PRESENTASI KASUS INFEKSI

Pembimbing: dr. Debbie Latupeirissa Sp.A
Presentan: Leliana Saleh 108103000008

IDENTITAS PASIEN
Masuk RS fatmawati 21 Juli 2013
2


   

 

Nama No. RM Jenis kelamin Umur Agama Alamat lama, Jakarta Pendidikan Pekerjaan

: An. KR : 1246747 : Perempuan : 10 tahun 9 bulan : Islam : Jl. Bendi besar, Kebayoran : SD :-

IDENTITAS PASIEN
3

   

 

Nama ayah: Tn. B Usia : 43 tahun Agama : Islam Alamat : Jl. Bendi besar, Kebayoran lama, Jakarta Pekerjaan : Swasta Penghasilan: Rp 1.500.000


 

Nama ibu : Ny. W Usia : 38 tahun Agama : Islam Alamat : Jl. Bendi besar, Kebayoran lama, Jakarta Pekerjaan : Ibu Rumah Tangga

.ANAMNESIS 4 Anamnesis secara autoanamnesis dan alloanamnesis pada pasien dan ibu pasien pada tanggal 21 Juli 2013 Keluhan Utama: Demam yang mendadak tinggi 5 hari SMRS.

Tgl 17 Juli 2013 Demam mendadak tinggi. batuk. nyeri perut (+). nyeri perut. badan lemas. mual. Berobat ke klinik 24 diberi panadol Menyangkal: Nyeri sendi. mual dan muntah (+) Lab: penurunan trombosit Tgl 19 Juli 2013 Demam turun. suhu tidak diukur. isi makanan. sakit kepala. muntah berisi makanan. Berobat ke Puskesmas. pemeriksaan lab . nafsu makan menurun. pilek. RSF Demam (-). mual. rawat. terasa sama saja saat malam dan pagi hari. muntah (+) berkurang. timbul bintik-bintik merah di tangan dan kaki Tgl 18 Juli 2013 Demam (+). otot. nyeri dan keluar cairan dari telinga. BAB hitam. Lab: peningkatan hematokrit. mimisan. Mual. gusi berdarah. belakang bola mata. darah (). sesak (+). muntah tiap pasien makan. penurunan trombosit Tgl 20 Juli 2013 Demam (+). dan muntah tiap pasien makan. riwayat berpergian dari luar kota RPS Tgl 21 Juli 2013. suhu ?.

ANAMNESIS 6  Riwayat Penyakit Dahulu    Alergi (-) Asma (-) Riwayat batuk-batuk dan pilek sebelumnya(-) Alergi (-) Asma (-)  Riwayat Penyakit Keluarga    Tetangga dan Ayah pasien baru saja terkena DBD. .

KEHAMILAN Morbiditas kehamilan Riwayat mengkonsumsi obat obatan selama kehamilan - KELAHIRAN Perawatan antenatal Tempat kelahiran Penolong persalinan Cara persalinan Masa gestasi Keadaan bayi Baik. kontrol tiap bulan Rumah Bersalin Bidan Normal Cukup bulan (38 minggu) • • Berat lahir = 3800 gram Panjang = 48 cm • • 7 Langsung menangis (√) Kelainan bawaan (-) .

ANAMNESIS 8  Riwayat Tumbuh-Kembang      Tumbuh gigi Tengkurap Duduk Jalan : Usia 6 bulan : Usia 4 bulan : Usia 6 bulan : Usia 12 bulan Riwayat Nutrisi  Pasien minum ASI sejak lahir sampai usia 2 tahun. sayur. . ayam dan daging.mulai diberikan pendamping ASI saat usia 6 bulan. tempe. Saat ini makan 3 kali sehari dengan nasi porsi sedang. telur ikan.

ANAMNESIS 9  Riwayat Imunisasi  BCG 1x  Hepatitis B 3x  Polio 5x  DPT 4x  Campak 2x .

1 x 100% = 85%  gizi baik  HA : 10 tahun  BBI : 33 kg  KKI : 33x 70 kkal = 2310 kkal ~ 2300 kkal .PEMERIKSAAN FISIK Dilakukan pemeriksaan fisik pada tanggal 21 Agustus 2013 10 Keadaan umum:  Kesan sakit  Kesadaran Status Gizi : Sakit sedang : Compos Mentis BB : 35kg. usia : 10 tahun 9 bulan. TB : 138 cm. Lila 18 cm  BB/U : 35/36 x 100% = 97 %  gizi baik  TB/U : 138/142 x 100% = 97%  gizi baik  BB/TB : 35/33 x 100% = 106%  gizi baik  LLAU : 18/21.

deformitas (-).  Wajah bentuk simetris.8oC diukur pada aksila Kepala  Bentuk : normocephali. distribusi merata. : 28 kali/menit : 36. tidak tampak pucat.PEMERIKSAAN FISIK 11 Tanda Vital  Tekanan darah  Frekuensi nadi kuat.  Rambut : Lurus. . dan regular)  Frekuensi Napas  Suhu Tubuh : 100/80 mmHg : 94 kali/menit (isi cukup. hitam. kelebatan sedang.

secret-/ Membran timpani tidak  Lensa: jernih dapat di observasi  Konjungtiva: anemis . ptosis (-) . RCL +/+ . nistagmus (-)  Pupil: bulat isokor./  Sklera: ikterik .PEMERIKSAAN FISIK 12 Mata Telinga  Exophthalmus: tidak  Daun telinga bentuk ada normotia  Enopthalmus: tidak ada  Liang Telinga: serumen -/ Kelopak: edema (-)./  Gerakan mata: normal.

PEMERIKSAAN FISIK 13 Hidung Mulut dan tenggorokan  Pernapasan cuping hidung  Uvula ditengah. palatum (-) dan faring tidak hiperemis  Bentuk normal.T1 tenang septum (-) Leher  Mukosa tidak hiperemi  KGB tidak teraba membesar  Sekret hidung (-)  Kelenjar tiroid tidak  Tidak ada epistaksis teraba membesar Bibir  Trakea lurus di tengah  Mukosa lembab  Sianosis (-)  Pucat (-) . deviasi  Tonsil T1.

 Tidak ada pelebaran pembuluh darah  Perkusi : ▪ Batas kanan jantung sela iga IV  Tidak ada hiperpigmentasi linea sternalis kanan  Retraksi suprasternal (-) ▪ Batas kiri jantung sela iga V. 1  Retraksi epigastrium (-) cm medial linea midclavikula kiri ▪  Batas pinggangjantung sela iga III. Gallop(-) . iga V di sebelah medial midclavicula kiri.PEMERIKSAAN FISIK 14 Thorax Jantung  Tampak simetris dalam  Inspeksi: tidak tampak pulsus keadaan statis dan dinamis. iktus kordis  Tidak ada penonjolan atau  Palpasi : iktus kordis di sela pembengkakan lokal. linea parasternalis kiri Auskultasi: BJ I dan II regular. murmur (-).

(diperiksa dari bagian belakang) . Rh -/-. Wh -/. Paru  Inspeksi: simetris kanan kiri dalam kondisi statis dan dinamis  Palpasi: fremitus kanan sama denga fremitus kiri  Perkusi: sonor pada seluruh lapang paru  Auskultasi: Suara nafas vesikuler + menurun/+.

NT epigastrium (+). petechie(-)  Palpasi : supel.PEMERIKSAAN FISIK 16 Abdomen  Inspeksi : buncit. simetris. shifting dullness (+)  Auskultasi: Bising Usus (+) normal Genitalia  Tidak tampak kelainan ./  Perkusi: timpani-redup. turgor baik  Hati : Tidak teraba pembesaran  Limpa : Tidak teraba pembesaran  Ginjal: ballotemen .

CRT<2detik .  teraba  Supraklavikula : tidak teraba  Ketiak: tidak teraba  Lipat paha: tidak teraba Lembab  Suhu raba hangat  pucat(-). sianosis(-).PEMERIKSAAN FISIK 17 Kelenjar  Submandibula:  Cervical Kulit tidak teraba : tidak Turgor baik  Petechie (+/+) di ekstremitas Ekstremitas: akral hangat. bawah edema(-).

5-14.0 ribu/ul 150-400 ribu/ul 4.2-5.5 pg 32-37 g/dl 11.7-15.3% 1.4 juta/uL VER HER KHER RDW 82-92 fl 23.6 g/dl 39.5 % Menurun Normal Normal Normal .5 % 78 fl 27 pg 35 g/dl 13.6-11.PEMERIKSAAN PENUNJANG 18 Lab dari Puskesmas Kec. Kebayoran lama di cek di Laboratorium RSIA Yadika tanggal 19 Juli 2013 Nilai Normal Hasil 13.0 juta/uL Keterangan Normal Normal Menurun Menurun Normal HEMATOLOGI Hemoglobin Hematokrit Leukosit Trombosit Eritrosit 11.1-31.5 g/dl 37-43% 3.7 ribu/uL 25 ribu/uL 5.

Kebayoran lama di cek di Laboratorium RSIA Yadika tanggal 19 Juli 2013 Hitung jenis Basofil Eosinofil Basofil 0-1 % 1-3 % 2-6 % 0% 2% 3% Normal Normal Normal Normal Segmen Limfosit Monosit 50-70 % 20-40 % 2-8% 68 % 22 % 5% Normal Normal .Lab dari Puskesmas Kec.

5 g/dl 14.9 g/dl Normal Keterangan Hematokrit Leukosit 37-43% 3. Kebayoran lama di cek di Laboratorium RSIA Yadika tanggal 19 Juli 2013 Nilai Normal HEMATOLOGI Hemoglobin 11.6-11.PEMERIKSAAN PENUNJANG 20 Lab dari Puskesmas Kec.7-15.3 ribu/uL Normal Menurun ribu/ul Trombosit 150-400 ribu/ul 21 ribu/uL Menurun .0 43.5% 2.

3 ribu/uL Meningkat Meningkat Menurun Keterangan 3.7 g/dl 37-43% 47.PEMERIKSAAN PENUNJANG 21 Lab dari Puskesmas Kec. Kebayoran lama di cek di Laboratorium RSIA Yadika tanggal 20 Juli 2013 Nilai Normal HEMATOLOGI Hemoglobin Hematokrit Leukosit 11.3% 2.5 g/dl 16.7-15.6-11.0 ribu/ul 150-400 Trombosit ribu/ul 26 ribu/uL Menurun .

5 ribu/uL 14 ribu/uL 5.5 % 24. 22 PEMERIKSAAN PENUNJANG Laboratorium RS Fatmawati tanggal 21 Juli 2013 pukul 19.3 % Normal Normal Normal .91 juta/uL 73.9 fl Normal Normal Menurun Menurun Meningkat Normal Keterangan HER KHER RDW 22-34 pg 32-36 g/dl 11.2 juta/uL 69-93 fl 14.0-14.04 Nilai Normal HEMATOLOGI Hemoglobin Hematokrit Leukosit Trombosit Eritrosit VER 10.6 g/dl 33-45% 5.5 ribu/ul 184-488 ribu/ul 3.5-14.5 g/dl 13.8-15.7 pg 33.6 g/dl 44% 3.8-5.

terasa sama saja saat malam dan pagi hari. badannya lemas. disertai mual. muntah berisi makanan. dan muntah tiap pasien makan. nafsu makannya menurun. suhu tidak diukur. Sebelumnya sudah berobat ke klinik 24 jam pada hari ke 2 sakit dan diberi panadol untuk penurun panas .RESUME 23  Pasien perempuan usia 10 tahun 9 bulan datang dengan keluhan demam sejak 5 hari SMRS. Pada hari pertama demam timbul bintik-bintik merah di tangan dan kaki. nyeri perut. demam mendadak tinggi.

Pada hari ke-4 sakit (di Puskesmas) demam timbul kembali tetapi dikatakan tidak setinggi sebelumnya (suhu tidak diketahui).RESUME Demam sempat turun pada hari ke 3 sakit. dikatakan terjadi penurunan trombosit. dilakukan perawatan disana selama 2 hari serta dilakukan pemeriksaan lab secara berkala. Pasien berobat kembali ke Puskesmas dikarenakan pasien tetap mengalami mual dan muntah tiap kali makan. . pasien dirujuk ke RS Fatmawati.

BAB hitam. BAK & BAB normal. Tetangga dan Ayah pasien baru saja terkena DBD. Nyeri sendi. ditemukan hemokonsentrasi dan trombositopeni pada pemeriksaan lab di lab RSIA Yadika. riwayat berpergian dari luar kota disangkal. pilek. dan sesak.RESUME Di IGD RS Fatmawati dilakukan pemberian cairan. batuk. . dan sakit kepala disangkal. Pasien dirawat. otot. belakang bola mata. Pada saat perawatan mengeluhkan nyeri perut. nyeri dan keluar cairan dari telinga. Riwayat gusi berdarah dan mimisan disangkal.

kuat. Wh -/(diperiksa dari bagian belakang) Abdomen: Buncit. sianosis(-). shifting dullness (+) Ekstremitas: akral hangat.RESUME Pemeriksaan Fisik 26  Keadaan umum/Kesadaran: Tampak Sakit Sedang / Compos Mentis    Tekanan darah: 100/80 mmHg  Frekuensi nadi: 94 kali/menit (isi cukup. Rh -/-.8oC diukur pada aksila    Paru: Suara nafas vesikuler + menurun/+. supel. pucat(-). CRT<2detik Kulit : Petechie (+/+) di ekstremitas atas dan bawah . hati dan limpa tidak teraba. nyeri tekan epigastrium +. edema(-). dan regular)  Frekuensi Napas: 28 kali/menit Suhu Tubuh: 36.

kesan:  Hemokonsentrasi  Trombositopenia  Leukopenia  Laboratorium RS Fatmawati 21 Juli 2013.RESUME Pemeriksaan Lab:  Laboratorium RSIA Yadika tanggal 19-20 Juli 2013. kesan:  Trombositopenia  Leukopenia .

Diagnosis Kerja Demam Berdarah Dengue grade II hari ke 5 Pemeriksaan Anjuran  Darah Lengkap / 6jam  Dengue blot test  Foto RLD .

PENATALAKSANAAN Cek tanda vital / 6 jam  IVFD RL 30 tpm makro  Paracetamol 3x 500 mg (bila suhu >38. MC 3 x 200 ml  .5C)  Diet ML 1700 kkal.

mual(-). TSS/CM Td: 100/80.00 S: Demam(-). N:94x/menit reguler. Wh (-/-) (diperiksa dari bagian belakang) Abdomen: datar. S:36. turgor cukup. gusi berdarah(-). suhu 38C. BAK normal. muntah(-). NTE (-). Rh (-/-). supel.70C Paru : SN ves kanan melemah. mau makan. nyeri perut (-). BAB mencret(-). sesak (+) berkurang. BU (+) normal. sempat demam pada malam hari. hepatosplenomegali (-) Ekskremitas: akral hangat. hitam(-). kuat. rash konvalesens +/+ A: DBD grade II hari ke 6 P: RL 18 tpm DL/6 jam .FOLLOW UP 22 Juli 2013 pukul: 07. petekie +/+ di tangan dan kaki. mimisan (-). makan 3xsehari O: KU/Kes . edem(-). P:24x/menit. isi cukup.

6 g/dl 33-45% 5.7 ribu/uL 7 ribu/uL 5.7 g/dl 38% 3.4 g/dl 13.5 fl Normal Normal Menurun Menurun Meningkat Normal Keterangan HER KHER RDW 22-34 pg 32-36 g/dl 11.45 Nilai Normal HEMATOLOGI Hemoglobin Hematokrit Leukosit Trombosit Eritrosit VER 10.5-14.5 % 24.2 juta/uL 69-93 fl 12.5 ribu/ul 184-488 ribu/ul 3.8-5.0-14.6 pg 33.17 juta/uL 73.FOLLOW UP Laboratorium RS Fatmawati tanggal 22 Juli 2013 pukul 01.8-15.4 % Normal Normal Normal .

FOLLOW UP Laboratorium RS Fatmawati tanggal 22 Juli 2013 pukul 04.7 g/dl 13.5-14.0-14.5 pg 33.5 % 5.3 g/dl 40% Normal Normal Keterangan Leukosit Trombosit Eritrosit VER HER KHER RDW 5.8-5.56 Nilai Normal HEMATOLOGI Hemoglobin Hematokrit 10.4 ribu/uL 20 ribu/uL 5.42 juta/uL 72.6 g/dl 33-45% 13.2 juta/uL 69-93 fl 22-34 pg 32-36 g/dl 11.5 ribu/ul 184-488 ribu/ul 3.3 % Normal Menurun Meningkat Normal Normal Normal Normal .8-15.8 fl 24.

FOLLOW UP Hasil foto Rontgen RLD 21 Juli 2013 Kesan: Efusi pleura paru kanan .

sesak (-). turgor cukup. BAB mencret(-). NTE (-). nafsu makan meningkat O: KU/Kes . edem(-). rash konvalesens +/+ A: DBD grade II hari ke 7 (fase penyembuhan) P: Aff infus DL/12 jam . hepatosplenomegali (-) Ekskremitas: akral hangat. makan nafsu makan baik. mimisan (-). N:90x/menit reguler. kuat. P:22x/menit. mual(-). gusi berdarah(-).70C Paru : SN ves kanan melemah berkurang. BAK normal. hitam(-). isi cukup. Wh (-/-) (diperiksa dari bagian belakang) Abdomen: datar. muntah(-). TSS/CM Td: 100/80. Rh (-/-). BU (+) normal. S:36. supel. nyeri perut (). petekie +/+ di tangan dan kaki.00 S: Demam(-).FOLLOW UP 23 Juli 2013 pukul: 07.

2 g/dl Normal Keterangan Hematokrit Leukosit Trombosit Eritrosit VER HER KHER RDW 33-45% 5.4 % Normal Normal Menurun Meningkat Normal Normal Normal Normal .0 g/dl 13.6 g/dl 13.3 pg 33.42 juta/uL 71.FOLLOW UP Laboratorium RS Fatmawati tanggal 22 Juli 2013 pukul 12.59 Nilai Normal HEMATOLOGI Hemoglobin 10.5 % 40% 7.8-15.1 ribu/uL 20 ribu/uL 5.0-14.7 fl 24.2 juta/uL 69-93 fl 22-34 pg 32-36 g/dl 11.8-5.5-14.5 ribu/ul 184-488 ribu/ul 3.

P:22x/menit. kuat. BAB mencret(-). isi cukup. muntah(-). supel. sesak (-). nyeri perut (). gusi berdarah(-). BU (+) normal. S:36. turgor cukup.70C Paru : SN ves kanan melemah berkurang. nafsu makan meningkat O: KU/Kes . edem(-). hitam(-). N:90x/menit reguler. NTE (-). petekie +/+ di tangan dan kaki. Wh (-/-) (diperiksa dari bagian belakang) Abdomen: datar. Rh (-/-).00 S: Demam(-).FOLLOW UP 24 Juli 2013 pukul: 07. rash konvalesens +/+ A: DBD grade II hari ke 8 (fase penyembuhan) P: Acc boleh pulang . hepatosplenomegali (-) Ekskremitas: akral hangat. mimisan (-). BAK normal. TSS/CM Td: 100/80. mual(-). makan nafsu makan baik.

6 g/dl 33-45% 5.5 % 25.8-15.2 juta/uL 69-93 fl 13.FOLLOW UP Laboratorium RS Fatmawati tanggal 24 Juli 2013 pukul 05.5-14.57 juta/uL 74.9 g/dl 41% 4.6 ribu/uL 54 ribu/uL 5.5 ribu/ul 184-488 ribu/ul 3.1 fl Normal Normal Normal Menurun Meningkat Normal Keterangan HER KHER RDW 22-34 pg 32-36 g/dl 11.4 % Normal Normal Normal .4 pg 34.8-5.0-14.48 Nilai Normal HEMATOLOGI Hemoglobin Hematokrit Leukosit Trombosit Eritrosit VER 10.3 g/dl 13.

PROGNOSIS 38    Ad Vitam : Bonam Ad functionam : Bonam Ad sanationam : Dubia ad bonam .

   Demam yang timbul akibat infeksi virus bersifat mendadak dan tinggi. Pirogen ini dapat meningkat “set point” di hipotalamus yang merupakan termoregulator sehingga timbul demam. mendadak 2-7 hari.39 DASAR DIAGNOSIS DBD GRADE II Anamnesis:  Keluhan utama yaitu demam sejak 5 hari smrs yang mendadak tinggi terasa sama saja saat malam dan pagi hari. Pada infeksi bakteri ataupun virus dapat mengeluarkan pirogen eksogen ataupun pirogen endogen yang berasal dari sel imun tubuh. . Salah satu bentuk klasik dari DBD ditandai dengan demam tinggi.

Buku Ajar Fisiologi Kedokteran Edisi 11. 2008.PATOFISIOLOGI DEMAM Guyton. Jakarta: EGC. .

 Tanda ini dapat muncul pada hari pertama demam dapat pula dijumpai pada hari ke-3.5 demam.41 DASAR DIAGNOSIS DBD GRADE II Anamnesis  Timbulnya bintik2 merah pada kulit pada hari ke-1 demam.  . Bintik-bintik merah pada kulit (petechie) merupakan salah satu manifestasi perdarahan pada DBD.4.

42 DASAR DIAGNOSIS DBD GRADE II Anamnesis Penyebab perdarahan pada pasien DBD: vaskulopati.  Trombositopeni a  gangguan fungsi trombosit7.   .

DASAR DIAGNOSIS DBD GRADE II Anamnesis Timbulnya sesak Sesak napas ekspansi dada Cairan ke rongga pleura .

8oC diukur pada aksila Pada pasien tidak terdapat tanda-tanda kegagalan sirkulasi . kuat. dan regular) Frekuensi Napas : 28 kali/menit Suhu Tubuh : 36.DASAR DIAGNOSIS DBD GRADE II 44 Pemeriksaan Fisik      Tekanan darah : 100/80 mmHg Frekuensi nadi : 94 kali/menit (isi cukup.

45 DASAR DIAGNOSIS DBD GRADE II Pemeriksaan Fisik  Paru: Suara nafas vesikuler + menurun/+. shifting dullness (+) Asites Efusi pleura Cairan dalam rongga pleura Cairan dalam daerah intraperitoneal . abdomen: Buncit.

46 DASAR DIAGNOSIS DBD GRADE II Pemeriksaan Fisik  Kulit : Petechie (+/+) di ekstremitas bawah .

.3 %  47.DASAR DIAGNOSIS DBD GRADE II 47 Pemeriksaan Penunjang  Hemokonsentrasi (Laboratorium RSIA Yadika tanggal 19-20 Juli 2013): 39.3 %  Hemokonsentrasi dapat mulai dijumpai mulai hari ke 3 demam.  Hemokonsentrasi terjadi karena perembesan plasma dari inravaskular ke ekstravakular.

.

DASAR DIAGNOSIS DBD GRADE II 49 Pemeriksaan Penunjang Trombositopenia (Laboratorium RSIA Yadika & RS Fatmawati)  .

tetapi tidak didapatkan hasil pemeriksaan. meningkat sampai minggu ke 3 dan menghilang setelah 60-90 hari.  IgM terdeteksi mulai hari ke 3-5. IgG mulai terdeteksi pada hari ke 14. Pada infeksi primer. IgG (+)  infeksi sekunder . IgG (-)  infeksi primer  IgM (+). sedangkan pada infeksi sekunder dapat terdeteksi mulai hari ke 2  Pada kasus terdapat 2 kemungkinan hasil dari serologi:  IgM (+).DASAR DIAGNOSIS DBD GRADE II Pemeriksaan Penunjang  Pemeriksaan IgG dan IgM Pada pasien ini sudah disarankan untuk dilakukan pemeriksaan serologi IgM dan IgG-anti dengue.

51 DASAR DIAGNOSIS DBD GRADE II  Berdasarkan tinjauan pustaka kriteria WHO 1997 yaitu: Klinis:  Demam tinggi dengan mendadak dan terus menerus selama 2-7 hari. hematemesis dan melena)  Pembesaran hati  Syok .  Manifestasi perdarahan. perdarahan mukosa. termasuk setidak-tidaknya uji bendung positif dan bentuk lain (petekie. purpura ekimosis.

 Efusi pleura. . dibandingkan dengan nilai hematokrit sebelumnya.52 DASAR DIAGNOSIS DBD GRADE II   Laboratorium  Trombositopenia (<100. asites. hipoproteinemia Dua kriteria klinis ditambah dua kriteria laboratorium cukup untuk menegakkan diagnosis kerja DBD.000/uL)  Tanda kebocoran plasma:  Hemokonsentrasi (nilai hematokrit lebih 20% dari normal)  Penurunan hematokrit >20% setelah mendapat terapi cairan.

Pada pasien ini DBD grade II (terdapat manifestasi kebocoran plasma. yaitu mengatasi kehilangan cairan plasma sebagai akibat peningkatan permeabilitas kapiler dan sebagai akibat perdarahan.PENATALAKSANAAN   Pada dasarnya pengobatan DBD bersifat suportif. terdapat hemokonsentrasi disertai adanya tanda perdarahan spontan tanpa adanya syok sehingga tatalaksana pemberian cairan sesuai dengan kebutuhan cairan pada DBD grade II dengan peningkatan hematokrit> 20% .

Nadi ≤20 mmHg Ht turun 3 ml/kgBB/jam IVFD stop pada 24-48 jam bila tanda vital/Ht stabil dan diuresis cukup Koloid 20-30 ml/kgBB Transfusi darah segar 10 ml/kgBB Perbaikan .9% atau RLD5 / NaCl 0.DBD derajat I dengan peningkatan HT ≥ 20% Ht normal Cairan awal RL / RA / NaCl 0. 6-7 ml / kgBB / jam BB <15 kg: 6-7 ml/kgBB/jam. BB >40 kg: 3-4 ml/kgBB/jam Monitor tanda-tanda vital / nilai Ht dan trombosit tiap 6 jam Perbaikan tidak gelisah nadi kuat tekanan darah stabil diuresis cukup (12 ml/kgBB/jam) Ht turun (2 kali pemeriksaan) Tetesan dikurangi Tidak ada perbaikan gelisah distres pernapasan frekuensi nadi naik Ht tetap tinggi/naik diuresis kurang/tidak ada Tanda vital memburuk Ht meningkat Perbaikan Tetesan dinaikkan 5 ml/kgBB/jam Perbaikan 10-15 ml/kgBB/jam Tanda vital tidak stabil Sesuaikan tetesan Distres pernafasan Ht naik Tek. BB 15-40 kg: 5 ml/kgBB/jam.9% + D5.

PENATALAKSANAAN Awal pemberian cairan DBD derajat II dengan peningkatan Ht ≥ 20%: BB <15 kg: 6-7 ml/kgBB/jam. Kasus: tetesan yang diberikan 18 tpm makro diambil dengan menggunakan rumus darrow Dilakukan monitor tanda-tanda vital dan kadar trombosit ditemukan adanya perbaikan  tetesan dikurangi 3 ml/kgBB/jam atau sama dengan 25 tpm . BB 15-40 kg: 5 ml/kgBB/jam. diberikan 30 tpm makro atau sama dengan ± 3-4 cc/kgBB/jam Sesuai Protokol penatalaksanaan DBD grade II dengan peningkatan hematokrit ≥ 20%: BB pasien 35 kg. BB>40 kg: 3-4 ml/kgBB/jam Kasus: BB pasien 35 kg.  5 ml/kgBB/jam atau sama dengan 42 tpm makro.

menunjukkan bahwa transmisi virus dengue di daerah rumah pasien cukup besar sehingga mungkin terjadi infeksi yang berulang. ad sanationam dubia ad bonam karena diketahui ayah dan tetangga pasien terkena penyakit yang sama.Prognosis    Prognosis ad vitam bonam karena tidak didapatkan tanda-tanda syok pada fase kritis ad functionam bonam karena infeksi virus dengue tidak merusak fungsi tubuh yang permanen dan menyebabkan kecacatan. .

hepatomegali dan kegagalan peredaran darah (circulatory failure). menurunnya volume plasma. 2010) Fenomena patofisiologi utama yang menentukan derajat penyakit dan yang membedakan DBD dan DD adalah peningkatan dan permeabilitas dinding pembuluh darah. (IDAI.DEFINISI – – Demam berdarah dengue (DBD)ditandai oleh 4 manifestasi klinis. terutama perdarahan kulit. trombositopenia dan diatesis .

Vektor utama virus dengueNyamuk Aedes aegypti . anggota genus Flavivirus dari famili Flaviviridae.ETIOLOGI DAN TRANSMISI 58 – – – virus dengue. 4 serotipe virus dengueDEN-1. DEN-3 dan DEN-4. DEN-2.

EPIDEMIOLOGI  Indonesia dimasukkan dalam kategori “A” dalam stratifikasi DBD oleh World Health Organization (WHO) 2001 mengindikasikan tingginya angka perawatan rumah sakit dan kematian akibat DBD. khususnya pada anak. .

Sumber: WHO 2012 .

61 PATOGENE .

PATOGENESIS .

.Teori immune enhancement  Teori immune enhancement.

MANIFESTASI KLINIS     Periode inkubasi 1 sampai 7 hari. dengan ↑temperatur yang cepat 39. bayi dan anak yang lebih kecilmungkin tidak khas atau ditandai dengan demam 1-5 hari.5oC-41.1oC . rinitis. batuk ringan dan ruam makulopapular Infeksi lebih jelas pada anak besar dan dewasademam tiba-tiba. Bervariasi dan dipengaruhi usia pasien. faringitis.

Manifestasi klinis infeksi virus dengue diklasifikasikan oleh WHO:

Pemeriksaan fisik

– –

Hepatomegali. Perembesan plasma ekstravasasi cairan ke dalam rongga pleura dan rongga peritoneal. Fase kritis hari ke-3 hingga ke-5 perjalanan penyakitsuhu turun dan awal penyembuhan pada infeksi ringan dan pada DBD merupakan tanda awal syok. Perdarahan uji turniket positif, petekie, purpura, ekimosis, epistaksis, hematemesis dan/atau melena.

Tanda-tanda syok:


• •

Anak gelisah sampai terjadi penurunan kesadaran, sianosis. Nafas cepat, nadi teraba lembut kadang tidak teraba. Tekanan darah turun Akral dingin, capillary refill time menurun (<3detik) Diuresis menurun sampai anuria.

jumlah trombosit. kadar hematokrit.• Pemeriksaaan penunjang – Pemeriksaan laboratorium kadar hemoglobin. . Asites dan efusi pleura dapat pula dideteksi dengan USG. dan hapusan darah tepi untuk melihat adanya limfositosis relatif disertai gambaran limfosit plasma biru (sejak hari ke 3) • • Trombositopenia Hemokonsentrasi – Untuk membuktikan etiologi DBDuji diagnostik melalui pemeriksaan isolasi virus.  Pemeriksaan radiologis (foto toraks PA tegak dan lateral dekubitus kanan) ada tidaknya efusi pleura. pemeriksaan serologi atau biologi molekular.

.

Diagnosis • berdasarkan kriteria WHO 1997 – Klinis • • • • Demam tinggi dengan mendadak dan terus menerus selama 2-7 hari.000/uL) Tanda kebocoran plasma: – – Laboratorium • • – – Hemokonsentrasi (nilai hematokrit lebih 20% dari normal) Penurunan hematokrit >20% setelah mendapat terapi cairan. dibandingkan dengan nilai hematokrit sebelumnya. hipoproteinemia 2 kriteria klinis+1kriteria laboratorium menegakkan diagnosis kerja DBD . Efusi pleura. Manifestasi perdarahan Pembesaran hati Syok Trombositopenia (<100. asites.

Terdapat 4 derajat spektrum klinis DBD (WHO. 1997) .

Penatalaksanaan   Terapi DBD bersifat suportif dan simtomatis. . Ditujukan untuk mengganti kehilangan cairan akibat kebocoran plasma.

badan lemah & lesu Ada kedaruratan tanda syok muntah terus-menerus kejang kesadaran menurun muntah darah berak hitam Tidak ada kedaruratan periksa uji tourniquet uji torniquet (+) uji torniquet (-) jumlah trombosit ? 100.000/μl Rawat jalan parasetamol kontrol tiap hari sampai demam hilang Rawat jalan Rawat inap minum banyak 1. trombosit tiap kali Perhatian untuk orang tua: pesan bila timbul tanda syok. kaki/tangan dingin. berak hitam. mendadak terus-menerus <7 hari tidak disertai infeksi saluran nafas bagian atas. bak kurang Lab.000/μl jumlah trombosit > 100. Ht. nyeri perut.5-2 liter/hr parasetamol kontrol tiap hari sampai demam turun periksa Hb. Hb & Ht naik.Tersangka DBD demam tinggi. periksa trombosit & Ht bila demam menetap setelah hari sakit ke-3 . Trombosit turun Segera bawa ke rumah sakit nilai tanda klinis. yaitu gelisah. lemah.

nafsu m akan m em baik . oralit. H t. B ila suhu > 380C beri parasetam ol B ila kejang beri obat antikonv ulsif P asien tid ak d ap at m in u m P asien m untah terus-m enerus P asang infus N aC l 0. jus buah.jum lah trom bosit > 50.tidak dijum pai distres pernapasan (disebabkan oleh efusi pleura atau asidosis) . sirup. H t.secara klinis tam pak perbaikan .H t stabil . trom bosit tiap 6-12 jam M o n ito r g ejala klin is d an lab o rato riu m P erhatikan tanda syok P alpasi hati setiap hari U kur diuresis setiap hari A wasi perdarahan P eriksa H b.9% : dekstrosa 5% (1:3).000/m l . susu. tetesan rum atan sesuai berat badan P eriksa H b. trom bosit tiap 6-12 jam H t naik dan atau trom bosit turun Infus ganti ringer laktat (R L) (tetesan disesuaikan) P erb aikan klin is d an lab o rato ris P ulang (kriteria pulang) .D B D derajat I atau derajat II tanpa peningkatan hem atokrit G ejala K linis: dem am 2-7 hari uji tourniquet positif atau perdarahan spontan Laboratorium : H em atokrit tidak m eningkat trom bositopeni (ringan) P asien m asih d ap at m in u m B eri m inum sebanyak 1-2 liter/hari atau satu sendok m akan tiap 5 m enit Jenis m inum an: air bening.tidak dem am selam a 24 jam tanpa antiprelik . teh m anis.tiga hari setelah syok teratasi .

6-7 ml / kgBB / jam Monitor tanda-tanda vital / nilai Ht dan trombosit tiap 6 jam Perbaikan tidak gelisah nadi kuat tekanan darah stabil diuresis cukup (12 ml/kgBB/jam) Ht turun (2 kali pemeriksaan) Tetesan dikurangi Tidak ada perbaikan gelisah distres pernapasan frekuensi nadi naik Ht tetap tinggi/naik diuresis kurang/tidak ada Tanda vital memburuk Ht meningkat Perbaikan Tetesan dinaikkan 5 ml/kgBB/jam Perbaikan 10-15 ml/kgBB/jam Tanda vital tidak stabil Sesuaikan tetesan Distres pernafasan Ht naik Tek.9% atau RLD5 / NaCl 0. Nadi ≤20 mmHg Ht turun 3 ml/kgBB/jam IVFD stop pada 24-48 jam bila tanda vital/Ht stabil dan diuresis cukup Koloid 20-30 ml/kgBB Transfusi darah segar 10 ml/kgBB Perbaikan .DBD derajat I dengan peningkatan HT ≥ 20% Ht normal Cairan awal RL / RA / NaCl 0.9% + D5.

DBD derajat III & IV 1. 0. Ht. Tambahkan koloid/plasma Dekstran/FPP 10-20 (max30) ml/kgBB/jam 3.9% 0. Oksigenasi Oksigenasi (berikan O2 2-4 l/menit) volume (cairan kristaloid 2. trombosit Stabil dalam 24 jam Tetesan 5 ml/kgBB/jam Ht stabil dalam 2x pemeriksaan Tetesan 3 ml/kgBB/jam Syok teratasi Syok belum teratasi Ht turun Transfusi darah segar 10 ml/kgBB diulang sesuai kebutuhan Ht tetap tinggi/naik Infus stop tidak melebihi 48 jam setelah syok teratasi Koloid 20 ml/kgBB . Koreksi asidosis Evaluasi 1 jam Evaluasi ketat Tanda vital Tanda perdarahan Diuresis Hb. Lanjutkan cairan 20 ml/kgBB/jam 2.9% Ringer laktat/NaC. Penggantian Penggantian volume plasma segeraisononis) (cairan kristaloid isotonis) Ringer laktat/NaC.apakah syok teratasi? Pantau tanda vital tiap 10 menit Catat balans selama pemberian cairan intravena Syok tidak teratasi Syok teratasi Kesadaran membaik Nadi teraba kuat Tekanan nadi > 20 mmHg Tidak sesak napas/sianosis Ekstremitas hangat Diuresis cukup 2 ml/kgBB/jam Kesadaran menurun Nadi lembut/tidak teraba Tekanan nadi < 20 mmHg Distres pernapasan/sianosis Kulit dingin dan lembab Ekstreminitas dingin Periksa kadar gula darah Cairan dan tetesan disesuaikan 10 ml/kgBB/jam 1. 20 ml/kgBB secepatnya (bolus dalam 30 menit) 20 ml/kgBB secepatnya (bolus dalam 30 menit) Evaluasi 30 menit.

PENCEGAHAN Pember antasan Sarang Nyamuk (PSN) Foging Penyuluhan perorangan/ kelompok untuk meningkatka n kesadaran masyarakat. . Kemitraan untuk sosialisasi penanggul angan DBD.

.

h. penyunting. Surabaya : Airlangga University Press 2004.h. Jakarta 1985. Philadelphia : WB Saunders. Kurniati N. Hadinegoro. Jakarta 2000. Soegijanto S. Jakarta : EGC. Dalam : Behrman RE. Edisi pertama. Syarif DR. Penerbit FKUI.DAFTAR PUSTAKA  Setiabudi D. Buku Ajar Ilmu Kesehatan Anak : Infeksi & Penyakit Tropis. Tatalaksana Demam Dengue/Demam Berdarah Dengue.h. S. KONIKA XIII. Proceedings Book 13th National Congress of Child Health. Cetakan ke 11 tahun 2007. Dalam : Trihono PP. Nelson Textbook of Pediatrics 17th edition. Ilmu Kesehatan Ank. Behrman. World Health Organization. Jenson. 2005. Bandung. Kliegemen. Pencegahan dan Pengendalian. Pendidikan Kedokteran Berkelanjutan Ilmu Kesehatan Anak XLVI. Naskah Lengkah Pelatihan bagi Pelatih Dokter Spesialis Anak & Dokter Spesialis Penyakit Dalam dalam Tatalaksana DBD. Hadinegoro SRS. 2004. Dengue Fever and Dengue Hemorrhagic Fever.R. Jakarta:         . Current Management of Pediatrics Problems. penyunting. Hadinegoro SRS. Nataprawira HMD. Kliegman RM. July 4-7. Jenson HB. Garna H. Diagnosis. Demam Berdarah Dengue. Jakarta 5-6 September 2004. Saunders. Dalam : Soedarmo SSP. penyunting.Infeksi Virus Dengue. Dalam : Garna H. Balai penerbit FKUI. Edisi ke-17. Pitfalls & Pearls dalam Diagnosis dan Tata Laksana Demam Berdarah Dengue. Amir I. Demam Berdarah Dengue : Tinjauan dan Temuan Baru di Era 2003. Evalution of Clinical Pattern and Pathogenesis of Dengue Haemorrhagic Fever. Alam A. penyunting.2004.1997.S. 63 Halstead SB. Textbook of Pediatrics.1092-4 Staf Pengajar IKA FKUI : Infeksi Buku Kuliah 2.1-9 Soedarmo SSP.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful