PRESENTASI KASUS

SEORANG WANITA USIA 49 TAHUN DENGAN SKIZOFRENIA TAK TERINCI DI RUMAH SAKIT JIWA DAERAH SURAKARTA

Disusun Oleh : Aflifia Birruni Sabila G99122009

Penguji : dr. Wahyu Nur Ambarwati, SpKJ

KEPANITERAAN KLINIK ILMU KEDOKTERAN JIWA FAKULTAS KEDOKTERAN UNS / RS JIWA DAERAH SURAKARTA SURAKARTA 2013

P. P. Alloanamnesa Alloanamnesa dilakukan kepada Ny. Keluhan Utama: Bicara kacau B. Autoanamnesis dilakukan di bangsal Wisanggeni RS Jiwa Daerah Surakarta pada tanggal 11 September 2013 2. Blora : SMEA : Tidak Bekerja : Belum Menikah : Islam : Jawa : 4 September 2013 : 11 Sepetember 2013 : 05 10 16 II. pekerjaan berdagang. usia 57 tahun.STATUS PENDERITA I. Alloanamnesis dilakukan terhadap tante pasien yaitu Ny. pendidikan terakhir SMEA. melalui telepon. usia 57 tahun. RM : Ny. RIWAYAT PSIKIATRI Riwayat penyakit pasien didapatkan dari anamnesis terhadap pasien (autoanamnesis) maupun dari keluarga (alloanamnesis). Jiken. A. 1. selaku kakak 2 . BL : 49 tahun : Perempuan : Jiken RT 3/8. Riwayat Penyakit Sekarang: 1. IDENTITAS PASIEN Nama Umur Jenis Kelamin Alamat Pendidikan Pekerjaan Status Agama Suku Masuk Rumah Sakit Tanggal Pemeriksaan No. pada tanggal 11 September 2013.

Ny. Selama di Jawa pasien 3 . bahkan sudah meminjami uang 5 juta yang dipinjam dari Ny.P. Rencana tersebut tidak terlaksana karena kekasihnya masuk penjara akibat kasus narkoba. keadaan pasien membaik namun masih sering bicara kacau. berteriak-teriak dan menangis. Pasien sering mengatakan kalau Bapak Alloh tidak membolehkannya untuk mandi. sekitar 6 bulan kemudian pasien ikut adiknya merantau ke Sumatera. pasien dapat bekerja secara baik sebagai distributor di perusahaan kosmetik. Karena merasa ada gangguan pada pasien. Saat itu Ny. tanpa Ny.B dibawa ke RS Jiwa karena bicara kacau. P dan saudara pasien yang lain membawa pasien untuk berobat ke dukun. P ketahui apa penyebabnya. Gejala makin memburuk saat pasien melihat kasus kekasihnya tersebut ditayangkan di TV. Gejala ini pertama kali muncul + 1 tahun yang lalu.D yang berjanji akan menikahi pasien. Sekitar satu bulan kemudian. Saat itu pasien memiliki seorang kekasih bernama Tn. Sekitar dua bulan kemudian pasien dibawa pulang ke Jawa dengan pakaian compang-camping karena tidak punya pakaian lagi. P mengatakan bahwa setelah dibawa ke dukun pasien sembuh. Setelah sembuh.BL kumat lagi. tidak mau mandi. menolak untuk mandi dan melakukan aktivitas apapun. Pasien rutin mengunjungi kekasihnya tersebut. saudara Ny. dan mengurus diri. Di Blora. Gejala yang muncul saat itu pasien sering mengamuk. makan. Di Sumatera.kandung pasien yang tinggal bersebelahan dengan rumah pasien.BL tiba-tiba tidak mau bekerja lagi.B untuk membebaskan kekasihnya. Ny. dll.P melaporkan kalau Ny. Namun ternyata sampai sekarang kekasihnya belum dapat keluar dan uang yang dipinjamkan tersebut juga belum dapat dikembalikan oleh pasien kepada Ny. P menceritakan bahwa Ny. bahkan sering tidak mau memakai pakaian. Ny.

Selama ini pasien sudah bekerja pindah-pindah tempat. Wajah pasien tampak sesuai usia dan perawatan diri cukup. dan Sumatera. Ny.membantu Ny. Selama masa sekolah. BL dengan usia 49 tahun. Jakarta. Bandung. Pasien tumbuh dengan gizi yang seimbang dan baik. seperti Surabaya. pasien menempuh pendidikan hingga lulus SMEA. Ny. Pasien mampu menyelesaikan setiap tahapan sekolah dengan baik dan tidak pernah tinggal kelas. 2. mempunyai banyak teman dan suka bepergian. Dalam hal pendidikan.P mengatakan bahwa memang belum ketemu. tidak pernah mengalami masalah dengan keluarga atau tetangga yang berarti. Ketika ditanya mengenai mengapa ia dibawa ke RSJ. Pasien merupakan seorang anak yang cukup baik. Ia menjawab bernama Ny. pasien tergolong siswa yang cukup baik dan aktif. Pasien dapat menjawab dengan baik ketika ditanya mengenai identitas dirinya. Kalimantan. 4 .P mengatakan tidak ada masalah. Ketika pemeriksa menanyakan mengapa pasien belum menikah hingga saat ini. Pasien tidak memiliki riwayat trauma kepala.P berjualan di warung makan dan tinggal bersama adik iparnya serta kedua keponakannya. mungkin karena pasien sering berpindah-pindah tempat. tumbuh kembang normal seperti anak lainnya. pasien mengatakan bersedia asal tidak dimasukkan ke TV atau koran. Selama tumbuh kembang pasien. Pemeriksa mendatangi pasien yang berada di tempat tidur dan meminta pasien untuk diwawancarai. Ny. P bercerita bahwa selama ini pasien merupakan seorang yang terbuka. Autoanamnesa Autoanamnesa dilakukan di bangsal Drupadi saat pasien selesai makan siang. pasien menjawab bahwa dirinya tidak mau mandi. Pasien tidak memiliki riwayat demam tinggi maupun kejang.

pasien mengatakan karena Bapak Alloh tidak membolehkannya demikian. Pasien mengatakan bahwa sekarang ini sudah akhir zaman yang disebabkan oleh pasien yang berpuasa 3 bulan berturut-turut. Saat ditanya apa pasien dapat melihat bapak Alloh pasien menjawab bahwa dia bisa melihatnya dalam mimpi. Pasien mengatakan bahwa bapak Alloh sering menjelaskan bahwa dunia kini rusak karena pasien sering memotong kuku. Selanjutnya pasien bekerja di kalimantan. seharusnya bila dipotong maka potongannya disimpan dan dipendam di rumah. pasien mengaku dia selain dengan Didik juga pernah berpacaran dengan Boi. pasien mengatakan bahwa harusnya rambut itu tidak dipotong dan dibuang sembarangan. Pasien menjawab dia pernah bekerja di surabaya.Saat pasien ditanya alasan mengapa tidak mau mandi. pasien menjawab bahwa dia sudah bekerja berkali-kali dan pindah-pindah. Pernikahan tersebut batal karena kekasihnya terkena kasus sabu dan dipenjara. Saat ditanya bagaimana seharusnya. Dia pacaran dengan Boi selama 5 tahun 5 . yang ditemuinya di Sumatera. pasien menjawab karena berdoa agar kekasihnya keluar dari penjara. disana dia bekerja dengan menitipkan odol ke toko-toko. Begitupula dengan kuku dan baju. yang berwujud lelaki yang sangat tua. rambut dan baju sembarangan. dan pasien mengatakan kalau dulu rambut pasien panjang sekali. Pasien menceritakan bahwa dia mempunyai seorang kekasih sejak SMP yang berjanji akan menikahinya pada tanggal 25 Januari kemarin. bandung. yang bertepatan dengan ulang tahun pasien. dan membantu kakaknya berjualan di warung makan. Ketika pasien ditanya mengapa dia berpuasa 3 bulan. sumatera. Saat pasien ditanya mengenai pekerjaannya. jakarta. Saat ditanya hubungannya dengan lawan jenis. berambut putih. Pasien sudah berusaha membebaskan kekasihnya tersebut dengan menyediakan uang 5 juta yang dipinjamnya dari adik kandungnya.

dia diantar di RSJ. dan lahir lewat jalan lahir. Riwayat Penyalahgunaan obat/zat a.Riwayat opname 3. Riwayat Penyakit dahulu 1. Riwayat Prenatal dan Perinatal Pasien anak keempat dari tujuh bersaudara. Ibu pasien tidak pernah mengalami sakit saat mengandung pasien. Karena toh disini dia juga bisa bertemu dengan saudara saudaranya yang lain (saudara se Nabi Adam) dan membahagiakan saudara-saudaranya. Pasien dapat menjawab dengan tepat saat ditanya mengenai dimana lokasi wawancara saat itu.Riwayat hipertensi . Saat pasien ditanya apakah sebelumnya pasien pernah mengalami gejala yang sama. pasien mengatakan. Riwayat konsumsi obat psikotropik : disangkal D. kehamilan cukup bulan. Pasien lahir normal ditolong oleh dukun desa. Riwayat Gangguan Medis . C. Riwayat Psikiatri Gangguan jiwa sebelumnya : (+) 1 tahun yang lalu dengan gejala yang sama 2. Riwayat merokok : disangkal : disangkal : disangkal : disangkal : disangkal : disangkal : disangkal c. tidak apa apa semua orang mengatakan dia gila.Riwayat diabetes mellitus .Riwayat kejang . Riwayat Kehidupan Pribadi 1. pasien menjawab belum pernah. 6 .namun tidak ada kejelasan dan pasien pun meninggalkan pacarnya tersebut pulang ke Jawa. Riwayat konsumsi alkohol b.Riwayat cedera kepala .

Pasien dikenal sebagai pribadi yang aktif dan mempunyai banyak teman. pasien tergolong siswa yang aktif dan dapat mengikuti pelajaran dengan baik. 4.2. Pasien mendapat ASI dan diberikan makanan tambahan saat pasien berusia 6 bulan. Bandung. sebagai karyawan pabrik. senang berolahraga. Selama sekolah pasien merupakan seorang pribadi yang aktif. pasien bekerja berpindah-pindah. Riwayat Agama Pasien beragama Islam. Pasien bekerja berganti-ganti. antara lain di Surabaya. dan Sumatera. Pasien tumbuh normal seperti anak-anak lainnya. Riwayat Masa Anak Akhir (pubertas sampai remaja) Pasien menempuh pendidikan hingga lulus SMEA. dan sholat tidak rutin d. Riwayat Perkawinan Belum menikah b. sales. Kalimantan. Riwayat Pendidikan Pasien tamat SMEA c. Riwayat Pekerjaan Setelah menyelesaikan SMEA. dan punya banyak teman. Riwayat Masa Anak Awal (0-3 tahun) Pasien diasuh oleh ayah dan ibu kandung pasien dengan kasih sayang dan perhatian yang cukup. 5. Riwayat Psikoseksual Pasien menyukai lawan jenis 7 . distributor barang. Jakarta. 3. Riwayat Masa Anak Pertengahan (4-11 tahun) Pasien mulai bersekolah di sekolah dasar saat berusia 6 tahun. Selama bersekolah. dan membantu di warung. Nilai pasien cukup baik dan tidak pernah tinggal kelas. Riwayat Masa Dewasa a.

Situasi Hidup Sekarang Sebelum tinggal di rumah sakit jiwa. E. Riwayat Kemiliteran dan hukum Pasien tidak pernah terlibat dalam kegiatan kemiliteran dan masalah hukum f. Riwayat Keluarga Ket.: : laki-laki : perempuan : laki-laki sudah meninggal : perempuan sudah meninggal : pasien dengan gangguan jiwa : tinggal serumah Tidak ditemukan riwayat keluarga yang memiliki keluhan yang sama atau gangguan jiwa. 8 .e. pasien tinggal di rumah bersama adik ipar dan kedua keponakannya.

Kontak mata pasien dengan pemeriksa adekuat. Pasien menjawab sesuai dengan pertanyaan yang diberikan. Gangguan Persepsi 1. Kesadaran 1. Sikap terhadap pemeriksa Sikap pasien terhadap pemeriksa cukup kooperatif. Kualitatif : compos mentis. pasien bersedia untuk menjawab pertanyaan yang diajukan. perawatan diri cukup. usia 49 tahun. Pembicaraan Pasien menjawab dengan volume dan intonasi cukup. Gambaran Umum 1. Halusinasi : (+) : Pasien mendengar suara dari Bapak Alloh yang menyuruh pasien. 3. menggunakan seragam RS Jiwa Daerah Surakarta berwarna putih. Ilusi : (-) : eutimik : menyempit : tidak serasi Halusinasi auditorik 3. dan artikulasi yang cukup jelas. D. Depersonalisasi : (-) 9 . Penampilan Pasien adalah seorang perempuan. E4V5M6 : berubah C. 2. B.III. Kesesuaian E. PEMERIKSAAN STATUS MENTAL A. Afek 3. 2. Mood 2. Psikomotor Pasien tampak hipoaktif. Kuantitatif 2. Saat ditanya. Pasien tampak berpenampilan sesuai umur. Alam Perasaan 1.

Derealisasi F. Daya ingat  Remote memory : baik. dapat menggambar jam. pasien dapat menceritakan kejadian sebelum dibawa ke RSJ Surakarta dan kapan tepatnya dibawa. Sensorium dan Kognisi 1.  Recent past memory : baik. Pikiran abstrak 10 . perawat. Perhatian : baik : baik. Daya konsentrasi dan perhatian a. 3. dan keluarga  Tempat : baik. pasien mampu menyebutkan apa yang dimakan saat sarapan. Bentuk pikir 2. G. pasien dapat menyebutkan anggota keluarganya dengan benar.  Immediate retention and recall memory : baik. pasien mampu menyebutkan 6 angka yang pemeriksa sebutkan kepada pasien berturut-turut. Kemampuan visuospasial 6. 4. Arus pikir : (-) : non realistik : : logorrhea. Orientasi  Orang : baik. Kapasitas membaca dan menulis 5. : baik. : baik. dapat menyebutkan arti peribahasa. Konsentrasi : baik b.4.  Recent memory : baik. Isi pikir 3. Proses Pikir 1. pasien mengetahui waktu saat dilakukan pemeriksaan yaitu pada siang hari 2. pasien mengetahui sedang berada di rumah sakit jiwa  Waktu : baik. pasien dapat mengenali dokter.

7.Fungsi kesadaran 2. Tilikan Diri: Derajat III I.Fungsi luhur 3. Status Interna 1. Kesadaran 2. Respirasi : 92 kali/menit : 36. Penilaian realita: Terganggu 4. Reliabilitas : informasi yang diutarakan pasien dapat dipercaya. mandi. dan bisa tidur sendiri. pasien dapat makan. IV. minum.Fungsi sensorik N N N N : baik : GCS E4V5M6 : baik : baik : baik 5. Vital Sign: a. Suhu d. PEMERIKSAAN DIAGNOSTIK LEBIH LANJUT A.Fungsi kognitif 4. H. Nadi c. Kemampuan menolong diri sendiri : baik.Fungsi motorik 11 . Status Neurologis 1. Uji Daya Nilai: Baik 3. Tekanan darah : 110/70 mmHg b. Daya nilai sosial: Baik 2.2 oC : 20 kali/menit : compos mentis Kesan: Pemeriksaan vital sign dalam batas normal B. Daya Nilai dan Tilikan 1.

20 – 6. XII dalam batas normal.1 10. VII.30 140–440 Hasil Satuan Nilai normal V. berusia 49 tahun dengan pendidikan terakhir SMEA datang ke RSJD Surakarta dibawa oleh Dinsos Blora karena dikeluhkan oleh keluarganya bicara kacau dan tidak mau mandi serta mengurus diri. Kesan: Pemeriksaan status neurologi dalam batas normal C. Hasil Pemeriksaan Laboratorium Jenis Pemeriksaan HEMATOLOGI Hb Hct AL AE AT KIMIA KLINIK GDS SGOT SGPT 133 31 14 g/dl u/l u/l <130 <31 <32 12.0 4.Nervus cranialis : N III. 1 tahun SMRS pasien memiliki masalah dengan kekasihnya yang berjanji akan menikahinya di hari ulang tahunnya tanggal 25 Januari 12 .5 38.6 321 g/dl  103/l 106/l 103/l 12 – 18 37 – 51 4. IKHTISAR PENEMUAN BERMAKNA Seorang perempuan.5 – 11.Kontraksi otot +5 +5 +5 +5 Tonus otot N N N N Reflek fisiologis +2 +2 +2 +2 Reflek patologis - 6.5 4.

melempar-lempar barang. pasien mendengar perkataan dari seorang laki-laki yang dikenali pasien sebagai bapak Alloh dan menyuruhnya untuk tidak mandi. Namun kemudian pasien tiba-tiba tidak mau bekerja lagi. dll. Oleh keluarganya pasien kemudian dibawa berobat ke dukun. isi pikiran ditemukan waham thought influence dan arus pikirnya koheren. kemampuan visuospasial. namun pasien kemudian tiba-tiba tidak mau bekerja lagi. pasien membaik dan mau bekerja dengan membantu kakaknya berjualan di warung. pikiran abstrak. serta kemampuan menolong diri sendiri baik. tempat. Kurang lebih selama satu bulan pasien dapat bekerja dan beraktivitas dengan baik dan normal. Dua bulan kemudia pasien dipulangkan ke Jawa.tahun lalu. Hasil pemeriksaan status mentalis didapatkan seorang perempuan tampak sesuai dengan usianya dengan perawatan diri cukup. Pernikahan tersebut batal karena kekasihnya masuk penjara di Surabaya akibat masalah narkoba. Daya ingat baik. makan. Mood pasien eutimik. Pasien dapat menjawab pertanyaan pemeriksa dengan intonasi dan volume yang cukup serta artikulasi yang jelas. secara keserasian tidak serasi. Kapasitas menulis dan membaca. Kesadaran pasien secara kuantitatif compos mentis tetapi secara kualitatif berubah. tidak mau mandi. tidak mau mengurus diri seperti mandi dan pergi ke kamar kecil untuk buang air. Pasien mulai terlihat mengalami gangguan saat melihat tayangan di TV mengenai kekasihnya tadi. Orientasi orang. afek menyempit. Di rumah. dan waktu baik. Pasien juga sering berbicara kacau. Bentuk pikiran non realistik. Pasien sembuh dan kemudian ikut adiknya merantau ke Sumatera. uji daya nilai 13 . daya nilai sosial baik. Pasien juga sering mengatakan bahwa kini akhir zaman dan itu karena dirinya yang berpuasa selama 3 bulan dengan tujuan mendoakan kekasihnya agar bisa keluar. Daya konsentrasi dan perhatian baik. Pasien mengatakan bahwa dia bisa melihat bapak Alloh dalam mimpi. mengatakan kalau Bapak Alloh mengatakan kepada dirinya tidak boleh mandi. Pasien mengamuk. dll. berteriak-teriak tidak jelas. bahkan tidak mau berpakaian. Pengendalian impuls baik. Didapatkan halusinasi auditorik. Pasien masih rutin mengunjungi kekasihnya tersebut dan mengurus ibu dari kekasihnya.

FORMULASI DIAGNOSTIK Pada pasien ini ditemukan perilaku dan psikologis yang secara klinis bermakna dan menimbulkan suatu penderitaan (distress) dan hendaya (disability) pada fungsi pekerjaan dan kehidupan sosialnya. afek menyempit. Tilikan derajat II. Didapatkan mood eutimik. dan artikulasi jelas. Halusinasi auditorik didapatkan. Diagnosis Aksis I Pada pemeriksaan fisik dan neurologis tidak ditemukan adanya kelainan yang dapat mengakibatkan terjadinya gangguan pada saat ini.baik dan penilaian realita terganggu. isi pikir: thought influence. 14 . Dari pemeriksaan status mental didapatkan pasien normoaktif dan cukup kooperatif ketika diajak berbicara. Tetapi setelah itu jarang minum obat dan kontrol. sempat mondok di RSJ dan sembuh. Bentuk pikir non realistik. A. Pasien menjawab dengan volume dan intonasi cukup. kualitatif berubah. arus pikir: koheren. Kesadaran kuantitatif compos mentis. Dari anamnesis didapatkan pasien pernah menderita gejala seperti yang dialami sekarang dua tahun yang lalu. Dari anamnesis tidak didapatkan/disangkal riwayat penggunan zatzat adiktif sebelumnya sehingga diagnosis gangguan mental dan perilaku akibat zat psikoaktif (F10-F19) dapat disingkirkan. dan keserasian afek dan mood tidak serasi. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pasien ini menderita gangguan jiwa. sehingga diagnosis gangguan mental organik (F00-F09) dapat disingkirkan. GCS E4V5M6. Berdasarkan data ini. Informasi dari pasien dapat dipercaya. pasien mendengar suara seorang laki-laki yang ditangkap pasien sebagai perintah bapakAllo. kemungkinan organik sebagai penyebab kelainan yang menimbulkan disfungsi otak serta mengakibatkan gangguan jiwa yang diderita saat ini bisa disingkirkan. VI.

Diagnosis Aksis IV Masalah keluarga E.3 Skizofrenia tak terinci : Ciri kepribadian skizoid : Tidak ada diagnosis : Masalah percintaan : GAF 60 – 51 Diagnosis Banding: F20. untuk aksis I. Diagnosis Aksis V Skala GAF saat pemeriksaan : 60 – 51 (gejala sedang.Berdasarkan data-data di atas.3). disabilitas sedang) VII.3). DIAGNOSIS MULTIAKSIAL Axis I Axis II Axis III Axis IV Axis V : F20. Diagnosis Aksis III Tidak ada diagnosis.8 Skizofrenia lainnya VIII. B. D. hebefrenik atau katatonik. Diagnosis Aksis II Tidak ada diagnosis C. Tidak juga memenuhi kriteria untuk skizofrenia residual atau depresi pasca-skizofrenia. Organobiologik : Tidak ada 15 . berdasarkan ulasan di atas dengan berpedoman pada PPDGJ III maka pasien memenuhi kriteria diagnosis Aksis I berupa skizofrenia tak terinci (F20. Tidak memenuhi kriteria untuk diagnosis skizofrenia paranoid. Jadi. DAFTAR MASALAH A. Pasien memenuhi kriteria umum skizofrenia yaitu terdapatnya thought of influence dan halusinasi auditorik. Gejala tersebut terjadi lebih dari satu bulan. pada pasien memenuhi kriteria diagnosis skizofrenia tak terinci (F20. maka sesuai kriteria PPDGJ III.

16 . Medikamentosa 1. c. 3x5 mg 3x2 mg 3x2 mg mengingatkan pasien agar teratur minum obat. bentuk pikir dan arus pikir) 5. dan yakin bisa menghadapinya. Zofredal B. Mendorong pasien agar dapat kembali melakukan aktivitas seharihari secara bertahap dan membantu pasien untuk bisa menerima kenyataan dengan ikhlas.B. Menyarankan kepada keluarga pasien supaya berpartisipasi dalam pengobatan pasien dan memberikan suasana/lingkungan yang kondusif bagi penyembuhan dan pemeliharaan pasien. cara. b. Haloperidol 2. Gangguan persepsi (halusinasi auditorik) 4. Gangguan penilaian realita IX. Terhadap keluarga : a. Penjelasan tentang penyakitnya. RENCANA PENGOBATAN LENGKAP A. b. Gangguan perilaku 2. dan efek samping dari pengobatan yang diterima pasien dan memotivasi pasien supaya minum obat secara teratur serta rajin kontrol. 2. Psikologik : 1. Menjelaskan kepada keluarga pasien tentang gangguan jiwa yang dialami pasien. Terhadap pasien jika kondisi sudah membaik. Mengembangkan potensi diri yang dimiliki pasien. Trihexyphenidyl 3. a. Gangguan alam perasaan (mood dan afek) 3. manfaat. Gangguan proses pikir (isi pikir. serta mengantar pasien saat pasien kontrol. Non Medikamentosa 1.

13. 6.X. 7. 4. 9. 12. 2. PROGNOSIS Good Prognosis No. cerai/janda/duda Riwayat keluarga skizofrenia Sistem pendukung yang buruk Gejala negative Tanda dan gejala neurologis Tidak ada remisi dalam 3 tahun Banyak relaps Riwayat trauma perinatal Keterangan Check List X X X X √ √ X X √ X X X √ 17 . 11. Onset muda Faktor pencetus tidak jelas Onset tidak jelas Riwayat sosial. seksual. 7. Onset lambat Faktor pencetus jelas Onset akut Riwayat sosial dan. 8. 5. pekerjaan premorbid yang baik Gangguan mood Mempunyai pasangan Riwayat keluarga gangguan mood Sistem pendukung yang baik Gejala positif Keterangan Check List X √ √ √ √ X X √ √ Poor Prognosis No. 8. 3. 4. 1. 1. 3. 6. 10. pekerjaan premorbid jelek Perilaku menarik diri Tidak menikah. 9. 5. 2.

14. Riwayat penyerangan √ Kesimpulan Prognosis Ad vitam Ad sanam Ad fungsionam : dubia ad bonam : dubia ad bonam : dubia ad bonam 18 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful