Nama N.I.

M

: :

Muhammad Yusro Annur 0907136138 Bahan Kontruksi Teknik Kimia (BKTK) A

Mata Kuliah : Kelas :

Soal Mengapa semen, gelas, dan refraktori termasuk dalam klasifikasi dan ciri-ciri keramik ? jelaskan !

Jawab ;

Semen
Semen mempunyai arti kata mampu mengikat partikel-partikel menjadi satu (Riyanto, 1991). Istilah semen pertama kali dikemukakan pada zaman Roma yang mendapatkan bahwa air yang ditambah pada campuran kapur tohor gamping yang sudah dibakar (CO) dengan abu volkanik dari kata puzzuoli memproduksi serangkaian reaksi yang menyebabkan gumpalan itu menghablur kembali dan mengeras, oleh bangsa Roma disebut sebagai pozzoland cement. Kemudian pada tahun 1984 disempurnakan oleh Yoseph Aspidin menjadi portland cement. Semen portaland adalah semen yang disusun oleh senyawa-senyawa utama CaO, SiO2, Al2O3, dan Fe2O3. semen portland mengandung satu atau lebih senyawa kalsium sulfat. Senyawa ini terbentuk pada waktu penggilingan karena adanya penambahan bahan-bahan mentah. Campuran tersebut membentuk clinker yang kemudian ditambah dengan gypsum maka akan terbentuk semen portland. Bahan Baku Semen portland. Bahan baku semen porland diantaranya adalah 1. Batu gamping (77%). Batu gamping ini digunakan untuk mendapatkan komposisi CaO. Batugamping yang digunakan harus memenuhi syarat-syarat tertentu, antara lain:
o o o o

Mempunyai kadar karbonat tinggi (> 48%). Mempunyai kadar Mg rendah (< 1,8%). Tidak mengandung Zn dan Pb. Mempunyai kadar air kurang dari 20%.

Pada semen portland gypsum ini dipakai untuk memperlambat proses pengerasan seman. Sedikit mengandung sulfit. Senyawa-senyawa tersebut antara lain MgO. 3. Pasir besi (2%). dan foshfor. Pasir besi digunakan untuk memudahkan proses pelelehan bahan-bahan mentah pada saat pengilingan. 4. Visikositas meningkat. Batu lempung digunakan untuk mendapatkan komposisi Al2O3 dan SiO2. Pasir kuarsa digunakan sebagai bahan pengoreksi komposisi SiO2. Dampak yang ditimbulkan oleh senyawa-senyawa tersebut adalah: 1. Gypsum ini merupakan material terakhir yang ditambahkan kedalam clinker dan digiling secara bersama-sama sampai tercapai ukuran butir tertentu. . batulempung yang digunakan harus memenuhi persyaratan sebagai berikut: o o Mempunyai kadar SiO2 tinggi (> 48%). Na2O. Alkali (K2O dan Na2O). Batu lempung (15%). pada saat pembakaran sehingga 2. Gypsum. 5. Pasir kuarsa (6%). 2. o o Mudah terjadi keretakan karena adanya pemuaian bentuk. sehingga jumlahnya perlu dibatasi. Disamping bahan-bahan tersebut di atas diperhatikan pula beberapa senyawa kimia yang apabila jumlahnya berlebihan akan mempengaruhi mutu semen dan proses pembakaran. sulfat dan alkali. pasir kuarsa sangat dibutuhkan apabila kandungan kwarsa pada batulempung rendah. Clinker cenderung menggumpal mempengaruhi jalannya operasi. sulfit dan alkali. K2O.o Sedikit mengandung sulfat. SO3. MgO yang terlalu tinggi dapat menyebabkan: o Viskositas tinggi. bila terlalu tinggi dapat menyebabkan: o o Meningkatnya sifat mudah terbakar pada temperatur rendah. CL.

kapur. Hal penting dalam pembuatan bahan itu adalah pendinginan bertahap dan perlahan-lahan. SO4). feldspar. Pembuatan Gelas Gelas dibuat dari campuran pasir kuarsa. natrium sulfat. benda berongga.Mula-mula bahan didinginkan sampai temperatur transformasi(perubahan dari plastis ke elastis). Senyawa sulfur (SO2. bila terlalu tinggi dapat menyebabkan: o Mempercepat reaksi clinkerisasi. senyawa boron dan aluminium serta bahan aditif lain. Fosfor. SO3. batang dan barang yang dipres) dapat dibuat langsung dari leburan tersebut.3. pipa. batu. 4. Gelas ialah produk yang “amorf dan bening dengan kekerasan dan elastisitas yang cukup. Setelah perubahan tersebut. yang merupakan senyawa kimia dengan susunan yang kompleks. Senyawa tersebut diperoleh dengan membekukan lelehan yang lewat dingin. campuran dileburkan misalnya pada temperatur 600oC. o Menambah pembentukan fase cair. bila terlalu tinggi dapat menyebabkan: o Terbentuk labih banyak senyawa KCl dan NaCl yang dapat menyebabkan masalah dalam operasional dimana seluruh senyawa akan menguap pada tahap pembakaran. Gelas Gelas termasuk kelompok vitroida atau termogel. Dalam oven. Produk-produk jadi atau setengah jadi (misalnya pelat. tetapi sangat rapuh. tergantung pada jenisnya. Dengan cara demikian tidak akan terjadi tegangan dalam bahan yang dapat mengakibatkan retak secara tiba-tiba pada bahan ketika digunakan. Leburan tersebut didinginkan sampai Pembuatan gelas kira-kira 1100oC. 5. apabila terlalu tinggi dapat mengakibatkan: o Menurunkan temperatur terbentuknya fase cair sebesar 100°C dan menurunkan viskositas. Sifat-sifat . soda. Khlorida (Cl). bahan didinginkan lagi hingga tuntas.

hidrogen. membakar. misalnya HCl 30%. Gelas kimia akan berubah sifatnya setelah digunakan bertahun-tahun atau dalam waktu yang lebih singkat lagi bila dipakai untuk temperatur yang lebih dari 150oC. Bahan aditif khusus seperti boron oksida dapat membuat gelas kimia lebih tahan terhadap bahan kimia dan perubahan temperatur. akan terjadi tegangan. Kuarsa memiliki sifat tennis yang lebih baik karena koefisien pemuaiannya sangat kecil. Perubahan ini dimulai dengan teradinya kristalisasi pada beberapa tempat dan akhimya pada seluruh tempat. dan agak mudah rusak oleh basa panas dengan pH 7 – 10. Ketahanan kimia Gelas sangat mudah rusak oleh lelehan alkali. Dengan demikian. Refraktori Refraktori secara umum dapat didefinisikan sebagai suatu bahan tahan terhadap suhu tinggi yang berbentuk bata dan bubuk (powder). atau melebur bahan industri (Hari.Gelas merupakan bahan yang dapat ditembus oleh cahaya tampak dan sinar infra merah. Pemanasan akan menyebabkan pemuaian gelas yang besarnya sangat berbeda satu sama lain (tergantung koefisien pemuaian). Gelas yang mengandung Pb tidak dapat dilewati oleh sinar Rontgen. Karena gelas bersifat rapuh. fluorida. tetapi tidak oleh sinar ultraviolet. (pH10). Bila pemanasan atau pendinginan berlangsung terlalu cepat atau terkonsentrasi pada satu titik. gelas menjadi lebih rapuh dan tidak dapat digunakan. 2002) Kandungan Senyawa Refraktori Bahan-bahan yang terdapat dalam refraktori. Berikut ini beberapa senyawa oksida yang terdapat dalam refraktori: Nama Material Titik Lebur (oC) Silikon OksidaKalsium 17132572 Oksida 2800 Magnesium Oksida 1580 Besi (III) Oksida 2050 Nama Material Titik Lebur (oC) VanadiumWolfram 19003410 Karbon Krom Oksida 3727 2275 . alkali karbonat. Dalam industri. tegangan tersebut dapat menimbulkan retakan. refraktori adalah sebagai bahan anorganik dalam konstruksi peralatan yang digunakan untuk memanaskan. biasanya merupakan senyawa oksida logam yang memiliki daya tahan terhadap suhu tinggi. serta larutan panas asam anorganik yang mengandung air. sering juga disebut high temperature material. sedangkan refraktori menurut ilmu material adalah bahan anorganik yang tidak meleleh atau melebur pada suhu tinggi.Gelas merupakan isolator listrik yang baik dan penghantar panas yang buruk (terutama glass wool).

(1) Titik lebur. biasanya refraktori melunak secara berangsur akibat adanya aksi kimia yang disebabkan berbagai kondisi pada tanur. Mg(NO3)2. suhu pengerjaan didalam tanur. dan beban yang diberikan pada waktu pemanasan. dapat dilihat pada Tabel 2. Titik lebur dari beberapa contoh umum refraktori. (3) Magnesium Oksida Magnesium oksida mempunyai titik leleh 2800°C. 2003). Bahan Bata lempung api Kaolinit Titik Lebur (0C) 1600 – 17501785 . (2) Kalsium Oksida Senyawa padat putih dengan titik leleh 2572 °C dibentuk melalui pemanasan kalsium dengan oksigen atau dari penguraian kalsium karbonat (batu kapur). abu bahan bakar. (4) Besi (III) Oksida Suatu zat padat berwarna coklat kemerah-merahan dengan titik leleh 1580 oC. Silikon oksida juga dapat dibentuk dari silikon yang direaksikan dengan oksigen membentuk dioksida. Sifat-sifat Refraktori Aksi kimia mugkin terjadi karena kontak dengan kerak. atau dari penguraian garam-garam Mg-nya seperti Mg(OH)2.1. Kebanyakan refraktori komersial melunak secara berangsur dalam jangkauan suhu yang cukup luas dan tidak mempunyai titik cair yang tajam. dapat dibuat dengan memanaskan magnesium dengan oksigen.1 Kandungan yang terdapat dalam refraktori (1) Silikon Oksida Silikon oksida banyak dijumpai dalam bebatuan dan mineral-meneral. serta reaksi kimia yang berlangsung. Oleh karena itu. yang dapat diperoleh dengan memanaskan Fe(OH)3 atau FeSO4 pada suhu tinggi (Sunarya. mempunyai titik leleh 1713 oC. Seperti pada refraktori untuk dinding tanur. karena biasanya terdiri dari berbagai mineral. baik yang berupa zat murni maupun produk teknis. gas tanur.Alumunium Oksida Tabel 2. MgCO3. untuk penggunaan refraktori perlu diperhatikan bahan baku yang digunakan. atau dengan produk-produk seperti kaca atau baja.

Makin tinggi porositas suatu bata.2 Titik lebur berbagai refraktori (2) Porositas Porositas berkaitan langsung dengan berbagai sifat fisika bata lainnya. 1996). sangat tahan terhadap perubahan termal yang berlangsung mendadak dan juga paling sedikit mengalami regangan (Austin. (3) Ketahanan terhadap perubahan suhu Bata yang mempunyai ekspansi termal paling rendah dan teksturnya paling kasar. Untuk setiap jenis bata tertentu. Kesimpulan . termasuk ketahanan terhadap serangan kimia. makin mudah bata tersebut dipenetrasi oleh fluks cair dan gas.Bata silika Bata bauksit Bata lempung alumina tinggi Mulit Silimanit Forsterit Kromit Bata krom Alumina Silikon karbida Bata magnesia Bata zirkonia Boron nitride 1700 1732 – 1850 1802 – 1880 1810 1816 1890 1770 1950 – 2200 2050 2700 2200 2200 – 2700 2720 Tabel 2. bata yang porositasnya paling rendah adalah yang paling keras dan paling tinggi konduktivitas termal dan kapasitas kalornya.

techical ceramic) adalah keramik yang dibuat dengan menggunakan oksida-oksida logam atau logam. Penggunaannya: elemen pemanas. Kaolin merupakan masa batuan yang tersusun dari material lempung dengan kandungan besi yang rendah. bricks).  Keramik tradisional Keramik tradisional yaitu keramik yang dibuat dengan menggunakan bahan alam. seperti kuarsa.  Koalin. Pasir kuarsa adalah bahan galian yang terdiri atas kristal-kristal silika (SiO 2) dan mengandung senyawa pengotor yang terbawa selama proses pengendapan. dan pada bidang medis. seperti: oksida logam (Al2O3. natrium felspar (NaAlSi3O8). berwarna putih bening atau warna lain bergantung pada senyawa pengotornya. Fe2O3.Dari penjelasan semen. advanced ceramic. dengan disertai mineral penyerta. . dan K2O. 2. 2004).  Keramik halus Fine ceramics (keramik modern atau biasa disebut keramik teknik. berat jenis 2. Prinsipnya keramik. gelas. Pasir kuarsa mempunyai komposisi gabungan dari SiO2. MgO.  Flaspar. kalsium felspar (CaAl2Si2O8) dan barium felspar (Ba Al2Si2O8) sedangkan secara mineralogi felspar dikelompokkan menjadi plagioklas dan K-felspar. semikonduktor. Al2O3. dll. keperluan rumah tangga (tile. dan untuk industri (refractory). (Joelianingsih. kekerasan 7 (skala Mohs).  Pasir Kuarsa. Kaolin mempunyai komposisi hidrous alumunium silikat (2H2O. seperti 1. Yang termasuk keramik ini adalah: barang pecah belah (dinnerware). kaolin. CaO. dan refraktori diatas merupakan hal-hal yang termasuk dalam keramik. engineering ceramic. TiO2.2SiO2). Bahan Pembuatan Keramik. ZrO2.dll).Al2O3. dan umumnya berwarna putih atau agak keputihan. titik lebur 1715 0C.65. MgO. komponen turbin. Felspar secara kimiawi dibagi menjadi empat kelompok mineral yaitu kalium felspar (KAlSi3O8).

185. Karakteristik Keramik. 3. panas sfesifik 0. konduktor bahkan  Memiliki sifat termal yang tinggi dan bersifat optik yang dapat menangkap dan meneruskan cahaya. semikonduktor.  Sifatnya dapat berupa magnetik dan non-magnetik. dapat insulator.  Kapasitas panas yang baik dan konduktivitas panas yang rendah. .  Sifat listriknya superkonduktor. dan konduktivitas panas 12 – 1000C.  Tahan korosi.bentuk kristal hexagonal.  Kuat dan keras namun mudah rapuh.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful