GANGGUAN ANXIETAS MENYELURUH ( F41.

1) Pendahuluan Dari studi kepustakaan yang dibuat oleh Lewis pada tahun 1970, ditemukan bahwa istilah anxietas mulai diperbincangkan pada permulaan abad ke-20. Kata dasar anxietas dalam bahasa Indo Jerman adalah ‘’angh’’ yang dalam bahasa latin berhubungan dengan kata ‘’angustus, ango, angor, anxius, anxietas, angina”. Kesemuanya mengandung arti ‘’sempit” atau ‘’konstriksi”. Pada tahun 1894, Freud menciptakan istilah ‘’anxiety neurosis’’. Kata anxiety diambil dari kata ‘’angst” yang berarti ‘’ketakutan yang tidak–perlu’’ . Pada mulanya Freud mengartikan anxietas inu sebagai transformasi lepasnya ketegangan seksual yang menumpuk melalui system saraf otonom dengan menggunakan saluran pernafasan. Kemudian anxietas ini diartikan sebagai perasaan takut atau khawatir yang berasal dari pikiran atau keinginan yang direpresi. Akhirnya nxietas diartikan sebagi suatu respon terhadap situasi yang berbahaya. 1 Anxietas merupakan pengalaman yang bersifat subjektif,tidak menyenangkan. tidak menentu, menakutkan dan mengkhawatirkan akan adanya kemungkuna bahaya atau ancaman bahaya, dan seringkali disertai oleh gejala-gejala atau reaksi fisik tertentu akibat peningkatan aktifitas otonomik. 1,2 Menurut DSM-IV yang dimaksud gangguan cemas menyeluruh adalah suatu keadaan ketakutan atau kecemasan yang berlebih-lebihan, dan menetap sekurang kurangnya selama enam bulan mengenai sejumlah kejadian atau aktivitas disertai oleh berbagai gejala somatik yang menyebabkan gangguan bermakna pada fungsi sosial, pekerjaan, dan fungsi - fungsi lainnya Sedangkan menurut ICD-10 gangguan ini merupakan bentuk kecemasan yang sifatnya menyeluruh dan menatap selama beberapa minggu atau bulan yang ditandai oleh adanya kecemasan tentang masa depan, ketegangan motorik, dan aktivitas otonomik yang berlebihan. 1,3

Epidemiologi Gangguan cemas menyeluruh merupakan gangguan anxietas yang paling sering dijumpai, diklinik, diperkirakan 12 % dari seluruh gangguan anxietas. Prevalensinya di masyarakat diperkirakan 3 %, dan prevelansi seumur hidup (life time) rata-rata 5 %. Di Indonesia prevalensinya secara pasti belum diketahui, namun diperkirakan 2% -5%. Gangguan ini lebih sering dijumpai pada wanita dengan ratio 2 : 1, namun yang datang meminta pengobatan rationya kurang lebih sama atau 1 :1 antara laki-laki dan wanita. 1

Etiologi Etiologi dari gangguan ini belum diketahui secara pasti, namun diduga dua faktor yang berperan terjadi di dalam gangguan ini yaitu, factor biologic dan psikologik. Faktor biologik yang berperan pada gangguan

Penelitian pada hewan primata yang diberikan suatu agonist inverse benzodiazepine Beta.2 Sehubungan dengan faktor-faktor psikolgik yang berperan dalam terjadinya anxietas ada tiga teori yang berhubungan dengan hal ini.Diduga serotonin mempengaruhi reseptor GABABenzodiazepin complex sehingga ia dapat berperan sebagai anti cemas. Teori eksistensial bependapat bahwa terjadinya anxietas adalah akibat tidakadanya rangsang yang dapat diidentifikasi secara spesifik. sedangkan norepinefrin terutama berperan pada gangguan panik. sedangkan obat-obatan menurunkan kadar norepinefrin akan menyebabkan depresi. Kecemasan berlebihan dan mengganggu aspek lain kehidupan pasien Gejala klinis Gangguan Cemas Menyeluruh meliputi: 5.Carboline-Carboxylic-Acid (BCCA) menunjukkan gejala-gejala otonomik gangguan anxietas. penyimpangan dalam proses informasi. 1.serotonin. Pengaruh dari neutronstransmitter ini pada gangguan anxietas didapatkan dari peranan benzodiazepin pada gangguan tersebut. dan kewaspadaan kognitif. dan pandangan yang negative terhadap kemampuan pengendalian dirinya . ketegangan motorik. Benzodiazepin dan GABA membentuk “GABABenzodiazepin complex”yang akan menurunkan anxietas atau kecemasan. Teori behavior beranggapan bahwa terjadinya anxietas ini adalah akibat tanggapan yang salah dan tidak teliti terhadap bahaya. hiperaktivitas otonomik. Ketiadaan ini membuat orang menjadi sadar akan kehampaannya di dalam kehidupan ini . dan gamma amino butiric acid atau GABA . Norepinefrin bersifat merangsang timbulnya anxietas. Kemungkinan lain adalah interaksi antara serotonin dan norepinefrin dalam mekanisme anxietas sebagai anti cemas.2 Dugaan akan peranan norepinefrin pada gangguan cemas didasarkan percobaan pada hewan primata yang menunjukkan respon kecemasan pada perangsangan locus sereleus yang ditunjukan pada pemberian obat-obatan yang meningkatkan kadar norepinefrin dapat menimbulkan tanda-tanda kecemasan. 1.ini adalah ‘’neurotransmitter’’. Namun menurut Iskandar neurotransmitter yang memegang peranan utama pada gangguan cemas menyeluruh adalah serotonin. Menurut teori psiko-analitik terjadinya anxietas ini adalah akibat dari konflik unconscious yang tidak terselesaikan. 1 Peranan Gamma Amino Butiric Acid pada gangguan ini berbeda dengan norepinefrin. Ketidaktelitian ini sebagai akibat dari perhatian mereka yang selektif pada detildetil negative dalam kehidupan. dan teori eksistensial. 1.3 Mengenai peranan serotonin dalam gangguan anxietas ini didapatkan dari hasil pengamatan efektivitas obat-obatan golongan serotonergik terhadap anxietas seperti buspiron atau buspar yang merupakan agonist reseptor serotorgenik tipe 1A (5-HT 1A).Ada tiga neurotransmitter utama yang berperan pada gangguan ini yaitu.6 . teori behavorial. sedangkan Gamma Amino Butiric Acid atau GABA bersifat menghambat terjadinya anxietas ini.4 Gambaran klinik : Gejala utama dari ganguan anxietas adalah rasa cemas. yaitu : teori psikoanalitik. 1. norepinefrin .

gemetaran.) b) ketegangan motorik (gelisah. berkeringat. keluhan lambung. pusing kepala. sakit kepala. khususnya depresi. 2. jantung berdebar-debar. merasa seperti diujung tanduk . epigastrik. yang tidak terbatas atau hanya menonjolkan pada keadaan situasi khusus tertentu saja. takipnea. tidak membatalkan diagnosis utama gangguan anxietas menyeluruh. selema hal tersebut tidak memenuhi kriteria lengkap dari episode depresi. berkeringat.6 1. yang tidak terbatas atau hanya menonjol pada keadaan situasi khusus tertentu saja (free floating atau mengambang) • Gejala-gejala tersebut biasanya mencakup unsur-unsur berikut: o Kecemasan (khawatir akan nasib buruk seperti berada di ujung tanduk. Gejala-gejala tersebut biasanya mencakup unsur-unsur berikut: a) kecemasan (khawatir akan nasib buruk. Diagnosis Berdasarkan PPDGJ-III kriteria diagnostik untuk gangguan campuran anxietas menyeluruh adalah sebagai berikut: 5. mulut kering dsb) d) pada anak-anak sering terlihat adanya kebutuhan berlebihan untuk ditenangkan (reassurance) serta keluhan-keluhan somatik berulang yang menonjol.sakit.sesak napas. gangguan anxietas fobik. sesak napas. jantung berdebar-debar. dan gangguan lainnya) • Pada anak-anak sering terlihat adanya kebutuhan berlebihan untuk ditenangkan serta keluhan somatik berulang yang menonjol • Adanya gejala-gejala lain yang sifatnya sementara (untuk beberapa hari). gangguan panik atau gangguan obsesif kompulsif. tidak dapat santai. pusing kepala. mulut kering. takikardi. e) adanya gejala-gejala lain yang bersifat sementara (untuk beberapa hari). Penderita harus menunjukkan anxietas sebagai gejala primer yang berlangsung hampir setiap hari untuk beberapa minggu sampai beberapa bulan. khususnya depresi. dll) o Ketegangan motorik (gelisah. sulit konsentrasi dan dsb.gemetaran tidak dapat santai) c) overaktifitas otonomik (kepala terasa ringan . selama hal tersebut tidak memenuhi .kepala. tidak membetalkan diagnosis utama Gangguan anxietas menyeluruh. sulit berkonsentrasi.• Penderita menunjukkan anxietas sebagai gejala primer yang berlangsung hampir setiap hari untuk beberapa minggu sampai bulan. dsb) o Overaktivitas otonomik (terasa ringan.

anti insomnia. Nitrazepam : dosis anti-anxietas dan anti insomnia berdekatan lebih efektif sebagai anti insomnia c.kriteria lengkap dari episode depresi (F32. terapi ini memiliki keunggulan jangka panjang dan jangka pendek. anti konvulsan. Diazepam : ” broadspektrum” b. Pengobatan mungkin memerlukan cukup banyak waktu bagi klinisi yang terlibat. Klinisi harus menyingkirkan intoksikasi kafein.7 1. 2 Terapi Pengobatan yang paling efektif untuk pasien dengan kecemasan menyeluruh adalah pengobatan yang mengkombinasikan psikoterapi dan farmakoterapi. Farmakoterapi 6. Pendekatan kognitif secara langsung menjawab distorsi kognitif pasien dan pendekatan perilaku menjawab keluhan somatik secara langsung. putus alkohol dan putus sedatif atau hipnotik. Diagnosis Banding Diagnosis banding gangguan kecemasan menyeluruh adalah semua kondisi medis yang menyebabkan kecemasan. Lorazepam : ” short half life benzodiazepine ” . elektrokardiogram. 2. terapi yang menawarkan ketentraman dan kenyamanan bagi pasien.7 Golongan benzodiazepine sebagai “drug of choice” dari semua obat yang mempunyai efek anti-anxietas.6 a) Terapi kognitif perilaku. Pemeriksaan medis harus termasuk tes kimia darah standar.0) atau gangguan obsesif-kompulsif (F42). gangguan anxietas fobik (F40) gangguan panik (F41. b) Terapi suportif. . memusatkan untuk mengungkapkan konflik bawah sadar dan mengenali keuatan ego pasien. Psikoterapi Pendekatan psikoterapi untuk gangguan kecemasan menyeluruh meliputi : 2. 2. untuk pasien-pasien dengan kelainan fungsi hati dan ginjal. a.). penyalahgunaan stimulan. Spektrum klinis benzodiazepine meliputi efek antianxietas. Clobazam : ”psychomotor performance” paling kurang terpengaruh. premdikasi tindakan operatif.6. dan tes fungsi tiroid. untuk pasien dewasa dan usia lanjut yang ingin tetap aktif d. c) Terapi berorientasi tilikan. potensi dan keamanannya. disebabkan spesifitas.

Simposium Anxietas Konsep Diagnosis dan Terapi Mutakhir. Available from URL : http://www. 2001. Prognosis Perlangsungan dari gangguan ini bersifat kronis residif dan prognosisnya sukar diramalkan. [online]. Panduan Praktis Penggunaan Klinis obat Psikotropika ed. Jakarta. Idrus F. 2001. 3.1. Surabaya: Airlangga University Press. Sinopsis Psikiatri.250-62 5.j_med_nus. Ketiga.1 DAFTAR PUSTAKA 1. Grebb JA. Jakarta: Binarupa Aksara. p. 1997. Vol. Mansjoer A. p. p. 7. Jakarta: Media Aesculapius FKUI.F. 1990 4. Sebanyak 25 % dari penderita gangguan ini mengalami gangguan panik. dkk. Wibisono S. 1-62. 2001 . Alprazolam : efektif untuk anxietas antisipatorik ” onset of action lebih cepat dan mempunyai komponen efek anti depresi.com 2. Maramis W.e. 6. Nerosa. 2006 Mar 1 [cited 2008 Mar 16] . Maslim R. Ilmu Kedokteran Jiwa. 2004.27 No. Saddock BJ. Jakarta : Bagian ilmu kedokteran Jiwa FK-UNIKA Atmajaya. Kaplan HI. Jakarta: PT Nuh Jaya. 74. Kapita Selekta Kedokteran. Maslim R. Diagnosis Gangguan Jiwa / PPDGJ-III. Anxietas dan Hipertensi.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful