KAMIS, 29 OKTOBER 2009

PEMBELAJARAN MENULIS
Oleh: Yulia Alimudin

Penguasaan bahasa tulis mutlak diperlukan dalam kehidupan modern sekarang ini, ternyata keterampilan menulis kurang mendapat perhatian. Mahasiswa dan mahasiswi sebagai calon guru yang salah satu tugasnya melatih keterampilan menulis siswa,tentu perlu memehami dengan baik keterampilan menulis ini. Pemahaman konsep menulis menjadi penting bagi kita karena dalam praktek keseharian banyak orang terampil dalam membaca tetapi mengalami kesulitan dalam menulis. Materi menulis sangat melimpah hal ini dipertegas dalam Al-Qur’an surat Al-Kahfi yang berbunyi : ”Katakanlah sekiranya lautan menjadi tinta untuk (menulis )kalimat Tuhanku,sungguh habislah lautan itu sebelum habis (ditulis) kalimat-kalimat Tuhanku meskipun Kami datangkan tambahan sebanyak itu pula.” Namun demikian ternyata banyak orang yang kekurangan ide atau bisa jadi idenya banyak tetapi tetap saja kesulitan dalam menulis. Dunia informasi telah berkembang demikian pesat dengan pesatnya perkembangan dunia informasi khususnya perkembangan kegiatan tulis menulis,tentu menuntut kita agar mengembangkan tradisi menulis. Tradisi menulis dapat diartikan sebagai sutu kebiasaan untuk menyatakan gagasan atau pendapat secara tertulis. Disekolah materi menulis sebagai salah satu keterampilan berbahasa Indonesia kurang ditangani sungguh-sungguh akibatnya kemampuan berbahasa Indonesia siswa menjadi kurang memadai. Kita sebagai calon guru di Sekolah Dasar atau di Madrasah Ibtidaiyah tentunya kita harus mengetahui Jenis, tujuan, dan permasalahan dalam pengajaran menulis di Sekolah Dasar serta mengatasi permasalahan yang ditemukan dalam pengajaran menulis di Sekolah Dasar dan pendekatan pembelajaran menulis di SD.

Pengertian menulis Menulis adalah menurunkan atau melukiskan lambang-lambang grafik yang menggambarkan suatu bahasa yang di pahami oleh seseorang sehingga orang lain dapat membaca langsung lambanglambang grafik tersebut kalau mereka memahami bahasa dan gambaran grafik itu ( Lado,1964). Menulis merupakan kemampuan menggunakan pola-pola bahasa secara tertulis untuk mengungkapkan suatu gagasan atau pesan,Rusyana ( 1998:191). Menulis adalah proses menggambarkan suatu bahasa sehingga pesan yang disampaikan penulis dapat di pahami pembaca (tarigan,1986:21). Menulis adalah suatu proses menyusun, mencatat, dan megkomunikasikan makna dalam tataran

ganda bersifat interaktif dan diarahkan untuk mencapai tujuan tertentu dengan menggunakan suatu sistem tanda konvesional yang dapat dilihat/dibaca (Tatkala.menyusun urutan bagi pengalaman. Bernard Percy secara rinci fungsi menulis adalah:  Sarana untuk mengungkapkan diri yaitu untuk mengungkapkan perasaan hati seperti kegelisahan.ingin menolong pembaca memahami. Tujuan menulis Beberapa tujuan menulis adalah  Untuk memeberikan suatu informasi  Untuk meyakinkan atau mendesak  Untuk menghibur atau menyenangkan  Untuk mengekspresikan perasaan dan emosi yang kuat Hugo Hartig dalam tarigan (1986: 24-25) merumuskan tujuan menulis : 1.perasaan harga diri artinya dengan menulis bisa melejitkan perasaan harga diri yang semula rendah degan menulis dapat meningkatkan kesadaran dan penyerapan terhadap lingkungan artinya orang yang menulis selalu . Tujuan penugasan .nilai-nilai kesenian 7. Tujuan persuasif bertujuan meyakinkan para pembaca akan kebenaran gagasan yang diutarakan 4. dapat menyumbangkan kecerdasan. Tujuan informasional penulis bertujuan memberi informasi atau keterangan kepada para pembaca 5. Tujuan kreatif penulis bertujuan melibatkan dirinya dengan keinginan mencapai norma artistik.Dengan menulis memudahkan kita mersakan dan menikmati hubungan –hubungan.sebenarnya tidak memilki tujuan karena orang yang menulis melakukan nya karena tugas yang diberikan kepadanya 2.penulis bertujuan untuk menyenangkan pembaca.keinginan amarah.  Menulis sebagai sarana pemahaman artinya dengan menulis seseorang bisa mengikat kuat suatu ilmu pengetahuan (menancapkan pemahaman ) kedalam otaknya  Menulis dapat membantu mengembangkan kepuasan pribadi.kebanggaan. Tujuan pemecahan masalah penulis bertujuan untuk memecahkan masalah yang dihadapi Fungsi menulis Fungsi utama dari tulisan adalah sebagai alat komunikasi yang tidak langsung.1982).menghargai perasaan dan penalaranya.ingin membuat hidup para pembaca lebih mudah dan lebih menyenangkan dengan karyanya itu 3.memecahkam masalah-masalah yang kita hadapi. Tujuan pernyataan diri penulis bertujuan memperkenalkan atau menyatakan dirinya kepada pembaca 6.memperdalam daya tanggap atau persepsi kita .menghindarkan kedudukan pembaca. Tujuan altruistik.

argumentasi. eksposisi. isi tulisan mempengaruhi jenis informasi. Mengedit (editing ): siswa mebaca ulang tulisanya.siswa mengidentifikasi kesalahan mekanisme dan membetulkannya. 5. . siswa siswa menulis pokok-pokok yang menarik pembaca.siswa mengidentifikasi tujuan menulis siswa memilih bentuk yang sesuai berdasarkan pembaca dan tujuan menulis. tingkatan menulis Jenis tulisan Ragam tulisan dapat didasarkan pada isi tulisan.setelah mendapat saran –saran dari orang lain pengarang dapat membuat beberapa perubahan dan perubahan itu dapat melibatkan orang lain 4.siswa mengidentifikasi pembacanya. narasi (Syafi’ie.siswa membagi tulisanya yang sudah selesai kepada teman sekelasnya Jenis. Pengedrafan ( drafting ):siswa menulis draf kasar.siswa mendiskusikan tulisanya kepada temannya. Dengan model ini menulis dilakukan dengan pentahapan – pentahapan: 1. persuasi.siswa membantu baca ulang tulisan temannnya. argumentasi.siswa membuat perbaikan sesuai komentar teman dan gurunya.siswa mengumpulkan dan menyesuaikan ideide.memikirkan tulisan. menyusun gagasan dan mengembangkan rencana 2.dituntut untuk terus menerus belajar sehinnga pengetahuannya menjadi luas  Menulis dapat meningkatkan keterlibatan secara bersemangat bukannya penerimaan yang pasrah.siswa membuat perubahan subtantif dan bukan sekedar perubahan minor antara draf pertama dan kedua . Berdasarkan ragam tersebut tata tulisan dibedakan menjadi empat : deskripsi.artinya dengan menulis seseorang akan menjadi poeka terhadap apa yang tidak benar disekitarnya sehinnga ia menjadi seoarang yang kreatif  Menulis mampu mengembangkan suatu pemahaman dan kemampuan menggunakan bahasa artinya dengan menulis seseorang akan selalu berusaha memilih bentuk bahasa yang tepat dan menggunakannya dengan tepat pula Teori menulis Teori menulis yang berkembang saat ini adalah menulis model proses.sedangkan menurut Keraf(1989: 6) ragam tulisan didasarkan pada tujuan umum.membaca. Mempublikasikan (publishing):siswamempublikasikantulisnanya dalam bentuk yang sesuai.dengan aktifitas pengarang merangkaikan gagasan dalam sebuah tulisan tanpa memperhatikan kerapian atau mekanik 3.menggambar. narasi. pengorganisasian dan tata sajian tulisan. berdasarkan hal tersebut menulis dapat dibedakan menjadi lima : Deskripsi. Merevisi (revising ):siswa membagi tulisanya kepada kelompok.siswa lebih menekankan isi dari pada mekanik. eksposisi. Pra menulis (prewriting) : siswa memilih topik.1990: 151).dengan aktifitas pengarang persiapan menulis cerita.

Menulis permulaan (beginning writing).Persuasi Tulisan yang bermaksud mempengaruhi orang lain dalam persuasi selain logika perasaan juga memegang peranan penting. 3. Pembinaan kelancaran menulis (building fluency). Timbulnya pemahaman baca tulis(emergent literacy).Tulisan yang dihasilkan pada tahap ini memang belum bermakna.Argumentasi(bahasan ) Yang dimaksud dengan tulisan argumentasi adalah karangan yang terdiri atas paparan alasan dan penyintesisan pendapat untuk membangun suatu kesimpulan.menguraikan. memperkuat atau menolak sesuatu pendapat.dapat pula diartikan sebagai tulisan yang bertujuan untuk memberitahu .huruf yang dapat dikenali secara konkret. yaitu cara merealisasikan simbol.Tingkatan ini terkait dengan strategi atau cara mewujudkan simbol-simbol bunyi bahasa menjadi huruf.Kegiatan ini biasa disebut dengan hand writing.anak mulai menyadari adanya kegiatan baca tulis.Karangan ini ditulis dengan maksud untuk memberikan alasan.mendengar. 2. Tingkatan menulis Ada lima tingkatan menulis yaitu: 1. gagasan. Eksposisi (paparan) Eksposisi berasal dari kata exposition yang berarti membuka. Deskripsi (perian) Kata deskripsi berasal dari bahasa latin describere yang berarti menggambarkan atau memerikan sesuatuhal. 4.semula anak hanya memandangi tapi lama kelamaan ia akan mencoba menirukan .mengupas.pada tahap ini symbol-simbol bunyi bahasa misalnya huruf-huruf yang telah dikenali secara konkret mulai dihubung-hubungkan lebih lanjut menjadi kesatuan yang lebih besar dan memiliki makna . Narasi (kisahan) Narasi atau naratif adalah tulisan berbentuk karangan yang menyajikan serangkaian peristiwa atau kejadian menurut urutan terjadinya (kronologis) dengan maksud memberi makna kepada sebuah atau rentetan kejadian sehingga pembaca dapat memetik hikmah dari cerita itu.deskrpsi adalah suatu bentuk karangan yanng melukiskan sesuatu sesuai dengan keadaan yang sebenarnya sehingga pembaca dapat mencitrai (melihat.1.simbol bunyi dan cara menulisnya dengan baik.Anak mulai memegang pensil. atau menerangkan sesuatu. 3. Dari segi istilah.mencim dan merasakan)apa yang dilikiskan itu sesuai dengan citra penulisannya.tetapi pada diri anak sudah timbul rasa menyenangi kegiatan tersebut>Supaya tahap ini dapat timbul pada diri anak maka diharapkan sebelum memulai melatih menulis anak dikenalkan pada berbagai bahan bacaan ataupun tulisan yang dapat memberikan gambaran awal pada proses penulisan 2. 5. pendirian .kemudian mencoret – coret pada kertas atau media lain.anak mulai menyenangi jika ada orang melakukan baca tulis.

Pada menulis permulaan siswa diharapkan untuk dapat memproduksi tulisan dapat dimulai dengan tulisan eja.menulis surat untuk teman dan sebagainya.menyusun kalimat dengan runtut.4. Menulis untuk kesenangan dan belajar (writing for pleasure /reading to learn).mencatat kegiatan dibuku harian.menulis permulaan juga dapat menggunakan metode-metode seperti metode abjad.kata-kata atau kalimat.Menulis permulaan (dengan huruf besar pada awal kalimat) di kelas II tujuannya siswa memahami cara menulis permulaan dengan ejaan yang benar dan mengkomunikasikan ide /pesan secara tertulis. Menulis matang ( mature writing) pada tahap ini anak sudah mampu menuangkan dan mengekspresikan pikiran dan perasaannya melalui tulisan dengan baik ia telah mampu memilih kata dengan tepat.Menulis . Tujuan menulis lanjut adalah agar siswa mampu menuangkan pikiran dan perasaannya dengan bahasa tulis secara teratur dan teliti.f. Menulis permulaan (dengan huruf kecil) di kelas 1SD tujuannya siswa memahami cara menulis permulaan dengan ejaan yang benar dan mengkomunikasikan ide/pesan secara tertulis.Seperti halnya membaca permulaan.k.6 Permasalahan dalam pengajaran menulis di Sekolah Dasar dan penanggulangannya Yang dimaksud dengan permasalahan di sini ialah segala sesuatu yang dapat menyebabkan kesulitan dalam mencapai tujuan pengajaran menulis.ma-ta.suku kata.pada tahap ini anak melakukan kegiatan menulis dengan tujuan –tujuan tertentu yang disengaja misalnya mencatat pelajaran. mereka malas menulis.sudah timbul kesenangan pada diri anak akan perlunya menulis. lukaserta dalam bentuk kalimat sederhana.materi pelajaran menulis permulaan dikelas 1SD disajikan secara bertahap dengan menggunakan pendekatan huruf. 2.j.Akibat dari rendahnya minat siswa dalam mempelajari keterampilan mereka menulis huruf dengan tulisan yang asal dapat dibaca sendiri. Contoh tulisan e. metode suku kata. A.d. metdeglobal dan metode SAS.Yang membedakan menulis permulaan dengan menulis lanjut adalah adanya kemampuan untuk mengembangkan skema yang ada yang telah diperoleh sebelumnya untuk lebih mengembangkan hal-hal yang akan ditulis.Siswa Permasalahan yang timbul dari siswa antara lain rendahnya bakat dan minat untuk menguasai keterampilan menulis.Pada tingkatan ini anak sudah dapat menikmati kegiatan menulisnya 5.tahap inilah yang memberikan kebebasan berekspresi pada anak untuk menghasilkan tulisan – tulisan kreatif yang sangat mencengangkan hasilnya Dari kelima tingkatan menulis tersebut secara sederhana biasanya dikelompokan menjadi 2 tingkatan yaitu menulis permulaan dan menulis lanjut. Tujuan menulis permulaan adalah agar siswa dapat menulis kata-kata dan kalimat sederhana dengan tepat.ha-rus.dan dapat berupa suku kata seperti su-ka.dan mengembangkan paragraf dengan baik.untuk memperkenalkan cara menulis huruf besar di kelas II SD mempergunakan pendekatan spiral maksudnya huruf demi huruf diperkenalkan secara berangsur-angsur sampai pada akhirnya semua huruf dikuasai oleh para siswa.

bukan hanya sekedar asal tulisan para siswa dapat dibaca oleh mereka sendiri . peningkatan kualifikasi guru bahasa Indonesia mutlak diperlukan. Guru Guru bahasa Indonesia tidak seluruhnya memilki kualifikasi sebagai tenaga pengajar mata pelajaran tersebut secara profesional. Untuk mengatasi permasalahan seperti ini gurulah yang harus mampu memberikan motivasi agar siswa menyadari bahwa menulis merupakan suatu keterampilan yang mutlak diperlukan untuk mencapai kesuksesan dalam kehidupan . ragmatik. Lebih-lebih di tingkat Sekolah Dasar yang pada umumnya lulusan Sekolah Pendidikan Guru (SPG).jam ke3-4 IPS.Semakin tinggi kedudukan seseorang semakin tinggi pula kemampuan menulis diperlukan. Metode mengajar .dirasakan sebagai suatu beban yang berat.akibanya pembahasan materi pelajaran itu kurang mendalam dan belum mencapai tujuan yang diinginkan.Tapi sejak kelas 1 harus sudah disadarkan bahwa menulis itu memilki tujuan artistik (nilai keindahan ). C. sehingga kalau guru kurang terampil.salah satu caranya adalah mengikuti penataran – penataran . tujuan informatif yaitu memberikan informasi kepada pembaca dan tujuan persuasif yakni mendorong atau menarik perhatian pembaca agar mau menerims informasi yang disampaikan oleh penulis D. Berkenaan dengan tujuan pengajaran menulis. hanya perlu dijabarkan lebih khusus lagi oleh guru. osa kata. jaan sekaligus dengan pendekatan proses dan sistem CBSA bahan itu pasti akan dapat diselsaikan tepat pada waktunya. Untuk mengatasi permasalahan yang demikian. hendaknya guru berusaha menanamkan tujuan menulis. materi dalam kurikulum yang begitu banyak itu tidak akan selesai sesuai dengan kegiatan belajar mengajar yang dapat dilaksanakan . B. Bahan atau materi pengajaran Materi pelajaran bahasa Indonesia yang harus disajikah sangat luas dan kompleks.Tujuan Sebenarnya tujuan pengajaran menulis sudah cukup jelas tertera dalam GBPP.jam ke-7 kesenian.misalnya jam ke 1-2 matematika . mengikuti perlombaan menulis.kursus-kursus tertulis. dalam satu hari ia harus mampu mengajar lebih dari satu mata pelajaran . guru melaksanakan pengajaran bahasa Indonesia secara terpadu misalnya melalui pengajaran menulis. Dalam situasi yang demikian tidaklah mungkin seorang guru harus berkonsentrasi hanya pada pengajaran menulis. Pada umumya di Sekolah Dasar masih menganut sistem borongan artinya seorang guru harus mengajarkan berbagai mata pelajaran pada suatu tingkatan tertentu. Untuk mengatasi hambatan yang seperti itu. jam ke 5-6 bahasa Indonesia. E. uru dapat menjelaskan struktur bahasa. atau para pembina guru SD secara priodik memberikan motivasi kepada guru-guru tersebut meningkatkan kemampuan dan keterampilan dalam bidang menulis.

Hasil penilaiannya terlalu subjektif sehingga tidak mampu menempatkan anak seobjektif mungkin. Sebaiknya guru mempersiapkan berbagai macam media yang dapat dipergunakan dalam mengajarkan keterampilan menulis.terutama dengan karangan beba. F. Masalah diatas sebaiknya dihindari guru dapat menciptakan alat evaluasi yang lebih efektif yang memungkinkan hasilnya lebih efektif pula.Teknik pengajaran menulis yang dilaksanakan oleh guru masih banyak yang berpola kepada pengalamannya ketika duduk di SD. pendekatan komunikatif memfokuskan pada keterampilan siswa mengimplementasikan fungsi bahasa (untuk berkomunikasi) dalam pembelajaran. Media Pengajaran menulis Media pengajaran memegang peranan penting dalam usaha meningkatkan hasil belajar semaksimal mungkin. Pendekatan pembelajaran menulis di SD Pendekatan yang disarankan dalam pembelajaran menulis meliputi :  pendekatan komunikatif. Anak – anak disuruh menulis karangan dengan hanya ditentukan beberapa judul yang dapat dipilih mereka. membutuhkan tanda baca dan penggunaan ejaan yang benar atau dengan mengembangkan pokok-pokok pikiran yang telah dipersiapkan oleh guru dengan cara demikian diharapkan dapat menghasilkan nilai yang objektif.Masih banyak terjadi kesalah pahaman dan perbedaan antara teori dan pelaksanaan cara mengajar menulis dalam metodik khusus pengajaran bahasa Indonesia pengertian metode pengajaran bahasa indonesia berbeda dengan metode yang dicantumkan dalam GBPP disini ada kesimpang. Penilaian Keterampilan menulis Penilaian keterampilan menulis sering hanya mempergunakan cara menulis karangan.Karena pada tahap ini merupakan tonggak yang paling dasar yang harus dimiliki oleh anak didik di SD. Untuk mengatasi masalah ini yang paling penting adalah pembinaan kesadaran guru dalam meningkatkan kemampuan mengembangkan metode mengajar menulis di SD. Guru mengajar menulis mencontoh pola gurunya ketika ia menerima pelajaran tersebut akibatnya tekinik yang digunakan sudah tidak sesuai dengan perkembangan dunia pendidikan dewasa ini sehingga hasilnya pun belum mencapai tingkat yang optimal. Hal ini berguna untuk mendorong terlaksananya kegiatan belajar mengajar keterampilan menulis yang lebih efektif dan efisien.siuran antara metode dan teknik pengajaran bahasa Indonesia . G. misalnya dengan cara mengoreksi kesalahan-kesalahan dalam sebuah tulisan. Hal ini akan menimbulkann kesulitan dalam menentukan kriteria penilaian. misalnya: mendeskripsikan suatu benda. Siswa yang satu boleh berbeda memilih judul karangan dengan yang ditulis siswa lainnya. dan membuat iklan  Pendekatan integratif Pendekatan integratif menekankan keterpaduan empat aspek keterampilan . pendekatan komunikatif tampak pada pembelajaran. Tampaknya masih sedikit guru yang mempergunakan media dalam mengajarkan menulis. menulis surat.

(b) melengkapi kalimat. mengklasifikasi. (2) menulis pengumuman. dan menulis) dalam pembelajaran. yakni menulis cerita dan menulis untuk keperluan sehari-hari : a). (4) menyusun paragaf. (5) membuat iklan. dan (6) menyusun daftar riwayat hidup. Dalam hal ini. Menulis cerita Teknik ini terdiri atas 6 macam. (3) meniru model. (b) Melanjutkan centa. (3) mengisi formulir. melanjutkan cerita lain.Pendekatan integratif tampak pada butir pembelajaran. tampak pada butir pembelajaran. Guru memperlihatkan beberapa gambar. Model pembelajaran menulis cerita/cerpen di SD meliputi: menceritakan gambar.pendekatan keterampilan proses memfokuskan keterampilan siswa dalam mengamati. dan menceritakan cita-cita. b).pendekatan tematis. mereka diminta untuk menuliskannya ke dalam centa lengkap. menceritakan pengalaman. dan (6) membuat. (f) transfomtasi. menginterpretasi. menuliskan suatu peristiwa sederhana. misalnya: melaporkan hasil kunjungan. (4) menulis surat undangan. dan menyusun naskah sambutan. membuat iklan. membaca. Teknik menyusun cerita dapat dilakukan dengan: (a) menjawab pertanyaan. Teknik dan Model Pembelajaran Menulis Cerita berdasarkan butir-butir pembelajaran menulis di kelas tinggi (kelas 3-6) SD terdapat ragam teknik pembelajaran menulis. selanjutnya. (a) Menceritakan gambar Model ini dapat dilakukan mulai kelas 4 SD. tampak pada butir pembelajaran. (d) memperluas kalimat. (b) simak dan tulis. yaitu memandang siswa di dalam pembelajaran sebagai subjek pembelajaran bukan sebagat objek pembelajaran. menyusun laporan pengamatan. . (5) menceritakan kembali. membaca bacaan kemudian membuat ikhtisar.berbahasa (menyimak.Pendekatan keterampilan proses. berbicara. Teknik pembelajaran menulis dikelompokkan menjadi dua. kemudian para siswa diminta melanjutkan cerita guru tersebut. (e) subtitusi. Menulis untuk keperluan sehari-hari Menulis untuk keperluan sehari-hari mehputi ragam menulis: (1) menulis surat. (2)Teknik memperkenalkan cerita: (a) baca dan tulis. peran guru sebagai motivator dan fasilitator di dalam membangkitkan potensi siswa dalam membangun/mengkonstruk gagasan/ide masmg-masing di dalam pembelajaran. Kemudian. misalnya: menceritakan pengalaman yang menarik. pendekatan tematis menekankan tema pembelajaran sebagai payung/pemandu dalam pembelajaran. dan (g) membuat kalimat. Pendekatan-pendekatan tersebut pada hakikatnya mempunyai karakteristik yang sama dengan pendekatan konstruktivisme. (c) memperbaiki susunan kalimat. Model ini diawali dengan kegiatan guru membacakan atau memperdengarkan cerita yang dipilih guru. dan menyusun kalimat acak menjadi paragraf yang padu  Pendekatan tematis. misatnya: menulis pengalaman dalam bentuk puisi. dan meringkas cerita yang didengar  Pendekatan keterampilan proses. dan mengkomunikasikan. yaitu: I) menyusun kaiimat. siswa diminta mengamati gambar tersebut dengan teliti. menceritakan mimpi.

Pengedrafan ( drafting ). Model pembelajaran menulis cerita/cerpen di SD meliputi: menceritakan gambar. Jenis tulisan : Deskripsi. melanjutkan cerita lain.(c) Menceritakan mimpi. Fungsi utama dari tulisan adalah sebagai alat komunikasi yang tidak langsung Teori menulis yang berkembang saat ini adalah menulis model proses.untuk menghibur atau menyenangkan. dan sebagainya. persuasif. untuk meyakinkan atau mendesak.tujuan pemecahan masalah. Maka dari itu penyusun menyarankan pada pembaca yang ingin mendalami masalah pembelajaran pembelajaran menulis. Model ini dilakukan dengan cara menugasi siswa untuk menceritakan citacitanya setelah dewasa nanti. Hugo Hartig dalam tarigan (1986: 24-25) merumuskan tujuan menulis:tujuan penugasan. dan menceritakan cita-cita. setelah membaca . Mempublikasikan (publishing). KESIMPULAN Menulis adalah menurunkan atau melukiskan lambang-lambang grafik yang menggambarkan suatu bahasa yang di pahami oleh seseorang sehingga orang lain dapat membaca langsung lambanglambang grafik tersebut kalau mereka memahami bahasa dan gambaran grafik itu. pendekatan keterampilan proses dan pendekatan tematis. argumentasi. tujuan altruistic. tujuan informasional penulis tujuan pernyataan diri penulis . Merevisi (revising ). eksposisi. guru. Saran Penulis manusia biasa yang banyak kelemahan dan kekhilafan. penilaian. Dengan model ini menulis dilakukan dengan pentahapan – pentahapan: Pra menulis ( prewriting).darmawisata. Permasalahan dalam pengajaran menulis di Sekolah Dasar ada dari siswa. narasi. pendekatan integratif. Mengedit (editing). Model ini dilakukan dengan menugasi siswa untuk menceritakan mimpinya dengan menambah atau mengurangi isi dan mimpi mereka. yakni menulis cerita dan menulis untuk keperluan sehari-han.untuk mengekspresikan perasaan dan emosi yang kuat. tujuan. bahan atau materi. Tujuan menulis adalah untuk memeberikan suatu informasi. menceritakan mimpi. menceritakan pengalaman. (e) Menceritakan cita-cita.: Menulis untuk kesenangan dan belajar (writing for pleasure /reading to learn). (d) Menceritakan pengalaman Model ini dilakukan dengan menugasi siswa untuk menceritakan pengalaman. Teknik pembelajaran menulis dikelompokkan menjadi dua. Tingkatan menulis secara sederhana biasanya dikelompokan menjadi 2 tingkatan yaitu menulis permulaan dan menulis lanjut. Pendekatan yang disarankan dalam pembelajaran menulis di SD meliputi :pendekatan komunikatif. baik pengalaman saat liburan. tujuan kreatif penulis. metode pengajaran media pembelajaran. tujuan persuasive. bermain.

2008. 1994. Bandung: Diponegoro. E. Surabaya : LAPIS PGMI Supriyadi. Bahasa Indonesia 1. 1996. Metodologi Pengajaran Bahasa: Suatu Penelitian Kepustakaan. Tarigan. Yus.Drs. Rusyana.. Tarigan. P.Muhamad. 1988. Jakarta.C.D. Bandung: Penerbit Angkasa. 1994. & Ross. Teching Writing: Balancing Process and Product. Roe. DAFTAR PUSTAKA Burns.dkk. Bahasa dan sastra dalam Gamitan Pendidikan. Setelah kita mengetahui tentang berbagai hal tentang menulis diharapakan kita dapat menulis dengan baik dan benar. Tompkins. Henry Guntur. Henry Guntur. Gaile E. Depdikbud.makalah ini membaca sumber lain yang lebih lengkap. Thohri.blogspot. 1986.22 1 KOMENTAR: http://pembelajaranmenulis. Boston: Houghton Mifflin. Menulis sebagai Suatu Keterampilan Berbahasa. 1989. B.com/ . Jakarta: P2LPTK Depdikbud. New York: Macmilan College Publishing Company. DIPOSKAN OLEH ALIMUDIN S.dkk.P.I DI 23. Teaching Reading in Todays Elementary School. Pendidikan Bahasa Indonesia 2.PD.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful