1.586E-05 1 1.00165 50 4.932E-05 4.53606 0.631E-05 6 1.955E-05 5.92748 0.852 8.887E-05 2.563E-05 8 2.00119 70 6.00188 40 3.586E-05 1.52421 0.38112 0.00186 50 4.909E-05 3.00118 60 5.39317 0.842E-05 6.864E-05 1.842E-05 6.77755 0.48388 0.00198 40 3.5265 1.766E-06 3 0.

353E-05 8.797E-05 1 1.723 17.95384 0.00134 1.81511 0.00286 1.646E-06 5.56594 0.639E-06 6 1.842E-05 4.398E-05 2.819E-05 4 1.00346 1.75115 25 25 17.842E-05 7 1.00193 1+2 2+3 1+4 1+2+3 2+3+4 65 6.00265 2.00462 45 4.646E-06 2 1.819E-05 6 1.421E-05 3.00277 1.496E-05 2.00117 65 55 6.646E-06 5 1.353E-05 8.00298 55 5.443E-05 4.842E-05 4.421E-05 3.421E-05 3.541E-05 6 1.00342 2.37798 0.789 17.0062 0.43038 0.45638 0.398E-05 2.6732 0.00356 45 4.49461 0.398E-05 2.36791 0.639E-06 7 1.797E-05 7 1.819E-05 9 1.82164 0.00301 55 45 5.421E-05 3.62724 0.375E-05 1.774E-05 6.473E-05 6.353E-05 8.443E-05 4.36432 0.00378 35 3.18566 0.00267 2.375E-05 1.49636 0.774E-05 7 1.711 2 .16308 0.0909 0.774 26.83788 0.81368 0.353E-05 5.353E-05 5.443E-05 4.00324 35 25 65 3.00277 1.00334 35 3.797E-05 2.443E-05 4.76139 0.00413 35 25 65 3.375E-05 1.00303 55 45 5.641 26.375E-05 1.00197 65 6.89175 0.519E-05 8 1.398E-05 2.4 0.774E-05 1 1.

186550904 4 43.667 = 31.KSR KP = 100%-31.00418 25 2.667 x 100 % Untuk posisi piston 1 skala 70 terbuka-tertutup : KSR = 2.469828 56.74119 0.01766 62. γ _ γ literatur KSR = γ literatur γliteratur = 1.541E-05 1 1.00312  55 5.398E-05 2.63787 0.60226 0.00478 35 3.19 % maka ketelitiannya yaitu : KP = 100%.519E-05 5 1.19 % = 68.0.496E-05 9 1.473E-05 9 1.809 % dengan cara yang sama diperoleh untuk γ hasil perhitungan : Untuk silinder dengan kran tebuka-tertutup piston γ KSR % 31.018 .71134 Membandingkan hasil γ percobaan dengan literature.5302 12 4.190430 KP % 1 2.388254711 8 37.7076 4 2.833724363 1 -90.667 x100% 1.375E-05 1.421E-05 3.292416 68.8096 2 2.00453 45 4.443E-05 4.186 −1.291209625 1 190.

1017985 93.1154 97.3236248 92.6764 Grafik Membuat grafik T2 atau f2 terhadap volume tabung atau tinggi tabung untuk setiap massa dan masing-masing posisi tabung Piston 1 Terbuka-Tertutup Tertutup-Tertutup .548334323 7 1.13207 23 4.5922 123 3.343270953 5 85.884640 82.6007 23 1.3062 123 1.399308 87.460040719 8 0.972974 -0.6781 12 1.67434105 1 6.5415 14 1.964 Untuk silinder dengan kran tertutup-tertutup piston  γ KSR % 17.027 234 4.734927 KP % 1 1.6937686 99.96440 14.705399857 4 2.184.8982 234 1.59224 -84.37111196 7 12.451951699 1.132 14 3.688760855 3 98.735629266 3 100.71616779 8 -82.321945 12.2651 2 4 1.555134958 4 7.099611564 4 182.4584538 87.

00002 Piston 4 Terbuka-Tertutup Tertutup-Tertutup Grafik Periode Kuadrat terhadap Volume Grafik Periode Kuadrat terhadap Volume 0.000015 volume (V) 0.8481 0.8719 0.00004 0.9105 0.003 y = 103.00006 volume (V) 0.001 0.002 0.002 0 0 0 0.008 0.000015 0.004 0.65x + 0.00004 0.008 0.002 0.0015 periode (T2) 0.005 y = 51.06x .00001 0.00002 0.00002 Tertutup-Tertutup Grafik Periode Kuadrat terhadap Volume Grafik Periode Kuadrat terhadap Volume 0.0.001 0.00001 0.00006 volume (V) 0.003 0.4x + 0.0022 R2 = 0.00001 0.00006 volume (V) 0.004 0.006 0.000005 0.000005 0.75x .002 y = -456.00008 0 Piston 2 Terbuka-Tertutup 0.83x .008 y = 124.00008 0 0.004 periode (T2) periode (T2) 0.4536 0.0005 0 0 0 0.7581 0.01 R2 = 0.0013 R2 = 0.000015 volume (V) 0.4389 0.0002 R2 = 0.001 0 0 0 0.0036 R2 = 0.00002 0.365x + 0.006 periode (T2) periode (T2) 0.Grafik Periode Kuadrat terhadap Volume Grafik Periode Kuadrat terhadap Volume 0.00002 volume (V) Piston 1 dan 2 Terbuka-Tertutup Tertutup-Tertutup .004 0.0009 R2 = 0.00008 0 0.00004 0.000005 0.002 0.00002 0.0.004 y = 104.006 periode (T2) 0.002 y = -117.0.

9792x + 0.8316 y = 102.63x + 0.003 0.00002 volume (V) Piston 2 dan 3 Terbuka-Tertutup Tertutup-Tertutup Grafik Periode Kuadrat terhadap Volume Grafik Periode Kuadrat terhadap Volume 0.002 0.00004 0.00002 .001 0.001 0.001 0.002 0.003 periode (T2) periode (T2) 0.9101 0.000005 0.000005 0.003 y = 153.004 0.006 0.002 0.00008 0.00006 volume (V) 0 0.0015 0.0035 y = 67.000015 volume (V) 0.54x + 0.0013 R2 = 0.004 0.000015 0.00001 0.003 0.002 0.0028 R2 = 0.005 0.005 0.00008 0 0 0.7972 0.0008 R2 = 0.00001 0.00008 0.51x .Grafik Periode Kuadrat terhadap Volume Grafik Periode Kuadrat terhadap Volume 0.00002 0.00002 Piston 1 dan 4 Terbuka-Tertutup Tertutup-Tertutup Grafik Periode Kuadrat terhadap Volume 0.00001 0.0005 0 0.001 R2 = 0.2 dan 3 Terbuka-Tertutup 0.004 0.00002 Piston 1.002 0.322x + 0.13x + 0.002 0.003 y = 212.00006 volume (V) 0.0019 0.001 0 0 0 0.000015 volume (V) Tertutup-Tertutup 0.005 y = 46.0025 periode (T2) periode (T2) Grafik Periode Kuadrat terhadap Volume 0.00004 0.7817 0.000005 0.003 periode (T2) periode (T2) 0.0.001 0 0.5106 0.00002 0.001 0 0 0 0.00006 volume (V) 0 0.004 y = 1.0007 R2 = 0.00004 0.004 0.0004 R2 = 0.

maka: γ =  0.00006 volume (V) 0.001 0 0.002 0.006 0.3 dan 4 Terbuka-Tertutup periode (T2) periode (T2) y = 75.00002 volume (V) Berdasarkan grafik di atas.000015 0.000015 volume (V) 0.0064 R2 = 0. maka at = Pr 4 y jadi.000005 0.4044 0.00001 0.83. diperoleh at= 104.00002 Grafik Periode Kuadrat terhadap Volume Grafik Periode Kuadrat terhadap Volume 0.00004 0.9928 0 0.002 0 0 0.10 −2 m ) 4 104.002 0 0 0 0.004 0.01 y = 105. γ= 4m 4m Pr 4 at Untuk posisi piston 1 terbuka-tertutup.852.993 0.008  y = -161. .0017 R2 = 0.004 4 x8.00002 0.00001 0. Pr 4 y Rumus: T2 = dimana T2 = y dan V = x.002 0.006 0.004 0.003 0.00008 0 Piston 2.008 0.008 0.Grafik Periode Kuadrat terhadap Volume Grafik Periode Kuadrat terhadap Volume 0. sehingga nilai γ dapat diperoleh dengan cara: 4m V .6299 0.0.692.13x + 0.83 Membandingkan hasil γ grafik dengan literature.00008 y = 285.005 0.0002 R2 = 0. maka didapatkan nilai at dan bt untuk masingmasing posisi piston.004 0.006 0.10 −3 kg = 1.000005 Tertutup-Tertutup 0.001 R2 = 0.494x + 0.00002 0.006 periode (T2) periode (T2) 0.16x .18x + 0.00004 0.434 102700Pa (0.00006 volume (V) 0.

122 6.0525% dengan cara yang sama diperoleh untuk γ hasil perhitungan : terbuka-tertutup piston at 104.777 KP % 124.4 2 4 103.06 0.6756 19.63 23 67.4 72.494 234 tertutup-tertutup piston at 117.30212 2 260.18 123 75.05 -188.00956 7 -160.77 4.48429 2 158.8077 88.947 KP % 1.434 −1.43424 5 27.012 9025.4669 22.9792 12 46.20781 2.192 3 11.95026 1 77.12 -69.322 14 105.KSR = γ _ γ literatur γ literatur γliteratur = 1.052 4.0525 1.365 1.77 -8925.27795 456.75 2 4 51.2226 .56 -58.667 x100% 1.47965 1 169.667 = 13.65 1 1.94% maka ketelitiannya yaitu : KP = 100%-13.47041 76.533 86.988 152.33014 1.324 4 80.57 γ KSR% 23.5 6.667 x 100 % Untuk posisi piston 1 terbuka-tertutup : KSR = 1.83 1 γ KSR% 13.094 7 288.94%= 86.

153.353 4 68. ada beberapa data yang naik. Periode merupakan kebalikan dari frekuensi. rata-rata frekuensi getarnya mengecil ketika skalanya mencapai pertengahan (50-40). tapi pada skala (70-65) getaran yang terjadi kurang jelas karena amplitudo getarannya sangat kecil.96056 212.3686 85. Sedangkan untuk piston 2.13 285.3061 22.54 12 1.16 234 2. Sebagian besar data tidak memiliki pola yang jelas apakah frekuensi tersebut semakin kecil atau semakin besar.13 14 123 161. Jika dibandingkan antara piston 1.507 95.51 23 1. hal ini disebabkan nilai frekuensi yang diperoleh bersifat subyektif (tergantung bagaimana kita menentukan).95595 2.693 9 77. dan volume dapat dihitung berdasarkan tinggi tabung.2. untuk posisi piston 1.4218 102. semakin kecil skalanya maka frekuensinya semakin besar. Percobaan dengan posisi kran tertutup-tertutup.80827 1. 2.5426 7 82. Volume untuk buka-tutup tingginya sama dengan skala bawah piston.4573 VII.631 4 14.4 dengan piston 2 atau piston 3.59099 4 17. Hal ini disebabkan massa piston mempengaruhi getaran. kemudian turun ketika skalanya semakin kecil. piston dengan jumlah sedikit (massanya lebih kecil) frekuensinya lebih besar daripada piston dengan massa lebih besar. yaitu volume1 di bawah piston (tingginya sesuai dengan skala) dan volume2 dimana tingginya yaitu tinggi total tabung dikurangi . dapat dihitung besarnya γ. frekuensi yang terukur berbanding terbalik dengan skala tabung. Analisis Perhitungan Dari data yang diperoleh. 4 dan piston 3.493 4. sedangkan volume tutup-tutup ada dua.6466 31. Analisis Analisis Data Berdasarkan data yang diperoleh dalam percobaan dengan posisi kran terbuka-tertutup. namun frekuensi yang terukur besar.

jika literaturnya 1. Kesimpulan Dari percobaan yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa untuk menentukan nilai kapasitas panas (γ) ini dapat ditentukan dengan mengetahui nilai perioda ataupun frekuensinya. Besarnya γ untuk posisi terbuka tertutup cukup jauh dari literatur.186. d. hal ini berbeda dengan nilai nilai γ berdasarkan perhitungan sehingga KSRnya lebih kecil. Dalam percobaan ini diperoleh nilai konstanta γ terbaik yaitu pada percobaan dengan kran terbuka-tertutup dengan massa piston satu yaitu sebesar 2. Hal-hal yang dapat disimpulkan antara lain : a. Sehingga KSR nya besar. Sedangkan untuk tertutup-tertup nilai nilai γ dari grafik justru lebih jauh dari literatur sehingga ksr grafik lebih besar daripada perhitungan. nilai γ terbaik yang diperoleh dalam perhitungan berkisar antara 1. Dari nilai at tersebut dapat dihitung nilai γ. nilai γ juga dapat diperoleh melalui grafik T2 terhadap V untuk piston 1 terbuka-tertutup diperoleh sebesar 104.3 sampai 1. Besarnya γ untuk posisi tertutup-tertutup tidak begitu jauh dari literatur. Frekuensi piston yang bergetar dalam gas dipengaruhi oleh besar medan magnet baik saat kedua ujung tabung ditutup ataupun salah satu dibuka. IX. sehingga diperoleh nilai at. Daftar Pustaka . Pertambahan volume suatu kolom gas sebanding dengan kuadrat periodanya dan berbanding terbalik dengan nilai frekuensinya.7. b. Selain melalui perhitungan. VIII. Sedangkan nilai konstanta γterbaik percobaan dengan kran tertutup-tertutup dengan massa piston dua dan tiga yaitu sebesar 1.667 maka nilai γ terbaik yang diperoleh dalam perhitungan lebih besar dari literatur.674. karena hubungannya linier.tinggi skala dan tinggi piston. Sehingga KSR nya tidak begitu besar. Nilai γ dari grafik terbuka-tertutup tidak jauh dari literatur. c. Analisis grafik Grafik percobaan ini yaitu hubungan antara kuadrat periode terhadap volume.83.

Bandung : Penerbit ITB. 2.1. Kalor dan Termodinamika. Zemansky. Sutrisno. Fisika Dasar: Listrik Magnet dan Termofisika Listrik. Mark W. dan Dittman. Richard H.1983. . 1986. Bandung: Penerbit ITB.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful