Keraf dalam Smarapradhipa (2005:1), memberikan dua pengertian bahasa.

Pengertian pertama menyatakan bahasa sebagai alat komunikasi antara anggota masyarakat berupa simbol bunyi yang dihasilkan oleh alat ucap manusia. Kedua, bahasa adalah sistem komunikasi yang 1. PENGERTIAN BAHASA mempergunakan simbol-simbol vokal (bunyi ujaran) yang bersifat arbitrer. Owen dalam Stiawan (2006:1), menjelaskan definisi bahasa yaitu language can be defined as a socially shared combinations of those symbols and rule governed combinations of those symbols (bahasa dapat didefenisikan sebagai kode yang diterima secara sosial atau sistem konvensional untuk menyampaikan konsep melalui kegunaan simbol-simbol yang dikehendaki dan kombinasi simbol-simbol yang diatur oleh ketentuan). Tarigan (1989:4), beliau memberikan dua definisi bahasa. Pertama, bahasa adalah suatu sistem yang sistematis, barang kali juga untuk sistem generatif. Kedua, bahasa adalah seperangkat lambang-lambang mana suka atau simbol-simbol arbitrer.

Santoso (1990:1), bahasa adalah rangkaian bunyi yang dihasilkan oleh alat ucap manusia secara sadar. Mackey (1986:12), menjelaskan bahwa Bahasa adalah suatu bentuk dan bukan suatu keadaan (lenguage may be form and not matter) atau sesuatu sistem lambang bunyi yang arbitrer, atau juga suatu sistem dari sekian banyak sistem-sistem, suatu sistem dari suatu tatanan atau suatu tatanan dalam sistem-sistem. Wibowo (2001:3), bahasa adalah sistem simbol bunyi yang bermakna dan berartikulasi (dihasilkan oleh alat ucap) yang bersifat arbitrer dan konvensional, yang dipakai sebagai alat berkomunikasi oleh sekelompok manusia untuk melahirkan perasaan dan pikiran. Hampir senada dengan pendapat Wibowo, Walija (1996:4), mengungkapkan definisi bahasa ialah komunikasi yang paling lengkap dan efektif untuk menyampaikan ide, pesan, maksud, perasaan dan pendapat kepada orang lain. Syamsuddin (1986:2), beliau memberi dua pengertian bahasa. Pertama, bahasa adalah alat yang dipakai untuk membentuk pikiran dan perasaan, keinginan dan perbuatan-perbuatan, alat yang dipakai untuk mempengaruhi dan dipengaruhi. Kedua, bahasa adalah tanda yang jelas dari kepribadian yang baik maupun yang buruk, tanda yang jelas dari keluarga dan bangsa, tanda yang jelas dari budi kemanusiaan. Pengabean (1981:5), berpendapat bahwa bahasa adalah suatu sistem yang mengutarakan dan melaporkan apa yang terjadi pada sistem saraf. Soejono (1983:01), bahasa adalah suatu sarana perhubungan rohani yang amat penting dalam hidup bersama.

2. FUNGSI BAHASA

morfologi. bahasa itu sekaligus bersifat sistematis dan sistemis. subsistem morfologi. . Tanda selain dipakai sebagai istilah generic dari semua yang termasuk kajian semiotika juga sebagai salah satu dari unsur spesifik kajian semiotika itu. dan sintaksis) terkait dengan subsistem semantic. subsistem sintaksis dan subsistem semantik. Fungsi ideasional : untuk membentuk. dan sintaksis tersusun secara hierarkial. yaitu. Tiap unsur dalam setiap subsistem juga tersusun menurut aturan atau pola tertentu. adalah suatu atau sesuatu yang dapat menandai atau mewakili ide. artinya. 3. dan memperluas hubungan di antara anggota masyarakat. bahasa itu bukan merupakan sistem tunggal. bahasas itu tersusun menurut suatu pola: tidak tersusun secara acak. Sub sistem bahasa terutama subsistem fonologi.Halliday (1972) mengatakan bahwa secara makro fungsi-fungsi bahasa dapat di jabarkan sebagai berikut: 1. antara lain tanda (sign). Fungsi tekstual : untuk menyediakan kerangka. Alat untuk menyatakan ekspresi diril Sebagai alat untuk mengadakan kontrol sosial 3. Fungsi interpersonal : untuk menyampaikan informasi di antara anggota masyarakat. sinyal (signal). Di sini dapat disebutkan. tetapi terdiri juga dari sub-sub sistem. Fungsi bahasa yang lain yaitu : Alat untuk berkomunikasi dengan sesama manusia. indeks. mempertahankan. Artinya. dan tindakan secara langsung dan alamiah. pikiran. secara sembarangan. berada di luar ketiga subsistem struktural itu. Ketiga subsistem itu (fonologi. kode. 2. subsistem yang satu terletak di bawah subsistem yang lain. atau sistem bawahan. subsistem fonologi. Dalam semiotika atau semiologi (yang di Amerika ditokohi oleh Charles Sanders Peirce dan di Eropa oleh Fendinand de Saussure) dibedakan adanya beberapa jenis tanda. perasaan. benda. morfologi. Sedangkan subsistem leksikon yang juga diliputi subsistem semantic. antara lain. HAKIKAT BAHASA Sebagai sebuah sistem. maka subsistem itu pun tidak dapat berfungsi. lambing (simbol). Sedangkan sistemis. Alat untuk mengidentifikasi diri. Dengan sistemis. gerak isyarat (gesture). yang secara keseluruhan membentuk satu sistem. Jika tidak tersusun menurut aturan atau pola tertentu. Lambang dengan berbagai seluk beluknya dikaji orang dalam kegiatan ilmiah dalam bidang kajian yang disebut ilmu semiotika atau semiologi. artinya. yaitu ilmu yang mempelajari tanda-tanda yang ada dalam kehidupan manusia. lalu subsistem yang lain ini terletak pula di bawah subsistem lainnya lagi. pengorganisasian diskursus (wacana) yang relevan. dan ikon. termasuk bahasa. gejala (symptom).

Karena itu lambang sering disebut bersifat arbiter. Signifiant adalah lambang bunyi itu. gejala. mana suka. berubah-ubah. Yang dimaksud arbiter adalah tidak adanya hubungan langsung yang bersifat wajib antara lambing dengan yang dilambangkannya. atau pikiran. Satuan-satuan bahasa. misalnya kata. klausa. Artinya semua anggota masyarakat bahasa itu mematuhi konfensi bahwa lambang tertentu itu digunakan untuk mewakili konsep yang diwakilinya.Misalnya. tanda serperti yang sudah dibicarakan di atas. maka dapat dikatakan bahwa bahasa itu mempunyai makna. tidak bersifat arbiter. sebaliknya. menurut Kridalaksana (1983:27) bunyi adalah kesan pada pusat saraf sebagai akibat dari getaran gendang telinga yang bereaksi karena perubahan-perubahan dalam tekanan udara. Makna yang berkenaan dengan morfem dan kata disebut makna leksikal. seorang sarjana dan filosof mengatakan bahwa manusia adalah makhluk bersimbol (animal symbolicum). Berbeda dengan tanda. ide. atau makna konteks. tidak punya rujukan. dan kalimat disebut makna gramatikal. Ferdinand de Saussure (1966:67) dalam dikotominya membedakan apa yang disebut significant (Inggris: signifier) dan signifie (Inggris: signified). Tanda-tanda itu adalah sinyal gerak isyarat (gesture). Oleh karena lambang-lambang itu mengacu pada sesuatu konsep. Kata arbiter diartikan sewenang-wenang. Meskipun hubungan antara lambang bunyi dengan yang dilambangkannya bersifat arbiter. sudah biasa kita dengar dalam kehidupan sehari-hari. Earns Cassier. sebab asap merupakan tanda akan adanya api itu. Yang dimaksud dengan sinyal atau isyarat adalah tanda yang disengaja yang dibuat oleh pemberi sinyal agar si penerima sinyal melakukan sesuatu. tidak tetap. maka kita tahu bahwa di sana pasti ada api. yang berkenaan dengan frase. lambang atau simbol tidak bersifat langsung dan alamiah. Termasuk alat komunikasi verbal yang disebut bahasa. Yang dimaksud dengan istilah arbiter itu adalah tidak adanya hubungan wajib antara lambang bahasa (yang berwujud bunyi itu) dengan konsep atau pengertian yang dimaksud oleh lambang tersebut. dan yang berkenaan dengan wacana disebut makna pragmatic. kode. Hampir tidak ada kegiatan yang tidak terlepas dari symbol. tetapi penerimaan lambang tersebut untuk suatu konsep tertentu yang bersifat konfensional. indeks. adalah symbol atau lambang. Kata bunyi. Lambing menandai sesuatu yang lain secarakonvensional. Jadi kalau kearbiteran bahasa pada hubungan antara lambanag-lamabang bunyi dengan konsep yang dilambangkannya. Lebih umum dikatakan lambang bunyi tersebut tidak punya referen. Secara teknis. kalau di kejauhan tampak ada asap membumbung tinggi. Oleh karena itulah. tidak secara alamiah dan langsung. Bunyi bahasa atau bunyi uajaran (speech sound) adalah satuan bunyi yang dihasilkan oleh alat ucap manusia yang di dalam fonetik diamati sebagai “fon” dan di dalam fonemik sebagai “fonem”. sedangkan signifie adalah konsep yang dikandung oleh signifiant. yang sering sukar dibedakan dengan kata suara. dan ikon. maka kekonfensionalan bahasa .

maka maksudnya. frase.000 buah. Ciriciri yang universal ini merupakan unsur bahasa yang paling umum. kalau bahasa itu dikatakan produktif. Kalau dimiliki oleh semua bahasa yang ada di Dunia ini beru bisa disebut universal. termasuk juga kalimat-kalimat yang belum pernah ada atau pernah dibuat orang. setiap bahasa mempunyai cirri khas sendiri yang tidak dimiliki oleh bahasa lainnya. Unik artinya mempunyai ciri khas yang spesifik yang tidak dimiliki oleh yang lain. sistem pembetukkan kata. Sedangkan pada tingkat langue keproduktifan itu dibatasi karena kaidah atau sistem yang berlaku. Keterbatasan pada tingkat parole adalah pada ketidak laziman atau kebelum laziman bentuk-bentuk yang dihasilkan. atau sistem-sistem lainnya. yaitu keterbatasan pada tingkat parole dan keterbatasan pada tingkat langue. Arti produktif “ banyak hasilnya” atau lebih tepat “terus menerus menghasilkan” lalu. Kalau pembentukan itu bersifat khas. meski secara relative sesuai dengan sistem yang berlaku dalam bahasa. Artinya. bagaimana satuan-satuan itu terbentuk mungkin tidak sama. Keproduktifan bahasa memang ada batasnya dalam hal ini dapat dibedakan adanya dua macam keterbatasan. dan wacana. Tetapi berapa banyak vocal dan konsonan yang dimiliki oleh setiap bahasa. melainkan sintaksis. Ada juga yang mengatakan bahwa ciri umum yang dimiliki oleh bahasa-bahasa yang berada dalam satu rumpun atau sub rumpun. maka ciri universal dari bahasa yang paling umum adalah bahwa bahasa itu mempunyai bunyi bahasa yang terdiri dari vocal dan konsonan. . Ciri khas ini bisa menyangkut sistem bunyi . hanya dimiliki sebuah bahasa maka hal itu merupakan keunikan dari bahasa. entah satuan yang maknany kata. Keproduktifan bahasa Indonesia dapat juga dilihat pada jmumlah yang dapat dibuat. Salah satu keunikkan bahasa Indonesia adalah bahwa tekanan kata tidak bersifat morfemis. kalimat. bahasa itu bersifat universal. Bukti dari keuniversalan bahasa adalah bahwa setiap bahasa mempunyai satuan-satuan bahasa yang bermakna. tapi dengan unsur-unsur dengan jumlahny ayng terbatas terdapat di luar satuan-satuan bahasa yang jumlahnya yang tidak terbatas. Selain bersifat unik. klausa. atau juga dimiliki oleh sebagian besar bahasa-bahasa yang ada di Dunia ini sebagai ciri setengah universal. meskipun unsure-unsur itu terbatas. Maksudnya. maka artinya. Karena bahasa itu berupa ujaran. ada ciri-ciri yang sama yang dimiliki oleh setiap bahasa yang ada di Dunia ini. sistem pembentukkan kalimat. maka ciri tersebut menjadi ciri universal dan keunikan rumpun atau sub rumpun bahasa tersebut. Lalu. bukanlah persoalan keuniversalan. Kalau ciri itu dimiliki oleh sejumlah bahasa dalam satu hukum atau satu golongan bahasa. Yang berubah adalah makna keseluruhan kalimat. kalau bahasa dikatakan bersifat unik. yang biasa dikaitkan dengan ciriciri atau sifat-sifat bahasa lain. Dengan kosa kata yang menurut Kamus Besar Huruf Bahasa Indonesia hanya berjumlah lebih kurang 60.terletak pada kepatuhan para penutur bahasa untuk menggunakan lambang itu sesuai dengan konsep yang dilambangkannya. kita dapat membuat kalimat bahasa Indonesia yang mungkin puluhan juta banyaknya. Namun. maka makna itu tetap. Kata produktif adalah bentuk ajektif dari kata benda produksi.. kalau pada kata tertentu di dalam kalimat kita berikan tekanan. yakni mempunyai sifat atau cirri masing-masing.

Ragam bahasa adalah variasi bahasa yang digunakan dalam situasi. ragam bahasa sastra. maka kita akan dapat mengenali ciri khas atau idiolek pengarang-pengarang itu. Barang kali. maka bahasa itu juda menjadoi ikut berubah. untuk situasi yang tidak formal digunakan ragam yang tidak baku atau ragam nonstandar. keadaan. Jika ini terjadi terus menurus. Di Indonesia. dimana antara variasi atau ragam yang satu dengan yang lain sering kali mempunyai perbedaan yang besar. lalu menggunakan bahasa lain.Bahasa adalah satu-satunya milik manusia yang tidak perbah lepas dari segala kegiatan dan gerak manusia sepanjang keberadaan manusia itu. Variasi bahasa berdasarkan tempat ini lazim disebut dengan nama dialek regional . Karena itulah. Hamka. Dari sarana yang digunakan dapat dibedakan adanya ragam lisan dan ragam tulisan. dan paling banyak adalah pada bidang leksikon dan semantik. menjadi tidak statis. atau dialek geografi. dialek. Idiolek adalah variasi atau ragam bahasa yang bersifat perseorangan. menjadi tidak tetap. Oleh karena itu. dan ragam bahasa hukum. yaitu idiolek. dialek area. Malah dalam bermimpi pun manusia menggunakan bahasa. yaitu kata-kata atau istilah-istilah baru. Hal ini juga dipahami. Yang termasuk dalam masyarakat bahsa adalah mereka merasa menggunakan bahasa yang sama. Setiap bahasa digunakan oleh sekelompok orang yang termasuk dalam suatu masyarakat bahasa. ragam bahasa militer. Sedangkan variasi bahasa yang digunakan sekelompok anggota masyarakat dengan status sosial tertentu disebut dialek sosial atau sosiolek. melainkan berupa kemunduran sejalan dengan perubahan yang dialami masyarakat bahasa yang bersangkutan. Mengenai variasi bahasa ini ada tiga istilah yang perlu diketahui. tentu bermunculan konsep-konsep baru. kalau disebut masyarakat bahasa Indonesia adalah semua orang yang merasa memiliki dan menggunakan bahasa Indonesia. Setiap orang tentu mempunyai ciri khas bahasanya masing-masing. Hamingway. Untuk situasi formal digunakan ragam bahasa yang disebut ragam baku atau ragam standar. Karena keterkaitan dan keterikatan bahasa itu dengan manusia. atau untuk keperluan tertentu. atau Mark twain . sedangkan dalam kehidupannya dalam manusia nya kegiatan manusia tidak tetap dan tidak berubah. Sutan Takdir Alisyahbana. karen kata sebagai satuan bahasa terkecil. Perubahahan yang paling jelas. yang tentunya disertai wadah penampungnya. dan ragam. maka bahasa yang mereka gunakan menjadi bervariasi atau beragam. Dengan terjadinya perkembangan kebuidayaan. atau ada kata-kata lama yang muncul dengan makna baru. . ragam bahasa jujrnalistik. karena tidak ada lagi penuturnya. perkembang ilmu dan tekhnologi. Kalau kita banyak membaca karangan orang yang banyak menulis. Perubahan dalam bahasa ini dapat juga bukan terjadi berupa pengembangan dan perluasan. Anggota masyarakat suatu bahasa biasanya terdiri dari ber bagai orang dengan berbagai status sosial dan berbagai latar belakang budaya yang tidak sama. adalah sarana atau wadah untuk menampung suatu konsep yang ada dalam masyarakat bahasa. karena latar belakang dan lingkungannya yang tidak sama. hamper setiap saat ada kata-kata baru muncul sebagai akibat perubahan dan ilmu. Berbagaio laasan sosial dan politik menyebabkan orang meninggalkan bahasanya. Dialek adalah variasi bahasa yang di gunakan oleh sekelompok anggota masyarakat pada suatu tempat atau suatu waktu. Untuk keperluan pemakaiannya dapat dibedakan adanya ragam bahasa ilmiah. atau tidak lagi menggunakan bahasanya. sebagai makhluk yang berbudaya dan bermasyarakat tak ada kegiatan manusia yang tidak disertai oleh bahasa. kabarnya telah banyak bahasa daerah yang telah ditinggalkan para penuturnya terutaam dengan alasan sosial. misalnya. maka pada suatu saat kelak banyak bahasa yang hanya ada beradadalam dokumentasi belaka. bahas itu disebut dinamis. Jadi.

SEJARAH PERKEMBANGAN BAHASA INDONESIA A. yaitu bahasa. Pada zaman Sriwijaya. di Palembang. dalam arti dapat dipakai untuk menyatakan sesuatu yang baru. . Dari penelitian para pakar terhadap alat komunikasi binatang bisa disimpulkan bahwa satu-satuan komunikasi yang dimiliki binatang-binatang itu bersifat tetap.Prasasti Kedukan Bukit. Bahasa Perdagangan baik bagi suku yang ada di indonesia mapupun pedagang yang berasal dari luar indonesia. Jambi. pada tahun 688. . bahwa bahasa itu adalah sistem lambang bunyi yang dihasilkan oleh alat ucap manusia. homososio makhluk yang bermasyarakat. di Bangka Barat.Prasasti Talang Tuo. yaitu bahasa. Bahwa binatang dapat berkomunikasi dengan sesama jenisnya. Perkembangan dan pertumbuhan bahasa Melayu tampak lebih jelas dari berbagai peninggalan – peninggalan. Manusia sering disebut-sebut sebagai homosapiens makhluk yang berpikir. Bahasa Kebudayaan yaitu bahasa buku-buku yang berisi aturan-aturan hidup dan satra Bahasa Perhubungan (Lingua Franca) antar suku di Indonesia 3.sebetulnya yang membuat alat komunikasi manusia itu. produktif dan dinamis. Aceh pada tahun 1380 M. tidak dapat dipakai untuk menyatakan sesuatu yang baru. berbeda dengan alat komunikasi binatang. Dan pada saat itu Bahasa Melayu telah Berfungsi Sebagai : 1. pada tahun 684. pada tahun 683. . yang sudah dibicarakan dimuka. bersifat arbitrer. yang kini.Prasasti Kota Kapur. melainkan pada perbedaan besar hakikat manusia dan hakikat binatang. dan yang masih akan datang.Prasasti Karang Brahi Bangko. di Palembang. Bahasa resmi kerajaan. serta menyampaikannya kepada orang lain melalui alat komunikasinya. pada tahun 686. . adalah memang suatu kenyataan. alat komunikasinya tidaiklah sama dengan alat komunikasi manusia. bukanlah terletak pada bahasa itu dan alat komunikasi binatang itu. maka dapat dikatakan bahwa binatang tidak mempunyai bahasa. Maka dengan segala macam kelebihannya itu jelas manusia dapat memikirkan apa saja yang lalu.PERKEMBANGAN BAHASA INDONESIA SEBELUM MERDEKA Pada dasarnya bahasa Indonesia berasal dari bahasa Melayu. bahkan juga dengan manusia.Kalau kita menyimak kembali cirri-ciri bahasa. . Merangi. misalnya : . adalah bersifat manusiawi. Namun. bermakna. yang hanya itu-itu saja dan statis . 4. 2. 4. bahasa Melayu dipakai sebagai bahasa perhubung antar suku di nusantara dan sebagai bahasa yang digunakan dalam perdagangan antara pedagang dari dalam nusantara dan dari luar nusantara.Tulisan yang terdapat pada batu nisan di Minye Tujoh. homofabel makhluk pencipta alat-alat dan juga animalrasionale makhluk rasional yang beerakal budi. dalam arti hanya milik manusia dan hanya dapat digunakan oleh manusia. yaitu bahasa. Oleh karena itu bisa disimpulkan bahwa alat komunikasi manusia yang namanya bahasa. dan produktif.

Kini bahasa Indonesia dipakai oleh berbagai lapisan masyarakat Indonesia. Bahasa Indonesia dinyatakan kedudukannya sebagai bahasa negara pada tanggal 18 Agustus 1945. seorang politikus. nanti mungkin akan berbicara dengan bahasa negara lain.Bahasa Melayu menyebar ke pelosok nusantara bersamaan dengan menyebarnya agama Islam di wilayah nusantara. hanya ada dua bahasa yang bisa . para pemuda berikrar: 1. telah mengkukuhkan kedudukan dan fungsi bahasa Indonesia secara konstitusional sebagai bahasa negara. bahkan sekarang ini sudah banyak sekolah menengah ke atas yang mempelajari bahasa Jerman dan Arab. 2.Kami putra dan putri Indonesia mengaku berbangsa yang satu. hal ini dapat kita lihat dari sekolah-sekolah menengah ke atas yang hampir rata-rata mengedepankan pelajaran-pelajaran bahasa Inggris dan bahasa Jepang. Pasal 36) Prolamasi kemerdekaan Republik Indonesia pada 17 Agustus 1945. tapi sudah tertanam oleh bahasa luar. Jadi jelashlah bahwa bahasa indonesia sumbernya adalah bahasa melayu. bahasa Indonesia. Pada saat itu. Yamin mengatakan bahwa : “Jika mengacu pada mas a depan bahasa-bahasa yang ada di Indonesia dan kesusastraannya. Penggunaan bahasa Melayu sebagai bahasa nasional merupakan usulan dari Muhammad Yamin. Dalam pidatonya pada Kongres Nasional kedua di Jakarta.PERKEMBANGAN BAHASA INDONESIA SESUDAH MERDEKA Bahasa Indonesia lahir pada tanggal 28 Oktober 1928. antar bangsa dan antar kerajaan. antar suku. ini sangat ironi sekali justru seharusnya tes itu memakai bahasa Indonesia karena itu sama saja kita dari dini sudah tidak tertanam berbahasa Indonesia yang baku lagi. PERESMIAN NAMA BAHASA INDONESIA Bahasa Indonesia secara resmi diakui sebagai bahasa nasional pada saat Sumpah Pemuda tanggal 28 Oktober 1928. D. Unsur yang ketiga dari “Sumpah Pemuda” merupakan pernyataan tekad bahwa bahasa Indonesia merupakan bahasa persatuan bangsa Indonesia. jadinya dianggap sepele padahal justru bahasa kita sendirilah yang harus kita lestarikan. 3. antar pedagang. para pemuda dari berbagai pelosok nusantara berkumpul dalam rapat. Ikrar para pemuda ini dikenal dengan nama “Sumpah Pemuda”. tanah air Indonesia.Kami putra dan putri Indonesia mengaku bertumpah darah yang satu. karena pada saat itu Undang – Undang Dasar 1945 disahkan sebagai Undang – Undang Dasar Negara Republik Indonesia. Kita juga dapat melihat dari perguruanperguruan tinggi yang tes masuknnya itu harus dengan menguasai bahasa inggris. serta makin berkembang dan bertambah kokoh keberadaannya karena bahasa Melayu mudah diterima oleh masyarakat nusantara sebagai bahasa perhubungan antar pulau.Kami putra dan putri Indonesia menjunjung tinggi bahasa persatuan. BAHASA INDONESIA KEDEPAN Mungkin gaya bicara warga Indonesia ke depan diprediksi sudah tidak sama sekali menggunakan bahasa Indonesia dalam percakapanya sehari-hari. B. Di dalam UUD 1945 disebutkan bahwa “Bahasa Negara Adalah Bahasa Indonesia” (Bab XV. Hal-hal itulah yang menjadi penyebab bahasa Indonesia kedepannya nanti akan tidak dipakai lagi bahkan mungkin juga akan hilang. dan ahli sejarah. bangsa Indonesia. Pada tahun 1928 bahasa Indonesiadikokohkan kedudukannya sebagai bahasa nasional. sastrawan. sedangkan bahasa Indonesia sendiri sudah jarang dipelajari karena beranggapan bahasa kita sendiri. C. Itu semua dimasukan ke dalam pembelajaran yang pokok.

Tapi dari dua bahasa itu. .” Namun secara Yuridis Bahasa Indonesia diakui pada tanggal 18 Agustus 1945 atau setelah Kemerdekaan Indonesia. Hal ini juga sesuai dengan butir ketiga ikrar sumpah pemuda yaitu “Kami putra dan putri Indonesia menjunjung bahasa persatuan. bahasa Indonesia.diharapkan menjadi bahasa persatuan yaitu bahasa Jawa dan Melayu. Secara Sosiologis kita bisa mengatakan bahwa Bahasa Indonesia resmi di akui pada Sumpah Pemuda tanggal 28 Onktober 1928. bahasa Melayulah yang lambat laun akan menjadi bahasa pergaulan atau bahasa persatuan.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful