BERTUTUR LEMBUT Lemah lembut dalam bertutur kata dan bersikap, adalah bagian dari penghias komunikasi kita

dengan orang lain. Rasulullah saw. bersabda: “Ya Aisyah, berlaku lembutlah! Sesungguhnya sifat lemah lembut itu dapat menjadi penghias dalam segala hal. Tanpa sifat tersebut, maka segala sesuatu akan mengandung kekurangan.” (Dalam kitab Penjelasan Kitab Sunan Abu Daud, hlm. 69) B. Aubrey Fisher, yang menulis buku Interpersonal Communication: apragmatics of Human Relationship, mengemukakan bahwa ketika kita berkomunikasi dengan orang lain, proses intra pribadi kita memiliki paling sedikit tiga tataran yang berbeda. Tiap tataran tersebut akan berkaitan dengan sejumlah ‘diri’ yang hadir dalam situasi antarpribadi, yaitu pandangan kita mengenai diri kita sendiri, pandangan kita mengenai diri orang lain, dan pandangan kita mengenai pandangan orang lain tentang kita (S. Djuarsa Sendjaja Ph.d dkk, Teori Komunikasi. Hlm. 46)

tapi ternyata gagal. Sebab. yang memang memiliki kelemahan. cara mengampuni diri sendiri dalam arti yang positif seperti ini. Yakinlah! Allah Swt berfirman: Huwa (Dialah) alladzii ja’ala lakumu (yang menciptakan untuk kalian) al-ardh (bumi) zaluulan (mudah) famsyuu (maka berjalanlah) fii (di) manaakibiha (permukaannya) wa kuluu (dan makanlah) min zurriyati (dari biji-bijiannya) wa ilaihi (dan kepadaNyalah) an-nusyuur (pengembalianmu) (QS al-Mulk [67]: 15) Ayat ini mengajak kita untuk senantiasa berusaha mengubah kehidupan kita menjadi lebih baik. Tentu pada kondisi seperti ini. jangan sampai kita pasrah bukan pada tempatnya. karena insya Allah masih ada harapan untuk bisa menjadi lebih baik. bersabda (yang artinya): “Sesungguhnya di antara dosa-dosa itu. sudah semaksimal yang kita mampu. Sekecil apa pun upaya kita. Sebenarnya. Saya terima nasib ini. Kemudian kita sabar dan berusaha menenangkan diri kita: “masih ada hari esok. Don’t panic! Sambil kita susun kekuatan untuk bisa kembali meraih apa yang kita inginkan. aku harus bisa bangkit!” Nah. Maka. ada yang tidak dapat terhapus dengan puasa dan shalat”. Jangan menyerah ketika masih ada sesuatu yang dapat kita berikan. bangkitlah! Jangan biarkan hidup kita terpuruk dengan hidup di “masa lalu”. Bukan sikap yang baik berlindung di balik upaya mengampuni diri sendiri. Hanya akan mematikan semangat dan kreativitas dalam berusaha untuk mencapai hasil maksimal. ia sebenarnya masih bisa untuk mengubah kondisinya. Mau apa lagi?” Padahal kenyataannya. sudahlah. Jangan pula takut mengakui bahwa diri kita tidaklah sempurna. Realistislah. untuk meminta pengampunan dari orang lain atas ketidakberdayaan yang disengajanya. Ayo. Jangan cengeng dan jangan mencoba mengampuni diri sendiri ketika sebenarnya kita masih bisa mengubahnya menjadi lebih baik. Misalnya. ada juga orang yang tidak bisa mengampuni diri sendiri karena dia merasa harus perfect (sempurna). sementara dia sendiri sebenarnya tidak mau berusaha sampai maksimal. karena Allah Swt. Rasulullah saw. Sehingga ketika merasa gagal akhirnya dia menghukumi diri sendiri. wahai Rasulullah?” Beliau menjawab: “Bersusah payah dalam mencari nafkah. “Ya. Jangan menyerah. Tidak mudah menyerah. Saya pasrah saja. ini wujud mengampuni diri sendiri yang positif. mengampuni diri sendiri dalam arti yang negatif adalah salah satu upaya untuk menutupi kemalasan dirinya.” (QS ar-Ra’d [13]: 11) . Kegagalan adalah cambuk untuk kita berusaha meraih keberhasilan. Maka para sahabat pun bertanya: “Apakah yang dapat menghapusnya. ada juga jenis “mengampuni diri sendiri” yang konotasinya baik. kita sudah berupaya sebaik mungkin.Jangan salah mengartikan mengampuni diri Sahabat. Giatlah berusaha. adalah bersikap tenang. Dia berharap akan dimaklumi atas kegagalan yang diterimanya. sudah menyediakan lapangan rejeki yang bisa kita raih. juga berfirman dalam ayat yang sangat populer bagi kita (yang artinya): “Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan suatu kaum sehingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri. Inilah sikap mengampuni diri sendiri yang jelek.” (HR Bukhari) Allah Swt. dan yang paling fatal adalah bunuh diri. kita harus sadar bahwa kita manusia. Jangan hukum diri kita hanya karena kita gagal. Tidak ada yang benar-benar kalah sampai kita berhenti berusaha.

Berusahalah semaksimal kita bisa. berjuang. Demikianlah hari-harinya. jangan mudah menyerah.” Hisyam berkata: “Tidak. Apalagi jika kemudian hanya berpangku tangan mengharapkan belas kasihan dari orang lain. yang saya inginkan adalah engkau menceritakan kepadaku hadits. bekerja. Tunjukkan bahwa kita mampu. hanya tinggal pergelangan tangan saja. pukullah dia sebanyak lima belas kali. Jangan menyerah ketika kita belum bisa mendapatkan ilmu. Islam. (at-Tahbir fil Mu’jam Kabir 1/223) Semoga kita tidak berusaha mengampuni diri sendiri sebagai alasan untuk menutupi kemalasan kita dalam belajar. tidak mengajarkan untuk menghinakan diri seperti itu.Baihaqi pernah tertimpa penyakit di tangannya.” (Siyar A’lam Nubala 3/4093 oleh adz-Dzahabi.” Imam Malik mengatakan: “Bacalah. maka Imam Malik mengatakan: “Wahai pelayan. Bahkan adakalanya dilakukan dengan pengorbanan untuk mendapatkannya. berusaha. beliau mengambil pena dengan pergelangan tangannya dan meletakkan kertas di tanah seraya memeganginya dengan kakinya.memikul kayu kemudian bersedekah sebagian darinya dan mencukupkan diri dari (meminta-minta) kepada orang lain. cetakan Baitul Afkar) Kisah menakjubkan lainnya bisa menjadi pelajaran kita dalam mencari ilmu.” (HR Bukhari dan Muslim) Ketika kita belajar juga sama.” kata as-Sam’ani. Insya Allah ada hasilnya. termasuk suatu saat nanti berjihad di jalan Allah Swt. adalah lebih baik ketimbang meminta-minta kepada seseorang. Hisyam berkata kepada Imam Malik: “Kenapa engkau menzholimiku? Engkau telah memukulku tanpa dosa yang kuperbuat. bersabda (yang artinya): “Sesungguhnya seseorang di antara kamu yang berpagi-pagi dalam mencari rejeki. Sekalipun demikian.” Imam Malik berkata: “Terus. lalu menulis dengan tulisan yang indah dan jelas. Dalam biografi Hisyam bin Ammar disebutkan bahwa dia pernah masuk kepada Imam Malik tanpa izin seraya mengatakan: “Ceritakanlah kepadaku hadits.Berusahalah semaksimal mungkin untuk mengubah kondisi kita. beliau tidak berhenti dari menulis. O. Imam as-Sam’ani menceritakan bahwa Imam al. Hisyam berkata lagi kepada Imam Malik: “Tolong tambahi lagi pukulannya sehingga Anda menambahi lagi hadits untukku. Aku tidak menghalalkanmu. apa tebusannya?” Hisyam menjawab: “Tebusannya adalah engkau menceritakan kepadaku lima belas hadits. Tidak mudah putus asa. apalagi mengampuni diri sendiri atas kemalasan kita. sehingga jarijemarinya dipotong semua. “Sungguh. ini adalah pemandangan sangat menakjubkan yang pernah saya lihat darinya.” Mendengar itu. Sikap “mengampuni diri sendiri” yang diniatkan untuk menutupi kemalasan dan keengganan berusaha bukanlah sikap seorang muslim sejati. Tetap semangat! Salam.” Maka beliau pun menceritakan lima belas hadits kepada Hisyam. sehingga setiap hari dia dapat menulis dengan tangannya kurang lebih sepuluh lembar. berdakwah.” Tatkala Hisyam sering mengulang-ngulang hal itu. Ilmu harus ditebus dengan belajar sungguh-sungguh. Solihin . Rasulullah saw. yang mungkin diberi atau ditolak.” Pelayan pun memukul Hisyam lima belas kali lalu membawanya kepada Imam Malik. Imam Malik tertawa seraya mengatakan: “Pergilah kamu.

jika yang diberi motivasi menolak melakukannya atau minimal tidak merasa yakin dengan apa yang disampaikan pemberi motivasi. Tetapi kita juga aktif melaksanakannya. Tidak bergerak. Inspirasi lebih aktif. Termasuk apa yang dikerjakan perlu ditulis dan dicatat agar bisa mengevaluasi di lain waktu. Sebenarnya. lagu. Namun. Saya bahkan membuat modul pelatihan menulis yang salah satu pembahasannya mencantumkan materi khusus. jarang yang meminta untuk diinspirasi. Nasihat memang untuk diri kita dan juga orang yang kita beri nasihat.menulis. Sehingga dalam hal ini memang diperlukan kerjasama dua arah. Terasa lebih kuat karena pelakunya seolah-olah berusaha secara keras untuk melakukannya. Sama seperti saya ketika menulis. Berbeda dengan motivasi (yang dipahami banyak orang saat ini sebagai sebuah jenis pelatihan atau training untuk membangkitkan motivasi seseorang atau khalayak ramai). . Secara sederhana bisa dirumuskan: tuliskan apa yang Anda kerjakan dan kerjakan apa yang Anda tulis. Sebab. Penjelasan tambahannya (dalam bidang psikologi). Saya tidak berkesimpulan pasif. motivasi itu tak akan ada apa-apanya sama sekali jika orang yang saya motivasi tak melakukannya sesuai petunjuk. berdasarkan kenyataan memang demikian adanya. menurut saya. tampak sedikit perbedaan meski agak mirip dalam aksinya. saya—dan juga siapapun yang menyampaikan pesan nasihat—wajib bertanggungjawab dengan apa yang disampaikannya. inspirasi sama maknanya dengan ilham. Tidak bisa satu arah. jujur saya masih merasa ragu. Bagaimana dengan inspirasi? Masih menurut KBBI.ESENSI MEMOTIVASI Usiikum wa nafsi bitaqwallah (aku menasihati kalian dan aku sendiri dalam bertakwa kepada Allah). motivasi adalah usaha yang menyebabkan seseorang atau kelompok orang tertentu tergerak melakukan sesuatu karena ingin mencapai tujuan yang dikehendakinya atau mendapat kepuasan dengan perbuatannya. Banyak orang meminta untuk dimotivasi. terutama yang paling sering adalah dalam menulis. yakni pikiran (angan-angan) yang timbul dari hati. Tugasnya memang jadi semacam motivator khusus dalam penulisan. Sebab. Sehingga apa yang kita kerjakan senantiasa menjadi lebih baik dari waktu ke waktu. motivasi adalah: dorongan yang timbul pada diri seseorang secara sadar atau tidak sadar untuk melakukan suatu tindakan dengan tujuan tertentu. Apa contohnya? Saya sering mendapatkan permintaan dari beberapa orang agar saya memotivasi diri mereka dalam segala hal. sementara motivasi cenderung pasif. motivasi menulis. Saya diminta memberikan motivasi-motivasi seputar menulis. Dari kedua definisi ini. karena sifatnya yang seolaholah seseorang itu “menunggu” untuk mendapatkan sesuatu dan kemudian bergerak. Ini agar apa yang kita tulis bukan semata ‘nyuruh-nyuruh’ saja. Secanggih apapun sang motivator atau guru atau instruktur dalam memotivasi para peserta pelatihan. Sejatinya adalah pesan bagi saya sendiri dan juga siapapun yang membaca pesan yang saya tulis. Bisa juga sesuatu yang menggerakkan hati untuk menciptakan (mengarang syair. menurut KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia). bisikan hati. Beda motivasi dan inspirasi Secara bahasa. membuat kendaraan tertentu dsb). saya lebih suka menggunakan istilah inspirasi. tetapi memilih diksi “cenderung pasif”. Sebab.

peran kita tetap menentukan langkah kita sendiri. teruslah berkarya. Semaksimal kemampuan saya. tak akan mampu menolong keterpurukan kita jika kita tak mau berubah. baik awalnya terinspirasi dan termotivasi dari orang lain. Jika Anda bosan. “Sebuah karya akan memicu inspirasi. Semoga kita siap mengubah diri kita. kelas dunia sekalipun. Bagaimana menurut Anda? Salam. Para inspirator dan motivator. Setidaknya. Tetapi. menurut saya.Dalam melatih kemampuan menulis. Mereka bisa berhasil karena kita bekerjasama dengan mereka. Sebab. teruslah berkarya. Solihin . maka saya sering menyiapkan diri untuk ‘menghidangkannya’ kepada pembaca tulisan-tulisan saya. Kita mengikuti sarannya. Apapun itu. teruslah berkarya. Michael Crichton salah satunya. kita butuh motivasi (termasuk menurut saya. Jika Anda tertarik. Jika Anda gagal. di situlah inspirasi dan motivasi terbesar yang (telah) kita miliki. Teruslah berkarya. saya juga tidak anti untuk mendapatkan inspirasi dari penulis lainnya.” Karena sebuah karya akan menginspirasi banyak orang. ataupun kita sendiri yang merenung dan melakukan usaha maksimal sehingga inspirasi itu muncul dari hasil kreasi kita. inspirasi) dari orang lain. yang penting: tuliskan apa yang Anda kerjakan dan kerjakan apa yang Anda tulis. dan mengembangkannya lebih hebat. O. mengakhiri tulisan ini. Baiklah. sesuai dengan judulnya. ia menuliskan pesan inspiratif. teruslah berkarya. Jika Anda berhasil. saya akan menjawab pertanyaan yang saya jadikan sebagai judul tulisan ini: ya.

Engkau Maha tahu dan aku adalah hambaMu yang jahil. Tetapi jika dalam ilmuMu.BASIC OF CHOICE BECAUSE ALLAH ketika seseorang telah memilih Allah SWT sebagai pilihan satu-satunya Sang Pencipta. bagaimana kondisi fisik anda. Namun. maka selain taqwa.] Dengan demikian syukurilah apapun pilihan Allah SWT. warna kulit dll). jauhkanlah ia dariku dan jauhkanlah aku daripadanya. Inilah makna syukur. anda menghargai murid-murid anda dan berusaha memberikan yang terbaik. sekolah. dan insya Allah segala sesuatu akan berjalan lebih baik lagi. karena Allah SWT akan menambah nikmatNya. bagai seorang bayi yang hanya akan bertahan hidup dengan kasih sayang orang tua atau manusia dewasa yang merengkuhnya. Murid-murid anda adalah orang-orang pilihan. kekayaan atau jabatan apapun. Atau bahkan jauh lebih baik? Bersyukurlah dan yakinlah bahwa Allah SWT telah memilih yang terbaik. taqdirkanlah dan mudahkanlah bagiku kemudian berilah aku berkah daripadanya. Cara pandang ini akan mempengaruhi sikap anda terhadap hasil akhir pilihan yang telah ditaqdirkan Allah SWT. Shalat Istikharah dan mohonlah dengan sangat: Allahumma inni astakhiruka bi’ilmika. dan membawa akibat dalam kehidupanku. dalam taraf kecantikan dan ketampanan. baik bagi kehidupanku sekarang dan masa yang akan datang. wa anta ‘allaamul ghuyuub. Fainnaka taqdiru wa laa aqdiru. Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas setiap sesuatu. Anda menghormati suami pilihan dan menempatkannya dalam posisi terbaik. baik anda ada hak untuk memilih (memilih suami. Ya Allah. Allahumma inkunta ta’lamu anna hadzal amra khairul lii fii diini wa dunyaayaa wa ma’aasyii wa aaqibati amri aw aajili amri wa aajilihi faqdurhu lii wa yassirhu lii tsumma baarikli fiihi. tempat menyandarkan ketaqwaan. Untuk itu marilah kita selalu menyandarkan pilihan kepada Allah SWT dalam setiap urusan. Allah SWT berfirman: ” Inna akramakum ‘indallaahi atqaakum” [Sesungguhnya yang paling mulia di antara kalian di sisi Allah adalah yang paling bertaqwa. Siapapun anda. anda memelihara dengan baik apapun karuniaNya.]” (QS. bisa jadi hasilnya bukan pilihan terbaik kriteria anda. rumah dll) ataupun anda tidak bisa memilih (seperti siapa orang tua anda. Innaka ‘alaa kulli syai`in qadiir [Ya Allah. aku mengharapkan karuniaMu yang besar. aku memohon petunjuk untuk memilih yang baik dalam pengetahuanMu. . Wa inkunta ta’lamu anna hadzal amra syarrul lii fii diini wa dunyayaa wa ma’aasyii wa aaqibati amri aw ajili amrii wa aajilihii fashrifhu annii washrif nii ‘anhu waqdurlii khaira haitsu kaana tsumma radhdhiini bihi. aku memohon ditaqdirkan yang baik dalam kodratMu. baik sekarang ataupun masa yang akan datang. wa as`aluka min fadhlikal ‘azhiim. maka sesungguhnya anda tak pernah akan menjadi yang tersisa atau mendapatkan yang tersisa. wa astaqdiruka biqudratika. jika hal ini bagi pengetahuanMu adalah baik bagiku dan bagi agamaku. tingkat pendidikan. wa ta’lamu wa laa a’lamu. al-Hujurat: 13) Suami anda adalah manusia pilihan. Engkau Maha Mengetahui semua yang ghaib dan yang tersembunyi. hal ini akan membawa bencana bagiku dan bagi agamaku. Semoga Engkau taqdirkan aku pada yang baik. Anda telah berusaha memilih. semua kriteria hanyalah asesoris. Engkau Maha Kuasa dan aku adalah hambaMu yang dhaif. Allah berfirman. istri.

tatkala Tuhanmu memaklumkan. janganlah pernah merasa menjadi yang tersisa apalagi orang-orang terbuang. maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih.” (QS. andalah orang-orang pilihan. dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku). Semoga bermanfaat. yang telah membaca tulisan ini. 19 Juli 2011) . Ibrahim: 7) Akhirnya. “Sesungguhnya jika kamu bersyukur. (Lathifah Musa.“Dan (ingatlah juga). pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu. Terima kasih Pembaca.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful