BAB 6. KALOR Standar Kompetensi 3. Memahami wujud zat dan perubahannya Kompetensi Dasar 3.

3 Melakukan percbaan yang berkaitan dengan pemuaian dalam kehidupan sehari-hari. Pengertian Kalor Kalor Panas, bentuk energi yang berpindah karena perbedaan suhu. Penting Untuk Diketahui • Perpindahan kalor-energi secara alami selalu terjadi dari benda bersuhu tinggi ke benda bersuhu rendah. • Perpindahan kalor-energi dari suhu rendah ke suhu tinggi dapat terjadi hanya dengan bantuan alat, misalnya AC, Freezer. Satuan Kalor joule ( J ) kalori ( kal )
35

1 kalori= 4,186 joule 1 joule = 0,24 kalori Penting Untuk Diketahui • Kalor tidak dapat diciptakan atau dimusnakan. • Kalor dapat mengalir dari satu tempat ke tempat yang lain karena perbedaan suhu. Kalor Dapat Mengubah Wujud Zat
GAS Mencair Menguap Melepas Kalor Menyublim

Menyublim

Menerima Kalor

CAIR Membeku Mencair PADAT

Menyublim (Padat ke Gas) • Proses ini memerlukan kalor (Q +)
36

• Contoh: - kapur barus - iodine - CO2 (es kering) Menyublim (Gas ke Padat) • Proses ini melepaskan kalor (Q –) • Contoh: - kapur barus - iodine - CO2 (es kering) Meleleh/Melebur (Padat ke Cair) • Proses ini memerlukan kalor (Q +) • Contoh: - es menjadi air - mentega menjadi minyak • Titik Lebur, angka suhu yang menunjukkan tepat dimulainya proses peleburan/pelelehan suatu zat dari kondisi padat ke cair. Titik lebur suatu zat akan turun jika - tekanan di atas zat padat dinaikan - memberi campuran, sehingga zat dibuat tidak murni • Regelasi , gejala meleburnya bagian balok es yang diberi beban (tekanan luar) dan membeku kembali sesaat setelah beban dihilangkan
37

• Kalor lebur (L), kalor yang diperlukan untuk meleburkan 1 kg zat padat pada titik leburnya. Membeku (Cair ke Padat) • Proses ini melepaskan kalor (Q –) Contoh: - air menjadi es - minyak menjadi mentega • Titik beku, angka suhu yang menunjukkan tepat dimulainya proses pembekuan suatu zat dari kondisi cairke padat. • Kalor beku (L), kalor yang diperlukan untuk membekukan 1 kg zat cair pada titik bekunya. Menguap (Cair ke Gas) • Proses ini memerlukan kalor (Q +) Contoh: air menjadi uap air • Kalor Uap (U), kalor yang diperlukan untuk menguapkan 1 kg zat cair pada titik didihnya • Penguapan terjadi pada sembarang suhu
38

• Zat cair menguap karena beberapa molekulnya bergerak lebih cepat daripada molekul-molekul lainnya. Dalam zat cair, molekul-molekul saling bertabrakan, dan molekul-molekul yang bergerak lebih cepat dan dekat ke permukaan dapat meninggalkan molekul-molekul lainnya untuk membentuk gas. • Penguapan dapat dipercepat dengan cara: - memanaskan - memperluas permukaan - meniupkan udara di atas permukaan Penguapan disebut juga pendinginan - Menyemburkan zat cair - mengurangi tekanan pada permukaan Mendidih Zat cair dikatakan mendidih jika gelembung-gelembung uap terjadi di dalam seluruh zat cair dapat meninggalkan zat cair.
39

• Titik didih, angka suhu yang menunjukkan tepat dimulainya proses pendidihan suatu zat dari kondisi cair ke gas. Titik didih akan naik jika: - tekanan pada permukaan zat cair dinaikkan - memberi campuran, sehingga zat cair dibuat tidak murni Mengembun (Gas ke Cair) • Proses ini melepaskan kalor (Q –) • Contoh: hujan • Kalor embun sama dengan kalor uap AZAS BLACK Ketika dua zat bercampur atau bersentuhan, maka yang terjadi adalah adanya aliran kalor dari zat yang bersuhu tinggi (melepas kalor) ke zat yang bersuhu rendah (menerima kalor) sampai diperoleh suatu kondisi dmana tak ada lagi kalor yang mengalir– kesetimbangan termal. Kalor Lepas = Kalor Terima Perumusan Kalor
40

Kalor Untuk Perubahan Suhu Q = m c ∆T atau Q = C ∆T C = mc Keterangan Q = kalor (J) m = massa (kg) c = kalor jenis (J/kg 0C) ∆T= perubahan suhu (0C) C = kapasitas kalor (J/0C) Kalor Untuk Perubahan Wujud Melebur–Membeku Menguap–engembun Q =mL Q= m U Keterangan Q = kalor (J) L = kalor lebur (J/kg) U = kalor uap (J/kg) Hubungan Kalor dan Daya W =Q Q = P x ∆t Keterangan W = energi listrik (J) P = daya listrik (W) ∆t = selang waktu (s) Azas Black
41

Q Lepas = Q Terima m1 c1 ∆T1 = m2 c2 ∆T2 m1 c1 (T1 – T) = m2 c2 (T – T2) Keterangan T1= suhu benda 1 T2= suhu benda 2 T = suhu keseimbangan T1 > T >T2 Teknik Perhitungan Kalor
120 100 80 60

Temperatur

(°C)

20 0 -20 -40 A

es dan es air
B

air (semua cairan)

C

D

No 1. 2. 3.

Proses perlu kalor A→B Q = m ces ∆T B→C Q=mL C→D

Kalor (joule)

E

uap air
F

40

air dan uap air

Proses melepas kalor B→A Q = m ces ∆T C→B Q=mL D→C 42

4. 5.

Q = m cair ∆T D→E Q=mL C→D Q = m cuap ∆T
Panas Sedang T1 A T B

Q = m cair ∆T D→E Q=mL D→C Q = m cuap ∆T
Dingin

Kalor Lepas – Kalor Terima

T2 C

Pelepas Panas Wadah A melepaskan kalor karena dia memiliki suhu yang lebih tinggi dibandingkan dengan wadah C. Banyaknya kalor yang dilepaskan; QL = mA cA ∆TAB = mA cA(T1 – T) Penerima Panas Wadah B menerima kalor karena dia memiliki suhu yang lebih rendah dibandingkan dengan wadah A.
43

Banyaknya kalor yang diterima; QT = mC cC ∆TCB = mC cC (T – T2) Azas Black QL = QT mA cA(TA – T) = mC cC (T – TC) Perpindahan Kalor Konduksi • perpindahan kalor melalui zat tanpa disertai perpindahan partikel-partikel zat tersebut • umumnya terjadi pada zat padat • konduktor, penghantar kalor yang baik • isolator, penghantar kalor yang buruk • Penting Untuk Diketahui • Zat padat konduktor kalor yang lebih baik daripada cairan dan gas karena dalam zat padat, jarak antarpartikel lebih dekat daripada dalam cairan dan
44

gas, kalor dapat dipindahkan dengan lebih cepat. • Konduksi kalor dalam logam jauh lebih baik daripada zat padat lainnya karena logam memiliki banyak elektron bebas. Elektron-elektron bebas ini bebas untuk bergerak dalam ruang-ruang diantara partikel-partikel sebelum bertumbukan dengan elektron-elektron bebas lain dan memindahkan sebagaian energi kalornya ke elektronelektron lain dengan cepat.. Konveksi Aliran, perpindahan kalor yang disebabkan oleh perbedaan massa jenis zat, proses ini menghendaki berpindahnya partikel dalam menghantarkan kalor dari satu tempat ke tempat yang lainnya. Konveksi dalam kehidupan sehari-hari • Memasak air Pemanasan menimbulkan perbedaan massa jenis antara air bagian bawah
45

dengan air bagian atas (ρbawah > ρatas), sehingga peristiwa konveksi, pergerakan air dari bawah ke atas. • Aingin darat dan angin laut Angin darat angin yang bertiup dari darat ke laut (malam hari) Angin lautangin yang bertiup dari laut ke darat (siang hari) Pemanfaatan konveksi 1.kumparan pemanas dalam ketel listrik 2.kumparan peniup pendingin ruangan 3.lemari es Radiasi Pancaran, perpindahan kalor tanpa zat perantara atau medium Penting untuk diketahui
46

• permukaan yang hitam dan kusam adalah penyerap kalor radiasi yang baik sekaligus pemancar kalor radiasi yang baik pula • permukaan yang putih dan berkilap adalah penyerap kalor radiasi yang buruk sekaligus pemancar kalor yang buruk pula • jika diinginkan agar kalor yang merambat secara radiasi berkurang, permukaan (dinding) harus dilapisi suatu bahan agar berkilap (misal dilapisi dengan perak) Termos • dinding termos terbuat dari kaca – konduktor yang jelek agar tidak dapat memindahkan kalor secara konduksi • permukaan dalam dindingnya dilapisi dengan perak mengkilap – agar dapatmemantulkan radiasi kembali ke dalam termos
47

• ruang antara kedua lapisan perak dihampakan (vakum), agar tidak memungkinkan terjadinya perpindahan kalor secara konduksi dan konveksi • sumbat termos terbuat dari bahan isolator – menjaga agar konveksi tidak terjadi.

48

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful