P. 1
Bab I-daftar Pustakasdfwef

Bab I-daftar Pustakasdfwef

|Views: 2|Likes:
Published by Alzamri Fhilza
aseafasfsafasgsagaaff
aseafasfsafasgsagaaff

More info:

Categories:Types, Comics
Published by: Alzamri Fhilza on Oct 20, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/04/2014

pdf

text

original

BAB I PENDAHULUAN

Anak adalah buah hati yang sangat berharga bagi setiap keluarga, sebagai pewaris dan penerus kedua orang tuanya. Sedangkan seorang ibu adalah sosok yang penuh kasih sayang, apapun dikorbankan demi anak buah hatinya. Oleh karena itu seorang anak harus mendapatkan perlindungan baik masih dalam kandungan maupun setelah dilahirkan. Tetapi sekarang ini berita-berita tentang ditemukannya bayi yang baru lahir dalam keadaan meninggal karena dibunuh oleh ibunya, seringkali dijumpai di media massa (Hadijah, 2008). Kasus pembunuhan terhadap bayi yang baru lahir telah dikenal sejak dahulu dan terjadi dimana saja. Fir’aun di zamannya telah memerintahkan membunuh setiap bayi laki-laki yang lahir, karena takut munculnya seorang raja baru. Pada zaman dahulu juga terjadi di tanah arab dimana lazimnya terjadi setiap bayi perempuan yang dianggap membawa sial bagi keluarganya juga dibunuh. Masih banyak lagi alasan lain yang mendorong seseorang sampai hati merampas nyawa seorang bayi yang baru dilahirkan (Hoediyanto, 2008). Pembunuhan anak adalah suatu bentuk kejahatan terhadap nyawa dimana kejahatan ini bersifat unik. Keunikan tersebut dikarenakan pelaku pembunuhan haruslah ibu kandungnya sendiri dan alasan atau motivasi untuk melakukan kejahatan tersebut adalah karena ibu kandungnya takut ketahuan bahwa dia telah melahirkan anak, salah satunya karena anak tersebut adalah hasil hubungan gelap. Selain itu, keunikan lainnya yaitu saat dilakukan tindakan menghilangkan nyawa anaknya yaitu saat anak dilahirkan atau tidak lama kemudian. Patokannya yaitu dapat dilihat apakah sudah ada atau belum tanda-tanda perawatan, dibersihkan, dipotong tali pusat atau diberikan pakaian (Idries, 1997). Cara yang paling sering digunakan dalam kasus pembunuhan anak sendiri adalah membuat keadaan asfiksia mekanik yaitu pembekapan, pencekikan, penjeratan dan penyumbatan. Di Jakarta dilaporkan bahwa 90-95% dari sekitar 30-40 kasus PAS per tahun dilakukan dengan cara asfiksia mekanik. Bentuk kekerasan lainnya adalah kekerasan tumpul di kepala (510%) dan kekerasan tajam pada leher atau dada (1 kasus dalam 6-7 tahun) (Affandi et al,2008). Saat dilakukannya kejahatan tersebut, dikaitkan dengan keadaan mental

PEMBUNUHAN ANAK SENDIRI (INFANTICIDE)

1

emosional dari ibu seperti rasa malu, takut, benci serta rasa nyeri bercampur aduk menjadi satu, sehingga perbuatannya dianggap dilakukan tidak dalam keadaan mental yang tenang, sadar serta dengan perhitungan yang matang (Idries, 1997).

PEMBUNUHAN ANAK SENDIRI (INFANTICIDE)

2

dengan sengaja merampas nyawa anaknya. pembunuhan anak sendiri tercantum di dalam bab kejahatan terhadap nyawa orang.BAB II PEMBUNUHAN ANAK SENDIRI (INFANTICIDE) 2. 2. H. Pelaku adalah ibu kandung 2. PEMBUNUHAN ANAK SENDIRI (INFANTICIDE) 3 . Definisi dan Batasan Pengertian Pembunuhan Anak Sendiri Pembunuhan anak sendiri (infanticide) yaitu pembunuhan yang dilakukan oleh seorang ibu atas anak kandungnya pada saat lahir atau tidak lama kemudian karena takut ketahuan telah melahirkan anak. persyaratan yang harus dipenuhi dalam kasus pembunuhan anak (infanticide) yaitu: 1. Waktu pembunuhan yaitu tepat pada waktu melahirkan atau beberapa saat setelah melahirkan. Untuk itu dengan adanya batasan yang tegas tersebut maka suatu pembunuhan yang tidak memenuhi salah satu kriteria di atas tidak dapat disebut sebagai pembunuhan anak (infanticide). Dengan demikian berdasarkan pengertian di atas. Adapun bunyi pasalnya yaitu:  Pasal 341 Seorang ibu yang karena takut akan ketahuan melahirkan anak pada saat anak dilahirkan atau tidak lama kemudian. Korban adalah anak kandung 3. 2007). malainkan suatu pembunuhan biasa (Apuranto.1. Alasan melakukan tindakan tersebut yaitu takut ketahuan telah melahirkan anak 4. diancam karena membunuh anak sendiri dengan pidana penjara paling lama tujuh tahun.2. dan Hoediyanto. Dasar Hukum Menyangkut Pembunuhan Anak Sendiri Dalam KUHP.

tetapi hanya dinyatakan “pada saat dilahirkan atau tidak lama kemudian“. misalnya tempat sampah. sungai dan sebagainya. lahir mati PEMBUNUHAN ANAK SENDIRI (INFANTICIDE) 4 . biasanya anak yang dilahirkan tersebut didapatkan dari hubungan tidak sah. seumur hidup/hukuman mati ( pasal 339 dan 340. atau 20 tahun. sedangkan bagi orang lain yang melakukan atau turut membunuh anak tersebut dihukum karena pembunuhan atau pembunuhan berencana. dengan pidana penjara paling lama sembilan tahun. Ibu yaitu hanya ibu kandung yang dapat dihukum karena melakukan pembunuhan anak sendiri. 3. Berdasarkan undang-undang tersebut kita dapat melihat adanya tiga faktor penting yaitu: 1. Tidak dipersoalkan apakah ibu telah menikah atau tidak. Sehingga boleh dianggap pada saat belum timbul rasa kasih sayang seorang ibu terhadap anaknya. pembunuhan dengan rencana). pada saat anak dilahirkan atau tidak lama kemudian merampas nyawa anak sendiri dengan rencana. Bila rasa kasih sayang sudah timbul maka ibu tersebut akan merawat dan bukan membunuh anaknya. 339. 340. 2. Psikis yaitu ibu membunuh anaknya karena terdorong oleh rasa ketakutan akan diketahui orang lain telah melahirkan anak itu. Pasal 342 Seorang ibu yang untuk melaksanakan niat yang ditentukan karena takut akan ketahuan bahwa ia akan melahirkan anak. Bila ditemukan mayat bayi di tempat yang tidak semestinya. maka bayi tersebut mungkin adalah korban pembunuhan anak sendiri (pasal 341. got. Waktu yaitu dalam undang-undang tidak disebutkan batasan waktu yang tepat.  Pasal 343 Bagi orang lain yang turut serta melakukan kejahatan yang diterangkan dalam pasal 342 KUHP diartikan sebagai pembunuhan atau pembunuhan berencana. 343). 342) pembunuhan (pasal 338. dengan hukuman yang lebih berat yaitu 15 tahun penjara (pasal 338 pembunuhan tanpa rencana).

2007).Apakah anak yang dilahirkan itu cukup bulan dalam kandungan? .3. Sebelum melangkah lebih jauh.Apakah pada anak tersebut didapatkan kelainan bawaan yang dapat mempengaruhi kelangsungan hidup bagi si anak? Sehingga lebih jelas bahwa permasalahan tentang maturitas seperti cukup bulan atau prematur merupakan hal yang penting. Pemeriksaan Kedokteran Forensik Pemeriksaan kedokteran forensik pada kasus pembunuhan anak atau yang diduga kasus pembunuhan anak ditujukan untuk memperoleh kejelasan di dalam hal sebagai berikut: a. Apakah terdapat tanda-tanda perawatan? c. 1997). PEMBUNUHAN ANAK SENDIRI (INFANTICIDE) 5 . masih ada dua hal lagi yang harus diutarakan dalam VR yaitu: . harus dicatat dan dilaporkan. dan Hoediyanto. 2. Apakah ada luka-luka yang dapat dikaitkan dengan penyebab kematian? Oleh karena Visum et Repertum itu juga mengandung makna sebagai pengganti barang bukti. perlu ditinjau lebih dahulu pengertian lahir hidup dan lahir mati.kemudian dibuang (pasal 181) atau bayi yang ditelantarkan sampai mati (pasal 308) (Budiyanto et al. sama halnya dengan kemampuan anak untuk hidup dengan wajar (viabilitas) tanpa kelainan bawaan yang diderita oleh anak (Idries.. H. Perlu diketahui bahwa seorang dokter tidak dibenarkan membuat kesimpulan lahir hidup atau lahir mati dari hasil pemeriksaan terhadap korban kasus yang diduga akibat pembunuhan anak (Apuranto. maka segala apa yang terdapat dalam barang bukti dalam hal ini yaitu tubuh anak.1997). Apakah anak tersebut dilahirkan hidup atau lahir mati? b. Dengan demikian selain ketiga kejelasan tersebut di atas.

Paru mengembang b. Lahir mati (still birth) adalah kematian hasil konsepsi sebelum keluar atau dikeluarkan oleh ibunya. 6. 2007) 1. denyut nadi tali pusat atau gerakan otot rangka (Budiyanto et al.A. Kematian ditandai oleh janin yang tidak bernapas atau tidak menunjukkan tanda kehidupan lain seperti denyut jantung. Pernapasan Pernapasan spontan terjadi akibat rangsangan atmosfer dan adanya gangguan sirkulasi plasenta. dan ini menimbulkan perubahan penting yang permanen pada paru.. ujung lidah dijepit dengan pinset atau klem. Udara dalam lambung atau usus 2. yang setelah pemisahan. a. Lidah dikeluarkan seperti biasa di bawah rahang bawah. bernapas atau menunjukkan tanda kehidupan lain tanpa mempersoalkan usia gestasi. dan Hoediyanto. H. Menangis Pergerakan otot Sirkulasi darah dan denyut jantung serta perubahan hemoglobin Isi usus Keadaan tali pusat (Apuranto. Dengan scalpel yang PEMBUNUHAN ANAK SENDIRI (INFANTICIDE) 6 . Lahir hidup atau lahir mati Lahir hidup (live birth) adalah keluar atau dikeluarkannya hasil konsepsi yang lengkap. sudah atau belumnya tali pusat dipotong dan uri dilahirkan. 3. 5. paruparu tidak disentuh untuk menghindari kemungkinan timbulnya artefak pada sediaan histopatologik jaringan paru akibat manipulasi berlebihan. kemudian ditarik ke arah ventrokaudal sehingga tampak palatum mole. Adapun tanda-tanda kehidupan pada bayi yang baru dilahirkan yaitu : 1. 4. Pernapasan a. tanpa mempersoalkan usia kehamilan (baik sebelum ataupun setelah kehamilan berumur 28 minggu dalam kandungan).1997). Uji Apung Paru Uji apung paru dilakukan dengan teknik tanpa sentuh (no touch technique).

palatum mole disayat sepanjang perbatasannya dengan palatum durum. esophagus bersama dengan trakea dilepaskan dari tulang belakang. laring. PEMBUNUHAN ANAK SENDIRI (INFANTICIDE) 7 . tidak boleh dipegang dengan tangan. Pengikatan ini dimaksudkan agar pada manipulasi berikutnya cairan ketuban. dilihat apakah mengapung atau tenggelam. Pengikatan ini dimaksudkan agar udara tidak masuk ke dalam lambung dan uji apung lambung-usus (uji Breslau) tidak memberikan hasil meragukan. letakkan di antara dua karton dan ditekan dengan arah penekanan tegak lurus jangan digeser untuk mengeluarkan gas pembusukan yang terdapat pada jaringan interstisial paru.tajam. dan dilihat apakah mengapung atau tenggelam. lalu masukkan kembali ke dalam air dan diamati apakah masih mengapung atau tenggelam. dinding alveoli pada mayat bayi yang telah membusuk lanjut akan pecah dan udara residu keluar dan memperlihatkan hasil uji apung paru negatif. paru bayi yang lahir mati masih dapat mengapung oleh karena kemungkinan adanya pembusukan. Kemudian paru-paru kiri dan kanan dilepaskan dan dimasukkan kembali ke dalam air. bukan untuk mencegah masuknya udara ke dalam paru. Lima potong kecil dari bagian perifer tiap lobus dimasukkan ke dalam air. mekonium atau benda asing lain tidak mengalir ke luar melalui trakea. diperhatikan apakah mengapung atau tenggelam. Hingga tahap ini. Esofagus bersama dengan trakea diikat di bawah kartilago krikoid dengan benang. Faring. Setelah semua organ leher dan dada dikeluarkan dari tubuh. Namun. lalu dimasukkan ke dalam air dan dilihat apakah mengapung atau tenggelam. terkadang dengan penekanan. Uji apung paru harus dilakukan menyeluruh sampai potongan kecil paru mengingat kemungkinan adanya pernapasan sebagian (parsial respiration) yang dapat bersifat buatan atau alamiah (vagitus uternus atau vagitus vaginalis) yaitu bayi sudah bernapas walaupun kepala masih dalam uterus atau dalam vagina. Bila masih mengapung berarti paru terisi udara residu yang tidak akan keluar. Kemudian esophagus diikat di atas diafragma dan dipotong di atas ikatan. Bila potongan kecil itu mengapung. Pengeluaran organ dari lidah sampai paru dilakukan dengan forsep atau pinset bedah dan scalpel. Setelah itu tiap lobus dipisahkan dan dimasukkan ke dalam air.

sehingga udara dalam alveoli diresorpsi.Hasil negatif belum berarti pasti lahir mati karena adanya kemungkinan bayi dilahirkan hidup tapi kemudian berhenti bernapas meskipun jantung masih berdenyut. pemeriksaan histopatologik paru harus dilakukan untuk memastikan bayi lahir mati atau lahir hidup. Biasanya digunakan perwarnaan HE dan bila paru telah membusuk digunakan pewarnaan Gomori atau Ladewig. maka uji apung paru kurang dapat dipercaya. sehingga tidak dianjurkan untuk dilakukan. dibuat irisan melintang untuk memungkinkan cairan fiksatif meresap dengan baik ke dalam paru. kemudian dibuat sediaan histopatologik. Sesudah 12 jam. Pada hasil uji negatif ini. Uji apung paru b. Mikroskopik paru-paru Setelah paru-paru dikeluarkan dengan teknik tanpa sentuh. tetapi merupakan ciri paru janin yang belum mencapai usia gestasi 26 minggu. Gambar 1. Bila sudah jelas terjadi pembusukan. Setelah difiksasi selama 48 jam. dilakukan fiksasi dengan larutan formalin 10 %. Struktur seperti kelenjar bukan merupakan ciri paru bayi yang belum bernapas. PEMBUNUHAN ANAK SENDIRI (INFANTICIDE) 8 .

berbentuk persegi panjang dengan inti piknotik berbentuk huruf “S”. Lahir mati ditandai pula oleh keadaan yang tidak memungkinkan terjadinya kehidupaan seperti trauma persalinan yang hebat.1997). sedangkan pada projection berjalan di bawah kapiler sejajar dengan permukaan projection dan membentuk gelung-gelung terbuka (open loops). Tampak sel sel verniks akibat deskuamasi sel-sel permukaan kulit. menempel pada vertebra. tampak serabut-serabut retikulin pada permukaan dinding alveoli berkelok-kelok seperti rambut yang keriting. Juga tampak sel-sel amnion bersifat asidofilik dengan batas tidak jelas dan inti terletak eksentrik dengan batas yang juga tidak jelas. Volume kecil. kelainan kongenitasl yang fatal seperti anensefalus (Budiyanto et al. Pada permukaan ujung bebas projection tampak kapiler yang berisi banyak darah. kadang-kadang ditemukan deskuamasi sel-sel epitel bronkus yang merupakan tanda maserasi dini. H. tidak ada krepitasi Paru sudah bernapas Volume 4-6x lebih besar. perdarahan otak yang hebat. Pada paru bayi belum bernapas yang sudah membusuk dengan perwarnaan Gomori atau Ladewig. misalnya akibat tertekannya tali pusat atau solusio plasenta sehingga terjadi pernapasan janin prematur (intrauterine submersion). bila dilihat dari atas samping terlihat seperti bawang. Adapun ringkasan perbedaan dari pemeriksaan paru yaitu (Apuranto. dengan atau tanpa robekan tentorium serebeli. atau fagositosis mekonium oleh selsel dinding alveoli.. kolaps. sebagian menutupi jantung. 2007): Paru belum bernapas 1.Tanda khas untuk paru janin belum bernapas adalah adanya tonjolan (projection) yang berbentuk seperti bantal (cushion-like) yang kemudian akan bertambah tinggi dengan dasar menipis sehingga akan tampak seperti gada (club like). Mekonium yang berbentuk bulat berwarna jernih sampai hijau tua mungkin terlihat dalam bronkioli dan alveoli. dan Hoediyanto. pneumonia intrauterin. konsistensi padat. Pada paru bayi yang lahir mati mungkin pula ditemukan tanda inhalasi cairan amnion yang luas karena asfiksia intrauterin. konsistensi seperti karet busa (ada krepitasi) PEMBUNUHAN ANAK SENDIRI (INFANTICIDE) 9 .

3. Suara tangis yang terdengar belum berarti bayi tersebut lahir hidup karena suara tangisan dapat terjadi dalam uterus atau dalam vagina. walaupun belum ada pembusukan (volume darah dua kali volume sebelum napas. tetapi menangis tidak dapat terjadi tanpa bernapas. Kalau diperas di bawah permukaan Gelembung gas yang keluar halus dan air tidak keluar gelembung gas atau bila sudah ada pembusukan rata ukurannya. PEMBUNUHAN ANAK SENDIRI (INFANTICIDE) 10 . gelembungnya besar dan tidak rata.2. Tidak tampak alveoli yang Tampak alveoli. Yang merangsang bayi menangis dalam uterus adalah masuknya udara dalam uterus dan kadar oksigen dalam darah menurun dan atau kadar CO2 dalam darah meningkat. terpisah sendiri 6. Kalau diperas hanya keluar darah Bila diperas keluar banyak darah sedikit dan tidak berbuih (kecuali berbuih bila sudah ada pembusukan). Berat paru kurang lebih 1/70 BB 8. Warna homogen. 5. Menangis Bernapas dapat terjadi tanpa menangis. karena post mortem tidak dapat dibuktikan. Kaku mayat dapat terjadi pada bayi yang lahir hidup kemudian mati maupun yang lahir mati. kadang-kadang berkembang pada permukaan. 7. 2. Pergerakan Otot Keadaan ini harus disaksikan oleh saksi mata. Tepi paru tajam 3. Seluruh bagian paru dalam air Berat paru kurang lebih 1/35 BB tenggelam Bagian-bagian paru yang mengembang terapung dalam air. merah kebiruan/ungu Tepi paru tumpul Warna merah muda 4.

Foramen ovale tertutup bila telah terjadi pernapasan dan sirkulasi (satu hari sampai beberapa minggu). Kedua. Bila ada yang menyaksikan denyut nadi tali pusat/detak jantung pada bayi yang sudah terlahir lengkap. Peredaran Darah. dikeluarkan bersama lambung yang diikat pada jejunum lekuk pertama. 7. 6. yang dapat terjadi bila bayi sudah mati in utero PEMBUNUHAN ANAK SENDIRI (INFANTICIDE) 11 . pengeringan tali pusat. 5. maka ini merupakan bukti suatu kelahiran hidup. Keadaan Kulit Tidak satupun keadaan kulit yang dapat membuktikan adanya kehidupan setelah bayi lahir. Duktus arteriosus perlahan-lahan menjadi jaringan ikat (paling cepat dalam 24 jam) Duktus venosus menutup dalam 2-3 hari sampai beberapa minggu. pernapasan buatan. maka ini merupakan bukti kehidupan (lahir hidup). foramen ovale dan dalam duktus venosus (cabang vena umbilicalis yang langsung masuk vena cava inferior). makin kuat dugaan adanya pernapasan 24-48 jam post mortem. atau tertelan. Ini hanya dapat dibuktikan dengan saksi mata. kemudian dimasukkan ke dalam air. letak dan sifat ikatan. Keadaan-keadaan tersebut tidak dapat dibedakan. Denyut Jantung.4. Keadaan Tali Pusat Yang harus diperhatikan pada tali pusat adalah pertama ada atau tidaknya denyut tali pusat setelah kelahiran. bagaimana tali pusat itu di putus (secara tajam atau tumpul). sebaliknya ada satu keadaan yang dapat memastikan bahwa bayi tersebut tidak lahir hidup yaitu maceration. dan Perubahan pada Hemoglobin Meliputi bukti fungsional yaitu denyut tali pusat dan detak jantung (harus ada saksi mata) dan bukti anatomis yaitu perubahan-perubahan pada Hb serta perubahan dalam duktus arteriosus. mekonium sudah keluar semua seluruhnya dari usus besar. makin jauh udara usus masuk dalam usus. Cara pemeriksaan yaitu esophagus diikat. Isi Usus dan Lambung Bila dalam lambung bayi ditemukan benda asing yang hanya dapat masuk akibat reflek menelan. Udara dalam lambung dan usus dapat terjadi akibat pernapasan wajar.

lipat paha dan bagian belakang bokong. Adapun anak yang baru dilahirkan dan belum mengalami perawatan dapat diketahui dari tanda-tanda sebagai berikut: 1. atau menjadi kasus lain yang ancaman hukumannya berbeda. baunya khas e. sering membentuk bula berisi cairan kemerahan c. 3. Tubuh masih berlumuran darah 2. Tulang-tulang lentur dan lepas dari jaringan lunak d. yaitu perlunakan janin dalam air ketuban dengan ciri-ciri: a. dan Hoediyanto. PEMBUNUHAN ANAK SENDIRI (INFANTICIDE) 12 . maka ujung talli pusat tampak tidak beraturan. Adanya lemak bayi (vernix caseosa). Hal ini harus dibedakan dengan proses pembusukan yaitu pada maserasi tidak terbentuk gas karena terjadi secara steril. hal ini dapat diketahui dengan meletakkan ujung tali pusat tersebut ke permukaan air 4. Tidak ada gas. Maserasi ini terjadi bila bayi sudah mati 8-10 hari dalam kandungan (Apuranto. oleh karena dapat diduga apakah kasus yang dihadapi memang benar kasus pembunuhan anak seperti dimaksud dalam undang-undang.beberapa hari (8-10 hari). Ari-ari (plasenta) masih melekat dengan tali pusat dan masih berhubungan dengan pusat (umbilicus). sebelum dilahirkan atau setelah terpisah sama sekali dari ibu. H. (Gambar 2). Bukti kematian dalam kandungan:   Ante partum rigor mortis yang sering menimbulkan kesulitan waktu melahirkan Meceration. pada daerah dahi serta di daerah yang mengandung lipatan-lipatan kulit. Kematian pada bayi dapat terjadi waktu dilahirkan. Warna merah kecoklatan (pada pembusukan warnanya hijau) b. Tanda Perawatan Penentuan ada tidaknya tanda perawatan sangat penting artinya dalam kasus pembunuhan anak. seperti daerah lipat ketiak. Kutikula putih. 2007) B. Bila ari-ari tidak ada.

memar pada bibir bagian dalam yang berhadapan dengan gusi serta adanya gumpalan benda asing seperti koran atau kain yang mengisi rongga mulut. lebam mayat yang lebih gelap dan luas. Luka-luka yang dapat Dikaitkan dengan Penyebab Kematian.Gambar 2. Tali pusat belum terpotong dan masih terhubung dengan ari-ari C. busa halus berwarna putih atau putih kemerahan yang keluar dari lubang hidung dan atau mulut serta tanda-tanda bendungan pada alat dalam. Keadaan mulut dan sekitarnya yaitu adanya luka lecet tekan di bibir dan sekitarnya. Adanya tanda-tanda mati lemas seperti sianosis pada bibir dan ujung-ujung jari. 2. biasanya berbentuk bulan sabit. Adapun cara yang lain seperti menusuk atau memotong serta kekerasan dengan benda tumpul relatif jarang ditemukan. Keadaan di daerah leher dan sekitarnya yaitu adanya luka lecet tekan yang melingkari sebagian atau seluruh bagian leher yang merupakan jejas jerat sebagai akibat tekanan yang ditimbulkan oleh alat penjerat yang digunakan. bintik-bintik perdarahan pada selaput biji mata dan selaput kelopak mata serta jaringan longgar lainnya. adanya luka-luka lecet kecil berbentuk bulan sabit (gambar 3)yang PEMBUNUHAN ANAK SENDIRI (INFANTICIDE) 13 . Cara atau metoda yang banyak dijumpai untuk melakukan tindakan pembunuhan anak adalah cara atau metoda yang menimbulkan keadaan mati lemas (asfiksia) seperti penjeratan. Dalam kasus ini yang harus diperhatikan yaitu: 1. pencekikan dan pembekapan serta membenamkan ke dalam air. 3.

Luka lecet yang berbentuk bulan sabit pada leher kiri 4. tinggi badan. Adanya tanda terendam seperti tubuh yang basah dan berlumpur. kulit yang berbintil-bintil (cutis anserina sepert kulit angsa.diakibatkan dari ujung kuku dan adanya luka-lua lecet dan memar yang tidak beraturan akibat tekanan ujung jari. D. Ujung-ujung jari 3. lingkar dada. Adanya luka tusuk atau luka sayat pada daerah leher. 5. serta adanya benda asing di saluran pernapasan terutama trakea). Keadaan genitalia eksterna Gambar 4. mulut atau bagian tubuh lainnya. Pengukuran lingkar kepala. telapak tangan dan telapak kaki yang pucat dan keriput (washer woman hand). Keadaan Genetalia eksterna PEMBUNUHAN ANAK SENDIRI (INFANTICIDE) 14 . Gambar 3. Cukup Bulan dalam Kandungan 1. berat badan 2. adanya istilah “tusukan bidadari” yaitu menusukkan benda tajam pada langit-langit rongga mulut sampai menembus rongga tengkorak.

ostium uteri dapat dilewati ujung jari c.4. Tanda telah melahirkan anak a. ukuran rahim kembali ke ukuran semula 2-3 minggu b. demikian juga pada os cuboideum dan os cuneiform. striae gravidarum dari warna merah menjadi putih 2. Robekan baru pada alat kelamin b. 6-7 hari post partum setinggi tulang kemaluan e. A. sedangkan os talus dan calcaneus pusat penulangan akan tampak pada umur kehamilan 28 minggu. ukuran rahim saat post partum setinggi pusat. Bagian distal os femur serta proksimal os tibia akan menunjukkan pusat penulangan pada umur kehamilan 36 minggu. keluar darah dari rahim d. VSD). Pemeriksaan Kasus Pembunuhan Anak Sendiri (Infanticide) Pemeriksaan dilakukan terhadap pelaku/tertuduh (ibu kandung yang baru melahirkan) dan korban (bayi yang baru dilahirkan). hiperpigmentasi aerola mamma g. otak (anensefalus atau mikrosefalus) dan saluran pencernaan (stenosis esophagus) (Idries. Pemeriksaan terhadap Ibu 1. 1997). payudara mengeluarkan air susu f. Viabilitas Dapat dilihat apakah terdapat kelainan bawaan yang dapat mempengaruhi kelangsungan hidup bayi seperti jantung (ASD. Pusat-pusat penulangan khususnya pada tulang paha (os femur) mempunyai arti yang cukup penting. robekan alat kelamin sembuh dalam 8-10 hari PEMBUNUHAN ANAK SENDIRI (INFANTICIDE) 15 . 2. getah nifas : 1-3 hari post partum berwarna merah 4-9 hari post partum berwarna putih 10-14 hari post partum getah nifas habis c.4. E. Berapa lama telah melahirkan a.

Robekan ini harus tumpul dibuktikan dengan pemeriksaan histopatologis c. Viabilitas Syaratnya yaitu: a. Pernah atau tidak pernah bernapas. berdasarkan panjang badan (rumus Haase) b. Pemeriksaan terhadap Korban 1. robekan pada alat kelamin inversio uteri (rahim terbalik) yaitu bagian dalam rahim menjadi keluar. perdarahan di dalam tengkorak 4. Lingkaran frontoocipital ≥ 32 cm 2. lebih-lebih bila tali pusat pendek b. luka pada kepala bayi menyebabkan perdarahan di bawah kulit kepala. Panjang badan ≥ 35 cm c. berdasarkan ciri-ciri pertumbuhan c. karena ada keadaan dimana bayi lahir hidup tetapi PEMBUNUHAN ANAK SENDIRI (INFANTICIDE) 16 . Pemeriksaan histopatologi yaitu sisa plasenta dalam darah yang berasa dari rahim B. Mencari tanda-tanda partus precipitatus a. Tidak ada cacat bawaan yang berat e. Berat badan ≥ 2500 gram d. robekan tali pusat anak yang biasanya terdapat pada anak atau pada tempat lekat tali pusat. Hasil percobaan apung paru yang menyimpulkan “belum pernah bernapas”. berdasarkan inti penulangan     Calcaneus = ± 5-6 bulan Talus = ± 7 bulan Femur = ± 8-9 bulan Tibia = ± 9-10 bulan 3. Hal ini dibuktikan dengan percobaan apung paru. Penentuan umur bayi a. Pemeriksaan golongan darah 5.3. belum dapat menyingkirkan kemungkinan tindakan “pembunuhan anak”. Umur ≥ 28 minggu dalam kandungan b.

tali pusat tidak diikat dengan baik.belum/tidak sempat bernapas dan dibunuh ibunya pada saat itu (bernapas hanya salah satu bukti/tanda kehidupan) 4. Sebab kematian a. Kalau bayi hidup kurang dari 24 jam. Sehingga kematian bayi secara pasif (kedinginan dan starvasi) b. baik itu disengaja atau tidak disengaja.    Perdarahan dari tali pusat. Jeratan tali pusat yang dilakukan setelah bayi mati dapat dibedakan dengan jeratan tali pusat intrauterine yaitu bayi yang mati intrauterine menunjukkan paru yang belum pernah bernapas. misalnya terjadi kelahiran dibawah selimut Lalai membuat hangat (tidak dapat dibuktikan post mortem) atau tidak memberi ASI. 5. Suffocation. perubahan pada pembuluh darah.   Inhalasi cairan ketuban/darah atau terbenam di dalam WC mati akibat asfiksia Terjerat tali pusat. Penutupan duktus arteriosus dan foramen ovale tidak dapat dipakai sebagai pegangan. Kekerasan  Kekerasan dalam uterus o Dinding perut tertumbuk sesuatu (jatuh/ditendang) o Pemasukkan alat ke vagina  Kekerasan selama proses kelahiran o Kemungkinan terjadi trauma kelahiran yang wajar harus dipikirkan sebelum menduga adanya tindak kekerasan PEMBUNUHAN ANAK SENDIRI (INFANTICIDE) 17 . Kelalaian Pada peristiwa kelahiran sering dijumpai kelalaian. karena waktu penutupannya bervariasi (tidak tepat). mati akibat asfiksia. hal ini tidak dapat ditentukan dengan pasti. Berapa lama bayi hidup Lamanya bayi hidup (bila hidup lebih dari 24 jam) dapat dilihat pada: perubahan tali pusat. karena setelah bayi lahir.

o Retak tulang tengkorak karena trauma kelahiran (biasanya pada os temporal) pada umumnya hanya sedikit dan tidak disertai luka lecet o kekerasan pada kepala yang disengaja menimbulkan retak yang besar. H. mungkin ditemukan kontusio/laserasi cerebri  Kekerasan yang terjadi setelah kelahiran lengkap o Kekerasan benda tumpul o Suffocation dan gagging o Jeratan atau cekikan o Luka iris atau luka tusuk o Tenggelam 6. ada luka lecet. Tanda-tanda perawatan (Apuranto. Periksa golongan darah 7. dan Hoediyanto. 2007) PEMBUNUHAN ANAK SENDIRI (INFANTICIDE) 18 .

Apakah terdapat tanda-tanda perawatan? c. Dasar Hukum Menyangkut Pembunuhan Anak Sendiri tertera dalam KUHP pasal 341. 3. Apakah pada anak tersebut didapatkan kelainan bawaan yang dapat mempengaruhi kelangsungan hidup bagi si anak? PEMBUNUHAN ANAK SENDIRI (INFANTICIDE) 19 . Apakah ada luka-luka yang dapat dikaitkan dengan penyebab kematian? d. 342. Apakah anak tersebut dilahirkan hidup atau lahir mati? b.343. Apakah anak yang dilahirkan itu cukup bulan dalam kandungan? e.BAB III KESIMPULAN 1. Pembunuhan anak sendiri (infanticide) yaitu pembunuhan yang dilakukan oleh seorang ibu atas anak kandungnya pada saat lahir atau tidak lama kemudian karena takut ketahuan telah melahirkan anak. 2. Pemeriksaan kedokteran forensik pada kasus pembunuhan anak atau yang diduga kasus pembunuhan anak ditujukan untuk memperoleh kejelasan di dalam hal sebagai berikut: a.

fk. 1997. Budiyanto et al. Jakarta: Bagian Kedokteran Forensik Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. September 17). Desember 12). 2008. Available from: http://www.uwks. Ilmu Kedokteran Forensik.M.DAFTAR PUSTAKA Affandi et al. Pedoman Ilmu kedokteran Forensik. A. Jakarta: Binarupa Aksara. Vol 58 Nomor 9. PEMBUNUHAN ANAK SENDIRI (INFANTICIDE) 20 . dan Hoediyanto. 2007. 1997. Buku Ajar Ilmu Kedokteran Forensik dan Medikolegal. September 2008. (Last Update: 2008.id (accesed: 2012. Apuranto. Idries. Pembunuhan Anak (Infanticide). Majalah Kedokteran Indonesia. Hoediyanto.ac. Surabaya: Bagian Ilmu Kedokteran Forensik & Medikolegal Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga. H. Pembunuhan Anak Sendiri (PAS) Dengan Kekerasan Multipel.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->