NEW Perang Iklan II

BAB II KERANGKA TEORITIS

2.1.

Penelitian Terdahulu 2.1.1. Jurnal 1 Penelitian mengenai loyalitas pelanggan sebelumnya telah dilakukan oleh Nuriyah Utami Dewi. Dalam penelitian ini, Nuriyah Utami Dewi meneliti mengenai pengaruh terpaan iklan di televisi terhadap loyalitas pelanggan, dan seberapa besar pengaruh terpaan iklan di televisi terhadap loyalitas pelanggan tersebut. Tabel 2.1.1 Ringkasan Penelitian Nuriyah Utami Dewi

14

Judul Penelitian

Pengaruh

Terpaan

Iklan

di

Televisi

Terhadap Loyalitas Pelanggan Peneliti Tujuan Penelitian Nuriyah Utami Dewi Meneliti mengenai pengaruh terpaan iklan di televisi terhadap loyalitas pelanggan, dan seberapa besar pengaruh terpaan iklan di televisi terhadap loyalitas pelanggan tersebut. Teori Yang Digunakan Teori AIDDA yang merupakan rumusan iklan, yang meliputi: Attention yaitu perhatian, Interest yaitu ketertarikan,

Desire yaitu keinginan, Decision yaitu keputusan, dan Action yaitu tindakan. Tipe Penelitian Tipe penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah survey, dengan tipe penelitian eksplanasi karena penelitian ini menganalisis hubungan dua variabel. Objek pada penelitian Ilmu ini adalah sampel mahasiswa angkatan jurusan 2007, Komunikasi

sedangkan

sebanyak 33 orang responden yang diperoleh dengan menggunakan teknik total sampling. Kemudian peneliti menyebarkan kuesioner sebagai alat pengumpul data. Kemudian, kuesioner tersebut di uji tingkat validitasnya dengan menggunakan teknik korelasi product moment dan uji realibilitasnya dengan teknik alpha. Hasil Penelitian Nilai koefisien korelasi sebesar 0.624, yang berarti terdapat hubungan antara variabel bebas dengan variabel terikat. Berdasarkan uji F dan uji t, dapat diperoleh nilai F hitung 19.737, sedangkan pada tingkat signifikansi 0.05 diperoleh F tabel dengan nilai sebesar 4.15 dan nilai t hitung sebesar 4.443, 15 sedangkan pada tingkat signifikansi 5% diperoleh t tabel dengan nilai sebesar 2.042. Hal tersebut berarti F hitung lebih

2.1.2. Jurnal 2 Penelitian mengenai pengaruh iklan terhadap loyalitas

sebelumnya juga telah dilakukan oleh Waseso Segoro dan Nandan Limakrisna (2007). Berikut penjelasan mengenai hasil penelitian tersebut: Tabel 2.1.2 Ringkasan Penelitian Waseso Segoro dan Nandan Limakrisna Judul Penelitian Pengaruh Kebijakan Tarif, Iklan, Dan Proses Pelayanan Terhadap Loyalitas Pelanggan Telkom Flexi Pasca Bayar Peneliti Tujuan Penelitian Waseso Segoro dan Nandan Limakrisna Mengembangkan kebijakan tarif, iklan, dan proses pelayanan pada Telkom Flexi pasca bayar serta memperoleh suatu model yang meliputi besarnya kontribusi pengaruh kebijakan tarif, iklan, dan proses terhadap loyalitas pelanggan Telkom Flexi Classy Tipe Penelitian Sesuai dengan teknik penentuan sampel maka ukuran sampel dalam penelitian ini adalah 80 pelanggan Flexi Classy yang
16

ternyata proses pelayanan dominan mempengaruhi loyalitas pelanggan 2. 17 . Namun apabila dilihat pada setiap variabel.3. Berikut penjelasan mengenai hasil penelitian tersebut: Tabel 2. Sedangkan pemilihan sampel dari populasi digunakan teknik sampel random sampling. dan kualitas layanan. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis pengaruh keempat faktor tersebut terhadap loyalitas merek kartu Indosat IM3. promosi. pada Plasa Telkom di Wilayah Bandung Selatan Hasil Penelitian Kebijakan Telkom Flexi tarif. harga.1. dan proses berpengaruh terhadap loyalitas pelanggan Pascabayar.sudah berlangganan minimal satu tahun.3 Ringkasan Penelitian Sasongko Jati Kumoro Judul Penelitian Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Loyalitas Merek Terhadap Produk Indosat IM3 Peneliti Tujuan Penelitian Sasongko Jati Kumoro Penelitian ini secara khusus menguji faktorfaktor kepuasan konsumen. iklan. Jurnal 3 Penelitian mengenai loyalitas pelanggan sebelumnya juga telah dilakukan oleh Sasongko Jati Kumoro (2010).1.

Melalui metode kuesioner menggunakan terhadap 80 teknik orang quota responden Digunakan Tipe Penelitian memakai kartu Indosat IM3. Akan merekomendasikan merek tersebut pada orang lain. Dalam melakukan pembelian kembali produk tersebut tidak melakukan pertimbangan. 3. 2. Berani membayar lebih pada merek tersebut bila dibandingkan dengan merek yang lain. konsumen yang loyal terhadap suatu merek memiliki ciri-ciri sebagai berikut: 1. Kemudian melalui uji F dapat diketahui bahwa seluruh variabel independen memang 18 ini adalah mahasiswa Fakultas Ekonomi Reguler II Universitas Diponegoro layak untuk menguji . Selalu mengikuti informasi yang berkaitan merek tersebut. Memiliki komitmen pada merek tersebut. 6.Teori Loyalitas Yang Menurut Giddens (2002). 4. 5. Mereka dapat menjadi semacam juru bicara dari merek tersebut dan mereka selalu mengembangkan hubungan dengan sampling yang dengan merek tersebut. Sedangkan populasi yang dijadikan responden dalam penelitian Semarang Hasil Penelitian Pengujian hipotesis menggunakan uji t menunjukkan bahwa keempat variabel independen yang diteliti terbukti secara signifikan mempengaruhi variabel dependen Loyalitas Merek.

Angka Adjusted R Square sebesar 0.5 persen dijelaskan oleh variabel lain diluar keempat variabel yang digunakan dalam penelitian ini. dan harga (X4 ) dan kepercayaan (X5) terhadap loyalitas pelanggan (Y) 19 . independen Sedangkan dalam sisanya sebesar 29. desain produk (X3). 2. Desain Produk.1. Harga Dan Kepercayaan Terhadap Loyalitas Pelanggan Indosat IM3 Pada Mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Diponegoro Semarang Peneliti Tujuan Penelitian Sutrisni Tujuan variabel. Jurnal 4 Penelitian mengenai loyalitas pelanggan sebelumnya juga telah dilakukan oleh Sutrisni (2010). penelitian kualitas ini bertujuan (X1). untuk kualitas menganalisis pengaruh produk masing-masing pelayanan (X2).705 menunjukkan bahwa sebesar 70.variabel depanden Loayalitas Merek.1.4.5 persen variasi Loyalitas Merek dapat dijelaskan oleh keempat persamaan variabel regresi. Berikut penjelasan mengenai hasil penelitian tersebut: Tabel 2. Kualitas Pelayanan.4 Ringkasan Penelitian Sutrisni Judul Penelitian Analisis Pengaruh Kualitas Produk.

532 menunjukkan bahwa 53. Sedangkan sisanya sebesar 46. 3. Konsumen yang loyal lebih mengarah pada kesetiaan terhadap suatu merek.2 persen variasi loyalitas pelanggan bisa dijelaskan oleh kelima variabel independen yang digunakan dalam persamaan regresi. diantaranya : 1. Konsumen yang loyal lebih memilih untuk mengurangi resiko dengan melakukan pembelian berulang terhadap merek yang sama. untuk mengetahui terhadap Kemudian purposive tanggapan analisis masing-masing dilakukan terhadap data-data yang diperoleh berupa analisis kuantitatif dan analisis kualitatif. Dalam penelitian ini Digunakan Tipe Penelitian data dikumpulkan melalui metode kuesioner terhadap 100 orang responden pengguna produk IM3 di Fakultas Ekonomi Universitas Diponegoro dengan mengunakan metode sampling responden variabel.8 persen dijelaskan oleh variabel lain diluar kelimat 20 . Kelompok konsumen minor cenderung untuk lebih loyal. Konsumen yang loyal cenderung lebih percaya diri pada pilihannya. Angka Adjusted R square sebesar 0.Teori Loyalitas Yang Konsumen yang loyal terhadap suatu produk atau jasa memilki beberapa karakter (Assael: 2001). 2. Hasil Penelitian Pengujian hipotesis menggunakan uji t menunjukkan bahwa lima variabel independen yang diteliti terbukti secara signifikan mempengaruhi variabel dependen loyalitas pelanggan. 4.

IMC bergerak menyentuh hati konsumen dengan berbagai cara antara lain: event. Saat ini para produsen semakin mendekatkan diri pada konsumen dalam menyampaikan pesan (iklan) mereka dan berharap dengan cara ini brand mereka tertanam lekat dalam hati konsumen. Perusahaan sudah tidak hanya mengandalkan program periklanan above the line sebagai sarana promosi. dan lainnya. Media penyampai pesan memegang peranan penting dalam proses komunikasi.2. Para perusahaan kini semakin membuka mata dalam melihat pentingnya koordinasi berbagai elemen promosi dan aktivitas marketing untuk berkomunikasi dengan konsumen. menciptakan sinergi sampai hingga menjalin hubungan. pameran.variabel yang digunakan dalam penelitian ini. Tanpa media. Hal ini yang menyebabkan IMC dinilai efektif dalam menciptakan komunikasi antara produsen dan konsumen. Komunikasi Pemasaran Akhir-akhir ini semakin banyak perusahaan yang menerapkan komunikasi pemasaran terpadu (Integrated Marketing Communication/IMC) sebagai strategi pemasaran produknya. pesan tidak akan sampai pada kelompok audience 21 . IMC memiliki ciri mempengaruhi perilaku konsumen. melakukan kontak. IMC melibatkan semua pihak yang berkaitan dalam suatu brand untuk melakukan kontrol penyampaian pesan hingga terjadinya dialog dengan konsumen. 2.

namun hal ini juga membuat biaya yang harus dikeluarkan sebuah perusahaan untuk beriklan bertambah. menentukan sikap. media ini adalah media-media minor yang digunakan untuk mengiklankan produk. tergantung bentuk iklan dan kampanye yang hendak dilakukan oleh pengiklan (Jefkins. namun beriklan pada media lini bawah juga memiliki peranan penting dalam suatu kampanye periklanan. paham.yang diinginkan. pemilihan media yang tepat akan sangat menentukan apakah pesan yang ingin disampaikan pada kelompok sasaran akan sampai atau tidak (Sutisna. 1995). Oleh karena itu. 22 . Dalam beriklan. Meski pun dianggap menjadi media minor. 2003: 283). Sedangkan media lainnya adalah media lini bawah (below-the-line). Media-media tersebut adalah media lini atas (above-the-line) mau pun media lini bawah (below-the-line) adalah periklanan yang menggunakan media primer seperti media elektronik mau pun media cetak. hingga melakukan pembelian adalah suatu langkah penting dalam kegiatan kampanye periklanan. komunikator (produsen) dapat memilih satu mau pun kedua media untuk menyampaikan pesan yang ingin mereka sampaikan. Penggunaan media lini atas memiliki kelebihan dalam menjangkau jumlah audience yang besar. Pemilihan media yang tepat untuk berkampanye iklan dalam rangka membuat pelanggan menjadi tahu. Hal ini disebabkan karena media lini bawah dalam hal-hal tertentu bisa menjadi lebih efektif. Media periklanan meliputi segenap perangkat yang dapat memuat atau membawa pesan-pesan penjualan kepada para calon pembeli.

2. Shimp (2000) menyatakan bahwa sekarang ini banyak konsumen yang mudah mengidentifikasi diri dengan para bintang ini. Endorser Endorser adalah orang yang terlibat dalam komunikasi penyampaian pesan pemasaran sebuah produk. bakat. Sedangkan para pengiklan bangga menggunakan selebriti dalam iklan mereka karena atribut popularitas yang mereka miliki. pesan yang disampaikan oleh sumber yang menarik (kaum selebriti yang sedang ngetop) akan mendapat perhatian yang besar disamping sangat mudah diingat (Royan. Penggunaan selebritis sebagai bintang dalam iklan tertentu dianggap dapat menarik perhatian konsumen akan produk yang diiklankan. seringkali merupakan pemikat yang diinginkan untuk merek-merek yang mereka dukung.2. dan daya tarik fisik mereka. keanggunan. celebrity endorser digunakan sebagai juru bicara agar merek cepat melekat di benak konsumen sehingga konsumen mau membeli merek tersebut. termasuk kecantikan. keberanian. seringkali dengan memandang mereka sebagai pahlawan atas prestasi. Selebritis sebagai pendukung (endorser) dalam suatu kampanye periklanan sudah tidak asing lagi ditemui. jiwa olahraga (athleticisme). 23 .1. kepribadian. kekuasaan dan daya tarik seksual. 2005: 2). Disadari atau tidak. Di dalam iklan. dapat secara langsung maupun secara tidak langsung.

serta daya tarik endorser itu sendiri (likability). dimana faktor-faktor tersebut adalah kredibilitas selebriti. kecocokan dengan khalayak. dan produk itu sendiri (Shimp. selebritis harus memiliki kecocokan atau hubungan yang berarti antara selebriti. Rossiter dan Percy dalam (Royan. untuk menentukan selebriti yang akan digunakan sebagai brand endorser suatu produk. Dalam pemilihan endorser yang tepat. Shimp juga menjelaskan faktorfaktor yang dipertimbangkan ketika mengambil keputusan seleksi selebriti. 2000). Credibility.Asosiasi berulang dari suatu merek dengan seorang selebriti akhirnya membuat konsumen berpikir bahwa merek tersebut memiliki sifat-sifat menarik yang serupa dengan sifat-sifat yang dimiliki oleh selebriti. 2005: 13–20) memiliki 4 tahap yang hendak dicapai yaitu VisCAP (Visibility. Para pengiklan dan biro-biro periklanan bersedia membayar harga yang tinggi kepada kaum selebriti tersebut yang disukai dan dihormati oleh khalayak yang menjadi sasaran dan yang diharapkan akan mempengaruhi sikap dan perilaku konsumen yang baik terhadap produk yang didukung (Shimp. dan daya tarik selebriti. kecocokan dengan merek. Dengan kata lain. Sedangkan menurut Kotler (2004) kredibilitas endorser iklan dapat dilihat dari pengetahuan khusus yang dimiliki komunikator (expertise). 2000). objektivitas dan kejujuran endorser yang dapat diterima (trustworthiness). Antara lain : 1. Visibility 24 . Attraction dan Power). khalayak.

yaitu keahlian dan kepercayaan. dimana keduanya tidak dapat dipisahkan dan harus 25 . Selebriti yang memiliki kemampuan yang sudah dipercaya credibility nya akan mewakili merek yang diiklankan. Yang pertama adalah tingkat disukai audience (likeability) dan tingkat kesamaan dengan personality yang diinginkan pengguna produk (similarity). 2. 3. Credibility Kredibilitas sang bintang lebih banyak berhubungan dengan dua hal. Terdapat dua hal penting dalam penggunaan selebriti jika dihubungkan dengan daya tarik. terutama bagi selebriti yang menjadi endorser banyak produk. dan kesamaan dengan target users. Dan dampak yang akan timbul kemudian adalah bingungnya konsumen ketika menghubungkan produk dengan selebriti yang mengiklankan. Keahlian ini akan berpaut pada pengetahuan selebriti tentang produk yang diiklankan dan kepercayaan lebih merajuk pada kemampuan selebritis untuk memberi keyakinan atau percaya diri pada konsumen suatu produk. Disini popularitas digunakan sebagai acuan maka nantinya akan dapat menimbulkan masalah.Dimana visibility memiliki dimensi seberapa jauh popularitas selebriti. Attraction Attraction lebih menitikberatkan pada daya tarik sang bintang. personality. Produk yang diiklankan akan menjadi pas dengan persepsi yang diinginkan oleh konsumen. tingkat kesukaan masyarakat kepadanya (penggemar). Sang bintang akan selalu nampak di layar televisi sehingga menimbulkan over exposure.

4.saling berdampingan. Salah satu jalan agar memiliki kesamaan dengan personality yang diinginkan oleh target pengguna merek. Adapun yang harus diperhatikan dalam penyusunan pesan iklan adalah (Kotler. 2.2. Isi pesan 26 . Power Power adalah kemampuan selebriti dalam menarik konsumen untuk membeli. Unsur terakhir dari kriteria tersebut adalah menginformasikan bahwa selebriti yang digunakan dalam iklan harus memiliki kekuatan untuk “ memerintahkan “ target audience untuk membeli. Seperti disukai saja tetapi tidak sama dengan keinginan konsumen tentu saja tidak akan mendorong konsumen untuk membeli. 2002: 633): 1. setidaknya selebriti harus mencerminkan personality dari merek yang ingin dibangunnya melalui iklan.2. Pesan Iklan Pesan iklan adalah ide atau berita yang dikomunikasikan atau yang disampaikan kepada audience melalui media iklan.

Daya tarik moral lebih diarahkan pada perasaan audiens tentang apa yang benar dan apa yang baik. dan kebahagiaan. Struktur iklan yang baik adalah dapat memberi pernyataan dan membiarkan pembaca dan pemirsa menarik kesimpulan sendiri. Dalam menentukan isi pesan yang baik. 3. Format pesan 27 . rasa suka dan malu.Komunikator harus memperhitungkan apa yang harus disampaikan kepada khalayak sasaran supaya mendapat tanggapan yang diinginkan. Daya tarik emosional yang positif seperti humor. Daya tarik rasional untuk membangkitkan kepentingan diri audiens yang menunjukkan bahwa produk tersebut akan menghasilkan manfaat yang dikatakan b. Daya tarik emosional negatif seperti rasa takut. Struktur pesan Keefektifan suatu pesan tergantung pada struktur dan isinya. Daya tarik moral sering dipakai untuk mendukung masalah-masalah sosial 2. yaitu: a. rasa bersalah. Daya tarik emosional untuk membangkitkan emosi positif atau negatif yang akan memotivasi audiens. cinta. perlu adanya daya tarik yang unik. c.

Oleh karena itu. pesan tidak akan sampai pada kelompok audiens yang diinginkan. Media Iklan Media penyampai pesan memegang peranan penting dalam proses komunikasi. Adapun tiga faktor yang mempengaruhi kredibilitas sumber pesan.3. c. pemilihan media yang tepat akan sangat menentukan apakah pesan yang ingin 28 . Sumber pesan Dampak pesan yang dirasakan oleh khalayak juga dipengaruhi oleh penerimaan khalayak terhadap pengirim pesan. Sifat disukai (likeability) merupakan daya tarik sumber pesan di mata khalayak. Sifat terpercaya (trustworthiness). Pesan-pesan yang berasal dari sumber terpercaya. dihubungkan khalayak dengan seberapa objektif dan jujurnya sumber tersebut menurut khalayak. b. 2.Format pesan yang dibuat komunikator harus mencolok. Keahlian (expertise): merupakan suatu pengetahuan khusus yang nampak dimiliki oleh komunikator yang mendukung pesan yang disampaikan. Bila disiarkan melalui televisi maka semua elemen tersebut ditambah dengan bahasa tubuh (isyarat non verbal) yang direncanakan. 4. Tanpa media. yaitu: a.2. lebih persuasif sifatnya.

keberlanjutan. Setiap media dan setiap sarana memiliki sekumpulan karakteristik dan keunggulan yang unik. (2) merinci tujuan-tujuan media. menentukan sikap. 1999). (4) pembelian media. bobot. Aspek-aspek itu adalah jangkauan. Para pengiklan berupaya memilih media dan sarana yang karakteristiknya paling sesuai dengan merek yang diiklankan dalam menjangkau khalayak sasaran dan menyampaikan pesan yang dimaksud (Lee. Media periklanan meliputi segenap perangkat yang dapat memuat atau membawa pesan-pesan penjualan kepada para calon pembeli. frekuensi. 1995). paham. (3) memilih media dan sarana-sarananya. Lee (1999) menyatakan bahwa strategi media terdiri dari empat kelompok kegiatan yang saling terkait. Kegiatan-kegiatan itu adalah: (1) memilih khalayak sasaran. media yang tersedia dapat dikelompokkan menjadi empat kelompok (Jefkins.disampaikan pada kelompok sasaran akan sampai atau tidak (Sutisna. Pemilihan media yang tepat untuk berkampanye iklan dalam rangka membuat pelanggan menjadi tahu. 2003). Lee (1999) memaparkan lima aspek media harus berkontribusi pada tujuan-tujuan periklanan. hingga melakukan pembelian adalah suatu langkah penting dalam kegiatan kampanye periklanan. Untuk merencanakan pemilihan media. dan biaya. Kelompok-kelompok tersebut adalah: 29 . Secara umum.

serta pengumuman acara/film. yaitu media-media minor yang digunakan untuk mengiklankan 30 produk. Media cetak.1. iklan display. baliho. gambar. Media luar ruang. jingle. Contoh-contoh media iklan yang termasuk dalam media cetak adalah surat kabar. yaitu media dengan teknologi elektronik dan hanya bisa digunakan bila terdapat jasa transmisi siaran. spanduk. yaitu media iklan (biasanya berukuran besar) yang dipasang di tempat-tempat terbuka seperti di pinggir jalan. Meskipun dianggap . pagar. majalah. 3. Jenis-jenis media luar ruang meliputi billboard. di pusat keramaian. Ketiga media di atas termasuk dalam kategori media iklan lini atas atau above-the-line. Contoh-contoh media iklan yang termasuk dalam media elektronik adalah televisi dan radio. iklan partisipasi (disisipkan ditengah-tengah film atau acara). serta balon raksasa. baik dalam tata warna maupun hitam putih. pariwara. foto. suplemen. masih terdapat kelompok media lain yaitu: 4. Media lini bawah (below-the-line). dan lain sebagainya. Namun di luar pengelompokkan ketiga media di atas. atau tempat-tempat khusus lainnya seperti pada bis kota. Bentuk-bentuk iklan dalam media cetak biasanya berupa iklan baris. tabloid. serta iklan layanan masyarakat. tembok. gedung. 2. Bentukbentuk iklan dalam media elektronik biasanya berupa sponsorship. umbulumbul. yaitu media statis yang mengutamakan pesan-pesan dengan sejumlah kata. poster. Media elektronik. sandiwara.

namun iklan lini bawah juga memiliki peranan penting dalam suatu kampanye periklanan. tim kreatif dan spesialis media harus membentuk tim untuk merancang iklan yang secara efektif dan efisien menyampaikan konsep merek yang benar pada khalayak sasaran. Hal ini disebabkan karena media lini bawah dalam hal-hal tertentu bisa menjadi lebih efektif. tergantung bentuk iklan dan kampanye yang hendak dilakukan oleh pengiklan. Kreativitaskreativitas di dalam periklanan “tidak akan berguna sampai mereka berada di tangan ahli strategi media”. Sebuah bauran media menjadi masuk akal apabila pemakaian satu media tidak dapat menjangkau khalayak sasaran dalam jumlah yang memadai atau tidak dapat memberikan dampak maksimal dalam pencapaian tujuan-tujuan media (Lee. dalam menjangkau khalayak sasaran ketika diyakini bahwa konsentrasi ini akan memberikan dampak khusus. satu pengiklan bisa menjangkau khalayak sasarannya lewat pengembangan bauran media menjadi dua atau lebih media. Di sisi lain. Dengan kata lain. 1999).menjadi media minor. pesan tersebut menjadi tidak berarti jika media periklanan yang digunakan tidak mampu mencapai khalayak sasaran yang dimaksud. Shimp (2000) menyatakan meskipun pesan-pesan yang efektif penting untuk periklanan yang sukses. Satu pengiklan mungkin hanya menggunakan satu media (misalkan televisi). Survey yang dilakukan oleh praktisi periklanan menunjukkan bahwa pertimbangan yang paling penting 31 .

Dalam perencanaan strategi media periklanan. Muncul si Sule yang berusaha menenangkan para Kurcaci dan menyadarkan si Putri yang kesurupan “setan mahal” dengan kartu AS. dan yang terakhir (4) kesesuaian media iklan dengan situasi pasar.2. Iklan Kartu AS (Versi Sule-Rianti-Smash) di Televisi Dalam tayangan iklan kartu AS terbaru versi Snow White yang dibintangi oleh Sule. dan Smash menggunakan teknik komparasi dan kombinasi. Adegan dimulai dengan setting drama ala kurcaci.4.dalam menyeleksi media periklanan adalah kemampuannya untuk mencapai khalayak khusus secara efektif. kartu AS menyatakan bahwa provider-nya merupakan provider yang paling murah dibandingkan provider lain dengan tarif Rp 0/detik baik itu pagi. 32 . 2. (2) kesesuaian media iklan dengan produk. Dalam tayangan iklan. ada empat hal yang perlu diperhitungkan (Eka. 2001). Nampak seorang Putri yang kesurupan karena “setan mahal”. Rianti Cartwright. Keempat hal ini turut menentukan keberhasilan atau efektifitas suatu program periklanan.siang atau pun malam dengan gratis Facebook dan Chatting sepuasnya plus gratis ribuan SMS ke semua operator. (3) kesesuaian media iklan dengan isi pesan. Keempat hal tersebut adalah: (1) kesesuaian media iklan dengan pasar sasaran.

cap. salah lokasi yaa?” (sumber: www.3. term.Sedangkan Rianti Cartwright yang dalam iklan berperan sebagai seorang Peri. and sometime the 33 . David A. symbol.com 03/06/2011). differentiate products or services. used to identify a product or service of a seller. ada adegan di mana salah satu anggota Smash menyindir provider XL yang sebelumnya beriklan dengan versi Sadako (setan Jepang) dengan slogan “Tante. or design or a combination of two or more of these. and offer him the security. Brand is a word.youtube. 1997: 9). and maintain a corporate image. it helps to assure him of quality. aid promotional efforts. thus differentiating the product or service from others. For the owner it helps to stimulate buying. Di akhir tayangan iklan kartu AS. For the consumer. menunjukkan cara penggunaan produk untuk program sepuasnya dengan mengetik *363*363#. Merek / Brand Merek adalah nama dan atau simbol yang bersifat membedakan (seperti sebuah logo. A Brand name has value to both the owner of the name and the consumer. maintain prices. 2. dengan demikian membedakannya dari barang-barang dan jasa yang dihasilkan para kompetitor (Aaker. atau kemasan) dengan maksud mengidentifikasikan barang atau jasa dari seorang penjual tertentu.

Merek mampu membuat janji emosi menjadi konsisten dan stabil. diterima dimana saja dan kapan saja di seluruh dunia. 4. karena beberapa faktor seperti: 1. sehingga konsumen bertahan tidak pindah kepada merek lainnya alias “konsumen loyal”. Definisi tersebut di atas menunjukkan begitu pentingnya arti dan keberadaan sebuah merek. konsumen dapat dengan mudah membedakan produk yang akan dibelinya dengan produk lain sehubungan dengan kualitas. kebanggaan atau pun atribut lain yang melekat pada merek tersebut. Merek sangat berpengaruh dalam membentuk perilaku konsumen. kelebihan-kelebihan produk. Menurut Darmadi Durianto . kepuasan. Contoh yang paling fenomenal adalah Coca Cola yang berhasil menjadi “Merek Mendunia (Global Brand)”. 1989: 438).prestige. Suatu merek pada gilirannya memberi tanda pada konsumen mengenai sumber produk tersebut. 3. associated with the brande product or service and its owner (Encyclopedia Americana. Merek memudahkan proses pengambilan keputusan pembelian oleh konsumen. Merek mampu menembus setiap pagar budaya dan pasar. Dengan demikian. Emosi konsumen terkadang turun naik. Dengan adanya merek. 2. Merek menjadi sangat penting saat ini. merek yang baik salah satunya dapat membentuk loyalitas konsumen. dan melindungi konsumen mau pun produsen dari para pesaing yang berusaha memberikan produk-produk yang tampak identik. Merek yang kuat akan sanggup merubah perilaku konsumen. kualitas produk. Bisa dilihat bahwa suatu merek yang kuat mampu diterima diseluruh dunia dan budaya.Sugiarto 34 .

2) rintangan untuk berpindah merek (barrier to swich) . 2003: 39) menjelaskan bahwa loyalitas merek dapat dibentuk dari beberapa elemen yang berperan yaitu 1) nilai relatif terhadap persaingan yang melahirkan citra serta kualitas suatu produk sehingga membuat konsumen puas dan akhirnya loyal. Lebih lanjut. yang merupakan ukuran keterkaitan dan kedekatan konsumen kepada sebuah merek. SWA. September-Oktober. Hal ini menjadi suatu indikator bagi perusahaan bahwa loyalitas merek terkait bagi peningkatan penjualan. David A mengungkapkan bahwa loyalitas merek menjadi gagasan sentral dalam kegiatan pemasaran. Asto Sunusubroto dari Mars (artikel sajian utama. merek juga memberikan nilai bagi perusahaan khususnya dalam membentuk loyalitas merek. terutama jika merek tersebut memberikan nilai atribut yang menjanjikan terbaik bagi konsumennya. Jika loyalitas merek meningkat. diyakinkan oleh loyalitas (seorang konsumen yang loyal tidak akan menyukai produk yang kualitasnya rendah). kerentanan konsumen dari serangan pesaing perusahaan dapat diminimalisir. dengan harapan pangsa pasar meningkat pula dan akhirnya laba masa depan diperoleh dengan besar.Tony Sitinjak. Loyalitas merek yang telah diperkuat merupakan hal penting dalam merespon inovasi yang dilakukan para pesaing. 3) 35 . Hal ini menggambarkan bahwa seorang konsumen sangat enggan beralih ke merek lain. (2001: 7) disamping memberi nilai bagi konsumen. Aaker. Merek dapat memberikan kesan bahwa produk dibuat dengan berkualitas . artinya konsumen enggan beralih sebab jika pindah atau beralih merek akan membayar mahal.

yang berarti setiap konsumen memiliki karakter tertentu. termasuk jikalau pun mereka puas terhadap suatu merek produk tetapi senang untuk berpindah atau beralih merek lainnya karena gemar untuk mencoba sesuatu yang baru dan berbeda. begitu halnya terjadi pada tipe perubahan biaya loyalitas ( ‘cost of change loyalty’). dan kelima tingkat tertinggi merupakan para pelanggan setia dengan komitmen tinggi yang berarti konsumen memiliki kebanggaan dalam menemukan atau menjadi pengguna suatu merek. loyalitas konsumen bergeser setelah berhadapan dengan tawaran produk pesaing yang memiliki harga lebih rendah. namun ada konsumen sebaliknya berbeda. keempat berada pada tingkat sungguh-sungguh menyukai merek dan menganggap merek sebagai sahabat. 4) Akibat persaingan pasar. uang dan resiko kinerja berkenaan dengan tindakan jika beralih merek. 36 . ketiga berada pada tingkatan konsumen puas namun memikul beban biaya peralihan yang terkait dengan waktu. yaitu pertama berada pada tingkat pembeli tidak loyal dan sama sekali tidak tertarik pada merek tersebut. David A (1997: 57) mengungkapkan bahwa ada 5 tingkatan loyalitas merek yang mewakili tantangan yang berbeda bagi strategi dan program pemasaran yang akan dilakukan. Aaker.karakteristik konsumen. kedua berada pada tingkatan pembeli puas dengan merek produk tersebut. sebagai ilustrasi adanya loyalitas monopoli yang sangat terkait dengan monopoli dari perusahaan yang menyebabkan akan tidak adanya konsumen yang memungkinkan beralih karena tidak adanya ragam pilihan dari pihak pesaing. dan kemungkinan untuk beralih pada merek lain enggan.

saat check out. maka dapat diramalkan produk/jasa tidak akan disukai dan tidak akan bertahan lama di pasar. 2001: 96). dan menciptakan loyalitas merek. Kualitas merek pada usaha jasa yang tinggi berarti melebihi harapan pelanggan yang diciptakan oleh kinerja jasa yang ada.2. Jika persepsi pelanggan atas kualitas merek suatu produk/jasa negatif. kualitas merek suatu jasa perlu dinilai berdasarkan sekumpulan kriteria yangberbeda (Sugiarto Dkk. berpengaruh secara langsung kepada keputusan pembelian konsumen. produk/jasa akan disukai dan konsumen puas hingga diharapkan setia atau loyal. Mengingat kepentingan dan keterlibatan pelanggan berbeda-beda. kenyamanan ruangan dan lainnya. Sebaliknya. Kualitas merek pada suatu produk/jasa dapat didefinisikan sebagai persepsi pelanggan terhadap keseluruhan kualitas atau keunggulan suatu produk/jasa berkaitan dengan apa yang diharapkan oleh pelanggan (Sugiarto Dkk.1. 2001: 97).3. Kualitas merek untuk jasa layanan melibatkan dimensi kualitas jasa seperti waktu tunggu. Dapat dikatakan bahwa membahas kualitas merek pada suatu produk/jasa berarti akan membahas keterlibatan dan kepentingan pelanggan. Persepsi Kualitas Merek (Brand Perceived Quality) Persepsi kualitas merek pada suatu produk atau jasa dapat menentukan nilai dari produk atau jasa tersebut. Persepsi pelanggan atas kualitas merek pada produk/jasa akan melibatkan apa yang penting bagi pelanggan karena setiap pelanggan memiliki kepentingan (yang diukur secara relatif) yang berbeda-beda terhadap suatu produk/jasa. 37 . keramahan petugas. jika persepsi pelanggan positif.

Secara umum kualitas merek dapat menghasilkan nilai-nilai sebagai berikut:  Alasan untuk membeli Keterbatasan informasi. Untuk memahami kualitas merek suatu jasa diperlukan pengukuran terhadap dimensi yang terkait dengan karakteristik jasa. keandalan. 2001: 98). sehingga sering kali alasan keputusan pembeliannya hanya didasarkan kepada kualitas merek dari produk/jasa yang akan dibelinya. Dimensi kualitas untuk konteks jasa serupa tetapi tak sama dengan dimensi konteks produk. uang dan waktu membuat keputusan pembelian seorang pelanggan sangat dipengaruhi oleh kualitas suatu merek yang ada di benak konsumen. kompetensi. 2001: 98). Pada umumnya yang sering digunakan sebagai dimensi dalam konteks jasa adalah: bentuk fisik. dan empati. Dimensi Kinerja dalam konteks produk berkaitan dengan dimensi kompetensi personal dalam bidang jasa (Sugiarto Dkk. 38 . Berbagai dimensi ini menjadi inti dalam interaksi antara pelanggan dan pemasar bidang jasa (Sugiarto. tanggung jawab. Dimensi kualitas dalam konteks jasa mempunyai pengertian yang berbeda dengan konteks produk karena dalam konteks jasa melibatkan banyak orang. Dimensi tak berwujud sama dengan dimensi hasil akhir dalam konteks produk yang nilai pentingnya terletak pada peranannya dalam memberikan indikasi kompetensi.Kualitas atas usaha jasa mencerminkan perasaan pelanggan secara menyeluruh mengenai suatu merek.

 Differensiasi atau posisi dan Harga Utama (Premium Price) Salah satu keuntungan dari persepsi kualitas adalah memberikan ruang pilihan dalam menentukan harga utama. Sebagai kompensasi dari harga utama adalah keunggulan-keunggulan dari produk/merek.  Perluasan saluran distribusi Kualitas merek mempunyai arti penting bagi para pengecer. Nilai tambah ini akan menghasilkan basis pelanggan yang lebih besar dengan loyalitas merek yang lebih tinggi disamping banyak lagi program pemasaran yang efektif dan efisien. Sumber daya ini dapat digunakan dalam berbagai upaya membangun merek seperti menguatkan dan meningkatkan kesadaran konsumen. dan saluran distribusi lainnya. menguatkan asosiasi. Para pengecer dan distributor akan termotivasi untuk menjadi penyalur produk/merek dengan kualitas merek yang tinggi. dan semua aktivitas departemen pengembang untuk meningkatkan kualitas produk yang mengarah ke penguatan persepsi atas kualitas merek. yang 39 . Harga utama dapat meningkatkan laba yang secara langsung dapat meningkatkan profitabilitas. kualitas merek dapat meningkatkan tingkat pengembalian investasi sejalan dengan pengembangan dan perluasan merek yang inovatif yang dapat memenuhi keinginan dan kebutuhan pelanggannya. Pada gilirannya. Peningkatan laba dapat menjadi sumber daya dalam reinvestasi merek tersebut. distributor. Jika harga berperan sebagai pengarah kualitas maka harga utama cenderung memperkuat kualitas merek.

(1997) mengungkapkan bahwa kualitas merek dapat dibangun melalui:  Adanya Komitmen terhadap Kualitas Perusahaan harus mempunyai komitmen terhadap kualitas serta memelihara kualitas secara terus menerus. yang beraneka macam.berarti dapat semakin memperluas distribusi dari merek produk tersebut. Di pihak lain konsumen sangat berminat untuk membeli produk yang memiliki kualitas merek kuat sehingga secara umum saluran distribusi dimotivasi untuk menyalurkan merek-merek produk yang memiliki kualitas merek kuat. David A.  Perluasan merek Suatu merek pada suatu produk/jasa persepsi kualitas kuat dapat dieksploitasi ke arah perluasan merek. Merek dengan kualitas kuat dapat digunakan untuk memperkenalkan kategori produk/jasa baru. Secara umum. sehingga perluasan produk dari merek dengan kualitas yang kuat memungkinkan perolehan pangsa pasar yang lebih besar lagi. Upaya 40 . para distributor mempunyai perhitungan bisnis dalam mendistribusikan merek yang memiliki kualitas tinggi. Aaker. Produk/jasa dengan kualitas kuat akan mempunyai kemungkinan sukses yang lebih besar dibandingkan dengan merek yang kualitasnya lemah. Dalam hal ini kualitas merek merupakan jaminan yang signifikan atas perluasan-perluasan merek tersebut.

memelihara kualitas bukan hanya basa-basi tetapi tercermin dalam tindakan tanpa kompromi.  Adanya Budaya Kualitas Komitmen perusahaan. Untuk kartu kredit.  Adanya Sasaran/Standar yang Jelas Sasaran kualitas harus jelas dan tidak terlalu umum karena sasaran kualitas yang terlalu umum cenderung menjadi tidak bermanfaat. misalnya para manajer memperkirakan bahwa kemudahan memperoleh kartu kredit adalah yang paling penting bagi pelanggan.  Adanya Informasi Masukan dari Pelanggan Pada akhirnya dalam membangun kualitas merek. padahal bagi pelanggan keamanan dan jaminan terhadap kartu hilang adalah yang terpenting. pelanggan lah yang mendefinisikan kualitas. Untuk itulah perusahaan perlu secara berkesinambungan melakukan riset terhadap pelanggannya sehingga diperoleh informasi yang akurat. perusahaan dihadapkan kepada pilihan kualitas dan biaya maka kualitas yang harus dimenangkan. Sering kali para pimpinan keliru dalam memperkirakan apa yang dianggap penting oleh pelanggan. Terlalu banyak sasaran tanpa prioritas sama saja dengan tidak mempunyai sasaran 41 . kualitas harus terefleksi dan dalam budaya Jika norma perilakunya. dapat dipahami dan diprioritaskan. nilai-nilainya. Kualitas juga harus memiliki standar yang jelas. relevan dan terkini.

Dalam kaitannya dengan biaya pemasaran. Loyalitas Merek (Brand Loyalty) Aaker (1997: 56) mendefinisikan loyalitas merek (brand loyalty) sebagai suatu ukuran keterkaitan pelanggan kepada sebuah merek. Karyawan juga secara aktif dilibatkan dalam pengendalian kualitas layanan.3.2. biaya pemasaran akan mengecil jika loyalitas merek meningkat. Ukuran ini mampu memberikan gambaran tentang mungkin tidaknya seorang pelanggan beralih ke merek produk yang lain.yang fokus yang pada akhirnya akan membahayakan kelangsungan perusahaan itu sendiri. 2.  Kembangkan karyawan yang berinisiatif Karyawan harus dimotivasi dan dizinkan untuk berinisiatif serta dilibatkan dalam mencari solusi masalah yang dihadapi dengan pemikiran yang kreatif dan inovatif. Berikut adalah beberapa potensi yang dapat diberikan oleh loyalitas merek kepada perusahaan: 1. Loyalitas merek dapat menjadi aset strategis bagi perusahaan dengan pengelolaan dan pemanfaatan yang benar. Jadi. akan lebih murah mempertahankan pelanggan dibandingkan dengan upaya untuk mendapatkan pelanggan baru. Ciri yang paling nampak dari jenis 42 . terutama jika pada merek tersebut didapati adanya perubahan. Mengurangi biaya pemasaran. baik menyangkut harga maupun atribut lain.

pelanggan ini adalah mereka membeli suatu produk karena harganya murah. Jika salah satu pesaing mengembangkan produk yang unggul. Adapun tingkatan loyalitas merek tersebut adalah sebagai berikut (Aaker. Loyalitas merek akan memberikan waktu pada sebuah perusahaan untuk merespon gerakan pesaing. Di samping itu. 2. pelanggan yang loyal akan memberikan waktu pada perusahaan tersebut untuk memperbaharui produknya dengan cara menyesuaikan atau menetralisasikannya. 1997: 58): 43 . pelanggan yang puas umumnya akan merekomendasikan merek tersebut kepada orang yang dekat dengannya sehingga akan menarik pelanggan baru. 4. Memberi waktu untuk merespon ancaman pelanggan. Beberapa tingkatan loyalitas merek masing-masing tingkatannya menunjukkan tantangan pemasaran yang harus dihadapi sekaligus aset yang dapat dimanfaatkan. Menarik minat pelanggan baru. Meningkatkan perdagangan. Loyalitas yang kuat terhadap suatu merek akan menghasilkan peningkatan perdagangan atau pangsa pasar dan memperkuat keyakinan perantara pemasaran. Dapat disimpulkan bahwa pembeli dalam membeli suatu merek didasarkan atas kebiasaan mereka selama ini. Banyaknya pelanggan suatu merek yang merasa puas dan suka pada merek akan menimbulkan perasaan yakin bagi calon pelanggan lain untuk mengkonsumsi merek tersebut terutama jika pembelian yang mereka lakukan mengandung resiko tinggi. 3.

Pelanggan yang berada pada tingkat loyalitas ini dikatakan sebagai pelanggan yang berada pada tingkat paling dasar. Pada tingkatan ini merek apapun mereka anggap memadai serta memegang peranan yang sangat kecil dalam keputusan pembelian.  Pembeli Puas.  Pembeli Biasa. Semakin tinggi frekuensi pelanggan untuk memindahkan pembeliannya dari suatu merek ke merek-merek yang lain mengindikasikan mereka sebagai pembeli yang sama sekali tidak loyal atau tidak tertarik pada merek tersebut. Pada tingkatan ini pada dasarnya tidak didapati alasan yang cukup untuk menciptakan keinginan untuk membeli merek produk yang lain atau berpindah merek terutama jika peralihan tersebut memerlukan usaha. Pembeli yang berada dalam tingkat loyalitas ini dapat dikategorikan sebagai pembeli yang puas dengan merek produk yang dikonsumsinya atau setidaknya mereka tidak mengalami ketidakpuasan dalam mengkonsumsi merek produk tersebut. biaya maupun berbagai pengorbanan lain. Ciri yang paling nampak dari jenis pelanggan ini adalah mereka membeli suatu produk karena harganya murah. Dapat disimpulkan bahwa pembeli ini dalam membeli suatu merek didasarkan atas kebiasaan mereka selama ini. Pembeli Berpindah. 44 .

 Pembeli Suka Merek Pembeli yang masuk dalam kategori loyalitas ini merupakan pembeli yang sungguh-sungguh menyukai merek tersebut. Rasa suka pembeli bisa saja didasari oleh asosiasi yang terkait dengan simbol. uang atau risiko kinerja yang melekat dengan tindakan mereka beralih merek.Pada tingkatan ini. Meskipun demikian seringkali rasa suka ini merupakan suatu perasaan yang sulit diidentifikasi dan ditelusuri dengan cermat untuk dikategorikan ke dalam sesuatu yang spesifik. Pada tingkatan ini dijumpai perasaan emosional yang terkait pada merek. Untuk dapat menarik minat para pembeli yang masuk dalam tingkat loyalitas ini maka para pesaing perlu mengatasi biaya peralihan yang harus ditanggung oleh pembeli yang masuk dalam kategori ini dengan menawarkan berbagai manfaat yang cukup besar sebagai kompensasinya. rangkaian pengalaman dalam penggunaan sebelumnya baik yang dialami pribadi maupun oleh kerabatnya ataupun disebabkan oleh perceived quality yang tinggi.  Pembeli Komit Pada tahapan ini pembeli merupakan pelanggan yang setia. Mereka memiliki suatu kebanggan sebagai pengguna 45 . meskipun mungkin saja mereka memindahkan pembeliannya ke merek lain dengan menanggung biaya peralihan yang terkait dengan waktu. pembeli merek masuk dalam kategori puas bila mereka mengkonsumsi merek tersebut.

Selanjutnya. Tiap tingkatan loyalitas merek mewakili tantangan pemasaran yang berbeda dan juga mewakili tipe aset yang berbeda dalam pengelolaan dan eksploitasinya. Pada tingkatan ini. Tampilan piramida loyalitas secara umum dapat dilihat dalam gambar piramida loyalitas sebagai berikut: Gambar 2.suatu merek dan bahkan merek tersebut menjadi sangat penting bagi mereka dipandang dari segi fungsinya maupun sebagai suatu ekspresi mengenai siapa sebenarnya. 46 .1 Piramida Loyalitas Merek Secara Umum Gambar Piramida loyalitas tersebut memperlihatkan bahwa bagi merek yang belum memiliki loyalitas merek yang kuat. salah satu aktualisasi loyalitas pembeli ditunjukkan oleh tindakan merekomendasikan dan mempromosikan merek tersebut kepada pihak lain.3. porsi terbesar dari konsumennya berada pada tingkatan Pembeli Berpindah. porsi terbesar kedua ditempati oleh konsumen yang berada pada taraf Pembeli Kebiasaan. hingga porsi terkecil ditempati oleh Pembeli Komit.2.

2. Pencarian Informasi (Susfect). September – Oktober 2003).Merek yang memiliki loyalitas kuat. apakah merek suatu produk tersebut sesuai dengan kebutuhannnya. Pada tahap ini. Maksudnya makin ke atas makin melebar sehingga diperoleh jumlah Pembeli Komit yang lebih besar daripada Pembeli Berpindah seperti tampak pada gambar berikut: Gambar 2. Piramida Loyalitas Merek dengan Loyalitas Kuat Tingkat kesetiaan setiap konsumen bervariasi tergantung dari tipe atau jenis konsumen.2. konsumen sedang mencari informasi terhadap merek tersebut.3. 47 . yang dapat dilihat dari 8 tahapan berikut (artikel sajian utama SWA. yaitu: 1. diharapkan membentuk segitiga terbalik.

Pelanggan (Client). Pembelajaran/Pengetahuan awal (Prosfect). Tahap yang lebih mendalam yang sangat terkait dengan ikatan lebih emosional untuk setia mencoba untuk tidak beralih. Tahap setelah mencoba menggunakan pertama dan menemukan sesuatu yang bermanfaat dan berkualitas atas merek produk tersebut. 3.2. 8. Tahap ini mencerminkan konsumen mencoba beraksi untuk membeli dan memakai produk tersebut untuk pertama kalinya. Tahap menyuarakan dan membela merek suatu produk di depan publik. 7. Keanggotaan Setia (Member). 4. perusahaan sudah harus mampu dan banyak memperhatikan konsumennya sejak 48 . 6. yang diharapkan puas. Pembelian Ulang (Repeat Customer). Tahap ini mencerminkan konsumen sudah merasakan sebagai pemilik yang sangat kuat untuk tidak beralih kepada merek lainnya. Pembelaan (Advocates). dan ternyata menjadi sesuatu yang mungkin bermanfaat bagi konsumen. Percobaan Pembelian (First Time Customer). Tahap berikutnya kepada tahap ikatan saling membutuhkan. apa yang dinamakan dengan pelanggan. 5. Pemilikan (Partner). konsumen melakukan pembelian ulang. Jika dilihat dari 8 tahapan tersebut. Tahap ini menggambarkan konsumen telah mempelajari beberapa atribut yang terkandung dalam dalam suatu merek tersebut. namun ada kemungkinan beralih.

Hubungan Antar Variabel Menurut Cobb-Walgren (1995). serta meningkatkan probabilitas penempatan merek dalam evoked set-nya. Hipotesis 49 . Segoro dan Limakrisna (2007) dalam penelitiannya yang berjudul “pengaruh kebijakan tarif. efektivitas iklan mampu memberi kontribusi terhadap loyalitas merek bila tersimpan dalam accessible memory. Iklan merupakan salah satu bentuk utama dari komunikasi impersonal yang digunakan oleh perusahaan layanan. dan proses pelayanan terhadap loyalitas pelanggan Telkom Flexi Pasca bayar (suatu studi pada plasa telkom kantor daerah telekomunikasi bandung) menyimpulkan iklan berpengaruh terhadap loyalitas pelanggan Telkom Flexi Pascabayar. menambah pengetahuan pelanggan dalam membeli dan membedakan suatu layanan dengan layanan lain yang ditawarkan (George dan Belch.dari tahapan Pembelian Ulang agar konsumen cenderung menjadi Loyal/Komit yaitu berada pada tingkat derajat kesetiaan sangat tinggi. dan ekuitas merek yang kuat akan menyebabkan konsumen menempatkan merek tersebut dalam preferensinya. iklan. 2. dengan tujuan untuk membangun kesadaran akan pentingnya layanan. 2001).4. 2. Pada akhirnya iklan akan mempengaruhi ekuitas merek.5.

Kerangka Pemikiran Teoritis Berdasarkan kerangka teoritis dan hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini. 2. Berdasarkan teori yang ada. maka dirumuskan hipotesis penelitian ini sebagai berikut: H1 : Kualitas endorser berpengaruh signifikan pada efektivitas iklan.Hipotesis adalah jawaban yang bersifat sementara terhadap permasalahan peneliti sampai melalui data yang terkumpul. H2 : Daya tarik pesan iklan berpengaruh signifikan pada efektivitas iklan. maka dikembangkan model sebagai kerangka pemikiran teoritis dari penelitian seperti pada gambar dibawah ini: Endorser Pesan iklan Media iklan Efektivitas iklan Loyalitas pelanggan 50 . H4 : Efektivitas iklan berpengaruh signifikan terhadap loyalitas pelanggan.6. H3 : Derajat ketepatan pemilihan media iklan berpengaruh signifikan pada efektivitas iklan.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful