1

A. LATAR BELAKANG Masalah penyalahgunaan Narkotika, Psikotropika dan Zat Adiktif lainya (NAPZA) atau istilah yang populer dikenal masyarakat sebagai NARKOBA (Narkotika dan Bahan/ Obat berbahanya) merupakan masalah yang sangat kompleks, yang memerlukan upaya penanggulangan secara komprehensif dengan melibatkan kerja sama multidispliner, multisektor, dan peran serta masyarakat secara aktif yang dilaksanakan secara berkesinambungan, konsekuen dan konsisten.Meskipun dalam Kedokteran, sebagian besar golongan Narkotika, Psikotropika dan Zat Adiktif lainnya (NAPZA) masih bermanfaat bagi pengobatan, namun bila disalahgunakan atau digunakan tidak menurut indikasi medis atau standar pengobatan terlebih lagi bila disertai peredaran dijalur ilegal, akan berakibat sangat merugikan bagi individu maupun masyarakat luas khususnya generasi muda. Maraknya penyalahgunaan NAPZA tidak hanya dikota-kota besar saja, tapi sudah sampai ke kota-kota kecil diseluruh wilayah Republik Indonesia, mulai dari tingkat sosial ekonomi menengah bawah sampai tingkat sosial ekonomi atas. Dari data yang ada, penyalahgunaan NAPZA paling banyak berumur antara 15–24 tahun. Tampaknya generasi muda adalah sasaran strategis perdagangan gelap NAPZA. Oleh karena itu kita semua perlu mewaspadai bahaya dan pengaruhnya terhadap ancaman kelangsungan pembinaan generasi muda. Sektor kesehatan memegang peranan penting dalam upaya penanggulangan penyalahgunaan NAPZA. Promotif, Preventif, Terapi dan Rehabilitasi. Peran penting sektor kesehatan sering tidak disadari oleh petugas kesehatan itu sendiri, bahkan para pengambil keputusan, kecuali mereka yang berminat dibidang kesehatan jiwa, khususnya penyalahgunaan NAPZA. Bidang ini perlu dikembangkan secara lebih profesional, sehingga menjadi salah satu pilar yang kokoh dari upaya penanggulangan penyalahgunaan NAPZA. Kondisi diatas mengharuskan pula Puskesmas sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan dapat berperan lebih proaktif dalam upaya penanggulangan penyalahgunaan NAPZA di masyarakat. Dari hasil identifikasi masalah NAPZA dilapangan melalui diskusi kelompok terarah yang dilakukan Direktorat Kesehatan Jiwa Masyarakat bekerja sama dengan Direktorat Promosi Kesehatan – Ditjen Kesehatan Masyarakat Depkes-Kesos RI dengan petugas-petugas puskesmas di beberapa propinsi yaitu DKI Jakarta, Jawa Barat, Banten, Jawa Timur, Bali ternyata pengetahuan petugas puskesmas mengenai masalah NAPZA sangat minim sekali serta masih kurangnya buku yang dapat dijadikan pedoman.

yang menitik beratkan pada upaya penanggulangan dari sudut kesehatan fisik. hilangnya rasa. Istilah ini sangat populer di masyarakat termasuk media massa dan aparat penegak hukum yang sebetulnya mempunyai makna yang sama dengan NAPZA. ganja). NAPZA sering disebut juga sebagai zat psikoaktif. yaitu turunan Opium.Narkotika Golongan II : Narkotika yang berkhasiat pengobatan digunakan sebagai pilihan terakhir dan dapat digunakan dalam terapi atau tujuan pengembangan ilmu pengetahuan serta mempunyai potensi tinggi mengakibatkan ketergantungan (Contoh : morfin. NARKOBA NARKOBA adalah singkatan Narkotika dan Obay/Bahan berbahaya. (Contoh : heroin/putauw. B. mengurangi sampai menghilangkan rasa nyeri.Narkotika Golongan III : Narkotika yang berkhasiat pengobatan dan banyak digunakan dalam terapi atau tujuan pengembangan ilmu pengetahuan serta mempunyai potensi ringan mengakibatkan ketergantungan (Contoh : kodein). psikis. Psikotropika dan Zat Adiktif lain) adalah bahan/zat/obat yang bila masuk kedalam tubuh manusia akan mempengaruhi tubuh terutama otak/susunan saraf pusat. sehingga menimbulkan perubahan perilaku. dan tidak ditujukan untuk terapi serta mempunyai potensi sangat tinggi menimbulkan ketergantungan. NAPZA NAPZA (Narkotika. JENIS NAPZA YANG DISALAHGUNAKAN 1. NARKOTIKA (Menurut Undang-Undang RI Nomor 22 tahun 1997 tentang Narkotika). perasaan. yaitu zat yang bekerja pada otak. Istilah NAPZA umumnya digunakan oleh sektor pelayanan kesehatan. Narkotika yang sering disalahgunakan adalah Narkotika Golongan I : . dan pikiran. petidin).Narkotika Golongan I : Narkotika yang hanya dapat digunakan untuk tujuan ilmu pengetahuan. . psikis. dan fungsi sosialnya karena terjadi kebiasaan. kokain. . dan dapat menimbulkan ketergantungan. NARKOTIKA : adalah zat atau obat yang berasal dari tanaman atau bukan tanaman baik sintetis maupun semisintetis yang dapat menyebabkan penurunan atau perubahan kesadaran. 2. Ada juga menggunakan istilah Madat untuk NAPZA Tetapi istilah Madat tidak disarankan karena hanya berkaitan dengan satu jenis Narkotika saja. ketagihan (adiksi) serta ketergantungan (dependensi) terhadap NAPZA. sehingga menyebabkan gangguan kesehatan fisik. dan sosial.2 BATASAN DAN PENGERTIAN 1. NARKOTIKA dibedakan kedalam golongan-golongan : .

3 . yang berpengaruh menekan susunan syaraf pusat. bromazepam. marihuana. . ( Contoh amfetamin.PSIKOTROPIKA GOLONGAN IV : Psikotropika yang berkhasiat pengobatan dan sangat luas digunakan dalam terapi dan/atau untuk tujuan ilmu pengetahuan serta mempunyai potensi ringan mengakibatkan sindrom ketergantungan (Contoh : diazepam. dan lain-lain . Psikotropika yang sering disalahgunakan antara lain : . 2. klordiazepoxide. mushroom. Yang dimaksud dengan :PSIKOTROPIKA adalah zat atau obat. BK. ZAT ADIKTIF LAIN Yang dimaksud disini adalah bahan/zat yang berpengaruh psikoaktif diluar yang disebut Narkotika dan Psikotropika. PSIKOTROPIKA (Menurut Undang-undang RI No.Sedatif & Hipnotika (obat penenang.Minuman berakohol. Jika digunakan sebagai campuran dengan narkotika atau psikotropika. klonazepam.PSIKOTROPIKA GOLONGAN I : Psikotropika yang hanya dapat digunakan untuk kepentingan ilmu pengetahuan dan tidak digunakan dalam terapi serta mempunyai potensi amat kuat mengakibatkan sindroma ketergantungan. 3.5 tahun 1997 tentang Psikotropika). Rohip.Opiat : morfin. (Contoh : ekstasi. LSD) . meliputi : . Dum.Ganja atau kanabis. candu. yaitu serbuk kokain.PSIKOTROPIKA GOLONGAN III : Psikotropika yang berkhasiat pengobatan dan banyak digunakan dalam terapi dan/atau untuk tujuan ilmu pengetahuan serta mempunyai potensi sedang mengakibatkan sindroma ketergantungan (Contoh : pentobarbital. obat tidur): MG. dan sering menjadi bagian dari kehidupan manusia sehari-hari dalam kebudayaan tertentu. pil Koplo. daun koka. MG).Halusinogenika : Iysergic acid dyethylamide (LSD).PSIKOTROPIKA GOLONGAN II : Psikotropika yang berkhasiat pengobatan dan dapat digunakan dalam terapi. ekstasi. Flunitrazepam).Kokain. Pil koplo dan lain-lain .Psikostimulansia : amfetamin. nitrazepam. seperti pil BK. PSIKOTROPIKA dibedakan dalam golongan-golongan sebagai berikut. shabu. . metilfenidat atau ritalin) . . Mengandung etanol etil alkohol. herion (putauw). baik alamiah maupun sintetis bukan Narkotika. DUM. dan/atau tujuan ilmu pengetahuan serta menpunyai potensi kuat mengakibatkan sindroma ketergantungan . memperkuat pengaruh obat/zat itu dalam tubuh manusia. shabu . yang berkhasiat psikoaktif melalui pengaruh selektif pada susunan saraf pusat yang menyebabkan perubahan khas pada aktivitas mental dan perilaku. pasta kokain. petidin. Fenobarbital. hashis .

Pada upaya penanggulangan NAPZA di masyarakat.4 Ada 3 golongan minumanberakohol. esktasi). TKW.Golongan B : kadar etanol 5-20%.Golongan C : kadar etanol 20-45 %. Kamput. yaitu : . pendiam dan bahkan membuatnya tertidur dan tidak sadarkan diri.Ada batas umur dalam penggunannya : alkohol. Golongan Halusinogen Adalah jenis NAPZA yang dapat menimbulkan efek halusinasi yang bersifat merubah perasaan dan pikiran dan seringkali menciptakan daya pandang yang berbeda sehingga . antara lain : Lem. 2. Jenis ini membuat pemakainya menjadi aktif. Zat yang termasuk golongan ini adalah : Amfetamin (shabu. yang terdapat pada berbagai barang keperluan rumah tangga.Inhalansia (gas yang dihirup) dan solven (zat pelarut) mudah menguap berupa senyawa organik. Manson House. . Bahan/ obat/zat yang disalahgunakan dapat juga diklasifikasikan sebagai berikut : . . sedatif hipnotika.Sama sekali dilarang : Narkotoka golongan I dan Psikotropika Golongan I. (Whiskey. kodein). harus menjadi bagian dari upaya pencegahan. hipnotik (otot tidur).Penggunaan dengan resep dokter: amfetamin. Berdasarkan efeknya terhadap perilaku yang ditimbulkan NAPZA dapat digolongkan menjadi tiga golongan : 1. Jenis ini menbuat pemakaiannya merasa tenang. thinner dan lain-lain. bensin. kantor dan sebagai pelumas mesin. heroin/putauw.Diperjual belikan secara bebas : lem. pemakaian rokok dan alkohol terutama pada remaja. thinner. Johny Walker. Yang sering disalah gunakan. (Berbagai jenis minuman anggur) . Kokain 3. Golongan Stimulan(Upper) Adalah jenis NAPZA yang dapat merangsang fungsi tubuh dan meningkatkan kegairahan kerja. Golongan ini termasuk Opioida (morfin. penghapus cat kuku. Golongan Depresan (Downer) Adalah jenis NAPZA yang berfungsi mengurangi aktifitas fungsional tubuh. segar dan bersemangat. Vodca. Sedatif (penenang).Tembakau : Pemakaian tembakau yang mengandung nikotin sangat luas di masyarakat. dan tranquilizer (anti cemas) dan lain-lain. . .Golongan A: kadar etanol 1-5%. Kafein. (Bir) . karena rokok dan alkohol sering menjadi pintu masuk penyalahgunaan NAPZA lain yang lebih berbahaya.) . rokok.

kehilangan nafsu makan.Opioida semi sintetik : heroin/putauw. ptw.Nama jalannya putauw. KOKAIN . Ada juga yang melalui suatu proses menjadi bentuk padat untuk dihirup asapnya yang populer disebut freebasing. kodein dan lain-lain . putih. hidromorfin . Penggunaan dengan cara dihirup akan berisiko kering dan luka pada sekitar lubang hidung bagian dalam.Nama jalanan dari kokain adalah koka. juga dapat menghilangkan rasa sakit dan lelah. Mulai sering melakukan manipulasi dan akhirnya menderita kesulitan keuangan yang mengakibatkan mereka melakukan pencurian atau tindak kriminal lainnya.Kokain mempunyai dua bentuk yaitu : kokain hidroklorid dan free base. methadon. Free base tidak berwarna/putih. Mereka merasa bahwa lingkungannya adalah musuh.Heroin yang murni berbentuk bubuk putih. . brown sugar . . black heroin.Reaksi dari pemakaian ini sangat cepat yang kemudian timbul rasa ingin menyendiri untuk menikmati efek rasanya dan pada taraf kecanduan sipemakai akan kehilangan rasa percaya diri hingga tak mempunyai keinginan untuk bersosialisasi.Dihasilkan dari cairan getah opium poppy yang diolah menjadi morfin kemudian dengan proses tertentu menghasil putauw. LSD.Opiat atau opioid biasanya digunakan dokter untuk menghilangkan rasa sakit yang sangat (analgetika kuat). sedangkan heroin yang tidak murni berwarna putih keabuan . Atau dengan cara dibakar bersama tembakau yang sering disebut cocopuff.Opioida alamiah (opiat): morfin. cpium.5 seluruh perasaan dapat terganggu. OPIOIDA . Talwin. Mereka mulai membentuk dunia mereka sendiri.Opioida sintetik : meperidin. Opioid sintetik yang mempunyai kekuatan 400 kali lebih kuat dari morfin. snow salju. Mescalin Macam-macam bahan Narkotika dan Psikotropika yang terdapat di masyarakat serta akibat pemakaiannya : 1. tidak berbau dan rasanya pahit . dimana putauw mempunyai kekuatan 10 kali melebihi morfin. menambah rasa percaya diri. Golongan ini termasuk : Kanabis (ganja). Biasanya dalam bentuk bubuk putih . . Golongan ini tidak digunakan dalam terapi medis. charlie.Opioida dibagi dalam tiga golongan besar yaitu : . propoksipen. kodein .coke.Efek rasa dari pemakaian kokain ini membuat pemakai merasa segar.Cara pemakaiannya : dengan membagi setumpuk kokain menjadi beberapa bagian berbaris lurus diatas permukaan kaca atau benda-benda yang mempunyai permukaan datar kemudian dihirup dengan menggunakan penyedot seperti sedotan. happy dust. 2. metadon . Kokain berupa kristal pitih. srepet. Rasa sedikit pahit dan lebih mudah larut dari free base. Berupa pethidin.

MDMA (methylene dioxy methamphetamin). Yang bisa digambarkan seperti halusinasi terhadap tempat.Cara menggunakannya dengan meletakkan LSD pada permukaan lidah dan bereaksi setelah 30-60 menit sejak pemakaian dan hilang setelah 8-12 jam.Nama generik amfetamin adalah D-pseudo epinefrin berhasil disintesa tahun 1887.Bentuk yang bisa didapatkan seperti kertas berukuran kotak kecil sebesar seperempat perangko dalam banyak warna dan gambar. Nama lain : xtc.Efek rasa ini bisa disebut tripping. inex. dan dipasarkan tahun 1932 sebagai obat .Methamfetamin ice. Ada dua jenis amfetamin : .Efek rasa dari kanabis tergolong cepat. Sedangkan yang berbentuk tablet biasanya diminum dengan air. mulai dikenal sekitar tahun 1980 dengan nama Ekstasi atau Ecstacy. AMPHETAMINES .Gamja berasal dari tanaman kanabis sativa dan kanabis indica. Hingga timbul obsesi terhadap halusinasi yang ia rasakan dan keinginan . petir yang dikemas dalam bentuk pil atau kapsul . . kertas. tabs.bhang . dikenal sebagai SHABU.meth.sipemakai : cenderung merasa lebih santai. LSD (Lysergic acid) Termasuk dalam golongan halusinogen.crystal.selera makan tinggi. ice. pink heart. Aktif berkomonikasi. atau dibakar dengan menggunakan botol kaca yang dirancang khusus (bong) 5. cein.Bentuknya ada yang berbentuk bubuk warna putih dan keabuan. . Cara penggunaan : dibakar dengan menggunakan kertas alumunium foil dan asapnya dihisap. KANABIS Nama jalanan yang sering digunakan ialah : grass. Cimeng.sensitif.dengan nama jalanan : acid.rasa gembira berlebih (euforia).6 3. ada juga yang berbentuk pil.uppers.Nama jalannya : seed. kapsul. SS.hasish.kering pada mulut dan tenggorokan 4.ganja dan gelek. . sering berfantasi.marijuana.digunakan dengan cara dihirup. Nama lainnya shabu-shabu. cece. Biasanya halusinasi ini digabung menjadi satu.Cara penggunaannya adalah dihisap dengan cara dipadatkan mempunyai rokok atau dengan menggunakan pipa rokok.kanabinol dan kanabidiol . Warna dan waktu. crank. . snow white. trips. Terdiri dari berbagai macam jenis antara lain : white doft.whizz dan sulphate . crystal. fantacy pils. Pada tanaman ganja terkandung tiga zat utama yaitu tetrehidro kanabinol.

uap bensin. muntah.Nama jalanan alkohol : booze. aica aibon. Diperoleh dari proses fermentasi madu. kepala terasa berputar. Lexo. SOLVENT / INHALANSIA .Pemakaian benzodiazepin dapat melalui : oral. drink .Contohnya :Aerosol. mamun sering dengan penurunannya pula orang menjadi depresi.Nama jalanan dari Benzodiazepin : BK. sari buah dan umbi-umbian. 6. .Adalah uap gas yang digunakan dengan cara dihirup.Biasanya digunakan secara coba-coba oleh anak dibawah umur golongan kurang mampu/ anak jalanan .sehingga menimbulkan gangguan kesehatan fisik. 8. Dum. MG.Efek yang ditimbulkan : pusing. liver dan jantung. halusinasi ringan. gangguan fungsi paru. PENYALAHGUNAAN NAPZA adalah penggunaan salah satu atau beberapa jenis NAPZA secara berkala atau teratur diluar indikasi medis. Rohyp. isi korek api gas. C.Digolongkan zat sedatif (obat penenang) dan hipnotika (obat tidur) . mual. . Sekali diabsorbsi. cairan untuk dry cleaning. Sering dengan peningkatan kadar alkohol dalam darah maka orang akan menjadi euforia. . menjadi sangat indah atau bahkan menyeramkan dan lama-lama membuat paranoid. . SEDATIF-HIPNOTIK (BENZODIAZEPIN) .Merupakan salah satu zat psikoaktif yang sering digunakan manusia. dengan proses penyulingan di pabrik dapat dihasilkan kadar alkohol yang lebih tinggi bahkan mencapai 100%. PENYALAHGUNAAN DAN KETERGANTUNGAN Penyalahgunaan dan Ketergantungan adalah istilah klinis/medik-psikiatrik yang menunjukan ciri pemekaian yang bersifat patologik yang perlu di bedakan dengan tingkat pemakaianpsikologik-sosial. etanol didistribisikan keseluruh jaringan tubuh dan cairan tubuh. gula.7 untuk hanyut didalamnya. 7. tiner. psikis dan gangguan fungsi sosial.Konsentrasi maksimum alkohol dicapai 30-90 menit setelah tegukan terakhir.intra vena dan rectal .Penggunaan dibidang medis untuk pengobatan kecemasan dan stres serta sebagai hipnotik (obat tidur). yang belum bersifat patologik 1. ALKOHOL . Dari proses fermentasi diperoleh alkohol dengan kadar tidak lebih dari 15%.

melanggar hukum atau kriminal dan tak mampu berfungsi secara efektif.Pemakaian sosial/rekreasi (social/recreational use) : yaitu pemakaian NAPZA dengan tujuan bersenang-senang.perilaku agresif dan tak wajar. -Ketergantungan (dependence use) : yaitu telah terjadi toleransi dan gejala putus zat. sehingga tubuh memerlukan jumlah NAPZA yang makin bertambah (toleransi). yaitu pemakaian NAPZA yang tujuannya ingin mencoba.untuk memenuhi rasa ingin tahu.Pemakaian Situasional (situasional use) : yaitu pemakaian pada saat mengalami keadaan tertentu seperti ketegangan. . agar dapat melakukan kegiatannya sehari-hari secara “normal” 3.pada saat rekreasi atau santai. sering bolos sekolah atau kerja. terus menggunakan walaupun sakit fisiknya kambuh. kesedihan. dan sebagian lain berlanjut pada tahap lebih berat. dengan maksud menghilangkan perasaan-perasaan tersebut. tak mapu mengurangi atau menghentikan. berusaha berulang kali mengendalikan. KETERGANTUNGAN NAPZA adalah keadaan dimana telah terjadi ketergantungan fisik dan psikis. .Pemakaian coba-coba (experimental use). maka sebaiknya tingkat-tingkat pemakaian tersebut memerlukan perhatian dan kewaspadaan keluarga dan masyarakat. kekecewaaqn. dan sebagainnya.8 2. TINGKAT PEMAKAIAN NAPZA. Agar tidak berlanjut pada tingkat yang lebih berat (ketergantungan). Sebagian pemakai berhenti pada tahap ini. Oleh karena itu ia selalu berusaha memperoleh NAPZA yang dibutuhkannya dengan cara apapun. Untuk itu perlu dilakukan penyuluhan pada keluarga dan masyarakat. Keadaan ini akan menimbulkan gangguan fungsional atau okupasional yang ditandai oleh : tugas dan relasi dalam keluarga tak terpenuhi dengan baik. Sebagian pemakai tetap bertahan pada tahap ini. PENYEBAB PENYALAHGUANAAN NAPZA Penyebab penyalahgunaan NAPZA sangat kompleks akibat interaksi antara factor yang erkait dengan individu. hubungan dengan kawan terganggu. bila pemakaian NAPZA dihentikan atau dikurangi dosisnya.Penyalahgunaan (abuse): yaitu pemakaian sebagai suatu pola penggunaan yang bersifat patologik/klinis (menyimpang) yang ditandai oleh intoksikasi sepanjang hari.namun sebagian lagi meningkat pada tahap yang lebih berat . apabila pemakaiannya dikurangi atau diberhentikan akan timbul gejala putus zat (withdrawal syamptom). faktor lingkungan dan faktor tersedianya zat (NAPZA). Tidak terdapat adanya penyebab tunggal (single cause) Faktor-faktor yang mempengaruhi terjadinya penyalagunaan NAPZA adalah sebagian berikut : . .

cenderung agresif dan destruktif .Hubungan dalam keluarga kurang harmonis/disfungsi dalam keluarga .Mudah murung. kesepian dan kegetiran hidup. Faktor Lingkungan : Faktor lingkungan meliputi faktor keluarga dan lingkungan pergaulan baik disekitar rumah.9 1.Cenderung membrontak dan menolak otoritas . kekecewaan. psikologik maupun sosial yang pesat merupakan individu yang rentan untuk menyalahgunakan NAPZA.Rasa kurang percaya diri (low selw-confidence). sebab remaja yang sedang mengalami perubahan biologik.Keingintahuan yang besar untuk mencoba atau penasaran .karena dianggap sebagai lambang keperkasaan dan kehidupan modern. rendah diri dan memiliki citra diri negatif (low self-esteem) .Keinginan untuk mengikuti mode.terutama faktor orang tua yang ikut menjadi penyebab seorang anak atau remaja menjadi penyalahguna NAPZA antara lain adalah : a.Perilaku menyimpang dari aturan atau norma yang berlaku .Ccemas. .kegagalan. sekolah. Kkeperibadian dissosial.malu dan lain-lain) -Putus sekolah .Kominikasi orang tua-anak kurang baik/efektif .Kemampuan komunikasi rendah . Anak atau remaja dengan ciri-ciri tertentu mempunyai risiko lebih besar untuk menjadi penyalahguna NAPZA. pendiam -Mudah mertsa bosan dan jenuh . . Lingkungan Keluarga . teman sebaya maupun masyarakat.Identitas diri yang kabur.Cenderung memiliki gangguan jiwa lain (komorbiditas) seperti Depresi. Ciri-ciri tersebut antara lain : .Melarikan diri sesuatu (kebosanan. -Keinginan untuk diterima dalam pergaulan. Faktor individu : Kebanyakan penyalahgunaan NAPZA dimulai atau terdapat pada masa remaja.Kurang menghayati iman kepercayaannya 2.ketidak mampuan.pemalu.Sifat mudah kecewa. Psikotik.Keinginan untuk bersenang-senang (just for fun) . Faktor keluarga. sehingga merasa diri kurang “jantan” -Tidak siap mental untuk menghadapi tekanan pergaulan sehingga sulit mengambil keputusan untuk menolak tawaran NAPZA dengan tegas .

Orang tua otoriter atau serba melarang .Khasiat farakologik NAPZA yang menenangkan. semakin besar kemungkinan seseorang menjadi penyalahguna NAPZA.Orang tua bercerai. Lingkungan Teman Sebaya . Penyalahguna NAPZA harus dipelajari kasus demi kasus. menidur-kan.Lemahnya penegakan hukum . Akan tetapi makin banyak faktor-faktor diatas. membuat euforia/fly/stone/high/teler dan lain-lain. Lingkungan masyarakat/sosial .Orang tua yang serba membolehkan (permisif) -Kurangnya orang yang dapat dijadikan model atau teladan .Banyaknya iklan minuman beralkohol dan rokok yang menarik untuk dicoba .Sekolah yang terletak dekat tempat hiburan dan penjual NAPZA .Faktor individu. bisa saja seorang anak yang berasal dari keluarga yang harmonis dan cukup kominikatif menjadi penyalahguna NAPZA .10 . menghilangkan nyeri.Kurangnya kehidupan beragama atau menjalankan ibadah dalam keluarga . Faktor-faktor tersebut diatas memang tidak selau membuat seseorang kelak menjadi penyalahguna NAPZA.Sekolah yang kurang disiplin .Berteman dengan penyalahguna -Tekanan atau ancaman teman kelompok atau pengedar d. Karena faktor pergaulan.Mudahnya NAPZA didapat dimana-mana dengan harga “terjangkau” .Sekolah yang kurang memberi kesempatan pada siswa untuk mengembangkan diri secara kreatif dan positif .Orang tua atau anggota keluarga yang menjadi penyalahduna NAPZA b.Orang tua kurang peduli dan tidak tahu dengan masalah NAPZA -Tata tertib atau disiplin keluarga yang selalu berubah (kurang konsisten) . sosial dan ekonomi yang kurang mendukung 3. Lingkungan Sekolah .berselingkuh atau kawin lagi -Orang tua terlalu sibuk atau tidak acuh . Faktor Napza . faktor lingkungan keluarga dan teman sebaya/pergaulan tidak selalu sama besar perannya dalam menyebabkan seseorang menyalahgunakan NAPZA.Situasi politik.Adanya murid pengguna NAPZA c.

Remaja yang tidak mau mengikutu peraturan/tata nilai yang berlaku .Remaja yang diliputi rasa sedih (depresi) atau cemas (ansietas) .tapi sangat penting artinya untuk mencegah berlanjutnya masalah tersebut.Anak yang sudah merokok sejak Sekolah Dasar . KELOMPOK RISIKO TINGGI Kelompok Risiko Tinggi adalah orang yang belum menjadi pemakai atau terlibat dalam penggunaan NAPZA tetapi mempunyai risiko untuk terlibat hal tersebut. Sekalipun tidak mudah untuk mengenalinya.Remaja yang mempunyai sifat sangat tidak sabar .mencari atau melawan tatatertib .Remaja yang kurang taat beragama . kurang percaya diri dan mempunyai citra diri negatif . REMAJA : Ciri-ciri remaja yang mempunyai risiko tinggi menyalahgunakan NAPZA : . golongan rentan).Anak yang sering berbohong.Anak yang sulit memusatkan perhatian pada suatu kegiatan (tidak tekun) .Remaja yang cenderung melakukan sesuatu yang mengandung risiko tinggi/bahaya .11 DETEKSI DINI PENYALAHGUNAAN NAPZA Deteksi dini penyalahgunaan NAPZA bukanlah hal yang mudah. namun seseorang dengan ciri tertentu (kelompok risiko tinggi) mempunyai potensi lebih besar untuk menjadi penyalahguna NAPZA dibandingkan dengan yang tidak mempunyai ciri kelompok risiko tinggi. mereka disebut juga Potential User (calon pemakai.Anak yang mudah kecewa . Beberapa keadaan yang patut dikenali atau diwaspadai adalah : A.Anak denga IQ taraf perbatasan (IQ 70-90) 2.Anak yang sering sakit . ANAK : Ciri-ciri pada anak yang mempunyai risiko tinggi menyalahgunakan NAPZA antara lain : . Mereka mempunyai karakteristik sebagai berikut : 1.Anak yang mudah murung .Remaja yang mempunyai rasa rendah diri.Remaja yang cenderung memberontak .Remaja yang berkawan dengan penyalahguna NAPZA .

Remaja yang cenderung merusak diri sendiri 3. kurang bergaul dengan lawan jenis).Pengaruh jangka panjang.diare. Perubahan Fisik Gejala fisik yang terjadi tergantung jenis zat yang digunakan.Remaja yang tidak suka kegiatan ekstrakurikuler .Orang tua yang tidak memiliki standar norma baik-buruk atau benar-salah yang jelas . apatis (acuh tak acuh). kulit teraba dingin.rasa sakit diseluruh tubuh.menguap terus menerus.Remaja yang mudah menjadi bosan.kejang. bicara pelo (cadel). meninggal. gigi tidak terawat dan kropos. .Orang tua yang terlalu menuntut anaknya secara berlebihan agar berprestasi diluar kemampuannya .Remaja dengan motivasi belajar rendah . sering masturbasi.Orang tua kurang komunikatif dengan anak .Bila kelebihan disis (overdosis) : nafas sesak. .suka menyendiri.curiga .murung. .orang tua berselingkuh atau ayah menikah lagi .denyut jantung dan nadi lambat.Orang tua yang terlalu mengatur anak . mengantuk.Orang tua menjadi penyalahgunaan NAPZA B. KELUARGA Ciri-ciri keluarga yang mempunyai risiko tinggi.sulit bergaul.Orang tua yang kurang harmonis.Pada saat menggunakan NAPZA : jalan sempoyongan.sering bertengkar. tapi secara umum dapat digolongkan sebagai berikut : .Orang tua yang todak dapat menjadikan dirinya teladan .Remaja dengan hambatan atau penyimpangan dalam perkembangan psikoseksual (pepalu.antara lain . agresif.tidak peduli terhadap kesehatan dan kebersihan. terhadap bekas suntikan pada lengan atau bagian tubuh lain (pada pengguna dengan jarum suntik) .12 . nafas lambat/berhenti. . GEJALA KLINIS PENYALAHGUNAAN NAPZA 1.Orang tua yang kurang memberi perhatian pada anak karena terlalu sibuk . penampilan tidak sehat.takut air sehingga malas mandi.Bila sedang ketagihan (putus zat/sakau) : mata dan hidung berair.jenuh. kesadaran menurun.

Sering mendapat telepon dan didatangi orang tidak dikenal oleh keluarga. .Botol air mineral bekas yang berlubang di dindingnya.kadang tidak pulang tanpa memberi tahu lebih dulu . Pasien tersebut dapat ditolong dengan meminimasi efek-efek yang langsung atau tidak langsung dari NAPZA.kurang bertanggung jawab. Perubahan Sikap dan Perilaku Prestasi sekolah menurun. pada dirinya.dengan pipa pada dindingnya A. Misalnya pada pengguna Heroin. .Sedotan minuman dari plastik -Gulungan uang kertas.namun banyak orang tidak mampu atau mempunyai motivasi untuk mencapai tujuan ini. .pemalas.Pola tidur berubah. mencuri.kemudian menghilang .kadang-kadang dibuang pada saluran air di kamar mandi.mengantuk dikelas atau tampat kerja. PERALATAN YANG DIGUNAKAN Ada beberapa peralatan yang dapat menjadi petunjuk bahwa seseorang mempunyai kebiasaan menggunakan jenis NAPZA tertentu. tertutup dan penuh rahasia C.Sering berpegian sampai larut malam.Botol-botol kecil sebesar jempol. . tasnya atau laci meja terdapat antara lain : . mudah tersinggung. Sebagian pasien memang telah abstinesia terhadap salah satu NAPZA tetapi kemudian beralih untuk menggunakan jenis NAPZA yang lain. berlama-lama dikamar mandi.Jarum suntik insulin ukuran 1 ml. . Tujuan ini tergolong sangat ideal. marah. . TUJUAN TERAPI DAN REHABILITASI 1. .Sering bersikap emosional. mengambil dan menjual barang berharga milik sendiri atau milik keluarga.Kertas timah bekas bungkus rokok atau permen karet.begadang.Kartu telepon.Sering mengurung diri. Abstinensia atau menghentikan sama sekali penggunaan NAPZA.yang digulung untuk menyedot heroin atau kokain. pencuriga.sulit dibangunkan pagi hari.untuk memilah bubuk heroin. menghindar bertemu dengan anggota keluarga lain dirumah .13 2. mengomengompas terlibat tindak kekerasan atau berurusan dengan polisi. . dalam kamarnya. terutama kalau ia baru menggunakan NAPZA pada fase-fase awal.Sering berbohong dan minta banyak uang dengan berbagai alasan tapi tak jelas penggunaannya. .sering tidak mengerjakan tugas sekolah. kasar sikap bermusuhan. untuk tempat heroin dibakar.sering membolos.

M. Memperbaiki fungsi psikologi dan fungsi adaptasi sosial. Dalam kelompok ini. Jakarta. Philadelphia: Lippincott Stuart Sundeen (1998) Principles and Practice of Psychiatric Nursing . Pelatihan relapse prevention programe. CM. 3. pasien akan tetap mencoba bertahan untuk selalu abstinensia. Saunders Company The Indonesian Florence Nightingale Foundation. (1999). Referensi : Allen K. Philadelphia: W. (1996) Nursing Care of the Addicted Client. Tedi. (1991). Kus.Bila pasien pernah menggunakan satu kali saja setelah “clean” maka ia disebut “slip”. Jakarta Tom. Jakarta. Bila ia menyadari kekeliruannya. Segi PraktisPsikiatri. (1999) Bahaya NAPZA Bagi Pelajar .. Opiate antagonist maintenance therapy dengan naltreson merupakan beberapa alternatif untuk mencegah relaps. (1995) Community Health Nursing. Pengurangan frekuensi dan keparahan relaps Sasaran utamanya adalah pencegahan relaps . Bandung :Yayasan Al-Ghifari Morgan. (1999). Program terapi kognitif.14 2. Kiat Penanggulangan dan Penyalahgunaan Ketergantungan NAPZA. Theory and Practice . Terapi rumatan (maintence) metadon merupakan pilihan untuk mencapai sasaran terapi golongan ini..abstinensia bukan merupakan sasaran utama. Mizan . St Louis: Mosby Year Book Smith.dan ia memang telah dobekali ketrampilan untuk mencegah pengulangan penggunaan kembali.B. Bina rupa aksara Toto Tasmara. Dajal dan Symbol Syetan.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful